Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover AnalisisPemenuhan Kebutuhan Gender dalam Gerakan Sayang Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Pati Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016
AnalisisPemenuhan Kebutuhan Gender dalam Gerakan Sayang Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Pati Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016

Evi Hasnita, Febriniwati Rifdi, Cecen Suci Hakameri · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota, Angka kematian ibu tahun 2014 berjumlah 8 kasus, angka ini meningkat bila dibandingkan dengan angka kematian ibu tahun sebelumnya yang berjumlah 3 kasus. Gerakan Sayang Ibu adalah gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan utamanya dalam percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) serta penyadaran kaum pria agar memberikan hak reproduksi kepada perempuan. Tidak tepenuhinya hak kesehatan reproduksi pada perempuan disebabkan rendahnya status perempuan dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana analisis pemenuhan gender dalam gerakan sayang ibu di wiayah kerja Puskesmas Tanjung Pati Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2016 Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus melalui pendekatan analisis deskriptif untuk mengevaluasi pemenuhan kebutuhan gender dalam gerakan sayang ibu di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Pati Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2015, sejak tanggal 10 Januari – 10 Maret 2016. Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap input, proses dan output. Berdasarkan hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa dari 5 orang informan, 2 di antaranya mengalami faktor resiko seperti hipertensi. Kemudian dari 5 orang responden 2 diantaranya juga memiliki jarak kelahiran yang jauh dan umur lebih dari 35 tahun. Kemudian dalam pengambilan keputusan dalam keluarga, 3 dari 5 orang informan keputusan keluarga di ambil alih oleh suami. Dapat disimpulkan bahwa masih terdapat ibu hamil dengan faktor resiko seperti hipertensi dan usia lebih dari 35 tahun serta jarak kehamilan yang relatif jauh, kemudian sebagian besar informan masih bergantung pada suami dalam mengambil keputusan kesehatan reproduksi, seperti kapan hamil, jarak kehamilan, dan tempat persalinan. Abstract (EN): Based on the data found from Health Office Lima Puluh Kota Regency. The maternality in 2014 showed 8 cases, indicated that govermant and sociesty still have less care about these cases. That is why, goverment and societies should have good program to solve there cases. One of the program is The Movement of Love of Mother, which hopes to incnease the mother’s life quality. The purpose of this research is to analyze the fullfilment of gender’s need on the Movement of Love of Mother in Puskesmas Tanjung Pati Lima Puluh Kota Regency in 2016 This research is qualitative research by using case study design through descriptive analysis approach. This research is held on January 10 till March 10 2016. The participants of this research are pregnant woman in Puskesmas Tanjung Pati Lima Puluh Kota regency. To get the sample, the researcher uses purposive sampling technigue, there are five pregnent woman.In this research, analysis of the input, process and output. Based on the results of theresearh, the researcher finds two of five participants got hypertension risk and also have far space birth with age over 35 years. Then, in taking decision in family, three of five participants still handle by the husband, they don’t have free to choose what the best for them in reproductive health. It can be concluded that there are some pregnant women whichher pregnant risk such as hypertension, for space pregnancies and also age over 35 years. Then, most of them are still depended on their husbands in making decisions about reproduction health, such as when should have pregnant, control pregnancy spacing and the place to give a birth.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi DPT-HBHib III di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Sikaping Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi DPT-HBHib III di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Sikaping Tahun 2016

Sukarsi Rusti, Nurhayati, Desti Ariani · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Imunisasi DPT-HB-Hib merupakan salah satu upaya pencegahan terhadap penyakit Diptheri, Pertusis (batuk rejan), Tetanus, Hepatitis B dan infeksi Haemofilus Influenza Tipe B secara simultan. Pemberian imunisasi pada bayi tepat pada waktunya adalah faktor yang sangat penting untuk menentukan keberhasilan Imunisasi dan kesehatan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi DPTHB-Hib III di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Sikaping tahun 2016. Metode Penelitian yang digunakan adalah analitik dengan desain cross sectional study dengan sampel 62 orang ibu yang memiliki bayi usia 4-11 bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan buku KIA. Analisa data dilakukan dengan uji chi-square dengan teknik komputerisasi. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan ibu baik (62,9%), dukungan keluarga baik (50%), Peran Petugas kesehatan (77,4%), bayi mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib III (62,9%). Diketahui terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu (p=0,000, OR=10,449), Dukungan keluarga (p=0,009, OR=5,060), Peran petugas kesehatan (p=0,000, OR=49,400) dengan pemberian imunisasi DPT-HB-Hib III. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan ibu, dukungan keluarga, Peran petugas kesehatan sangat mempengaruhi terhadap pemberian imunisasi DPT-HB-Hib III pada bayi. Oleh karena itu peneliti menyarankan agar petugas kesehatan lebih berperan untuk memberikan informasi yang lengkap dan akurat tentang imunisasi, baik secara langsung maupun melalui kader kesehatan serta menyediakan brosur/leaflet di posyandu. Ibu dan keluarga dapat meningkatkan pengetahuan tentang manfaat imunisasi dengan cara menghadiri penyuluhan serta membaca brosur/leaflet yang disediakan di posyandu sehingga ibu dan keluarga mengerti dan memahami pentingnya imunisasi dan mau untuk memberikan imunisasi bayinya. Abstract (EN): DPT-HB-Hib immunization is one of the efforts to prevent diphtheria, pertussis (whooping cough), tetanus, Hepatitis B and haemophilus Influenza type B simultaneously. Giving immunization to infants on time is very important to find out the success of immunization as well as the baby’s health. The purpose of this research is to determine the factors associated with the provision of DPT-HBHib III immunization in Puskesmas Lubuk Sikaping Working Area in 2016. The method used in this research was analytics with cross sectional study design by using 62 mothers whose babies are aged 4-11 months as samples. The data was collected by interviewing the samples by using questionnaires and KIA book. Data analysis was done by chi-square test with computerized techniques. The result showed mother’s good knowledge (62.9%), good family support (50%), the role of health workers (77.4%), and babies receiving DPT-HBHib III immunization (62.9%). It is discovered that there is a significant relationship between mother’s knowledge (p = 0.000, OR = 10.449), family support (p = 0.009, OR = 5.060), the role of health workers (p = 0.000, OR = 49.400) with the administration of DPT-HB-Hib III. The conclusion of this research is mother’s knowledge, family support and the role of health workers greatly affects the administration of DPT-HB-Hib III to infants. Therefore, the researcher suggests that the health workers should play a bigger role in providing complete and accurate information on immunization, either directly or through health workers. It is also advised that the health workers to provide brochures or leaflets in Posyandu. Mothers and families can improve knowledge about the benefits of immunization by attending counseling and reading the brochures or leaflets provided at the Posyandu. Hopefully it will help mothers and families to know and understand the importance of immunization and are willing to immunize their babies.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Pengaruh Senam Pilates Terhadap Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester III DI Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Ampalu Kabupaten Sijunjung Tahun 2016
Pengaruh Senam Pilates Terhadap Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester III DI Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Ampalu Kabupaten Sijunjung Tahun 2016

Detty Apriyanti, Ade Angraini, Zainal Abidin · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Ketidaknyamanan fisik akan mempengaruhi gangguan tidur yang sering dikeluhkan pada Ibu Hamil trimester III. Pilates merupakan salah satu metode pembentukan tubuh yang mengutamakan kekuatan otot tubuh bagian tengah, tepatnya otot perut bagian depan dan belakang yang salah satu manfaatnya adalah melancarkan peredaran darah dan dapat meningkatkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam pilates terhadap kualitas tidur Ibu Hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Ampalu Kabupaten Sijunjung Tahun 2016. Desain penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimental dengan teknik sampel sebanyak 6 orang. Besar sampel sebanyak 6 orang yang dilakukan pada bulan JanuariFebruari 2016. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kualitas tidur sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan kuesioner PSQI. Analisa data menggunakan komputerisasi dengan uji T-dependent. Hasil penelitian didapatkan sebelum dilakukan senam pilates diperoleh rerata kualitas tidur 6,50 dengan standar deviasi 1,049 dan setelah dilakukan senam pilates diperoleh rerata kualitas tidur 4,83 dengan standar deviasi 0,753 dengan p value 0,020. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa senam pilates secara signifikan efektif terhadap kualitas tidur Ibu Hamil Trimester III. Disarankan bagi Ibu Hamil untuk melakukan senam pilates untuk meningkatkan kualitas tidurnya, dan kepada petugas kesehatan diharapkan untuk mensosialisasikan tentang pentingnya senam pilates dilakukan saat kehamilan. Abstract (EN): Ketidaknyamanan fisik akan mempengaruhi gangguan tidur yang sering dikeluhkan pada Ibu Hamil trimester III. Pilates merupakan salah satu metode pembentukan tubuh yang mengutamakan kekuatan otot tubuh bagian tengah, tepatnya otot perut bagian depan dan belakang yang salah satu manfaatnya adalah melancarkan peredaran darah dan dapat meningkatkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam pilates terhadap kualitas tidur Ibu Hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Ampalu Kabupaten Sijunjung Tahun 2016. Desain penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimental dengan teknik sampel sebanyak 6 orang. Besar sampel sebanyak 6 orang yang dilakukan pada bulan JanuariFebruari 2016. