Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Faktor-Faktor  yang Berhubungan dengan Pemberian Kolostrum Pada Bayi Baru Lahir di Ruang Perinatologi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Kolostrum Pada Bayi Baru Lahir di Ruang Perinatologi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016

Nurhayati, Betri Yulis, Yelmi Putri Putri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Kolostrum adalah jenis susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu dalam tahap akhir kehamilan dan beberapa hari setelah kelahiran bayi. Kolostrum mengandung banyak karbohidrat, protein, antibodi dan sedikit lemak (yang sulit dicerna bayi). Pengamatan yang dilakukan di Ruang Perinatologi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi pada bulan November 2015 penulis menemukan tidak semua bayi diberikan ASI ekslusif. Tujuan penelitian Ini untuk melihat Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Kolostrum Pada Bayi Baru Lahir. Disain Penelitian adalah deskriptif Analitik dengan pendekatan croscektional, dimana pengambilan data variabel dependen dan dependen dilakukan secara bersamaaa. Sampel sebanyak 30 orang responden dan pengolahan data Chi Square test. Hasil analisa univariat didapatkan 66,7 % memiliki pengetahuan baik, 56,7% motivasi tinggi, 53,3 % jenis persalinan normal, 53,3% menyatakan dukungan petugas kurang baik dan 56,7 % tidak memberikan kolostrum. Analisa diketahui faktor yang berhubungan dengan pemberian kolostrum adalah pengetahuan (p = 0,017 dan OR = 13,500), jenis persalinan (p = 0,008 dan OR = 13,200) dan dukungan petugas (p = 0,011 dan OR = 10,833), serta tidak ada hubungan motivasi dengan pemberian kolostrum (p = 1,000) Disimpulkan faktor yang berhubungan dengan pemberian kolostrum adalah pengetahuan, jenis persalinan dan dukungan petugas. Diharapkan bagi manajemen rumah sakit khususnya ruang perinatologi agar membagikan leaflet tentang pentingnya kolostrum bagi bayi dan cara pemberiannya agar ibu mengetahui tentang kolostrum dan juga bagaimana cara atau batasan pemberian kolostrum tersebut. Abstract (EN): Colostrum is the type of milk produced by the mammary glands in late stages of pregnancy and the few days after birth. Colostrum contains a lot of carbohydrates, proteins, antibodies and less fat (which is difficult to digest baby). The observations made in Perinatology Lounge Hospital Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi in November 2015 the author found that not all babies be breastfed exclusively. This research purposes to see Factors Associated with Granting Colostrum In Newborn. Design The study was a descriptive analytic approach croscektional, the dependent variable and the dependent were taken conducted together With a sample of 30 respondents and data processing Chi Square test. Results of univariate analysis found 66.7% had good knowledge, 56.7% higher motivation, 53.3% normal delivery types, 53.3% expressed support officer unfavorable and 56.7% did not give colostrum. Analysis of unknown factors associated with the provision of colostrum is knowledge (p = 0.017 and OR = 13,500), the type of delivery (p = 0.008 and OR = 13,200) and support officers (p = 0.011 and OR = 10.833), and there is no relationship of motivation with giving colostrum (p = 1.000) It can be concluded that the factors associated with the provision of colostrum is the knowledge, the type of delivery and support personnel. Expected for hospital management, especially perinatology space in order to distribute leaflets about the importance of colostrum to the baby and the way of administration so that the mother knows about colostrum and also how or limit the provision of colostrum.

Skripsi 2017
Detail
Cover Perbedaan Pemberian ASI Dengan Metode Menyusui Dan Cup Feeding Pada Bayi Prematur Terhadap Perubahan Saturasi Oksigen Di Ruangan Perinatologi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016
Perbedaan Pemberian ASI Dengan Metode Menyusui Dan Cup Feeding Pada Bayi Prematur Terhadap Perubahan Saturasi Oksigen Di Ruangan Perinatologi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016

