Rini Santy, Oktavianis, Susrima Yenti · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Abstrak tidak tersedia Abstract (EN): Abstract not available
8825 dokumen ditemukan
Rini Santy, Oktavianis, Susrima Yenti · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Abstrak tidak tersedia Abstract (EN): Abstract not available
Nurhayati, Wenny Lazdia, Laila Nissah · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Berdasarkan laporan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012 (SDKI 2012) pencapaian ASI eksklusif adalah 42%. Sedangkan, berdasarkan rekapitulasi laporan dari Dinas Kesehatan seluruh Propinsi di Indonesia tahun 2013, cakupan pemberian ASI 0-6 bulan hanyalah 54,3%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan kunjungan rumah neonatus dan konseling laktasi terhadap motivasi ibu dalam pemberian ASI eksklusif di wilayah Kerja Puskesmas MandianginKota Bukittinggi Tahun 2015. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan one group pre test-post test..Desain yang digunakan adalah Uji Paired T-Test, dengan populasi adalah semua ibu yang memiliki bayi neonatus berusia 0-42 hari di wilayah kerja puskesmas mandiangin, dengan sampel sebanyak 44 orang (purposive sampling). Penelitian ini dilaksanakan diwilayah kerja Puskesmas Mandiangin pada bulan Oktober 2015- Maret 2016. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata motivasi ibu sebelum dilakukan kunjungan rumah neonatus adalah 0,41dan rata-rata setelah dilakukan kunjungan rumah neonatus adalah 0,73, dengan perbedaan adalah 0,32 dengan Pvalue 0,005. Sementara rata-rata motivasi ibu sebelum dilakukan konseling laktasi adalah 0,45 dan rata-rata setelah konseling adalah 0,68, dengan perbedaan adalah 0,23 dengan Pvalue 0,021. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kunjungan rumah neonatus terhadap motivasi ibu dalam pemberian asi eksklusif dengan p= 0,005 dan ada pengaruh konsleing laktasi terhadap motivasi ibu dengan p=0,021.Untuk itu diharapkan kepada institusi tempat penelitian agar lebih memaksimalkan kegiatan kunjungan rumah neonatus dan konseling laktasi agar angka cakupan asi eksklusif bisa meningkat. Abstract (EN): Based on reports Indonesia Demographic and Health Survey in 2012 achievement of exclusive breastfeeding was 42%. Meanwhile, based on the recapitulation report from the Department of Health all provinces in Indonesia in 2013, coverage breastfeeding 0-6 months is only 54.3%. The purpose of this study was to determine the effectiveness of home visits neonatal and lactation counseling on maternal motivation in exclusive breastfeeding in the region of Mandiangin Health Care at Bukittinggi City in 2016. This research method is a quasi-experimental design with one group pre-post test test. Desain used is Test Paired T-Test, the population is all the mothers who have babies neonates aged 0-42 days in the working area Mandiangin health centers, with a sample of 44 (purposive sampling). This research was conducted in the region work of Mandiangin Health Care in October 2015- March 2016. The results of this study, the average maternal motivation before a home visit neonates is 0,41 and average after home visits neonates was 0.73, the difference was 0.32 with 0.005 pvalue. While the average maternal motivation prior to lactation counseling was 0.45 and the average after counseling is 0.68, the difference was 0.23 with 0.021 pvalue It can be concluded that there was an effect on the motivation of neonatal home visit mothers in exclusive breastfeeding with p = 0.005 and no effect on the motivation counseling lactating mothers with p = 0,021. It is expected that the institution where the research in order to maximize the activities of home visits and counseling neonatal lactation order the coverage number of exclusive breastfeeding may increase.
