Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Stimulasi dengan Perkembangan Anak Pra Sekolah (Usia 60-72  Bulan)  di TK Ausath  Kelurahan Subarang Batuang Kota Payakumbuh Tahun 2016
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Stimulasi dengan Perkembangan Anak Pra Sekolah (Usia 60-72 Bulan) di TK Ausath Kelurahan Subarang Batuang Kota Payakumbuh Tahun 2016

Neila Sulung, Zuraida, Jastarti Junaidi · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Perkembangan merupakan kemampauan anak dalam melakukan gerak halus, gerak kasar, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian. Banyak yang mempengaruhi perkembangan anak pra sekolah, salah satunya adalah stimulasi orang tua. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan anak gangguan perkembangan. Di Indonesia diperkirakan sekitar 1-3% anak pra sekolah mengalami keterlambatan perkembangan umum, 30% dengan hambatan berbahasa dan 35,4% mengalami penyimpangan motorik kasar dan halus serta mental emosional. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan stimulasi dengan perkembangan anak pra sekolah. Desain penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh orang tua dan anak pra sekolah di TK Ausath kelurahan Subarang Batuang kota Payakumbuh, berjumlah 50 orang anak dan orang tuanya, pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil analisa univariat, diketahui 58,0 % memiliki pengetahuan tinggi, 52,0% sikap negatif, 52,0 % tindakan baik, dan 58,0 % perkembangan anak sesuai dengan umur. Hasil analisa bivariat, ada hubungan pengetahuan Ibu (p = 0,007 dan OR = 6,286), sikap (p = 0,040 dan OR = 4,091), dan tindakan (p = 0,011 dan OR = 5,556) dengan perkembangan anak. Disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan stimulasi dengan perkembangan anak pra sekolah. Diharapkan kepada guru TK Ausath dan orang tua, agar dapat melakukan pemantauan perkembangan pada anak secara teratur, meliputi kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian, dan memberikan stimulasi perkembangan yang tepat supaya anak tidak mengalami keterlambatan perkembangan. Abstract (EN): The development of a child's ability to do a straight motion, coarse motion, speech and language and socialization and independence. Many influencing the development of pre-school children, one of which is stimulation of parents. Lack of stimulation can cause developmental disorders of children. In Indonesia is estimated at about 1-3% of preschool children experiencing developmental delays common, 30% with language barriers and 35.4% had deviation gross and fine motor and mental emotional. The aim of research to determine the relationship of knowledge, attitudes and actions of stimulation with the development of preschool children. The method of the research was analytical survey, with cross sectional design. The population was all of parents and children aged 60-72 months at Ausath kindergarten Subarang Batuang village Payakumbuh city, totalling 50 children and their parents, The sampling is done by total sampling. Data Processing and analysing is univariate and bivariate. Univariate analysis Results are known 58,0 %, have a high knowledge 52.0% negative attitude, 52.0% good action, and 58.0% have children with konsisten age development. Bivariate analysis results have correlation with knowledge (p = 0.007 and OR = 6.286), attitude (p = 0.040 and OR = 4.091), and action (p = 0.011 and OR = 5.556) with the development of the child. It can be concluded that there was correlation between knowledge, attitude and action stimulation with the development of the children. It expected to the manager of Ausath kindergarten and parents in order to do the checking of children development regularly and give the right stimulation of development.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Analisis Promosi Kesehatan tentang Kanker Serviks terhadap Pemeriksaan IVA di Puskesmas Lampasi Kota Payakumbuh Tahun 2016
Analisis Promosi Kesehatan tentang Kanker Serviks terhadap Pemeriksaan IVA di Puskesmas Lampasi Kota Payakumbuh Tahun 2016