Yelmi Reni Putri, Ratna Dewi, Adabiyah Darta · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Bayi prematur adalah bayi lahir dengan usia gestasi kurang dari 37 minggu memiliki reflek mengisap dan menelan yang baik sampai usia gestasi 36-37 minggu. Untuk mengatasi masalah yang mengganggu pada ibu dan bayi selama menyusu, dibutuhkan metode alternatif untuk pemberian ASI selain menyusui langsung yaitu metode cup feeding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemberian ASI dengan metode menyusui dan cup feeding pada bayi prematur terhadap perubahan saturasi oksigen di Ruangan Perinatologi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2016. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan two group pre test-post test. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Januari- Februari 2016 terhadap seluruh bayi prematur di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi yang memenuhi kriteria inklusi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 199 orang dengan metode pengambilan sampel yaitu dengan cara purposive sampling. Data yang terkumpul nantinya akan diolah dan dianalisa secara komputerisasi. Hasil penelitian didapatkan rata-rata saturasi oksigen dengan metode menyusui langsung yaitu sebelum (95,11 dengan standar deviasi 3,140) dan sesudah (94,11 dengan standar deviasi 4,729) diberikan ASI dan rata-rata saturasi oksigen dengan metode cup feeding yaitu sebelum (94,11 dengan standar deviasi 2,619) dan sesudah ( 91,78 dengan standar deviasi 3,270). Perbedaan nilai saturasi oksigen pemberian ASI dengan metode menyusui langsung (p= 0,180) dengan metode cup feeding (p= 0,042). Disimpulkan tidak terdapat perbedaan pemberian ASI dengan metode menyusui langsung dan Cup Feeding terhadap nilai saturasi oksigen pada bayi prematur (p=0,089). Saran bagi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi agar meningkatkan asuhan keperawatan yang lebih optimal kepada bayi terutama bayi dengan BBLR. Abstract (EN): Premature babies are babies born with age less than 37 than weeks gestation have reflected a good suck and swallow until the age of 36-37 weeks gestation. To overcome the problems that palgue on both mother and baby during the sucking, it takes an alternative method for breastfeeding nursing direct method in addition to cup feeding. The research aims to know the difference of breast feeding by means of the method of feeding direct and cup feeding on premature babies to changes in oxygen saturation on Room Perinatologi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi 2016. Design research is quasi experiment with the design of two group pre-test – post test. This research has been conducted in the month of January- February 2016 against all premature babies in RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi that fulfills the inclusion criteria . The population in this study as many as 199 people with sampling method, namely by means of purposive sampling. The data collected will be processed and analyzed in computerized. The research results obtained average saturation of oxygen by the method of direct breastfeeding i.e before (95,11 with a standard deviation of 3,140) and aftar ( 94,11 with standard deviation 4,729)) given breast milk and the average oxygen saturation i.e before (94,11 with standar deviation 2,619) and after (91,78 with standard deviation 3,270). Difference between the saturation of oxygen by the method of breast feeding breast feeding (p= 0,180) with cup method of feeding (p= 0,042). It was concluded that there is no difference in the method of giving milk whether it is breast feeding or cup feeding towards the oxygen saturation value on premature babies (p=0,089). Suggestions for RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi in order to enhance a more optimal nursing care to babies especially low birth weight babies.

Skripsi 2017
Detail
Cover Penerapan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan  Kerja Perawat Di Rumah  Sakit Madina Kota Bukittinggi Tahun 2016
Penerapan Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Kerja Perawat Di Rumah Sakit Madina Kota Bukittinggi Tahun 2016

Wenny Lazdia, Ratna Dewi, Yurmadesi · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Perawat sebagai tenaga yang profesional mempunyai kesempatan paling besar untuk memberikan pelayanan kesehatan khususnya asuhan keperawatan yang komprehensif dengan membantu pasien memenuhi kebutuhan dasar yang holistik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Madina Kota Bukittinggi Tahun 2016. Tempat penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Madina Kota Bukittinggi pada bulan Januari Tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang dirawat di Rumah Sakit Madina Kota Bukittinggi pada bulan 17 April 2016. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kepuasan kerja perawat sebelum diberikan pelatihan komunikasi terapeutik adalah 35,60 dengan standar deviasi 3,565. Rata-rata kepuasan kerja perawat sesudah diberikan pelatihan komunikasi terapeutik adalah 36,90 dengan standar deviasi 4,383. Sedangkan, Rata-rata kepuasan kerja perawat sebelum dan sesudah diberikan pelatihan adalah 1,300 dengan standar deviasi 1,418. Dengan nilai p adalah 0,018. Kesimpulan penelitian didapatkan ada pengaruh pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Madina Kota Bukittinggi Tahun 2016. Disarankan, penerapan komunikasi terapeutik perawat dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan yang mengacu kepada kepuasan kerja perawat. Abstract (EN): Nurses as the professionals have the biggest opportunity to give nursing care, especially conprehensive nursing care by helping the patients to fulfill patients’ holostic basic needs. The nurses must have skills, counseing,and comunication through therapeutic comunication. The aim of thisstudy was ti find out the conection between the use of nurse therapiutic communication and the nursejob satisfactionat madina hospital in bukittinggi 2016. This reasearch ha 2016. The result of this research showed that average of nurse job satisfaction before the therapiutic training givenwas 33.60 with standard of deviation 3.565. the average of nurse job satisfaction after the trainning given was 36.90 with standar deviation 4.383. whereas, the average of nurse job satisfaction before was 1.300 with standard of deviation 1.418 with p value 0.018. Based on this result, it can be concluded that there was a significant effect onthe use of nurse therapiutic communication toward nurse job satisfaction at madina hospital in bukittinggi 2016. It is suggested to use the nurse therapiutic communication in order to improve health service refering to the job satisfaction of nurse.

