Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Dukungan Keluarga Dan Motivasi Mahasiswa Jalur Khusus Program Studi S1 Keperawatan Untuk Melanjutkan Profesi Ners Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2016
Dukungan Keluarga Dan Motivasi Mahasiswa Jalur Khusus Program Studi S1 Keperawatan Untuk Melanjutkan Profesi Ners Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2016

Lisavina Juwita, Wiwit Febrina, Tiara Royani · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Salah satu upaya menggambarkan pendidikan keperawatan profesional yaitu melalui pendidikan keperawatan (pendidikan profesi Ners). Beberapa faktor personal dan keluarga dapat mempengaruhi pilihan perawat mengenai program sarjana ataupun program profesi Ners. Studi awal menyatakan bahwa 85% dukungan keluarga dan motivasi memiliki peran penting dalam melanjutkan pendidikan profesi Ners.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui tentang dukungan keluarga dan motivasi mahasiswa jalur khusus program studi S1 Keperawatan untuk melanjutkan profesi Ners. Penelitian ini menggunakan metode crosectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa jalur khusus program studi S1 keperawatan yang berjumlah 59 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik total sampling.Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Variabel independen adalah dukungan keluarga dan motivasi. Variabel dependen melanjutkan profesi Ners. Dari 59 responden didapatkan mayoritas responden memiliki dukungan keluarga yang baik yaitu sebesar 34 responden (57,5%), responden yang memiliki motivasi yang baik adalah 37 responden (62,7%) dan reponden yang melanjutkan profesi Ners adalah 36 responden (61%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan melanjutkan profesi Ners p value <0,005 (p value = 0,010). Sementara itu, variabel motivasi tidak ada hubungan dengan melanjutkan profesi Ners p value >0,005 (p value= 0,288). Berdasarkan penelitian tersebut di sarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap faktor-faktor lain yang mempengaruhi melanjutkan profesi Ners, misalnya biaya, kebutuhan, izin belajar. Abstract (EN): One attempt to portray the professional nursing education is through nursing education (professional education nurses). Some personal and family factors may influence the selection of nurses regarding the degree program or professional program nurses. Preliminary studies state that 85% of family support and motivation has an important role in continuing professional education nurses.The purpose of this study is know about family support and motivation of students of special lines S1 Nursing courses for continuing profession nurses. This study uses crosectional. The population in this study were students of special lines S1 nursing courses totaling 59 people. Sampling in this study was performed using total sampling.Instrumen in this study was a questionnaire. The independent variable was family support and motivation. The dependent variable continuing profession nurses. Of the 59 respondents obtained a majority of respondents have a good family support in the amount of 34 respondents (57.5%), respondents who have a good motivation is 37 respondents (62.7%) and respondents who continued professional nurses is 36 respondents (61%). The results of this study indicate that the relationship between family support continuing profession nurses p value <0.005 (p value = 0.010). Meanwhile, motivational variables are not related to continuing profession nurses p value> 0.005 (p value = 0.288). Based on such research suggest that further research on other factors influencing the profession goes nurses, for example, costs, requirements, study permit.

Skripsi 2017
Detail
Cover Dukungan Keluarga, Motivasi Pasien dan Dukungan Tenaga Kesehatan dengan Kepatuhan Diet Diabetes Melitus di Ruangan Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD. Prof. DR. MA. Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2016
Dukungan Keluarga, Motivasi Pasien dan Dukungan Tenaga Kesehatan dengan Kepatuhan Diet Diabetes Melitus di Ruangan Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD. Prof. DR. MA. Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2016

