Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Asuhan Keperawatan Pada Ny. R Dengan Gangguan Sistem Neurologi : Sistem Neurologi Di Ruang Rawat Neurologi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi  Tahun 2017
Asuhan Keperawatan Pada Ny. R Dengan Gangguan Sistem Neurologi : Sistem Neurologi Di Ruang Rawat Neurologi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2017

Sri Indah Purnama, Silvia, Febriyanti · 2017 · Karya Ilmiah Akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Stroke atau cedera cerebrovaskuler (CVA) aalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh terhentinya suplai darah ke otak (smeltzer & bare 2012, p.9). stroke hemoragik atau stroke perdarahan adalah stroke yang diakibatkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. Darah yang keluar akan masuk ke dalam jaringan otak dan menyebabkan terjadinya pembengkakan otak atau hematom yang akhirnya meningkatkan tekanan di dalam otak (Mahendra B 2013, p.11) Stroke hemoragik adalah perdarahan serebral dan mungkin perdarahan subarachnoid. Disebabkan oleh pecahnya pebuluh darah otak pada daerah otak tertentu. Biasanya kejadianya saat melakukan aktifitas atau saat aktif, namun bisa juga terjadi pada saat istirahat. Asuhan keperawatan pada klien dengan stroke hemoragik Abstract (EN): Stroke or cerebrovascular injury (CVA) aalah loss of brain function caused by interruption of blood supply to the brain (Smeltzer & Bare 2012, p.9). haemorrhagic stroke or stroke bleeding is a stroke caused by a rupture of blood vessels of the brain. blood out going into the brain tissue and causes swelling of the brain or hematoma which eventually increases the pressure in the brain (Mahendra B, 2013, p.11) Hemorrhagic stroke is a cerebral hemorrhage and subarachnoid hemorrhage possible. caused by the rupture of cerebral blood pebuluh on specific brain regions. Usually kejadianya while doing activities or when active, but can also occur at rest. Nursing care to clients with hemorrhagic stroke

Karya Ilmiah Akhir 2017
Detail
Cover Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Kepatuhan Diet dengan Kenaikan Kadar Gula Darah pada Pasien DM Tipe II di Poli Penyakit Dalam RSUD Sijunjung Tahun 2017
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Kepatuhan Diet dengan Kenaikan Kadar Gula Darah pada Pasien DM Tipe II di Poli Penyakit Dalam RSUD Sijunjung Tahun 2017

Titin Sumarni, Neila Sulung, Fitrianola Rezkiki · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Diabetes Mellitus (DM) merupakan kelainan heterogen yang ditandai kenaikan kadar glukosa dalam darah. Diabetes melitus memerlukan penatalaksanaan yang tepat agar dapat mengendalikan kadar gula darah dalam keadaan stabil dan normal serta mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan, sikap, kepatuhan diet dan kenaikan kadar gula darah serta mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan kepatuhan dengan kenaikan kadar gula darah pada pasien DM tipe II di poli penyakit dalam RSUD Sijunjung tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional Study dengan pengambilan sampel accidental Sampling. Alat ukur menggunakan kuesioner kemudian dianalisa menggunakan uji chi-square dengan α ≤ 0.05. Hasil penelitian diperoleh 62,7% memiliki pengetahuan rendah, 52,9% memiliki sikap negatif, 52,9% tidak patuh terhadap diet, 51% mengalami kenaikan kadar gula darah, pada uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap (p = 0,492; 0,680) dengan kenaikan kadar gula darah dan memiliki hubungan yang bermakna antara kepatuhan diet (p=0,008) dengan kenaikan kadar gula darah pada pasien DM tipe II di poli penyakit dalam RSUD Sijunjung tahun 2017. Penulis menyarankan keluarga untuk lebih memberikan dukungan kepada anggota keluarga untuk melakukan pengendalian kadar gula darahnya. Untuk petugas kesehatan agar lebih meningkatkan sosialisasi, penyuluhan serta pelayanan dalam penatalaksanaan DM agar kadar gula darah pasien terkendali sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan Abstract (EN): Diabetes Mellitus (DM) is a heterogeneous disorder marked rise in blood glucose levels. Diabetes mellitus requires appropriate treatment in order to control blood sugar levels in normal and stable condition and prevent complications. This study aims to determine the frequency distribution of knowledge, attitudes, dietary compliance and increase in blood sugar levels and determine the relationship of knowledge, attitude, and compliance with the increase in blood sugar levels in patients with type II diabetes in poly disease in hospitals Sijunjung 2017. This study using cross sectional study design with accidental sampling Sampling. Measuring instrument using a questionnaire and analyzed using the chi-square test with α ≤ 0:05. The research result was 62.7% had low knowledge, 52.9% have a negative attitude, 52.9% did not adhere to the diet, 51% experienced an increase in blood sugar levels, the chi-square test showed no significant relationship between knowledge and attitudes (p = 0.492; 0.680) with the increase in blood sugar levels and have a meaningful relationship between diet adherence (p = 0.008), while increasing blood sugar levels in patients with type II diabetes in poly disease in hospitals Sijunjung 2017. The author suggested the family to better provide support to family members to control their blood sugar levels. For health workers to improve their socialization, counseling and services in the management of diabetes keep blood sugar levels under control so that patients can improve health.