Skripsi 2017
Detail
Cover Dampak beban kerja dan hubungan interpersonal terhadap kinerja perawat critical care di RSUD Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman tahun 2016
Dampak beban kerja dan hubungan interpersonal terhadap kinerja perawat critical care di RSUD Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman tahun 2016

Neila Sulung, Lisavina Juwita, Dian Anggraini · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Kinerja perawat adalah bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Kinerja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal (disposisional) yaitu faktor yang berkaitan dengan diri seseorang, seperti kompetensi, motivasi dan komitmen individu dan kepuasan kerja. Faktor eksternal yaitu segala sesuatu yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi kinerja, seperti fasilitas kerja atau sarana dan prasarana. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dampak beban kerja dan hubungan interpersonal terhadap kinerja perawat critical care di RSUD Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 34 orang perawat critical care secara total sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner dan lembar observasi yang dilakukan di ruangan ICU dan IGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja terhadap kinerja perawat critical care (P value <α 0,05). Sedangkan untuk hubungan interpersonal tidak terdapat hubungan dengan kinerja perawat critical care (P value > α 0,05). Saran diharapkan kepada Rumah sakit untuk dapat melaksanakan manajemen yang efektif untuk dapat menghasilkan dan menerima perawatperawat yang professionalyang mampu menerapkan asuhan keperawatan yang maksimal. Abstract (EN): The performance of nurses is a form of professional service which is an integral part of the health service. Performance is influenced by internal factors and external factors. The internal factors is the related to a person as competence, motivation and individual commitment and job satisfaction. The external factors is everything that comes from the environment that affect performance such as working facilities or infrastructure. With the aim to find out Impact of workload and interpersonal relationships to the performance of critical care nurses in lubuk sikaping hospital pasaman 2016. This research uses descriptive analytic method with cross sectional study. The population in this study were 34 critical care nurses with the method of sampel for the total sampling. The instruments in this study were questionnaires and observation sheets and the conducted in ICU and IGD. The result showed that there workload impact on the performance of critical care nurses (P value < 0,05). As for interpersonal relationships there is not impact on the performance of critical care nurses (P value >0,05). Suggestion are expected to hospitas in order to implement effective management in order to generate and receive professional cares are able to implement nursing care maximally.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Tiakar Kota Payakumbuh Tahun 2016
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Tiakar Kota Payakumbuh Tahun 2016

Evi Hasnita, Wenny Lazdia, Riri Yulianti · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Posyandu lanjut usia merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang nyata dalam mewujudkan mutu kehidupan lanjut usia, mencapai masa tua bahagia dan berdayaguna dalam kehidupan berkeluarga dan masyarakat sesuai dengan keberadaannya. Jumlah kunjungan lansia ke posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Tiakar mengalami penurunan dalam 3 tahun terakhir. Pada tahun 2013 terdapat cakupan kunjungan lansia ke posyandu lansia sebanyak 46,1 %, tahun 2014 sebanyak 33,45 %, dan tahun 2015 hanya 28,17 %. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia ke posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Tiakar Kota Payakumbuh Tahun 2015. Desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian diambil secara purposive sampling, yang terdiri dari 5 orang lansia, 4 orang kader kesehatan, Kepala Puskesmas Tiakar, Pemegang Program Lansia Puskesmas Tiakar, dan 1 orang tokoh masyarakat. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian diketahui kurangnya ketersediaan input, yaitu sumber daya manusia dari petugas kesehatan yang ikut dalam pelaksanaan kegiatan posyandu lansia belum optimal, ketersediaan sumber dana dan sarana prasarana untuk pelaksanaan posyandu lansia belum memadai, serta metode pelaksanaan kegiatan posyandu lansia belum maksimal. Proses yang mempengaruhi kunjungan lansie ke posyandu lansia yaitu pengetahuan lansia sangat minum, motivasi berkunjung ke posyandu lansia hanya untuk berobat, dukungan keluarga belum maksimal, peran kader dan peran petugas belum optimal, serta sosialisasi belum maksimal. Dan Output belum mencapai target yang diharapkan. Diharapkan pada pihak Puskesmas agar menyediakan alokasi dana khusus bagi pelaksanaan posyandu lansia, untuk menunjang pelaksanaan kegiatan posyandu lansia, dan mengupayakan ketersediaan sarana dan prasarana bagi pelaksanaan posyandu lansia. Abstract (EN): Elderly integrated health service is a form of real society participation on the achieving of happiness in life of the elderly and to make their existence become efficient and useful for families and society. The number of elderly visits to the integrated health service on the working area of Tiakar regional district hospital was decreased in the past three years. In 2013, the rate of elderly visits to the integrated health service was 46.1%, in 2014 the rate was 33.45% and in 2015 the rate was 28.17%. The purpose of this research is to analyze factors influencing the visit of the elderly to the integrated health service for elderly people on the working area of Tiakar regional district hospital Payakumbuh in 2016. The design of this research is qualitative in phenomenology approach. The participants were taken by using purposive sampling, which consisted of five elderly people, four health forces, chief of Tiakar regional district hospital, carrier of the elderly program at Tiakar regional district hospital, and one person from the society. The data was processed and analyzed by using Colaizzi method. Based on the result of the research, it was found that there were some problems related to the availability of input such as the human resources as the health forces to carry out the elderly integrated health service, financial support and facilities to carry out this program are not sufficient enough and the method to implement this program is not good enough as well. The process of making the elderly visit is not optimal because of their minimum knowledge of this program. The motivation to visit the integrated health service is just for having medical treatment. Lack of their families support, minimum participation of the health forces, lack of socialization on the program, and dissatisfied output were also factors influencing the elderly visit on the integrated health service. It is hoped to the health forces of regional district hospital to provide special financial support to help the elderly integrated health service program, and to optimize the availability of facilities to carry out this elderly integrated health program.