Silvia, Yelmi Reni Putri, Nurbaitis · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Diabetes Melitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat penggunaan hormonal yang menimbulkan komplikasi kronik. Di dunia angka diabetes 366 juta, di Indonesia 230 juta penduduk menderita diabetes, di RSUD Prof. DR. MA. Hanafiah SM Batusangkar 517 dan di ruangan penyakit dalam 195 orang. Penelitian ini melihat Dukungan Keluarga, Motivasi Pasien dan Dukungan Tenaga Kesehatan dengan Kepatuhan Diet Diabetes Melitus di Ruangan Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Prof. DR. MA. Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi pada penelitian ini adalah 195 sedangkan sampel menggunakan tehnik accidental sampling yaitu sebanyak 40 orang pengumpulan data Oktober 2015 sampai 2016. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner, data diolah dengan komputerisasi Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan dukungan keluarga, motivasi pasien dan dukungan tenaga kesehatan dengan kepatuhan Diet DM di RSUD Prof. DR. MA. Hanafiah SM Batusangkar. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan agar semua pihak terkait seperti keluarga dan petugas kesehatan dapat memberikan perhatian yang lebih untuk pasien DM, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan dalam program Diet DM Abstract (EN): Diabetes mellitus is a state of chronic hyperglycemia accompanied by a variety of metabolic disorders due to use of hormonal causing chronic complications. The world's 366 million diabetes figures, in Indonesia's 230 million people suffer from diabetes, in hospitals Prof. DR. MA. Hanafiah SM Batusangkar 517 and space medicine 195 people. The research looked at Family Support, Motivation and Support Workers Patient Compliance Health with Diet Diabetes Mellitus in the room Inpatient Hospital Medicine Prof. DR. MA. Hanafiah SM Batusangkar 2016. This research uses descriptive analytic method with cross sectional approach, the population in this study is 195, while the samples using the technique accidental sampling as many as 40 people collecting data in October 2015 until 2016. The research instrument a questionnaire, the data is processed with computerized The results showed no relationship of family support, patient motivation and support health workers with DM Diet adherence in hospitals Prof. DR. MA. Hanafiah SM Batusangkar. Based on the results of the study are expected all parties, such as family and health care providers can give more attention to diabetic patients, thus increasing compliance in Diet program DM

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Peran Caregiver Perawat Dengan Kepuasan Pasien Di Puskesmas Gurun Kabupaten Tanah Datar Tahun 2016
Hubungan Peran Caregiver Perawat Dengan Kepuasan Pasien Di Puskesmas Gurun Kabupaten Tanah Datar Tahun 2016

Yelmi Reni Putri, Adriani, Saflina · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Kepuasan adalah perasaan senang ketika sesuatu yang diharapkan telah terpenuhi. Perawat sebagai caregiver atau pemberi pelayanan keperawatan memberikan pelayanan keperawatan secara langsung dan tidak langsung kepada klien, menggunakan pendekatan asuhan keperawatan (individu, keluarga, maupun komunitas) sesuai dengan kewenangannya sehingga bisa memberikan kepuasan pada pasien terhadap layanan keperawatan yang mereka terima. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran caregiver perawat dengan kepuasan pasien. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Variabel pada penelitian ini adalah peran caregiver perawat dan kepuasan pasien. Populasi adalah seluruh pasien yang berobat ke Puskesmas Gurun pada tanggal 18 – 30 April 2016 yang berjumlah 266 orang dengan jumlah sampel 134 orang, tehnik pengambilan sampel secara accidental sampling. Data dikumpul dengan menggunakan kuesioner kemudian diolah dengan sistem komputerisasi dengan teknik analisis chi-squre. Hasil penelitian menunjukan 54,5 % responden mengatakan peran caregiver perawat baik, namun 45,5% merasa kurang baik. 58,2 % responden merasa puas dengan pelayanan keperawatan yang mereka terima, namun masih ada 41,8% merasa tidak puas. Ada hubungan antara peran caregiver perawat dengan kepuasan pasien di Puskesmas Gurun, dengan nilai p = 0,000 dan nilai OR = 3,816. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan peran caregiver perawat dengan kepuasan pasien. Disarankan kepada perawat agar lebih menerapkan perannya sebagai pemberi layanan keperawatan dengan memberikan perhatian khusus pada pasien saat memberikan layanan keperawatan sehingga pasien merasa tidak diabaikan. Abstract (EN): Satisfaction is a feeling of happiness when something which is expected has been achieved. Nurse as a care giver provides a direct or indirect medical treatment to her clients by using guiding approach (individual, family, community) based on her authority which gives satisfaction to her clients toward treatment that they got. The purpose of this research is to describe analytic with cross sectional design. The variable of this research is the role of care giver and the patients’ satisfaction. The population of the research is all patients who visit to Gurun Sub District Hospital from April 18, 2016 to April 30, 2016 which total patients are 266 with 134 samples. The technique of collecting data is accidental sampling. Data is collected by using questioner and then analyzed by using computer system with analysis chi-square technique. The research finding is 54,5 % of respondents said that the role of care giver is good but 45,5 % is not really good. 58,2 % respondents felt satisfied with medical treatment they have got, however there are 41,8 % respondents did not feel satisfied. There is a correlation between the roles of nurse care giver toward the patients’ satisfaction with the score P = 0,000 and OR score = 3,816. Based on the research finding, it can be concluded that there is a correlation between nurse care givers with patients’ satisfaction. It is suggested to nurses to apply more roles as a nurse care giver by giving specific attention to patients when providing medical treatment in order patients never feel ignored.

