Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Pengaruh Mobilisasi Dini terhadap pemulihan Kandung Kemih Pasca  Pembedahan dengan Anestesi spinal di ruang bedah di RSUD Padang Panjang
Pengaruh Mobilisasi Dini terhadap pemulihan Kandung Kemih Pasca Pembedahan dengan Anestesi spinal di ruang bedah di RSUD Padang Panjang

Adriani, Azmiadi, Kartika, Imelda R, · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Mobilisasi dini adalah suatu upaya mempertahankan kemandirian sedini mungkin dengan cara membimbing penderita untuk mempertahankan fungsi fisiologis.Spinal anestesi adalah merupakan salah satu teknik anestesi regional dengan cara penyuntikan obat anestesi local ke dalam ruang subarahnoid dengan tujuan untuk mendapatkan analgesi setinggi dermatom tertentu dan relaksasi otot rangka yang salah satu efeknya menyebabkan retensi urine. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah pasien pasca pembedahan dengan anestesi spinal yang berjumlah 16 orang dengan sampel 16 orang, 8 orang dijadikan kelompok eksperimen yaitu kelompok yang dilakukan mobilisasi dini dan 8 orang lagi dijadikan sebagai kelompok kontrol yaitu tidak dilakukan mobilisasi dini. Hasil penelitian ini didapatkan rata – rata peningkatan jumlah urine pada kelompok eksperimen adalah 499,125 cc. Rata – rata peningkatan Jumlah urine pada kelompok kontrol 7,5cc . Hasil uji statistik didapatkan perbedaan rata-rata peningkatan jumlah urine dengan nilai pvalue = 0,000, maka terlihat ada hubungan yang bermakna antara pengaruh mobilisasi dini dengan pemulihan kandung kemih pada kelompok eksperimen dan didapatkan perbedaan jumlah peningkatan jumlah urine dengan nilai pvalue = 0,816, maka tidak bermakna antara tanpa perlakuan pada mobilisasi dini terhadap pemulihan kandung kemih pada kelompok kontrol. Bagi rumah sakit, pembaca dan instansi pendidikan diharapkan penelitian ini sebagai masukan, menambah wawasan dan acuan tentang Pengaruh mobilisasi dini pasca pembedahan dengan anestesi spinal terhadap pemulihan kandung kemih. Abstract (EN): Early mobilization is an attempt to maintain independence as early as possible by guiding the patient to maintain anesthesia fisiologis.Spinal function is one of the regional anesthetic technique by means of the injection of local anesthetic into the subarachnoid space with the aim to get as high as dermatom specific analgesia and relaxation of skeletal muscle one effect causes urinary retention. The research design is quasi-experimental. The population in the study were patients with post surgery with spinal anesthesia sample of 16 people with 16 people, 8 are used as the experimental group: the group carried out early mobilization and eight others were used as a control group that did not do early mobilization. The results of this study, the increas of averages iamount of urine in the experimental group was 499,125 cc. Increas Averages amount of urine in the control group was 7,5 cc. Statistical test results obtained difference in the average increase in the amount of urine with a value pvalue = 0,000, then look no correlation between the effect of early mobilization with the recovery of the bladder in the experimental group and found differences in the amount of increase in the amount of urine with a value pvalue = 0.816, it is not meaningful between no treatment at early mobilization against the restoration of bladder control group. For hospitals, the reader is expected to research and educational institutions as an input, add insight and guidance on the Influence of early mobilization after surgery with spinal anesthesia to the recovery of the bladder

Skripsi 2017
Detail
Cover Efektivitas Terapi Musik Religi dengan Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operatif Di Ruangan Bedah RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016
Efektivitas Terapi Musik Religi dengan Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operatif Di Ruangan Bedah RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016