Skripsi 2017
Detail
Cover Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Perilaku Kader TB Dalam Penemuan Suspek TB di Puskesmas Piladang Tahun 2017
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Perilaku Kader TB Dalam Penemuan Suspek TB di Puskesmas Piladang Tahun 2017

Ade Feronika, Aria Wahyuni, Imelda R. Kartika · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Tuberkulosis merupakan penyakit menular pada paru yang disebabkan oleh bakteri yaitu Mycobacterium tuberculosis. Pendidikan kesehatan adalah penerimaan secara sukarela perilaku yang akan meningkatkan atau memelihara kesehatan. Tujuan pendidikan kesehatan adalah mengubah perilaku individu atau masyarakat dibidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku kader TB dalam penemuan suspek TB di Puskesmas Piladang tahun 2017.Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen, dengan one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kader TB di Puskesmas Piladang. Sampel sejumlah 39 orang yang diambil secara total sampling. Cara pengumpulan data dengan kuesioner. Dan hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini didapat rata-rata pengetahuan kader TB sebelum diberikan pendidikan kesehatan 13,23 dan setelah pendidikan kesehatan 17,36. Rata- rata sikap kader TB sebelum pendidikan kesehatan 28,05 dan setelah pendidikan kesehatan 30,97. Rata-rata tindakan kader TB sebelum pendidikan kesehatan 0,18 dan setelah pendidikan kesehatan 1,54. Hasil uji statistik didapat ada perbedaan yang bermakna antara pengetahuan kader TB sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai p= 0,000, sikap kader TB sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai p= 0,000, tindakan kader TB sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai p= 0,000. Berdasarkan hal diatas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan kader TB dalam penemuan suspek TB. Diharapkan petugas kesehatan di Puskesmas dapat memberikan pendidikan kesehatan secara rutin kepada kader TB. Abstract (EN): Tuberculosis is an infectious disease of the lungs caused by bacteria such as Mycobacterium Tuberculosis. Health education is a voluntary acceptance of behavior that will improve or montain health. The pupose of health education is to change the behavior of an individual or comunity health. This study aims to determine the behavior of cadres Tuberculosiss in the discovery of suspected tuberculosis in Puskesmas Piladang 2017. The kind of this research is quasi experimental with one group pretest-postest design.The population in the study of all cadres Tuberculosis in Puskesmas Piladang. The sample 39 people with total sampling. The data collected by quesioner and the results were analyzed using the wilcoxon test The result of this research can average knowledge cadres TB are given health education before 13,23, after being given health education 17,36,the average attitude cadre TB before health education 28,05 and after health educatin 30,97, the average actin before health education 0,18, after health education 1,54. Statistical test result obtained were significant differences between knowledge cadre TB before and after being given health educatin with p= 0,000, attitude cadre TB before and after being given health educatin with p= 0,000, action cadre TB before and after being given health educatin with p= 0,000. Based of the result above can be concluded that there is influence of health education on knowledge, attitude, and actions cadre TB in the discovery of suspecter tuberculosis. Health workers in Puskesmas are expected to provide heath education on a regelar basis to the cadre TB.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Pengetahuan dengan Keterampilan Pengisian Partograf pada Mahasiswa di Akademi Kebidanan Alifah Padang Tahun 2016
Hubungan Pengetahuan dengan Keterampilan Pengisian Partograf pada Mahasiswa di Akademi Kebidanan Alifah Padang Tahun 2016

