Nurhayati, Rudjito, Husnal Kudadiri · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Abstrak tidak tersedia Abstract (EN): Abstract not available
8825 dokumen ditemukan
Nurhayati, Rudjito, Husnal Kudadiri · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Abstrak tidak tersedia Abstract (EN): Abstract not available
Nurhayati, Wenny Lazdia, Evi Janeffiarni · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Menarche adalah menstruasi pertama yang dialami oleh seorang wanita. Membaiknya standar kehidupan berdampak pada penurunan usia menarche (menarche dini). Ada banyak faktor yang mempengaruhi usia menarche, diantaranya adalah IMT dan aktifitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan IMT dan aktivitas fisik dengan usia menarche pada siswi kelas IX SMPN Sijunjung tahun 2016. Desain penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional pada seluruh siswi kelas IX SMPN Sijunjung tahun 2016 sebanyak 95 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan lembar observasi berat badan dan tinggi badan dengan pengolahan data dilakukan dengan teknik komputerisasi. Dari 95 responden didapatkan 56 orang (58,9%) menarche pada usia normal, yang melakukan aktifitas fisik ringan sebanyak 52 orang (42,7%) dan responden memiliki IMT dengan kategori abnormal, yaitu 63 orang (66.3%). Dari hasil uji statistik menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara IMT (nilai p value = 0.000 dan OR 0,321) dan aktifitas fisik ( nilai p value=0,014 dan OR 8,750) dengan usia menarche pada siswi kelas IX SMPN Sijunjung tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik pada IMT dan aktifitas fisik dengan usia menarche pada siswi IX SMPN Sijunjung Tahun 2016. Saran bagi Instansi Kesehatan agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan menarche dalam menentukan derajat kesehatan remaja. Abstract (EN): Menarche is the first menstruation experienced by woman. The improving standards of life will impact on the age of menarche (early menarche). There are many factors that affect the age of menarche, one of them is nutritional status. This research was aimed to analyze correlation between BMI and physical activity by age of menarche in female student class IX of SMPN Sijunjung at 2016. This study design is descriptive analytic using cross sectional approach to the entire class IX student of SMPN Sijunjung at 2016 as many as 95 peoples. The samples in this study using total sampling technique. The instrument used was questionnaire and observation sheets of weight and height with the data processing is done with computerized techniques. From the test results showed statistically significant correlation between BMI (p value Of the 95 respondents obtained 56 peoples (58.9%) at the normal age of menarche, who did light physical activity as much as 52 peoples (42.7%) and respondents have abnormal BMI categories, namely 63 peoples (66.3%). From the test results showed statistically significant correlation between BMI (p value = 0.000 and OR 0,321) and physical activity (p value = 0.014 and OR 8,750) with the age of menarche in class IX student of SMPN Sijunjung at 2016. Based on these results we can conclude that there is a statistically significant correlation in BMI and physical activity by age of menarche in female students of IX SMPN Sijunjung at 2016. Advice for Health Agencies in order to improve the quality of health services menarche in determining the health of adolescents.
Silvia, Nurlistia Sani, Afriyanti Detty · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Salah satu strategi pembangunan kesehatan nasional 2015-2019 adalah meningkatkan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Untuk ibu hamil kegiatan yang dilakukan berupa kelas ibu hamil, target persentase puskesmas yang melaksanakan kelas ibu hamil sebesar 90% (Kemenkes RI, 2015, p 76). Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Senam Hamil Terhadap Keterampilan Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskemas Ibuh Kota Payukumbuh Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experiment design (pre test and post test one group study). Dilaksanakan pada bulan Maret 2016 di wilayah kerja Puskesmas Ibu Kota Payakumbuh dengan jumlah responden sebanyak 10 orang. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji t-test. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rerata keterampilan ibu melakukan senam hamil sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 60,56 dengan standar deviasi 13,024. Rerata keterampilan ibu melakukan senam hamil sesudah diberi pendidikan kesehatan adalah 86,64 dengan standar deviasi 14,24. Hasil uji statistik didapatkan bahwa terdapat Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Senam Hamil Terhadap Keterampilan Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh Tahun 2016 dengan p value = 0,005 Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Senam Hamil Terhadap Keterampilan Ibu Hamil. Untuk itu diharapkan kepada tempat penelitian untuk dapat memberikan informasi dan demonstrasi kepada masyarakat melalui kelas ibu hamil mengenai senam hamil berupa pengertian, manfaat dan tata cara senam hamil yang benar sehingga dapat menarik minat ibu hamil untuk melakukan senam hamil. Abstract (EN): One of the national health strategy 2015-2019 is to increase health promotion and community empowerment. For pregnant women the activities carried out in the form of a class of pregnant women, the target percentage of health centers which carry out class pregnant women at 90%. The purpose of research is to know Influence of Health Education About Pregnancy Gymnastics Skills Against Pregnant Women in the Work Area Ibuh Health Center, Payukumbuh City 2016. This study uses a quasi-experimental design research design (pretest and posttest one group study). Conducted in March 2016 in Ibuh Health Center Payakumbuh City with the number of respondents as many as 10 people. Analysis of univariate and bivariate data by using t-test. Based on the results that average skills do gymnastics pregnant mothers before being given health education was 60.56 with a standard deviation of 13.024 . Average skills doing gymnastics pregnant mothers after given health education is 86.64 with a standard deviation of 14.24. Statistical test results showed that there Effect of Health Education About Gymnastics Skills Against Pregnancy In Ibuh Health Center Payakumbuh City 2015 with p value = 0.005 From the research results can be concluded that there Effect of Health Education About Gymnastics Skills Against Pregnancy. For that is expected to place fatherly research can provide information and demonstrations to the public through a class of pregnant women on pregnancy exercise in the form of understanding, benefits and procedures for pregnancy exercise the right so as to attract pregnant women to pregnancy exercise.
Zuraida, Welly Femelia, Yennita · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Tingkat pencapaian pelayanan keluarga berencana dapat dilihat dari cakupan peserta KB yang sedang menggunakan alat kontrasepsi (KB aktif), cakupan peserta KB yang baru menggunakan alat kontrasepsi, tempat pelayanan KB dan jenis kontrasepsi yang digunakan akseptor. Pada tahun 2014 sebesar 74.3% peserta KB aktif menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek, sebaliknya metode kontrasepsi jangka panjang hanya digunakan oleh 25.7% peserta KB aktif. Salah satu metode MKJP yang di anjurkan pemerintah adalah AKDR mempunyai persentase sebesar 11.07%.Tujuan penelitian adalah mengekplorasi analisis rendahnya penggunaan AKDR pada akseptor KB di Nagari Koto Kaciak Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman Tahun 2015 Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 206 orang dan yang dijadikan sampel sebanyak 13 orang dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pengetahuan responden tentang AKDR di nagari Koto Kaciak masih rendah, persepsi yang salah tentang AKDR dan kurangnya dukungan suami akseptor KB di Nagari Koto Kaciak sehingga menyebabkan rasa takut bagi ibu akseptor KB untuk menggunakan kontrasepsi AKDR. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran pengetahuan responden tentang AKDR Di nagari Koto Kaciak masihr endah, persepsi yang salah tentang AKDR. Selain itu kurangnya dukungan suami dalam penggunaan alat kontrasepsi tersebut, disini sangat diperlukan peran petugas kesehatan dalam melakukan penyuluhan secarate ratur setiap bulannya tentang manfaat dan kegunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Abstract (EN): The level of achievement of family planning services can be seen from the coverage of family planning participants who were using contraception (KB active), new coverage planning participants using contraception, family planning services and a type of contraception used by acceptors. In 2014 amounted to 74.3% FP active use contraceptives short term, otherwise the only long-term contraception method used by 25.7% of participants active family planning. One method is the recommended government LTM is the IUD has a percentage of 11:07%. The purpose of research is exploring the analysis of the low IUD acceptors of family planning inNagari Koto KaciakKabupatenPasaman of the Year 2015 This study uses a qualitative research approach Grounded Theory Model. The population in this research were 206 people and sampled as many as 13 people with purposive sampling. Data collection techniques by way of in-depth interview. The results of this study illustrate that the respondents' knowledge of IUDs in Koto village Kaciak still low, the wrong perception about the IUD and the lack of support the husband in Nagari Koto Kaciak The conclusion of this study is knowledge about IUDs in Koto village Kaciak still low, the wrong perception about the IUD. In addition husband's lack of support in the use of contraceptives, here indispensable role of health workers in conducting an optimal extension of the benefits and usefulness of an intrauterine device (IUD).