Fitrianola Rezkiki, Silvia, Liza Betriana · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Pembedahan merupakan stressor yang dapat menimbulkan cemas psikologik dan fisik. Kecemasan dikarenakan ketidak tahuan pasien tentang prosedur operasi, dampak operasi serta lingkungan asing bagi pasien, sementara perawat yang menangani pasien yang akan dioperasi kurang memperhatikan hal-hal yangmengakibatkan cemas bagi pasien. Survey awal yang dilakukan di ruangan Bedah RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi pada 24 November 2015 kepada 5 pasien pre operatif pasien mengatakan cemas menghadapi operasi dengan rentang skala 21-41 yang menunjukkan cemas sedang dan berat.Dari wawancara awal kepada perawat ruangan, mengatakan sampai saat ini belum ada tindakan pemberian terapi musik religi kepada pasien pre operatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas Terapi Musik Religi Dengan Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operatif Penelitian iniQuasi Eksperimental dengan pendekatan one group pretest postest tanpa kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang.Data dikumpulkan dengan menggunakan lembaran observasi, kemudian diolah dan dianalisa secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan rata-rata kecemasan responden sebelum dan sesudah terapi musik religi dengan nilai p = 0,0005 jika dibandingkan dengan α = 0,05 maka pvalue < 0,0005 sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang bermakna antara pengukuran sebelum dan sesudah terapi musik religi atau ada efektivitas terapi musik religi dengan penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operatif Disimpulkan bahwa terapi musik religi efektif menurunkan kecemasan pasien sebelum operasi.Untuk itu, diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya ruangan Pre Operatif / ruangan bedah untuk mengaplikasikan musik religi dalam rangka menurunkan kecemasan pasien sebelum operasi sehingga meminimalkan komplikasi kepada pasien tersebut. Abstract (EN): Surgery is a stressor that can cause psychological and physical anxiety. Patient anxiety due to ignorance of the operational procedures, as well as the environmental impacts of operations are foreign to the patient, while nurses who handle patient to be operated less attention to the things that lead to anxiety for the patient. Initial survey conducted in the room Surgical Hospital Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi on 24 November 2015 to 5 patients with pre-operative surgery patients say anxious face with the scale range 21-41 who demonstrate moderate and severe anxiety. From the beginning to the nurse interview room, said that until now there has been no act of religious music therapy to patients pre-operatively. The purpose of this study to determine the effectiveness of Religious Music Therapy With Decreased Anxiety Levels in Patients Pre Operative This research was Quasi Experimental approach without one group pretest posttest control group. The sampling technique used in this research is purposive sampling with a sample size of 10 people. Data was collected using observation sheets, then processed and analyzed by computerized. The results showed an average difference of anxiety before and after treatment of religious music with a value of p = 0.0005 compared with α = 0.05, pvalue <0.0005 so it can be concluded there is a significant difference between measurements before and after music therapy No religion or religious music therapy effectiveness with decreased anxiety levels in patients with preoperative It was concluded that religious music therapy effectively lower the patient's anxiety before surgery. For that, it is hoped to health workers, especially the room Pre Operative / surgical room to apply the religious music in order to reduce patient anxiety before surgery so as to minimize the complications to the patient.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisa Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Luka Operasi di RSUD Kota Padang Panjang Tahun 2016
Analisa Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Luka Operasi di RSUD Kota Padang Panjang Tahun 2016

Fitrianola Rezkiki, Lisavina Juwita, Masya Yunis · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Program Pencegahan dan pengendalian infeksi di RSUD Kota Padang Panjang terbentuk sejak September 2015. Saat Ini Komite PPI Mulai menjalankan Programnya dengan SOP yang Sudah ada. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi dilakukan untuk mengeksplorasi, menganalisa serta mengevaluasi pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi luka operasi. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara mendalam dan obeservasi, data sekunder dilakukan dengan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi luka operasi di RSUD Kota Padang Panjang masih rendah disebabkan program Komite PPI rumah sakit baru terbentuk dan baru berjalan. Pelaksanaan tugas komite PPI masih rendah terbukti dengan belum terlaksananya laporan kegiatan, sosialisai masih kurang, SOP belum lengkap pengawasan dan umpan balik belum ada. Saran yang dapat dilakukan pengontrolan dan evaluasi yang berkesinambungan terhadap program yang sudah dibuat serta pengontrolan dan evaluasi yang berkesinambungan terhadap program yang sudah dibuat serta pembaharuan struktur organisasi komite PPI dengan memasukan dari semua unit/departemen menjadi anggota tetap sehingga dapat ditentukan petugas sebagai penentu kebijakan maupun petugas sebagai pelaksana kebijakan. Dengan organisasi yang terpimpin diharapkan masalah terputusnya komunikasi, kurangnya koordinasi antar bidang dapat teratasi karena jalur komando dan jalur koordinasi sudah jelas. Abstract (EN): Prevention programs and infection control in hospitals Padang Panjang formed since September 2015. Current PPI Committee Start program was the SOP that already exist. This study used a qualitative design using the phenomenological approach taken to explore, analyze and evaluate the implementation of prevention and control of surgical site infection. Primary data were collected by interview and observation, secondary data is done with the study documentation. Based on the research that the implementation of prevention and control of wound infections in hospitals Padang Panjang was still low due to program PPI Committee formed a new hospital and a new walk. Implementation of the task committee is still low PPI proven by the implementation of the report of activities, socialization is still lacking, incomplete SOP supervision and feedback yet. Suggestions that do control and evaluation of sustainable against the program that has been created as well as controlling and evaluating sustainable in the program that has been created as well as the renewal of the organizational structure of committees PPI by including all units / departments become permanent members that can be specified officers as policy makers and officials as implementing the policy. Guided by the organization expected interruption of communication problems, lack of coordination between the field can be overcome because the chain of command and coordination of the path is clear.

