Hubungan Dukungan Keluarga Dan Dukungan Sosial Dengan Tingkat Stress Pada Pasien Stroke Iskemik Di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2016
- Penulis
- Arson Kardela
- Pembimbing
- Yenni; Evi Hasnita
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Keperawatan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 03 April 2017
Abstrak
Stroke atau serangan otak (brainattack) adalah suatu devisit neurologis mendadak susunan saraf pusat yang disebabkan oleh peristiwa iskemik atau hemoragik. Kejadian stroke di dunia cukup tinggi. Hal ini terbukti dari data yang menunjukkan setiap tahunnya stroke menyerang sekitar 15.000.000 orang di seluruh dunia. Sedangkan kejadian stroke di Indonesia, prevalensinya cukup tinggi dan menunjukkan kecenderungan meningkat setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan sosial dengan tingkat stress pada pasien stroke iskemik di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi tahun 2016 Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2016. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua klien yang mengalami stroke iskemik di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi.. Dengan teknik pengampilan sampel menggunakan accidental sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 36 sampel. Variabel independen dukungan keluarga dan sosial Sedangkan variabel dependen adalah tingkat Stresspasien stroke iskemik. Penelitian ini menghubungkan dua variabel dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian didapatkan Responden yang memiliki dukungan keluarga kurang baik 14 (38,9 %). Responden yang memiliki dukungan sosial kurang baik 18 (50%). Responden yang mengalami stress sedang 26 (72,2%) . Ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stress dengan nilai p=0,005 dan OR=0,075. Ada hubungan dukungan sosial dengan tingkat stress dengan nilai p= p=0,009 dan OR= 0,059 Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dan sosial dengan tingkat stress pada pasien stroke iskemik di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi tahun 2016. Diharapkan pada keluarga dan sosial memberikan perhatian kepada penderita stroke agar tingkat stress yang dialami berkurang. Abstract (EN): Stroke or brain attack (brainattack) is a sudden neurological deficit of the central nervous system caused by ischemic or hemorrhagic events. The incidence of stroke in the world is quite high. This is evident from data showing a stroke each year approximately 15 million people worldwide. While the incidence of stroke in Indonesia, the prevalence is quite high and showed a tendency to increase every year. The purpose of this study to determine the relationship of family support and social stress levels in patients with ischemic stroke at the National Stroke Hospital London 2016 This research was conducted in February 2016. This research method is descriptive analytic with cross sectional approach. The population in this research that all of the clients who had an ischemic stroke at the National Stroke Hospital Bukittinggi .. With pengampilan engineering samples using accidental sampling. Number samples are 36 samples. The independent variable of family and social support, while the dependent variable is the rate of ischemic stroke Stresspasien. This study connects the two variables using chi-square test. The result showed Respondents who have less family support either 14 (38.9%). Respondents who have less social support both 18 (50%). Respondents who experienced stress were 26 (72.2%). There is a relationship of family support with the level of stress with a value of p = 0.005 and OR = 0.075. There is a relationship of social support to the level of stress with p = p = 0.009 and OR = 0.059 It can be concluded that there is a relationship of family support and social stress levels in patients with ischemic stroke at the National Stroke Hospital London in 2016. It is expected that the social and family give attention to people with stroke to the level of stress experienced decreases.