Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Wilayah Kerja Puskesmas Lintau Buo II Kabupaten Tanah Datar Tahun 2015
- Penulis
- Suharda Yanti
- Pembimbing
- Sukarsi Rusti; Oktavianis
- Jenis repository
- Laporan tugas akhir
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D4 Kebidanan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 06 April 2017
Abstrak
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian mengingat BBLR merupakan salah satu indikator untuk menilai kemajuan dari tujuan MDGs. BBLR memberikan konstribusi besar 60 %- 80 % dari semua kematian neonatal. Prevelensi global BBLR adalah 15,5% yang berjumlah sekitar 20 juta BBLR lahir setiap tahun dan 96,5% dari mereka berasal dari negara berkembang. Kejadian BBLR di Indonesia berkurang dari 11,1 % ditahun 2010 menjadi 10,2 % di tahun 2013. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja puskesmas lintau buo II Kabupaten Tanah Datar Tahun 2015. Jenis penelitian retrospektif dengan rancangan cohort. Variabel penelitian yaitu kejadian berat badan lahir rendah, pekerjaan, paritas dan jarak kehamilan. Populasi dalam penelitian seluruh ibu yang yang melahirkan dari bulan Januari sampai Desember 2015 yang berjumlah 126 orang dan tehnik pengambilan sampel secara total sampling. Data dikumpul dari medikal rekord Puskesmas dan diolah dengan sistem komputerisasi dengan teknik analisis chi-square. Hasil penelitian menunjukan sebagian kecil (21,4 %) responden melahirkan bayi BBLR, lebih dari sebagian (56,3 %) responden tidak bekerja, masih ada sebagian kecil (34,1 %) responden paritasnya beresiko, sebagian kecil (24,6 %) responden dengan jarak kehamilan yang beresiko. Ada hubungan antara pekerjaan responden dengan kejadian BBLR, dengan nilai p = 0,000 dan nilai RR= 1,416, ada hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR, dengan nilai p = 0,000 dan nilai RR = 1,813 dan ada hubungan antara jarak kehamilan dengan kejadian BBLR dengan nilai p = 0,000 dan nilai RR = 2,904. Ada hubungan antara pekerjaan, paritas dan jarak kehamilan responden dengan kejadian BBLR. Disarankan kepada Puskesmas agar memberikan perhatian khusus pada kejadian BBLR dan memasukan program penyuluhan tentang BBLR dan faktor yang mempengaruhinya. Abstract (EN): Low birth weight (LBW) is a health problem that needs to be addressed given LBW is one of the indicators to assess the progress of the MDGs. LBW give great contribution of 60% - 80% of all neonatal deaths. Global prevalence of low birth weight was 15.5%, amounting to about 20 million LBW born each year, and 96.5% of them are from developing countries. LBW in Indonesia decreased from 11.1% in 2010 to 10.2% in 2013. The purpose of the study to determine the factors associated with the incidence of low birth weight infants (LBW) in the working area of Puskesmas Lintau Buo II Tanah Datar 2016. Type retrospective study cohort design. Variable research that the incidence of low birth weight, occupation, parity and pregnancy spacing. The population of the entire study mothers who gave birth from January to December 2015 which amounted to 126 people and a total sampling technique sampling. Data collected from medical records and health centers treated with computerized systems by using chi-square analysis. The results showed a small proportion (21.4%) of respondents having a baby of low birth weight, more than the majority (56.3%) of respondents did not work, there is still a small proportion (34.1%) of respondents are at risk parity, a small proportion (24.6% ) respondents with spacing pregnancies at risk. Between the work of respondents with LBW, with p = 0.000 and the value of RR = 1.416, between parity with LBW, with p = 0.000 and the value of RR = 1.813 and there is a correlation between pregnancy spacing with LBW with p value = 0.000 and RR = 2.904. Suggested to health centers to give special attention to the LBW and enter a counseling program on LBW and the factors that influence it.