Pengaruh Sosialisasi Tentang Teknik Penyuntikan Intramuskular Pada Bayi terhadap Keterampilan Bidan Puskesmas di Wilayah Kerja Puskesmas Air Santok Kecamatan Pariaman Timur Tahun 2016
- Penulis
- Nengsizen
- Pembimbing
- Silvia; Detty Apriyanti
- Jenis repository
- Laporan tugas akhir
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D4 Kebidanan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 05 April 2017
Abstrak
Seiring dengan tingginya tingkat kebutuhan tentang teknik penyuntikan, maka terjadi pula peningkatan kejadian/efek samping setelah penyuntikan. World Health Organization (WHO) memperkirakan 16 miliar pemberian suntikan terjadi setiap tahun di Negara berkembang dan setidaknya 50-70% suntikan diperkirakan tidak aman. Pemberian suntikan yang tidak aman berisiko terhadap kesehatan. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan maka keterampilan Bidan harus ditingkatkan melalui pelatihan dan sosialisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruhh Sosialisasi tentang teknik penyuntikan intramuscular pada bayi terhadap keteampilan Bidan Puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan menggunakan rancangan one group pretest-postest design yang dilakukan pada 20 orang populasi, semua populasi dijadikan sampel. Penelitian dilakukan di Puskesmas Air Santok pada bulan Januari 2016. Keterampilan Bidan Puskesmas diukur dengan menggunakan daftar tilik, uji hipotesis menggunakan uji t-test. Hasil penelitian dengan uji t-test, diperoleh nilai significancy (sig) sebesar 0,000 (ρ < 0,05). Nilai ρ < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara skor sebelum sosialisasi dengan skor setelah sosialisasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan sosialisasi tentang teknik penyuntikan, efektif dalam meningkatkan keterampilan responden mengenai teknik penyuntikan intramuscular pada bayi. Disaran pada Puskesmas untuk selalu melakukan sosialisasi tentang teknik penyuntikan yang sesuai dengan ilmu terbaru atau evidence based yang berlaku saat ini untuk mengevaluasi keterampilan Bidan yang berkaitan dengan teknik penyuntikan intramuscular pada Bayi. Abstract (EN): Along with the high level of demand on the injection technique, then there is also an increase in the incidence / side effects following injection. World Health Organization (WHO) estimates that 16 billion injections occur each year in developing countries and at least 50-70% is estimated to unsafe injections. Unsafe injections risk to health. To avoid undesirable events of the skills of midwives should be increased through training and socializing. The purpose of this study was to analyze the Influence Dissemination of intramuscular injection technique for infants against Skills of midwives Easterm. This study uses a quasi experimental design was one group pretest-posttest design were conducted on a population of 20 people, all the population sampled. The study was conducted in Easterm. Air Santok in January 2016. Skills midwives Easterm measured using checklists, hypothesis testing using t-test. Results of research by t-test, the value significancy (sig) of 0.000 (ρ <0.05). Value ρ <0.05 indicates that there is a significant difference between the scores before socializing with the score after socialization. Thus it can be concluded that with the program on the injection technique, is effective in improving the skills of respondents regarding intramuscular injection technique in infants. Expented at the health center to always socializing injection technique that is in accordance with the latest knowledge or evidence based current to evaluate the skills of midwives associated with intramuscular injection technique in Infants.