Febriniwati Rifdi, Welly Femelia, Yuli Syafni · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Nyeri persalinan merupakan perasaan yang tidak menyenangkan yang terjadi selama proses persalinan. Menghilangkan rasa nyeri merupakan hal yang penting. Salah satu upaya untuk mengurangi nyeri persalinan adalah dengan masase. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian massase terhadap intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I di Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Usang Kabupaten Padang Pariaman. Desain Penelitian ini Quasi-Experiment dengan pendekatan pre test - post test with kontrol group. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampel sehingga didapatkan sampel sebanyak 30 orang yang terdiri dari kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan pengolahan data dilakukan meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji T independent test yang dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata intensitas nyeri pada kelompok kontrol dengan beda rata-rata 1,80 dan p = 0,000, terjadi penurunan rata-rata intensitas nyeri pada kelompok perlakukan dengan beda rata-rata 1,06 dan p = 0,000. Ada perbedaan rata-rata intensitas nyeri kelompok kontrol dan kelompok perlakukan dengan beda rata-rata 3,20 dan p = 0,000 dimana intensitas nyeri pada kelompok perlakukan lebih rendah dari pada kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa pemberian massase dapat mengurangi intensitas nyeri kala I persalinan. Untuk itu, diharapkan kepada Kepala Puskesmas Pasar Usang agar dapat membuat prosedur tetap bagi seluruh bidan di wilayah kerjanya untuk menerapkan pemberian massase pada pertolongan persalinan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Padang Pariaman dalam mengadakan pelatihan teknik massase bagi seluruh bidan di wilayah kerjanya serta melakukan monitoring dan evaluasi bagi bidan dalam melakukan teknik masase ini. Abstract (EN): Labor pain is an unpleasant feeling that occur during childbirth. Eliminate pain is important. One effort to reduce labor pain is massage. The purpose of this study was to determine the effect of pain intensity in Massase against birth mothers of the first stage in Puskesmas Obsolete Market Padang Pariaman district. This study design Quasi-Experiment with the approach of pre test - post test with control group. Sample was taken using purposive sampling techniques to obtain a sample of 30 people consisting of the treatment group and the control group. Collecting data using observation sheets and data processing performed include univariate and bivariate analysis using T test independent test conducted by computerized. The results showed that an increase in the average intensity of pain in the control group with an average difference of 1.80 and p = 0.000, a decline in average pain intensity in the group treated with the average difference of 1.06 and p = 0.000. No difference in average pain intensity control group and the group treated with the average difference of 3.20 and p = 0.000 where the intensity of pain in lower treatment group than in the control group. It can be concluded that the administration can reduce the intensity of pain Massase first stage of labor. To that end, it is expected to Head of Puskesmas Market Obsolete in order to create a fixed procedure for all midwives in the working area to apply the provision Massase on aid delivery and coordination with the City Health Office Padang Pariaman in training techniques Massase for all midwives in the working area as well as monitoring and evaluation for midwives in doing this massage technique.
Oktavianis, Irmayanti, Cici Apriza Yanti · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Preeklampsia merupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas ibu dan janin. WHO memperkirakan ada 500.000 kematian ibu melahirkan di seluruh dunia setiap tahunnya, penyumbang terbesar dari angka tersebut merupakan negara berkembang yaitu 99%. Di RSUD Pariaman tahun 2013 sebanyak 26 orang, mengalami peningkatan hampir dua kali lipat pada tahun 2014 yaitu 67 orang dan dari bulan Januari sampai bulan Desember 2015 tercatat sebanyak 76 orang Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kejadian preeklampsia di RSUD Pariaman setiap tahunnya yaitu (6%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor resiko maternal apa saja yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia pada ibu di RSUD Pariaman tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik dengan desain penelitian case control, yang dilakukan di rekam medis RSUD Pariaman pada tanggal 1 Januari s/d 15 Januari 2016, dengan jumlah sampel sebanyak 228 responden. Pengolahan data dilakukan dengan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di peroleh bahwa Sebagian besar responden memiliki gravida yang tidak berisiko (61%), Sebagian besar responden memiliki usia yang tidak berisiko (68,9%), Sebagian besar responden tidak memiliki riwayat keluarga terhadap hipertensi (62,7%), Hampir seluruh dari responden tidak memiliki penyakit degeneratif (78,5%), Terdapat hubungan yang bermakna antara gravida dengan kejadian preeklampsia(p value = 0.009, OR= 2,150), Terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan kejadian preeklampsia(p value = 0.015, OR= 2,107), Terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat keluarga dengan kejadian preeklampsia(p value = 0.006, OR= 2,234), Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara penyakit degeneratif dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di RSUD Pariaman Tahun 2015 (p value = 0.865). Diharapkan kepada ruang Ponek RSUD Pariaman Hendaknya selalu memberikan penyuluhan