Zuraida, Yori Sulistia, Nuryasmi · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Salah satu masalah gizi utama di Indonesia yaitu Kurang Energi Kronis (KEK). Ibu hamil yang mengalami kurang energi kronik (KEK) cenderung melahirkan bayi BBLR dan mempunyai risiko kematian yang lebih besar. Secara spesifik penyebab KEK adalah karena ketidakseimbangan antara asupan makanan dengan kebutuhan dan pengeluaran energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian KEK ( Kekurangan Energi Kronis ) Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Kamang Abadi Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung Tahun 2016. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Januari- Februari 2016 dengan desain penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang bertempat tinggal di 2 jorong yang berada Di Wilayah Kerja Pustu Kamang Abadi, dengan teknik pengambilan sampel yaitu dengan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 75 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan wawancara dengan pengolahan data melalui statistik yaitu uji Chi-square. Hasil uji statistik menunjukan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ( nilai p value= 0,361) dan pendapatan ( nilai p value= 1.000) dengan KEK pada ibu hamil, tetapi terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah asupan makanan (nilai p value = 0,001dan OR= 16,389) dengan Kekurangan Energi Kronis KEK pada ibu hamil. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara jumlah asupan makanan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Kamang Abadi Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung Tahun 2016. Saran bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung agar dapat menentukan kebijakan penanggulangan terjadinya Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil. Abstract (EN): One problem nutrition main do indonesia is Chronic Energy Deficiency (CED). Pregnant woman who suffered CED has delivered babies with low birth weight and increased the risk for mortality. Specifically the cause of CED is because of imbalance between intake of food with the need and expenditure of energy. The objective of this research was to find out what the related factors Of Chronic Energy Deficiency (CED) At Pregnant Woman In The Working Area Health Center Maid Kamang Abadi District Of Kamang Baru Sijunjung At 2016. This research has been carried out in January-February 2016 with the design of this research is descriptive analytic using cross sectional approach. The population in this study all pregnant women who reside in 2 ellipse that is in the Work Area sub Kamang Abadi, with a sampling technique that with a total sampling with a sample size of 75 people. The instrument used was questionnaire and interview and the data were analyzed descriptively and statistically using Chi Square test. The results of statistical tests showed no significant relationship between knowledge (p value = 0.361) and income (p value = 1.000) with CED in pregnant women, but there is a significant relationship between the amount of food intake (p value = 0,001 and OR= 16,389) with CED in pregnant women. Concluded that there is a statistically significant relationship between the amount of food intake of pregnant women with CED in pregnant women In The Working Area Health Center Maid Kamang Abadi District Of Kamang Baru Sijunjung At 2016. Suggestions for the District Health Office in order to determine the policy Sijunjung overcoming the CED in pregnant women.
Aria Wahyuni, Evi Hasnita, Sulastri · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Abstrak tidak tersedia Abstract (EN): Abstract not available
Aria Wahyuni, Witri Juita, Febriniwati Rifdi · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Keberhasilan pelaksanaan kelas ibu hamil belum tercapai karena peserta kelas ibu hamil yang seharusnya satu kelompok terdiri dari 10 orang, tetapi 5 sampai 6 orang yang ikut sedangkan untuk kunjungan kelas ibu hamil yang seharusnya 4 kali selama kehamilan namun didapatkan hanya 2 kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan, motivasi dan dukungan suami dengan kunjungan kelas ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Lansek Tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatancross sectional, sampel adalah seluruh ibu hamil. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dengan observasi. Pengolahan data dilakukandenganteknik komputerisasi. Hasil analisa univariat di dapatkan 68% dari responden memiliki pengetahuan yang tinggi, 60 % motivasi yang baik dan 66 % memiliki dukungan suami. Hasil uji statistik menunjukan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p value = 0.033)dan motivasi(p value=0,015) ibu hamil dengan kunjungan kelas ibu hamil. Tidak ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami (p value = 0.555)ibu hamil dengan kunjungan kelas ibu hamil. Disimpulkan terdapat hubungan pengetahuan dan motivasi ibu hamil dengan kunjungan kelas ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Lansek Tahun 2016. Saran bagi puskesmas agar dapat mempromosi kelas ibu hamil dengan pembagian brosur kelas ibu ke seluruh ibu hamil supayakeberhasilan program kelas ibu hamil tercapai. Abstract (EN): Class Pregnancy is a means to learn together about the health of pregnant women, in the form of face-to-face in a group that aims to improve the knowledge and skills of mothers about pregnancy, prenatal care, childbirth, postnatal care, newborn care, myth, disease infectious and birth certificate. This study aims to determine how the relationship of knowledge, motivation and support her husband with classroom visits of pregnant women In Sungai Lansek PHC at 2016. The research is descriptive analytic using cross sectional approach on all pregnant women in Sungai Lansek PHC as many as 50 people at JanuaryFebruary 2016. Analysis of data was done by univariat and bivariat andprocessing is done with computerized. From the univariat its got 68% of respodent having high knowledge, 60% responden having good motivation, and 66% respondens get the husband support. a analysis test result shows there is a significant relationship between knowledge (p value = 0.033), and motivation (p value = 0.015) of pregnant women with class visit pregnant women, but there is no significant relationship between husband support (p value = 0555) pregnant women with classroom visits for pregnant women. Based on these results we can conclude that there is a statistically significant relationship to the knowledge and motivation of pregnant women with class visit pregnant women in Sungai Lansek PHCat 2016. Advice for health centers in order to improve the achievements of the class program for pregnant women.