Skripsi 2017
Detail
Cover Dampak Senam Otak Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia Dengan Demensia Di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2016
Dampak Senam Otak Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia Dengan Demensia Di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2016

Yelmi Reni Putri, Adriani, Rahmi Suci Ardila · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Dengan seiring peningkatan usia maka kemunduran fisik maupun mental terjadi, termasuk kemunduran fungsi kognitif. Dalam kemunduran fungsi kognitif salah satu penyakit yang terjadi adalah demensia (pikun). Demensia disebabkan oleh kemunduran fungsi kognitif, dapat dicegah dengan memperbanyak aktivitas yang berhubungan dengan fungsi otak. Senam otak mampu meningkatkan aktivitas otak melalui gerakan-gerakan sederhana yang dirancang mengaktifkan seluruh bagian otak untuk meningkatkan fungsi kognitif terutapa pada penderita demensia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia dengan demensia di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan penelitian one grup pre-post test,dengan populasi 56 orang yang menderita demensia.Dalam penelitian ini sampel diambil dengan metode purpossive sampling dengan jumlah sampel 10 orang responden. Untuk membandingkan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia sebelum dan sesudah dilakukan senam otak menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE). Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2015. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan komputerisasi dan untuk mengetahui perbedaan nilai masing-masing variable uji T dependen dengan uji non parametrik (Wilkcson). Didapatkan rata-rata sebelum intervensi 19,70 dan rata-rata sesudah intervensi 22,80, terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah intervensi dengan p value 0,005. Dari hasil bacaan diatas dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukan senam otak berdampak terhadap fungsi kognitif pada lansia dengan demensia peningkatan di panti sosial tresna werdha kasih sayang ibu batusangkar. Diharapkan kepada petugas panti menerapkan latihan senam otak tanpa mengesampingkan aktifitas fisik yang sudah biasa dilakukan lansia dan memaksimalkan peran perawata atau tenaga sosial dalam meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia dan meningkatkan kualitas hidup pada lansia. Abstract (EN): With as an increase in age so a setback physical or mental happened , including a setback cognitive function .In a setback cognitive function one disease what happens is dementia ( senile ) .Dementia caused by a setback cognitive function , preventable by multiplying activity dealing with the functioning the brain .Gymnastic the brain able to increase brain activity through movements simple designed turn all the part of the brain to increase cognitive function terutapa in people with dementia .Research aims to understand the impact of gymnastic the brain to cognitive function in elderly with dementia in PSTW affection mother Batusangkar . The kind of research this is quasi his experiments with design research one group pre-post test , with a population of 56 people who suffered demensia.dalam this research sample taken with the methods purpossive sampling with the sample of the 10 respondents .To compare cognitive function in elderly with dementia before and after done gymnastic the brain use mini mental state examination ( mmse ) .The research was done in december 2015 . Data processing was conducted using computerization and to know the difference in value each variable test t dependent by test non parametrik ( wilkcson ) .Obtained the average before intervention 19,70 and the average after intervention 22,80 , there are differences between before and after intervention value 0,005 with p . From the reading above can be concluded that by gymnastic the brain have an impact on cognitive function in elderly with dementia the increase in social house tresna werdha affection mother batusangkar .Expected to officers an apply a gymnastic exercise the brain without the exclusion of physical activity a familiar done senior people and maximize the role of perawata or exertion social in improving cognitive function in elderly with dementia and improve the quality of life in elderly.

Skripsi 2017
Detail
Cover Efektifitas terapi musik klasik dan murottal terhadap perkembangan kognitif anak autis di Sekolah Khusus Autis Garegeh Bukittinggi tahun 2016
Efektifitas terapi musik klasik dan murottal terhadap perkembangan kognitif anak autis di Sekolah Khusus Autis Garegeh Bukittinggi tahun 2016

