Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Cardio Vaskuler Dengan Hipertensi Pada Ny.E di Ruang Rawat Inap Wanita Puskesmas Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Tahun 2016
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Gangguan Sistem Cardio Vaskuler Dengan Hipertensi Pada Ny.E di Ruang Rawat Inap Wanita Puskesmas Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Tahun 2016

Aria Wahyuni, Detrisnalianora · 2017 · Karya Ilmiah Akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang abnormal yang diukur paling tidak pada tiga kesempatan yang berbeda. Tekanan darah tinggi atau hipertensi secara umum didefinisikan sebagai tekanan sistolik lebih dari 140 mmhg, dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmhg. Hipertensi sering kali dianggap sebagai gangguan biasa, sehingga penderita terlambat menyadari akan datangnya penyakit. Sebanyak 90-95% kasus hipertensi yang terjadi tidak diketahui dengan pasti apa penyebabnya. WHO melaporkan bahwa hipertensi adalah pembunuh gelap yang mematikan tanpa disetai gejala-gejala terlebih dahulu. Dimana saat ini terdapat 600 juta penderita hipertensi diseluruh dunia, dan 3 juta di antaranya meninggal setiap tahunnya. Tujuh dari setiap 10 penderita tersebut tidak mendapatkan pengobatan secara adekuat.Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Sistim Cardiovaskuler Dengan Penyakit Hipertensi pada Ny. E di Ruang Rawat Inap Wanita Puskesmas Alahan Panjang Tahun 2016. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan asuhan keperawatan ini menemukan 6 diagnosa keperawatan diantaranya adalah nyeri akut b/d peningkatan tekanan vaskuler serebral, resiko penurunan curah jantung b/d peningkatan afterload dan vasokonstriksi, nausea b/d peningkatan tekanan intra kranial, intoleransi aktivitas b/d kelemahan, gangguan pola tidur b/d kurang kontol tidur, dan ansietas b/d perubahan status kesehatan. Intervensi keperawatan yang dilakukan dengan mengguanakan satandar acuan Aplikasi keperawatan NANDA NIC-NOC 2013, dan implementasi dilakukan adalah merupakan aplikasi dari intervensi keperawatan ditambah dengan penerapan evidance based jurnal yang ditemukan. Setelah dilakukan implementasi keperawatan di dapatkan hasil evaluasi dimana diagnosa keperawatan yang dialami pasien semuanya bisa teratasi. Abstract (EN): Abstract not avalaible

Karya Ilmiah Akhir 2017
Detail
Cover Hubungan Pengetahuan, Pelatihan dan Ketersediaan APD dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Bengkel Las di Kota  Solok Tahun 2016
Hubungan Pengetahuan, Pelatihan dan Ketersediaan APD dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Bengkel Las di Kota Solok Tahun 2016

Welly Femelia, Nurdin, Doni Putra · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Penggunaan APD merupakan penyambung dari berbagai upaya pencegahan kecelakaan lainnya atau ketika tidak ada metode atau praktek lain yang mungkin untuk dilakukan. Penelitian ini dilakukan pada bengkel las di Kota Solok dikarenakan masih banyaknya pekerja yang tidak menggunakan APD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pelatihan dan ketersediaan APD dengan penggunaan APD pada Bengkel Las di Kota Solok Tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja pada bengkel las Kota Solok. Pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 45 responden. Data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (pvalue= 0,010 dan OR= 6,375), pelatihan (pvalue= 0,000 dan OR= 30,000) dan ketersediaan APD (p= 0,000 dan OR= 0,080) dengan penggunaan APD pada bengkel las di Kota Solok. Dari semua variabel yang diteliti, yang paling memiliki peluang risiko untuk penggunaan APD adalah pelatihan. Disarankan kepada perusahaan atau pimpinan bengkel las untuk mengadakan pelatihan K3 kepada pekerja khususnya palatihan tentang penggunaan APD pada pekerja bengkel las sehingga pekerja lebih aman saat bekerja dengan resiko kerja yang mungkin dapat terjadi. Abstract (EN): The use of PPE is a junction of various efforts to prevent other accidents or when there is no other method or practice possible to do. This research was conducted at the welding shop in the city of Solok because there are still many workers who do not use PPE. This study aims to determine the relationship of knowledge, training and availability of PPE with the use of PPE in Solok City Welding in 2016. This type of research is analytic survey with cross sectional method. The population in this study are all workers in the welding shop Solok. Sampling using total sampling 45 respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate chi-square test. The results showed that there is a relationship between knowledge (pvalue = 0.010 and OR = 6.375), training (pvalue = 0.000 and OR = 30,000) and the availability of APD (p = 0.000 and OR = 0.080) with the use of PPE in the welding shop in Solok. Of all the variables studied, most have the chance of risk for the use of PPE is training. Suggested to the company or the management of welding workshop for training workers K3 palatihan especially on the use of PPE in the welding shop workers so that workers will be more secure when working with occupational risk that may occur.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Antara Sikap Kerja, Masa Kerja Dan Jenis Kelamin Dengan Gejala Nyeri Punggung Bawah Pada Petanai Di Kelurahan Ganting Padang Panjang Timur Tahun 2016
Hubungan Antara Sikap Kerja, Masa Kerja Dan Jenis Kelamin Dengan Gejala Nyeri Punggung Bawah Pada Petanai Di Kelurahan Ganting Padang Panjang Timur Tahun 2016