Skripsi 2017
Detail
Cover Pengaruh Peran Kelompok Pendukung dan Terapi Aktivitas Kelompok Terhadap Harga Diri Pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2016
Pengaruh Peran Kelompok Pendukung dan Terapi Aktivitas Kelompok Terhadap Harga Diri Pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2016

Neila Sulung, Lisavina Juwita, Syahril Dinil Fitri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Lansia merupakan kelompok lanjut usia yang telah mengalami penurunan dan keterbatasan kemampuan fisik dan psikologis, sehingga lansia rentan mengalami gangguan emosional berupa depresi, harga diri rendah, serta gangguan konsep diri, apalagi pada kelompok lansia yang merasa menjadi beban keluarga dan dititipkan di panti sosial.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran kelompok pendukung dan terapi aktivitas kelompok terhadap harga diri lansia di Panti Sosial Trena Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di PSTW Batusangkar sebanyak 70 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi 55 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner, setelah terkumpul data diolah dengan komputerisasi meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33 orang (60%) menyatakan peran kelompok pendukung adalah aktif, 29 orang (52,7%) tidak mengikuti terapi aktivitas kelompok dengan baik dan 31 orang (56,4%) dengan kategori harga diri rendah. Ada hubungan peran kelompok pendukung ( p = 0,007, OR = 5,714) dan terapi aktivitas kelompok (p = 0,008, OR = 5,455) dengan harga diri lansia. Disimpulkan bahwa peran kelompok pendukung dan terapi aktivitas kelompok berhubungan dengan harga diri lansia. Diharapkan kepada lansia untuk selalu membangun interaksi sosial yang baik antara sesama anggota di Panti sosial tresna werdha kasih sayang ibu Batusangka. Abstract (EN): Elderly are the group of post menstrual age who as decreased and limited capability physical ang phychological, so that elderly susceptible was suffering from a emotional of depression, los self esteem and disorder the conceptof self, let alone in the elderly whofelt be to be their families and charity in social house. Research aims to understand the influence of the role support group and therapeutic group activities to self esteem elederly in social house tresna werdha affection mother Batusangkar in 2016. The kind research is descriptive analytic with the approach cross sectional study and population to research it is a whole elderly that i in PSTW Batusangkar 70 people. The sample use technique total of sampling based on the criteria inclution of 55 people. Data were collected use quisioner then data mixed with computerized covering analysis univariat and analysis bivariat use test chi square. The result showed there were 33 respondents (60%) have category of the support group are active, 29 respondents (52,7 %) did not attend therapy group activities well and 31 respondents (56,4%) category low self esteem. There was a correlation the role supporter ( p=0,007 OR = 5,714) and therapeutic group activities p = 0,008 ( OR =5, 455 with self esteem elderly). Concluded the the role of a support group anf therapeutic group activities relating to self esteem elderly. Expected to elderly to always build good social interaction between their fellow part social house.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Sarana Prasarana Rumah Sakit Dan Peran Perawat Caregiver Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Yang Dirawat Inap Di RSU Madina Bukittinggi Tahun 2016
Hubungan Sarana Prasarana Rumah Sakit Dan Peran Perawat Caregiver Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Yang Dirawat Inap Di RSU Madina Bukittinggi Tahun 2016