Silvia, Lisavina Juwita, Rizka Moniqe · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Anak autis diartikan sebagai gangguan perkembanganpervasif yang ditandai oleh adanya abnormalitas dan kelainan yang muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sumatera Barat jumlah penderita autis sudah mencapai 374 orang. Hampir semua anak autisme mempunyai keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas terapi musik klasik dan murottal terhadap perkembangan kognitif anak autis di Sekolah Khusus Autis Garegeh Bukittinggi tahun 2016 Penelitian dilakukan dengan cara observasi di Yayasan Al-ikhlas Bukittinggi pada bulan Februari 2016. Desain Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan menggunakan Two Group Pretest Post Test Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan secara purposive sampling dengan sample 10 orang. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan rata-rata perkembangan kognitif pada sebelum terapi musik klasik sebesar 6 dan sesudah terapi musik klasik sebesar 22,2. Pada terapi murottal rata-rata perkembangan kognitif sebelum diintervensi sebesa 6,6 dan sesudah intervensi 26. Hasil uji bivariat membuktikan ada perbedaan efektifitas terapi musik klasik dan terapi murottal terhadap perkembangan kognitif anak autis dengan p value 0.006 Kesimpulan dari penelitian didapatkan ada perbedaan antara terapi musik klasik dengan murottal terhadap perkembangan kognitif pada anak autis. Diharapkan kepada pihak petugas sekolah autis secara rutin melaksanakan terapi murottal sebagai salah satu intervensi keperawatan terhadap perkembangan kognitif anak autis. Abstract (EN): Autistic child include pervasive developmental disorder is defined as marked by the presence of abnormality, and abnormalities that appear before the child is 3 years old. Based on data from West Sumatra Health Office the number of sufferers of autism has reached 374 people. Almost all children of autism have delays in fine motoric development. This research aims to know the effectiveness of classical music and Therapy Murottal Qur’an on the development of cognitive autistic children in Special School for Autistic Garegeh Bukittinggi 2016 Research done by observation at the School For Autistic Al-Ikhlas Bukittinggi in February 2016. The design of this research uses experimental research design using Two Group Pretest Post Test Design. Sampling done by purposive sampling with a sample of 10 people. Results of the study showed the average differences of cognitive development on prior therapy classical music of 6 and after a classical music therapy of 22.2. On therapy murottal qur’an average of cognitive development before intervened as 6.6 and after intervention as 26. Test results prove there are differences between effectiveness of music therapy and therapy murottal qur’an on the development of cognitive autistic child with a p value of 0.006 Conclusion of the study obtained the difference between therapy classical music with therapy murottal to the development of cognitive on child autis. It’s expected to the autistic school officers routinely carry out therapy murottal as one of nursing intervention on the development of cognitive autistic children.

Skripsi 2017
Detail
Cover Efektifitas Seduhan Jahe Terhadap Mual Muntah Ibu Hamil Trimester I Di Wilayah Kerja Puskesmas Singkarak Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok Tahun 2016
Efektifitas Seduhan Jahe Terhadap Mual Muntah Ibu Hamil Trimester I Di Wilayah Kerja Puskesmas Singkarak Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok Tahun 2016

Yenni, Ratna Dewi, Ramadani · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya ibu hamil trimester I yang mengalami mual muntah terjadi sekitar 60- 80 % pada ibu primigravida dan 40 % pada multigravida. Terjadi dalam 12 minggu kehamilan. Untuk mengatasi mual muntah ibu hamil trimester I dapat dilakukan dengan memberikan seduhan jahe. Seduhan jahe adalah minuman hangat yang terdiri dari jahe dan madu. Tujuan penelitian ini untuk melihat efektifitas seduhan jahe terhadap mual muntah ibu hamil trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Singkarak Kecamatan X Koto Singkrak Kabupaten Solok Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen dengan rancangan penelitian One Group Pretest- Postest Design. Dimana rancangan ini membandingkan kelompok eksperimen sebelum dan sesudah.Dalam penelitian ini sampel diambil dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 10 orang. Data diambil dengan menggunakan pedoman observasi untuk kelompok sebelum dan sesudah, yang dilakukan dari bulan januari 2016. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan komputerisasi untuk mengetahui perbedaan nilai masing- masing variabel uji t dependen dan independen. Dari hasil penelitian ini didapatkan rata- rata sebelum nilainya 12, 60, rata- rata sesudah 5, 70, rata- rata sebelum dan sesudah nilainya 6, 900, sedangkan pvalue =0, 000, berarti terdapat efektifitas seduhan jahe terhadap mual muntah ibu hamil trimester I. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa seduhan jahe berpengaruh terhadap mual muntah ibu hamil trimester I di Wilayah Kerja Puskessmas Singkarak Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. Diharapkan kepada petugas untuk dapat memberikan informasi, kepada ibu hamil trimester I untuk mengatasi mual muntah dengan seduhan jahe. Abstract (EN): The Background of this study there so many fisrt trimester of pregnant womens sufere nausea and vomiting, it is around 60- 80 % in mother primigravida and 40 % in multigravida.Occurring in 12 weeks of gestation. To overcome nausea vomiting pregnant women a distric I can is carried out by providing steeping ginger. Steeping ginger is warm drink consisting of ginger and honey. The purpose of this research to see the Effectiveness of Steeping Ginger to Nausea Vomiting of first Trimester Pregnant Women in the Work Area of Singkarak Public Health Centre, X Koto Singkarak Distric, Solok Regency Year 2016. The design of this was research, quasi experiments with one group pretest- postest design .Where the designs this compare group experiment before and after. Given steeping ginger and honey to the first trimester pregnant women. Sample on this research taken with purposive sampling method, amount of sample are 10 people. Data taken by using guidelines observation before and after , done by january 2016. Data processing was conducted using computerize to know the differences t test dependent was used. The result of this research or average before value 12 , 60 , average after 5 , 70 , average before and after value 6 , 900 , while pvalue = 0 , 000 , means there are the effectiveness of steeping ginger to nausea vomiting pregnant women a trimester I. From the above can be concluded that steeping ginger impact on nausea vomiting pregnant women a trimester I in the work area of puskessmas singkarak kecamatan x the koto singkarak kabupaten solok .To officers for can inform us , to pregnant women a trimester I to overcome nausea vomiting by steeping ginger .

