Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Hubungan Status Ekonomi, Lingkungan, dan Riwayat Penyakit Infeksi terhadap Kejadian Stunting pada Balita Usia 13-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas IV Koto Kabupaten Agam Tahun 2016
Hubungan Status Ekonomi, Lingkungan, dan Riwayat Penyakit Infeksi terhadap Kejadian Stunting pada Balita Usia 13-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas IV Koto Kabupaten Agam Tahun 2016

Evi Hasnita, Harisnal, Dissa Ramdania Wiza · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Stunting merupakan salah satu masalah buruknya status gizi pada anak. Masalah kesehatan masyarakat dianggap berat bila prevalensi stunting sebesar 3039% dan serius bila prevalensi stunting ≥40%. Prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas IV Koto mencapai 8% dengan prevalensi kejadian stunting untuk wilayah Kabupaten Agam mencapai 13,4%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status ekonomi, lingkungan dan riwayat penyakit infeksi terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas IV Koto Kabupaten Agam Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan koesioner. Teknik pengolahan data dilakukan dengan menggunakan sistem komputerisasi melalui program SPSS. Sampel pada penelitian ini ialah balita usia 13-24 bulan dengan Ibu balita sebagai responden. Teknik pengambilan sampel ialah stratified random sampling Jumlah sampel yang diteliti ialah 80 responden dengan populasi balita sebanyak 397 balita. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas IV Koto Kabupaten Agam yang dilaksanakan pada 21 Juli sampai 13 Agustus 2016. Hasil analisa univariat diketahui sebanyak 53,8% responden memiliki ekonomi rendah, 52,5% balita berada pada lingkungan tidak sehat, 53,8% balita memiliki riwayat penyakit infeksi dan 55% balita mengalami stunting. Berdasarkan analisa bivariat ada hubungan bermakna antara status ekonomi (pvalue = 0,000 ≤ 0,05, OR = 10,2), lingkungan (pvalue = 0,000 ≤ 0,05, OR = 11,9) dan riwayat penyakit infeksi (pvalue = 0,000 ≤ 0,05, OR =7,8) dengan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan status ekonomi, lingkungan dan riwayat penyakit infeksi memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian stunting pada balita usia 13-24 bulan. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan dan informasi yang berguna tentang pentingnya menjaga lingkungan agar anak terhindar dari berbagai penyakit infeksi. Selain itu diharapkan pada orang tua untuk memperhatikan asupan gizi anak agar terhindar dari penyebab stunting. Abstract (EN): Stunting is a problem of poor nutritional status in children. Public health problems are considered severe if the prevalence of stunting by 30-39% and serious if stunting prevalence of ≥40%. The prevalence of stunting in Puskesmas IV Koto at 8% by the prevalence of stunting for Agam district at 13.4%. The purpose of this study was to determine the relationship economic status, environment and history of infectious diseases on the incidence of stunting in children aged 13-24 months in Puskesmas IV Koto district of Agam 2016. This research is a quantitative research with cross sectional approach. The data collection is done by interview using questioner. Data processing techniques performed by using a computerized system by SPSS. Samples in this study is that children aged 13-24 months with the toddler's mother as respondents. The sampling technique is stratified random sampling Number of samples studied is 80 respondents with a population of as many as 397 children. This research was conducted in Puskesmas IV Koto district of Agam held in July 21 until August 13, 2016. Results of univariate analysis known as much as 53.8% of respondents have a low economic, 52.5% children are in an unhealthy environment, 53.8% children had a history of infectious disease and 55% under five are stunted. Based on bivariate analysis there was a significant relationship between economic status (pvalue = 0,000≤0,05, OR = 10.2), environment (pvalue = 0,000≤0,05, OR = 11.9) and a history of infectious disease (pvalue = 0,000≤ 0.05, OR = 7.8) and the incidence of stunting. From the research status of economic, environmental and infectious disease history was no significant association with the incidence of stunting in children aged 13-24 months. Expected to health workers to provide counseling and useful information about the importance of protecting the environment to children avoid infectious diseases. Also expected on parents to pay attention to the nutritional intake of children to avoid the causes of stunting.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Tatanan Rumah Tangga Di Kelurahan Tanah Garam Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Tatanan Rumah Tangga Di Kelurahan Tanah Garam Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok Tahun 2016

