Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Peserta Didik SDN 18 Karan Aur Kecamatan Pariaman Tengah Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Peserta Didik SDN 18 Karan Aur Kecamatan Pariaman Tengah Tahun 2016

Neila Sulung, Nurdin, Yulia Aisyah Putri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Anak usia sekolah yang merupakan salah satu sasaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Institusi Pendidikan perlu mendapatkan perhatian disamping populasi anak usia sekolah dalam suatu komunitas cukup besar yaitu antar 40-50%, anak usia sekolah merupakan masa rawan terserang berbagai penyakit seperti: diare, cacingan, karies, dan anemia yang pada umumnya berkaitan dengan PHBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Peserta Didik SDN 18 Karan Aur Kecamatan Pariaman Tengah Tahun 2016. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan di SDN 18 Karan Aur pada bulan Agustus 2016.Populasi seluruh siswa kelas IV, V dan VI sebanyak 60 peserta didik, pengambilan sampel secara total sampling. Proses pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Data diolah secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square dengan p=0.05. Hasil analisis univariat ditemukan dari 60 orang siswa terdapat 73,3% siswa menyatakan peran guru dalam kategori baik, 71,7% siswa menyatakan peran petugas dalam kategori baik, 76,7% siswa menyatakan sarana dan prasarana PHBS dalam kategori baik dan 68,3% siswa melaksanakan PHBS secara baik. Dari analisis bivariat terdapat hubungan yang bermakna antara peran gurup value = 0,001 dan OR=9,900, peran petugasp value = 0,002 dan OR=8.021, sarana dan prasarana p value = 0,000 dan OR=33.429 dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Peserta Didik SDN 18 Karan Aur Kecamatan Pariaman Tengah. Hendaknya petugas kesehatan dan guru meningkatkan pengetahuan siswa tentang pentingnya PHBS, serta senantiasa mencari metode-metode terbaik untuk menyampaikannya, sehingga peserta didik terbiasa berprilaku hidup bersih dan sehat baik di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya. Abstract (EN): School-age children is one of the objectives of Clean and Healthy Lifestyle (PHBs) in Educational Institutions need to get the attention in addition to school-age population in a community large enough that between 40-50% of children of school age is a period prone to various diseases such as: diarrhea, intestinal worms, caries, and anemia are generally associated with PHBs. This study aims to determine Factors Associated with Behavior Clean and Healthy Lifestyle (PHBs) On Students SDN 18 Karan Aur Central Pariaman District 2016. This study was descriptive analytic cross-sectional design, conducted at SDN 18 Karan Aur in August 2016. The population of the entire students of class IV, V and VI as many as 60 students, sampling a total sampling.The process of collecting data through questionnaires and interviews. Data is processed using univariate and bivariate with chisquare test, p = 0:05. The results of the univariate analysis found of 60 students there are 73.3% of students said that the role of teachers in both categories, 71.7% of students said that the role of officers in either category, 76.7% of students stated infrastructure PHBs in either category and 68.3 % of students carry out PHBS well. From the bivariate analysis there is a significant relationship between the teacher's role p value = 0.001 and OR = 9.900, the role of the officer p value = 0.002 and OR = 8,021, facilities and infrastructure p value = 0.000 and OR = 33 429 with Behavior Clean and Healthy Lifestyle (PHBs) Students at SDN 18 Karan Aur Central Pariaman District. Should health care workers and teachers improve students' knowledge about the importance of clean and healthy lifestyle, and always looking for the best methods to deliver, so that learners are accustomed to behave clean and healthy life both at school and in the surrounding neighborhood.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Muskuloskeletal(Msds) Pada Pekerja Bongkar Muat Buah Sawit Di Jorong Bukik Nilam Nagari Aur Kuning Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Muskuloskeletal(Msds) Pada Pekerja Bongkar Muat Buah Sawit Di Jorong Bukik Nilam Nagari Aur Kuning Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2016

Rudjito, Vina Novela, Toni Saputra · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Menurut data departemen tenaga kerja amerika serikat cedera tulang belakang adalah penyakit yang paling umum terjadi dan paling banyak membutuhkan biaya pengobatan. Muskuloskeletal merupakan salah satu penyakit yang tergolong kedalam penyakit tulang belakang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan masa kerja, sikap kerja, beban angkat dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja bongkar muat buah sawit di Jorong Bukik Nilam tahun 2016. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain crossectional. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling berjumlah 46 responden. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner dan diolah dengan menggunakan komputerisasi. hasil penelitian terdapat hubungan yang bermakna antara masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal (p=0,023) dan (OR=7,000) terdapat hubungan yang bermakna antara sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal (p=0,004) dan (OR=11,667) dan terdapat hubungan yang bermakna antara beban angkat dengan keluhan muskuloskeletal (p=0,005) dan (OR=18,000). Dari penelitian ini dapat disimpulkan adanya hubungan yang bermakna antara sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja bongkar muat buah sawit di Jorong Bukik Nilam 2016. Karena sikap kerja lebih beresiko kepada terjadinya keluhan muskuloskeletal pada pekerja bongkar muat buah sawit di Jorong Bukik Nilam. Di sarankan kepada pekerja supaya lebih memahami sikap kerja yang baik dan benar dalam pengangkatan beban. Abstract (EN): According to data from the united states department of labor spinal cord injury is the most common disease and most costly Muskuloskeletal is one of the diseases classified into diseases of the spine. This study aims to look at the relationship of employment, work attitude, lifting load with musculoskeletal in workers unloading palm fruit at Jorong Bukik Nilam 2016. The method used in this study was observational analytic with cross sectional design. Sampling was done by total sampling amounted to 46 respondents. Data were collected by distributing questionnaires and processed using computerized. Research results are a significant relationship between tenure with musculoskeletal, (p = 0.023) and (OR = 7.000), there is a significant association between working attitude with musculoskeletal (p = 0.004) and (OR = 11.667), and there is a significant relationship between lifting load with musculoskeletal (p = 0.005) and (OR = 18,000). From this study we can conclude the existence of a significant association between working attitude with musculoskeletal on workers unloading palm fruit at Jorong Bukik Nilam 2016. Because of the work attitude are more at risk for the occurrence of musculoskeletal on workers unloading palm fruit at Jorong Bukik Nilam. It is suggested to workers in order to better understand the working attitude is good and right in the removal of the load.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang  Berhubungan Dengan Semangat Kerja Di PT. Sumbar Andalas Kencana Kebun  Muara Timpeh Kecamatan Tiumang Kabupaten Dharmasraya Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Semangat Kerja Di PT. Sumbar Andalas Kencana Kebun Muara Timpeh Kecamatan Tiumang Kabupaten Dharmasraya Tahun 2016

Rudjito, Nurdin, Fani Febra Ramadhani · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Semangat kerja adalah kondisi seseorang yang menunjang dirinya melakukan pekerjaan lebih cepat dan lebih baik. Di perusahaan semangat kerja yang tinggi sangat di harapkan karena semangat kerja yang tinggi dapat menciptakan system kerja efektif. Di PT. Sumbar Andalas Kencana Kebun Muara Timpeh semangat kerja karyawan nya tergolong rendah di tandai dengan tidak mencapai target karyawan pada 3 bulan terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi, lingkungan kerja non fisik dan reward dengan semangat kerja karyawan. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan menggunakan cross sectional design yang di lakukan di PT. Sumbar Andalas Kencana Kebun Muara Timpeh Kecamatan Tiumang Kabupaten Dharmasraya pada bulan agustus tahun 2016. Sampel 75 orang karyawan. Pengambilan sampel menggunakan Metode total sampling, pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate dengan uji statistik chi square. Hasil penelitian ini menunjukan sebanyak 55 (73.3%) responden dengan semangat kerja rendah. Hasil analisis bivariate menunjukan bahwa dua variable ada hubungan yang bermakna dengan semangat kerja karyawan dengan hasil motivasi (p=0,001), reward (p=0,001) dan satu variable tidak memiliki hubungan bermakna dengan semangat kerja karyawan dengan hasil lingkungan kerja non fisik (p=0,126). Dapat disimpulkan bahwa dari ketiga variable dua di antaranya yaitu motivasi kerja dan reward memiliki hubungan bermakna dengan semangat kerja karyawan dan satu variable yaitu lingkungan kerja non fisik tidak memiliki hubungan bermakna dengan semangat kerja karyawan di PT. Sumbar Andalas Kencana Kebun Muara Timpeh, karena itu diharapkan kepada pemimpin perusahaan lebih memperhatikan kepuasan kerja karyawan agar tercipta semangat kerja yang tinggi dan pekerjaan menjadi efektif. Abstract (EN): Morale is the condition of a person who support him do the job faster and better. In the company of high morale highly expected due to high morale can create an effective working system. PT. West Sumatra Muara Andalas Kencana Gardens Timpeh his employee morale is low on the mark with not reach the target employees in the last 3 months. This study aims to determine the relationship between motivation, non-physical work environment and rewards with employee morale. This type of research is quantitative using cross sectional design is done in PT. West Sumatra Andalas Kencana Garden District of Muara Timpeh Tiumang Dharmasraya in August 2016. Samples were 75 employees. Sampling using total sampling method, data processing using univariate analysis and bivariate analysis with chi square test. The results of these studies show as many as 55 (73.3%) of respondents with low morale. Results of bivariate analysis showed that two variables have significant relationship with employee morale with the results of motivation (p = 0.001), reward (p = 0.001) and a variable does not have a significant relationship with employee morale with the results of the working environment of nonphysical (p = 0.126). It can be concluded that the three variables are two of them, namely motivation and reward has a significant relationship with employee morale and one variable that is non-physical work environment does not have a significant relationship with employee morale at PT. West Sumatra Muara Timpeh Andalas Kencana Gardens, are therefore expected to corporate leaders pay more attention to employee job satisfaction in order to create high morale and the work to be effective.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor –Faktor yang Mempengaruhi  Penyalahgunaan Narkoba Pada Tahanan Narkotika di Lembaga  Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Bukittinggi Tahun 2016
Faktor –Faktor yang Mempengaruhi Penyalahgunaan Narkoba Pada Tahanan Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Bukittinggi Tahun 2016