Rini Santy, Fitria Fatma, Erit Rovendra · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Abstrak tidak tersedia bahasa Indonesia Abstract (EN): Lower Spinal Pain is pain felt in lower back which is sourced to back bone in spinal area, muscle, nerve, or other structures around those areas. National Safety Council reports the disease caused of work with highest frequency occurrence is lower spinal pain with 22% out of 1.700.000 cases. The aim of this research is to identify the factors related to the lower spinal pain symptom of farmer in Ganting Area, East Padang Panjang, in 2016. This research is an analytical descriptive using the cross sectional approach. The population in this research is 349 persons and 78 persons as sample. The technique of sampling is by using Proportional Sampling. The research was conducted in August 2016 in Ganting area, East Padang Panjang. The data were analyzed univariately and bivariately by using Chi-Square test. The result obtained is 73,1% of farmer with risky work attitude, 55,1% farmer with not-risky working time, 57.7% female farmer, and 73.1% farmer with lower spinal pain. Based on bivariate analysis shows the relation between work attitude, work time, and gender with lower spinal pain symptom (pValue≤ 0,005), (pValue≤ 0,012), (pValue≤ 0,000). From the research was obtained that there was lower back pain problems which is caused of work attitude, work time, and gender. It is kindly recommended for all farmers to be able to provide the counseling towards the causes, hazard, and countermeasures of lower spinal pain symptom for farmer.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Tindakan  Pedagang Mie Ayam Dengan Hygiene Sanitasi Makanan di Kota Bukittinggi  Tahun 2016
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Pedagang Mie Ayam Dengan Hygiene Sanitasi Makanan di Kota Bukittinggi Tahun 2016

Harisnal, Fitria Fatma, Deliza Amanda · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Mie ayam merupakan makanan rakyat yang sangat disukai oleh semua lapisan masyarakat dan berbagai golongan umur. Selain harganya murah, mie ayam ini mudah didapat. Di kota Bukittinggi terdapat ikatan pedagang mie ayam yang berjumlah 65 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan pedagang mie ayam dengan hygiene sanitasi makanan. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan menggunakan cross sectional design yang dilakukan di kota Bukittinggi pada bulan Agustus 2016. Sampel terdiri dari 65 orang pedagang mie ayam. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak (75.4%) pedagang mie ayam yang memiliki pengetahuan tinggi, (75.4%) pedagang mie ayam memiliki sikap positif, (50.8%) pedagang mie ayam dengan tindakan baik, dan (56.9%) pedagang mie ayam dengan hygiene sanitasi memenuhi syarat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ketiga variabel ada hubungan yang bermakna dengan hygiene sanitasi dengan hasil pengetahuan (p=0.036), sikap (p=0.036), dan tindakan (p=0.032). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, dan tindakan pedagang mie ayam dengan hygiene sanitasi makanan di kota Bukittinggi. Karena itu diharapkan kepada petugas kesehatan dan dinas terkait untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya menerapkan hygiene sanitasi makanan agar semua pedagang bisa menerapkan hygiene sanitasi makanan untuk menghindari dampak pengotoran pada makanan. Abstract (EN): Chicken noodle is a traditional food that is well-liked by all walks of life and different age groups. Besides the price is cheap, easy to obtain this chicken noodle. In the city of Bukittinggi there is a bond trader chicken noodle totaling 65 people. The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge, attitudes, and actions chicken noodle vendors with food sanitation hygiene. This type of research is quantitative using cross sectional design conducted in the city of Bukittinggi in August 2016. The sample consisted of 65 merchants chicken noodle. The sampling technique using total sampling, processing data using univariate and bivariate analysis with chi square test. The results showed as many (75.4%) trader chicken noodles that have a high knowledge, (75.4%) traders chicken noodle soup has a positive attitude, (50.8%) trader chicken noodles with good action, and (56.9%) trader chicken noodles with hygiene sanitation qualify. The results of the bivariate analysis showed that three variables have significant relationship with the sanitary hygiene knowledge outcomes (p=0.036), attitude (p=0.036), and action (p=0.032). It can be concluded that there is a significant relationship between knowledge, attitudes, and actions chicken noodle vendors with food hygiene sanitation in the city of Bukittinggi. It is therefore expected for health personnel and related agencies to provide education on the importance of applying the hygiene of food sanitation so that all traders can apply food hygiene sanitation to avoid the impact of fouling on the food.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Pengetahuan, Penggunaan Masker, Masa Kerja dan Merokok Dengan Gejala ISPA pada Pekerja Batu Bata di Kelurahan Manggis Ganting Kecamatan Mandiangin Kota Bukittinggi tahun 2016
Hubungan Pengetahuan, Penggunaan Masker, Masa Kerja dan Merokok Dengan Gejala ISPA pada Pekerja Batu Bata di Kelurahan Manggis Ganting Kecamatan Mandiangin Kota Bukittinggi tahun 2016