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kualitas tidur sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan kuesioner PSQI. Analisa data menggunakan komputerisasi dengan uji T-dependent. Hasil penelitian didapatkan sebelum dilakukan senam pilates diperoleh rerata kualitas tidur 6,50 dengan standar deviasi 1,049 dan setelah dilakukan senam pilates diperoleh rerata kualitas tidur 4,83 dengan standar deviasi 0,753 dengan p value 0,020. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa senam pilates secara signifikan efektif terhadap kualitas tidur Ibu Hamil Trimester III. Disarankan bagi Ibu Hamil untuk melakukan senam pilates untuk meningkatkan kualitas tidurnya, dan kepada petugas kesehatan diharapkan untuk mensosialisasikan tentang pentingnya senam pilates dilakukan saat kehamilan.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Faktor- faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu tentang tindakan pencegahan kejadian GAKY di Nagari Gantung Ciri Kecamatan Kubung Kabupaten Solok Tahun 2015
Faktor- faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu tentang tindakan pencegahan kejadian GAKY di Nagari Gantung Ciri Kecamatan Kubung Kabupaten Solok Tahun 2015

Sukarsi Rusti, Nurhayati, Febi Ariviana · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

GAKY merupakan masalah serius di Indonesia, terdapat 14 juta penduduk mengalami GAKY. Kabupaten Solok merupakan kabupaten urutan keempat dengan garam beryodium buruk yaitu 59,19% dan Nagari Gantung Ciri termasuk dalam kriteria status kurang yodium ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu tentang tindakan pencegahan kejadia gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) di nagari gantung Ciri Kecamatan Kubung Kabupaten Solok tahun 2015. Jenis penelitian survey analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Dilaksanakan pada bulan Desember di Nagari Gantung Ciri. Pengambilan sampel secara Propotional Stratiefied Random Sampling dengan angket dan pengisian kuesioner. Subjek pada penelitian ini adalah ibu-ibu yang berada di Nagari Gantung Ciri sebanyak 77 responden. Analisa data secara univariat dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi, dan analisa bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-square menggunakan program komputer. Hasil penelitian menggambarkan dari 77 responden terdapat tingkat pengetahuan responden rendah (59,7%), sikap responden negatif (39%), peran petugas kesehatan yang kurang baik (63,6%), tindakan pencegahan yang tidak di lakukan (66,2%). Uji statistik dengan Chi-square di dapatkan ada hubungan bermakna (p<0.005) antara tingkat pengetahuan (p=0,000, OR= 41,208), sikap (p=0,000, OR= 32,955), peran petugas kesehatan (p=0,000, OR= 26, 400) dengan tindakan pencegahan kejadian GAKY. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan, sikap dan peran petugas sangat berpengaruh dalam tindakan pencegahan kejadian GAKY dan terdapat hubungan yang bermakna pada tingkat pengetahuan, sikap, peran petugas dengan tindakan pencegahan kejadian GAKY. Diharapkan kepada petugas kesehatan meningkatkan program penyuluhan tentang kejadian GAKY pada masyarakat. Abstract (EN): Iodine deficiency disorders (IDD) is a serious problem in Indonesia, there are 14 million in habitants have suffered from Iodine deficiency disorders . Solok Regency is a regency fourth with poor iodized salt is 59.19% and Nagari Gantung Ciri included in the criteria of less iodine. This study aims to determine the factors associated with maternal behavior about safety precautions incident caused by iodine deficiency disorders (IDD) in Nagari Gantung Ciri District Kubung of Solok regency in 2015. This type of research analytic survey with cross sectional study design. Conducted in 15-25 December in Nagari Gantung Ciri. Stratiefied proportional sampling random sampling by questionnaires and questionnaires. Subjects in this study were mothers who were in Nagari Gantung Ciri by 77 respondents. Univariate analysis of data using frequency distribution table, and bivariate analysis using Chi-square statistical test using a computer program. The results of the study describes the 77 respondents there were a low level of knowledge (59.7%), the negative attitude of the respondents (39%), the role of health workers who are less well (63.6%), preventive measures are not undertaken (66.2% ). Statistical test Chi-square in getting a significant relationship (p <0.005) between the level of knowledge (p = 0.000, OR = 41.208), attitude (p = 0.000, OR = 32.955), the role of health care workers (p = 0.000, OR = 26, 400) with the incidence of iodine deficiency disorders prevention measures. The conclusion of this study is the level of knowledge, attitude and role of the concierge very influential in the incidence of undernourishment precaution and there is a significant relationship at the level of knowledge, attitudes, the role of the officer with preventive measures GAKY events. Health workers are expected to increase outreach program on the incidence of undernourishment society.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Perbandingan Efektifitas Frekuensi Penggunaan Kombinasi Zink Dan Oralit Dengan Oralit Tunggal Pada Balita Diare Akut Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Ampalu Kabupaten Sijunjung  Tahun 2016