Skripsi 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Madu Terhadap Diare Pada Balita di Ruangan Anak RSUD Kota Solok Tahun 2015
Pengaruh Pemberian Madu Terhadap Diare Pada Balita di Ruangan Anak RSUD Kota Solok Tahun 2015

Fitrianola Rezkiki, Yelmi Reni Putri, Indri Citra Apsari · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Pada tahun 2010 tercatat dari 4024 kejadian diare dari 33 kecamatan dengan angka kematian sebanyak 73 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian madu terhadap diare pada Balita di ruangan Anak RSUD Kota Solok Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah Quasi-Eksperimen dengan rancangan one-group pretest-post test design) dengan Populasi seluruh anak penderita diare di RSUD Solok yaitu sebanyak 126 kasus. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 16 orang yang dibagi dalam kelompok intervensi dan kontrol. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi frekuensi diare pre dan post test. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji t-independent test yang dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata penurunan frekuensi diare antara kelompok pemberian madu dengan kelompok kontrol dengan beda rerata penurunan frekuensi diare sebesar 0,5 dan p = 0,008 ( p < 0,05, dimana pemberian madu lebih efektif dalam menurunkan frekuensi diare pada balita. Dapat disimpulkan bahwa pemberian tambahan madu lebih efektif dalam menurunkan frekuensi diare pada balita, sehingga dapat memperpendek waktu rawatan terhadap balita penderita diare, untuk itu dihadapkan kepada pihak rumah sakit untuk dapat menganjurkan kepada orang tua pasien untuk dapat memberikan tambahan madu pada balita penderita diare agar proses penyembuhan balita diare menjadi lebih cepat. Abstract (EN): In 2010 the incidence of diarrhea was recorded from 4024 of the 33 districts with deaths by 73 cases. This study aimed to determine the effect of honey against diarrhea in Toddlers in the room Children's Hospital of Solok 2015. This research is a Quasi-Experiment with design one-group pretestposttest design with the entire population of children with diarrhea in hospitals Solok as many as 126 cases. Sampling using purposive sampling to obtain a sample of 16 people, divided into intervention and control groups. Collecting data using observation sheet diarrhea frequency pre and post test. Data analysis included univariate and bivariate analysis using independent t-test is computerized. The results showed that there are differences in the average decrease in the frequency of diarrhea among the honey treatment group and control group with a mean difference of 0.5 decrease in the frequency of diarrhea and p = 0.008 ( p < 0,05), where the provision of honey is more effective in reducing the frequency of diarrhea in infants. It can be concluded that the provision of additional honey is more effective in reducing the frequency of diarrhea in young children, so it can shorten treatment to infants with diarrhea, for it is faced to the hospital to be able to advise elderly patients to be able to provide additional honey in infants with diarrhea in order to process healing toddler diarrhea becomes faster.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Dukungan Keluarga Dan Dukungan Sosial Dengan Tingkat Stress Pada Pasien Stroke Iskemik Di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2016
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Dukungan Sosial Dengan Tingkat Stress Pada Pasien Stroke Iskemik Di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2016

Yenni, Evi Hasnita, Arson Kardela · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Stroke atau serangan otak (brainattack) adalah suatu devisit neurologis mendadak susunan saraf pusat yang disebabkan oleh peristiwa iskemik atau hemoragik. Kejadian stroke di dunia cukup tinggi. Hal ini terbukti dari data yang menunjukkan setiap tahunnya stroke menyerang sekitar 15.000.000 orang di seluruh dunia. Sedangkan kejadian stroke di Indonesia, prevalensinya cukup tinggi dan menunjukkan kecenderungan meningkat setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan sosial dengan tingkat stress pada pasien stroke iskemik di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi tahun 2016 Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2016. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua klien yang mengalami stroke iskemik di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi.. Dengan teknik pengampilan sampel menggunakan accidental sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 36 sampel. Variabel independen dukungan keluarga dan sosial Sedangkan variabel dependen adalah tingkat Stresspasien stroke iskemik. Penelitian ini menghubungkan dua variabel dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian didapatkan Responden yang memiliki dukungan keluarga kurang baik 14 (38,9 %). Responden yang memiliki dukungan sosial kurang baik 18 (50%). Responden yang mengalami stress sedang 26 (72,2%) . Ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stress dengan nilai p=0,005 dan OR=0,075. Ada hubungan dukungan sosial dengan tingkat stress dengan nilai p= p=0,009 dan OR= 0,059 Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dan sosial dengan tingkat stress pada pasien stroke iskemik di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi tahun 2016. Diharapkan pada keluarga dan sosial memberikan perhatian kepada penderita stroke agar tingkat stress yang dialami berkurang. Abstract (EN): Stroke or brain attack (brainattack) is a sudden neurological deficit of the central nervous system caused by ischemic or hemorrhagic events. The incidence of stroke in the world is quite high. This is evident from data showing a stroke each year approximately 15 million people worldwide. While the incidence of stroke in Indonesia, the prevalence is quite high and showed a tendency to increase every year. The purpose of this study to determine the relationship of family support and social stress levels in patients with ischemic stroke at the National Stroke Hospital London 2016 This research was conducted in February 2016. This research method is descriptive analytic with cross sectional approach. The population in this research that all of the clients who had an ischemic stroke at the National Stroke Hospital Bukittinggi .. With pengampilan engineering samples using accidental sampling. Number samples are 36 samples. The independent variable of family and social support, while the dependent variable is the rate of ischemic stroke Stresspasien. This study connects the two variables using chi-square test. The result showed Respondents who have less family support either 14 (38.9%). Respondents who have less social support both 18 (50%). Respondents who experienced stress were 26 (72.2%). There is a relationship of family support with the level of stress with a value of p = 0.005 and OR = 0.075. There is a relationship of social support to the level of stress with p = p = 0.009 and OR = 0.059 It can be concluded that there is a relationship of family support and social stress levels in patients with ischemic stroke at the National Stroke Hospital London in 2016. It is expected that the social and family give attention to people with stroke to the level of stress experienced decreases.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Mobilisasi Dini pada Pasien Post Sectio Caesarea di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Mobilisasi Dini pada Pasien Post Sectio Caesarea di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016