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis Kepatuhan Pasien Selama Menjalani Proses Hemodialisa di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2016
Analisis Kepatuhan Pasien Selama Menjalani Proses Hemodialisa di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2016

Aria Wahyuni, Neila Sulung, Gemmelia · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Terapi hemodialisa harus dijalankan secara teratur agar dapat mempertahankan fungsi ginjal yang stabil sehingga tidak mengalami kondisi penyakit yang semakin parah. Pengobatan jangka panjang memaksa pasien untuk merubah kebiasaan-kebiasaan seperti mengurangi kalori makanan atau komponen tertentu dalam sehari-hari yang memberikan kesan atau sikap negatif bagi penderita. Survey awal terhadap 24 orang pasien, 60 % diantaranya mengalami masalah kesehatan setelah menjalani terapi hemodialisa. Penelitian bertujuan untuk meng analisis kepatuhan pasien selama menjalani proses hemodialisa. Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan diambil secara purposive sampling, terdiri dari 4 orang petugas kesehatan, 5 orang pasien dan 2 orang keluarga dari pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara melalui wawancara mendalam dengan partisipan. Data diolah melalui proses reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan Hasil penelitian diketahui bahwa komponen input yang dapat mempengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani terapi HD adalah keluarga (istri/suami, anak dan saudara) serta petugas kesehatan. Pada komponen proses, pasien sudah berusaha untuk patuh menjalani proses hemodialisa, namun terkadang mereka melanggar aturan tersebut seperti makan makanan yang dilarang, terlambat datang untuk terapi HD karena tidak ada transportasi dari rumah, minum yang banyak karena terlalu haus dan lupa minum obat. Output dari kepatuhan menjalani terapi hemodialisa tersebut adalah peningkatan kesehatan pasien setelah menjalani terapi hemodialisa, seperti pasien tidak lagi sering dirawat, makan semangat, bisa beraktifitas walaupun tidak seperti biasa. Disimpulkan bahwa masih banyak pasien yang tidak patuh menjalani terapi hemodialisa, diet hemodialisa, pembatasan cairan dan konsumsi obat. Diharapkan pada pihak rumah sakit agar menyediakan SOP dalam pemberian motivasi bagi pasien yang menjalani terapi hemodialisa. Abstract (EN): Hemodialysis therapy should be run regularly in order to maintain a stable renal function so did not experience disease conditions are getting worse. Longterm treatment of patients forced to change habits such as reduced calorie foods or certain components of everyday giving the impression or a negative attitude to the sufferer. Initial survey of the 24 patients, 60% of them experienced health problems after undergoing hemodialysis therapy. The study aims to meng analysis of patient compliance during the process of undergoing hemodialysis. Type a descriptive qualitative research with phenomenological approach. Participants pdiambil by purposive sampling, consisting of 4 medics, 5 patients and 2 families of patients. The data collection is done by using the interview guidelines through in-depth interviews with participants. The data is processed through the process of data reduction, data presentation and conclusions The survey results revealed that the input component that can affect patient compliance in therapy HD is a family (wife/husband, children and siblings) and health providers. In the process component, the patient was trying to be obedient undergoing hemodialysis process, but sometimes they break the rules such as eating foods that are prohibited, late in coming to HD therapy because there is no transportation from home, drinking a lot because it was too thirsty and forget to take medication. Output of compliance undergoing hemodialysis therapy is improving the health of patients after undergoing hemodialysis therapy, such as the patient is no longer commonly treated, eat spirit, can indulge although not as usual. It was concluded that there are still many non-adherent patients undergoing treatment of hemodialysis, hemodialysis diet, fluid restriction and drug consumption. Expected at the hospital in order to provide the SOP in providing motivation for patients undergoing hemodialysis therapy.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Status Gizi dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV dan V SDN 23 Koto Tangah Kec. Tilatang Kamang Kab. Agam Tahun 2016
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Status Gizi dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV dan V SDN 23 Koto Tangah Kec. Tilatang Kamang Kab. Agam Tahun 2016