Yelmi Reni Putri, Oktavianis, Tiara Sally · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) merupakan Model pelayanan kesehatan yang ditujukan dan dapat dijangkau oleh remaja di Puskesmas. Keterlibatan remaja merupakan salah satu upaya untuk keberhasilan pelaksanaan PKPR. Program PKPR mempunyai Peranan dalam meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Persepsi remaja tentang Keberadaan Program PKPR dan menilai Proses Pelaksanaan Program PKPR di Sekolah serta Dampak Pentingnya Program PKPR bagi Remaja. Penelitian ini merupakan Penelitian Eksperimen dengan menggunakan Metode Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif (Mix Methode). Sebagai Tahapan awal, Peneliti melakukan survei awal (Skrining) dan melakukan tindakan Pre-test dan post-test untuk menilai tingkat pengetahuan siswa tentang Kesehatan Reproduksi Dengan menggunakan Kuesioner berupa alat bantu dalam pengumpulan data. Dan melalui Wawancara . Informan dipilih secara Porposive Random Sampling. Hasil penelitian dengan uji t- test, diperoleh nilai Significancy (sig) sebesar 0,000 (p < 0,05). Nilai p < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat Perbedaan yang bermakna antara skor sebelum dan setelah penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja. Dengan demikian dapat disimpulkan Melakukan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja, Efektif dalam Meningkatkan Pengetahuan Responden sebagai wujud Keberadaan Program PKPR di Sekolah. Disarankan Pada Puskesmas untuk selalu melakukan Penyuluhan Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja yang sesuai dengan ilmu terbaru atau Evidance based yang berlaku saat ini. Agar dapat menyampaikan informasi Kesehatan yang berguna untuk remaja. Abstract (EN): Care for Adolescent Health Services (PKPR) is a model of health care that are designated and can be reached by teenagers at the health center. The involvement of adolescents is one way for the successful implementation of PKPR. PKPR programs have in improving the role of Youth Knowledge About Reproductive Health. This study aimed to analyze the perception of adolescents about the existence and assess PKPR Program Implementation Process PKPR School Program and Impact Importance PKPR Program for Teens. This study is a research experiment using Quantitative and Qualitative Approach Method (Method Mix). As an initial stage, researchers conducted a preliminary survey (screening) and take action Pre-test and post-test to assess the level of students' knowledge of Reproductive Health Questionnaire By using such a tool in data collection. And through interviews. Informants selected by purposive random sampling. The results of research to test t-test, the value Significancy (sig) of 0.000 (p <0.05). A p value <0.05 indicates that there is a significant difference between the scores before and after counseling Adolescent Reproductive Health. It can be concluded Doing Adolescent Reproductive Health Education, Effective in Improving Knowledge Respondents as a form of existence PKPR in Schools Program. At the health center are advised to always perform Counseling About Adolescent Reproductive Health in accordance with the latest science-based or Evidance current. In order to convey health information that is useful to teenagers.