Ratna Fitri Yenti, Zuraida, Ratna Dewi · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Mobilisasi dini merupakan factor yang mempercepat pemulihan pasca bedah, mencegah kompilkasi. Dengan meningkatnya angka kejadian ILO dan keterlambatan penyembuhan luka maka dilakukan mobilisasi dini pada pasien post sc. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan mobilisasi dini pada pasien post sectio caesarea di RSUD Dr. Achmad Moctar bukuttinggi tahun 2016. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasinya seluruh pasien post section caesarea yang dirawat di ruang kebidanan RSUD Achmad Bukittinggi. Pengambilan sampelnya menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 33 orang. Pengumpulan data menggunakan lembaran observasi dan kuesioner,pengolahan menggunakan komputerisasi. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 69,7% dengan dukungan keluarga baik, 54,5% dengan motivasi rendah, 63,6% menyatakan peran petugas kesehatan adalah baik, 57,6% tidak melaksanakan tindakan mobilisasi dini. Ada hubungan dukungan keluarga (p = 0,031, OR = 11,7), motivasi (p = 0,027, OR = 7,00) dan peran petugas ( p = 0,009, OR = 17,875) dengan pelaksanaan mobilisasi dini. Dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga, motivasi dan peran tenaga kesehatan berhubungan dengan pelaksanaan mobilisasi dini. Diharapkan kepada keluarga,, tenaga kesehatan selalu memberikan dukungan dan memotivasi ibu dalam pelaksanaan mobilisasi dini, agar proses penyembuhan ibu pasca operasi sectio caesarea dapat berjalan dengan baik. Abstract (EN): Mobilization of early is factor that accelerates recovery after surgical , prevent kompilkasi .With increasing incidence ilo and the healing of a wound then done mobilization of early in patients post sc . Research aims to understand factors that deals with the implementation of the mobilization of early in patients post sectio of cæsarea at rsud dr .Achmad moectar bukuttinggi 2016 The kind of research this descriptive analytic with the approach cross sectional study . The population is all patients post section of caesarea who treated in the obstetrics rsud achmad bukittinggi . Using a technique the sampelnya accidental sampling as many as 33 people . Data collection use sheets observation and the questionnaire , processing use computerized .Analysis data using analysis univariat and analysis of bivariat Based on the research done be seen that 69,7 % with support good family , 54.5 % with the motivation low , 63,6 % state the role of health workers is good , 57,6 % did not carrying out an action mobilization of early .There was a correlation family encouragement ( p = 0,031 , or = 11.7 ) , motivation ( p = 0,027 , or = 7,00 and the role of the officers ( p = 0,009 , or = 17,875 ) to the implementation of the mobilization of early . Can be concluded that family encouragement , motivation and the role of health workers related to the implementation of the mobilization of early .Expected to the family , health workers always to provide support and motivate mother in the implementation of the mobilization of early , that the healing process mother postoperative sectio of cæsarea can run well .

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Dukungan Keluarga  Dengan Kepatuhan Pasien Menjalani Terapi Hemodialisa Dan Pembatasan  Cairan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di RSUD Dr. Achmad Mochtar  Bukittinggi Tahun 2016
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Pasien Menjalani Terapi Hemodialisa Dan Pembatasan Cairan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016

