Analisis Pemenuhan kebutuhan Gender Terhadap Gerakan Sayang Ibu Di Wilayah Kerja Puskesmas Pariaman Kota Pariaman tahun 2015
- Penulis
- Devi Novienti
- Pembimbing
- Evi Hasnita; Nurdin
- Jenis repository
- Laporan tugas akhir
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D4 Kebidanan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 05 April 2017
Abstrak
Indonesia telah mengupayakan berbagai hal untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), salah satunya melalui Gerakan Sayang Ibu (GSI). Puskesmas Pariaman tahun 2015 terjadi peningkatan AKI secara tajam yaitu terdata 4 orang kematian ibu maternal. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran yang berkaitan dengan unsur operasional pelaksanaan GSI, mengetahui gambaran peningkatan peran bidan dalam pelaksanaan GSI dan menganalisa pemenuhan kebutuhan gender terhadap GSI di Wilayah kerja Puskesmas Pariaman tahun 2015. Jenis penelitian kualitatif, penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Pariaman, sampel dalam penelitian sebanyak 5 orang. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan mendekripsikan data. Hasil analisa menunjukan bahwa pelaksanaan kegiatan GSI dilihat dari unsur operasional di Puskesmas Pariaman, masih ada kegiatan yang belum terlaksana, dan dilihat dari peningkatan peran bidan, pelaksanaan GSI juga belum berhasil sepenuhnya dan tidak sesuai dengan standar yang di tentukan, dan dalam pemenuhan kebutuhan gender terhadap GSI didalam kebijakan pelaksanaan melalaui satgas GSI, kebutuhan gender tidak seimbang (di lihat dari kebutuhan akan donor darah, jaminan kesehatan, ambulan desa, dan suami siaga), hanya berhenti pada tataran formalitas kebijakan melalui SK pembentukan Satgas GSI. Adapun saran yang diajukan dalam pelaksanaan kegiatan GSI dalam upaya menurunkan angka kematian ibu, diharapkan petugas terkait seperti satgas GSI, pimpinan puskesmas dan kader desa siaga agar lebih melakukan sosialisai tentang Advokasi dan KIE pelaksanaan kegiatan GSI ke masyarakat. Abstract (EN): Indonesia has been trying various things to reduce Maternal Mortality Rate (MMR), one through Gerakan Sayang Ibu (GSI). Health Center 2015 Pariaman increased sharply AKI is recorded 4 maternal deaths. The purpose of research is to find a picture related to the implementation of the operational elements of GSI, midwives know the description of an increased role in the implementation of GSI and analyzing gender needs to GSI in Region Public Health Center 2015 Pariaman. Qualitative research, the research conducted in Puskesmas Pariaman, the sample as many as five people. The sampling technique is purposive sampling. The data analysis decrypt data. The analysis shows that the implementation of the GSI views of the elements operating in Puskesmas Pariaman, there are activities that have not been implemented, and the views from the increased role of the midwife, the implementation of GSI also has not managed to completely and not in accordance with the standards specified, and the gender needs to GSI in policy implementation task force melalaui GSI, the need for gender balance (in view of the need for blood donors, health insurance, rural ambulances, husband and standby), just stop at the level of formality of the policy through a decree forming Task Force GSI. The suggestions put forward in the implementation of GSI in an effort to reduce maternal mortality, such as the task force is expected to relevant officers of GSI, the head of health centers and village cadres to be more alert conduct socialization on Advocacy and IEC implementation of GSI to the public.