Billy Harnaldo Putra, Cici Apriza Yanti, Rifka Afriani · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pabrik pembuatan batu bata adalah pabrik yang menghasilkan batu bata untuk bahan bangunan. Dari hasil proses pembakaran batu bata akan menimbulkan asap dan debu yang dapat mencemarkan udara, dari hasil pembakaran yang dilakukan maka dampak negatifnya bagi kesehatan pekerja adalah gejala ISPA, karena pekerja akan terhirup asap dan debu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan, Penggunaan Masker, Masa Kerja dan Merokok Dengan Gejala ISPA pada Pekerja Batu Bata di Kelurahan Manggis Ganting Kecamatan Mandiangin Kota Bukittinggi tahun 2016. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan desain cross sectional, dilakukan penelitian terhadap gejala ISPA dengan menggunakan kuesioner dengan subjek penelitian berjumlah 46 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji chi-square. Adapun yang menjadi variabel independen adalah Pengetahuan, Penggunaan Masker, Masa Kerja dan Merokok, dan variabel dependen adalah gejala ISPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 46 responden diketahui jumlah gejala Ispa yang sedang 27 orang (58.7%), pengetahuan berjumlah 24 orang (52.2%), penggunaan masker berjumlah 26 orang (56.5%), masa kerja berjumlah 27 orang (58.7%), sedangkan merokok berjumlah 36 orang (78.3%). Hasil uji statistik hubungan gejala Ispa terhadap pengetahuan p = 0.041 dengan OR = 4.333 (CI= 1.235- 15.206), terhadap penggunaan masker p = 0.002 dengan OR= 9.800 (CI=2.500 – 38.411), terhadap masa kerja p = 0.026 dengan OR= 0.204 (CI= 0.057 – 0.726) dan terhadap merokok p= 0.031 dengan OR= 9.000 (CI= 1.031–78.574). Hasil penelitian kapasitas paru dengan menggunakan alat peek flow meter didapatkan bahwa 35 responden berat, 6 responden sedang. Pada penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa Pengetahuan, Penggunaan Masker, Masa Kerja dan Merokok berhubungan dengan gejala ISPA. Dari keempat variabel penelitian tersebut yang memiliki tingkat hubungan tertinggi adalah variabel penggunaan masker terhadap gejala ISPA. Abstract (EN): Brick-making factory is a factory that produces bricks for building materials . From the results of the brick kiln will cause smoke and dust that can pollute the air , from the burning is done , the negative impacts on the health of workers is a symptom of respiratory infection, since workers will be inhaled smoke and dust . This study aims to determine the relationship knowledge , use of masks , work period and Smoking With pneomonia symptoms in Full Brick in the Village of Manggis Ganting Mandiangin District of Bukittinggi in 2016 . This research was conducted with a cross sectional design approach , an examination of the pneumonia symptoms using a questionnaire with research subjects totaling 46 people who met the inclusion criteria . Data analysis using chi-square test . As for the independent variable is the knowledge , use of masks , Work Period and smoke , and the dependent variable is the symptom of pneomonia . The results showed that among 46 respondents know the number of symptoms pneumonia who were 27 people ( 58.7 % ) , knowledge totaling 24 persons ( 52.2 % ) , use of masks , totaling 26 people ( 56.5 % ) , work period amounted to 27 ( 58.7 % ) , while smoking accounted for 36 persons ( 78.3 % ) . Statistical test results Ispa symptoms relation to knowledge p = 0.041 with OR = 4,333 ( CI = 1.235- 15 206 ) , against the use of masks p = 0.002 with OR = 9.800 ( CI = 2500-38411 ) , against working lives with p = 0.026 OR = 0.204 ( CI = 0057-0726 ) and the smoke p = 0.031 with OR = 9,000 ( CI = 1031-78574 ) . The results of the study of lung capacity by using the tool peek flow meter showed that 35 respondents weight , 6 respondents being . In this study it was concluded that the knowledge , use of masks , Tenure and smoke -related symptoms pneomonia. The study of four variables that have the highest relationship level is variable use mask the symptoms of pneumonia.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kenakalan Pada Remaja di SMK N 01 Lembah Melintang Kab. Pasaman Barat Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kenakalan Pada Remaja di SMK N 01 Lembah Melintang Kab. Pasaman Barat Tahun 2016