Aria Wahyuni, Wenny Lazdia, Dewi Fitria Afri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Kepatuhan merupakan salah satu permasalahan pada pasien Gagal Ginjal Kronis (GGK) yang menjalani hemodialisa dan pembatasan cairan. Berdasarkan catatan MR RSUD Dr. Achmad Mochtar bahwa tiap tahun terjadi penurunan terapi HD dan pembatasan cairan pada penderita GGK . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien menjalani terapi hemodialisa dan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016 Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Achmad Mochtar pada bulan Februari 2016. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 orang. Sampel diambil secara purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara langsung. Analisis data dilakukan meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikasi α < 0,05 Dari hasil penelitian didapatkan 58,7% responden mempunyai dukungan keluarga yang kurang baik, 54,3% responden tidak patuh dalam menjalani terapi hemodialisa dan 67,4% responden tidak patuh dalam menjalani terapi pembatasan cairan. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan terapi hemodialisa (p value = 0,004 ; OR = 8) dan ada hubungan dukungan keluarga dengan terapi pembatasan cairan (p value = 0,006 ; OR = 7,9) Penelitian ini menyimpulkan dukungan keluarga berhubungan dengan kepatuhan terapi HD dan pembatasan cairan. Disarankan kepada keluarga pasien GGK yang menjalani hemodialisa agar selalu setia mendampingi dan memberikan dukungan kepada pasien dalam menjalani terapi sehingga semakin patuh terhadap pasien yang usia lanjut dan sudah lama menjalani terapi. Abstract (EN): Compliance is one of the problems in patients with chronic renal failure (GGK) which underwent hemodialisa and restrictions on liquids. Based on the medical record of Hospitals Dr. Achmad Mochtar that each year decline therapy HD and liquid restrictions in people with cronic renal failure. This research aims to know the relationship of family support with compliance of patients undergoing therapy hemodialisa and the restriction of fluids on patients chronic renal failure at the Hospital Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi 2016 Design research is descriptive analytic with cross sectional approach. Research conducted at the Hospital Dr. Achmad Mochtar in February 2016. The sample in this study amounted to 46 people. Samples taken in purposive sampling. The data obtained through questionnaires and interviews. Data analysis performed includes the univariate analysis and the analysis of the test using the bivariat Chisquare with a level of significance of α < 0.05 Result of this research obtained by 58.7% of respondents have a less good family support, 54.3% of respondents do not obey the hemodialisa therapy and 67.4% of the respondents did not comply in undergoing therapy restrictions on liquids. The results of the analysis bivariat showed there was a relationship between family support with hemodialisa therapy (p value = 0.004; OR = 8) and there are family support relationship with fluid restriction therapy (p value = 0.006; OR = 7.9) This research concluded family support compliance-related therapy hemodialisa and restriction liquid. It is recommended to families of patients who undergoing therapy hemodialisa in order to be always faithful to accompany and provide support to patients undergoing therapy so the more wayward against patients who are elderly and have long been undergoing therapy.

Skripsi 2017
Detail
Cover Pengaruh Pelatihan Cuci Tangan  Bersih Dengan metode Bermain Puzzle Terhadap Kemampuan Melakukan  Cuci Tangan Pada Anak Tunagrahita Sedang di SDLB N 01 Ganting dan  SLB Al-Azhar Bukit Apit Kota Bukittinggi Tahun 2016
Pengaruh Pelatihan Cuci Tangan Bersih Dengan metode Bermain Puzzle Terhadap Kemampuan Melakukan Cuci Tangan Pada Anak Tunagrahita Sedang di SDLB N 01 Ganting dan SLB Al-Azhar Bukit Apit Kota Bukittinggi Tahun 2016