Veby Anata Bauti, Sukarsi Rusti, Nurul Amalina · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Salah satu intervensi untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan ibu dan neonatal adalah pertolongan persalinan yang bersih dan aman oleh tenaga kesehatan terampil, pelayanan pasca persalinan dan kelahiran dengan prosedur penanganan yang sesuai, diantaranya adalah dengan menggunakan partograf untuk memantau perkembangan persalinan. Berdasarkan survey awal yang dilakukan dengan 10 mahasiswi sebanyak 6 (60%) mahasiswi mempunyai pengetahuan tinggi tentang partograf dan sebanyak 6 (60%) mahasiswi tidak terampil mengisi partograf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dengan Keterampilan Pengisian Partograf pada mahasiswa di Akademi Kebidanan Alifah Padang Tahun 2016. Desain penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional, dilakukan di Akademi Kebidanan Alifah Padang pada tanggal 22-24 September 2016. Sampel berjumlah 83 mahasiswa Akademi Kebidanan Alifah, Teknik pengambilan sampel Total Population. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistic chi-square (α< 0,05) diolah dengan komputer. Hasil penelitian, terdapat 74,0% mahasiswa berpengetahuan tinggi tentang partograf, 54,8 % mahasiswa terampil mengisi partograf. Dari hasil uji statistic terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan keterampilan pengisian partograf dengan p value = 0,000 OR = 9,500 Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengetahuan seseorang maka keterampilan seseorang semakin meningkat. Diharapkan pada mahasiswa lebih mengembangkan pengetahuan dan mengasah keterampilan dengan aktif bertanya jika masih belum mengerti tentang pengisian partograf, mencari informasi dari buku maupun internet serta tekun berlatih sehingga kesalahan pengisian partograf yang tidak seharusnya terjadi dapat dihindari serta dapat mengaplikasikan dengan benar pada pasien. Abstract (EN): One of the interventions to reduce maternal mortality, morbidity and neonatal aid delivery is clean and safe by skilled health personnel, post-natal care and birth with the appropriate handling procedures, such as by using partograph to monitor the progress of labor. Based on the initial survey conducted with 10 female students as much as 6 (60%) had high knowledge about the student partograph and 6 (60%) female students fill unskilled partograph. This study was to determine the relationship with Skills Knowledge Charging Partograph student at the Academy of Midwifery Alifah Padang 2016. The study design was analytic cross sectional approach, Midwifery Academy Alifah Do in Padang on September 22 to 24, 2016. The sample was 83 students of the Academy of Midwifery Alifah, Total Population sampling technique. Data were analyzed using univariate and bivariate statistical chi-square test (α<0.05) processed by a computer. The results of the study, 74.0% of the students are high knowledgeable about partograph, 54.8% of students skilled filling partograph. From the test results are statistically meaningful relationship between knowledge and skill charging partograph with p value = 0.000 OR = 9,500. It can be concluded that the higher a person‟s knowledge of the skills of someone growing it is hoped the students further develop their knowledge and sharpen their skills by actively asking if they do not understand about charging partograph, seek information from books and the internet as well as diligent so that mistakes are not charging partograph should happen is inevitable and can be applied correctly in patients.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian perdarahan postpartum di RSUP dr. M. Djamil tahun 2016
Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian perdarahan postpartum di RSUP dr. M. Djamil tahun 2016