Fitrianola Rezkiki, Lisavina Juwita, Dessi Eni Putri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Kepuasan pasien tergantung pada kualitas pelayanan. Pelayanan adalah semua upaya yang dilakukan karyawan untuk memenuhi keinginan pelangganya dengan jasa yang akan diberikan. Suatu pelayanan dikatakan baik oleh pasien, ditentukan oleh kenyataan apakah jasa yang diberikan bisa memenuhi kebutuhan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui “Hubungan Sarana Prasarana Rumah Sakit Dan Peran Perawat Caregiver Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Yang Dirawat Inap Di RSU Madina Bukittinggi Tahun 2016. Penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara pada responden yang berjumlah 46 responden, pengambilan sampel dengan tekhnik accidental sampling. Kuesioner ini berisikan variabel independen yaitu sarana prasarana rumah sakit dan peran caregiver perawat, serta variabel dependen yaitu kepuasan pasien kemudian data diolah secara komputerisasi. Dari hasil penelitian menunjukan kurang dari sebagian (23,9 %) responden menyatakan sarana prasarana rumah sakit kurang baik, sebagian kecil (23,9 %) responden menyatakan peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kurang baik, dan kurang dari sebagian (21,7 %) responden kurang puas dengan pelayanan perawat. Dari hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara sarana prasarana rumah sakit p value 0,043, OR = 5,000, peran caregiver perawat p value 0,043, OR = 5,000 dengan kepuasan pasien yang dirawat inap. Berdasarkan hal diatas disimpulkan bahwa kepuasan pasien dipengaruhi oleh sarana prasarana rumah sakit dan peran caregiver perawat maka diharapkan bidang keperawatan dan bagian manajemen dapat meningkatkan keterampilan perawat dan kepedulian perawat terhadap pasien. Abstract (EN): Patient satisfaction depends on the quality of care, service are all the efforts of employees to meet customer desires the service to be provided. A service is said either by the patient, is determined by the fact whether the services provided to meet the need the patients. Research objective is to determine “Relationship Hospital Infrastructure and Role of Nurses Caregiver with Satisfaction hospitalized patients at RSU Madina Bukittinggi in 2016”. The study was a descriptive analytic cross sectional methode. The research was conducted by interviewing the respondents amounted to 46 respondents, sampling with accidental sampling tchnique. The questionnaire contains the independent variables are hospital infrastructure and the role of caregiver nurses, as well as the dependent variable is the patient's satisfaction then the processed data is computerized. From the results of the study showed less than most (23.9%) of respondents said the hospital infrastructure are less good, a minority (23.9%) of respondents said the role of nurses in providing nursing care is not good, and less than a majority (21.7% ) respondents are less satisfied with the services of nurses. From the results of this study showed no relationship between hospital infrastructure p value = 0.043, OR = 5.000, p value the role of the nurse caregiver 0.043, OR = 5.000 with satisfaction hospitalized patients. Based on the above it is concluded that patient satisfaction is influenced by the infrastructure of hospitals and nursing caregiver role it is expected that part of the field of nursing and management can improve the skills of nurses and nurses caring for the patients.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis Personal Hygiene pada Pelajar MTs di Asrama Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harun Tiakar Kecamatan Payakumbuh Timur Tahun 2016
Analisis Personal Hygiene pada Pelajar MTs di Asrama Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harun Tiakar Kecamatan Payakumbuh Timur Tahun 2016

Yenni, Resi Marta, Rudjito · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Kebersihan kulit yang tidak terjaga akan berdampak pada terjadinya berbagai macam penyakit kulit. Penyakit kulit mudah menginfeksi bila kebiasaan tidak menjaga kebersihan, terutama kebersihan pribadi. Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya personal hygiene dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui personal hygiene pada pelajar MTs di Asrama Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harun Tiakar Kecamatan Payakumbuh Timur tahun 2016. Desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitian diambil secara purposive sampling, yang terdiri dari 1 orang ketua yayasan, 1 orang pengelola pondok, 5 orang pelajar MTs Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harun Tiakar Kecamatan Payakumbuh Timur dan 2 orang petugas kesehatan Puskesmas Tiakar. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ditemukannya beberapa permasalahan pada komponen input, yaitu belum optimalnya peran (SDM) orang-orang yang bertanggung jawab terhadap personal hygiene pelajar. Sarana dan prasarana yang tersedia tetapi kurang dimanfaatkan dengan baik. Masih kurangnya praktek personal hygiene pelajar. Pada komponen proses perlunya bimbingan terhadap pengetahuan pelajar, tuntunan dalam meningkatkan sikap pelajar, belum optimalnya monitoring terhadap personal hygiene pelajar, dan perlu peningkatan peran petugas dalam mengevaluasi personal hygiene pelajar. Hal ini menghasilkan output belum optimalnya kebiasaan personal hygiene pada pelajar, sehingga terjadinya penyakit kulit yang terjadi pada pelajar sebagai dampak dari praktek personal hygiene yang kurang baik Diharapkan pada pihak pemegang program UKS agar melakukan monitoring dan observasi ke kamar-kamar pelajar terhadap personal hygiene pelajar pondok pesantren dan memberikan penyuluhan pada remaja yang bermasalah dalam personal hygiene-nya Abstract (EN): Cleanliness skin unguarded will have an impact on the occurrence of various skin diseases. Easily infect the skin disease when personal hygiene habits, especially personal hygiene. Many health problems suffered by a person for not maintaining good personal hygiene. This study aims to determine the personal hygiene at MTs students in boarding school dormitory Sheikh Ibrahim Harun Tiakar East Payakumbuh District in 2016. Design of qualitative research with phenomenological approach. Participants were taken by purposive sampling, which consisted of 5 students, 1 the foundation's president, one person boarding school junior lodge manager Shaikh Ibrahim Harun Tiakar East Payakumbuh District and sub-district health officer 2 Tiakar. The data is processed and analyzed by using the model of Miles and Huberman. Results It was found a few problems at the component input, which is not optimal role (HR) people who are responsible for the personal hygiene students. Facilities and infrastructure are available but underused well. Lack of personal hygiene practices of students. In the process components of the knowledge students need guidance, guidance in improving students' attitudes, not optimal monitoring of personal hygiene students, and the need to increase the role of the officer in evaluating personal hygiene students. This results in output is not optimal personal hygiene habits in students, so that the occurrence of skin disease that occurs in students as a result of the practice of personal hygiene is not good Expected in order for the holder of school health program monitoring and observation rooms to students on personal hygiene boarding school students and provide counseling to troubled teens in his personal hygiene