Rudjito, Marlina Syafriani, Nita Tri Putri · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Sekitar 68 % wanita di Indonesia mengalami klimaterium. Memasuki usia menopause, wanita akan mengalami berbagai perubahan fisik dan juga mentalnya, akibat ada perubahan tersebut menyebabkan wanita terkadang merasa stress dan juga depresi. Pemahaman suami tentang perubahan tersebut sangat diperlukan dalam bentuk dukungan suami. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan pengetahuan dan sikap suami dengan dukungan suami pada istri saat menopause di Korong Tanjung Medan Puskesmas Ulakan Kab. Padang Pariaman tahun 2016. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan deskriptif analitik dengan desain cross sectional, penelitian ini dilakukan pada tanggal 7 januari – 20 februari 2016. Sampel dalam penelitian ini adalah 53 orang diambil secara simple random sampling. Data diolah secara komputerisasi dan di analisa dengan uji chi square. Dari hasil penelitian di dapat 54,7% memiliki pengetahuan rendah , 60,4% memiliki sikap negatif dan 56,6% memiliki dukungan suami yang kurang baik pada istri saat menopause. Secara statistik didapatkan adanya hubungan pengetahuan suami dengan dukungan suami pada istri saat menopause, dengan p value 0,005 < 0,05 dan OR 6,2. Adanya hubungan sikap suami dengan dukungan suami pada istri saat menopause, dengan p value 0,000 < 0,05 dan OR 66,5. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan rendah dan sikap negatif dapat menyebabkan dukungan suami menjadi kurang baik. Diharapkan petugas kesehatan lebih memberikan penyuluhan yang lebih baik lagi pada kepala rumah tangga tentang menopause. Informasi tentang perubahan- perubahan yang terjadi pada masa menopause hendaknya lebih di tingkatkan lagi, seperti memberikan leaflet atau brosur pada bapak yang datang ke posyandu lansia atau puskesmas. Abstract (EN): About 68 % women in indonesia experienced klimaterium. The ages of menopause , women will undergo a change in physical and mental, the change has caused women sometimes really stressed out and depression. Understanding husband about the changes needed in form of support from husband.The purpose of this research to see the knowledge and attitude husband with support husband at wife when menopause in Korong Medan Puskesmas Ulakan Kabupaten Padang Pariaman In The Year 2016 The kind of research quantitative using descriptive analytic by design cross sectional, the study is done on june 7 january - 20 february 2016.Included in this study is 53 the taken as simple random sampling.Data processed in computerized and analysis by test chi square. The research in be 54,7 % knowledgeable low, 60,4 % have a negative and 56,6 % having a support husband a less well on a wife when menopause. Statistically obtained the relations knowledge husband with support husband at wife when menopause with p value 0,005 < 0,05 and OR 6,2. The relations attitude husband with support husband at wife when menopause with p value 0,000 < 0,05 and OR 66,5 . We can conclude that knowledge low and negative attitude can cause support husband is less than good. Expected health workers more providing information better at the head of households about menopause .Information about changes at menopause should be in increase it, such as providing leaflets or brochures on husband coming to the posyandu elderly or puskesmas.
Evi Hasnita, Aryanda Zerlya, Yori Sulistia · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan
Berbagai persoalan muncul terkait dengan pelaksanaan uji kompetensi bidan yang tergolong kebijakan baru yang dibuat oleh pemerintah, untuk itu pada penelitian ini akan menganalisis kebijakan tersebut. Adapun yang menjadi fokus penelitian ini dilihat dari aspek input, proses, output, dan outcame. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan uji kompetensi bidan terhadap kepuasan mahasiswa DIII kebidanan di Akademi Kebidanan Keluarga Bunda Jambi tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif, dengan rancangan studi kasus melalui pendekatan dengan metode kualitatif untuk mengevaluasi pelaksanaan uji kompetensi. Penelitian ini dilakukan di Akademi Kebidanan Keluarga Bunda Jambi pada bulan Desember 2015. Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap input, proses, output, dan outcame. Hasil penelitian didapat bahwa kepuasan terhadap pelaksanaan uji kompetensi banyak mengalami kendala yang dihadapi dimulai dari dana yang memberatkan karena dibebankan kepada mahasiswa, proses pendaftaran yang lama karena secara kolektif oleh perguruan tinggi sedangkan interval waktu yang diberikan pusat sedikit, pada saat pelaksanaan uji kompetensi waktu yang tidak sesuai dengan jumlah soal, kepuasan terhadap hasil uji kompetensi yang belum menjawab kemampuan seseorang berkompeten atau tidak, sampai hasil pengumuman uji kompetensi yang lama dan hambatan yang dialami mahasiswa yang tidak lulus uji kompetensi. Untuk baiknya pelaksanaan uji kompetensi, pelaksanaannya