Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) oleh Petugas di Radiologi dan Laboratorium Klinik RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) oleh Petugas di Radiologi dan Laboratorium Klinik RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016

Adriani, Cici Apriza Yanti, Eliza Oktaviani · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) adalah bentuk rasa tanggung jawab manajemen dan petugas, terhadap tugas dan kewajiban masing-masing serta kerja sama dalam pelaksanaan K3. Penelitian ini dilakukan di bagian radiologi dan laboratorium klinik RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi dikarenakan masih belum terlaksananya penerapan K3RS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku, pelatihan dan sosialisasi dengan penerapan K3RS oleh petugas di bagian radiologi dan laboratorium klinik RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas radiologi dan laboratorium klinik. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan besar sampel 41 responden. Data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku (0,020) dan sosialisasi (0,000) dengan penerapan K3RS dan tidak ada hubungan pelatihan (0,061) dengan penerapan K3RS. Dari semua variabel yang diteliti, yang paling memiliki peluang risiko untuk penerapan K3RS adalah sosialisasi. Disarankan kepada pihak rumah sakit khususnya bagian manajemen untuk meningkatkan kegiatan sosialisasi sehingga akan berdampak pada perubahan perilaku. Abstract (EN): Application of the health and safety of the hospital is the form of the sense of responsibility of management and personnel, the duties and obligations of each as well as cooperation in the implementation of occupational health and safety. This research is done in radiology and clinical laboratory RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi may lack the implementation of the implementation of occupational health and safety hospital. This study aims to determine the relationship of behavior, training and familiarization with the implementation of occupational health and safety officer at the hospital by radiology and clinical laboratory RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi 2016. This study is an analytical survey, with cross sectional research design. The population in this study were all officers radiology and clinical laboratories. Sample was taken by total sampling was 41 people. Data analysis was univariate and bivariate with Chi Square test. The results of this research indicate that behavior (0,020) and socialization (0,000) related to application of the health and safety of the hospital and training (0,061) no related to application of the health and safety of the hospital. All the variables, socialization was the most had oppurtunities risk for application of the health and safety of the hospital. Suggested to the hospital especially for management to improve socialization so that will have an impact on behavior changes.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor – Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadiaan Kecelakaan Kerja di PT  Lembah Karet Padang Tahun 2016
Faktor – Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadiaan Kecelakaan Kerja di PT Lembah Karet Padang Tahun 2016

Welly Femelia, Mohd Fadhil, Vina Novela · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban jiwa dan harta benda (Permenaker 1998). Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki, yang mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktivitas dan dapat menimbulkan kerugian baik korban manusia maupun harta benda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja di PT Lembah Karet Padang Tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana pengumpulan variabel independen dan dependen dilakukan secara bersamaan.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah stratified random sampling. Jumlah sampel yang di dapat sebanyak 154 orang. Penelitian dilakukan bulan agustus 2016 pdi PT Lembah Karet padang. Data yang terkumpul dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 76,6% pekerja mengalami kecelakaan kerja, 74,7% pekerja memiliki pengetahuan rendah, 66,9% tidak menggunakan tindakan penggunaan APD, dan 55,8% pekerja menyatakan tidak tersedianya APD. Berdasarkan analisis bivariat terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan kejadian kecelakaan kerja (pvalue 0,043 ≤ 0,05), Tindakan penggunaan APD dengan kejadiaan kecelakaan kerja (pvalue 0,028 ≤ 0,05), Ketersediaan APD dengan kejadian kecelakaan kerja (pvalue 0,039 ≤ 0,05). Saran dalam penelitian ini terhadap perusahaan diharapkan lebih meningkatkan pengetahuan pekerja tentang kesehatan dan keselamatan kerja, meningkatkan kesadaran pekerja tentang tindakan penggunaan APD lengkap, Menyediakan APD lengkap bagi pekerja, serta perusahaan diharapkan lebih berkomitmen dalam hal keselamatan dan keselamatan kerja di tempat kerja agar keselamatan dan kesehatan pekerjanya terjamin. Abstract (EN): Work accident is an event that is not desired and was not expected initially to cause casualties and property (Permenaker 1998). Under Law No. 1 Year 1970 on occupational safety, occupational accident is an unexpected contingencies original and undesirable, which disrupt the process that has been set up from an activity and may cause harm to both human casualties and property. The purpose of this study to determine the factors - factors related to the occurrence of occupational accidents in the PT Lembah Karet Padang 2016. This research is descriptive analytic using cross sectional approach where the collection of independent and dependent variables done bersamaan.Teknik sampling in this study was stratified random sampling. The number of samples that can be as many as 154 people. The study was conducted in August 