Sukarsi Rusti, Rudjito, Irdayani · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Kenakalan remaja meliputi perbuatan-perbuatan anak remaja yang bertentangan dengan norma dan aturan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja adalah proses keluarga, pengaruh teman sebaya dan kelas sosial ekonomi. Berdasarkan data yang ada di SMK N 01 Lembah Melintang Kab. Pasaman Barat Tahun 2016 terdapat beberapa siswa-siswi yang melakukan kenakalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kenakalan Pada Remaja di SMK N 01 Lembah Melintang Kab. Pasaman Barat Tahun 2016. Penelitian ini bersifat analaitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan di SMK N 01 Lembah Melintang Kab. Pasaman Barat Tahun 2016 dengan jumlah responden 100 orang sisiwa-siswi. Data dikumpulkan dengan cara membagikan kuesioner dan meminta responden untuk mengisinya, kemudian data dioleh dengan menggunakan komputerisasi dan hasil penelitian disajikan dalam bentuk analisis univariat dan bivariat. Hasil analisa univariat diketahui sebanyak 67,3% responden melakukan kenakalan, 51% memiliki pengaruh keluarga, 34,7% responden terpapar dengan media massa, dan 67,3% memiliki pengaruh dari teman sebaya. Berdasarkan analisa bivariat ada hubungan bermakna antara pengaruh keluarga (p=0,000 ≤0,05, OR=8,649), media massa (p=0,000 ≤0,05, OR=47,250), Pengaruh teman sebaya (p=0,004 ≤0,005, OR=5,063) denagan kenakalan pada remaja. Hasil penelitian ini berimplementasi terhadap pengaruh keluarga, informasi media massa dan pengaruh teman sebaya. Adapun saran yang diajukanorang tua lebih memperhatikan apa yang ditonton anaknya di televisi dan lebih memperhatikan anaknya dalam menggunakan jaringan internet dan media massa yang lain, keluarga lebih memperhatikan anaknya dan lebih mengawasi anaknya dalam bergaul dengan teman sebaya. Abstract (EN): Juvenile delinquency covers acts contrary to the teenagers who rules written laws of nature both the Criminal Code and legislation beyond the Criminal Code. Factors that influence juvenile delinquency are age, gender, family prosese, peer influence and socio-economic class. Based on the existing data in the SMK N 01 Lembah Melintang West Pasaman 2016, There are some students who do mischief. This study aimed to determine Factors Associated With Delinquency Among Adolescents In Smk N 01 Lembah Melintang West Pasaman 2016. This research is an analytic with cross sectional study design, held at SMK N 01 Lembah Melintang West Pasaman 2016 with the number of respondents 100 students. The data was collected by giving team questionnaires and asking them to fill in. Then, the data was processed by using computerized and result of research is presented in the from of univariate and bivariate. Results of univariate analysis known as much as 67.3% of respondents do mischief, 51% had a family influence, 34,7% of respondents exposed to mass media, and 67.3% had influence from peers, Based on bivariate analysis there was a significant relationship between family influence (≤0,05 p = 0.000, OR = 8.649), mass media (≤0,05 p = 0.000, OR = 47.250), Peer influence (≤0,005 p = 0.004, OR = 5.063) with juvenile delinquency. The results of this study berimplementasi against the influence of the family, information media and peer influence. The suggestions put forward the family and the school to cooperate so that teenagers can be controlled well and juvenile delinquency that do can be overcome.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Kenagarian Sikabu-kabu Tanjung Haro Padang Panjang Kecamatan Luak Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Kenagarian Sikabu-kabu Tanjung Haro Padang Panjang Kecamatan Luak Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016