Yelmi Reni Putri, Febriniwati Rifdi, Nofrina Yosephin · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Kanker serviks di Indonesia memiliki prevalensi tertinggi setelah kanker payudara. Data terkini menunjukkan bahwa pemeriksaan visual leher rahim menggunakan asam asetat (IVA) hampir sama efektifitasnya dengan Tes Pap Smear dalam mendeteksi penyakit kanker serviks.Promosi kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik, dan organisasi, yang dirancang untuk memudahkan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan. Promosi kesehatan yang digunakan adalah dengan menggunakan media audio visual dan diskusi interaktif. Adapun yang menjadi fokus penelitian ini dilihat dari aspek input, proses, output dan outcome. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis promosi kesehatan tentang kanker serviks terhadap pemeriksaan IVA di Puskesmas Lampasi kota Payakumbuh tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan action research untuk mengevaluasi metode promosi kesehatan tentang kanker serviks terhadap pemeriksaan IVA. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Lampasi pada bulan Februari - Maret 2016. Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap input, proses, output, dan outcome. Hasil penelitian ini didapat bahwa metode promosi kesehatan dengan media audio visual dan diskusi interaktif lebih menarik sehingga berdampak pada bertambahnya kunjungan pemeriksaan IVA. Untuk meningkatkan kualitas promosi kesehatan ada baiknya dengan menggunakan media audio visual dan diskusi interaktif. Diharapkan promosi kesehatan ini diberikan juga kepada kelompok-kelompok binaan yang ada di wilayah kerja Puskesmas. Abstract (EN): Cervical cancer has the highest prevalence in Indonesia after breast cancer. The latest data shows that the visual inspection of the cervix using acetic acid (IVA) similar effectiveness with a Pap Smear Test in detecting cervical cancer. Health promotion is combination of any health education and interventions related to economics, politics, and the organization, which is designed to facilitate the conduct and a conducive environment for health. Health promotion being used is using the audio visual media and interactive discussion. As for the focus of this research from the aspects of input, process, output and outcome.The purpose of this research is to analyze the health promotion of cervical cancer towards IVA test in Puskesmas Lampasi 2016. This research is qualitative with actionresearch. This research approach to evaluating health promotion method of cervical cancer towards IVA test. This research was conducted in Puskesmas Lampasi in Februari-March 2016. In this research was conducted an analysis of the inputs, processes, outputs, and outcomes. The results of this research found that the method of health promotion with audio-visual media and interactive discussions more interesting so that the impact on the increase of IVA test visit. To improve the quality of health promotion it is better using the media audio visual and interactive discussion. Expected health promotion is given also to target groups that exist in Puskesmas.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan Pasangan Usia Subur Wanita Menjadi Peserta KB di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang Tahun 2016
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan Pasangan Usia Subur Wanita Menjadi Peserta KB di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang Tahun 2016

Adriani, Nurhayati, Farah Cynthia Handayani · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Program KB merupakan upaya peningkatan kepedulian masyarakat dalam mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera, menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mengatur interval antara kehamilan dan menentukan jumlah anak dalam keluarga.Cakupan peserta KB aktif di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo tahun 2014 hanya 57,62%, masih jauh dari target Nasional yaitu sebesar 70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan pasangan usia subur wanita menjadi peserta KB di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang Tahun 2015. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang pada bulan Januari-Februari 2016 dengan menggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel 91 orang dengan teknik pengambilan sampel proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan data primer melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner serta data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian diketahui kurang dari separoh responden (39,6%) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah. Lebih dari separoh responden (52,7%) memiliki sikap yang negatif, (54,9%) menyatakan tidak mendapatkan dukungan suami dan (52,7%) menyatakan tidak menjadi peserta KB. Hasil uji statistik diketahui terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan, sikap dan dukungan suami dengan keikusertaan PUS wanita menjadi peserta KB dengan p <0,05. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan, sikap dan dukungan suami dengan keikusertaan PUS wanita menjadi peserta KB. Diharapkan kepada Kepala Puskesmas menekankan kepada petugas puskesmas untuk meningkatkan penyuluhan dan pembinaan terhadap pasangan suami istri, menjelaskan kelebihan, keterbatasan dan efek samping suatu cara KB serta meningkatkan partisipasi suami menjadi peserta KB. Abstract (EN): Family planning program is an effort to increase public awareness in realizing family happy and prosperous, avoiding unwanted pregnancy, births desired gain, set the interval between pregnancy and determine the number of children in the family. The coverage of Family planning at working area Nanggalo Health Center 2014 there are 57,62%, still far from the national targets of 70%. The purpose of this research is to know the factors associated with women family planning participants at Working Area Nanggalo Health Center Padang City 2015 The researched conducted in working area Nanggalo Health Center Padang City in January-February 2016, with using cross sectional design. Number of samples 91 with a sampling technique is proportional random sampling. Data collected through primary data with interviews using a questionnaire and secondary data. Data analysis was performed using univariate and bivariate using Chi-square test. The research results less than half of respondents (39,6%) had a low level of knowledge. More than half of respondents (52,7%) have a negative attitude, (54,9%) expressed no husband support and (52,7%) said it was not planning participants. The statistical test result known to have a significant relationship between the level of knowledge, attitudes and husband support with women family planning participants with p <0,05. It can be concluded that there are significant relationship between the level of knowledge, attitudes and husband support with women family planning participants. Head of the Health Center is expected to emphasize the health center officers to improve counseling and guidance to married couples, explaining the advantages, limitations and side effects of birth control as well as a way of increasing the participation of the husband for planning participants.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Hubungan Usia dan Paritas Ibu Bersalin dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Puskesmas Ambacang Kecamatan Kuranji Kota Padang Tahun 2015
Hubungan Usia dan Paritas Ibu Bersalin dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Puskesmas Ambacang Kecamatan Kuranji Kota Padang Tahun 2015

Rini Santy, Peggia Ruthami, Siti Khadijah · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Hingga saat ini BBLR masih merupakan masalah diseluruh dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir.Kelahiran bayi BBLR sampai saat ini masih bertanggung jawab atas dua per tiga kematian bayi. Angka kesakitan dan kematian pada bayi BBLR lebih tinggi 3 sampai 4 kali dari pada bayi-bayi dengan berat lahir normal Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study yang bertujuan untuk mengetahui hubungan variable independen ( usia dan paritas) dengan variable dependen (kejadian BBLR) di Puskesmas Ambacang Kecamatan Kuranji Kota Padang. Penulis menggunakan teknik simple random sampling dengan sampel 86 orang. Analisa dalam penelitian ini adalah analisa bivariat dan univariat dengan menggunakan uji chi-square. Dari hasil analisa dapat diketahui bahwa lebih dari separuh responden memiliki usia beresiko (55,8%). Lebih dari separuh responden memiliki paritas beresiko (59,3%). Lebih dari separuh responden mengalami BBLR (62,8%). Adanya hubungan yang bermakna antara usia dengan kejadian BBLR, dimana nilai p value = 0,004 (OR = 4,155). Adanya hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR, dimana nilai p value = 0,042 (OR = 2,798) Dari hasil hasil penelitian, kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kejadian BBLR berhubungan erat dengan usia dan paritas ibu bersalin. Saran ditujukan kepada institusi kesehatan perlunya Melakukan survey secara berkala di setiap wilayah kerja agar diperoleh data yang akurat mengenai kejadian BBLR dan dapat dilakukan tindakan-tindakan untuk mengurangi ataupun menurunkan angka kejadian BBLR tersebut. Abstract (EN): Low birth weight is a problem in the world because this is causing sick even mortality to the new born child. Low birth weight still be first problem that make mortality. It can described inrasio about 3 untill 4 than normal delivery. Sick total of this problem is more high than other