bukan metode paper test karena metode paper test belum menjawab seseorang itu berkompeten atau tidak. Uji kompetensi dikembalikan wewenangnya kepada institusi masingmasing dan dilakukan oleh asesor yang memiliki sertifikat. Abstract (EN): Various problems arise relating to the implementation of the competency test midwife relatively new policy made by the government, for it was on this study will analyze the policy. As for the focus of this research from the aspects of input, process, output, and outcame. The purpose of this study was to determine how the implementation of a competency test to the satisfaction of the student midwife DIII midwifery The Academy of Midwifery Keluarga Bunda Jambi 2015. This type of research is a descriptive analysis, with case study design approach with a qualitative method to evaluate the implementation of the competency test. This research was at the Academy of Midwifery Keluarga Bunda Jambi, in December 2015. In this research, analysis of input, process, output, and outcame. This Research conducted that the satisfaction of Implementation competency test many experienced problems begins of the funds is charged is shown to the students, the registration process is long because collectively by the college and the interval of time given the center a little, time is not in accordance with question of exam, satisfaction with the results of competency tests that have not been answered ability of a person competent or not, until the results announcement competency test take a long time and barriers being experienced which is student passed competency test For good implementation of the competency test, its implementation is not using paper test method because paper test methods have not answered someone being competent or not. Competency test have returned to their respective institutions and conducted by the assessor who has a certificate. Key Point : Competency Test of Midwifery, Satisfaction
Neila Sulung, Fitrianola Rezkiki, Yurneli Sartika · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan
Di Indonesia diperkirakan terdapat 70.000 kasus penderita gagal ginjal dan harus menjalani proses hemodialisa secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran perawat dengan kepuasan pasien di ruangan hemodialisa RSAM Bukittinggi Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa di RSAM Bukittinggi yaitu sebanyak 46 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 46 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi menggunakan kuisioner penelitian. Analisis data hasil penelitian meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square yang dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,2% responden menyatakan bahwa peran perawat sebagai pemberi asuhan adalah baik, 69,6% peran perawat educator baik, 58,7% peran perawat sebagai pelindung baik, 54,3% responden menyatakan kurang puas dengan pelayanan yang diberikan. Ada hubungan peran perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan ( p = 0,007, OR = 6,8), peran perawat sebagai pendidik (p= 0,008, OR = 8,067), peran perawat sebagai pelindung (p = 0,012, OR = 6,375 dengan kepuasan pasien. Dapat disimpulkan bahwa peran perawat berhubungan dengan kepuasan pasien khususnya di ruang hemodialisa RSAM Bukittinggi. Untuk itu diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk mengaplikasikan peran perawat terhadap pasien demi meningkatkan mutu pelayanan di Rumah Sakit. Abstract (EN): In Indonesia, there were an estimated 70,000 cases of patients with kidney failure and must undergo regular hemodialysis process. This study aims to determine the relationship of the nurse's role in patient satisfaction in the hemodialysis room RSAM Bukittinggi 2016. This type of research is descriptive analytic with cross sectional study. The population in this study were all patients with chronic renal failure undergoing therapy RSAM hemodialisas in London as many as 46 people. Sampling using accidental sampling technique to obtain a sample of 46 people. Data were collected by interview and observation using a questionnaire research. Analysis of the research data include univariate and bivariate analysis using the chi-square test is computerized. The results showed that 52.2% of respondents stated that the role of nurses as caregivers is good, the role of nurse educator 69.6% good, 58.7% good nurse's role as protector, 54.3% of the respondents are not satisfied with the services provided , get the relationship nurse's role as a provider of nursing care (p = 0.007, OR = 6.8), the role of nurses as educators (p = 0.008, OR = 8.067), the nurse's role as protector (p = 0.012, OR = 6.375 with patient satisfaction. Concluded that the role of nurses dealing with patient satisfaction, especially in the hemodialysis room RSAM Bukittinggi. For it is expected that the hospital to the application of the role of nurses to patients in order to improve the quality of service at the Hospital.