2016 pdi PT Valley Rubber meadow. The data were analyzed using univariate and bivariate with Chi-Square test. The result showed 76.6% of workers injured at work, 74.7% of workers had low knowledge, 66.9% did not use measures the use of PPE, and 55.8% of workers stated unavailability of PPE. Based on bivariate analysis, there is a significant relationship between knowledge and the incidence of occupational accidents (pvalue 0.043 ≤ 0.05), measures the use of PPE with occurrence of occupational accidents (pvalue 0.028 ≤ 0.05), availability of PPE with the incidence of occupational accidents (0,039 pvalue ≤ 0.05 ). Suggestions in this research on the company is expected to further increase the knowledge of workers about health and safety, improving workers' awareness about measures the use of PPE is complete, Provide PPE is complete for the workers, and the company is expected to be more committed in terms of safety and safety in the workplace so that the safety and health workers guaranteed.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Pengetahuan, Alat Pelindung Diri, dan  Status Kesehatan Petani Pengguna Pestisida dengan Tindakan Pencegahan  Keracunan di Nagari Sungai Tanang Kecamatan Banuhampu Kabupaten  Agam Tahun 2016
Hubungan Pengetahuan, Alat Pelindung Diri, dan Status Kesehatan Petani Pengguna Pestisida dengan Tindakan Pencegahan Keracunan di Nagari Sungai Tanang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Tahun 2016

Rini Santy, Nurdin, Indah Chairun Nisa · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pestisida adalah memberantas atau mencegah hama-hama dan penyakit yang merusak tanaman, bagian-bagian tanaman atau hasil-hasil pertanian, Nagari Sungai Tanang merupakan salah satu nagari yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani sebanyak 319 petani, banyak petani menggunakan pestisida untuk meningkatkan hasil produksinya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, alat pelindung diri, dan status kesehatan petani pengguna pestisida dengan tindakan pencegahan keracunan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desai cross sectional yang dilakukan di Nagari Sungai Tanang Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam bulan Juli-Agustus 2016. Sampel terdiri dari 77 orang petani. Pengambilan sampel menggunakan Metode simple random sampling, pengolah data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistic chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak (54.55%) petani melakukan tindakan pencegahan kurang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan tindakan pencegahan keracunan adalah pengetahuan (p=0.029), alat pelindung diri (p=0.040), dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status kesehatan dengan tindakan pencegahan (p=0.488). Disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakana antara pengetahuan dan alat pelindung diri dengan tindakan pencegahan terhadap petani di Nagari Sungai Tanang. Untuk itu diharapkan kepada dinas kesehatan dan petugas penyuluh pertanian lapangan agar memberikan penyuluhan mengenai aplikasi pestisida yang benar, bahaya yang ditimbulkan dalam penggunaan pestisida dan disarankan kepada petani agar menggunakan alat pelindung diri secara lengkap saat melakukan kegiatan pencampuran dan penyemprotan pestisida untuk menghindari dampak bahaya pestisida. Abstract (EN): Pesticide is substances used to kill of prevent pests and desease that can demage for plants. Part of plant even agricultural product. Sungai tanang is an area majority of predominantly work as farmers there are 319 farmers, many farmers use pesticides to increase agricultural product. The purpose of this reseach is to know the relationship of knowledge, personal protective equipment, and Health Status of farmers that used pesticide with precautions prevention of porsoning. This reseach was quantitaive research used design coss sectional and was done in Sungai Tanang, Banuhampu, Kabupaten Agam regency from July until Agustus 2016. The sample of the research are 77 farmers. This research used method simple random sampling, then the data were analyzed by using univariat anda bivariat analysis with statistic chi square test. The result of the research showed that (54.55%) farmers precautions were not good. The result of bivariate analysis showed variabel that related with precautions of poisoning is knowledge (p= 0.029), personal protective equipment (p=0.040), and there is no relationship that significant between health status with precautions (p=0.488) Concluded that there is a significant relationship between knowledge and personal protective equipment with precautions against farmers in Nagari Sungai Tanang. For it is expected that the health department and the clerk agricultural extension field to provide counseling regarding pesticide application is true, the dangers posed in the use of pesticides and advised the farmers to use personal protective equipment completely when conducting mixing and spraying pesticides to avoid the impact of hazards of pesticides.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ketahanan Hidup ODHA di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ketahanan Hidup ODHA di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016