Harisnal, Rudjito, Vicky Maharani Anas · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Menurut Profil Kesehatan Puskesmas Tanah Garam tahun 2015 terdapat persentase yang melakukan PHBS yaitu 32,7% dan yang tidak melakukan PHBS yaitu 67,3%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Tatanan Rumah Tangga Di Kelurahan Tanah Garam Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok Tahun 2016. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus 2016 dengan menggunakan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di Kelurahan Tanah Garam Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok. Sampel dalam penelitian ini adalah systematic random sampling sebanyak 78 responden. Analisa secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square dan derajat kepercayaan 95%(α=0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 78 responden terdapat 56,4% berpendidikan rendah, (55,1%) pengetahuan rendah, (71,8%) lingkungan sosial baik, peran tenaga kesehatan yang berperan (53,8%) dan PHBS kurang baik (65,4%). Pendidikan dengan p value 0,897 dan OR 0.837. Pengetahuan p value 0,027 dan OR 3.478. Lingkungan sosial p value 0,007 dan OR 8.065. Peran petugas kesehatan p value 0,018 dan OR 3.766. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, lingkungan sosial, dan peran petugas kesehatan dengan PHBS. Disarankan kepada lintas sektor kesehatan dengan tokoh masyarakat untuk mengadakan penyuluhan dan pelatihan guna memberikan informasi tentang PHBS. Abstract (EN): Based on the health profile of community health Center of Tanah Garam in 2015 Land salts are percentages do PHBS that is 32.7% and that does not do PHBS that is 67.3%. The purpose of this research was to determine the Factors Associated With Behavior Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) In order Household in Kelurahan Tanah Garam Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok Year 2016. The research was conducted in August 2016 by using a cross sectional design. The population in this research were all heads of families in the Kelurahan Tanah Garam Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok. The sample in this research is a systematic random sampling as much as 78 respondents. Univariate and bivariate analysis with chi-square test and the degree of confidence of 95% (α = 0.05). The results showed that out of 78 respondents are less educated, 56.4%, (55.1%) lower knowledge, (71.8%) good social environment, the role of medical personnel that play a role (53.8%) and less well PHBS ( 65.4%). Education with p value 0.897 and OR 0837. Knowledge p value 0.027 and OR 3,478. The social environment p value 0.007 and OR 8065. The role of health workers and the p value 0,018 OR 3,766. These results can be concluded that there is a significant relationship between knowledge, social environment, and the role of health workers in PHBS. It is advisable to cross the health sector with community leaders to conduct education and training in order to provide information on PHBS.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan risiko postur kerja dan karakteristik individu dengan keluhan       low back pain pada perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi tahun 2016
Hubungan risiko postur kerja dan karakteristik individu dengan keluhan low back pain pada perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi tahun 2016

Yenni, Cici Apriza Yanti, Yeza Eka Putri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Low back pain merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang timbul di rumah sakit. Hal ini juga terjadi pada perawat di RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi yang sebagian mengalami keluhan low back pain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi postur kerja, umur, jenis kelamin, keluhan low back pain, hubungan risiko postur kerja dan karakteristik individu dengan keluhan low back pain pada perawat ruang rawat inap rumah sakit Islam Ibnu sina Bukittinggi. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi perawat 123 orang dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 96 perawat dengan menggunakan Purposive Random Sampling. Pengukuran postur menggunakan REBA dan keluhan low back pain dengan kuesioner. Uji statistik menggunakan Chi Square dengan tingkat signifikan (α≤0,05). Hasil untuk postur kerja dengan keluhan LBP didapatkan (p=0,034) dan karakteristik individu dengan keluhan LBP didapatkan (1) umur (p=0,024), (2) Jenis kelamin (p=0,475). Simpulan penelitian ada hubungan yang signifikan antara postur kerja, umur dengan keluhan LBP dan tidak ada hubungan antara Jenis kelamin dengan keluhan LBP. Abstract (EN): Low back pain is one of the occupational diseases that arise in hospital. It also happens to nurses in Islam Ibnu Sina hospital Bukittinggi most had complaints of low back pain. This study aims to determine thr frequency distribution of the working posture, age, gender, compalints of low back pain, relations risk posture and characteristic of individuals with compalints of low back pain in nurses hospital inpatient Islam Ibnu Sina Bukittinggi. This research method using descriptive analytick with cross sectional study. Nurse population of 123 people with the number of samples are 96 nurses using purposive random sampling. Measurement of posture using REBA and complaints of low back pain with a questionnaire. Statistically using chi square test with a significant level (α≤0,05). Results for working posture with LBP complaint obtained (p = 0,034) and the characteristics individuals with complaints og LBP obtained (1) age (p=0,024), (2) gender (p=0,475). The conclusions of research there is a significant relationship between work posture, age with LBP complaint and there is no relationship between the genders with LBP complaint.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia 6-10 Tahun Jorong Koto Kaciak Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Ahad Tanjung Raya Kabupaten Agam Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia 6-10 Tahun Jorong Koto Kaciak Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Ahad Tanjung Raya Kabupaten Agam Tahun 2016

Nurdin, Fitria Fatma, Ayu Mai Sari · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Diare adalah perubahan frekuensi dan konstitensi tinja. Menurut data WHO pada tahun 2013, diare merupakan penyakit kedua yang menyebabkan kematian pada anak-anak balita (bawah lima tahun). Diare sudah membunuh 760.000 anak setiap tahunnya. Sebagian besar orang diare yang meninggal dikarenakan terjadinya dehidrasi atau kehilangan cairan dalam jumlah yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sumber air bersih (SAB), jajan sembarangan dengan kejadian diare pada anak usia 6 -10 tahun di Jorong Koto Kaciak Kabupaten Agam Tahun 2016. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan desain cross sectional, yang dilakukan di Jorong Koto Kaciak Kabupaten Agam bulan September Tahun 2016 dengan 60 responden yang diambil dengan cara total sampling kemudian dianalisis secara univariat dan secara bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 60 responden diketahui jumlah kejadian diare 20 orang (33.3%), pengetahuan rendah yang terpapar berjumlah 23 orang (38,3%), sumber air bersih yang tidak baik berjumlah 10 orang (16,7%), jajan sembarangan yang tidak baik berjumlah 16 orang (26,7%) . Hasil uji statistik hubungan kejadian diare terhadap pengetahuan didapatkan nilai p = 0,001 dengan OR = 8,037, sumber air bersih diperoleh nilai p = 0,020 dengan OR= 6,641, jajan sembarangan diperoleh nilai p = 0,010 dengan OR = 5,667. Penelitian ini dapatkan disimpulan bahwa variabel yang berhubungan dan berpeluang tinggi yaitu pengetahuan tentang kejadian diare di Jorong Koto Kaciak Kabupaten Agam Tahun 2016. Diharapkan kepada masyarakat agar lebih meningkatkan pengetahuannya tentang kejadian penyakit diare. Abstract (EN): Diarrhea is a change in stool frequency and konstitensi. According to data from the WHO in 2013, diarrheal disease is the second cause of death in children under five (under five years). Diarrhea is already killing 760,000 children each year. Most of the people who died due to the occurrence of diarrheal dehydration in large numbers. This study aims to determine the relationship between knowledge, sources of clean water (SAB), snack at random with the incidence of diarrhea in children aged 6 -10 years in Koto Jorong Kaciak Agam 2016. This research was conducted with a cross sectional design approach, conducted in Koto Jorong Kaciak Agam district in September 2016 with 60 respondents taken by total sampling then analyzed by univariate and bivariate using chi-square test. The results showed that among 60 respondents know the number of diarrhea 20 (33.3%), low knowledge that exposure was 23 people (38.3%), a clean water source that is not good about 10 people (16.7%), snack at random which is not good with 16 (26.7%). The statistical test result of diarrhea relation to the knowledge obtained by the value of p = 0.001 OR = 8.037, clean water source is obtained with p = 0,020 OR = 6.641, snack at random is obtained with p = 0,010 OR = 5.667. This research are conclusions that get related variables and a high chance that the knowledge about the incidence of diarrhea in Koto Jorong Kaciak Agam Year 2016. It is expected the community to further increase knowledge about the incidence of diarrheal diseases.