Perbandingan Efektifitas Frekuensi Penggunaan Kombinasi Zink Dan Oralit Dengan Oralit Tunggal Pada Balita Diare Akut Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Ampalu Kabupaten Sijunjung Tahun 2016

Silvia, Zuraida, Erawati · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Diare masih merupakan masalah kesehatan utama pada anak terutama balita di Negara berkembang karena angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbandingan efektifitas penggunaan zink pada penanganan balita diare akut di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Ampalu Tahun 2016. Desain penelitian ini merupakan uji klinis acak terbuka untuk menilai perbandingan keefektifan zink (kelompok I) dan terapi rehidrasi oral (kelompok II) terhadap diare pada balita. Populasi penelitian ini anak usia 3 hingga 5 tahun yang berkunjung ke Puskesmas Tanjung Ampalu karena diare akut yang berlangsung lebih dari 14 hari. Sampel penelitian ini menggunakan metode accidental sampling, dengan jumlah sampel 14, untuk kontrol 7 orang dan untuk perlakuan 7 orang sampel yang mengikuti kriteria inklusi agar semua sampel homogen yaitu anak perempuan usia 3 sampai 5 tahun, menderita Diare akut, orang tua bersedia mengisi informed consent. Pengumpulan data dengan cara observasi. Pengolahan data dilakukan dengan tahapan editing, coding, entry, dan cleaning. Analisa data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa pemberian kombinasi zink dan oralit pada balita diare akut di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Ampalu Kabupaten Sijunjung 2016 lebih efektif dari pada frekuensi penggunaan oralit tunggal dengan rata-rata penggunaan oralit tunggal 0,29, SD ± 0,488, SE ± 0,184. Rata-rata frekuensi penggunaan kombinasi oralit dan zink 0, 86, SD ± 0,378, SE 0,148. P value ( 0,046) < α (0.05). disimpulkan. Kesimpulan penelitian ini terdapat efektifitas frekuensi penggunaan kombinasi zink dan oralit dari pada penggunaan oralit tungal pada balita diare akut di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Ampalu Kabupaten Sijunjung tahun 2016. Disarankan bagi dinas kesehatan untuk lebih mensosialisasikan efektifitas manfaat penggunaan oralit+zink dari pada hanya menggunakan oralit tunggal untuk pengobatan diare akut pada balita terutama di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Ampalu. Disarankan kepada ibu-ibu yang memiliki balita dengan diare akut atau frekuensi diare yang lebih dari 4 x sehari maka segera membawa balitanya untuk berobat ke tenaga kesehatan terdekat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Abstract (EN): Diarrhea is still a major health problem in children, especially children under five in developing countries due to morbidity and mortality. The research objective was to compare the effectiveness of the use of zinc in the treatment of acute diarrhea in children under five healt center Tanjung Ampalu Sijunjung 2016. This study design is a randomized open clinical trial to assess the comparative effectiveness of zinc (group I) and oral rehydration therapy (group II) against diarrhea in infants. This research population is children aged 3 to 5 years who visited the health center Tanjung Ampalu for acute diarrhea that lasts more than 14 days. The research sample using accidental sampling method, with sample 14 people, to control 7 people and for the treatment of 7 samples that follow the criteria for inclusion so that all homogeneous samples that girls ages 3 to 5 years, suffering from acute diarrhea, the parents are willing to fill informed consent. The collection of data by observation. A subject processing is done by stages of editing, coding, entry, and cleaning. Analysis of univariate and bivariate subject. The result showed that the administration of a combination of zinc and oralit in acute diarrhea in children under five health center Tanjung Ampalu Sijunjung 2016 is more effective than the use of a oralit with efektif 2 people of a oralit and efektif 6 people of combination of zinc and oralit, p value (0.046) < α (0.05). Thus it can be concluded that there is effective use of a combination of zinc and oralit from the use of a oralit. Suggested for health authorities to further promote the effectiveness of the benefits of using zinc and oralit than just using a oralit for the treatment of acute diarrhea in infants, especially in health center Tanjung Ampalu. It is suggested to mothers who have children with acute diarrhea or diarrhea frequency that is more than 4 times a day then immediately bring their babies to go to the nearest health workers in order to avoid things that are not desirable.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Partisipasi Ibu Hamil dalam Mengikuti Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Padang Karambia Kota Payakumbuh Tahun 2015
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Partisipasi Ibu Hamil dalam Mengikuti Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Padang Karambia Kota Payakumbuh Tahun 2015