yang bertujuan untuk menambah pengetahuan responden, sehingga responden mengerti akan masalah kesehatan terutama dalam masalah kehailan dan persalinan, seperti usia yang baik dalam persalinan, jarak dalam persalinan, serta jumlah anak yang baik secara kesehatan, Sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan. Abstract (EN): Preeclampsia is a major cause of mortality and maternal and fetal morbidity. WHO estimates that there are 500,000 maternal deaths worldwide each year, the biggest contributor of the figure is a developing country that is 99%. In hospitals Pariaman in 2013 as many as 26 people, has increased almost two-fold in 2014, namely 67 and from January to December 2015, there were 76 people can be concluded that an increase in the incidence of preeclampsia in hospitals Pariaman annually which (6%) , The purpose of this study was to determine any maternal risk factors associated with preeclampsia in mothers in Pariaman Public Hospital in 2016. This study uses survey research methods analytical research design casecontrol, which is performed in hospital medical record pariaman on January 1 s/d 15 january 2016, with a total sample of 228 respondents. Data processing is performed by the chi-square test. Based on the results of research conducted showed that majority of respondents have a no-risk gravida (61%), Most of the respondents have a no-risk age (68.9%), majority of the respondents do not have a family history of hypertension (62.7%) , Almost all of the respondents do not have a degenerative disease (78.5%), There is a significant relationship between gravida with preeclampsia (p value = 0.009, OR = 2.150), There was a significant association between maternal age with preeclampsia (p value = 0.015, OR = 2.107), There was a significant association between a family history of preeclampsia (p value = 0.006, OR = 2.234), There was no significant correlation between degenerative disease with the incidence of preeclampsia in women giving birth in hospitals Pariaman 2015 (p value = 0865). Expected to space PONEK Hospital Pariaman It should always be to provide education that aims to increase the knowledge of the respondent, so the respondent understands the health issues especially in matters kehailan and delivery, such a good age in labor, the distance in labor, as well as the number of children who either health, So maternal and infant mortality can be reduced.
Rudjito, Nita Tri Putri, Marlina · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Untuk mencegah terjadinya laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, Pemerintah terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dengan program keluarga berencana (KB). Sasaran program KB adalah terkendalinya pertumbuhan penduduk dan meningkatnya keluarga kecil yang berkualitas. Untuk mencapai sasaran tersebut, maka disusun beberapa arahan kebijakan, salah satunya adalah peningkatan pemakaian kontrasepsi yang lebih efektif serta efisien untuk jangka waktu panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konseling dengan pemilihan alat kontrasepsi implant pada pasangan usia subur (PUS) di Puskesmas Marunggi Kota Pariaman tahun 2016. Desain dalam penelitian ini adalah analitik dengan metode pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini semua ibu PUS yang datang berkunjung ke Puskesmas yang berjumlah 1577, dengan jumlah sampel 60 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan dari 60 responden didapatkan, 66,6% responden mendapatkan konseling dari petugas kesehatan dan 71,7% responden akseptor alat kontrasepsi implant. Analisis bivariat menunjukkan terdapatnya hubungan yang bermakna antara konseling dengan pemilihan alat kontrasepsi implant dengan p value = 0,003 p < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan terdapatnya hubungan yang bermakna antara konseling dengan pemilihan alat kontrasepsi implant. diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya petugas pelayanan kontrasepsi untuk lebih meningkatkan teknik konseling yang efektif dan efisien serta membantu akseptor dalam menentukan pilihan dalam memakai kontrasepsi. Abstract (EN): To prevent the population growth rate continues to increase, the Government continues its efforts to reduce the rate of population growth with a Family Planning (FP) program. Target of Family Planning programs is the controlled population growth and increasing the quality small family. To achieve these goals, then drafted some policy directions, one of which is the increased use of contraception the more effective and efficient for the long term. This study aims to determine the relationship counseling with the selection of contraceptive implants in couples of childbearing age (EFA) in Publich Health Center Marunggi Pariaman City 2016. Design of this research is analytic with cross sectional method. The population in this study all EFA mother who came to the health center which totaled 1577, with a sample of 60 people taken by accidental sampling technique. Data analysis using Chi-Square test. The results showed 60 respondents obtained, 66.6% of respondents get counseling from health workers and 71.7% of respondents acceptors of contraceptive implant. The bivariate analysis showed the presence of a significant relationship between counseling with implant contraceptive choice with p value = 0.003 p <0.05). Thus we can conclude the presence of a significant relationship between counseling with the selection of contraceptive implant. health workers in particular are expected to contraceptive care workers to further improve effective counseling techniques and efficient and help acceptor in determining the choice to use contraception.