Wenny Lazdia, Yolanda Putri, Sukarsi Rusty · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Retardasi mental (RM) mempunyai fungsi intelektual dibawah rata-rata (70) yang muncul bersamaan dengan kurangnya perilaku adaptif, ketidakmampuan beradaptasi dengan kehidupan sosial sesuai tingkat perkembangan dan budaya, munculnya sebelum usia 18 tahun. Menurut WHO lebih dari 650 orang di dunia adalah orang disabilitas. Hasil survei di Indonesia terdapat 777.761 jiwa penderita tunagrahita. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan melakukan cuci tangan bersih anak tunagrahita sedang melalui metode bermain puzzle di SDLB N 01 Ganting dan SLB Al-Azhar Bukit Apit Kota Bukittinggi tahun 2016. Penelitian ini dilakukan di SDLB N 01 Ganting dan SLB Al-Azhar Bukit Apit Kota Bukittinggi Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan pre-post test dalam satu kelompok (One-Group Pretest-Posttest design). Jumlah populasi penelitian ini adalah 39 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 39 anak. Hasil penelitian didapatkan Rata-Rata Kemampuan Melakukan Cuci Tangan Bersih Anak Tunagrahita Sedang Sebelum penerapan metode bermain puzzle di SDLB N 01 Ganting dan SLB Al-Azhar Bukit Apit Kota Bukittinggi tahun 2016 adalah 4,92. Rata-Rata Kemampuan Melakukan Cuci Tangan Bersih Anak Tunagrahita Sedang Sesudah penerapan metode bermain puzzle adalah 8,36. Pengaruh penerapan metode bermain puzzle untuk meningkatkan kemampuan melakukan cuci tangan bersih pada anak tunagrahita sedang dengan nilai mean adalah -3.462 dan p=0,000. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode bermain puzzle efektif untuk meningkatkan kemampuan melakukan cuci tangan bersih anak tunagrahita sedang di SDLB N 01 Ganting dan SLB Al-Azhar Bukit Apit Kota Bukittinggi tahun 2016. Jadi, metode bermain puzzle dapat menjadi pertimbangan orang tua dan para guru untuk meningkatkan kemampuan melakukan cuci tangan bersih pada anak dalam kehidupan sehari-hari. Abstract (EN): Intellectually disabled students, formerly known as mental retardation (MR), have the intellectual capacity below the average score (70) which occurs with limited adaptive behaviors, inability to adapt with social life in accordance with the developmental level and culture. This condition commonly occurs before the age of 18. According to WHO, more than 650 individuals in the whole world are disabled. Survey in Indonesia reveals that 777.761 individual in this country suffers from intellectual disability. This research is aimed to improve hand hygiene ability of students with moderate intellectual disability through puzzle method in SDLB N 01 Ganting and SLB Al-Azhar Bukit Apit Bukittinggi 2016. This research is conducted in SDLB N 01 Ganting and SLB Al-Azhar Bukit Apit Bukittinggi. This research uses pre-experimental design with pre-posttest design in one group (One-Group Pretest-Posttest design). The number of samples in this research is 39 students. These samples were collected by using total sampling. From the research findings, it is revealed that students’ average hand hygiene ability prior to the puzzle treatment in SDLB Bukittinggi is 4.92 while the average of their hand hygiene ability after the treatment is 8.36. From the statistical analysis, it is obtained that the mean of the effect of puzzle treatment to improve hand hygiene ability of students with moderate intellectual disability in is -3.462 with p=0.000. From these findings, it can be concluded that the use of puzzle method is effective to improve hand hygiene ability of students with moderate intellectual disability in SDLB 01 Ganting and SLB Al-Azhar Bukit Apit Bukittinggi 2016. Hence, teachers and parents can consider to use it to improve students’ hand hygiene ability in their daily life.

Skripsi 2017
Detail
Cover “Hubungan Pola Asuh Orang tua, Teman Sebaya Dan Pengetahuan Dengan Perilaku Merokok Pada Siswa Kelas I, II Dan III Di SMA  Negeri 1 X Koto Diatas, Kabupaten Solok Tahun 2016
“Hubungan Pola Asuh Orang tua, Teman Sebaya Dan Pengetahuan Dengan Perilaku Merokok Pada Siswa Kelas I, II Dan III Di SMA Negeri 1 X Koto Diatas, Kabupaten Solok Tahun 2016

Silvia, Adriani, Ikhsan Dinil Haq · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Rokok dan merokok merupakan masalah yang masih sulit diselesaikan hingga saat ini. Berbagai dampak dan bahaya merokok sebenarnya sudah dipublikasikan kepada masyarakat, namun kebiasaan merokok masyarakat masih sulit untuk dihentikan. Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua, teman sebaya dan pengetahuan dengan perilaku merokok pada siswa kelas I, II dan III di SMA Negeri 1 X Koto Diatas, Kabupaten Solok Tahun 2016. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 4 Februari – 4 Maret tahun 2016 di SMA Negeri 1 X Koto Diatas. Jenis penelitian ini adalah deskritf analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I, II dan III di SMA Negeri1 X Koto Diatas, Kabupaten Solok Tahun 2016 sebanyak 78. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Penelitian ini dilakukan dengan cara angket menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan Responden yang memiliki pola asuh orang tua kurang baik 39 orang (50,0 %), Responden yang memiliki pengaruh teman sebaya tinggi 78 orang (74,4 %), Responden yang mengalami pengetahuan rendah 49 orang (62,8 %), Responden yang pernah Merokok 59 orang (75,6 %), Ada hubungan pola asuh orang tua dengan Perilaku Merokok dengan nilai p = 0,008 dan OR=5,469, Ada hubungan Teman Sebaya dengan Perilaku Merokok dengan nilaip = 0,031 dan OR=8,550 dan Ada hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Merokok dengan nilai p = 0,015 dan OR=4,235. Berdasarkan hal di atas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pola asuh orang tua, teman sebaya dan pengetahuan dengan perilaku merokok pada siswa kelas I, II dan III di SMA Negeri 1 X Koto Diatas, Kabupaten Solok Tahun 2016. Hendaknya seorang individu menghindari perilaku merokok karena merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Abstract (EN): Cigarettes and smoking is still a difficult problem solved until today. Various effects and dangers of smoking has actually been made public , but the habit of smoking .society, To determine the relationship of parenting parents , peers and knowledge with smoking behavior in Class I, II And III Di SMA Negeri 1 X Koto Diatas, Kabupaten Solok Tahun 2016. Research has be conducted in 4 February to 4 march in SMA Negeri 1 X Koto Diatas . This type of research is deskritf analytic using cross sectional design . The sample inthis study were all students of class I, II and III SMA Negeri1 X Koto Diatas , Solok regency in 2016 as many as 78. The way of taking a sample is to use it How sampling in this study using total sampling . The research was done by using a questionnaire The result showed Respondents who have parenting parents unfavorable 39 ( 50.0 % ) , respondents who had a peer influence high 78 ( 74.4 % ). Respondents who have a low knowledge of 49 people ( 62.8 % ) , respondents who never smoke 59 ( 75.6 % ) , There is a relationship with the parents' parenting Smoking Behavior with p = 0.008 and OR = 5,469 , There is a relationship Peers with Smoking Behavior with p = 0.031 and OR = 8.550 and Ada relationship with Smoking Behavior Sciences with a value of p = 0.015 and OR = 4,235 . Based on the above it can be concluded that there is a relationship parenting parents , peers and knowledge with smoking behavior in class I, II and III in SMA Negeri 1 X Koto Diatas Solok Regency Year 2016. It should be an individual avoid smoking behavior due to harm themselves , others and the environment.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis Konsep Diri Pada ODHA di  Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bukittinggi Tahun 2016
Analisis Konsep Diri Pada ODHA di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bukittinggi Tahun 2016