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis proses psikologis pada ODHA di kota bukittinggi tahun 2016
Analisis proses psikologis pada ODHA di kota bukittinggi tahun 2016

Yelmi Reni Putri, Adriani, Nofra Sunggara · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Istilah “psikologi” secara epistemologi berasal dari bahasa yunani,yaitu kata psyche dan logos. psyche artinya jiwa dan logos artinya ilmu. Dengan demikian, secara harfiah psikologi adalah ilmu jiwa atau dengan pengertian lain ilmu yang mempelajari gejala-gejala kejiwaan. Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang atau menginfeksi sel darah putih yang mengakibatkan menurunnya kekebalan tubuh manusia dan menjadi penyebab terjadinya Aqciured Immunodeficiency Symndrome (AIDS). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk menganalisa prosess psikologis pada ODHA dengan menggunakan pendekatan deskriptif fenomenologi. Sebanyak 12 partisipan berpartisipasi menceritakan pengalamannya. Metode wawancara mendalam dan observasi merupakan alat bantu pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan metode Cresswell. Penelitian ini mengidentifikasi dua tema yaitu (1) respon psikologi negatif, dan (2) respon psikologis positif. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa rata-rata partisipan mengalami proses psikologi yang negatif pada awal penerimaan dirinya sebagai ODHA, dengan adaanya dukungan dari keluarga respon psikologis mengalami perubahan kearah psikologi yang positif dan bisa menerima dirinya sebagai ODHA. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa partisipan mengalami respon yang negatif ketika mengetahui bahwa dirinya terdeksi HIV/AIDS. Seiring berjalannya waktu partisipan mulai bisa menerima statusnya sebagai ODHA karena adanya dukungan dari pihak keluarga, suami, istri, dan juga anak. Abstract (EN): The term psychology in epistemology comes from the greek, that are psyche and logos. Psyche it means lives and logos it means the science.Thus, literally psychology is the science people or with the other definitions of science that studies symptoms psychiatric.The human immunodeficiency virus ( HIV is the virus that attacked or infect white blood cells resulted in a decreased human immune and become the cause of aqciured immunodeficiency symndrome ( AIDS ). This research in a qualitative aimed at to analyze processing psychological in living by adopting descriptive phenomenology .As many as 12 participants participate recounting their experiences . In-depth interviews and observation was used, to collect data .Data analyzed uses the method cresswell. This research identified two the theme which are ( 1 ) response negative psychology, and ( 2 ) psychological positive response. The result of research got that the average participants subjected to the process of psychology that negative at the beginning of revenue himself as living, with a support of the family response psychological changed at psychology a positive and can accepts their self as living The research can be concluded that participants experienced negative response to know that their suffered HIV/AIDS .Through the passing of time participants can began to receive its status of the living because of support from the people of the , husband , wife, and also the son .

Skripsi 2017
Detail
Cover Peran Perawat Dalam Mengatasi Kecemsan Ibu Dengan Bayi Yang Di Fototerapy Di Ruang Perinatologi RSUD Padang Panjang Tahun 2016
Peran Perawat Dalam Mengatasi Kecemsan Ibu Dengan Bayi Yang Di Fototerapy Di Ruang Perinatologi RSUD Padang Panjang Tahun 2016