problem of child. This research uses the method descriptive analytic with the design descriptive analytic with the approach cross sectional study aimed at to know relations variable independent ( age and of parity with variable dependent this story BBLR ) at puskesmas ambacang kecamatan kuranji the city .The use writers technique simple random sampling from 86 people .Analysis in this research was analysis bivariat and univariat using chi-square test . Results of the analysis it can be seen that more than half of the respondents having age risk ( 55.8 % ).More than half of the respondents having of parity risk ( of 59.3 % ).More than half of the respondents experienced BBLR ( 62,8 % ).Meaningful the connection between the ages of with the genesis BBLR, where the value of p value = 0,004 ( OR = 4,155 ).The connection between of parity with the genesis BBLR, where the value of p value = 0,042 ( OR = 2,798 ) From the research , conclusion of this research is that the incidence of BBLR closely related to age and parity maternity mother .Advice addressed to health institutions the need for do survey at regular intervals in every region of work so that obtained the data accurate about the incident BBLR and can be done steps to reduce nor lowered the incidence BBLR.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Analisis Pemenuhan kebutuhan Gender Terhadap Gerakan Sayang Ibu Di Wilayah Kerja Puskesmas Pariaman Kota Pariaman tahun 2015
Analisis Pemenuhan kebutuhan Gender Terhadap Gerakan Sayang Ibu Di Wilayah Kerja Puskesmas Pariaman Kota Pariaman tahun 2015

Evi Hasnita, Devi Novienti, Nurdin · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Indonesia telah mengupayakan berbagai hal untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), salah satunya melalui Gerakan Sayang Ibu (GSI). Puskesmas Pariaman tahun 2015 terjadi peningkatan AKI secara tajam yaitu terdata 4 orang kematian ibu maternal. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran yang berkaitan dengan unsur operasional pelaksanaan GSI, mengetahui gambaran peningkatan peran bidan dalam pelaksanaan GSI dan menganalisa pemenuhan kebutuhan gender terhadap GSI di Wilayah kerja Puskesmas Pariaman tahun 2015. Jenis penelitian kualitatif, penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Pariaman, sampel dalam penelitian sebanyak 5 orang. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan mendekripsikan data. Hasil analisa menunjukan bahwa pelaksanaan kegiatan GSI dilihat dari unsur operasional di Puskesmas Pariaman, masih ada kegiatan yang belum terlaksana, dan dilihat dari peningkatan peran bidan, pelaksanaan GSI juga belum berhasil sepenuhnya dan tidak sesuai dengan standar yang di tentukan, dan dalam pemenuhan kebutuhan gender terhadap GSI didalam kebijakan pelaksanaan melalaui satgas GSI, kebutuhan gender tidak seimbang (di lihat dari kebutuhan akan donor darah, jaminan kesehatan, ambulan desa, dan suami siaga), hanya berhenti pada tataran formalitas kebijakan melalui SK pembentukan Satgas GSI. Adapun saran yang diajukan dalam pelaksanaan kegiatan GSI dalam upaya menurunkan angka kematian ibu, diharapkan petugas terkait seperti satgas GSI, pimpinan puskesmas dan kader desa siaga agar lebih melakukan sosialisai tentang Advokasi dan KIE pelaksanaan kegiatan GSI ke masyarakat. Abstract (EN): Indonesia has been trying various things to reduce Maternal Mortality Rate (MMR), one through Gerakan Sayang Ibu (GSI). Health Center 2015 Pariaman increased sharply AKI is recorded 4 maternal deaths. The purpose of research is to find a picture related to the implementation of the operational elements of GSI, midwives know the description of an increased role in the implementation of GSI and analyzing gender needs to GSI in Region Public Health Center 2015 Pariaman. Qualitative research, the research conducted in Puskesmas Pariaman, the sample as many as five people. The sampling technique is purposive sampling. The data analysis decrypt data. The analysis shows that the implementation of the GSI views of the elements operating in Puskesmas Pariaman, there are activities that have not been implemented, and the views from the increased role of the midwife, the implementation of GSI also has not managed to completely and not in accordance with the standards specified, and the gender needs to GSI in policy implementation task force melalaui GSI, the need for gender balance (in view of the need for blood donors, health insurance, rural ambulances, husband and standby), just stop at the level of formality of the policy through a decree forming Task Force GSI. The suggestions put forward in the implementation of GSI in an effort to reduce maternal mortality, such as the task force is expected to relevant officers of GSI, the head of health centers and village cadres to be more alert conduct socialization on Advocacy and IEC implementation of GSI to the public.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Motorik pada Anak Usia 4-5 Tahun di PAUD di wilayah Kerja Puskesmas Marunggi Kota Pariaman Tahun 2015
Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Motorik pada Anak Usia 4-5 Tahun di PAUD di wilayah Kerja Puskesmas Marunggi Kota Pariaman Tahun 2015

Detty Afriyanti, Asmaleni, Syafrian Naili · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Keterlambatan perkembangan anak banyak terjadi di Indonesia berkisar 5 s/d 10%. Penyebab utama keterlambatan perkembangan umum adalah status gizi perkirakan sekitar 1-3% anak di bawah usia 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan umum. Status gizi merupakan salah satu faktor mempengaruhi perkembangan motorik anak usia prasekolah. Masalah gizi utama yang diderita anak prasekolah adalah kurang energy protein (KEP), kurang vitamin A, dan anemia gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan motorik anak usia 4-5 tahun di PAUD di wilayah kerja Puskesmas Marunggi Kota Pariaman tahun 2016. Desain penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini semua ibu dan anak berusia 4-5 tahun yang berjumlah 194 orang, dengan jumlah sampel 42 orang yang diambil dengan teknik random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan dari 42 responden didapatkan, 35,7% responden dengan perkembangan motorik tidak mampu sesuai usia dan 31% responden dengan status gizi kurang baik. Analisis bivariat menunjukkan terdapatnya hubungan yang bermakna antara status gizi dengan perkembangan motorik anak usia 4-5 tahun dengan p value = 0,035 p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan perkembangan motorik. Diharapkan kepada orang tua untuk lebih memperhatikan status gizi anak yang dapat mempengaruhi perkembangan motorik anak pada masa tumbuh kembangnya, serta lebih meningkatkan gizi anak pada masa prasekolah untuk peningkatan pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Abstract (EN): Child developmental delays occur in Indonesia ranges from 5 s / d 10%. The main cause is the general developmental delay estimate the nutritional status of about 1-3% of children under 5 years of general developmental delay. Nutritional status is one of the factors affecting the motor development of preschoolers. The main nutritional problem that affects preschoolers are less energy protein (KEP), vitamin A deficiency, and anemia. The purpose of this study was to determine the relationship of nutritional status and motor development of children aged 4-5 years in early childhood in Marunggi Puskesmas Kota Pariaman 2016. This study was an analytic study with cross sectional study. The population in this study all mothers and children aged 4-5 years which amounted to 194 people, with a sample of 42 people were taken by random sampling technique. Data analysis using Chi-Square test. The results showed 42 respondents obtained, 35.7% of respondents with motor development was not able to fit age and 31% of respondents with poor nutritional status. The bivariate analysis showed the presence of a significant association between nutritional status and motor development of children aged 4-5 years with p value = 0.035 p <0.05). Expected to parents to pay more attention to the nutritional status of children that can affect the motor development of children during growth, and further improve the nutrition of children in the preschool years to increase growth and brain development in children.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Pengaruh Sosialisasi tentang Teknik Penyuntikan Subcutan pada Bayi terhadap Keterampilan Bidan Puskesmas di Wilayah Kerja Puskesmas Air Santok Kecamatan Pariaman Timur Tahun 2015
Pengaruh Sosialisasi tentang Teknik Penyuntikan Subcutan pada Bayi terhadap Keterampilan Bidan Puskesmas di Wilayah Kerja Puskesmas Air Santok Kecamatan Pariaman Timur Tahun 2015