Silvia, Oktavianis, Despriyani · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Pada tahun 2013 diketahui bahwa angka kematian bayi di Sumatera barat adalah 27/1000 kelahiran hidup, sedangkan di Kota Payakumbuh pada tahun 2014 tercatat 22 kasus kematian bayi, 5 kasus kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil di Puskesmas Padang Kota Payakumbuh Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian adalah ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Padang Karambia yaitu sebanyak 61 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total samping sehingga didapatkan sampel sebanyak 61 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data meliputi anailsis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square yang dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pendidikan (p = 0,006 OR = 7,5), status bekerja (p = 0,03, OR = 4,836), pengetahuan (p = 0,001, OR = 10,364) dan dukungan eksternal ( p = 0,01, OR = 6,188) dengan partisipasi ibu mengikuti kelas ibu hamil, sedangkan variabel umur ibu tidak berhubungan dengan partisipasi ibu dengan nilai p = 0,103. Jadi dapat disimpulkan bahwapendidikan, pekerjaan, pengetahuan dan dukungan eksternal partisipasi ibu dalam mengikuti kelas ibu hamil.Untuk itu diharapkan kepada semua pihak ibu hamil, keluarga dan tenaga kesehatan untuk selalu memberikan dukungan kepada ibu agar ibu dapat bertindak dan berperilaku sehat dalam menjalani proses kehamilannya, salah satunya adalah dengan berpartisipasi mengikuti kelas ibu hamil. Abstract (EN): In 2013 it is known that the infant mortality rate in western Sumatra is 27/1000 live births, whereas in Payakumbuh 2014 recorded 22 cases of infant deaths, 5 cases of maternal mortality. This study aims to determine the factors associated with the participation of pregnant women in pregnant women attend classes in Publict Health Centre Padang Kota Payakumbuh 2015. This type of research is descriptive analytic with cross sectional approach. The population is pregnant women who are in Publict Health Centre Padang Karambia as many as 61 people. Sampling in this study using techniques to obtain the side total sample of 61 people. Collecting data using questionnaires and data analysis includes anailsis univariate and bivariate using the chi-square test is computerized. The results showed that there is a relationship of education (p = 0,006 OR = 7.5), work status (p = 0.03, OR = 4.836), knowledge (p = 0.001, OR = 10.364) and external support (p = 0, 01, OR = 6.188) with the participation of pregnant mothers attend classes, while maternal age variable is not related to the participation of mothers with p = 0.103. So we can conclude that education, work, knowledge and participation of external support mothers in classes for pregnant women. For that is expected to all those pregnant women, families and health workers to always provide support to the mother so that she can act and behave in a healthy pregnancy through the process, one of which is by participating classes for pregnant women.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Pengaruh Sosialisasi Tentang Teknik Penyuntikan Intramuskular Pada Bayi terhadap Keterampilan Bidan Puskesmas di Wilayah Kerja Puskesmas Air Santok Kecamatan Pariaman Timur Tahun 2016
Pengaruh Sosialisasi Tentang Teknik Penyuntikan Intramuskular Pada Bayi terhadap Keterampilan Bidan Puskesmas di Wilayah Kerja Puskesmas Air Santok Kecamatan Pariaman Timur Tahun 2016

Silvia, Nengsizen, Detty Apriyanti · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Seiring dengan tingginya tingkat kebutuhan tentang teknik penyuntikan, maka terjadi pula peningkatan kejadian/efek samping setelah penyuntikan. World Health Organization (WHO) memperkirakan 16 miliar pemberian suntikan terjadi setiap tahun di Negara berkembang dan setidaknya 50-70% suntikan diperkirakan tidak aman. Pemberian suntikan yang tidak aman berisiko terhadap kesehatan. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan maka keterampilan Bidan harus ditingkatkan melalui pelatihan dan sosialisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruhh Sosialisasi tentang teknik penyuntikan intramuscular pada bayi terhadap keteampilan Bidan Puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan menggunakan rancangan one group pretest-postest design yang dilakukan pada 20 orang populasi, semua populasi dijadikan sampel. Penelitian dilakukan di Puskesmas Air Santok pada bulan Januari 2016. Keterampilan Bidan Puskesmas diukur dengan menggunakan daftar tilik, uji hipotesis menggunakan uji t-test. Hasil penelitian dengan uji t-test, diperoleh nilai significancy (sig) sebesar 0,000 (ρ < 0,05). Nilai ρ < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara skor sebelum sosialisasi dengan skor setelah sosialisasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan sosialisasi tentang teknik penyuntikan, efektif dalam meningkatkan keterampilan responden mengenai teknik penyuntikan intramuscular pada bayi. Disaran pada Puskesmas untuk selalu melakukan sosialisasi tentang teknik penyuntikan yang sesuai dengan ilmu terbaru atau evidence based yang berlaku saat ini untuk mengevaluasi keterampilan Bidan yang berkaitan dengan teknik penyuntikan intramuscular pada Bayi. Abstract (EN): Along with the high level of demand on the injection technique, then there is also an increase in the incidence / side effects following injection. World Health Organization (WHO) estimates that 16 billion injections occur each year in developing countries and at least 50-70% is estimated to unsafe injections. Unsafe injections risk to health. To avoid undesirable events of the skills of midwives should be