Adriani, Nurhayati, Irmayeni · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Kesadaran kaum pria di Indonesia untuk berperan serta dalam program Keluarga Berencana (KB) masih sangat rendah karena selama ini sering masyarakat menganggap bahwa penggunaan kontrasepsi lebih mengarah pada kaum wanita sebagai sasaran program KB. Berdasarkan hasil data statistik BKKBN Provinsi Sumatera Barat tahun 2015 partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi sangatlah rendah hanya mencapai angka 5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi suami dalam penggunaan alat kontrasepsi di BPS “YF” di Puhun Pintu Kabun Kec. Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian adalah semua suami dari pasangan usia subur di BPS “YF” Bukittinggi tahun 2015 yaitu sebanyak 125 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling, sehingga didapatkan sampel sebanyak 60 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner dan lembar observasi keikutsertaan suami dalam menggunakan alat kontrasepsi KB Pria. Pengolahan data hasil penelitian meliputi analisis univariat dan analisis bivariat yang dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55% responden berpengetahuan rendah, 71,7% resopnden berpendidikan tinggi, 53,3% dengan sikap kurang respon, 70% dengan jumlah anak sedikit, 75% resonden tidak berpartisipasi dala menggunakan kontrasepsi KB. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan (p = 0,025, OR= 4,984), pendidikan (p = 0,046, OR = 7,724), sikap (p = 0,001, Or = 13,000), dan jumlah anak (p = 0,048, OR = 4,000) berhubungan dengan keikutsertaan suami dalam menggunakan alat kontrasepsi. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, pendidikan, sikap dan jumlah anak berhubungan dengan keikutsertaan suami dalam menggunakan alat kontrasepsi KB bagi pria. Untuk itu diharapkan kepada suami pasangan usia subur untuk dapat meningkatkan pengetahuan tentang manfaat penggunaan alat kontrasepsi KB bagi pria agar suami termotiasi untuk ikut berpartisipasi dalam penggunaan alat kontrasepsi KB bagi pria. Abstract (EN): Awareness of men in Indonesia to participate in Family Planning is still very low as long as these are often people assume that contraceptive use is more directed at women as a target of family planning programs. Based on the results of statistical data from BKKBN (2015) West Sumatra Province in 2015 male participation in the use of contraceptives is very low at just peaking at 5%. This study aims to determine the factors associated with the husband's participation in the use of contraceptives in BPS "YF" in Puhun Pintu Kabun district Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi City at 2015. This type of research is descriptive analytic with cross sectional approach. The population is all the husbands of couples of reproductive age in BPS "YF" Bukittinggi City in 2015 as many as 125 people. Sampling in this study using accidental sampling technique, to obtain a sample of 60 people. Collecting data in this study using a questionnaire and observation sheet husband's participation in the use of contraceptives family planning for men. Data processing results of the study include the analysis of univariate and bivariate analyzes were performed by computerized. The results showed that 55% of respondents knowledgeable lower, 71.7% responden educated, 53.3% with a lack of response, 70% with the number of children a little, 75% of respondent did not participate to using contraception. Results of bivariate analysis showed that knowledge (p = 0.025, OR = 4.984), education (p = 0.046, OR = 7.724), attitude (p = 0.001, Or = 13,000), and number of children (p = 0.048, OR = 4.000) associated with the husband's participation in the use of contraceptives. So we can conclude that knowledge, education, attitude and number of children associated with the husband's participation in family planning contraceptives for men. For the husband is expected to couples of childbearing age in order to improve knowledge about the benefits of the use of contraception for men for husbands termotivasi to participate in the use of contraception for men.