Nurhayati, Wenny Lazdia, Nika Fransiska · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Fototerapi digunakan untuk menurunkan kadar bilirubin serum pada neonatus dengan hiperbilirubinemia jinak hingga moderat. Fototerapi dapat menyebabkan terjadinya isomerasi bilirubin indirek yang mudah larut dalam plasma dan lebih mudah diekresi oleh hati kedalam saluran empedu. Sehingga menyebabkan bertambahnya pengeluaran cairan empedu kedalam usus sehingga peristaltik usus meningkat dan bilirubin akan lebih cepat meninggalkan usus. Ibu akan mengalami kecemasan bila bayi mengalami gangguan kesehatan dan harus dirawat diruangan khusus. Untuk itu perawat sangatlah dituntut sebagai seseorang yang merawat pasien secara kontinu dalam 24 jam sehari, untuk melakukan seluruh perannya dengan baik. Perawat harus memiliki tanggung jawab untuk melakukan peranya tersebut. Apalagi terkait dengan peran perawat dalam mengatasi kecemasan pasien dan keluarga yang sedang dirawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran perawat dalam mengatasi kecemasan ibu dengan bayi yang difototerapy diruang perinatologi. Metode penelitian kualitatif dengan metode grounded theory dan mengembangkan pemahaman akan satu atau lebih dari fenomena yang dihadapi. Informan penelitian diambil secara purposive sampling, yang berjumlah 10 orang, diantaranya 5 orang perawat pelaksana, dan 5 orang ibu dengan bayi yang di fototerapy di ruang perinatologi RSUD Padang Panjang. Hasil penelitian ditemukan bahwa masih ada beberapa peran perawat yang belum terlaksana secara optimal diruang perinatologi terkait dalam mengatasi kecemasan ibu dengan bayi yang difototerapy. Diantaranya yaitu peran sebagai advokat klien dimana perawat dalam membantu klien dan keluarga dalam menginterprestasikan berbagai informasi dari pemberi pelayanan masih kurang. Diharapkan pada pihak bidang pelayanan rumah sakit khususnya bagian keperawatan agar dapat meningkatkan pelayanan diruang rawatan perinatologi, khususnya pada perawat untuk dapat mengoptimalkan pelaksanaan peran perawat dalam melakukan pelayanan kesehatan pada pasien dan keluarga. Abstract (EN): Phototerapy used to lower serum bilirubin levels in neonates with hyperbilirubinemia benign to moderate. Phototerapy can cause isomerization indirect bilirubin solouble and easier to eksretion plasma by the liver into the bile duct. Thus causing an increase in expenditure of bile in the intestine, increasing intestinal peristalsis and bilirubin would sooner leave the intestine. Mothers will experience anxiety when a baby has a health problem and should be treated in perinatal room. For it the nurse as someone is take care of patient continously, 24 hours a day, must perform all roles well. The nurse have a responsibility for across this role. Especially related to the nurse’s role in overcoming the anxiety of patients and families who are being trated. The purpose of this study is to know the the role of nurse in Anxiety Resolving To Mother With Baby Is Fototerapy In Perinatal Room. The study is a qualitative research method with grounded theory. And develop an understanding of one or more of the phenomena encountered.the partcipant of the study was chosen by using purposive sampling, there were 5 nurses in charge and 5 mother with baby is fototerapy at perinatal room of padang panjang regional public hospital. From the result of this study it was found that there is still a role nurse have not been implemented optimally in the perinatal room in overcoming anxiety mother with baby is fototerapy. Namely the role of the nurse as a client advocate in where nurses assist client and families in interpreting information from service providers still lacking. It is hoped that Padang Panjang regional public hospital in order to improve service, particulary to the nurse to be able to optimize the implementatation of the over all role of nurse in the health service to patient and families.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilku Bullying Pada Anak SD  Kelas VI SD Negeri 01 Talang Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok Tahun 2016
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilku Bullying Pada Anak SD Kelas VI SD Negeri 01 Talang Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok Tahun 2016