Sukarsi Rusti, Cici Apriza Yanti, Rahmi Natasya · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Kasus tindak pidana narkoba di Propinsi Sumatera Barat terus mengalami peningkatan Pada tahun 2007 terdapat 281 kasus, 319 kasus pada tahun 2008, 307 kasus pada tahun 2009, 322 kasus pada tahun 2010 dan sebanyak 381 kasus pada tahun 2011 (BNNP Sumbar). Di LP Kelas II A Bukittinggi jumlah tahanan yang tercatat kasus Narkoba ≥50% yaitu 276 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – factor mempengaruhi penyalahgunaan narkoba di LP Kelas II A BukitinggiTahun 2016. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan case control dimana faktor resiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan retrospective. Teknik pengambilan sampel menggunakan cara Simple random sampling. Sampel terdiri dari 62 orang kasus dan 62 orang control (1:1). Penelitian dilakukan bulanAgustus 2016 di LP Kelas II A Bukittinggi. Data yang terkumpul dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji ChiSquare. Hasil penelitian, keseluruhan responden 124 orang, 108 (87.1%) responden tidak mengalami stres, 110 (88.7 %) orang mempunyai orang tua yang berperan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, 73 (58.9 %) mempunyai teman yang mempengaruhi dalam penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan analisis bivaria terdapat hubungan bermakna antara pengaruh teman sebaya (pvalue 0,001, ≤ 0,05, OR = 3,214) dengan penyalahgunaan narkoba, tidak terdapat hubungan bermakna antara stres (pvalue = 0,422)dan peran orang tua (pvalue = 0.089) dengan penyalahgunaan narkoba Disarankan kepada yang bukan pengguna narkoba jangan pernah dicoba narkoba dan bertemanlah dengan orang yang tidak mempengaruhi menyalahgunakan narkoba dan untuk semua lini diusahakan untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba. Abstract (EN): Criminal cases drugs in West Sumatra continues to increase In 2007 there were 281 cases, 319 cases in 2008, 307 cases in 2009, 322 cases in 2010 and as many as 381 cases in 2011 (BNNP Sumatra) .In LP Class II A number of prisoners were recorded Bukittinggi drug cases ≥ 50% ie 276 cases. The purpose of this study to determine the factors - factors influencing drug abuse in LP II Class A Bukitinggi 2016 This research is an analytic approach based case-control collection of independent and dependent variables bersamaan.Teknik sampling conducted using simple random sampling method. The sample consisted of 62 cases and 62 controls (1: 1). The study was conducted in August 2016 at LP II Class A Bukittinggi. The data were analyzed using univariate and bivariate with chi-square test. Research, 124 total respondents, 108 (87.1%) of respondents not experiencing stress, 110 (88.7%) had orangutans Parent contributing hearts drug abuse prevention, 73 (58.9%) had a friend the influence hearts drug abuse. Relationships are based on an analysis bivaria between meaningful influence peer (pvalue 0,001, ≤ 0.05, OR = 3,214) with drug abuse, There are currently no significant relationship between stress (pvalue = 0422) and The role of parents (pvalue = 0.089) with drug abuse Suggestions in this study to those who are not drug users do not ever try drugs and friends with people that do not affect you abusing drugs and for all lines of endeavor in drug abuse prevention.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Air Minum Depot Isi Ulang Di Jorong Koto Tangah Kenagarian Bukit Bual Kabupaten Sijunjung Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Air Minum Depot Isi Ulang Di Jorong Koto Tangah Kenagarian Bukit Bual Kabupaten Sijunjung Tahun 2016

Evi Hasnita, Rudjito, Angga Fransiska · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Menurut WHO ( World Health Organization ) Dalam Depkes ( 2009 ) beberapa data menyebutkan bahwa volume kebutuhan air bersih bagi penduduk rata rata di dunia berbeda, di negara maju air yang di butuhkan adalah lebih kurang 500 liter/orang/hari, Berdasarkan penelitian yang di lakukan pada tanggal 31 Agustus-21september 2016, di Bukit Bual terdapat 4 jorong dan 2 buah depot , pada 1 depot dengan konsumen yang di temui banyak responden 10, pada hari itu di dapatkan hasil kualitas air minum dan pelayanan yang baik sebanyak 4 (40%) konsumen lain nya mengatakan air minum depot lebih higienis di banding air PDAM, Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status pendapatan/penghasilan, Pengetahuan, Gaya Hidup. Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah masyarakat Nagari Bukit Bual, Kabupaten Sijunjung bulan Agustus 2016dengan berjumlah populasi 183 responden dan jumlah sampel 65 responden, pengambilan sampel secara Systematic Random Sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan uji statistik chisquare. Hasil distribusi univariat diketahui 58,5% ,responden memiliki pendapatan rendah, 61,5% .memiliki pengetahuan rendah 52,3% memiliki gaya hidup kurang baik 52,3% lebih dari setengah tidak menggunakan air minum depot isi ulang. Hasil analisa bivariat diketahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan air minum depot isi ulang adalah pendapatan (p = 0,000 dan OR =0,105), pengetahuan (p=0,000 dan OR=20,625), gaya hidup (p=0,000 dan OR=4,255) Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel yang berhubungandan berpeluang tinggi yaitu pengetahuan tentang penggunaan air minim depot isi ulang di Jorong Koto Tangah Kenagarian Bukit Bual Kabupaten Sijunjung Tahun 2016, Disarankan kepada konsumen agar dapat teliti dalam pembelian air minum depotdan peran petugas kesehatan sangat di butuhkan untuk penyuluhan mengenai kualitas air minum depot isi ulang. Abstract (EN): According to WHO (World Health Organization) In the Ministry of Health (2009) some data states that the volume of clean water for