Silvia, Adriani, Kiki Indra · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Pada tahun 2014 di SD Negeri 23 Koto Tangah diketahui bahwa 52% siswa kelas IV dan 41% siswa kelas V dengan rata-rata hasil belajar tidak tuntas, dan angka ini meningkat pada tahun 2015 dimana ditemukan 66,6% pada kelas IV dan 46,7% pada siswa kelas V. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dan status gizi dengan prestasi belajar anak kelas IV dan V di SDN 23 Koto Tangah Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV dan kelas V SDN 23 Koto Tangah yang berjumlah 33 orang siswa. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 33 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner dan lembar observasi prestasi belajar. Pengolahan data hasil penelitian dilakukan secara komputerisasi meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 63,6% responden dengan pola asuh orang tua baik, 60,6% responden dengan status gizi kurang dan 57,6% responden dengan prestasi belajar kurang baik. Ada hubungan pola asuh orang tua (p = 0,009, OR = 17,875) dan status gizi (p = 0,031, OR = 6,75) dengan prestasi belajar siswa. Dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua dan status gizi berhubungan dengan prestasi belajar siswa. Untuk itu diharapkan kepada pihak sekolah untuk dapat memperhatikan status gizi siswa dengan penyediaan kantin sekolah serta kepada orang tua untuk dapat menerapkan pola asuh yang baik serta memperhatikan kebutuhan gizi dan nutrisi pada anak, agar prestasi belajar anak dapat ditingkatkan. Abstract (EN): In 2014 at Elementary School 23 Koto Tangah known that 52% of fourth grade students and 41% of fifth grade students with average results is not exhaustive, and this figure increased in 2015 which found 66.6% in the fourth grade and 46.7% in class V. This study aimed to determine the relationship patterns of parenting and nutritional status and learning achievement of children in classes IV and V Primary High School 23 Koto Tangah 2016. This type of research is descriptive analytic with cross sectional study. The population in this study are all students of class IV and class V Primary High School 23 Koto Tangah totaling 33 students. Sampling in this study using total sampling technique so expect a sample of 33 people. Collecting data in this study using a questionnaire and observation sheet learning achievement. Data processing is computerized research includes the analysis of univariate and bivariate analysis using chi square test. Based on the survey results revealed that 63.6% of respondents with good parenting parents, 60.6% of respondents with less nutritional status and 57.6% of respondents with school performance is poor. There is a relationship between parents' parenting (p = 0.009, OR = 17.875) and nutritional status (p = 0.031, OR = 6.75) with student achievement. It can be concluded that parents' parenting and nutritional status related to student achievement. For it is expected the school to be able to pay attention to the nutritional status of students by providing school canteens and to the parent to be able to apply good parenting as well as pay attention to the nutritional needs of children, so that learning achievement of children could be improved.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisa Perilaku Merokok pada Remaja Putra SMP Negeri 6 Payakumbuh Tahun 2016
Analisa Perilaku Merokok pada Remaja Putra SMP Negeri 6 Payakumbuh Tahun 2016

Silvia, Wenny Lazdia, Gusniningsih · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Perilaku merokok merupakan perilaku yang berbahaya bagi kesehatan, tetapi masih banyak orang yang melakukannya, bahkan orang mulai merokok ketika dia masih remaja. Hasil pemeriksaan oleh DKK Payakumbuh terhadap perilaku merokok pada remaja dilakukan dengan pemeriksaan kadar CO2 dalam darah (PPM). Berdasarkan pemeriksaan terhadap seluruh SMP di Kota Payakumbuh, ditemukan bahwa SMP Negeri 6 Payakumbuh memiliki siswa terbanyak dengan PPM diatas angka 9, sedangkan di SMP lainnya hanya ditemukan PPM maksimal 5. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perilaku merokok pada remaja putra SMP Negeri 6 Payakumbuh. Desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian diambil secara purposive sampling, yang terdiri dari Kepala Sekolah dan guru BK SMP Negeri 6 Payakumbuh, 3 Orang Tua siswa yang memiliki perilaku merokok, 4 orang siswa yang merokok di SMP Negeri 6 Payakumbuh. Data di kumpulkan dengan wawancara mendalam, kemudian diolah dan dianalisa menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian diketahui bahwa komponen input yang sangat berperan dalam perilaku merokok remaja adalah remaja itu sendiri dan teman sebaya, faktor yang berpengaruh dalam perilaku merokok remaja adalah faktor lingkungan. Perilaku merokok remaja bukan dalam tahap coba-coba, tapi sudah pada tahap perokok ringan dan menjadi kebiasaan. Disimpulkan bahwa perilaku merokok remaja sangat perlu perhatian dan penanganan dari berbagai pihak baik keluarga, sekolah maupun lingkungan. Diharapkan pada institusi pendidikan khususnya SMP N 6 Payakumbuh agar menegakkan disiplin dan memberikan sanksi pada siswa yang ketahuan merokok, agar mereka jera dengan perilaku merokok. Abstract (EN): Smoking is harmful for our health, but there are still many smokers around us. These people even have started smoking since they were teenagers. The result of investigation on adolescents smoking behavior is done by checking the level of Carbondiaxide/CO2 in their blood (PPM). Based on the investigation at all junior high school in Payakumbuh, it was found that junior high school no. 6 Payakumbuh has the most number of students with PPM above 9. While, at other junior high schools it was found only a maximum of 5 PPM. This study was aimed to analyze the smoking behavior of young men at junior high school no.6 Payakumbuh. The design of this research was qualitative in phenomenology approach. The participants of the research were taken using purposive sampling, they are: the school principal, some counselling teachers, three parents of the smoking students, and four smoking students of junior high school no. 6 Payakumbuh. The data was collected through depth interview, and then it was analyzed using Miles and Huberman model. Based on the result of the research, it was found that the input component of smoking behavior is the adolescent himself, and the major factor on teenager‟s smoking is the environmental factor. The smoking behavior of the adolescents is not on the stage of trail and error anymore, but they are temporary smokers now and soon they will become habitual smokers who cannot stop smoking. It was concluded that adolescents smoking behaviors need a serious attention and treatment from various parties, not only families and schools but also from their surroundings. It is hoped that the educational institutions especially junior high school no. 6 Payakumbuh teach the students to be more discipline and give punishment to the smoking students, so that the students will stop smoking.