Silvia, Lisavina Juwita, Rise Kurnia · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Bullying merupakan sebuah kondisi dimana telah terjadi penyalahgunaan kekuatan atau kekuasaan yang dilakukan oleh perseorangan ataupun kelompok.Penyalahgunaan kekuatan atau kekuasaan dilakukan pihak yang kuat tidak hanya secara fisik saja tetapi juga secara mental. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku bullying pada anak sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswa kelas VI SD 01 talang kecamatan gunung talang kabupaten solok tahun 2016 yaitu sebanyak 44 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisa data meliputi analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan ujichi square. Hasil penelitian ini didapatkan 40,9% responden dengan pola asuh orang tua yang kurang baik, 72,7% responden dengan pengaruh teman sebaya negatif, 77,3% responden dengan pengaruh negatif dari media massa, 56,8% responden memiliki perilaku bullying. Analisa bivariat di dapatkan ada hubungan antara pola asuh orang tua (p=0,002), teman sebaya (p=0,023), media massa (p=0,001) dengan perilaku bullying pada anak kelas VI SD di SD negeri 01 talang kecamatan gunung talang kabupaten solok tahun2016 . Jadi dapat di simpulkan bahwa pola asuh orang tua, teman sebaya dan media massa berhubungan dengan perilaku bullying pada anak kelas VI SD untuk itu diharapkan kepada semua lapisan masyarakat khususnya ibu yang memiliki anak yang masih duduk di bangku sekolah agar memperhatikan anak agar tidak terjadinya bullying. Abstract (EN): Bullying is a condition in which has happened abuse strength or power conducted by individuals or group .Abuse of strength or power carried out by strong not only physically but also mentally .This research to knowing factors that deals with behavior bullying on child primary school The kind of research this is descriptive analytic with the approach cross sectional study .Population to research this is all students a must primary school 01 talang districts mountain talang kabupaten solok 2016 with 44 were .The sample collection using a technique total of sampling. Date analysis covering analysis univariat and analysis of bivariat use test chi square. The result of this research or 40.9 % of respondents with a pattern foster parents a less well , 72,7 % of respondents by the influence of their peers negative , 77,3 % of respondents by the influence of negative from the mass media , 56,8 % respondents own behavior bullying .Analysis bivariat there is no link between pattern foster parents ( p = 0,002 ) , their peers ( p = 0,023 ) , mass media ( p = 0,001 ) with the behavior bullying on child a must primary school in public primary schools 01 talang districts mountain talang district solok 2016 So it can also be in concluded that the foster parents , their peers and mass media relating to behavior bullying on child a must primary school to is expected to to all levels of public especially mother that have children who are both in are out of school that paying attention to the children not to the bullying .

Skripsi 2017
Detail
Cover Pengaruh Water Tepid Sponge Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Dengan Febris Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung Kabupaten Agam Tahun 2016
Pengaruh Water Tepid Sponge Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Dengan Febris Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung Kabupaten Agam Tahun 2016

Yenni, Adriani, Ayu Permata Sari · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Menurut DepKes RI (2010) frekuensi kejadian demam menjadi 15,4 per 10.000 penduduk, dari survey berbagai rumah sakit di Indonesia terjadinya peningkatan jumlah penderita demam dari tahun ketahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Water Tepid Sponge Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Dengan Febris Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung Kabupaten Agam Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dengan febris di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung. Pengambilan sampel menggunakan teknik pusposive sampling dengan sampel sebanyak 16 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji t independent test yang dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata suhu tubuh sebelum dan sesudah pemberian Water Tepid Sponge adalah 0,754 dan pada kelompok kontrol sebesar 0,404. Terdapat perbedaan penurunan suhu tubuh antara Water Tepid Sponge dengan kelompok kontrol beda rata-rata 0,341dan p =0,000 artinya terdapat perbedaan. Dapat disimpulkan bahwa pemberian water tepid sponge lebih efektif dalam menurunkan suhu tubuh demam pada anak dengan febris. Untuk itu diharapkan kepada pihak institusi kesehatan untuk dapat menciptakan inovasi baru pada pasien febris. Abstract (EN): According to indonesian dept. of health ( 2010 ) the frequency of the incident fever be 15,4 per 10,000 population , survey the various hospital in indonesia an increased occurrence of the number of fever patients from year. Research aims to understand the influence of water tepid sponge to a reduction in body temperature in children with febris in the work area of puskesmas the lubuk basung basung kabupaten agam 2016 . The kind of research this is quasi experiment with approach pretest-posttest control group design. The population of the research is all patients with febris in the work area of his puskesmas basung.The sample used technique pusposive sampling with samples from 16 people.Data collection using sheets observation and analysis of data covering univariat analysis and analysis bivariat t use the independent tests conducted in computerized. The result showed that distinction average body temperature before and after the water tepid sponge is 0,754 and on the control group of 0,404 . There is a difference a reduction in body temperature between water tepid sponge to the control group different the average 0,341dan p = 0,000 it means there is a difference . Can be concluded that the water tepid sponge more effective in lowers body temperature fever in children with febris .To is expected to to the health institutions to create new innovations in patients febris .

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Dukungan Keluarga dan Peran Perawat Edukator dengan Gangguan Body Image pada Pasien stroke Iskemik di Ruang Neurologi Rumah Sakit DR. Achmad MochtarBukittinggi Tahun 2016
Hubungan Dukungan Keluarga dan Peran Perawat Edukator dengan Gangguan Body Image pada Pasien stroke Iskemik di Ruang Neurologi Rumah Sakit DR. Achmad MochtarBukittinggi Tahun 2016