increased through training and socializing. The purpose of this study was to analyze the Influence Dissemination of intramuscular injection technique for infants against Skills of midwives Easterm. This study uses a quasi experimental design was one group pretest-posttest design were conducted on a population of 20 people, all the population sampled. The study was conducted in Easterm. Air Santok in January 2016. Skills midwives Easterm measured using checklists, hypothesis testing using t-test. Results of research by t-test, the value significancy (sig) of 0.000 (ρ <0.05). Value ρ <0.05 indicates that there is a significant difference between the scores before socializing with the score after socialization. Thus it can be concluded that with the program on the injection technique, is effective in improving the skills of respondents regarding intramuscular injection technique in infants. Expented at the health center to always socializing injection technique that is in accordance with the latest knowledge or evidence based current to evaluate the skills of midwives associated with intramuscular injection technique in Infants.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Kader Posyandu dalam Pelaksanaan Sistem Lima Langkah di Wilayah Kerja Puskesmas X Koto I KabupatenTanah Datar Tahun 2015
Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Kader Posyandu dalam Pelaksanaan Sistem Lima Langkah di Wilayah Kerja Puskesmas X Koto I KabupatenTanah Datar Tahun 2015

Evi Hasnita, Rudjito, Mardhiati · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Wilayah Kerja Puskesmas X Koto I terdapat 23 posyandu dengan jumlah kader 115 orang. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di posyandu pada Wilayah Kerja Puskesmas X Koto I September 2015 yang dilakukan pada 2 posyandu dengan jumlah kader 10 orang, didapatkan 5 orang tidak tahu dengan pelaksanaan sistem lima langkah pada posyandu 50%, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Kader Dalam Pelaksanaan Sistem Lima Langkah Pada Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas X Koto I Kabupaten Tanah Datar Tahun 2015. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatancross sectional. Penelitian ini telah di lakukan pada bulan Desember 2015 s.d Januari 2016, dengan jumlah sampel 54 orang respondendengan analisis data univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan 56% responden pendidikan tinggi, 52% responden pengetahuan rendah, 56% tidak pernah mengikuti pelatihan, 50% responden dukungan masyarakat kurang baik dan baik, dan 59% melaksanakan sistem lima langkah. Dari hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan pvalue = 0.001 dan OR = 8.000, pengetahuan pvalue = 0.002 dan OR = 6.491, pelatihan pvalue = 0.035 dan OR = 3.429, dan dukungan masyarakat pvalue = 0.000 dan OR = 11.500 dengan pelaksanaan sistem lima langkah pada posyandu. Berdasarkan penelitian ini ada hubungan antara pendidikan, pengetahuan, pelatihan dan dukungan masyarakat dengan kinerja kader pada pelaksanaan sistemlima langkah. Diharapkan institusi puskesmas untuk memberikan motivasi kinerja kader posyandu terhadap kegiatan-kegiatan dengan sistem lima langkah. Abstract (EN): Work-area Clinics X Koto I there are 23 posyandu with the number of cadres of 115 people. Based on the initial survey conducted at posyandu on working area Clinics X Koto I September 2015 at 2 with the number of posyandu cadre 10 people, obtained five people do not know the implementation of the system of five steps at posyandu 50%, the goal of this research is to know the factors that relate to the performance of Cadres in the implementation of the system of five steps At Posyandu In working area Clinics X Koto I Tanah Datar Regency by 2015. The research is descriptive analytic with cross sectional approach. This research has been done in December 2015 s. d January 2016, with a total of 54 samples of those respondents with data analysis Univariate and bivariat. Based on the results showed 56% higher education respondents, 52% of respondents knowledge is low, 56% never attend training, 50% of the respondents support the public good and less good, and 59% carry out a five-step system. From the results of research shows there is a meaningful relationship between education with a pvalue = 0.001 and OR = 8000 pvalue = 0.002, knowledge and OR = 6491, pvalue = 0035 training and OR = 3429, and community support pvalue = 0000 and OR = 11500 to the implementation of the system of five steps at posyandu. Based on this study no relationship between education, knowledge, training and community support to the performance of cadres on the implementation of the system of five steps. The health institutes are expected to give a motivational performance posyandu cadre towards activities with a system of five steps.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan   Stimulasi Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Oleh Bidan Di Puskesmas Se-Wilayah  Kota Payakumbuh Tahun 2015
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan Stimulasi Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Oleh Bidan Di Puskesmas Se-Wilayah Kota Payakumbuh Tahun 2015