Silvia, Oktavianis, Deski Frima Putri · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Angka Kematian Ibu menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. Tantangan masa depan bagi kompetensi bidan dalam upaya menurunkan AKI dengan memperhatikan setiap aspek terkait dimana perhatian tidak hanya seputar keberadaan tenaga bidan dimasyarakat namun termasuk didalamnya kualitas pelayanan seperti keterampilan Intranatal Care. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dan peran pembimbing dengan keterampilan intranatal care mahasiswa prodi DIII Kebidanan Alifah Padang Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat II Akbid Alifah Padang yang berjumlah 82 orang siswa, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 40 mahasiswa. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner dan lembar observasi. Pengolahan data hasil penelitian dilakukan secara komputerisasi meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, lebih dari sebahagian yaitu 25 orang (62,5%) responden dengan kategori motivasi tinggi, 26 orang (65%) responden dengan kategori peran pembimbing tinggi, 23 orang (57,5 %) responden dengan kategori keterampilan tercapai tidak baik. Sedangkan hasil univariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara motivasi belajar dengan keterampilan intranatal care ( p < 0,05 dan OR = 9,750 ) dan peran pembimbing (p < 0,05 dan OR = 8,182 ). Dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar dan peran pembimbing berhubungan dengan keterampilan intranatal care. Diharapkan mahasiswa dan dosen pembimbing dapat menjalin hubungan yang baik agar menghasilkan lulusan yang handal dalam melakukan pelayanan kesehatan Abstract (EN): Maternal Mortality becomes an important indicator of the level of public health. Future challenges for the competence of midwives in reducing maternal mortality by taking into account any relevant aspects which concern not only about the presence of midwives in the community but also the quality of services such as skills Intranatal Care. This study aims to determin the relationship between motivation to learn and the role of counselors with skills intranatal care of study program DIII Midwifery students Alifah Padang 2015 . This type of research is descriptive analytic with cross sectional study. The population in this study were all students of level II Akbid Alifah Padang totaling 112 students , with a purposive sampling techniques as many as 40 student . Data was collected using questionnaires and observation sheets . Data processing is computerized research including the analysis of univariate and bivariate analysis using chi square test . Based on the research conducted , more than 25 people ( 62.5 % ) of respondents with high motivation category , 26 people ( 65 % ) of respondents with high mentor role category , 23 people ( 57.5 % ) of respondents with skill category achieved not good. While the univariate results indicate that there is a relationship between learning motivation and skills intranatal care ( p < 0.05 and OR = 9,750 ), and the role of mentor ( p < 0.05 and OR = 8.182 ) It can be concluded that the motivation to learn and the role of mentors associated with intranatal care skill . It is expected that students and lecturers can establish good relations in order to produce graduates who are reliable in health service.
Fitrianola Rezkiki, Febriniwati Rifdi, Try Maya Syafputri · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Inisiasi menyusu dini (IMD) adalah proses bayi menyusu sendiri segera setelah lahir dimana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri 1 jam pertama kelahirannya Puskesmas IV Koto Mudik merupakan Puskesmas dengan angka pemberian IMD terendah di Kota Pesisir Selatan dengan angka pemberian IMD hanya sebesar 43,8%. Pengetahuan ibu yang rendah tentang IMD mendorong seorang ibu untuk tidak memberikan ASInya segera setelah bayi lahir atau pada satu jam kelahiranya. Keterlibatan suami dalam dalam mencari informasi mengenai pemberian ASI diketahui sebagai salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap praktik IMD. Peran bidan sangat diperlukan dalam pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan memberikan informasi dan edukasi kepada ibu dan anggota keluarganya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu, dukungan suami, dan peran bidan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di wilayah kerja Puskesmas IV Koto Mudik, Pesisir Selatan. Penelitian ini berupa survey analitik. Sampel adalah 40 orang ibu yang melahirkan di wilayah kerja Puskesmas IV Koto Mudik teknik accidental Sampling pada bulan Desember-Februari 2016. Data menggunakan kuesioner. Data diambil dengan observasi 6 responden bidan. Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan pemberian IMD (p>0,05). Terdapat hubungan bermakna antara peran petugas kesehatan dengan pemberian IMD (p>0,05). Tidak ada hubungan bermakna antara dukungan suami dengan pemberian IMD (p<0,05). Pengetahuan dan peran petugas kesehatan berhubungan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini. Diharapkan untuk petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan informasi tentang IMD melalui pendidikan kesehatan/ penyuluhan yang tidak hanya melibatkan ibu saja tetapi mengikutsertakan suami sebagai motivator dan mengendalikan faktor lain seperti media massa, sosial budaya agar tidak banyak mempengaruhi ibu. Inisiasi menyusu dini akan terlaksana apabila petugas kesehatan memiliki komitmen melakukan perannya dimulai sejak ibu dalam masa antenatal sampai periode pemberian ASI eksklusif selesai. Abstract (EN): Early initiation of breastfeeding is the process of feeding their own baby immediately after birth in which the baby is left to find her own nipples first 1 hour of birth in Puskesmas IV Koto