Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Motorik pada Anak Usia 4-5 Tahun di PAUD di wilayah Kerja Puskesmas Marunggi Kota Pariaman Tahun 2015
- Penulis
- Asmaleni
- Pembimbing
- Detty Afriyanti; Syafrian Naili
- Jenis repository
- Laporan tugas akhir
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D4 Kebidanan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 05 April 2017
Abstrak
Keterlambatan perkembangan anak banyak terjadi di Indonesia berkisar 5 s/d 10%. Penyebab utama keterlambatan perkembangan umum adalah status gizi perkirakan sekitar 1-3% anak di bawah usia 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan umum. Status gizi merupakan salah satu faktor mempengaruhi perkembangan motorik anak usia prasekolah. Masalah gizi utama yang diderita anak prasekolah adalah kurang energy protein (KEP), kurang vitamin A, dan anemia gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan motorik anak usia 4-5 tahun di PAUD di wilayah kerja Puskesmas Marunggi Kota Pariaman tahun 2016. Desain penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini semua ibu dan anak berusia 4-5 tahun yang berjumlah 194 orang, dengan jumlah sampel 42 orang yang diambil dengan teknik random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan dari 42 responden didapatkan, 35,7% responden dengan perkembangan motorik tidak mampu sesuai usia dan 31% responden dengan status gizi kurang baik. Analisis bivariat menunjukkan terdapatnya hubungan yang bermakna antara status gizi dengan perkembangan motorik anak usia 4-5 tahun dengan p value = 0,035 p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan perkembangan motorik. Diharapkan kepada orang tua untuk lebih memperhatikan status gizi anak yang dapat mempengaruhi perkembangan motorik anak pada masa tumbuh kembangnya, serta lebih meningkatkan gizi anak pada masa prasekolah untuk peningkatan pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Abstract (EN): Child developmental delays occur in Indonesia ranges from 5 s / d 10%. The main cause is the general developmental delay estimate the nutritional status of about 1-3% of children under 5 years of general developmental delay. Nutritional status is one of the factors affecting the motor development of preschoolers. The main nutritional problem that affects preschoolers are less energy protein (KEP), vitamin A deficiency, and anemia. The purpose of this study was to determine the relationship of nutritional status and motor development of children aged 4-5 years in early childhood in Marunggi Puskesmas Kota Pariaman 2016. This study was an analytic study with cross sectional study. The population in this study all mothers and children aged 4-5 years which amounted to 194 people, with a sample of 42 people were taken by random sampling technique. Data analysis using Chi-Square test. The results showed 42 respondents obtained, 35.7% of respondents with motor development was not able to fit age and 31% of respondents with poor nutritional status. The bivariate analysis showed the presence of a significant association between nutritional status and motor development of children aged 4-5 years with p value = 0.035 p <0.05). Expected to parents to pay more attention to the nutritional status of children that can affect the motor development of children during growth, and further improve the nutrition of children in the preschool years to increase growth and brain development in children.