Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini Resiko Tinggi Pada Ibu Hamil Oleh Bidan Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Sibusuk Kabupaten Sijunjung Tahun 2015
- Penulis
- Gusti Oktaviani
- Pembimbing
- Evi Hasnita; Rudjito
- Jenis repository
- Laporan tugas akhir
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D4 Kebidanan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 06 April 2017
Abstrak
Deteksi dini risiko tinggi adalah kegiatan penjaringan terhadap ibu-ibu hamil yang mengalami kehamilan risiko tinggi pada suatu wilayah tertentu. Dari 12 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sijunjung, Puskesmas Padang Sibusuk merupakan yang paling rendah cakupan deteksi dini risiko tinggi pada ibu hamil oleh tenaga kesehatan yaitu sebesar 4,4%, angka ini masih jauh dari target yang ditetapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung yaitu sebesar 75%. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan deteksi dini risiko tinggi pada ibu hamil oleh bidan di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Sibusuk Kabupaten Sijunjung Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Sibusuk pada bulan Januari Februari 2016. Sumber data diperoleh dari informan yaitu KASI KIA, Kepala Puskesmas, Pemegang Program KIA, dan Bidan Pembina Wilayah. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, wawancara dan FGD(Focus Group Discussion). Teknik analisis data pada penelitian ini adalah teknis analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bidan yang mengikuti pelatihan khusus tentang deteksi dini resiko tinggi pada ibu hamil belum ada. Ketersediaan kartu skor poedji belum sesuai dengan standar. Puskesmas tidak menyediakan kartu skor poedji rochjati untuk setiap bidan. Ketersediaan dana dalam penyediaan kartu skor poedji untuk saat ini Puskesmas tidak mempunyai anggaran. Dalam pelaksanaan deteksi resiko tinggi pada ibu hamil dengan menggunakan kartu skor poedji pada umumnya bidan hanya melaksanakan pada trismester pertama saja. Masalah atau kendala yang dihadapi oleh bidan adalah ketersediaan alat kartu skor poedji yang tidak sesuai dengan standar. Monitaring atau Evaluasi dilaksanakan setiap bulannya oleh Kepala Puskesmas dan Pemegang Program KIA. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kurang berjalannya deteksi dini resiko tinggi pada ibu hamil dengan menggunakan skor poedji rochjati yang sesuai dengan standar. Diharapkan kepada pihak Puskesmas untuk Melengkapi sarana yang mendukung pelaksanaan deteksi dini resiko tinggi pada ibu hamil khusunya pada penyediaan kartu Skor Poedji Rochjati yang sesuai dengan standar . Abstract (EN): An Early detection of high risk is a networking activity that against expectant mothers who have the high-risk pregnancies in a given territory. In the 12 health clinics in Sijunjung, Padang Sibusuk Health Clinic has the lowest coverage of early detection of high risk pregnant women by health assistants which amounted to 4.4%, this figure is still far from the target by the Sijunjung Health Service which is amount 75% , This observation aims to evaluate the implementation of early detection of high risk for the pregnant women by midwives at Padang Sibusuk Health Clinic during 2016. This research is qualitative research. Research was conducted in Padang Sibusuk Health Clinic since January to February, 2016. The source of data was obtained from KASI KIA informants, The Head of Health Clinics, Stakeholder of KIA Program and the Midwives Guides Territory. The data collection is collected by doing observation, documentation, interviews and FGD (Focus Group Discussion). The Data analysis technique in this research is a technical analysis of the content (content analysis). The results shows that there is no midwife who has followed the specific to early detection of high risk pregnant women yet. The availability of Poedji scorecard is not in accordance with the standards. The availability of the Poedji scorecard to the current health center does not have a budget. Each of the midwives has followed up if found pregnant women who are at risk. The problems or constraints faced by midwives is the availability of Poedji scorecard that does not comply with the standards make it difficult for midwives in the measurement as well as the persistence of the midwife who hesitate in filling out the Poedji scorecard. The monitoring or evaluations were conducted every month by the Head of Health Clinics and Stakeholders of KIA Program. The conclusion from this study that the lack of runs early detection of risk in pregnant women using poedji score rochjati in padang sibusuk healt clinich because her funds are not available to multiply poedji score rochjati. It is an expectation for the health clinics for enhancing the means of supporting the implementation of an early detection of high risk pregnant women especially in the provision of Poedji Rochjati Scorecard according the standard.