Rini Santy, Fitria Ningsih, Fitria Fatma · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat, karena merupakan penyumbang utama ketiga angka kesakitan dan kematian anak di berbagai negara. Penderita diare paling banyak di wilayah kerja Puskesmas Mungo terdapat di Kenagarian Sikabu-kabu Tanjung Haro Padadang Panjang, yaitu sebanyak 81 orang pada tahun 2016. Survey awal terhadap 10 orang ibu balita, 4 orang tidak memperhatikan proses pemberian ASI, 7 orang tidak memiliki jamban, dan 8 orang masih menggunakan sumber air dari air sungai untuk keperluan seharihari. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September tahun 2016 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah semua ibu yang mempunyai balita usia 0-24 bulan di Kenagarian Sikabukabu Tanjung Haro Padang Panjang. Dengan sampel 81 ibu yang memiliki balita, data dikumpulkan melalui wawancara dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan menggunakan uji statistic chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 76,5 % responden tidak diare, 50,6 % melakukan pemberian ASI yang baik, 69,1 % memiliki pembuangan tinja memenuhi syarat, dan 53,1 % sumber sarana air bersih yang tidak memenuhi syarat. Hasil bivariat adalah hubungan pemberian ASI (p value = 0,031 dan OR = 3,877), pembuangan tinja (p value = 0,008 dan OR = 4,714), dan sumber sarana air bersih (p value = 0,020 dan OR = 4,554) dengan kejadian diare pada balita. Dari ketiga hasil bivariat yang sangat erat hubungannya dengan kejadian diare adalah pembuangan tinja (p value =0,008) dan peluang untuk terjadinya diare yang paling beresiko adalah pembuangan tinja (OR = 4,714) berpeluang 5 kali lebih besar untuk terjadi diare. Diharapkan pada ibu yang mempunyai balita agar memperhatikan kesehatan pada anak dengan menjaga kebersihan lingkungan. Abstract (EN): Diarrheal disease remains one public health problem, because it is the third leading contributor to morbidity of children in various countries. Most patients with diarrhea in Puskesmas Mungo contained in Kenagarian Sikabu-kabu Tanjung Haro Padang Panjang, as many as 81 people in 2016. The initial survey of the 10 mothers, 4 people do not pay attention to the process of breastfeeding, 7 people do not have latrines and 8 people still use water from the river water for everyday purposes. The aim of research to determine the factors that affect diarrhea in infants. The study uses a quantitative approach to the cross-sectional design. The population is all mothers with children aged 0-24 months in Kenagarian Sikabukabu Tanjung Haro Padang Padang Panjang. Data were collected through interviews with the questionnaire guide, and than processed in a computerized using chi-square statistical test. Results of univariate analysis known to 76.5% of respondent did not diarrhea, 50.6% do good breastfedding, 69.1% had qualified excreta disposal, and relationship breastfedding (p value = 0,031 and OR = 3,877), disposa of feces (p value = 0,008 and OR = 4,714), and a source of clean water (p value = 0,020 OR = 4,554) and the incidence of diarrhea in infants. The results of the biavariat very closely related to the incident diarrhea is disposal of feces (p value = 0,008) and opportunities to diarrhea most is drainpipe (OR = 4,714) and opportunity 5 times larger to happen diarrhea. It is expected to the mother who have toddlers to pay attention to the health of the with maintaining the cleanlinesss of the environment and personal hygienes.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis Pelaksanaan Program Kelas Ibu Hamil Di Tiga Puskesmas Kota Bukittinggi Tahun 2016
Analisis Pelaksanaan Program Kelas Ibu Hamil Di Tiga Puskesmas Kota Bukittinggi Tahun 2016

Evi Hasnita, Welly Femelia, Yulniten Wilis · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indicator penting dari derajat kesehatan dan keberhasilan pelayanan kesehatan serta masalah kesehatan di seluruh negara. Program yang diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan untuk mendukung langkah tersebut adalah melalui pengembangan Kelas Ibu Hamil. Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi tahun 2015, pelaksanaan kegiatan kelas ibu hamil belum memenuhi standar yang ada dimana baru1 kelas pada 1 kelurahan, sementara seharusnya semua sasaran ibu hamil harus melaksanakan kelas ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kelas ibu hamil di tiga puskesmas kota bukittinggi tahun 2016. Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu dengan melakukan wawancara mendalam terhadap beberapa informan. Teknik penentuan informan adalah purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 8 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan september 2016. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi dan pembahasan dilakukan secara deskriptif terhadap unsur masukan, proses, keluaran. Hasil penelitian ini adalah Kebijakan tentang pelaksanaan kelas ibu hamil tertuang dalam DPA, Kelengkapan Tenaga kesehatan untuk pelaksanaan kelas ibu hamil pada umumnya telah lengkap, Ketersediaan sarana dan prasarana keterbatasan dari segi tempat, pelaksanaan kelas ibu hamil mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi masih ditermukan berbagai hambatan, dan cakupan kelas ibu hamil belum mencapai terget. Pelaksanaan kelas ibu hamil di tiga puskesmas kota Bukittinggi secara keseluruhan sudah baik. Disarankan untuk meningkatkan motivasi dari ibu hamil untuk datang ke kelas ibu hamil juga diharapkan bagi stake holder lebih pro aktif dalam mempromosikan kelas ibu hamil agar pelaksanaan kelas ibu hamil dapat mencapai target. Abstract (EN): The naternal mortality and infant mortality rate is an important indicator of health care and the success of health services and health problems in the entire country.program held by ministry of health to support the effort is through family empowerment and the comunity with development class mother pregnant. From the profile health departement bukittinggi city 2015 it can be seen that in implementing activities class pregnant women puskesmas have not fulfilled standard that is. This study aims to to analyze the implementation of the class pregnant mothers in three public health centers kota bukittinggi 2016. Design this research in a qualitative, namely by conducting in-depth interviews with several informants.Technique the determination of informants was purposive sampling with the majority of informants interviewed as many as 8 people.Research carried out in september 2016.Data analysis in this research using analysis the content and discussion be done in descriptive to element input, the process, output The result of this research the policies on the implementation of the class pregnant women set out in dpa , completeness worker for the implementation of the class pregnant women have generally complete , the provision of facilities and infrastructure the limitations of terms place , the implementation of the class pregnant women start from planning to with evaluation still ditermukan the barriers , and coverage of class pregnant women have not reached target The implementation of the class pregnant mothers in three public health centers city bukittinggi in overall has been good enough .Suggested to increased the motivation of pregnant women to come to class pregnant women also expected to for stakeholders more proactive in promoting class pregnant women that the implementation of class pregnant women target will be reached .