Adriani, Ratna Dewi, Prima Jela Tiara Putri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kejadian arthritis rheumatoid pada lansia semakin meningkat,lansia umumya mengeluhkan nyeri pada sendinya.untuk itu perlu dilakukan tindakan untuk mengurangi skala nyeri, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh buah kolang-kaling (arenga pinnata) terhadap penurunan skala nyeri pada lansia dengan arhtritis reumatoid.kandungan dari buah kolang-kaling ini adalah galaktomannan yang sering digunakan untuk meredakan nyeri arhtritis reumatoid. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan penelitian one grup pre-test dan post-test, dalam rancangan ini peneliti mengukur skala nyeri sebelum dan sesudah di berikan intervensi,dengan populasi 36 orang yang menderita arhtritis reumatoid. Pengambilan sampel mengunakan metode purpossive sampling dengan jumlah sampel 10 orang responden.Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan komputerisasi dan dengan menggunakan uji non parametrik (Wilcoxon). Didapatkan rata-rata sebelum intervensi 5,70,dan rata-rata sesudah intervensi 1,90,terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah intervensi dengan p value 0,004. Dari hasil bacaan diatas dapat disimpulkan bahwa pemberian buah kolangkaling berpengaruh terhadap penurunann skala nyeri pada lansia dengan arhtritis reumatoid.Kepada petugas untuk dapat memberikan informasi kepada lansia mengenai manfaat kolang-kaling tersebut. Abstract (EN): This research while such genesis rheumatoid arthritis on elderly increasing, elderly generally complained pain in join.for are needed measures to reduce the pain, The purpose of this research is to find the influence of fruit kolang-kaling ( arenga pinnata ) to a decrease in scale pain in elderly with arhtritis reumatoid. contents of the kolang-kaling this is galaktomannan often used to relieve pain arhtritis reumatoid . The kind of research this is quasi his experiments with design research one group pre-test and post-test , in this design researchers measuring scale pain before and after in give intervention , with a population of 36 people who suffered arhtritis reumatoid . The sample collection use method purpossive sampling with the sample of the 10 people responden.processing data was undertaken by using computerize and using test non parametrik ( wilcoxon ) .Obtained the average before intervention 5.70 , and the average after intervention 1,90 , there are differences between before and after intervention value 0,004 with p . Results from the readings above can be concluded that the fruit kolangkaling granting influential scale against reduction pain in seniors with arhtritis reumatoid.from officers to can provide information to seniors kolang-kaling about the benefits.
Efriza, Ratna Dewi, Meriza Dahlia · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Anak-anak dengan autis mengalami gangguan atau hambatan dalam berkomunikasi dan mengalami kelainan di pusat bahasanya baik secara verbal maupun non verbal. khususnya di Sekolah Khusus Autis Garegeh Bukittinggi didapatkan data jumlah anak sebanyak 124 orang siswa di dapatkan 64,51% anak yang menderita autis mengalami hambatan dalam berbahasa. Berkaitan dengan keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh anak autistik seperti bahasa, para ahli telah mengembangkan pendekatan pembelajaran bagi anak autistik, salah satunya adalah pendekatan Floortime. Tujuan penelitian ini untuk Untuk mengetahui perbedaan kemampuan berbahasa sebelum dan sesudah dilakukan pendekatan Floortime pada Anak dengan Autistik di Sekolah Khusus Autis Al-Ikhlas Garegeh Bukittinggi Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian Quasy Eksperimen dengan rancangan penelitian Pre Test dan Post Test one Group Design, Dalam penelitian ini menggunakan metode purpossive sampling dengan jumlah sampel 10 orang responden. Penelitian dilakukan pada Februari 2016. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji Non Parametrik (Wilcoxon) untuk mengetahui perbedaan dari masing-masing variabel. Didapatkan rata-rata sebelum intervensi 20,10 dan rata-rata sesudah intervensi hari ke 9 dan 10 23,00. Terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah intervensi dengan p value 0,005. Dari hasil bacaan diatas dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pendekatan Floortime terhadap peningkatan kemampuan berbahasa pada anak autistik. Diharapkan kepada pihak petugas sekolah autis secara rutin melaksanakan terapi Floortime sebagai salah satu intervensi terhadap kemampuan berbahasa anak autistik. Abstract (EN): This research was motivated by the children with autistic disorder and obstacles in communicate