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Beban Kerja, Status Gizi dan Dukungan Sosial Dengan Stres Kerja Perawat di Ruangan Rawat Inap RSUD Dr Achmad Mochtar BukittinggiTahun 2016
Hubungan Beban Kerja, Status Gizi dan Dukungan Sosial Dengan Stres Kerja Perawat di Ruangan Rawat Inap RSUD Dr Achmad Mochtar BukittinggiTahun 2016

Rudjito, Welly Femelia, Lisa Febriyaningsih · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Stres merupakan suatu tanggapan dalam menyesuaikan diri yang dipengaruhi oleh perbedaan individu dan proses psikologis. Berdasarkan data yang di dapatkan dari laporan kelompok Penyakit Akibat Kerja RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi pada tahun 2014, terdapat 7 orang petugas Rumah Sakit dan Mahasiswa praktek mendapatkan kecelakaan kerja (tertusuk jarum suntik), pada tahun 2015 terdapat peningkatan sebesar 70% dari tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja, status gizi dan dukungan sosial dengan stres kerja perawat di Ruangan Rawat Inap RSUD Dr Achmad Mochtar BukittinggiTahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah surveyanalitikdengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh perawat di ruangan rawat inap. Pengambilan sampel menggunakan Total Sampling dengan besar sampel 133 responden. Data ini dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi – square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat (57,9%) respondenmengalamistress kerja, (63,2%) responden dengan beban kerja tinggi, (62,4%) responden dengan status gizi tidak normal dan (69,2%) responden dengan dukungan sosial rendah. Hasil analisa bivariat diketahui bahwa variabel yang berhubungan dengan stres kerja yaitu beban kerja dengannilai p=0,026(p<0,05) dan OR= 0,400 dan dukungan sosial dengan nilai p=0,018 (p<0,05) dan OR = 2,647. Sedangkan untuk status gizi terdapat hubungan yang tidak bermakna dengan stress kerja dengan nilai dimana p=0,600 (p>0,005) dengan OR= 1,291. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa beban kerja dan dukungan sosial dapat menyebabkan terjadinya stres dimana lama kerja, dan kenyamanan yang didapatkan dari lingkungan kerja dapat mempengaruhi terjadinya stres kerja. Abstract (EN): Stress is a response in adjusting influenced by individual differences and psychological processes. Based on data obtained from a group report Occupational Diseases Hospital Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi in 2014, there were seven officers Hospital and Students gain practical work accident(needle stick), in 2015 there was an increase of 70% from the previous year. This study aims to determine the relationship of the workload , nutritional status and social support to the stress of nurses in the room Inpatient Hospital Dr Achmad Mochtar Bukittinggi 2016 . This type of research is analytic survey with cross sectional method . The population in the study are all nurses in the inpatient room. Total Sampling Sampling using with a large sample of 133 respondents. Data was analyzed using univariate and bivariate using Chi - square. The results showed a (57,9 %) of respondents experiencing job stress, (63,2 %) of respondents with high workload, (62,4 %) of respondents with normal nutritional status, and (69.2 %) of respondents with social support low. The results of the bivariate analysis note that the variables related to job stress that workload with a value of p = 0.026 (p < 0,05) and OR = 0,400 and social support with a value of p = 0.018 (p < 0.05) and OR = 2,647. As for the nutritional status was not significant correlation with job stress with which the value of p = 0.600 (p > 0.05) with OR = 1.291 From the research results can be concluded that the workload and social support can lead to stress which the length of work, and comfort gained from working environment can influence the occurrence of work stress.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis Perbandingan Bakaran Dengan Kayu Bakar dan Kompor Gas Terhadap Kualitas Kimia Air (pH, CO2, SO4, NO2) di Desa Suayan Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016