Sukarsi Rusti, Wenny Lazdia, Irma Yeni Elinda · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Penyakit HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Masalah yang berkembang adalah karena angka morbiditas dan mortalitas yang masih tinggi. Di bukittinggi jumlah ODHA yang terdata berjumlah 466 orang. Hal ini disebabkan antara lain karena lama terinfeksi, kepatuhan meminum obat ARV dan infeksi oportunistik yang dapat disebabkan karena melemahnya sistim kekebalan tubuh ODHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketahanan hidup ODHA di RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2016. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan desain kohort retrospektif, dilakukan penelitian terhadap kematian ODHA dengan mengamati rekam medis pasien mulai dari tahun 2014 sampai dengan 2015. Subjek penelitian berjumlah 215 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.adapun yang menjadi variabel independen adalah lama terinfeksi, kepatuhan meminum obat ARV, infeksi oportunistik dan variabel dependen adalah ketahanan hidup ODHA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 215 pasien diketahui jumlah kematian 39 orang (18,1%), Stadium 3&4 (>5 Tahun) adalah 89 orang (41.4%), yang tidak patuh adalah 77 orang (35.8), sedangkan yang mengalami infeksi oportunistik berjumlah 61 orang (28.4%). Hasil uji statistik hubungan ketahanan hidup ODHA terhadap lama terinkfesi didapatkan nilai p = 0,000 dengan RR = 53,7 (CI= 7,525384,592), terhadap kepatuhan meminum ARV diperoleh nilai p = 0,000 dengan RR=0,494(CI=0,394-0,619), terhadap infeksi oportunistik diperoleh nilai p = 0,000 dengan RR=0,361(CI= 0,258-0,504) Pada penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa lama terinfeksi, kepatuhan meminum obat ARV dan infeksi oportunistik berhubungan secara signifikan dengan ketahanan hidup ODHA. Dari ketiga variabel didapatkan yang paling berhubungan dan nilai asosiasi tertinggi adalah lama terinfeksi. Abstract (EN): HIV/AIDS disease is a health problem in indonesia. The problem cause of the number of morbility and mortality that still hight. It is cause of long term infection, adherance consuming the drungs and opportunistic that can deastroy the imun system od ODHA. The purpose of this research is to identify the factors related to the people living with ODHA in Achmad Muchtar Hospital Bukittinggi 2016. This research was conducted by a retrospective cohort design approach, doing research of the death of people who living with HIV by observing the patient’s medical record from 2014-2015. The research of study were 215 patient’s who is criteria inclusion. Analysis data using test chi-square. who became the independent variable is long infection, adherance comsuming the drungs , and opportunistic infection and dependent variable that survive the HIV people life. The research showed that among 215 patients with the number of deaths 39 people ( 18,% ), stages 3 and 4 (>5 th) is 89 people ( 41.4% ), not adherence is 77 people ( 35.8% ), and who suffered an opportunistic infection were 61 people ( 28.4% ). The statistical test relationships survival of people living with HIV to long-term infection obtained a p value of 0,000 with RR = 0,019 ( confidence interfal 95 % with alpha = 0.05 ), to adherance comsuming the drungs p value of 0,000 by RR = 0,494 ( confidence interfal 95 % with alpha = 0.05 ), to infection opportunistic p value of 0,000 by RR = 0,361 ( confidence interfal 95 % with αlpha = 0.05 ). So, it concluded that the long-term infection, adherence ARV and opportunistic infections associated with survival of people living with HIV. Of the three variables obtained interrelated and value the highest association is infected lam.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis Pelaksanaan Uji Kompetensi Bidan Terhadap Kepuasan Mahasiswa DIII Kebidanan di Kota Padang Tahun 2015
Analisis Pelaksanaan Uji Kompetensi Bidan Terhadap Kepuasan Mahasiswa DIII Kebidanan di Kota Padang Tahun 2015

Evi Hasnita, Yori Sulistia, Ana Sahroni · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Uji Kompetensi adalah suatu proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap tenaga kesehatan sesuai dengan standar profesi. Adanya masalah dan kendala yang muncul terkait dengan pelaksanaan uji kompetensi bidan yang tergolong kebijakan baru yang dibuat oleh pemerintah, pada penelitian ini akan menganalisis kebijakan tersebut.Yang menjadi fokus pada penelitian ini dilihat dari aspek input, proses, output, dan outcame. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan uji kompetensi bidan terhadap kepuasan mahasiswa DIII kebidanan di Kota Padang Tahun 2015 Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif, dengan rancangan studi kasus melalui pendekatan dengan metode kualitatif untuk mengevaluasi pelaksanaan uji kompetensi.Ruang lingkup Penelitian inidi STIKes Dharma Landbouw Padang, STIKes Amanah Padang, STIKes Ranah Minang Padang, STIKes Syedza Saintika Padang Tahun 2015, sejak tanggal 23 desember tahun 2015- tanggal 16 februari 2016,. Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap input, proses, output, dan outcame. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa pelaksanaan uji kompetensi tidak memuaskan mulai dari masalah dana yang dibebani kepada mahasiswa, dan waktu yang diberikan tidak sesuai dengan jumlah soal, hasil uji kompetensi yang didapatkan tidak menjawab seseorang itu berkompeten karena hanya menilai secara papper test bukan dari keterampilan. Selanjutnya untuk pelaksanaan uji kompetensi diharapkan tidak hanya 2 kali dalam setahun, mengenai sosialisasi seharusnya ditingkatkan lagi dikarenakan masih ditemukan mahasiswa yang kurang mengetahui tentang uji kompetensi. Kemudian untuk pengeluaran STR diharapkan cepat. Dan bagi mahasiswa yang tidak lulus uji kompetensi bisa dilakukan dikampus saja.Selanjutnya Uji kompetensi dikembalikan kepada institusi masing-masing dan dilakukan oleh asesor yang memiliki sertifikat. Abstract (EN): Competency Test is a process to measure knowledge, skills and attitude of health personnel in accordance with professional standards. Problems and obstacles that arise relating to implementation of the competency test midwife relatively new policy made by the government, in this study will analyze the policy. The focus of this