Fitrianola Rezkiki, Adriani, Z. Nico Saputra · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Konsep diri merupakan terjemahan dari kata self-concept. Konsep diri adalah citra diri (self image) yang mempersatukan gambaran mental tiap-tiap idividu terhadap dirinya sendiri, termasuk aspek penilaian diri dan penghargaan terhadap dirinya. Definisi AIDS (Aequired Immune Defisiency Syndrome) sebenarnya bukanlah suatu penyakit, namun kumpulan dari gejala penyakit (syndrome), muncul sebagai akibat tubuh kekurangan (deficiency) zat kekebalan tubuh (aequired Immunt). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologi. Penelitian dilakukan pada 6 partisipan berpartisipasi menceritakan pengalamannya. Metode wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi merupakan alat bantu pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Penelitian ini mengidentifikasi tema yaitu ; gangguan citra tubuh ; ideal diri yang realitas ; kepuasan penampilan peran ; peningkatan indetitas diri ; dan gangguan harga diri. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada keluaraga, masyarakat, pemerintah dan kesehatan meningkatkan pendampingan pada ODHA sehingga mereka memiliki motivasi untuk hidup lebih baik dan menghilangkan stigma yang negatif terhadap ODHA. Abstract (EN): The concept of self is translation of self-concept said. The concept of the self is image yourself ( self image ) united a mental image every idividu to himself , including aspects assessment themselves and the prestige of the himself. Definition aids so aequired immune defisiency syndrome ) in fact not a disease, but a collection of of symptoms of a disease ( syndrome ) , appear as a result the body of a shortage ( deficiency ) a substance immune ( aequired immunt ). This research in a qualitative approach descriptive phenomenology .The research was done on the 6 participants participate recounting her experience .A method of in-depth interviews , observation and documentation is a help data collection .Data analyzed uses the method colaizzi. This research identify the theme namely disorder the body image ; ideal own reality ; satisfaction appearance the role of ; the increase in indetitas self ; and disorders self-esteem. Based on the result of this research was recommended to family, the community, the government and health increase assistance to living so that they have motivation to live better and remove the stigma negatively on living .

Skripsi 2017
Detail
Cover Peran kelompok dukungan sebaya dan petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada penderita HIV/AIDS di Rumas sakit Dr.achmad mochtar Bukittinggi Tahun 2016
Peran kelompok dukungan sebaya dan petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada penderita HIV/AIDS di Rumas sakit Dr.achmad mochtar Bukittinggi Tahun 2016