Analisis Perbandingan Bakaran Dengan Kayu Bakar dan Kompor Gas Terhadap Kualitas Kimia Air (pH, CO2, SO4, NO2) di Desa Suayan Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016

Evi Hasnita, Nurdin, Dia Ratna Jumaita · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Air sangat penting bagi kehidupan manusia. Tubuh orang dewasa 55-60% berat badan terdiri dari air, untuk anak-anak 65%, dan untuk bayi 80%. Secara kualitas, air harus tersedia pada kondisi yang memenuhi syarat kesehatan. Kualitas air dapat ditinjau dari segi fisik, kimia, dan biologis Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental dengan metode pendekatan pretest-posttest with control group. Membandingkan bakaran kayu bakar dan kompor gas melihat kandungan (pH, CO2, SO4, NO2) yang terdapat dalam air. pH air sebelum dimasak adalah 7,2175 dengan standar deviasi 1,13746. Rata-rata CO2 sebelum dimasak 9,375 dengan standar deviasi 5,1539. Rata-rata SO4 sebelum dimasak adalah 0,51050 dengan standar deviasi 0,372263. Rata-rata NO2 air sebelum dimasak adalah 0,00600 dengan standar deviasi 0,000000. Ratarata pH air sesudah dimasak dengan kayu bakar adalah 7,2600. Rata-rata CO2 air sesudah dimasak dengan kayu bakar adalah 7,2600. Rata-rata SO4 air sesudah dimasak dengan kayu bakar adalah 1,3033. Rata-rata NO2 air sesudah dimasak dengan kayu bakar adalah 0,18900. Rata-rata pH air sesudah dimasak dengan kompor gas adalah 7,1150. Rata-rata CO2 air sesudah dimasak dengan kompor gas adalah 6,875. Rata-rata SO4 air sesudah dimasak dengan kompor gas adalah 0,7850. Rata-rata NO2 air sesudah dimasak dengan kompor gas adalah 0,06275. pH sebelum dan sesudah dimasak dengan kayu bakar adalah -0,04250 dan nilai pvalue= 0,950 (p > 0,05) dan kompor gas adalah 0,10250 dan nilai pvalue= 0,869 (p > 0,05). CO2 rata-rata sebelum dan sesudah dimasak dengan kayu bakar adalah -3,1250 dan nilai pvalue= 0,342 (p > 0,05) dan kompor gas adalah 2,5000 dan nilai pvalue= 0,353 (p > 0,05). SO4 sebelum dan sesudah dimasak dengan kayu bakar adalah –0,792750 dan nilai pvalue= 0,109 (p > 0,05) dan kompor gas adalah -0,274500 dan nilai pvalue= 0,662 (p > 0,05). NO2 sebelum dan sesudah dimasak dengan kayu bakar adalah –0,183000 dan nilai pvalue= 0,161 (p > 0,05) dan kompor gas adalah 0,056750 dan nilai pvalu = 0,216 (p > 0,05). Kesimpulan, tidak ada perbedaan yang signifikan antara pH, CO2, SO4, NO2. Abstract (EN): Water is essential for human life. 55-60% of the adult body weight consists of water, for children 65%, and 80% for infants. In quality, water should be provided on the condition that meets the health requirements. Water quality can be evaluated in terms of physical, chemical, and biological This research uses experimental research with pretest-posttest approach with control group. Comparing the burnt wood and gas stoves see the content (pH, CO2, SO4, NO2) contained in water. pH of the water before cooking is 7.2175 with a standard deviation of 1.13746. The average CO2 before it is cooked 9.375 with a standard deviation of 5.1539. On average SO4 before cooking with a standard deviation is 0.51050 0.372263. On average NO2 water before cooking with a standard deviation is 0.00600 0.000000. The average pH of water after cooked with firewood is 7.2600. Average CO2 water after cooked with firewood is 7.2600. Average SO4 water after cooked with firewood is 1.3033. On average NO2 water after cooked with firewood is 0.18900. The average pH of water after cooked with a gas stove is 7.1150. Average CO2 water after cooked with a gas stove is 6.875. Average SO4 water after cooked with a gas stove is 0.7850. On average NO2 after the water is cooked with a gas stove is 0.06275. pH before and after cooked with firewood is 0.04250 and pvalue = 0.950 (p> 0.05) and a gas stove is 0.10250 and the pvalue = 0.869 (p> 0.05). The average CO2 before and after cooked with firewood is 3.1250 and pvalue = 0.342 (p> 0.05) and gas stoves are 2.5000 and pvalue = 0.353 (p> 0.05). SO4 before and after cooked with firewood is -0.792750 and pvalue = 0.109 (p> 0.05) and gas stoves are -0.274500 and pvalue = 0.662 (p> 0.05). NO2 before and after cooked with firewood is -0.183000 and pvalue = 0.161 (p> 0.05) and a gas stove is 0.056750 and pvalue = 0.216 (p> 0.05). In conclusion, there was no significant difference between pH, CO2, SO4, NO2.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Umur, Beban Kerja, Dan Shift Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Tenaga Kerja Di Bagian Produksi PT. Perkebunan Nusantara VI Danau Kembar Kabupaten Solok Tahun 2016