research from the aspects of input, process, output, and outcame. The purpose of this study was to determine how the implementation of a competency test to the satisfaction of DIII midwifery students in Padang 2015. This study is a descriptive analysis, with case study design approach with a qualitative method to evaluate the implementation of the competency test. The scope of this study in STIKes Dharma Landbouw Padang, Padang Amanah STIKes, STIKes Minang Padang, Padang Saintika Syedza STIKes 2015, the date of 23 December 2015 - On 16 February 2016. In this research, analysis of input, process, output, and outcame. The results of this study found that the implementation of the competency test is not satisfactory from the problem of funds loaded to the students , and the time given does not match the number of questions , the results of competency tests were obtained does not answer the person is competent because only assess papper test instead of skill. Further to the implementation of the competency test is expected not only 2 times a year , about socialization should be increased again because they found students who are less aware of the competency test . Then for STR expenditures are expected quickly . And for students who do not pass the competency test can be done on campus only. Furthermore competency test be returned to their respective institutions and conducted by the assessor who has a certificate.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Hubungan Sikap Ibu Hamil, Intensitas Penyuluhan Dan Konseling Bidan Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe 90 Butir di Wilayah Kerja Puskesmas IV Koto Kinali Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2015
Hubungan Sikap Ibu Hamil, Intensitas Penyuluhan Dan Konseling Bidan Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe 90 Butir di Wilayah Kerja Puskesmas IV Koto Kinali Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2015

Febriyeni, Zuraida, Yunita · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Anemia yang terjadi pada ibu hamil dapat menyebabkan abortus, kelainan kongenital, perdarahan antepartum, persalinan prematur, persalinan dengan tindakan tinggi, ibu cepat lelah dan dapat menyebabkan kematian pada ibu pada saat bersalin. Akibat ibu hamil anemia terhadap janin/bayi yang dikandung ibu adalah gangguan pertumbuhan janin dalam rahim, BBLR (berat badan lahir rendah), mudah terkena infeksi, asfiksia intrauterin sampai kematian pada bayi. Anemia dapat dihindari dengan mengkonsumsi tablet Fe 90 butir selama masa kehamilan. Data Puskesmas IV Koto tahun 2015 menyatakan bahwa dari 580 ibu hamil, hanya 512 orang ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe atau 88,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap, intensitas penyuluhan dan konsling bidan dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah Kerja Puskesmas IV Koto Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Populasi penelitian adalah ibu hamil Triwulan III dan pengambilan sample adalah total sampling dengan jumlah responden 89 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil analisa univariat diketahui 49,4% responden mempunyai sikap negatif terhadap konsumsi tablet Fe, 48,3% responden menyatakan intensitas penyuluhan berjalan kurang baik, 52,8% responden menyatakan konseling bidan berjalan kurang baik dan 55,1% responden tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe 90 butir. Hasil analisa bivariat diketahui bahwa terdapat hubungan sikap, intensitas penyuluhan dan konseling bidan dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe 90 butir. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Sikap, intensitas penyuluhan dan konseling bidan berhubungan dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe 90 butir. Untuk itu, disarankan Bidan desa hendaknya melakukan pendekatan yang maksimal kepada ibu hamil agar mau mengkonsumsi tablet Fe selama kehamilannya dan membentuk komitmen dengan suami atau keluarga terdekat selaku pengawas minum obat (PMO) sehingga dapat meningkatkan cakupan konsumsi tablet Fe. Abstract (EN): Anemia in pregnant women can cause miscarriage, congenital abnormalities, antepartum bleeding, preterm labor, delivery with high action, mothers tired quickly and may cause death to the mother during labor. Anemia of pregnant women to fetus/baby that was conceived mother is impaired fetal growth in the womb, LBW (low birth weight), are susceptible to infection, intrauterine asphyxia until the death of the infant. Anemia can be avoided by consumsing Fe tablet 90 grains during pregnancy. Data of health center IV Koto Kinali 2015 states that of 580 pregnant women, only 512 pregnant women who consume Fe tablets or 88,3%. This study aims to determine the relationship of the attitude, the intensity counseling and conseling midwife with compliance to consume iron tablet in 2015. The study was a descriptive cross sectional analytic approach. The study was conducted in PHC IV Koto Kinali West Pasaman. The study population is pregnant women the third quarter. Sampling with total sampling with the number of respondent 89 people. The data collection is done the using questionnaires. Data processing is done using univariate and bivariate Chi Square test. Based on the survey results revealed that 49,4% of respondents have a negative attitude toward the tablet consumption Fe, 48,3% of respondents said the intensity of counseling going wel, 52,8% of respondents said a midwife conseling run poorly and 55,1% of respondents didnot obey soncume tablets Fe 90 grains. The result of bivariate analysis it is knows that there is a relationship attitude, the intensity of counseling and conselling midwife with compliance to consume iron tablet 90 grains. Based on research that has been done it can be concluded that the attitude, the intensity of counseling and conseling related to compliance midwife consumsing Fe tablets 90 grains. To the end, the village midwife should be advised to approach the maximum for prenant women to want to consume iron tablet during pregnancy and establish commitments with the husband or next of kin as a supervisor to take medication (PMO) so as to increase the coverage tablet consumption Fe.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Analisis Pemilihan Tenaga Penolong Persalinan Di Kenagarian Aie Dingin Wilayah Kerja Puskesmas Alahan Panjang Kabupaten Solok Tahun 2015