the population average in a different world, in developed countries water is needed is approximately 500 liters / person / day, Based on research done on August 31-21september 2016 in Bukit Bual there are 4 corner and 2 pieces depot, at one depot to consumers who encountered many respondents 10, on that day in getting the results of drinking water quality and good service as much as 4 (40%) her other consumers say more hygienic drinking water depot in the appeal of water taps, purpose of this study was to determine the relationship between the status of revenue / income, Knowledge, Lifestyle Descriptive analytic method with cross sectional approach. The population is villagers' Bukit Bual, Sijunjung August 2016dengan population totaled 183 respondents and a sample of 65 respondents, sampling Systematic Random Sampling. Data were collected through a questionnaire guided interviews with a guide, then processed in a computerized test chi-square statistic. Results of univariate distributions known to 58.5% of respondents have a low income, low knowledge 61.5% 52.3% .It has a poor lifestyle 52.3% more than half do not use drinking water refill depot. The results of the bivariate analysis of unknown factors associated with the use of drinking water refill depot is revenue (p = 0.000 and OR = 0,105), knowledge (p = 0.000 and OR = 20.625), lifestyle (p = 0.000 and OR = 4,255). In this study it can be concluded that the variables that berhubungandan potentially high, knowledge about water use minimal depot refill Jorong Koto Tangah Kenagarian Bukit Bual Sijunjung 2016, suggested to the consumer to be careful in purchasing drinking water depotdan role of health workers is in need for counseling about the quality of drinking water refill depot.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengelolaan Sampah Di Desa Kampung Akad Kecamatan Linggo sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengelolaan Sampah Di Desa Kampung Akad Kecamatan Linggo sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2016

Harisnal, Nita Tri Putri, Rino Gustiawan Putra · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Desa Kampung Akad merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Linggo Sari Baganti yang menempati urutan tertinggi terhadap kejadian penyakit berbasis lingkungan jika dibandingkan dengan 16 desa yang berada Air Haji Kecamatan Linggo Sari Baganti yaitu dengan kejadian diare 326 jiwa (28,80%), ISPA 189 jiwa (16,7%), Hipertensi 117 jiwa (10,34%), Gastritis 109 (9,63%), Infeksi kulit dan jaringan sub kutan 81 jiwa, pengelolaan sampah di kampong akad msih Tujuan Penelitian ini Adalah Untuk Mengetahui Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Pengelolaa Sampah Di Desa kampung akad Teknik pengambilan sampel menggunakan cara total sampling. Jumlah sampel sama dengan jumlah populasi sebanyak 81 responden. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan pembagian kuesioner kepada responden. Pada Penelitian ini menggunakan Desain Survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengelolaan sampah di desa kampong Akad Kecamatan linggo sari Baganti. Hasil Penelitian Menunjukan ada hubungan antara budaya dengan tindakan pengelolaan dengan nilai p= 0,010 dan OR=6.118.Ada Hubungan antara sikap dengan tindak pengelolaan dengan nilai p= 0,035 dan OR=3167 ada hubungan antara sarana dan prasarana dengan tindakan pengelolaan sampah dengan nilai p =0,35 dan OR=3.167 Kesimpulan penelitian adalah terdapat ada hubungan antara Budaya, sikap, Sarana dan Prasarana dengan pengelolaan sampah di desa kampong Akad Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2016. Abstract (EN): Akad village is one of the villages located in District Linggo Sari Baganti the highest rank on the incidence of disease based on the environment when compared with the 16 villages located Haji Water District of Linggo Sari Baganti namely diarrhea case 326 people (28.80%), ISPA 189 people (16.7%), hypertension 117 people (10.34%), Gastritis 109 (9.63%), infections of skin and sub-cutaneous tissue 81 people (7.16%), Dispeksia 77 people (6.8 %), upper tract disease other 73 people (6.45%), Asma 63 people (5.57%), waste management contract in the village msih less noticed, so the environment becomes less clean. The purpose of this study is to Know the Factors Associated WitWaste MeasuresInthe village of Kampung Akad Linggo Sari subdistrict Baganti South Coastal District 2016. In this research used analytic survey research by using cross-sectional approach. To determine the factors associated with waste management in the rural village Akad District of Linggo sari Baganti .. The sampling technique using total sampling. The number of samples is equal to a tota Results From the results of the analysis indicate that the of the 81 respondents, there are of respondents who had a negative attitude that was. From the statistical test obtained p value =0.010 and Or= 6.118 which states that there was a significantrelationshipbetweentheattitudes of respondents to the action of waste manage ment. And subdrick p=0,035 and OR=3167 Conclusion of the study is that there is no relationship between culture, attitudes, Infrastructures with waste management in the rural village Akad Linggo Sari subdistrict Baganti South Coastal District in 2016.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kasus Pencabutan Gigi Permanen pada Pasien Poli Gigi di Puskesmas Biaro Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten  Agam Tahun 2016
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kasus Pencabutan Gigi Permanen pada Pasien Poli Gigi di Puskesmas Biaro Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam Tahun 2016