Mudik is a health center with the lowest rates of IMD in Pesisir Selatan with rates of only 43.8 %. Low maternal knowledge about it encourage a mother not to give her milk shortly after birth or at one hour of birth. Husband's involvement in the search for information on breastfeeding is known as one of the factors that most influence the practice of early initiation of breastfeeding. The role of the midwife is needed in the implementation of early initiation of breastfeeding by providing information and education to mothers and their family members. The purpose of this study to determine the relationship of mother's knowledge, the support of her husband and the midwife's role with the implementation of early initiation of breastfeeding in Puskesmas IV Koto Mudik, Pesisir Selatan. This research is analytic survey. Samples were 40 mothers who gave birth in Puskesmas IV Koto Mudik. Technique accidental sampling in December to February 2016. Data using a questionnaire. Data taken with the observation 6 respondents midwife. There is a significant relationship between knowledge by giving IMD (p> 0.05). There is a significant relationship between the role of health care workers by giving IMD (p> 0.05). There is no significant relationship between husband support the provision of IMD (p <0.05). Knowledge and the role of health workers associated with the implementation of early initiation of breastfeeding. It is expected to further improve the health officer for information about IMD through health education / counseling involving not only the mother alone but included a husband as a motivator and controlling for other factors such as the mass media, social culture that does not significantly affect the mother. Early initiation of breastfeeding will be fulfilled if health workers are committed doing its part starts since the mother in the antenatal period until the period of exclusive breastfeeding is completed.
Aria Wahyuni, Febriniwati Rifdi, Yulianti · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Pemberian Imunisasi TT pada ibu hamil di Indonesia masih rendah hanya 47,3 %, sehingga di Indonesia angka kematian neonatus tercatat 19/1000 kelahiran hidup akibat tetanus, yang lebih dikenal dengan tetanus neonatorum. Di Sumatera Barat pemberian imunisasi TT sekitar 40,8 %, dan Puskesmas Sicincin merupakan Puskesmas yang paling rendah cakupan Imunisasi pada ibu hamil yaitu 30 % sehingga kasus tetanus neonatorum terjadi setiap tahunnya. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi pemberian imunisasi TT pada ibu hamil di Puskesmas Sicincin, dilihat dari pengetahuan, persepsi, dan peran petugas. Metoda penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi. Informan terdiri dari 5 orang ibu hamil di Puskesmas Sicincin, 1 orang Pimpinan Pusksesmas Sicincin, 1 orang juru Imunisasi Pusksesmas Sicincin dan 1 orang pelaksana Imunisasi (Bidan Desa).Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari – Maret 2016. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, kemudian di analisa dan dibuatkan skema dan transkip wawancara dengan memakai pedoman wawancara Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT masih rendah, karena dari 5 orang informan ibu hamil terdapat 3 orang menjawab tidak tahu, 1 informan mengetahui dari internet dan 1 informan menjawab mengetahui sebelum menikah serta masih adanya pendapat negatif terhadap pemberian imunisasi TT. Peran petugas masih sangat minim dalam memberikan informasi tentang imunisasi TT, petugas hanya terfokus pada pemberian imunisasi TT pada ibu hamil. Tidak tercapainya target pemberian imunisasi TT pada ibu hamil disebabkan karena kurangnya pengetahuan, persepsi negatif, kurangnya peranan petugas karena kekurangan petugas. Saran terhadap pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman agar menambah petugas penyuluh lapangan untuk memberikan informasi tentang pentingnya imunisasi untuk ibu hamil. Abstract (EN): TT immunization for pregnant women in Indonesia is still low at only 47.3%, so in Indonesia recorded neonatal mortality rate 19/1000 live births due to tetanus, better known as neonatal tetanus. In West Sumatra TT immunization approximately 40.8% and health centers health centers Sicincin the lowest immunization coverage among pregnant women is 30%, so that cases of neonatal tetanus occur each tahunnya.Tujuan this study was to explore the TT immunization for pregnant women in health centers Sicincin, views of knowledge, perception and the role of the clerk. Qualitative research method with phenomenological approach. Informants consisted of 5 people Sicincin pregnant women in health centers, community health centers led Sicincin 1 person, 1 person interpreter immunization health centers and one person Sicincin implementing immunization (midwife). This research was conducted from the month of February - March 2016. Data collection by interview, then analyzed and created schemes and transcript of the interview using interview guidelines. The result showed that knowledge of pregnant women about immunization TT is still low, because of the five informants pregnant women, there are 3 people answering do not know, one informant knew of the internet and one informant replied know before marriage as well as the persistence of the negative opinion of TT immunization. Officials are still very minimal role in providing information about the TT, officers focused solely on TTpada immunization of pregnant women. Not achieving the target of TT immunization in pregnant women due to lack of knowledge, perspsi negative, lack of role of officers due to lack of personnel. Suggestions to the district health offices pariaman fields in order to increase or extension workers to provide information about the importance of TT immunization for pregnant women.