Skripsi 2017
Detail
Cover Efektifitas Perawatan Metode Kanguru (PMK) terhadap Berat Badan Bayi dengan Berat Badan Lahir (1500 – 2500 gram) di Ruang Perinatologi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016
Efektifitas Perawatan Metode Kanguru (PMK) terhadap Berat Badan Bayi dengan Berat Badan Lahir (1500 – 2500 gram) di Ruang Perinatologi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016

Yelmi Reni Putri, Nurhayati, Yealni Lifrinur · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Bayi berat lahir rendah adalah bayi lahir dengan berat badan kurang dari 1.500 gram sampai 2500 gram. Salah satu cara perawatan pada bayi untuk meningkatkan berat badan pada bayi dengan bayi berat lahir rendah (BBLR) dan prematur yaitu dengan cara metode kanguru. Data yang didapat dari Medical Record di Ruangan Perinatology RSUD Dr. Achmad Mochtar selama 3 bulan terakhir pada tahun 2015, didapatkan jumlah bayi dengan BBLR sebanyak 47 orang. Fenomena yang ditemukan di ruangan ini bahwa perawatan metode kanguru sangat bagus untuk bayi BBLR terutama dalam membantu meningkatkan berat badan bayi meskipun perlu pemantauan yang ketat terutama untuk nutrisi bayi. Tujuan penelitian untuk mengetahui Efektifitas Perawatan Metode Kanguru (PMK) terhadap berat badan bayi baru lahir (1500 – 2500 gram). Desain penelitian Quasi-eksperimen dengan pendekatan pre test post test only design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi berat badan lahir 1500 - 2500 gram di Ruang Perinatologi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 10 orang. Data di kumpulkan dengan menggunakan lembaran observasi, kemudian diolah dan dianalisa secara komputerisasi. Hasil analisa univariat diketahui rata-rata berat badan bayi sebelum dilakukan Perawatan Metode Kanguru (PMK) adalah 1724 gram, dan sesudah dilakukan PMK adalah 1844,3 gram. Hasil analisa bivariat ada perbedaan rata-rata berat badan bayi baru lahir (1500 – 2500 gram) sebelum dan setelah pelaksanaan PMK (p = 0,000). Disimpulkan bahwa PMK efektif untuk meningkatkan berat badan bayi BBLR. Diharapkan agar petugas kesehatan yang ada di Rumah Sakit lebih sering mensosialisasikan dan melatih para ibu yang memiliki BBLR mengenai perawatan metode kanguru. Serta lebih mengoptimalkan pendampingan dan pemantauan pelaksanaan PMK. Abstract (EN): Low Birth Weight infants are infants born weighing less than 1500 grams to 2500 grams. One way to improve the care of the baby weight in babies with low birth weight babies (LBW) and preterm ie by kangaroo method. The data obtained from the Medical Record in the room Perinatology Hospital Dr. Achmad Mochtar for 3 months in 2015, found the number of babies with low birth weight by 47 people. The phenomenon that is found in this room that kangaroo care method is great for LBW infants, especially in helping to improve the baby's weight although it needs close monitoring, especially for infant nutrition. The aim of research to determine the effectiveness of Kangaroo Mother Care (KMC) to the weight newborns (1500-2500 grams). Quasi-experimental research design approach to pre-test post-test only design. The population in this study is all the baby's birth weight 1500 - 2500 g in space Perinatology Hospital Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi and sampling was done by purposive sampling as many as 10 people. Data was collected using observation sheets, then processed and analyzed by computerized. Results of univariate analysis discovered that the average weight of the baby prior to Kangaroo Mother Care (KMC) is 1724 grams, and after the KMC was 1844.3 grams. The results of the bivariate analysis there are differences in the average weight of newborns (1500 - 2500 grams) before and after the implementation of KMC (p = 0.000). It was concluded that the KMC effective to promote weight loss LBW infants. It is expected that healthcare workers in hospital more often socialize and train mothers with LBW about kangaroo care method. As well as optimize the mentoring and monitoring the implementation of the KMC.

Skripsi 2017
Detail