Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Murid SDN 007 Bonai Darussalam Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu  tahun 2016
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Murid SDN 007 Bonai Darussalam Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu tahun 2016

Nurdin, Dhani Pratiwi, Lidya Mardison Putri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Kebiasaan PHBS ditanamkan sejak dini agar terbawa hingga usia tua. Murid Sekolah Dasar (SD) cenderung menjadi target yang tepat untuk dibekali dengan hal yang positif seperti PHBS untuk hidup lebih sehat. Survei awal terhadap 10 orang murid SDN 007 Bonai Darussalam, 7 orang murid memiliki PHBS yang buruk dengan memiliki kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan dengan sabun, buang sampah sembarangan, makan jajanan yang tidak sehat, memiliki kuku tangan dan kaki yang panjang dan kotor. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan PHBS pada murid SD. Metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah murid SDN 007 Bonai Darussalam, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu kelas 3, 4, dan 5 yang berjumlah 60 siswa, pengambilan sampel secara total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 55,0 % responden memiliki pengetahuan rendah, 61,7 % perang orang tua baik, 60 % peran guru kurang baik, 60 % peran petugas kurang baik dan 51,7 % melakukan praktik PHBS kurang baik. Hasil analisa bivariat diketahui faktor yang berhubungan dengan PHBS anak sekolah adalah pengetahuan (p = 0,021 dan OR = 4,000), peran orang tua (p = 0,003 dan OR = 6,646), peran guru (p = 0,002 dan OR = 6,818), dan peran petugas (p = 0,010 dan OR = 4,857). Disimpulkan bahwa faktor yang paling berhubungan dengan PHBS adalah peran guru dan peran orang tua. Diharapkan guru dan orang tua lebih meningkatkan perannya masing-masing untuk mengajak anak-anaknya untuk berPHBS. Abstract (EN): Clean and Healthy Behavior habits should be instilled early in order to be able to carry into old age. Pupils of Elementary School tend to be the target of the right to be equipped with such a positive thing Clean and Healthy Behavior to a healthier life. Initial survey of 10 students of elementary school 007 Bonai Darussalam, 7 students have Clean and Healthy Behavior bad that is by having a habit of not washing hands before meals with soap, litter, eat snacks are not healthy at school, had nails hands and feet were long and dirty , The aim of research to determine the factors associated with the practice of Clean and Healthy Behavior in elementary students. Analytic survey research method with cross sectional approach. The population is 007 students of elementary school Bonai Darussalam, District Bonai Darussalam, Rokan Hulu grades 3, 4, and 5 of 60 students, with a total sampling sampling. Data were collected through a questionnaire guided interviews with a guide, then processed in a computerized using chi-square statistical test. Results of univariate analysis known to 55.0% of respondents had low knowledge, 61.7% of parents good war, 90% of the teacher's role is not good, 60% unfavorable role of officers and 51.7% less Clean and Healthy Behavior good practice. Results of bivariate analysis known factors related to Clean and Healthy Behavior school children are knowledge (p = 0.021 and OR = 4,000), the role of parents (p = 0.003 and OR = 6.646), the role of the teacher (p = 0.009), and the role of the officer (p = 0,010 and OR = 4.857). It was concluded that the factors most associated with Behavior Clean and Healthy are guiru role and then the role of parents . To the teachers and parents are expected to further enhance their respective roles to take their children to pro - Behavior Clean and Healthy.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor –Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Pendengaran Pada Pekerja Bagian Produksi PT. Perkebunan Nusantara VI Pasaman Barat Tahun 2016
Faktor –Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Pendengaran Pada Pekerja Bagian Produksi PT. Perkebunan Nusantara VI Pasaman Barat Tahun 2016

Silvia, Nurdin, Werlin Kasmia · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Gangguan pendengaran adalah suatu penyakit berkurang atau hilangnya fungsi pendengaran disalah satu atau kedua telinga. Gangguan pendengaran dibagi menjadi dua yaitu gangguan pendengaran yang bersifat sementara dan tetap. Pada tahun 2011 WHO menyatakan bahwa penderita gangguan pendengaran di seluruh dunia mencapai 222 juta jiwa. Indonesia merupakan salah satu dari empat negara di Asia Tenggara dengan prevalensi gangguan pendengaran cukup tinggi yaitu 4,6 %. Dari data kunjungan poliklinik PTPN VI, jumlah tenaga kerja yang menderita gangguan pendengaran pada tahun 2015 adalah sebanyak 17 orang (17,53%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan pendengaran pada pekerja bagian produksi PT. Perkebunan Nusantara VI Pasaman Barat Tahun 2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 97 orang. Penelitian telah dilakukan pada tanggal 25 Juli sampai 11 Agustus tahun 2016 di PT. Perkebunan Nusantara VI Pasaman Barat. Data yang terkumpul kemudian diolah secara univariat dan bivariat dengan memakai uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara masa kerja (p value = 0,022) dan pemakaian alat pelindung telinga (p value = 0,018) dengan gangguan pendengaran dan tidak ada hubungan pengetahuan (p value = 0,854) dengan gangguan pendengaran. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masa kerja dan pemakaian APT memiliki hubungan dengan gangguan pendengaran. Perusahaan sebaiknya melakukan upaya pengendalian mulai dari pengendalian teknis, pengendalian administratif, penyediaan APD, maupun pengendalian lainnya untuk mengurangi terjadinya gangguan pendengaran. Abstract (EN): Hearing impairment is a diminished disease or loss of auditory function subjected to one or both ears. Hearing loss is divided into two hearing loss is temporary and fixed. In 2011 the WHO stated that hearing loss sufferers around the world reached 222 million. Indonesia is one of the four countries in Southeast Asia with prevalence of hearing loss is high 4.6%. From PTPN VI clinic visits data VI, the amount of labor that suffer from hearing impairment by 2015 is as many as 17 people (17,53%). This research is a type of analytic survey research using cross sectional design. Sampling using the technique of total sampling total sample with as many as 97 persons. Research has been conducted in 25 July - 11 August 2016 PT. Nusantara Plantation VI West Pasaman. The data collected are then processed in Univariate and bivariat using Chi-Square test. The results of this study showed no relationship between working period (p value = 0.022) and ear protectors tools usage (p value = 0.018) with hearing loss and no relationship of knowledge (p value = 0.854) and hearing loss. Based on the results of this research it can be concluded that the work and usage of APT has a relationship with hearing loss. The company should make an effort control ranging from technical control, administrative control, provision of personal protection, as well as other control to reduce the occurrence of hearing loss.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok Di Jorong Tampang Nagari Durian Tinggi Kecamatan Lubuk Sikaping Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok Di Jorong Tampang Nagari Durian Tinggi Kecamatan Lubuk Sikaping Tahun 2016

Rini Santy, Nurdin, David Melka Putra · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Merokok adalah perilaku penggunaan tembakau yang menetap, Hasil Riskesdas menunjukkan bahwa terdapat 30,3% perokok aktif di Sumatera Barat. Hasil survei dari Puskesmas Lubuk Sikaping menunjukkan bahwa ada peningkatan perokok aktif di Jorong Tampang Nagari Durian Tinggi sebanyak 562 pada tahun 2014 dan 657 pada tahun 2015.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok di Jorong Tampang Nagari Durian Tinggi Kecamatan Lubuk SikapingTahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan dilaksanakan pada tanggal 5 September Sampai dengan 11 September 2016. populasi dalam penelitian ini adalah perokok aktif yang berada di Jorong Tampang Nagari Durian Tinggi Kecamatan Lubuk Sikaping tahun 2015 dengan jumlah sampel 87 responden dan dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Penggolahan data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat ( Uji Chi-Square). Dari hasil analisis univariat didapatkan sebagian besar (63.2 %) responden memiliki perilaku merokok positif, 55.2% responden memiliki pengetahuan tinggi, 52.9% responden memiliki motivasi merokok kuat, dan 51.7% responden memiliki peran keluarga optimal. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (pvalue=0.706,OR=0.763), terdapat hubungan yang siqnifikan antara motivasi (pvalue=0.016,OR=3.341) dan peran keluarga (pvalue=0.028,OR=0.327) dengan perilaku merokok. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan motivasi dan peran keluarga terhadap perilaku merokok. Untuk itu diharapkan kepada institusi kesehatan terkait untuk menjalin kerjasama dengan tokoh masyarakat dalam memberikan informasi dan pengetahuan kepada warga di Jorong Tampang berupa penyuluhan kesehatan tentang bahaya merokok agar dapat menghentikan kebiasaan merokok anggota keluarga. Abstract (EN): Smoking is the behavior of settled tobacco used, more than a half pack of cigarettes per day. Riskesdas result indicate that there are 30,3% of smokers in West Sumatera. The survey results show that the Health Center Lubuk Sikaping there is an increase of smokers in Jorong Tampang Durian Tinggi Village asmokers total of 562 in 2014 and 657 in 2015. The purpose of this study was to look at the factors associated with smoking behavior in Jorong Tampang Durian Tinggi Village Lubuk Sikaping Districts 2016. This study used a cross-sectional design and executed on 5 to 11 September 2016. As the population in the study were smokers who were in Jorong Tampang Durian Tinggi Village Lubuk Sikaping Districts 2015 with a sample of 87 repondents and are selected using simple random sampling technique. Data prossesing was performed using univariate analysis and bivariate analysis (chisquare test). From the result of the univariate analysis found the majority (63,2 respondents behavior positif smokers, 55,2% of respondents have a high knowledge, 52,9% of repondents have a motivation smoke strong, and 7% of respondents have a role the results of optimal family bivariate analysis showed that there was no correlation between knowledge (pvalue=0.706,OR= 0.763), there is a significant relationship between motivation (pvalue=0.016,OR=3.341), and the role of the family (pvalue=0.028,OR=0.327) and smoking behavior. From the research result can be concluded that there is a relationship between motivation and the role of the family against smoking behavior. For that is expected to medical institutions to establish cooperation with community leaders in providing information and knowledge to citizens in the form Jorong Tampang health education about the dangers of smoking to stop smoking family members.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku  penggunaan alat pelindung diri (APD) pada karyawan di PT. Lembah Karet  Padang tahun 2016
Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri (APD) pada karyawan di PT. Lembah Karet Padang tahun 2016

Adriani, Rudjito, Emilda Lesmana · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Menurut data kasus PT. Lembah Karet pada tahun 2011 sampai 2015 kecelakaan kerja yang terjadi dengan jumlah kasus tahun 2011 sebanyak 18 kasus, tahun 2012 sebanyak 18 kasus, tahun 2013 sebanyak 11 kasus, tahun 2014 sebanyak 10 kasus, tahun 2015 sebanyak 9 kasus dan terdapat 2 kasus kecelakaan kerja tahun 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Karyawan Di PT. Lembah Karet Padang Tahun 2016. Penelitian ini dilakukan pada bulan agustus tahun 2016 dengan menggunakan desain cross sectional dan populasi dalam penelitian ini adalah semua pekerja yang ada pada bagian basah di PT. Lembah karet padang yaitu 56 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 56 responden. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan metode total sampling. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-suare dan dengan derajaat kepercayaan 95%( α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 56 responden terdapat 67,9% responden yang tidak menggunakan APD, 62,5 % responden yang masa kerja baru, 64,3 % responden yang tidak ada peranan pengawas, 76,8 % responden yang motivasi tidak baik. Tidak ada hubungan antara masa kerja p=0,638 dan OR=0,648 dengan perilaku penggunaan APD, sedangkan terdapat hubungan signifikan antara peranan pengawas p=0,038 dan OR=4,143, motivasi p=0,042 dan OR=7,846 dengan perilaku penggunaan APD. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara masa kerja dengan perilaku penggunaan APD, sedangkan ada hubungan yang bermakna antara peranan pengawas dan motivasi dengan perilaku penggunaan APD pada pekerja di PT. Lembah Karet padang tahun 2016. Abstract (EN): According to data from the case of PT. Lembah Karet Padang in 2011 to 2015 accidents that occurred with the number of cases in 2011 were 18 cases, in 2012 as many as 18 cases in 2013 were 11 cases, in 2014 as many as 10 cases, in 2015 as many as 9 cases and there were 2 cases of occupational accidents in 2016. The purpose of this study was to look factors-factors associated with conduct of use personal protective equipment (PPE) on employee PT. Lembah Karet Padang 2016. This research was conducted in august 2016 by using cross sectional design and population in this study are all existing workers in the wet at PT. Lembah Karet Padang that is 56 people. The sample in this study amounted to 56 respondents. How sample using total sampling method. The analysis in this study using univariate and bivariate statistical test and the chi-square statistic test with 95 degree of confidence level. The results showed that out of 56 respondents are 67.9% of respondents who do not ude PPE, 69.6% of respondents were new working period, 64.3% of respondents who have the role of supervisor, 76.8% off respondents are good motivation. There is no relationship between tenure p= 0.638 and OR= 0.648 by the behavior of the use of PPE, while there is a significant relationship between the supervisory role p=0.038 and OR= 4.143, p= 0.042 motivation and behavior OR= 7.846 with the use of PPE. It can be concluded that there is no significant relationship between tenure with the behavior of the use of PPE, while there was a significant association between the supervisory role and motivation to conduct the use of PPE for workers at PT. Lembah Karet Padang in 2016.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor - Faktor  Yang Mempengaruhi Kecelakaan Kerja Di Bagian Produksi PT. Sumatera Tropical Spices Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2016
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kecelakaan Kerja Di Bagian Produksi PT. Sumatera Tropical Spices Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2016

Rudjito, Nurdin, Manus Handri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban jiwa dan harta benda (Permenaker 1998). Berdasarkan data Tahun 2015 di PT. Sumatera Tropical Spices terjadi 31 kecelakaan kerja dimana 22 diantaranya terjadi di bagian produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kecelakaan Kerja Di Bagian Produksi PT. Sumatera Tropical Spices Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2016. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15-19 Agustus 2016. Metode penelitian ini Deskiptif Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study. Alat ukur yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran dengan sampel 75 pekerja di bagian produksi. Data kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 38 pekerja mengalami kelelahan subjektif, 51 pekerja bekerja pada suhu tinggi, 43 orang pekerja baru dan 41 pekerja tidak penggunaan APD secara lengkap. Berdasarkan analisis bivariat terdapat hubungan bermakna antara kelelahan subjektif dengan kecelakaan kerja (pvalue 0,003 ≤ 0,05) dengan OR=5,760, Suhu Lingkungan dengan kecelakaan kerja (pvalue 0,038 ≤ 0,05) dengan OR=4,516, masa kerja dengan kecelakaan kerja (pvalue 0,029 ≤ 0,05) dengan OR=3,888, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan kecelakaan kerja (pvalue 0,045 ≤ 0,05) dengan OR=3,306. Untuk itu di harapkan kepada perusahaan untuk lebih memperhatikan kelelahan subjektif, dimana kelelahan mempunyai peluang resiko terbesar dari semua faktor yang