Pengaruh Pelatihan Cuci Tangan Bersih Dengan metode Bermain Puzzle Terhadap Kemampuan Melakukan Cuci Tangan Pada Anak Tunagrahita Sedang di SDLB N 01 Ganting dan SLB Al-Azhar Bukit Apit Kota Bukittinggi Tahun 2016
- Penulis
- Yolanda Putri
- Pembimbing
- Wenny Lazdia; Sukarsi Rusty
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Keperawatan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 03 April 2017
Abstrak
Retardasi mental (RM) mempunyai fungsi intelektual dibawah rata-rata (70) yang muncul bersamaan dengan kurangnya perilaku adaptif, ketidakmampuan beradaptasi dengan kehidupan sosial sesuai tingkat perkembangan dan budaya, munculnya sebelum usia 18 tahun. Menurut WHO lebih dari 650 orang di dunia adalah orang disabilitas. Hasil survei di Indonesia terdapat 777.761 jiwa penderita tunagrahita. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan melakukan cuci tangan bersih anak tunagrahita sedang melalui metode bermain puzzle di SDLB N 01 Ganting dan SLB Al-Azhar Bukit Apit Kota Bukittinggi tahun 2016. Penelitian ini dilakukan di SDLB N 01 Ganting dan SLB Al-Azhar Bukit Apit Kota Bukittinggi Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan pre-post test dalam satu kelompok (One-Group Pretest-Posttest design). Jumlah populasi penelitian ini adalah 39 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 39 anak. Hasil penelitian didapatkan Rata-Rata Kemampuan Melakukan Cuci Tangan Bersih Anak Tunagrahita Sedang Sebelum penerapan metode bermain puzzle di SDLB N 01 Ganting dan SLB Al-Azhar Bukit Apit Kota Bukittinggi tahun 2016 adalah 4,92. Rata-Rata Kemampuan Melakukan Cuci Tangan Bersih Anak Tunagrahita Sedang Sesudah penerapan metode bermain puzzle adalah 8,36. Pengaruh penerapan metode bermain puzzle untuk meningkatkan kemampuan melakukan cuci tangan bersih pada anak tunagrahita sedang dengan nilai mean adalah -3.462 dan p=0,000. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode bermain puzzle efektif untuk meningkatkan kemampuan melakukan cuci tangan bersih anak tunagrahita sedang di SDLB N 01 Ganting dan SLB Al-Azhar Bukit Apit Kota Bukittinggi tahun 2016. Jadi, metode bermain puzzle dapat menjadi pertimbangan orang tua dan para guru untuk meningkatkan kemampuan melakukan cuci tangan bersih pada anak dalam kehidupan sehari-hari. Abstract (EN): Intellectually disabled students, formerly known as mental retardation (MR), have the intellectual capacity below the average score (70) which occurs with limited adaptive behaviors, inability to adapt with social life in accordance with the developmental level and culture. This condition commonly occurs before the age of 18. According to WHO, more than 650 individuals in the whole world are disabled. Survey in Indonesia reveals that 777.761 individual in this country suffers from intellectual disability. This research is aimed to improve hand hygiene ability of students with moderate intellectual disability through puzzle method in SDLB N 01 Ganting and SLB Al-Azhar Bukit Apit Bukittinggi 2016. This research is conducted in SDLB N 01 Ganting and SLB Al-Azhar Bukit Apit Bukittinggi. This research uses pre-experimental design with pre-posttest design in one group (One-Group Pretest-Posttest design). The number of samples in this research is 39 students. These samples were collected by using total sampling. From the research findings, it is revealed that students’ average hand hygiene ability prior to the puzzle treatment in SDLB Bukittinggi is 4.92 while the average of their hand hygiene ability after the treatment is 8.36. From the statistical analysis, it is obtained that the mean of the effect of puzzle treatment to improve hand hygiene ability of students with moderate intellectual disability in is -3.462 with p=0.000. From these findings, it can be concluded that the use of puzzle method is effective to improve hand hygiene ability of students with moderate intellectual disability in SDLB 01 Ganting and SLB Al-Azhar Bukit Apit Bukittinggi 2016. Hence, teachers and parents can consider to use it to improve students’ hand hygiene ability in their daily life.