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis Kejadian Kecelakaan Kerja di PT. Andalas Agro Industri Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2016
Analisis Kejadian Kecelakaan Kerja di PT. Andalas Agro Industri Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2016

Welly Femelia, Nurdin, Anisa Mahyuni Putri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Kecelakaan terjadi melalui hubungan mata rantai sebab-akibat dari beberapa faktor penyebab kecelakaan kerja yang saling berhubungan sehingga menimbulkan kecelakaan kerja (cedera ataupun penyakit akibat kerja atau PAK) serta beberapa kerugian lainnya. di PT.Andalas Agro Industri telah terjadi 1 kecelakaan kerja berat dan 6 kecelakaan kerja sedang. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran komponen input adalah Kebijakan, Sumber Daya Manusia, Lingkungan dan Ketersediaan APD, komponen proses adalah Kebijakan K3, Pengawasan, pelatihan dan sosialisasi penggunaan APD serta komponen output adalah kecelakaan kerja. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2016 dengan desain kualitatif pendekatan studi kasus, informan dalam penelitian ini adalah berjumlah 10 orang. Teknik wawancara dengan menggunakan wawancara mendalam (Indepth Interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di PT.Andalas Agro Industri Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat kejadian kecelakaan kerja terjadi pada pembongkar buah sawit dengan jenis kecelakaan terkena besi, tertusuk duri sawit dan tergelincir hal ini disebabkan karena pekerja yang tidak mematuhi aturan dalam bekerja serta pekerja yang tidak komitmen dalam bekerja. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Sumber Daya Manusia mengenai perekrutan karyawan di PT.Andalas Agro Industri masih kurang relative baik, dikarenakan masih ada para pekerja yang berpendidikan rendah yaitu SD. Pelatihan K3 di PT.Andalas Agro Industri sudah ada tetapi masih ada beberapa pekerja yang sudah lama sekali tidak mendapatkan pelatihan K3 di perusahaan. Disarankan kepada pekerja agar lebih komitmen dalam mematuhi aturan dalam bekerja serta dapat menerapkan budaya K3 diperusahaan supaya tidak terjadi lagi kecelakaan kerja (zero accident). Abstract (EN): Accidents happen through relationships causal chain of several factors causes of accidents are interconnected so that pose occupational accidents ( injuries or occupational diseases or PAK ) as well as several other losses. in PT.Andalas Agro Industry has occurred 1 heavy work accidents and occupational accidents was 6 . The purpose of this study is to describe the input component is Policy , Human Resources , Environment and the availability of PPE, component process is K3 Policy , Monitoring , training and socialization of use PPE and output components are accidents. This study was conducted in August 2016 with the design of qualitative case study approach, informants in this study was about 10 people. Interview techniques using in-depth interviews (Indepth Interview). The results showed that in PT.Andalas Agro Industrial District of West Pasaman Kinali incidence of workplace accidents occur in palm fruit demolisher the type of accident exposed iron, thorn oil and slip this was due to workers who do not comply with the rules in the work and workers who are not committed in the works. The results of this study can be concluded that the Human Resources concerning the recruitment of employees in PT.Andalas Agro Industry is still lacking relatively good, because there are still workers with low education is elementary. Training K3 in PT.Andalas Agro Industries already exist but still there are some workers who had been so long without the training K3 in the company. Suggested to the workers to be more commitment to abide by the rules in the works and can implement the company K3 culture that does not happen anymore occupational accidents (zero accident).

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor yang mempengaruhi kejadian Stroke  di Wilayah kerja Puskesmas SijunjungTahun 2016
Faktor-Faktor yang mempengaruhi kejadian Stroke di Wilayah kerja Puskesmas SijunjungTahun 2016