ada. Perusahaan menjamin kesehatan dan keselamatan pekerja dan melakukan perbaikan serta evaluasi terhadap peraturan yang ada di perusahaan untuk meminimalkan kecelakaan kerja. Abstract (EN): Work accidents are unwanted and unpredictable incident that can cause victims and treasure losses. Base on Data 2015 in PT. Sumatera Tropical Spices happened 31 Work Accident in which 22 of them has occured on the production. The objective of research to know Affecting Factors of Work Accident in the production of PT. Sumatera Tropical Spices, Batang Anai,Padang Pariaman 2016. The research was be exercised in 15 th – 19 th on Agustust 2016, and tis research use Descriptive analytic Method and Cross Sectional Design. Measuring instrument are questionnaire and thermometer . The number of samples are 75 workers in the production departement. Data were analyzed by univariat and bivariat using Chi-square test. For the result there are 38 workers who have subjective fatigue, 51 samples worked on high temperature, 43 workers are new worker,and 41 workers are not use Personal Protective Equipment (PPE). Base on bivariate analysis there are significant association between subjective fatigue with work accident (p value 0,003 ≤ 0,05 and OR=5,760), temperature with work accident (p value 0,038 ≤ 0,05 and OR= 4,516), Period of work with work accident (p value 0,029 and OR= 3,888), use of Personal Protective Equipment (PPE) with work accident (p value 0,045 and OR= 3,306). Therefore, expected to the company to more care of subjective fatigue where it have the big risk from the other factors. The company must ensure Occupational Health and Safety of workers and doing improvement and evaluation to the Company regulation to minimize work accidents.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis Perencanaan Program di Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang Tahunm 2016
Analisis Perencanaan Program di Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang Tahunm 2016

Rini Santy, Rudjito, Rahmaisa · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Kota Padang Panjang sendiri memiliki permasalahan kesehatan yang cukup banyak, terutama di Bidang P3PL. Target capaian beberapa penyakit di Kota Padang Panjang Tahun 2015 belum tercapai. Dengan belum tercapainya target beberapa program di Bidang P3PL disebabkan oleh perencanaan program belum berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses perencanaan program Bidang P3PL Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Yang dilakukan di Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, Puskesmas Kebun Sikolos, Puskesmas Bukit Surungan, Puskesmas Koto Katiak dan Puskesmas Gunung. Informan dalam penelitian ini adalah Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, Kepala Subag Perencanaan, Kepala Bidang P3PL, Staf Subag Perencanaan, Staf Bidang P3PL, Kepala Tata Usaha Puskesmas dan Staf Puskesmas. Metode yang digunakan yaitu wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan dan pengetahuan SDM dalam penyusunan program kesehatan masih minim. Hal ini juga disertai dengan belum ada pedoman khusus dalam penyusunan perencanaan program. Anggaran pemerintah dalam pembangunan kesehatan Kota Padang Panjang dirasa belum maksimal.. Kesimpulan penelitian ini adalah proses perencanaan program Bidang P3PL Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang mulai dari tingkat Puskesmas hingga Dinas Kesehatan belum baik. Hal ini disebabkan karena belum tersedianya SDM khusus untuk perencanaan dan tidak adanya pedoman khusus untuk perencanaan. Untuk itu perlu adanya peningkatan serta upaya dari Dinas Kesehatan dalam meningkatkan kualitas perencanaan program kesehatan. Abstract (EN): Situation analysis is one important step in health program planning. By analyzing the situation we are able to know the main health problem which is important to be prioritized in health planning proposal of the year after. Without analyzing the situation, health problem solving and policy making cannot be considered good. The aim of this research is to analyze the program planning process of Disease Control and Environmental Health Section of Padang Panjang City Health Department. This research was descriptive research with qualitative approaching. This research was done at Padang Panjang City Health Department, and Publik Health Center Kebun Sikolos, Bukit Surungan, Koto Katiak and Gunung. The informants of this research were the head of health department, the head of planning sub-section and staf , the head of disease control and environmental health section and staf, , the head of public health center and staf of public health center. Method used in this research was indepth interview and document study. The result of this research showed that the skill and knowledge of Human Resources was still minimal. There has not particular guidance in program planning forming and the fund from government was less support. There was not situation analysis and the planning determination in each section so there was not shared priorities. Government budgets in health development Padang Panjang City had been not maximal. Program planning and health center level Health Department could not fully describe the state of the area. The conclusion of this research was program planning process of Disease Control and Environmental Health Section of Padang Panjang City Health Department started from Public Health Center Level to Health Departement was not going well, it was good for Health Department to make special guidance for planning process and to increase the knowledge and skill of human resources by holding planning training for planning staf whether at Public Health Center or Health Department.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Kelurahan Ipuh Kecamatan Mandiangin Tahun 2016
Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Kelurahan Ipuh Kecamatan Mandiangin Tahun 2016

Yelmi Reni Putri, Cici Apriza Yanti, Andrianto · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri alergen dan perluasan dari infeksi gigi dan alergen.Berdasarkan hasil laporan bulanan penyakit puskesmas Mandiangin Koto Selayan selama tahun 2015 tercatat jumlah kasus ISPA sebanyak 3,451 kasus dan sebanyak 57 kasus terdapat pada balita. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Kelurahan Ipuh Kecamatan Mandiangin Kota Bukittinggi tahun 2016. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktobertahun 2016 dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 137 orang. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan metode Simple Random Sampling. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square dan dengan derajat kepercayaan 95%(α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 137 orang respondenter dapat 57,7% menderita ISPA, 29,9% orangstatus imunisainya tidak lengkap ,24,1% orang memiliki status gizi kurang. Terdapat hubungan signifikan antara Status imunisasi (p= 0,000 dan OR=8,874), Status Gizi (p= 0,003 dan OR=4,500) Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Status Imunisasi, Status Gizi dan dengan Kejadian ISPA Pada Balita di kelurahan ipuh kecamatan mandiangin kota bukittinggi Tahun 2016. Disarankan pihak puskesmas meningkatkan peran petugas kesehatan terutama promotif dan preventif untuk menangani program ISPA. Abstract (EN): Acute Respiratory Infections (ARI) is a disease caused by viruses, bacteria, allergens and expansion of dental infections and allergens. Based on the results of monthly reports public health center disease Mandiangin Koto Selayan during 2015 recorded number of ARI cases as many as 3,451 cases and 57 cases are in children under five. This study aimed to faktors related to the incidence of under-fives in the village ARI wormwood districts Mandiangin tonw of Bukittinggi in 2016 This research was conducted in October 2016 using cross sectional design. The sample in this study amounted to 137 people. How sampling using simple random sampling method. The analysis in this study using univariate and bivariate statistical test of chi-square and with a degree of confidence of 95% (α = 0,05). The results showed that of the 137 respondents are 57,7% ARDs, 29.9% of people immunization status is not complete, 24,1% of people have less nutritional status. There is a significant association between immunization status (p = 0,000and OR = 8,874),Nutritional Status (p = 0,003 and OR = 4,500). It can be concluded that there is a significant association between immunization status, nutritional status and Habit with Genesis ARI In Toddlers in Puskesmas publichealth center Koto Selayan 2016.The clinic suggested enhancing the role of healht workers, especially promotion and prevention to hendle the ARI program

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Antara Perilaku Ibu, Pembuangan Tinja, Sumber Air Bersih (SAB) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Kenagarian Koto Kaciak Kabupaten Agam Tahun 2016
Hubungan Antara Perilaku Ibu, Pembuangan Tinja, Sumber Air Bersih (SAB) Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Kenagarian Koto Kaciak Kabupaten Agam Tahun 2016

Sukarsi Rusti, Silvia, Rani Sugita · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Kenagarian Koto Kaciak merupakan penderita diare paling banyak di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Ahad yaitu sebanyak 60 orang dari bulan januari- desember, dimana penderita wanita sebanyak 43 balita dan laki-laki sebanyak 17 balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku ibu, pembuangan tinja, sumber air bersih (SAB) dengan kejadian diare pada balita di Kenagarian Koto Kaciak Kabupaten Agam Tahun 2016. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan desain cross sectional, Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang mempunyai balita usia 10-59 bulan dengan jumlah sampel sebanyak 104 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square. Adapun yang menjadi variabel independen adalah perilaku ibu, pembuangan tinja, pengelolaan sumber air bersih dan variabel dependen adalah kejadian diare pada balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 104 responden diketahui diare 78 orang (75.0%), perilaku ibu 78 orang (75.0%), pembuangan tinja 74 orang (71.2%), pengelolaan sumber air bersih (SAB) 74 0rang (71.2%). Dari hasil uji statistic terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku ibu dengan kejadian diare pada balita nilai p = 0.009 dengan OR = 0.085, terdapat hubungan yang signifikan antara pembuangan tinja dengan kejadian diare pada balita diperoleh nilai p = 0.046 dengan OR = 2.857, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengolahan sumber air bersih dengan kejadian diare pada balita dengan nilai p = 0.317 dengan OR = 0.505. Penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa perilaku ibu, pembuangan tinja berhubungan dengan kejadian diare pada balita dan tidak ada hubungan antara pengolahan sumber air bersih dengan kejadian diare pada balita. Abstract (EN): Kenagarian Koto Kaciak the diarrhea patients most at Puskesmas Market on Sunday that as many as 60 people of the month