and have abnormalities both verbal and non verbal. Specially in the autism school Al-Ikhlas Garegeh Bukittinggi. From data, there are 124 students in this school, and 64,51% of them are autistic children. Based on the research above, there are some limitations that autistic‟s student have in language. So, the experts have developed an approach of teaching for autistic‟ students. One of them is floortime approach. The purpose of this research is to know about the differences between autistics children language skill before and after result a teaching approach in Al-Ikhlas Autism School Garegeh Bukittinggi. This reseach is an Quasy Experiments with pre and post test one group design, in this research, the search use purposive sampling method with 10 respondent sampling, and it was done on February 2016. Processing of data is use a non-parametric test (Wilcoxon) to know what a different a variable. The average before intervention 20,10 and in 9 and 10 days after intervention is 23,00. There are have a differences between before and after intervention with P value 0,005. From the text above, it can be concluded that there is a different of floortime approach for increasing autistics special school can do floortime theraphy become once of intervention to autistics children language skill.
Aria Wahyuni, Ratna Dewi, Salmiati · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan
Kasus gagal ginjal kronik di dunia semakin meningkat saat ini, Gagal ginjal adalah salah satu penyakit kronik yang dianggap dapat mempengaruhi sebagian atau seluruh demensi seksualitas manusia, baik secara fisik maupun psikososial, disamping penyakit kronik lainnya seperti diabetes melitus dan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk Mengekplorasi pengalaman seksualitas pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD. Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Data didapatkan dengan wawancara mendalam terhadap 6 partisipan yang terdiri dari 3 partisipan laki-laki dan 3 partisipan perempuan, usia 35 - 60 tahun dengan lamanya menjalani hemodialisis 6 bulan - 3 tahun yang diperoleh dengan tehnik Purposive Sampling. Hasil wawancara dianalisa dengan menggunakan metode colaizzi. Hasil wawancara didapatkan 3 tema yaitu 1) Penurunan Dimensi Biologis Seksualitas, 2) Masih Optimalnya Dimensi Psikologis, 3) Penilaian Positif Terhadap Dimensi Sosiokultural. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa klien hemodialisis mengalami perubahan pada fisik dan psikologis yang apabila tidak mendapat penanganan yang tepat, akan mempengaruhi kualitas hidup partisipan termasuk pemenuhan kebutuhan seksual. Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran pada petugas kesehatan khusus nya perawat hemodialisa pentingnya memahami aspek seksualitas pada pasien hemodialisa untuk dapat meningkatkan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisa. Untuk Peneliti selanjutnya dapat mengekplorasi mendalam tentang pengalaman seksualitas pasangan pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa. Abstract (EN): Cases of chronic renal failure in the world is increasing at the moment, Kidney failure is one of the chronic diseases that are considered to affect part or the whole dimension of human sexuality, both physical and psychosocial, in addition to other chronic diseases such as diabetes mellitus and cancer. This study to explore the experience of sexuality in patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis in hospitals. Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi 2015. This study used qualitative research methods with the approach of phenomenology. Data obtained depth interviews with six participants consisting of three participants were male and 3 female participants, aged 35-60 years with hemodialysis duration of 6 months - 3 years obtained by purposive sampling technique. The result was analysed used Colaizzi method. The result obtained 3 Themes: 1) a decrease in the biological dimension of sexuality, 2) Still optimal psychological dimension 3) Positive assessment of sociocultural dimension. It was concluded that the client hemodialysis undergo physical and psychological changes that if it does not receive proper treatment, will affect the quality of life of participants including sexual fulfillment. The results of this study can give a picture on her special health care workers understand the importance of hemodialysis nurses aspects of sexuality in hemodialysis patients in order to improve the quality of life of patients undergoing hemodialisa. Researchers further expand to explore in-depth about the experience of sexuality couple renal failure patients undergoing hemodialysis.