Sukarsi Rusti, Harisnal, Wahyu Putri Eka Lestari · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pencabutan gigi adalah proses pengambilan gigi tanpa rasa sakit dengan trauma seminimal mungkin terhadap jaringan sekitarnya. Prevalensi penyakit gigi penduduk Indonesia sebanyak 67% dimana rata-rata 5 gigi pada setiap penduduk mempunyai pengalaman dengan indikasi pencabutan, ini kategori tinggi berdasarkan kriteria WHO. Di Puskesmas Biaro Prevalensi kasus pencabutan gigi permanen merupakan kasus tertinggi setiap tahunnya dimana terdapat 1462 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kasus pencabutan gigi permanen pada pasien poli gigi di Puskesmas Biaro Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam Tahun 2016. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana pengumpulan variabel independen dan dependen dilakukan secara bersamaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Jumlah sampel sama dengan populasi 45 orang. Penelitian dilakukan bulan Agustus 2016 di Puskesmas Biaro. Data yang terkumpul dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 77,8% responden mencabut gigi, 51,1% memiliki perilaku kurang baik, 66,7 % mengalami karies tidak parah dan 77,8% mengalami penyakit periodontal. Berdasarkan analisis bivariat terdapat hubungan bermakna antara perilaku (pvalue 0,004, OR=15,231), karies gigi (pvalue 0,009, OR=7,875), penyakit periodontal (pvalue 0,029, OR=0,167) dengan kasus pencabutan gigi permanen. Kesimpulannya adalah variabel independen yang paling beresiko terhadap variabel dependen adalah perilaku. Saran dalam penelitian ini terhadap responden diharapkan agar lebih meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut agar terhindar dari masalah penyakit gigi dan mulut terutama kasus pencabutan gigi permanen serta memeriksakan perkembangan kesehatan gigi dan mulut secara berkala 1 kali dalam 6 bulan. Abstract (EN): Tooth extraction is the process of making a painless tooth with minimal trauma to the surrounding tissue. The prevalence of dental disease as much as 67% of the Indonesian population where the average five teeth on each resident had experience with the revocation indication, this high category based on WHO criteria. The prevalence of cases in Puskesmas Biaro permanent tooth extraction is the highest cases each year where there are 1462 cases. This study aims to determine the factors associated with the case of a permanent tooth extraction in patients at the health center dental poly Biaro Agam District of Ampek Angkek 2016. This research is an analytic using cross sectional approach where the collection of independent and dependent variables are carried out simultaneously. The sampling technique uses accidental sampling. The number of samples is equal to the population of 45 people. The study was conducted in August 2016 in Puskesmas Biaro. The data were analyzed using univariate and bivariate with ChiSquare test. The result showed 77.8% of respondents pulling teeth, 51.1% had less good behavior, 66.7% had caries is not severe, and 77.8% had periodontal disease. Based on bivariate analysis, there is a significant relationship between behavior (pvalue 0.004, OR = 15.231), dental caries (pvalue 0.009, OR = 7.875), periodontal disease (pvalue 0.029, OR = 0.167) in the case of a permanent tooth extraction. The conclusion is that most independent variable on the dependent variable is risky behavior. Suggestions in this study the respondents expected to further enhance the self-awareness of the importance of oral health in order to avoid the problem of dental and oral diseases, especially the case of the permanent tooth extractions and examined the development of oral health on a regular basis 1 time in 6 months.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan di  Puskesmas  Ujung Gading Pasaman Barat Tahun 2016
Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Ujung Gading Pasaman Barat Tahun 2016

Neila Sulung, Cici Apriza Yanti, Ade Marhami · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Hasil survei awal diketahui 50 % responden menyatakan tidak puas terhadap pelayanan. Hal disebabkan 30% waktu tunggu pasien yang lama, 20 % responden dokter datang tidak tepat waktu, 20% responden antrian di loket yang panjang, 30 % responden menyatakan kurang ruang tunggu di apotik dan 40 % responden menyatakan kurang cahaya pada ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa persepsi masyararakat terhadap mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Ujung Gading. Jenis penelitian ini adalah kualitatif (qualitative research) penelitian yang bersifat holistik, jumlah teori yang harus dimiliki oleh peneliti jauh lebih banyak karena harus disesuaikan dengan fenomena yang berkembang di lapangan. Penelitian dilakukan di Puskesmas Ujung Gading pada Agustus – September 2016. Metode yang digunakan adalah analisa dari input, proses dan output. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Informan berjumlah 14 orang, 4 laki-laki dan 10 perempuan. Persepsi masyarakat tentang mutu pelayanan diketahui bahwa persepsi masyarakat tentang kehandalan sudah cukup baik, persepsi masyarakat tentang daya tanggap petugas kurang baik terutama pada indikator perawat melayani pasien dengan cepat, perawat terlebih dahulu melayani pasien yang dikenalnya dibandingkan yang lain. Persepsi masyarakat tentang jaminan pelayanan yang diberikan sudah cukup baik. Persepsi masyarakat tentang empati petugas kurang baik, petugas tidak memberikan perhatian yang sama kepada seluruh pasien. Persepsi masyarakat terhadap bukti fisik kurang baik, terutama pada kondisi fisik bangunan puskesmas dan peralatan medis yang modern. Persepsi terhadap kerapian petugas dan kelengkapan obat – obatan yang tersedia sudah baik. Diharapkan membentuk komitmen diantara semua petugas untuk memberikan pelayanan terbaik dan menyediakan anggaran untuk rehabilitasi bangunan, pelatihan