Silvia, Nila Andriani, Detty Afriyanti · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Berdasarkan laju pembangunan kesehatan di Indonesia diarahkan kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 menyatakan dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, sumber daya kesehatan perlu ditingkatkan dan didayagunakan, yang meliputi sumber daya manusia kesehatan, pembiayaan kesehatan, serta sediaan farmasi dan alat kesehatan. Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan prosedur penyuntikan, maka meningkat pula kejadian/efek samping dari setelah penyuntikan. Salah satu teknik penyuntikan adalah dengan cara melakukan penyuntikan subcutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh sosialisasi tentang teknik penyuntikan Subcutan pada Bayi terhadap keterampilan Bidan Puskesmas di wilayah kerja puskesmas Air Santok Kecamatan Pariaman Timur Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan quasy eksperimen pre post test design yang dilakukan pada 20 orang Bidan Puskesmas yang diambil secara total sampling. Sosialisasi tentang teknik penyuntikan dilakukan pada 20 orang Bidan Puskesmas. Keterampilan diukur dengan menggunakan daftar tilik tentang teknik penyuntikan Subcutan Analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sosialisasi tentang teknik penyuntikan Subcutan pada Bayi terhadap keterampilan Bidan Puskesmas dimana p value = 0,000 (p < 0,05). Peningkatan keterampilan sesudah sosialisasi lebih tinggi dari pada sebelum sosialisasi dari 25,5 menjadi 28,6 sesudah diberikan sosialisasi. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan Bidan Puskesmas. Diharapkan untuk dapat lebih meningkatkan keterampilan Bidan Puskesmas melalui sosialisasi dan pelatihan serta diklat tentang teknik penyuntikan dan dengan sosialisasi keterampilan Bidan tentang Penyuntikan Subkutan sesuai dengan evidance based terbaru. Abstract (EN): ABSTRACT Based on the pace of development of health in Indonesia is directed to the National Medium Development Plan (RPJMN) 2015-2019 states in the implementation of health development health resources need to be improved and utilized,which include health human resources, With the increasing needs of the community will be the injection procedure, it also increases the incidence/side effects following injection One injection technique is by injecting subcutan The purpose of this study was to analyze the effect of socialization on the injection technique subcutan Infant against center midwife skills in the working area of Puskesmas Air Santok East Pariaman District 2015 This research uses experimental design quasy pre post test design was conducted on 20 people center midwife taken by total sampling. Socialization of the injection technique performed on 20 people Widwife Puskesmas. Skills measured by using a checklist of injection technique subcutan Data were analyzed using t test. The results showed that there significant socialization of injection technique subcutan infact skills against Bidan Puskesmas where p value = 0.000 (p <0.05). Increase socialization skills after higher than before the socialization of 25,5 to 28.6 after given socialization. The results of this study are a significant influence the improvement of skills center midwife. It is expected tofurther enhance the skills widwife Puskesmas through socialization and training as well as training on injection technique and socialization skills of Midwives Subcutaneous Injections in accordance with the latest evidance based.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Hubungan Hasil Belajar Mata Kuliah Asuhan Kebidanan I dengan Kompetensi Praktek Kehamilan (ANC) di BPM Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman Tahun 2015
Hubungan Hasil Belajar Mata Kuliah Asuhan Kebidanan I dengan Kompetensi Praktek Kehamilan (ANC) di BPM Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman Tahun 2015

Adriani, Nurhayati, Enti Elita · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Berdasarkan kompetensi praktek kehamilan (ANC), para mahasiswa diharuskan mencari ibu hamil yang akan dijadikan sebagai objek pemberian asuhan. Dalam implementasinya, secara umum mahasiswa telah cukup baik dalam menunjukkan performansinya dalam memberikan pelayanan ANC sesuai dengan standar pelayanan kebidanan yang ada. Namun, yang menjadi sorotan dari tim asesor adalah masih diperlukannya peningkatan kompetensi teknis mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Hubungan Hasil Belajar Mata Kuliah Asuhan Kebidanan I dengan Kompetensi Praktek Kehamilan (ANC) di BPM Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman Tahun 2015 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik menggunakan metode cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari tahun 2016 di BPM di BPM Hj. Firdawati, BPM Halimatusadiah, BPM Eva Yulia, SST, BPM Nelza Mutia, BPM Elfia, Yusmarni. Populasi