Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Anak Balita Di Puskesmas Sungai Lansek Tahun 2016
- Penulis
- Desi Kostiana
- Pembimbing
- Evi Hasnita; Zuraida
- Jenis repository
- Laporan tugas akhir
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D4 Kebidanan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 05 April 2017
Abstrak
ISPA, infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada balita. Usia balita merupakan usia yang rentan terhadap penyakit yang dapat mengakibatkan kematian. Sebagian besar penyebab kesakitan dan kematian tersebut dikarenakan penyakit seperti ISPA, diare, malaria, campak, dan malnutrisi. ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut adalah suatu kelompok penyakit yang menyerang saluran pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada anak balita di Puskesmas Sungai Lansek Tahun 2016. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Januari- Februari 2016 dengan desain penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah sieluruh anak yang mengalami ISPA dengan, teknik pengambilan sampel yaitu dengan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 69 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan wawancara dengan pengolahan data dilakukan dengan teknik komputerisasi. Dari hasil uji statistik menunjukan tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi balita ( nilai p value= 0,428) dan status imunisasi dasar ( nilai p value= 0,406) dengan kejadian ISPA, tetapi terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI Eksklusif ( nilai p value= 0,112 05 dan OR 0,026) dan lingkungan (nilai p value = 0,041dan OR 0,239) dengan Kejadian ISPA Pada Anak Balita. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pemberian ASI Eksklusif dan lingkungan Kejadian ISPA Pada Anak Balita Di Puskesmas Sungai Lansek Tahun 2016. Saran bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung agar dapat meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan ISPA pada anak balita di Puskesmas Sungai Lansek. Abstract (EN): ARI, Acute Respiratory Infection is a disease that often occurs infants. The age of a toddler is an age vulnerable to diseases that can lead to death. Most of the causes of morbidity and mortality due to diseases such as respiratory infections, diarrhea, malaria, measles and malnutrition. ARI or acute respiratory infection is a group of diseases that attack the respiratory tract. This study aims to determine what factors are associated with ARI in children under five in Sungai Lansek PHC 2016. This study design is descriptive analytic using cross sectional approach. The population in this study is the whole child with ARDS, the sampling technique that is by accidental sampling with a total sample of 69 people. The instrument used was questionnaire and interview data processing is done with computerized techniques. This research has been done on months January- February 2016, with the design of this research is descriptif analitik. From the results of statistical tests showed no significant relationship between nutritional status (p value = 0.428), and the status of basic immunization (p value = 0.406) and the incidence of ARI, but there is a relationship significant between the gift mothers milk exclusive (p value = 0,000 and OR 0,026) environment (p value = 0.041and OR 0,239) with Genesis ISPA in Toddlers. Based on these results we can conclude that there is a statistically significant relationship betweengive mothers milk excslusive and the environment Genesis ISPA In Toddlers Sungai Lansek PHC at 2016. Suggestions for Health Department Sijunjung order to improve the prevention and treatment of ARI in children under five in Sungai Lansek PHC.