Febriyeni, Yelmi Putri Putri, Mira Yulia · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
MTBS merupakan suatu manajemen melalui pendekatan terintegrasi/terpadu dalam tatalaksana balita sakit. Cakupan MTBS di Kabupaten Lima Puluh Kota pada bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2014 sebesar 88,9 %. Dari 22 puskesmas yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota, Puskesmas Dangung-Dangung menempati urutan ke-12, dengan cakupan MTBS 98, 0 %. Namun hasil observasi terhadap 10 format MTBS, ditemukan bahwa hanya terdapat 2 buah (20 %) format MTBS yang diisi lengkap oleh bidan desa. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pelaksanaan MTBS di wilayah kerja Puskesmas Dangung-Dangung Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2016. Desain penelitian kualitatif dengan metode evaluasi study. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Dangung-Dangung Kabupaten Lima Puluh Kota, pada tanggal 2 Februari s/d 27 Maret 2016. Informan terdiri dari 1 orang Kepala Puskesmas Dangung-dangung, 1 orang Bidan Koordinator, 3 orang Bidan Desa, dan 5 orang ibu balita. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, kemudian diolah dengan model Miles dan Huberman, serta dianalisis dengan metode Colaizzi. Hasil penelitian diketahui bahwa kurangnya kualitas SDM dalam pelaksanaan MTBS, tidak adanya alokasi dana khusus untuk pelaksanaan MTBS, dan pemenuhan sarana prasarana hanya difokuskan pada penyediaan bagan dan format-format MTBS, pelaksanaan MTBS belum sempurna, tidak semua bidan melakukan pencatatan, pelaporan MTBS yang belum sempurna, dan belum adanya pengawasan secara rutin. Output yang diharapkan hampir mencapai target, namun jika dicocokkan dengan temuan di lapangan, pencatatan tersebut tidak sesuai Disimpulkan bahwa terdapat permasalahan dalam input, proses dan output pelaksanaan MTBS. Diharapkan pada pihak Puskesmas agar mengikut sertakan semua bidan desan dalam pelatihan MTBS untuk meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Agar menyediakan alokasi dana khusus bagi pelaksanaan MTBS, untuk meningkatkan motivasi bidan desa dalam melaksanakan MTBS. Abstract (EN): IMCI is an integrated management approach / integrated management of sick children. Coverage of IMCI District Lima Puluh Kota in January to December 2014 amounted to 88.9%. Of the 22 health centers in the district Lima Puluh Kota, Dangung-Dangung Public Health Center ranks 12th, with coverage of IMCI 98, 0%. But the results of observation of 10 IMCI format, it was found that there are only two pieces (20%) of IMCI format that was completed by midwives. The aim of research to evaluate the implementation of IMCI in Dangung-Dangung Public Health Center District Lima Puluh Kota in 2016. Design of qualitative research method evaluation study. This research was conducted at the Dangung-Dangung Public Health Center District Lima Puluh Kota, in 2 February – 27 March 2016. The informant made up of one person Head of Dangung-dangung Public Health Center, 1 Coordinating midwife, 3 village midwives, and 5 mothers. Collecting data with in-depth interviews, then processed with a model of Miles and Huberman, and analyzed by the method Colaizzi. The survey results revealed that a lack of human resources in the implementation of IMCI, not the allocation of special funds for the implementation of IMCI, and the fulfillment of infrastructure is only focused on providing charts and formats IMCI, IMCI is not perfect, not all midwives do a recording, reporting IMCI yet perfect, and lack of supervision on a regular basis. Output is expected to nearly reach the target, but if matched with findings in the field, the record does not match Concluded that there are problems in the input, process and output IMCI. Expected at the health center in order to include all the midwives desan in IMCI training to improve the quality of their services. To provide a special allocation for the implementation of IMCI, to increase the motivation of midwives in implementing IMCI.