penelitian adalah semua mahasiswa praktek kehamilan (ANC) sebanyak 35 orang. Hasil dari penelitian ini analisis menunjukkan bahwa 65,7% memiliki hasil belajar baik, 60% memiliki kompetensi praktek. Terdapat hubungan yang bermakna hasil belajar dengan Kompetensi Praktek Kehamilan (ANC) di BPM Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman dengan p value 0,031, OR 5.667 Diharapkan pada mahasiswa untuk lebih disiplin lagi dalam belajar, mahasiswa juga diharapkan untuk kreatif lagi dalam mencari berbagai sumber tambahan ilmu, seperti sering membaca materi-materi yang berhubungan dengan perkuliahan atau sering mengakses informasi melalui internet dan juga melakukan konseling yang intensif lagi dengan dosen pembimbing sebelum melakukan praktek lapangan. Abstract (EN): Competency-based practice pregnancy, the students are required to look for pregnant women to be used as objects of care delivery. In the implementation, in general, students have been pretty good in showing its performance in providing services in accordance with the standards ANC existing midwifery services. However, the highlights of the assessor team is still need for improvement of their technical competence. The purpose of this study was to determine whether the relationship Learning Results Subjects Midwifery Care Practice Competencies I with Pregnancy in Central Pariaman District BPM Kota Pariaman 2015 This study is a descriptive analytical study using cross sectional method. The research was conducted in February 2016 in BPM in BPM Hj. Firdawati, Halimatusadiah BPM, BPM Eva Yulia, SST, Mutia Nelza BPM, BPM Elfia, Yusmarni. The study population was all the students practice pregnancy as many as 35 people. The results of this study analysis showed that 65.7% had a good learning outcomes, 60% had a practice competency. There is a significant relationship with the learning outcomes Competence Practice Pregnancy in Central Pariaman District BPM Kota Pariaman with p value 0,031, OR 5.667. It is expected the students to be disciplined again in learning, students are also expected to be creative in finding a variety of additional sources of knowledge, such as frequent reading materials related to lectures or frequently access information via the Internet and also do counseling intensively with the supervisor before practice field.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia pada Posyandu Lansia di Kelurahan Pakan Sinayan Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh Tahun 2015
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia pada Posyandu Lansia di Kelurahan Pakan Sinayan Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh Tahun 2015

Oktavianis, Febriniwati Rifdi, Amelya Permata Sari · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Masalah kesehatan yang sering dialami oleh para lansia diantaranya adalah jantung koroner dan stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa faktor – faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia pada posyandu lansia di Kelurahan Pakan Sinayan Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh Tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 212 orang, dengan sampel sebanyak 139 orang dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian meliputi analisis univariat dan bivariat di olah dengan menggunakan uji chi square secara komputerisasi. Analisa univariat didapatkan hasil dengan jarak dekat ( 66,18% ), peran kader baik ( 82,73% ), dukungan keluarga yang baik ( 97,84% ), kunjungan posyandu yang tidak memenuhi standar ( 59,71% ). Dari hasil analisa bivariat terdapat hubungan antara peran kader ( p-value 0,000 ) dan dukungan keluarga ( p-value 0,005 ) dengan kunjungan posyandu lansia Kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara peran kader dan dukungan keluarga dengan kunjungan lansia pada posyandu lansia. Semoga hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi petugas pelaksana posyandu lansia agar dapat meningkatkan kunjungan lansia pada posyandu lansia binaannya. Abstract (EN): The size of the elderly population and growing very rapidly cause a variety of problems, so that the elderly need to get serious attention from all sectors to efforts to improve the welfare of the elderly. The purpose of this study is to find out what factors - factors that affect the elderly visit the elderly in the village posyandu Pakan Sinayan District of West Payakumbuh Payakumbuh 2015. This research is descriptive analytic with cross sectional study design. The population in this study was 212 