Hubungan Umur, Beban Kerja, Dan Shift Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Tenaga Kerja Di Bagian Produksi PT. Perkebunan Nusantara VI Danau Kembar Kabupaten Solok Tahun 2016

Rudjito, Cici Apriza Yanti, Hafizh Nursalam Dasril · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Kelelahan kerja merupakan keadaan yang disertai penurunan efisiensi dan ketahanan dalam bekerja. Kelelahan merupakan mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh menghindari kerusakan lebih lanjut, sehingga dengan demikian terjadilah pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, beban kerja dan shift kerja dengan kelelahan kerja pada tenaga kerja di bagian produksi PT. Perkebunan Nusantara VI Danau Kembar Kabupaten Solok. Metode penelitian ini Deskiptif Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study. Alat ukur yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran dengan sampel 80 pekerja di bagian produksi. Hasil penelitian yang di peroleh melalui analisis bivariat menggunakan uji chi square. Presentasi umur ≥ 41 tahun 68 orang (85,0%) dengan p value = 0,001. Beban kerja berdasarkan denyut nadi tidak normal 43 orang (53,8%) dengan p value = 0,029. Shift kerja yang tidak sesuai 40 orang (50%) dengan p value = 0,000. Untuk kelelahan kerja sebanyak yang lelah sebanyak 44 orang (55,0%). Dapat di simpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur, beban kerja dan shift kerja dengan kelelahan di bagian produksi PT Perkebunan Nusantara VI Danau Kembar Kabupaten Solok. Untuk itu di harapkan kepada pekerja sebaiknya melakukan pemanasan sebelum dan sesudah bekerja untuk mengurangi resiko kelelahan kerja, dan penting untuk melakukan perbaikan dan evaluasi tentang aturan shift kerja dalam suatu perusahaan. Abstract (EN): Fatigue is a condition accompanied by a drop in work efficiency and durability. Fatigue is the body’s protective mechanisms in order to avoid further damage to the body, and thus there was a recovery. This study aims to investigate the relationship between age, workload and shift work and fatigue of work on labor in the production department of PT. Perkebunan Nusantara VI Twin Lakes Solok regency. This research method decriptively analytic using cross sectional study. Measuring instruments used by researchers in this study is using questonnaires and measurements with a sample of 80 workers in the production. Results of the research were obtained through bivariate analysis using chi square test. Presentation age ≥ 41 years 68 (85%) with p value = 0,001, Workload by abnormal pulse 43 (53,8%) with p value = 0,029, Shift work does not fit 40 people (50%) with p value = 0,000. To work fatigue as much as tired as many as 44 people (55,0%). It can be conclueded that there is a significant relationship between age, workload and shift work and fatigue on the production of PT. Perkebunan Nusantara VI Twin Lakes Solok Regency.For it is expected to workes should be warmed before and after work to reduce the risk of job burnout, and it is important to make improvements and evaluation of the rules of work shift in a company.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Kebisingan, Alat Pelindung Telinga, dan Merokok dengan Tekanan Darah pada Pekerja Bagian Produksi Cassia Broken PT. Sumatera Tropical Spices Tahun 2016
Hubungan Kebisingan, Alat Pelindung Telinga, dan Merokok dengan Tekanan Darah pada Pekerja Bagian Produksi Cassia Broken PT. Sumatera Tropical Spices Tahun 2016

Neila Sulung, Harisnal, Ayu Wulandari · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Dalam proses produksi di bagian cassia broken, terdapat empat bagian ruangan yaitu bagian pencurahan, prabroken, broken, dan pengepakan. Diantara keempat ruangan tersebut hanya satu bagian pencurahan yang intensitas kebisingannya dibawah NAB. Survey awa peneliti meakukan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah bekerja diperoleh hasil 6 pekerja mengalami peningkatan tekanan darah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan Kebisingan, Alat Pelindung Telinga dan Merokok dengan Tekanan Darah pada pekerja bagian Produksi Cassia Broken PT. Sumatera Tropical Spices Tahun 2016. Metode penelitian survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja bagian produksi cassia broken PT. Sumatera Tropical Spices sebanyak 35 orang, dengan pengambilan sampel secara total sampling dimana seluruh populasi dijadikan sampel penelitian sebanyak 35 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder serta di analisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square dan derajat kepercayaan 95% (α=0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 35 responden terdapat (76,5%) terpapar bising, (47,1%) tidak menggunakan alat pelindung telinga, (70,6%) merokok. Kebisingan dengan p value 0,031dan OR 7,000. Alat Pelindung Telinga dengan p value 0,023 dan OR 0,125. Merokok dengan p value 0,034 dan OR 0,133 berhubungan dengan tekanan darah pada pekerja bagian produksi cassia broken PT. Sumatera Tropical Spices Tahun 2016. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kebisingan, alat pelindung telinga, dan merokok dengan tekanan darah pada pekerja bagian produksi cassia broken PT. Sumatera Tropical Spices tahun 2016. Perlu kesadaran dari pekerja untuk menggunakan alat pelindung diri secara lengkap terhindar dari penyakit akibat kerja. Abstract (EN): In the production process at the cassia broken , there are four parts of the room that is part of an outpouring , prabroken , broken , and packing . Among the four rooms are only one part of the outpouring of the intensity of the noise under the NAB . Exposure to noise that exceeds the NAB at the time can increase blood pressure.The purpose of the study was to determine the The relationship of noise, ear protective devices, and smoke with blood pressure in production workers cassia broken PT. Sumatera Tropical Spices Year 2016 Analytic survey method with cross sectional design. The population of this study is the production workers cassia broken PT . Sumatera Tropical Spices as many as 35 people . The sample in this study is total sampling where the entire population of the research taken as sample for 35 people . The data used are primary data and secondary data as well as analyze through univariate and bivariate with chi-square test and the level of confidence of 95 % ( α = 0.05). The results showed that from 35 respondents there are ( 76.5 % ) are exposed to noise , ( 47.1 % ) did not use ear protective gear , ( 70.6% ) smoked . Noise with p value 7.000 0,031dan OR . Ear Protector devices with p value 0.023 and OR 0.125 . Smoke with p value 0.034 and 0.133 OR associated with blood pressure in production workers cassia broken PT . Sumatera Tropical Spices year 2016. These results can be concluded that there is a significant correlation among noise, ear protective devices, and smoke with blood pressure in production workers cassia broken PT . Sumatera Tropical Spices in 2016. Need for awareness of the workers to use personal protective equipment fully protected from occupational diseases

Skripsi 2017
Detail
Cover Pengaruh motivasi, disiplin dan hubungan personal terhadap kinerja pegawai Puskesmas Padang Sibusuk kecamatan Kupitan Kabupaten Sijunjung Tahun 2016
Pengaruh motivasi, disiplin dan hubungan personal terhadap kinerja pegawai Puskesmas Padang Sibusuk kecamatan Kupitan Kabupaten Sijunjung Tahun 2016

Zainal Abidin, Vina Novela, Reska · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Padang Sibusuk dikarenakan masih belum baiknya kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi, disiplin dan hubungan personal dengan kinerja pegawai di Puskesmas Padang Sibusuk Tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai puskesmas Padang Sibusuk. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan besar sampel 45 responden. Data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara motivasi (p= 0,000 dan OR= 26,100) dan disiplin (p= 0,044 dan OR= 5,600) dengan kinerja pegawai dan tidak ada hubungan personal (p= 0,336 dan OR= 2,509) dengan kinerja pegawai. Dari semua variabel yang diteliti, yang paling memiliki peluang risiko untuk kinerja pegawai adalah motivasi. Disarankan kepada pihak pukesmas khususnya pimpinan untuk memberikan motivasi kepada pegawai seperti pemberian reward dan untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai sebaiknya pimpinan juga memberikan punishment kepada pegawainya yang tidak disiplin sehingga akan berdampak pada peningkatan produktivitas pegawai. Abstract (EN): Performance is the result of the quality and quantity of work accomplishedby an employee in performing their duties in accordance with the responsibilities given to him. This research is done in Padang Sibusuk of the health center still not as good because of employee performance. This study aims to determine the relationship between motivation, discipline and a personal relationship with an employee’s performance in the Padang Sibusuk of the health center 2016. This study is an analytical survey, with cross sectional research design. The population in this study were all employees of the Padang Sibusuk health center. Sample was taken by total sampling was 45 people. Data analysis was univariate and bivariate with Chi Square test. The results of this research indicate that motivation (p= 0,004 dan OR= 10,800) and discipline (p= 0,044 dan OR= 5,600) related to performance of employees and personal relationships (p= 0,336 dan OR= 2,509) no related to performance of employees. All the variables, motivation was the most had oppurtunities risk for performance of employees. Suggested to the clinic, especially the leadership ti motivate employees such as the reward system that will have an impact on increasing employee productivity.