Aria Wahyuni, Fitrianola Rezkiki, Melisa Eka Putri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Di Indonesia kejadian stroke diperkirakan lebih kurang 6 permil penduduk dan yang telah didiagnosis oleh tenaga kesehatan sekitar 6 orang per 100 penduduk atau sebesar 72,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan peran perawat educator dengan gangguan body image pada pasien shoke iskemik di Ruang Neurologi Rumah Sakit DR. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cvoss sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien stroke iskemik di Rumah sakit Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi yaitu sebanyak dan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 32 orang. pengumpulan data penelitian menggrmakan lembar kuisioner. Analisis data penelitian meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68,80 responden dengan dukungan keluarga ba7k,56,3Yo menyatakan peran perawat educator baik,56,3yoresponden tidak mengalami gangguan bo$t image. Ada hubungan dukungan keluarga ( p = 0,021, OR : 8,571) dan peran perawat educator ( p = 0,036, OR : 6,5)dengan gangguan body image pasien stroke iskemik. Dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga dan peran perawat educator berhubungan dengan gangguan body image pada pasien stroke iskemik. Untuk itu diharapkan kepada kelumga dan perawat sebagai pemberian asuhan keperawatan untuk selalu memberikan dukungan dan arahan kepada pasien ugur purien stroke iskerrik dapat terhindar darl. gangguan body image. Abstract (EN): In Indonesia the incidence of stroke is estimated to be approximately 6 permil population that had been diagnosed by health personnel. This study aims to determine the relationship of family support and the role of the nurse educator with body image disorders in patients with ischemic stroke in Space Neurology Hospital DR. Achmad Mochtar Bukittinggi2016. This type of research is descriptive analytic with cross sectional study. The population in this study were all patients with ischemic stroke in the Hospitai Dr. Achmad Mochtar Bukifiinggi is counted and sampling using accidental sampling to obtain a sample of 32 people. The data collection sheet research using questionnaires. The data analysis research includes the analysis of univariate and bivariate analysis using chi square test. The results showed that 68.8 % of respondents with good family support, 56.3% stated that the role of the nurse educator good, 56.3% of respondents are not impaired body image. There is a relationship of famity support (p : 0.021, OR : 8.571) and the role of the nurse educator (p : 0.036, OR : 6.5) with a body image disorder patients with ischemic stroke. It can be concluded that the support of family and the role of the nurse educator associated with body image disorders in patients with ischemic stroke. For that is expected to families and sarers as nursing care to always provide support and guidance to patients to ischemic sfioke patients can f,e spared from body image disorders.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Dukungan Keluarga dan Motivasi Pasien dengan Kepatuhan Pengobatan Kusta Di Kecamatan Rambatan  Kabupaten Tanah Datar tahun 2016
Hubungan Dukungan Keluarga dan Motivasi Pasien dengan Kepatuhan Pengobatan Kusta Di Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar tahun 2016

Yelmi Reni Putri, Yenni, Arnelis · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Kusta merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh kuman kusta Mycobacterium Leparae yang menyerang saraf tepi, kulit dan jaringan tubuh lainnya. Tercatat sebayak 19.604 penderita kusta di Indonesia sampai tahun 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan motivasi pasien dengan kepatuhan pengobatan kusta di Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional , rencana semula sampel pada penelitian ini adalah 42 orang , tetapi pada saat penelitian jumlah sampel yang didapatkan 40 orang karena 2 orang meninggal., metode yang digunakan adalah wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan dukungan keluarga baik (75%), Motivasi tinggi (67,5%), Kepatuhan pengobatan yang patuh (70%). Hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square diadapatkan ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan kusta (p= 0,000), ada hubungan motivasi pasien dengan kepatuhan pengobatan kusta (p= 0,000). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada keluarga dan petugas kesehatan untuk lebih memperhatikan para penderita agar selalu tepat mengontrol ke puskesmas dan teratur mengambil obat. Abstract (EN): Leprosy is yearly transmitted disease caused by the leprocy Mycobacterium Leparae. Which attack nervi craniates, skin, and other part of body. There are 19.604 leprosy victim in Indonesia until 2014. The goal of research is to know the correlation between family support and patients motivation and leprosy medication awareness in Rambatan Tanah Datar Regency. This research uses descriptive analytical method and cross sectional approach. The sample this research are 42 persons,the research implementation are 40 persons because 2 persons is dead. The method are interview and questionnaire. The result of the research are the 75 % are good support family, 67,5% are high in motivation, 70 % are medication awareness. The bivariat analyze by chi square test, is gotten there is correlation between family support and leprosy medication awareness (p= 0,000), patient motivation and leprosy medication awareness (p= 0,000). Based on the result, hoped to leprosy patients families and health officer to ber more care of the leprosy patients. It is recommended to health workers to better car for sufferers to keep proper control to health centers and regularly took the drug.

Skripsi 2017
Detail