keterampilan petugas dan penambahan tenaga kebersihan puskesmas. Abstract (EN): Public Health Center has the tasks of health policy to achieve the goal of health development in the working area. The results of the initial survey known 50% of respondents are not satisfied with the service . It caused 30 % of patients waiting a long time , 20 % of respondents doctor came late , 20 % of respondents were long queues at the counter, 30 % of respondents expressed less in the pharmacy waiting area and 40 % of respondents expressed less light in the room . This study aimed to analyze perceptions masyararakat to quality health services in Puskesmas Ujung Gading This type of research is qualitative (qualitative research) with a descriptive approach which seeks to describe a symptom, and it happened the events that occur in the present. The research was done in Ujung Gading Public Health at Augustus – September 2016. The method used is the analysis of input, process and output. Data collected in the form of primary data and secondary data. Informants total of 14 people, four men and 10 women. In general, the public perception of the quality of service it is known that the public perception of reliability is good enough, the public perception of the responsiveness of officers is not good, especially on indicators of nurses serving patients quickly, nurses must first serve patients familiar than others. Public perception of the guarantee service provided is good enough. Public perception of empathy poor clerk, the clerk did not give the same attention to every patient. Public perception of the physical evidence is not good, especially on the physical condition of the health center and modern medical equipment. Perceptions of officers neatness and completeness of drugs - drugs that are available are good. Expected establish commitments among all officers to provide the best services and provide a budget for the rehabilitation of the building, skills training and additional personnel officer hygiene clinic.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Cidera Ringan Pada Buruh Pabrik di PT. Bakapindo, Kamang Mudik Tilatang Kamang, Kabupaten Agam Tahun 2016
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Cidera Ringan Pada Buruh Pabrik di PT. Bakapindo, Kamang Mudik Tilatang Kamang, Kabupaten Agam Tahun 2016

Cici Apriza Yanti, Vina Novela, Putri Wirmala Dewi · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Berdasarkan data Depnakertrans, angka cidera ringan di Indonesia masih tergolong tinggi, meskipun cenderung turun dari tahun ke tahun. Tahun 2006 terjadi 95.624 kasus, dan 2007 terjadi sebanyak 83.714 kasus. Namun tahun 2008 ada 93.823 kasus cidera ringan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Faktor - Faktor yang berhubungan dengan Kejadian Cidera Ringan pada buruh pabrik di PT. Bakapindo Kamang Mudik, Tilatang Kamang, Kabupaten Agam tahun 2016. Penelitian dilaksanakan tanggal 30 Mei-20 Juli 2016. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, dan bersifat analitik dengan teknik random sampling. Dilakukan di PT.Bakapindo, Tilatang Kamang, Agam. Dengan jumlah sampel 76 responden. Data dikumpulkan dengan wawancara langsung dan diolah secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan, dari 76 responden, 47(61,8%) mengalami cidera ringan. 46(60,5%) responden berumur <29th. 47(61,8%) responden memiliki masa kerja >1th. 60(78,9%) responden bekerja >8jam, 51(61,1%) responden menggunakan APD dengan buruk, kemudian dari 46 responden berumur <29th, 20(69,0%) tidak mengalami cidera ringan, didapatkan P value (0,885)>0,05. Dari 47 responden yang bekerja selama >1th, 18(62,1%) tidak mengalami cidera ringan, didapatkan P value (0,000)<0,05. Dari 60 orang yang bekerja >8 jam, 25(86,2%) tidak mengalami cidera ringan, didapatkan P value (0,865)>0,05. Dari 25 responden yang menggunakan APD dengan buruk, 9(31,0%) tidak mengalami cidera ringan, didapatkan P value (0,000)<0,05. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan responden dapat meningkatkan kinerja dengan menggunakan APD, dan diharapkan kepada pendidikan untuk dapat menambah jumlah buku untuk referensi terbaru. Mampu melaksanakan hal yang sesuai dengan evidence based sehingga dapat menurunkan angka kejadian cidera ringan. Abstract (EN): Based on data from the Ministry of Manpower, the numbers minor injuries in Indonesia is still relatively high, although it tends to fall from year to year. 95 624 cases occurred in 2006 and 2007 occurred as many as 83 714 cases. However, in the year 2008 there were 93 823 cases of minor injuries. The thesis to knowing Factors - Factors Associated with Injury Genesis Light At Factory Workers at PT. Bakapindo, Kamang Mudik Tilatang Kamang, Agam 2016 The thesis working 30 Mei-20 Juli 2016. Showed the thesis with kuantitatif section, desain cross sectional, and analytical study by random sampling technique. Guide PT. Bakapindo, Tilatang Kamang, Agam. With a sample of 76 respondents. Data were collected by interviews and processed by computerized with significance limit of> 0.05% and the 95% confidence level. The results of said analysis related significantly if the value of p <0.05. Results showed of the 76 respondents, 47(61.8%) suffered minor injuries. 46 (60.5%) of respondents aged <29th. 47(61.8%) of respondents have a working period >1th. 60(78.9%) of respondents work 8 hours. 51(61.1%) of respondents use PPE properly with the bad, and then from 46 respondents aged <29th, 20(69.0%) did not suffer minor injuries, obtained P value (0.885)> 0.05. Of the 47 respondents working for >1th, 18(62.1%) did not suffer minor injuries, obtained P value (0.000)<0.05. Of the 60 people who work> 8 hours, 25 (86.2%) did not suffer minor injuries, obtained P value (0.865)>0.05. Of the 25 respondents who use APD poorly, 9(31.0%) did not suffer minor injuries, obtained P value (0.000) <0.05. Based on the results of the study are expected respondent can improve performance with sorrow APD, and the institution study can import new book for references. Able to implement it in accordance with evidence-based so as to reduce the incidence of minor injuries.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-faktor yang berhubungan dengan Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok Di SMK Teknologi Industri YPPTI Kota Bukittinggi Tahun 2016