people, and the sampling technique is simple random sampling as many as 139 people. Collecting data in this study using primary and secondary data. Data processing is done by computerized penelitiandi results include the analysis of univariate and bivariate analysis using chi square test. Univariate analysis showed the close range (66.18%), the role of a good cadre (82.73%), a good family support (97.84%), visits posyandu do not meet the standards (59.71%). From the results of the bivariate analysis of the relationship between the role of cadres (p-value 0.000) and family support (p-value 0.005) with a visit Posyandu It can be concluded that there is a relationship between cadres and support the role of the family with a visit to the Posyandu elderly. Expected to cadres and instructors region to do counseling so add information about the importance of Posyandu elderly.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Anak Balita Di Puskesmas Sungai Lansek Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Anak Balita Di Puskesmas Sungai Lansek Tahun 2016

Evi Hasnita, Zuraida, Desi Kostiana · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

ISPA, infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada balita. Usia balita merupakan usia yang rentan terhadap penyakit yang dapat mengakibatkan kematian. Sebagian besar penyebab kesakitan dan kematian tersebut dikarenakan penyakit seperti ISPA, diare, malaria, campak, dan malnutrisi. ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut adalah suatu kelompok penyakit yang menyerang saluran pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada anak balita di Puskesmas Sungai Lansek Tahun 2016. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Januari- Februari 2016 dengan desain penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sieluruh anak yang mengalami ISPA dengan, teknik pengambilan sampel yaitu dengan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 69 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan wawancara dengan pengolahan data dilakukan dengan teknik komputerisasi. Dari hasil uji statistik menunjukan tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi balita ( nilai p value= 0,428) dan status imunisasi dasar ( nilai p value= 0,406) dengan kejadian ISPA, tetapi terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI Eksklusif ( nilai p value= 0,112 05 dan OR 0,026) dan lingkungan (nilai p value = 0,041dan OR 0,239) dengan Kejadian ISPA Pada Anak Balita. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pemberian ASI Eksklusif dan lingkungan Kejadian ISPA Pada Anak Balita Di Puskesmas Sungai Lansek Tahun 2016. Saran bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung agar dapat meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan ISPA pada anak balita di Puskesmas Sungai Lansek. Abstract (EN): ARI, Acute Respiratory Infection is a disease that often occurs infants. The age of a toddler is an age vulnerable to diseases that can lead to death. Most of the causes of morbidity and mortality due to diseases such as respiratory infections, diarrhea, malaria, measles and malnutrition. ARI or acute respiratory infection is a group of diseases that attack the respiratory tract. This study aims to determine what factors are associated with ARI in children under five in Sungai Lansek PHC 2016. This study design is descriptive analytic using cross sectional approach. The population in this study is the whole child with ARDS, the sampling technique that is by accidental sampling with a total sample of 69 people. The instrument used was questionnaire and interview data processing is done with computerized techniques. This research has been done on months January- February 2016, with the design of this research is descriptif analitik. From the results of statistical tests showed no significant relationship between nutritional status (p value = 0.428), and the status of basic immunization (p value = 0.406) and the incidence of ARI, but there is a relationship significant between the gift mothers milk exclusive (p value = 0,000 and OR 0,026) environment (p value = 0.041and OR 0,239) with Genesis ISPA in Toddlers. Based on these results we can conclude that there is a statistically significant relationship betweengive mothers milk excslusive and the environment Genesis ISPA In Toddlers Sungai Lansek PHC at 2016. Suggestions for Health Department Sijunjung order to improve the prevention and treatment of ARI in children under five in Sungai Lansek PHC.

Laporan tugas akhir 2017
Detail