Sintya Andella, Febriyeni, Rini Santy · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Kesehatan ibu adalah masalah pembangunan global. Di beberapa negara, khususnya negara berkembang dan negara belum berkembang, para ibu masih memiliki resiko tinggi ketika melahirkan.Situasi ini telah mendorong komunitas international untuk berkomitmen dalam mengatasi permasalahan kesehatan ibu. Komitmen ini diwujudkan dengan mencantumkan kesehatan ibu menjadi salah satu target dalam MDG’s (Millennium Development Goals). Pada RSUP dr. M. Djamil tahun 2014 ke tahun 2015 terdapat 200 orang (23,12%) ibu yang mengalami kejadian perdarahan postpartum dari 865 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Perdarahan Postpartum Di RSUP dr. M. Djamil Kota Padang Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah Analitik dengan pendekatan Retrospektif. Penelitian dilakukan di RSUP dr. M. Djamil Kota Padang pada bulan September 2016. Populasi adalah seluruh ibu bersalin yang pernah dirawat di ruangan kebidanan RSUP dr. M. Djamil Kota Padang pada bulan September 2016. Sampel berjumlah 300 orang, dengan pengambilan sampel secara Total Sampling. Data yang diperoleh diolah secara komputerisasi dengan menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian ini ditemukan lebih dari separoh responden (66%) memiliki umur yang beresiko, (62,3%) responden dengan paritas yang tidak beresiko, (52%) responden mengalami anemia yang beresiko. Analisis bivariat ditemukan terdapat berhubungan antara umur, paritas dan anemia dengan kejadian perdarahan postpartum. (P=0,000, P=0,032, P=0,000) Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ibu untuk mengatur/ merencanakan umur untuk hamil, jumlah anak untuk kesiapan ibu dalam kehamilan, persalinan dan nifas, serta melakukan pemeriksaan ANC teratur, dan memperhatikan status kesehatannya dan mengkonsumsi tablet FE selama kehamilan. Untuk tenaga kesehatan memberikan pendidikan kesehatan/ penyuluhan tentang umur yang baik untuk hamil, melakukan deteksi dini saat kehamilan dan memeriksa Hemoglobin ibu saat hamil. Abstract (EN): Maternal health is a matter of global development. In some countries, particularly developing countries and underdeveloped countries, women still have a higher risk of giving birth. This situation has prompted the international community's commitment in addressing the issue of maternal health. This commitment is realized by including the health of the mother became one of the targets of the MDG's (Millennium Development Goals). In dr. M. Djamil 2014 to 2015 there were 200 people (23.12%) mothers who experience postpartum hemorrhage incidence of 865 people. The purpose of this study was to determine the Factors Affecting Postpartum Bleeding Events In dr. M. Djamil Padang City 2016. The purpose of this study was to determine the Factors Affecting Postpartum Bleeding Events In dr. M. Djamil Padang City 2016. This research is a retrospective analytic approach. The study was conducted in dr. M. Djamil Padang City in September 2016. The population is all mothers who had been treated in the room obstetrics dr. M. Djamil Padang City in September 2016. The sample was 300 people, with sampling Total Sampling. The data obtained were processed using a computerized statistical test Chi Square. The results of this study found more than half of respondents (66%) have a lifespan that is at risk, (62.3%) of respondents with parity is not at risk, (52%) of respondents experienced anemia who are at risk. The bivariate analysis found there is a relationship between age, parity and anemia with the incidence of postpartum hemorrhage. (P = 0.000, P = 0.032, P = 0.000) Based on the results of this study concluded that the mother to arrange / plan to become pregnant age, number of children for readiness of mothers in pregnancy, childbirth and postpartum, as well as examine the ANC regularly, and pay attention to their health status and tablet consumes FE during pregnancy. For health workers provide health education / counseling on a good age to get pregnant, early detection of pregnancy and check Hemoglobin mother during pregnancy.

Laporan tugas akhir 2017
Detail