Faktor-faktor yang berhubungan dengan Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok Di SMK Teknologi Industri YPPTI Kota Bukittinggi Tahun 2016

Rini Santy, Evi Hasnita, Elsa Juni Arifin · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan mempromosikan produk tembakau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan kawasan tanpa rokok di SMK Teknologi Industri YPPTI tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan desain cross sectional. data diperoleh melalui observasi, wawancara dan pembagian kuesioner kepada responden. Sampel dari penelitian ini seluruh siswa dan guru yang berada di lingkungan sekolah. Jumlah sampel sama dengan jumlah populasi sebanyak 58 sampel. Denganmenggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan cara univariat dan bivariat dan menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa diantara 58 responden diketahui yang tidak melaksanakan kawasan tanpa rokok sebanyak 51.7% (30 orang) sedangkan yang melaksanakan kawasan tanpa rokok sebanyak 48.3% (28 responden). Dari hasil analisis terdapat adanya hubungan antara pengetahuan (p value=0.004, OR=9.941), persepsi (p value= 0.037, OR= 3.667), pengaruh teman sebaya (p value= 0.019, OR=0.235), terdapat hubungannya dengan pelaksanaan kawasan tanpa rokok. Kesimpulan penelitian adalah terdapat ada hubungan antara pengetahuan, persepsi dan pengaruh teman sebaya dengan pelaksanaan kawasan tanpa rokok, dari ketiga variabel penelitian tersebut yang memiliki tingkat hubungan tertinggi adalah variabel Pengetahuan. Saran penelitian ini meskipun responden memiliki pengetahuan tinggi tetapi masih ada responden yang kurang kesadarannya terhadap peraturan yang ada. Sebaiknya responden menyadari bahwa peraturan tersebut penting untuk sekolah dan dirinya sendiri. Abstract (EN): No Smoking (KTR) is a room or area that is otherwise prohibited from smoking activity or activities of producing, selling, advertising and promoting tobacco products. The purpose of this study was to determine the factors associated with the implementation of the smoking area in the Technological Industrial YPPTI 2016. This type of research is analytical research using cross sectional design. Data obtained through observation, interviews and the distribution of questionnaires to respondents. Samples from this study all the students and teachers in the school environment. The number of samples is equal to a total population of 58sampel. By using total sampling technique. Data analysis was performed by means of univariate and bivariate and using the chi-square test. Based on the results of this study showed that among 58 respondents, it did not endorse smoking area of 51.7% (30 people). of the results showed an association between knowledge (p value = 0.004, OR = 9.941), perception (p value = 0.037, 0R = 3,667), peer influence (p value = 0.019, OR = 0.235), there was to do with the implementation of the without cigarettes. The conclusion there is no the relationship between knowledge, perception and influence of peers with the implementation of the smoking area, and there was a significant relationship between students' perception of the implementation of the smoking area in the Technological Industrial YPPTI Bukittinggi.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keluhan Musculoskeletal pada Pekerja Angkat Angkut di Tambang Emas Bonjol Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman Tahun 2016
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keluhan Musculoskeletal pada Pekerja Angkat Angkut di Tambang Emas Bonjol Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman Tahun 2016

Harisnal, Nurdin, Vivie Noviana · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Musculoskeletal disorder adalah salah satu penyakit yang berkaitan dengan jaringan otot, tendon, ligament, sistem syaraf, struktur tulang. Muskuloskeletal disorder pada awalnya menyebabkan sakit, nyeri, mati rasa, kesemutan, bengkak, kekakuan, gemetaran dan gangguan tidur. Penelitian ini dilakukan ditambang emas Bonjol karena pada umumnya mata pencarian masyarakat disana sebagai pekerja tambang emas, hampir semua laki-laki di Bonjol bekerja di tambang emas dan pada pekerja angkat angkut di tambang emas sering merasakan keluhan nyeri punggung, bahu, pinggang, karena pekerjaan mereka mengangkat dan mengangkut batu yang mungkin tidak memenuhi stndar ergonomis. Penellitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi keluhan muskuloskeletal pada pekerja angkat angkut di tambang emas Bonjol Kecamatan Bonjol Kabupatten Pasaman tahun 2016 Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan metode CrossSectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Jumlah sampel sama dengan jumlah populasi sebanyak 32 responden. Data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 32 responden terdapat sebanyak 18 (56,2%) responden menggalami keluhan musculoskeletal, dan 14 (43,8%) responden yang tidak mengalami keluhan musculoskeletal. Dari uji statistik yang didapat bahwa ada hubungan antara umur (p=0,41, OR=6,3), masa kerja (p=0,036, OR=6,5), beban angkut (p=0,043, OR=7,5) dan posisi angkut (p=0,036, OR=6,5) dengan keluhan musculoskeletal. Diantara semua variabel yang diteliti, yang paling