Pengaruh Pemberian Madu Terhadap Diare Pada Balita di Ruangan Anak RSUD Kota Solok Tahun 2015
- Penulis
- Indri Citra Apsari
- Pembimbing
- Fitrianola Rezkiki; Yelmi Reni Putri
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Keperawatan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 03 April 2017
Abstrak
Pada tahun 2010 tercatat dari 4024 kejadian diare dari 33 kecamatan dengan angka kematian sebanyak 73 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian madu terhadap diare pada Balita di ruangan Anak RSUD Kota Solok Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah Quasi-Eksperimen dengan rancangan one-group pretest-post test design) dengan Populasi seluruh anak penderita diare di RSUD Solok yaitu sebanyak 126 kasus. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 16 orang yang dibagi dalam kelompok intervensi dan kontrol. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi frekuensi diare pre dan post test. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji t-independent test yang dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata penurunan frekuensi diare antara kelompok pemberian madu dengan kelompok kontrol dengan beda rerata penurunan frekuensi diare sebesar 0,5 dan p = 0,008 ( p < 0,05, dimana pemberian madu lebih efektif dalam menurunkan frekuensi diare pada balita. Dapat disimpulkan bahwa pemberian tambahan madu lebih efektif dalam menurunkan frekuensi diare pada balita, sehingga dapat memperpendek waktu rawatan terhadap balita penderita diare, untuk itu dihadapkan kepada pihak rumah sakit untuk dapat menganjurkan kepada orang tua pasien untuk dapat memberikan tambahan madu pada balita penderita diare agar proses penyembuhan balita diare menjadi lebih cepat. Abstract (EN): In 2010 the incidence of diarrhea was recorded from 4024 of the 33 districts with deaths by 73 cases. This study aimed to determine the effect of honey against diarrhea in Toddlers in the room Children's Hospital of Solok 2015. This research is a Quasi-Experiment with design one-group pretestposttest design with the entire population of children with diarrhea in hospitals Solok as many as 126 cases. Sampling using purposive sampling to obtain a sample of 16 people, divided into intervention and control groups. Collecting data using observation sheet diarrhea frequency pre and post test. Data analysis included univariate and bivariate analysis using independent t-test is computerized. The results showed that there are differences in the average decrease in the frequency of diarrhea among the honey treatment group and control group with a mean difference of 0.5 decrease in the frequency of diarrhea and p = 0.008 ( p < 0,05), where the provision of honey is more effective in reducing the frequency of diarrhea in infants. It can be concluded that the provision of additional honey is more effective in reducing the frequency of diarrhea in young children, so it can shorten treatment to infants with diarrhea, for it is faced to the hospital to be able to advise elderly patients to be able to provide additional honey in infants with diarrhea in order to process healing toddler diarrhea becomes faster.