Analisis Pemilihan Tenaga Penolong Persalinan Di Kenagarian Aie Dingin Wilayah Kerja Puskesmas Alahan Panjang Kabupaten Solok Tahun 2015

Oktavianis, Efriza, Mardiati · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup, Salah satu cara untuk menurunkan AKI di Indonesia adalah dengan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan yang terlatih dan melakukan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pemilihan tenaga penolong persalinan di Kenagarian Aie Dingin Wilayah Kerja Puskesmas Alahan Panjang Kabupaten Solok Tahun 2015. jenis penelitian digunakan adalah penelitian kualitatif.Penelitian ini di laksanakan pada tanggal 20 januari sampai 20 Februari tahun 2016 di Kenagarian Aie Dingin Wilayah Kerja Puskesmas Alahan Panjang Kabupaten Solok.Informan dalam penelitian ini berjumlah 14 orang dipilih sesuai dengan prinsip penelitian kualitatif yaitu kesesuaian dan kecukupan.Pengumpulan data di lakukan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian diketahui bahwa wawancara terhadap informen pengetahuan informen kurang, masih ada kepercayaan masyarakat pada mitosmitos selama kehamilan dan percaya pada dukun sebagai penolong persalinan turun temurun, ada peran serta suami saat istrinya hamil, persalinan dan nifas, Sosialisasi tentang penolong persalinan belum dilaksanakan maksimal dan informasi yang diberikan pada ibu, suami dan keluarganya. Dapat di simpulkan hasil penelitian menunjukkan yang mendorong ibu memilih tenaga persalinan sangat berkaitan dengan pengetahuan ,sosial budaya dukungan suami dan peran tenaga kesehatan.Untuk itu, diharapkan tenaga kesehatan untuk dapat memberikan penyuluhan yang lebih baik lagi sehingga terwujudnya ibu hamil yang cerdas dalam memilih pertolongan persalinan nantinya sehingga AKI dapat diturunkan dan terwujudnya Indonesia Sehat. Abstract (EN): Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia reached 359 per 100,000 live births, one way to reduce maternal mortality rate in Indonesia is with births assisted by trained health personnel and deliver at health care facilities. In 2015 delivery by workers. The occurrence of maternal death are as much as 2 out of 121 maternal birth attendant non-medical personnel. The purpose of this study to analyze the delivery helper at birth in Kenagarian Aie Dingin work are a health Alahan Panjang Solok in 2015. Types of research used is qualitative research study was conducted on 20 January to 20 February 2016 at Kenagarian Aie Cold Puskesmas Solok.Informan Alahan Panjang district in this study amounted to 14 people selected in accordance with the principles of qualitative research that is its appropriateness and appropriatenessand adequacy is done through in-depth interviews. The survey results revealed that interviews with respondent knowledge of respondents are less, there are still people's belief in the myths during pregnancy and believe in shamans as birth attendants hereditary, there is the role of the husband when his wife became pregnant, childbirth and postpartum, Socialization of the birth attendant has not been implemented optimally and information given to the mother, her husband and family. It can be concluded the results showed that encourages mothers choose birth attendants is associated with knowledge, social and cultural support of her husband and the role of health professionals. Therefore,expect health workers to be able to provide better counseling so that the realization of pregnant women are smart in choosing aid delivery later that MMR can be lowered and the realization of indonesia healt.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu Balita ke Posyandu di Nagari Sijunjung Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Tahun 2016
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu Balita ke Posyandu di Nagari Sijunjung Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Tahun 2016

Zuraida, Cici Apriza Yanti, Yosrianti · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Pemantauan tumbuh kembang Balita secara berkesinambungan merupakan salah satu tujuan posyandu. Efektifitas posyandu erat sekali kaitannya dengan kepatuhan ibu balita. Dengan aktif dalam kegiatan posyandu ibu Balita dapat memantau tumbuh kembang Balitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kepatuhan ibu ke posyandu di Nagari Sijunjung Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Tahun 2016. Desain penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional pada seluruh ibu yang memiliki Balita (usia 12-59 bulan)sebanyak 91 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik Sistematic Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan lembar observasi buku KMS dengan pengolahan data dilakukan dengan teknik komputerisasi. Dari hasil analisa univariat diperoleh dari 91 responden 79,12% tidak bekerja, 70, 3% jarak rumahnya dekat dengan posyandu, 71,4% yang memiliki pengetahuan tinggi serta 54,9% memiliki dukungan keluarga. Analisa bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara jarak rumah ke posyandu ( p value= 0, 001 dan OR 5,625) dan dukungan keluarga ( p value= 0,000 dan OR 26, 074) dengan kepatuhan ibu berkunjung ke posyandu, tetapi