Zuraida, Yudia Desi Rina, Welly Femelia · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Hasil pelaksanaan program Stimulasi Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) di Kota Payakumbuh masih jauh dari target yaitu 66,6% pada tahun 2013 dan 76,5% pada tahun 2014, dimana target yang diharapkan adalah 90% balita. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi bidan dalam pelaksanaan SDIDTK di Kota Payakumbuh Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dari penelitian iniadalah seluruh bidan di Kota Payakumbuh sebanyak 85 orang. Subjek dari penelitian diambil secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan observasi kemudian diolah dengan uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa 55,3% responden berpengetahuan tinggi, 56,5% responden memiliki sikap negatif, 51,8% responden memiliki motivasi yang rendah, 61,2% responden mempunyai pengalaman baik dan 62,4% melaksanakan SDIDTK dengan baik. Ada pengaruh yang signifikan antara sikap dan motivasi responden dengan pelaksanaan SDIDTK. Sedangkan pengetahuan dan pengalaman tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan SDIDTK. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan SDIDTK masih terkait dengan sikap dan motivasi bidan serta ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung terhadap pelaksanaan SDIDTK itu sendiri. Diharapkan adanya peningkatan penyediaan sarana serta pemberian reward guna meningkatkan motivasi bidan dalam pelaksanaan SDIDTK. Abstract (EN): The results of the implementation of the stimulation program Detection And Early Intervention Growth in Payakumbuh still far from the target of 66.6 % in 2013 and 76.5 % in 2014 , in which the expected target is 90% of infants . This study aims to determine the factors that influence a midwife in the implementation SDIDTK in Payakumbuh 2015 Operational research is analytic survey with cross sectional study approach. Population of research is whole midwife in Payakumbuh 85 people. Subject of research were taken total of sampling. Data was collected using questionnaires and observations are later developed with using statistical test Chi Square. The results obtained that 55.3 % of respondents knowledgeable high , 56.5% of respondents have a negative attitude , 51,8 % of respondents have little motivation , 61,2 % of respondents have a good experience and 62,4 % stimulation detection and early intervention developmental execute well . There is a significant relationship between attitude and motivation of respondents to the implementation stimulation detection and early intervention developmental . There is no significant relationship between knowledge and experience with the implementation stimulation detection and early intervention developmentalrespondents . It can be concluded that the implementation of stimulation detection and early intervention developmental still associated with the attitude and motivation of midwives as well as the availability of facilities and infrastructure that support the implementation stimulation detection and early intervention developmental itself. It is expected the increased provision of facilities as well as the reward system in order to increase the motivation of midwives in the implementation stimulation detection and early intervention developmental.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Hubungan Pola Asuh, Paritas, Pekerjaaan Ibu Dan Status Gizi Terhadap Tumbuh Kembang Anak Usia 2-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Teleng Kota Sawahlunto Tahun 2016
Hubungan Pola Asuh, Paritas, Pekerjaaan Ibu Dan Status Gizi Terhadap Tumbuh Kembang Anak Usia 2-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Teleng Kota Sawahlunto Tahun 2016

Oktavianis, Efriza, Isri Yenti · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Orang tua mempunyai pola asuh tersendiri dalam mendidik anak-anaknya, dan ini mempengaruhi perkembangan anak. Selain itu pekerjaan, status gizi dan paritas juga dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Masalah tumbuh kembang anak tersebut tentu saja menimbulkan dampak baik langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan pola asuh, paritas, pekerjaaan ibu dan status gizi terhadap tumbuh kembang anak usia 2-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Teleng Kota Sawahlunto tahun 2016. Desain penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional.Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Januari- Februari 2016 terhadap anak usia 2-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Teleng Kota Sawahlunto. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 300 orang dengan sampel 75 orang. Analisa dengan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi square. Dari hasil uji statistik menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh (p value = 0.036 dan OR 3,115) dan status gizi (p value= 0,000 dan OR 17,944) terhadap tumbuh kembang anak usia 2-5 tetapi tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan (nilai p value = 0,667) dan paritas ( p value=0,626) terhadap tumbuh kembang anak usia 2-5 tahun. Disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik pada pola asuh dan paritas terhadap tumbuh kembang anak usia 2-5 di wilayah kerja Puskesmas Kampung Teleng Kota Sawahlunto Tahun 2016. Saran bagi Dinas Kesehatan agar dapat meningkatkan upaya deteksi dini tumbuh kembang anak. Abstract (EN): Parents have a pattern to foster its own dedicated in educating his cildren, and this affects the progress the child. Besides the hob, the status nutrition, and of parity also can