January to December, in which patients were 43 female and male infants were 17 toddlers. This study aims to determine the relationship between maternal behavior, excreta disposal, clean water source (SAB) and the incidence of diarrhea in infants in Koto Kenagarian Kaciak Agam 2016. This research was conducted with a cross sectional design approach, the research was conducted in August 2016 by using purposive sampling technique random sampling. The population in the study were all mothers with children aged 10-59 months with a total sample of 104 respondents. Data analysis using chisquare test. As for the independent variable was the mother's behavior, excreta disposal, management of water resources, and the dependent variable was the incidence of diarrhea in infants. The results showed that among 104 respondents, it is diarrhea 78 (75.0%), maternal behavior 78 people (75.0%), excreta disposal 74 (71.2%), management of fresh water resources (SAB) 74 0rang (71.2%). From the test results statistically significant relationship between mother's behavior with the incidence of diarrhea in infants with a value of p = 0,009 OR = 0.085, there is a significant relationship between excreta disposal by the incidence of diarrhea in children under five values obtained with p = 0.046 OR = 2,857, there is no significant relationship between the processing of fresh water resources with the incidence of diarrhea in infants with p = 0.317 with OR = 0505. This study it was concluded that the mother's behavior, excreta disposal related to the incidence of diarrhea in infants and there is no relationship between the processing of fresh water resources with the incidence of diarrhea in infants.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Dermatitis Kontak Iritan pada Pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Regional Sumatera Barat Ampang Kualo Kota Solok Tahun 2016
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Dermatitis Kontak Iritan pada Pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Regional Sumatera Barat Ampang Kualo Kota Solok Tahun 2016

Rudjito, Welly Femelia, Syarwila · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Dermatitis merupakan peradangan kulit epidermis dan dermis sebagai respons pengaruh faktor eksogen atau endogen yang menimbulkan gejala klinis efloresensi polimorfik (eritema, edema, papul, vesikel, skuama, likenifikasi. Menurut WHO pada survei American Academy of Allergy tahun 2013, terdapat 5,7 juta kunjungan dokter pertahun. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan gejala dermatitis kontak iritan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Jumlah sampel sama dengan jumlah populasi sebanyak 60 responden. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan pembagian kuesioner kepada pemulung. Data diolah secara univariat dan bivariat dan dianalisis dengan metode statistik chi square dengan program Komputerisasi. Hasil analisis penelitian terhadap 60 pemulung terdapat 22 pemulung dengan pengetahuan rendah mengalami gejala dermatitis kontak iritan 17 (77,3%) dan uji statistik didapatkan p value = 0,029, OR= 4,200. Dari 37 pemulung dengan personal hygiene tidak baik mengalami gejala dermatitis kontak iritan 28 (75,7%) uji statistik didapatkan p value = 0,000, OR= 8,815. Dari 31 pemulung dengan penggunaan APD tidak baik mengalami gejala dermatitis kontak iritan 23 (74,2%) dengan p value = 0,010, OR= 4,705. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan yang rendah, personal hygiene yang kurang baik serta penggunaan APD yang tidak baik berhubungan secara signifikan dengan gejala dermatitis kontak iritan. Dari ketiga variabel didapatkan yang paling berhubungan dan nilai asosiasi tinggi adalah personal hygiene yang tidak baik. Abstract (EN): Dermatitis is inflammation of the skin on dermis and epidermis as a respons toword the influence of the oxygen factors or endogen that can make a clinical symptoms such as efloresensi polimorfic (erythema , edema , papul , vesikel , skuama , likenifikasi). According to the survey organisation in american academy of allergy in 2013 , there are the physician visits 5,7 million a year. The purpose of this research to know the dermatitis symptoms iritan contact. The kind of this research is using analytic research by using cross-sectional approach. The sample technique using total sampling . The number of a sample same with the number of population as much as 60 respondent . the data obtained from the observation to the scavengers. The process of the data that have obtained by univariat and bivariat and get the analysis by statistic method chi square with computersation program. The results of the analysis study of 60 scavengers are 22 scavengers with low knowledge experiencing the dermatitis symptoms iritan contact 17 ( 77,3 % ) a statistic test was obtained p value = 0,029, OR = 4,200. From 37 scavengers with good personal hygiene is not experiencing the dermatitis symptoms iritan contact 28( 75,7 %), statistic tests p value = 0,000, OR = 8,815. From 31 scavengers with the using of APD that not good enough experiencing the dermatitis symptoms iritan contact 23 ( 74,2 % ) with p value = 0,010, OR = 4,705. It can be concluded that the low of knowledge, the low of personal hygiene, and also the using of APD that not good enough, related as significant with the dermatitis symptoms iritan contact. From the 3 variables established the most in touch the high value of the association is personal hygiene that not good enouugh.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Pengetahuan, Sikap  Dan Pola Asuh Ibu Dengan Status Gizi Batita Di Wilayah Kerja Puskesmas Piladang Kabupaten 50 Kota Tahun 2016
Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Pola Asuh Ibu Dengan Status Gizi Batita Di Wilayah Kerja Puskesmas Piladang Kabupaten 50 Kota Tahun 2016

Rudjito, Welly Femelia, Syukrina · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Status Gizi adalah ekspresi dari keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau dapat dikatakan bahwa status gizi merupakan indikator baik buruknya penyediaan makanan sehari-hari. Puskesmas Piladang Kabupaten 50 Kota pada penimbangan massal Februari 2016 diketahui jumlah anak batita di 13 posyandu terdapat 181 orang dengan status gizi tidak normal yaitu 32%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan pola asuh ibu dengan status gizi batita di Wilayah Kerja Puskesmas Piladang Kabupaten 50 Kota Tahun 2016. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan desain Cross Sectional yang dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Piladang Kabupaten 50 Kota pada bulan Agustus 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai batita yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Piladang Kabupaten 50 Kota berjumlah 181 orang batita. Sampel berjumlah 181 orang diambil secara total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Data diolah dan dianalisis secara komputerisasi menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa 57,1% batita memiliki status gizi normal, 52,2% responden memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang gizi batita, 60,9% responden memiliki sikap yang negatif tentang gizi batita, 56,5% memiliki pola asuh yang kurang baik tentang gizi batita. Terdapat hubungan pengetahuan, sikap dan pola asuh ibu dengan status gizi batita di Wilayah Kerja Puskesmas Piladang Kabupaten 50 Kota Tahun 2016. Hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa pengetahuan, sikap dan pola asuh dapat mempengaruhi status gizi. Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan pola asuh orang tua kepada petugas puskesmas ataupun kader yang telah dilatih dapat memberikan motivasi secara intensif kepada ibu dan anak tentang status gizi seimbang. Abstract (EN): Nutritional status is an expression of the balance in the form of specific variables or can be said that nutritional status is an indicator of good or poor provision of food daily. Puskesmas Piladang Kabupaten 50 Kota on a mass weighing February 2016 unknown number of toddlers in 13 posyandu there are 181 people with nutritional status is not normal, namely 32%. This study aims to determine the relationship of knowledge, attitudes and parenting mothers with toddlers nutritional status in Puskesmas Piladang Kabupaten 50 Kota in 2016. This research is an analytic using cross sectional design approach implemented in Puskesmas Piladang Kabupaten 50 Kota in August 2016. The population in this research is all mothers with toddlers who are in Puskesmas Piladang Kabupaten 50 Kota amounted to 181 toddlers. Sample of 181 people taken by total sampling. Data were collected using a questionnaire. The data is processed and analyzed by computerized using the chi-square test. The result showed that 57.1% toddlers have a normal nutritional status, 52.2% of respondents have less knowledge both about toddler nutrition, 60.9% of respondents have a negative attitude about toddler nutrition, 56.5% had less parenting good about toddler nutrition. There is a correlation between knowledge, attitude and parenting mothers with toddlers nutritional status in Puskesmas Piladang Kabupaten 50 Kota in 2016. The research results can be concluded that the knowledge, attitudes and parenting can affect nutritional status. To increase knowledge, attitudes and patterns of parenting to the puskesmas officers or cadres who have been trained intensively to provide motivation to the mother and child on a balanced nutritional status.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Sikap, Stres Kerja dan Motivasi Dengan Kinerja Pegawai Dinas Pertanian Kota Bukittinggi Tahun 2016
Hubungan Sikap, Stres Kerja dan Motivasi Dengan Kinerja Pegawai Dinas Pertanian Kota Bukittinggi Tahun 2016

Rini Santy, Harisnal, Nandra Lolyta Anggraini · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan karyawan. Kinerja pegawai mempengaruhi seberapa banyak mereka memberikan kontribusi kepada organisasi. Berdasarkan data yang di dapatkan dari Dinas Pertanian Kota Bukittinggi selama Bulan September – Desember 2015 didapatkan bahwa sebanyak 60 % pegawai Dinas Pertanian Kota Bukittinggi sering terlambat untuk datang ke kantor dan pulang cepat dari waktu yang telah di tentukan.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Sikap, Stres Kerja dan Motivasi Dengan Kinerja Pegawai Dinas Pertanian Kota BukittinggiTahun 2016 Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 76 orang pegawai Dinas Pertanian dengan teknik pengambilan data secara Total Sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22 s/d 31 Agustus 2016. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan diolah secara komputerisasi dan ditampilkan dalam bentuk table distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat (57,9 %) responden mengalami sikap negatif, (55,3 %) responden dengan stres kerja, (52,6 %) responden dengan motivasi negatif dan (64,5 %) responden dengan kinerja yang kurang baik. Setelah dilakukan uji statistik didapatkan hasil dimana terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dengan kinerja, terdapat hubungan yang bermakna antara stres kerja dengan kinerja. Sedangkan untuk motivasi terdapat hubungan yang tidak bermakna antara dengan kinerja. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa sikap yang negatif dan mengalami stres kerja dapat menimbulkan penurunan kinerja pegawai. Sikap yang kurang baik antar sesama pegawai dapat berpengaruh terhadap penurunan kinerja. Stres yang berlebihan dalam menghadapi pekerjaan dan kurangnya motivasi dari sesama pegawai dan atasan dapat juga berpengaruh terhadap penurunan kinerja. Abstract (EN): Performance is basically what it does or does not do employee. Employee performance affects how much they contribute to the organization. According to data from the Department of Agriculture get Bukittinggi during September - December 2015 showed that 60% of staff at the Department of Agriculture of Bukittinggi is often too late to come to the office and go home faster than the time that has been specified. The purpose of this study to determine the relationship Attitudes, Work Stress and Motivation With Employee performance Agriculture Department Bukittinggi years 2016 This research is descriptive analytic with cross sectional approach. The research sample as many as 76 employees of the Department of Agriculture with data retrieval technique is total sampling. This research was conducted on August 2016. The data was collected using questionnaires and computerized processed and displayed in the form of a frequency distribution table . Based on the results of research conducted there (57,9 %) of respondents experienced negative attitude, (55,3 %) of respondents with work stress, (52,6 %) of respondents with negative motivation and (64,5 %) of respondents with underperformance good. After statistical test is obtained where there is a significant relationship between the attitude to performance, there is a significant relationship between job stress with the performance. As for the motivation there is no significant relationship between performance. From the research results can be concluded that the negative attitudes and experiencing job stress may lead to a decrease in employee performance . Unfavorable attitude among fellow employees may affect performance degradation. Excessive stress in the face of work and lack of motivation from fellow employees and employers may also affect the performance degradation.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Diabetes Melitus Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Solok Tahun 2016
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Diabetes Melitus Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Solok Tahun 2016

Sukarsi Rusti, Cici Apriza Yanti, Yulianti Suci · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang meningkat dari 3 tahun terakhir di RSUD Kota Solok dengan jumlah 1992 orang. Tujuan penelitian ini Untuk mengatahui faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus. Pada Penelitian ini digunakan adalah penelitian survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Waktu penelitian di lakukan pada bulan Agustus-September 2016, Teknik pengambilan sampel menggunakan cara accidental sampling. Jumlah sampel 76 dan jumlah populasi sebanyak 332 dalam sebulan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan pembagian kuesioner kepada responden. Data yang diperoleh diolah secara univariat dan bivariat dan dianalisis dengan menggunakan metode statistik chi square dengan program Komputerisasi. Dari hasil analisis penelitian terdapat hubungan aktivitas fisik dengan kejadian penyakit diabetes melitus dengan (Nilai p = 0,001, OR= 11,5). Terdapat hubungan obesitas dengan kejadian penyakit diabetes melitus dengan(nilai p =0,004, OR = 6,7). Tidak ada hubungan merokok dengan kejadian diabetes melitus dengan (nilai p = 0,363, OR= 0,47). Kesimpulan Distribusi frekuensi DM berdasarkan aktivitas fisik(53,9%), obesitas(68,4%), merokok(68,4%) dan DM paling banyak(80,3%). Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan berupa peningkatan motivasi dan kesadaran masyarakat tentang gaya hidup sehat seperti melakukan olahraga dan senam, melakukan kegiatan fisik di rumah. Abstract (EN): Diabetes mellitus is a chronic disease that is increasing from the last 3 years in hospital solok city with 1992 people. The purpose of this study to determine the factors associated with the incidence of diabetes mellitus. In this research used analytic survey study using cross - sectional approach. Time the study was conducted in August- September 2016. Sampling technique use accidental sampling. 76 and the number of total sample population of 332 a month. The data obtained through observation, interview and questionnaire to the Division of the respondent. Data obtained processed in Univariate and bivariat and analysed using chi square statistical methods with Computerized program. From the analysis of a study there is a relationship of physical activity with the occurrence of diabetes mellitus with (p Value = 0.001,OR = 11,5).there is a relationship of obesity with the occurence of diabetes mellitus with (p Value = 0,004, OR = 6,7). smoking is no relation with diabetes mellitus (p Value = 0.363, OR = 0.47). DM conclusions frequency distribution based physical activity( 53,9%), Obesity (68,4%), Smoking (68,4%), and most DM( 80,3%).Therefore, it is advisable to carry out prevention and control efforts in the form of increased motivation and public awareness about healthy lifesyle as doing gymnastics, doing physical activity in home.

Skripsi 2017
Detail