Yelmi Reni Putri, Adriani, Ance Hendrika · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Penggunaan ARV (antiretroviral) pada pasien dengan hasil tes HIV positif merupakan upaya untuk memperpanjang umur harapan hidup penderita HIV-AIDS yang dikenal dengan istilah ODHA (orang dengan HIV AIDS). ARV bekerja melawan infeksi dengan cara memperlambat reproduksi HIV dalam tubuh. Umumnya ARV efektif digunakan dalam bentuk kombinasi, bukan untuk menyembuhkan, tetapi untuk memperpanjang hidup ODHA, membuat mereka lebih sehat, dan lebih produktif dengan mengurangi viraemia dan meningkatkan jumlah sel-sel CD4+ Selain dalam bentuk kombinasi, penggunaan ARV harus terus menerus sehingga sangat rentan mengalami ketidak patuhan yang dapat menumbuhkan resistensi HIV. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologi. Sebanyak 8 partisipan berpartisipasi menceritakan pengalamannya yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kelompok dukungan sebaya dan petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada penderita HIV/AIDS. Metode wawancara mendalam dan observasi merupakan alat bantu pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan metode Colaizi Penelitian ini mengidentifikasi tiga tema yaitu (1) kepatuhan dalam mengikuti terapi ARV, (2) peran kelompok dukungan sebaya yang optimal selanjutnya, dan (3) peran inti petugas kesehatan adalah konselor.hasil dari penelitian didapatkan peran kelompok dukungan sebaya adalah sebagai edukator,motivator dan konselor,sedangkan peran dominan petugas kesehatan adalah sebagai konselor untuk ODHA. Hasil penelitian menyarankan agar petugas kesehatan dan kelompok dukungan sebaya meningkatkan pendampingan kepada ODHA karena kepatuhan mengikuti terapi antiretroviral meningkatkan kualitas hidup ODHA. Abstract (EN): The use of ARV (antiretroviral) in patients with test results HIV positive is an effort to extend the life of life expectancy patients HIV-AIDS known with the term those living with hiv aids.ARV effective used in the combination,not to cure,but to lengthen life living,make them more healthy,and more productive by reducing viraemia and increase the number of cells cd4+besides in the form of combination,the use of ARV have to continuous so very vulnerable experienced it that can grow resistance HIV This research in a qualitative approach descrictive phenomenology.as many as 8 participants participate recounting her experience.a method of in-depth interviews and observation is a help data collection.data analyzed uses the method colaizi. Research identifies trhee themes which are (1) compliancein following therapy ARV, (2) the role of support age optimal next,and (3) the role of the nucleus health workers is konselor.hasil of study obtained the role of dominant health workers is as edukator,motivator and counselor to living. The results of the study suggested health workers and a support group age increase assistance to living because compliance follow therapy antiretroviral improve the quality of life living.

Skripsi 2017
Detail
Cover Efektivitas Pemberian Madu Terhadap  Penderita Diare Akut Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro Kabupaten  Agam Tahun 2016
Efektivitas Pemberian Madu Terhadap Penderita Diare Akut Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro Kabupaten Agam Tahun 2016

Yelmi Reni Putri, Oktavianis, Lusi Purnama Sari · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Diare akut adalah buang air besar dengan frekuensi yang meningkat dan konsistensi tinja yang lembek atau cair yang bersifat mendadak datangnya dan berlangsung dalam waktu kurang dari dua minggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adanya penurunan frekuensi diare sebelum dan sesudah pemberian madu pada penderita diare akut pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro Kabupaten Agam Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Eksperimen dengan rancangan One Group Pretest Posttest. Dilakukan di Wilayah kerja Puskesmas Biaro Kabupaten Agam dengan 10 sampel selama bulan Januari sampai Februari tahun 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan semua responden mengalami penurunan frekuensi diare , dengan rata rata rekuensi diare sebelum pemberian madu pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro Kabupaten Agam Tahun 2015 adalah 6,30 dengan standar deviasi 1,160. Dan rata rata frekuensi diare sesudah pemberian madu pada balita adalah 2,90 dengan standar deviasi 0,876. Dengan nilai perbedaan rata rata frekuensi diare sebelum dan sesudah 5,50 denganp value 0,004 < α yang berarti Ho di tolak. Ada perubahan pada saat sebelum diberikan madu dan sesudah diberikan madu pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro Kabupaten AgamTahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan frekuensi diare sebelum dan sesudah pemberian madu pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro Kabupaten Agam Tahun 2016. Jadi madu dapat digunakan untuk mengobati diare pada pasien diare. Abstract (EN): Acute diarrheal is defecate with a frequency that increased and consistency stools pulpy or liquid is sudden the coming and lasting in less than two weeks. The purpose of this research is to see a decrease in frequency diarrhea before and after the provision of honey in people with acute diarrheal in toddlers in the work area of Biaro Community Health CenterAgamregency 2016. This study using design quasi-eksperimen to a draft one group pretest posttest.Was held in the region working Biaro community health center Agam Regency with 10 sample during the month of january ended in february 2016 This research result indicates all respondents decreased frequency diarrhea, with maximum frequency diarrhea before the provision of honey in toddlers in the work area of Biaro community health center Agam Regency 2016 is 6.30 with standard deviations 1,160.And on average frequency diarrhea after the provision of honey in toddlers is 2,90 with standard deviations 0,876.With the differences on average frequency diarrhea before and after 5.50 with p value 0,004< α which means ho been denied.There have been any changes at the time before it was given honey and after given honey in toddlers in the work area of Biaro community health center Agam regency 2016. Based on the research done can be concluded that there are differences frequency diarrhea before and after the provision of honey in toddlers in the work area of community health care Biaro Agam Regency 2016. So the provision of honey can be used to treat diarrhea in patients diarrhea.

Skripsi 2017
Detail