affect the growing flower child. The child development problems of course have an impact, either directly or indirectly. This study aims to determine how the relationship between parenting, parity, maternal employment and nutritional status of the growth and development of children aged 2-5 years in Kampung Teleng Public Health Center (PHC) in Sawahlunto City At 2016. This study design is descriptive analytic using cross sectional. This reseach has been done in January-February 2016 of children age 2-5 years in region work PHC Kampung Teleng Sawahlunto city 2016. Population in this reseacrh as many 300 population and 75 samples. Analysis by univariate and bivariate analysis with chi square test. From the statistical test result shows there is a significant relationship between parenting (p value = 0.036 and OR 3.115) and nutritional status (p value = 0.000 and OR 17.944) against the growth and development of children aged 2-5 but there was no significant relationship between work ( p value = 0.667) and parity (p value = 0.626) on the growth and development of children aged 2-5 years. The results we can conclude that there is a statistically significant relationship on parenting and the parity of the growth and development of children aged 2-5 years old in Kampung Teleng Public Health Center Sawahlunto City at 2016. Suggestions for the Department of Health in order to improve early detection of child development.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Kehamilan Resiko Tinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Mungka Kabupaten  Lima Puluh Kota  Tahun 2015
Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Kehamilan Resiko Tinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015

Neila Sulung, Zuraida, Meka Melani Sari · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi salah satunya disebabkan karna kehamilan resiko tinggi. Kehamilan resiko tinggi adalah keadaan menyimpang dari normal yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. Adapun Angka Kejadian kehamilan resiko tinggi di Kenagarian Mungka pada masing-masing Jorongnya adalah: Jr. Koto baru (19,5%), Jr. Mungka Tengah (1,0%), Jr. Koto Tuo (11,1%), Jr. Padang Koto Tuo (50,0%) dan Jr. Simpang 3 Kenanga (41,7%) (Lap PWS-KIA,2015). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan prilaku ibu dengan kehamilan resiko tinggi.Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriftif analitikdengan desain cross sectional. Jumlah populasinya semua ibu hamil yang berdomisili di Kenagarian Mungka sebanyak 57 orang dan sampelnya semua populasi di jadikan sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk data primer dan buku KIA ibu untuk data sekunder, sedangkan analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat.Berdasarkan hasil penelitian ini dari analisa univariat didapatkan hasil pengetahuan ibu rendah (54,4%), sikap ibu positif (64,9%), prilaku ibu baik (54,4%) dan lebih dari separuh ibu beresiko dengan kehamilan resiko tinggi (50,9%). Analisa Bivariat didapatkan hasil pengetahuan ibu (pValue= 0,002), sikap ibu (p Value= 0,016) dan prilaku ibu (p Value= 0,000) dengan kehamilan resiko tinggi. Hasil dari penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap dan prilaku ibu dengan kehamilan resiko tinggi. Saran peneliti kepada ibu hamil agar lebih sering melakukan kunjungan ANC agar kehamilan ibu tetap sehat, untuk tenaga kesehatan agar memberikan lebih banyak informasi pada ibu hamil khususnya tentang kehamilan resiko tinggi bagi ibu, dan bagi peneliti selanjutnya penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan penelitian tentang kehamilan resiko tinggi. Abstract (EN): The maternal and infant mortality rate is due to cause a high risk pregnancy.High risk pregnancy is a state of deviate from normal directly cause pain and maternal mortality and baby.But incidence high risk pregnancy in KenagarianMungkais: Jorong (Jr) Koto Baru (19,5 %), Jr.Mungka(1,0 %), Jr. Koto Tuo(11,1 %), Jr. Padang KotoTuo(50,0%) and jr.Simpang 3 Kenanga (41,7 %) (Lap PWS-KIA, 2015).The purpose of this research is to find the knowledge, attitudes and civil mother with a high risk pregnancy. The kind of research this uses the method deskriftif analytic with the design cross sectional .In population all pregnant women who lives in kenagarianmungka 57 people and sampelnya all of the population in made sample.Data collection used a questionnaire for primary data and KIA’s book for secondary data, while an analyzer used is univariat analysis and bivariat.Based on the result of this research from analysis univariat obtained the results of knowledge mother low (54,4 %) , attitude mother positive (64,9 %) , unmannerly mother good (54,4 %) and more than half of the mother risk with pregnancy high risk (50,9 %) .Analysis bivariat obtained the results of knowledge mother (pvalue = 0,002), attitude mother (p value = 0.016 and unmannerly mother (p value = 0,000 with a high-risk pregnancy.The result of this research is a matter of knowledge, attitudes and civil mother with a high risk pregnancy.Advice researchers to pregnant women to be more often visit to the ANC pregnancy stay healthy, to health workers to provide more information for pregnant women with a high risk pregnancy for their, and for the next this research can be used as a reference research on a high risk pregnancy.

Laporan tugas akhir 2017
Detail