tidak terdapat hubungan pekerjaan ( p value= 0,767) dan pengetahuan ( p value= 0, 762) dengan kepatuhan ibu berkunjung ke posyandu. Disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik pada jarak rumah ke posyandu dan dukungan keluarga pada ibu Balita di Nagari Sijunjung Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Tahun 2016. Saran kepada masyarakat untuk berperan serta dalam kegiatan Posyandu. Abstract (EN): Monitoring the growing and sustainable early childhood development is one of the aims IHC. Effectiveness posyandu closely related to compliance mothers. By actively in the activities posyandu mothers can monitor the growth and development of babies. The aims of study is to determine of related factors of the beehavior of mothers of infants and toddlers visit to IHC in Nagari Sijunjung District of Sijunjung Sijunjung 2016. This study design is descriptive analytic using cross sectional approach on all mothers who have children (aged 12-59 months) as many as 91 people. The samples in this study using systematic random sampling technique. The instrument used was questionnaire and observation sheets KMS book with the data processing is done with computerized techniques. From the result of analysis univariat obtained from 91 respondens, 79,12%doesn’t work, 70, 3% the far from the house to IHC is near, 71,4% have the high of knowledge, and 54,9% have thr husband supports. Analysis bivariat shows there is a significant correlation between the geographical location (p value = 0.001 and OR = 5.625.) and husband supports (p value = 0.000 and OR = 26.074) with compliance mother visited IHC, but there are no employment relationship (p value = 0.767) and knowledge (p value = 0.762) with the mother compliance visit to the IHC. Concluded there is a statistically significant relationship to the geographical location and the family support to mothers in Nagari Sijunjung District of Sijunjung Sijunjung Year 2016. Suggestions for the public to participate in the activities of Posyandu.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan  Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Lintau Buo  III Kabupaten Tanah Datar Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Lintau Buo III Kabupaten Tanah Datar Tahun 2016

Silvia, Detty Afriyanti, Nofri Yetti · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Abstrak tidak tersedia dalam bahasa Indonesia Abstract (EN): Based on data collected by UNICEF there are 1.3 million children each year are not immunized are complete. Then, as a result of children who died from measles has reached 30,000 annually and hepatitis affects more than 20% of Indonesian children. Without immunization in Indonesia approximately 3 100 children will die because of the birth of rock krejan, 1 in 100 births will die of tetanus, and 200,000 children 1 (one) will suffer from polio. The aim of research to determine the factors associated with the completeness of basic immunization in infants in Puskesmas Lintau Buo III Tanah Datar 2016. Analytical research type with cross sectional design. Variable research is complete basic immunization, work, knowledge and attitude of the mother. The population in the study all mothers who have babies who are domiciled in the working area of PuskesmasLintauBuo III, amounting to 334 people and a sampling technique is simple random sampling with 77 people. The study was conducted on 18 to 30 January 2016. Data was collected by questionnaire and processed using computerized analysis techniques chi-squre. The results showed more than a majority (51.9%) infants get fully immunized. More than most (53.2%) of respondents did not work. More than most (62.3%) of respondents knowledgeable about high primary immunization in infants. More than most (54.5%) of respondents are more favorable to the completeness of basic immunization in infants. There was no relationship between the mother's occupation with the complete basic immunization in infants with p = 0.091 and OR = 0.457 value. There is a relationship between knowledge of mothers with complete basic immunization in infants with p = 0.001 and OR = 5,250 value. There is a relationship between attitudes to women with complete basic immunization in infants with p = 0.018 and OR = 3.046 value. Suggested to health centers in order to hold a health promotion approach to the community about the importance of basic immunization in infants or toddlers.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Wilayah Kerja Puskesmas Lintau Buo II Kabupaten Tanah Datar Tahun 2015
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Wilayah Kerja Puskesmas Lintau Buo II Kabupaten Tanah Datar Tahun 2015

Sukarsi Rusti, Oktavianis, Suharda Yanti · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian mengingat BBLR merupakan salah satu indikator untuk menilai kemajuan dari tujuan MDGs. BBLR memberikan konstribusi besar 60 %- 80 % dari semua kematian neonatal. Prevelensi global BBLR adalah 15,5% yang berjumlah sekitar 20 juta BBLR lahir setiap tahun dan 96,5% dari mereka berasal dari negara berkembang. Kejadian BBLR di Indonesia berkurang dari 11,1 % ditahun 2010 menjadi 10,2 % di tahun 2013. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja puskesmas lintau buo II Kabupaten Tanah Datar Tahun 2015. Jenis penelitian retrospektif dengan rancangan cohort. Variabel penelitian yaitu kejadian berat badan lahir rendah, pekerjaan, paritas dan jarak kehamilan. Populasi dalam penelitian seluruh ibu yang yang melahirkan dari bulan Januari sampai Desember 2015 yang berjumlah 126 orang dan tehnik pengambilan sampel secara total sampling. Data dikumpul dari medikal rekord Puskesmas dan diolah dengan sistem komputerisasi dengan teknik analisis chi-square. Hasil penelitian menunjukan sebagian kecil (21,4 %) responden melahirkan bayi BBLR, lebih dari sebagian (56,3 %) responden tidak bekerja, masih ada sebagian kecil (34,1 %) responden paritasnya beresiko, sebagian kecil (24,6 %) responden dengan jarak kehamilan yang beresiko. Ada hubungan antara pekerjaan responden dengan kejadian BBLR, dengan nilai p = 0,000 dan nilai RR= 1,416, ada hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR, dengan nilai p = 0,000 dan nilai RR = 1,813 dan ada hubungan antara jarak kehamilan dengan kejadian BBLR dengan nilai p = 0,000 dan nilai RR = 2,904. Ada hubungan antara pekerjaan, paritas dan jarak kehamilan responden dengan kejadian BBLR. Disarankan kepada Puskesmas agar memberikan perhatian khusus pada kejadian BBLR dan memasukan program penyuluhan tentang BBLR dan faktor yang mempengaruhinya. Abstract (EN): Low birth weight (LBW) is a health problem that needs to be addressed given LBW is one of the indicators to assess the progress of the MDGs. LBW give great contribution of 60% - 80% of all neonatal deaths. Global prevalence of low birth weight was 15.5%, amounting to about 20 million LBW born each year, and 96.5% of them are from developing countries. LBW in Indonesia decreased from 11.1% in 2010 to 10.2% in 2013. The purpose of the study to determine the factors associated with the incidence of low birth weight infants (LBW) in the working area of Puskesmas Lintau Buo II Tanah Datar 2016. Type retrospective study cohort design. Variable research that the incidence of low birth weight, occupation, parity and pregnancy spacing. The population of the entire study mothers who gave birth from January to December 2015 which amounted to 126 people and a total sampling technique sampling. Data collected from medical records and health centers treated with computerized systems by using chi-square analysis. The results showed a small proportion (21.4%) of respondents having a baby of low birth weight, more than the majority (56.3%) of respondents did not work, there is still a small proportion (34.1%) of respondents are at risk parity, a small proportion (24.6% ) respondents with spacing pregnancies at risk. Between the work of respondents with LBW, with p = 0.000 and the value of RR = 1.416, between parity with LBW, with p = 0.000 and the value of RR = 1.813 and there is a correlation between pregnancy spacing with LBW with p value = 0.000 and RR = 2.904. Suggested to health centers to give special attention to the LBW and enter a counseling program on LBW and the factors that influence it.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Penggunaan IUD Pada Pasangan Usia Subur (PUS) Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Sibusuk Tahun 2016
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Penggunaan IUD Pada Pasangan Usia Subur (PUS) Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Sibusuk Tahun 2016

Silvia, Oktavianis, Elsa Fajrah · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

IUD atau AKDR adalah alat kontrasepsi yang efektif, aman dan nyaman. Cakupan IUD dari 12 Puskesmas di Kabupaten Sijunjung, yang paling rendah yaitu Puskesmas Padang Sibusuk. Dilihat tahun 2014 1,89%, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2013. Tujuannya untuk mengetahui analisis faktor yang mempengaruhi rendahnya penggunaan IUD pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Sibusuk Kabupaten Sijunjung Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Sibusuk pada bulan Januari - Februari 2016. Sumber data diperoleh dari Kabid KB, Petugas BKKBN, Pemegang Program KB, dan Bidan dan PUS yang tidak memakai IUD. Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, wawancara dan FGD(Focus Group Discussion). Teknik analisis data adalah teknis analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan pelatihan khusus tentang IUD untuk bidan belum ada, konseling dan penyuluhan sudah diberikan. Ketersediaan IUD selalu ada. Alat yang dibutuhkan sudah lengkap. Pemasangan IUD tidak dipungut biaya. Masih ada masyarakat yang tidak mengetahui tentang IUD. Informan familiar dengan nama spiral. Masyarakat masih percaya informasi negatif tentang IUD. Pandangan masyarakat pemasangan IUD tidak aman. Informan mengatakan suami menyerahkan keputusan dan pemilihan alat kontrasepsinya kepada mereka dan tidak pernah menemani mereka untuk konseling ke bidan. Partisipasi PUS dalam penggunaan IUD sangat rendah. Kesimpulan penelitian ini masih rendahnya partisipasi PUS dalam penggunaan IUD karena masyarakat masih mempercayai informasi negatif tentang IUD. Diharapkan kepada pemberi pelayanan perlunya peningkatan pengetahuan tentang IUD, yang dapat dilakukan melalui pemberian informasi secara lengkap tentang IUD pada saat konsultasi pertama sebelum memutuskan memilih salah satu alat kontrasepsi tertentu. Abstract (EN): IUD or Intauterine devices is a contraceptive that is effective, safe and convenient. IUD coverage of 12 health centers in Sijunjung, the lowest namely Puskesmas Padang Sibusuk. 1.89% seen in 2014, has decreased compared to 2013. The goal is to find the analysis of the factors affecting the low use of IUDs on the spouses of fertile age (EFA) in Puskesmas Padang Sibusuk Sijunjung 2016. This type of research is qualitative. Executed in Puskesmas Padang Sibusuk in January-February 2016. Source of data obtained from the Head of KB, BKKBN Officer, Holder KB Program, and as midwives and EFA does not use an IUD. The data collection is done with documentation, interviews and FGD (Focus Group Discussion). The data analysis technique is a technical analysis of the content (content analysis). The results showed specific training in IUD for midwife yet, counseling and education has been given. Availability IUD always there. Tools needed are complete. IUD insertion is free of charge. There are still people who do not know about the IUD. The informant familiar with the name of the spiral. People still believe negative information about the IUD. Community views IUD insertion is not safe. The informant said the husband leaves the decision and selection of contraceptive tool to them and never accompany them to counseling by the midwife. EFA participation in IUD use is very low. The conclusion of this study is still low participation of EFA in IUD use because people still believe negative information about the IUD. It is expected to service providers need to increase knowledge about the IUD, which can be done through the provision of comprehensive information about the IUD during the first consultation before deciding to choose one particular contraceptive.