Analisis Pemberian Imunisasi Tetanus Toxoid pada Ibu Hamil di Puskesmas Sicincin Tahun 2015
- Penulis
- Yulianti
- Pembimbing
- Aria Wahyuni; Febriniwati Rifdi
- Jenis repository
- Laporan tugas akhir
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D4 Kebidanan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 06 April 2017
Abstrak
Pemberian Imunisasi TT pada ibu hamil di Indonesia masih rendah hanya 47,3 %, sehingga di Indonesia angka kematian neonatus tercatat 19/1000 kelahiran hidup akibat tetanus, yang lebih dikenal dengan tetanus neonatorum. Di Sumatera Barat pemberian imunisasi TT sekitar 40,8 %, dan Puskesmas Sicincin merupakan Puskesmas yang paling rendah cakupan Imunisasi pada ibu hamil yaitu 30 % sehingga kasus tetanus neonatorum terjadi setiap tahunnya. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi pemberian imunisasi TT pada ibu hamil di Puskesmas Sicincin, dilihat dari pengetahuan, persepsi, dan peran petugas. Metoda penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi. Informan terdiri dari 5 orang ibu hamil di Puskesmas Sicincin, 1 orang Pimpinan Pusksesmas Sicincin, 1 orang juru Imunisasi Pusksesmas Sicincin dan 1 orang pelaksana Imunisasi (Bidan Desa).Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari – Maret 2016. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, kemudian di analisa dan dibuatkan skema dan transkip wawancara dengan memakai pedoman wawancara Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT masih rendah, karena dari 5 orang informan ibu hamil terdapat 3 orang menjawab tidak tahu, 1 informan mengetahui dari internet dan 1 informan menjawab mengetahui sebelum menikah serta masih adanya pendapat negatif terhadap pemberian imunisasi TT. Peran petugas masih sangat minim dalam memberikan informasi tentang imunisasi TT, petugas hanya terfokus pada pemberian imunisasi TT pada ibu hamil. Tidak tercapainya target pemberian imunisasi TT pada ibu hamil disebabkan karena kurangnya pengetahuan, persepsi negatif, kurangnya peranan petugas karena kekurangan petugas. Saran terhadap pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman agar menambah petugas penyuluh lapangan untuk memberikan informasi tentang pentingnya imunisasi untuk ibu hamil. Abstract (EN): TT immunization for pregnant women in Indonesia is still low at only 47.3%, so in Indonesia recorded neonatal mortality rate 19/1000 live births due to tetanus, better known as neonatal tetanus. In West Sumatra TT immunization approximately 40.8% and health centers health centers Sicincin the lowest immunization coverage among pregnant women is 30%, so that cases of neonatal tetanus occur each tahunnya.Tujuan this study was to explore the TT immunization for pregnant women in health centers Sicincin, views of knowledge, perception and the role of the clerk. Qualitative research method with phenomenological approach. Informants consisted of 5 people Sicincin pregnant women in health centers, community health centers led Sicincin 1 person, 1 person interpreter immunization health centers and one person Sicincin implementing immunization (midwife). This research was conducted from the month of February - March 2016. Data collection by interview, then analyzed and created schemes and transcript of the interview using interview guidelines. The result showed that knowledge of pregnant women about immunization TT is still low, because of the five informants pregnant women, there are 3 people answering do not know, one informant knew of the internet and one informant replied know before marriage as well as the persistence of the negative opinion of TT immunization. Officials are still very minimal role in providing information about the TT, officers focused solely on TTpada immunization of pregnant women. Not achieving the target of TT immunization in pregnant women due to lack of knowledge, perspsi negative, lack of role of officers due to lack of personnel. Suggestions to the district health offices pariaman fields in order to increase or extension workers to provide information about the importance of TT immunization for pregnant women.