banyak memiliki peluang resiko untuk mengalammi keluhan musculoskeletal adalah beban angkut. Disrankan kepada pekerja angkat angkut untuk mengurangi beban yang di angkut sesuai dengai standar yang telah ditetapkan sehingga akan mengurangi terjadinya keluhan muskuloskeletal. Abstract (EN): Musculoskeletal disorders is one of the disease associated with muscle tissue, tendons, ligament, cartilage, nervous system and bone structure. Musculoskeletal disorder initially cause pain, numbness, tingling, swelling, stiffness, tremor and sleep disturbances. The study is done mined gold Bonjol because generally the community search there as workers gold mine, almost mens in bonjol work in gold mine, and on workers lift carried in gold mine often feel complaints back pain, shoulder, the waist, because their jobs lifting and carryng rock may not comply with ergonomic. This report aims to undertand factor affecting complaints musculoskeletal on workers lift carried in gold mine Bonjol Sub- District Bonjol District Pasaman 2016 year. The kind of research was is analytic survey with the methods cross-sectional. Technique the sample collections use total of sampling. The sample of the same with a population of 32 respondents. Data analyzed by the in univariat and bivariat use test chi square. The result showed that of 32 respondents there are 18 (56%) respondents experienced complaints musculoskeletal, and 14 (43,8%) respondents not see any complaints mmusculoskeletal. Of statistical tests obtained that is no link between the ages of (p= 0.041, OR= 6,3), tenure (p= 0,036, OR= 6,5), haul a load (p= 0,043, OR= 7,5) and position carried (p= 0,036, OR= 6,5) with complaints musculoskeletal. Out of all variable the treatment, most have a chance risk to axperience complaints muskuloskeletal is haul a load. Was recommended to workers lift carried to reduce the burden on in carried conforming with established standars so that it will reducing the complaints mumsculoskeletal.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesediaan Tes HIV/ Voluntary Counseling Testing (VCT) Pada Kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL) Di Kota Bukittinggi Tahun 2016
Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesediaan Tes HIV/ Voluntary Counseling Testing (VCT) Pada Kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL) Di Kota Bukittinggi Tahun 2016

Harisnal, Efriza, Nidya Noveka Sari · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Kota Bukittinggi memiliki 7 klinik layanan VCT dengan jumlah 10.236 kunjungan layanan VCT, dibandingkan jumlah estimasi populasi berisiko tinggi HIV yakni 29.740, berarti hanya 34.4% yang memanfaatkan layanan VCT. Pemanfaatan layanan VCT sangat penting dikalangan risiko tinggi karena mereka menjadi kelompok kunci penularan HIV/AIDS. Rekapitulasi kasus HIV berdasar faktor resiko terbanyak ditemukan di Kota Bukittinggi pada kelompok LSL 202 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesediaan Tes HIV/ Voluntary Counseling Testing (VCT) Pada Kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL) Di Kota Bukittinggi Tahun 2016. Penelitian ini bersifat analitik menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus di Kota Bukittinggi Tahun 2016. Jumlah sampel 70 orang yang diambil secara accidental sampling dengan tingkat kemaknaan 95% (α 0,05). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian menunjukan bahwa diantara 70 responden diketahui tidak bersedia tes HIV (65.7%), pengetahuan tinggi (58.6%), persepsi negatif (54.3%), stigma negatif (58.6%). Hasil analisis hubungan pengetahuan, persepsi dan stigma dengan kesediaan tes HIV yaitu (p = 0,003 OR 5.952 dengan CI 1.757-20.167), (p = 0,005 OR 5.019 dengan CI 1.714-14.700), dan (p = 0,001 OR 6.881 dengan CI 2.29320.651). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, persepsi serta stigma berhubungan dengan kesediaan tes HIV. Dan diharapkan kepada pihak dinas kesehatan agar dapat meningkatkan ketersediaan VCT di semua daerah serta KPA Bukittinggi dapat melakukan penjangkauan layanan kepada kelompok LSL sehingga dapat mengurangi stigma negatif. Abstract (EN): The city Bukittinggi have a 7 clinic vct services to the number of 10.236 visits vct services, compared to the amount of estimation population high risk namely 29.740 hiv, mean just 34.4 % use the service vct. The use of services vct very important among high risk because them the key of hiv / aids spreading.Recapitulation the number of hiv based risk factors most is found in the city bukittinggi in the lsl 202 cases.Research aims to understand other conditions factors that deals by a willingness hiv testing / voluntary counseling testing ( vct ) in group men like refuse ( lsl ) in kota bukittinggi 2016. Research is aimed to analytic use the design of cross sectional. This study was conducted for the month of juni-agustus in the town of bukittinggi 2016. The total sample 70 people taken as the sampling method of accidental with a 95 % significance level (α 0.05).Data analysis using chi-square test . The results of the study showed that of 70 respondents did not willing to hiv testing ( 65.7 % ) , knowledge high ( 58.6 % ) , perception negative ( 54.3 % ) , stigma negative ( 58.6 % ) .The results of the analysis relations knowledge , perception and the stigma by a willingness hiv testing which are ( p = 0,003 or 5.952 with ci 1.757-20.167 ) , ( p = 0,005 or 5.019 with ci 1.714-14.700 ) , and ( p = 0,001 or 6.881 with ci 2.293-20.651 ) . To research this can be concluded that knowledge, perception and stigma related by a willingness hiv testing and is expected to the health department to increase the availability of vct in all regional and kpa bukittinggi can do outreach services to groups MSM so as to diminish stigma negative.

Skripsi 2017
Detail