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini Resiko Tinggi Pada Ibu Hamil Oleh Bidan Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Sibusuk Kabupaten Sijunjung Tahun 2015
Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini Resiko Tinggi Pada Ibu Hamil Oleh Bidan Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Sibusuk Kabupaten Sijunjung Tahun 2015

Evi Hasnita, Rudjito, Gusti Oktaviani · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Deteksi dini risiko tinggi adalah kegiatan penjaringan terhadap ibu-ibu hamil yang mengalami kehamilan risiko tinggi pada suatu wilayah tertentu. Dari 12 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sijunjung, Puskesmas Padang Sibusuk merupakan yang paling rendah cakupan deteksi dini risiko tinggi pada ibu hamil oleh tenaga kesehatan yaitu sebesar 4,4%, angka ini masih jauh dari target yang ditetapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung yaitu sebesar 75%. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan deteksi dini risiko tinggi pada ibu hamil oleh bidan di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Sibusuk Kabupaten Sijunjung Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Sibusuk pada bulan Januari Februari 2016. Sumber data diperoleh dari informan yaitu KASI KIA, Kepala Puskesmas, Pemegang Program KIA, dan Bidan Pembina Wilayah. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, wawancara dan FGD(Focus Group Discussion). Teknik analisis data pada penelitian ini adalah teknis analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bidan yang mengikuti pelatihan khusus tentang deteksi dini resiko tinggi pada ibu hamil belum ada. Ketersediaan kartu skor poedji belum sesuai dengan standar. Puskesmas tidak menyediakan kartu skor poedji rochjati untuk setiap bidan. Ketersediaan dana dalam penyediaan kartu skor poedji untuk saat ini Puskesmas tidak mempunyai anggaran. Dalam pelaksanaan deteksi resiko tinggi pada ibu hamil dengan menggunakan kartu skor poedji pada umumnya bidan hanya melaksanakan pada trismester pertama saja. Masalah atau kendala yang dihadapi oleh bidan adalah ketersediaan alat kartu skor poedji yang tidak sesuai dengan standar. Monitaring atau Evaluasi dilaksanakan setiap bulannya oleh Kepala Puskesmas dan Pemegang Program KIA. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kurang berjalannya deteksi dini resiko tinggi pada ibu hamil dengan menggunakan skor poedji rochjati yang sesuai dengan standar. Diharapkan kepada pihak Puskesmas untuk Melengkapi sarana yang mendukung pelaksanaan deteksi dini resiko tinggi pada ibu hamil khusunya pada penyediaan kartu Skor Poedji Rochjati yang sesuai dengan standar . Abstract (EN): An Early detection of high risk is a networking activity that against expectant mothers who have the high-risk pregnancies in a given territory. In the 12 health clinics in Sijunjung, Padang Sibusuk Health Clinic has the lowest coverage of early detection of high risk pregnant women by health assistants which amounted to 4.4%, this figure is still far from the target by the Sijunjung Health Service which is amount 75% , This observation aims to evaluate the implementation of early detection of high risk for the pregnant women by midwives at Padang Sibusuk Health Clinic during 2016. This research is qualitative research. Research was conducted in Padang Sibusuk Health Clinic since January to February, 2016. The source of data was obtained from KASI KIA informants, The Head of Health Clinics, Stakeholder of KIA Program and the Midwives Guides Territory. The data collection is collected by doing observation, documentation, interviews and FGD (Focus Group Discussion). The Data analysis technique in this research is a technical analysis of the content (content analysis). The results shows that there is no midwife who has followed the specific to early detection of high risk pregnant women yet. The availability of Poedji scorecard is not in accordance with the standards. The availability of the Poedji scorecard to the current health center does not have a budget. Each of the midwives has followed up if found pregnant women who are at risk. The problems or constraints faced by midwives is the availability of Poedji scorecard that does not comply with the standards make it difficult for midwives in the measurement as well as the persistence of the midwife who hesitate in filling out the Poedji scorecard. The monitoring or evaluations were conducted every month by the Head of Health Clinics and Stakeholders of KIA Program. The conclusion from this study that the lack of runs early detection of risk in pregnant women using poedji score rochjati in padang sibusuk healt clinich because her funds are not available to multiply poedji score rochjati. It is an expectation for the health clinics for enhancing the means of supporting the implementation of an early detection of high risk pregnant women especially in the provision of Poedji Rochjati Scorecard according the standard.

Laporan tugas akhir 2017
Detail