Silvia, Cici Apriza Yanti, Mardia Sasmita · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Stroke adalah sindrom klinis yang timbulnya mendadak, progresif cepat , , yang berlangsung 24 jam atau lebih, dan semata-mata disebabkan gangguan peredaran darah otak nontraumatik. penelitian adalah penelitian survey analitik pendekatan casecontrol. Tujuan penelitian mengetahui hubungan gaya hidup, peran tenaga kesehatan (perawat) , promosi kesehatn dengan kejadian stroke. Pengumpulan data dengan wawancara mengunakan kuesioner . jumlah populasi 89, jumlah sampel 57 orang :19 kasus dan 38 kontrol.. Sampel penelitian ini adalah pasien stroke. Penentuan sampel mengunakan total sampling. Hasil analisa univariat gaya hidup kurang sehat responden kasus 89,5%, control 52,6%, peran tenaga kesehatan yang kurang berperan responden kasus 78,9%, peran tenaga kesehatan control berperan baik 57,9%, promosi kesehatan yang tidak adad pada responden kasus 84,2%, promosi kesehatan yang ada pada responden 57,9%. Hasil bivariat di ketahui gaya hidup , peran tenaga kesehatan, promosi kesehatan kejadian Stroke (pv= 0,022 OR 6 CI1,391-34,035), (PV= 0,04 OR 4 CI 1,166-14,890),(PV=0,01 OR 5 CI 1,438-18,49) disimpulkan ada hubungan gaya hidup, peran tenaga kesehatan (perawat), promosi kesehatan dengan kejadian Stroke. disarankan masyarakat menerapkan gaya hidup sehat, mengoptimalkan peran tenaga kesehatan (perawat). Abstract (EN): Stroke is clinical syndrome that initial sudden onset, rapidly progressive form of foval neurological deficit, or global, lasting 24 hours or more, and can cause death, and exlusively caused by circulatory disorders of the brain nontraumatic. The research method is analytic by using casecontrol approach. The purpose of this research is discovering the relationship of the lifestyle, the role of health workers (nurse) health promotion with the incidence of stroke. The data collection was interview by using quesionaire. The population of the research is 89 partisipants. Is 19 case and 38 control. Then research was conducted at public health center Sijunjung 2016. The sample of the research is total sampling. The results of the univariate analysis are known less healthy lifestyle case of 89,5% of respondents, 52,6% the role of health workers (nurse), the role of health worker is less work 78,9%partisipants stroke, the role of health workers is good workers is 57,9% participants control, the results of the bivariate analysis are lifestyle, the role of health works , and health (p value- 0,022 OR 6 CI 1,39134,035, (P value =0,04 OR 4 CI 1,166-14,890), (P value =0,01 OR 5 CI 1,43818,49).. Can be conclude from this research of lifestyle, the role of health workers, and health promotion with accident of stroke in pulic health center, advised to review checklists society verify & healthy lifestyle, optimizing the role of health workers (nurse) and increases frequency sale health.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja Di Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Dharmasraya Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja Di Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Dharmasraya Tahun 2016

Sukarsi Rusti, Harisnal, Susi Febriani · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Perilaku seksual adalah perilaku yang timbul karena adanya dorongan seksual. Berdasarkan data dari kantor KUA Kecamatan Sungai Rumbai bahwa di tahun 2014 tercatat 43 pasangan pernikahan dini dan pada tahun 2015 meningkat menjadi 60 pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja Di Kecamatan Sungai Rumbai Kabupaten Dharmasraya Tahun 2016 Penelitianinidilakukandenganpendekatandesaincross sectional, denganmenggunakankuesionerdengansubjekpenelitianberjumlah 60 orang yang memenuhikriteriainklusi. Analisis data menggunakanuji chi-square.Adapun yang menjadivariabelindependenadalahpengetahuan, peran orang tua, teman sebaya, tingkat ekonomi dan variabel dependent adalah perilaku seksual. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwadiantara 60 respondendiketahuijumlah yang berperilaku seksual negatif28 orang (46.7%), pengetahuan rendah berjumlah 19 orang (31,7%), peran orang tua negatif berjumlah 18 orang (30,0%), pengaruh teman sebaya negatifberjumlah 13 orang (21,7%) tingkat ekonomi rendah berjumlah 16 orang (21,7). Hasilujistatistikhubunganperilaku seksual terhadappengetahuandidapatkannilai p = 0,009 dengan OR = 0,085, peran orang tua diperolehnilaip = 0,012 dengan OR= 4,680, teman sebaya diperolehnilai p = 0,005 dengan OR = 9,706, tingkat ekonomi sebanyak P = 0,018 dengan OR =5,250. Padapenelitianinididapatkankesimpulanbahwa pengetahuan, peran orang tua, teman sebaya, tingkat ekonomi berhubungan dengan perilaku seksual. Dari keempat variabelpenelitiantersebut yang memiliki tingkat hubungan tertinggi adalahvariabel pengetahuan perilaku seksual.Diharapkan kepada remaja dapat memberikan gambaran tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja dan dapat mengetahui dampak dari seksual pranikah dengan cara meningkatkan pendidikan dan mengurangi pergaulan bebas dikalangan remaja. Abstract (EN): Sexual behavior is behavior that arise because of their sexual drive. Based on data from the office KUA Sungai Rumbai that in 2014 recorded 43 pair of early marriage and in 2015 increased to 60 pairs. This study aims to Factors Associated With Premarital Sexual Behavior of Youth In Rumbai River District Dharmasraya 2016. This research was conducted with a cross sectional design approach, using questionnaires with research subjects of 60 people who met the inclusion criteria. Data analysis using chi-square test. As for the independent variable is the knowledge, the role of parents, peers, economic level and the dependent variable is sexual behavior. he results showed that among 60 respondents know the amount of negative sexual behavior 28 people (46.7%), low knowledge amounted to 19 people (31.7%), negative parental role were 18 people (30.0%), negative peer influences the 13 people (21.7%) low economic level of 16 people (21.7). Statistical test results intercourse sexual behavior towards knowledge p value = 0.009 with OR = 0.085, the role of parents is obtained p = 0.012 with OR = 4.680, peers obtained by value p = 0.005 with OR = 9.706, economic level as P = 0.018 by OR = 5,250. In this study it was concluded that the knowledge, the role of parents, peers, economic levels associated with sexual behavior. The study of four variables that have the highest relationship level is variable knowledge of sexual behavior. It is expected that teens can provide an overview of the factors associated with adolescent sexual behavior and be aware of the impact of premarital sex by improving education and reducing promiscuity among teenagers.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Status Gizi, Jenis Kelamin dan Usia Anak dengan Perkembangan Motorik Halus dan Kasar pada Anak Usia Prasekolah di TK Melati Ikhlas Padang Tahun 2016
Hubungan Status Gizi, Jenis Kelamin dan Usia Anak dengan Perkembangan Motorik Halus dan Kasar pada Anak Usia Prasekolah di TK Melati Ikhlas Padang Tahun 2016