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Lingkungan Masyarakat Dengan Pemutusan Mata Rantai Penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Durian Kota Sawahlunto Tahun 2016
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Lingkungan Masyarakat Dengan Pemutusan Mata Rantai Penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Durian Kota Sawahlunto Tahun 2016

Nurdin, Vina Novela, Sesti Novita Amelia · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Demam berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang ditandai dengan panas (demam) dan disertai dengan pendarahan, yang disebabkan oleh virus dengue. Pada tahun 2015 jumlah kasus DBD di Kota Sawahlunto sebanyak 170 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan lingkungan masyarakat dengan pemutusan mata rantai penularan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian Kota Sawahlunto Tahun 2016. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan desain cross sectional, dilakukan penelitian terhadap pemutusan mata rantai penularan DBD dengan menggunakan kuesioner dengan subjek penelitian berjumlah 92 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan pengambilan sampel secara simple random sampling. Adapun yang menjadi variabel independen adalah pengetahuan, sikap, lingkungan dan variabel dependen adalah pemutusan mata rantai penularan DBD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 92 responden diketahui jumlah pemutusan mata rantai penularan DBD kurang baik 42 (45,7%) responden, pengetahuan rendah berjumlah 41 (44,6%) responden, sikap negatif berjumlah 36 (39,1%) responden, sedangkan lingkungan kurang baik berjumlah 41 (44,6%) responden. Hasil uji statistik hubungan pengetahuan terhadap pemutusan mata rantai penularan DBD didapatkan nilai p = 0,0005 dengan OR = 5,692 terhadap sikap diperoleh nilai p = 0,0005 dengan OR= 8,200, Terhadap lingkungan diperoleh nilai p = 0,0005 dengan OR = 3,452. Pada penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa pengetahuan, sikap dan lingkungan berhubungan dengan pemutusan mata rantai penularan DBD. Di harapkan kepada masyarakat setempat agar mau berperan aktif pada setiap kegiatan dalam pemutusan mata rantai DBD. Abstract (EN): Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a contagious disease that is characterized by heat (fever) and accompanied by bleeding, caused by the dengue virus. in 2015 the number of dengue cases in Sawahlunto as many as 170 cases. This study aims to determine the relationship of knowledge, attitudes and society with the termination of the chain of transmission of dengue hemorrhagic fever (DHF) in Puskesmas Sungai Durian Sawahlunto 2016. This research was conducted with the approach of cross sectional study, conducted research on dengue transmission chain termination using a questionnaire with research subjects amounted to 92 people who met the inclusion criteria. Data analysis using chi-square test with a sampling of simple random sampling. As for the independent variable is the knowledge, attitude, environment and the dependent variable is the termination of the transmission chain DBD. The results showed that among 92 respondents note the number of the number of dengue transmission chain termination unfavorable 42 (45.7%) of respondents, low knowledge amounted to 41 (44.6%) of respondents, the negative attitude of the 36 (39.1%) of respondents, whereas unfavorable environment amounted to 41 (44.6%) of respondents. Statistical test results to the termination of the relationship of knowledge transmission chain DBD p value = 0.0005 with OR = 5.692, against the attitude that the value p = 0.0005 with OR = 8.200, environmental Against obtained value p = 0.0005 with OR = 3,452. In this study it was concluded that the knowledge, attitude and environment associated with the termination of dengue transmission chain. It is hoped that the local people to want to play an active role in every activity in the termination of the chain of dengue.

Skripsi 2017
Detail