Imelda R. Kartika, Yelvi Alfiani, Widya Nengsih · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Kemampuan motorik anak pada usia prasekolah tersebut lebih terlihat karena anak banyak mengeksplorasi motorik kasar dan motorik halusnya. Data Dinas Kota Padang tahun 2014, ditemukan anak yang mengalami gizi buruk sebesar 0,13%. Data DDTK pada balita ditemukan jumlah balita yang terdeteksi dini tumbuh kembang sebesar 85,9%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi, jenis kelamin dan usia anak dengan perkembangan motorik halus dan kasar pada anak usia prasekolah di TK Melati Ikhlas Padang tahun 2016. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional study yang dilakukan di TK Melati Ikhlas Padang pada bulan Maret – September 2016. Populasi semua anak usia 5-6 tahun di TK Melati Ikhlas Padang berjumlah 90 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan menggunakan format KPSP dan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian didapatkan 12,2% perkembangan motorik halus dan kasar anak usia presekolah tidak sesuai. 17,8% status gizi anak usia prasekolah tidak normal. 56,7% jenis kelamin terbanyak adalah perempuan. 96,7% anak berusia < 72 bulan. Ada hubungan status gizi (p = 0,000), tidak ada hubungan jenis kelamin anak (p = 0,751) dan ada hubungan usia anak (p = 0,038) dengan perkembangan motorik halus dan kasar. Berpedoman pada hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan status gizi dan usia anak serta tidak ada hubungan jenis kelamin anak dengan perkembangan motorik halus dan kasar, maka diharapkan kepada guruguru yang ada di TK Melati Ikhlas Padang untuk dapat mengadakan pertemuan secara rutin dengan orangtua dengan memberikan penyuluhan kepada orang tua anak tentang perkembangan anak terutama perkembangan motorik halus dan kasar anak serta memberikan stimulasi sesuai usia anak dan memperhatikan gizi anak. Abstract (EN): Ability of motorik child of at the age of more prasekolah seen because chlid many harsh motorik explorations and its smooth motorik. Data On Duty Field Town the year 2014, found chlid experiencing ugly nutrition equal to 0,13%. Data DDTK at balita is found number of balita detected early grows flower equal to 85,9%. Purpose of this research is to know the relation of status nutrition, gender and age child of with development of harsh and smooth motorik at child of age school pre in TK Melati Ikhlas Padang the year 2016. Research type is analytic with design cross sectional study done in TK Melati Ikhlas Padang in March - September 2016. Population of all child of ages 5-6 years in TK Melati Ikhlas Padang amounts to 90 with sampling total sampling technique. Data is collected to applies format KPSP and questionaire. Data is analysed in univariat and bivariate by using statistic test chi-square. Result of research is 12,2% development of harsh and smooth motorik child of inappropriate school pre age. 17,8% status nutrition child of age school pre below par. 56,7% gender is many is woman. 96,7% child of having age > 60 months. There is the relation of status nutrition (p = 0,000), there is no the relation of chlid gender (p = 0,751) and there is the relation of chlid age (p = 0,038) with development of harsh and smooth motorik. Guidance at result of research, hence inferential that there is the relation of status nutrition and age child of and there is no the relation of gender child of with development of harsh and smooth motorik, hence expected to the teachers in TK Melati Ikhlas Padang to be able to perform meeting routinely with parent by giving counselling to old fellow child of about development of child of especially development of harsh and smooth motorik child of and gives stimulation according to age child and pays attention to nutrition chlid.

Laporan tugas akhir 2017
Detail