Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Petani Kakao dalam Penggunaan Pestisida di Desa Kubang Tangah Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto  tahun 2016
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Petani Kakao dalam Penggunaan Pestisida di Desa Kubang Tangah Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto tahun 2016

Neila Sulung, Fitria Fatma, Indra Prima Jaya · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Penggunaan alat pelindung diri pada petani kakao dalam penggunaan pestisida harus ditanamkan sejak dini agar terbawa hingga usia tua. Petani cenderung menjadi target yang tepat untuk dibekali dengan hal yang positif seperti penggunaan alat pelindung diri pada petani agar dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari penyakit. Survei awal yang dilakukan terhadap 20 petani, memiliki pengetahuan dan sikap yang rendah. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat pelindung diri pada petani kakao dalam penggunaan pestisida. Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Yang dilakukan di Desa Kubang Tangah, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto bulan Agustus 2016 dengan jumlah populasi 283 responden, dan jumlah sampel 74 responden. Pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 64,9% responden memiliki pengetahuan rendah, 52,7% memiliki sikap negatif, 52,7% memiliki tingkat ekonomi rendah, dan 60,8% tidak menggunakan APD secara lengkap. Hasil analisa bivariat diketahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan APD pada petani kakao dalam penggunaan pestisida adalah pengetahuan (p = 0,000 dan OR = 14,444), sikap (p = 0,001 dan OR = 5,812), dan tingkat ekonomi (p = 0,000 dan OR = 21,875). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel yang berhubungan dan berpeluang tinggi yaitu pengetahuan tentang penggunaan alat pelindung diri di Desa Kubang Tangah, Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto Tahun 2016. Disarankan petani menggunakan APD secara lengkap dan peran petugas kesehatan sangat dibutuhkan untuk melakukan penyuluhan mengenai APD. Abstract (EN): The use of personal protective equipment in the cocoa farmers in the use of pesticides should be instilled early in order to carry into old age. Farmers tend to be good targets for equipped with positive things such as the use of personal protective equipment pad farmers to be able to live a more healthy and avoid disease. After an initial survey of the 20 farmers, have low knowledge and attitude. This study aimed to factors associated with the use of personal protective equipment in the cocoa farmers in the use of pesticides . Descriptive analytic method with cross sectional approach. Conducted in the village of Kubang Tangah, District of Lembah Segar Sawahlunto in August 2016, with a population of 283 respondents, and the number of samples 74 respondents, Purposive Sampling. Data were collected through a questionnaire guided interviews with a guide, then processed in a computerized test chi -square statistic . Results of univariate analysis known to 64.9% of respondents had low knowledge, 52.7% have a negative attitude, 52.7% had a low economic level, and 60.8% do not use a complete APD. Results of bivariate analysis known factors associated with the use of APD in the cocoa farmers in the use of pesticides is knowledge (p = 0.000 and OR = 14.444), attitude (p = 0.001 and OR = 5.812), and economic level (p = 0.000 and OR = 21.875). In this study it can be concluded that the related variables and a high chance that the knowledge about the use of personal protective equipment in the village of Kubang Tangah, District of Lembah Segar Sawahlunto 2016. Advised farmers to use APD immediately complete and the role of health workers is needed to make education about APD.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Beban Kerja, Stres Kerja Dan Shift Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat di Ruangan Interne Pria, Interne Wanita dan Bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok Tahun 2016
Hubungan Beban Kerja, Stres Kerja Dan Shift Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat di Ruangan Interne Pria, Interne Wanita dan Bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok Tahun 2016

Harisnal, Cici Apriza Yanti, Adit Adskia Istin · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Kelelahan kerja merupakan bagian dari permasalahan umum yang sering dijumpai pada tenaga kerja. Kelelahan mempengaruhi kesehatan tenaga dan dapat menurunkan produktivitas. Berdasarkan survey awal yang dilakukan terhadap 9 orang perawat, 7 orang perawat mengalami kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja, stres kerja dan shift kerja dengan kelelahan kerja pada perawat di Ruangan Interne Pria, Interne Wanita dan Bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok. Metode penelitian ini adalah Deskiptif Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study. Penelitian dilakukan terhadap 39 orang responden yang memenuhi kriteria inklusi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan analisis data menggunakan uji Chi Square. Adapun yang menjadi variabel dependen adalah kelelahan kerja dan variabel independen adalah beban kerja, stres kerja dan shift kerja. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 2 September 2016. Hasil penelitian yang di peroleh melalui analisis bivariat menggunakan uji Chi Square, didapatkan responden yang mengalami Kelelahan Kerja rendah sebanyak 21 responden (53.8%). Beban kerja normal yaitu sebanyak 25 responden (64.1%) dengan P value =0.145. Stres sedang yaitu sebanyak 22 responden (56.4%) dengan P value =1.148. Mengalami shift kerja sesuai yaitu sebanyak 21 responden (53.8%) dengan P value =0.000. Untuk itu di harapkan kepada perawat menggunakan waktu luang untuk beristirahat agar tidak ada yang mengalami kelelahan kerja. Pada penelitian ini dapat di simpulkan bahwa ada hubungan beban kerja dan shift kerja dengan kelelahan, dan tidak ada hubungan stress kerja dengan kelelahan pada perawat di Ruangan Interne Pria, Interne Wanita dan Bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok. Abstract (EN): Fatiguework is part of the common problems that are often encountered in the workforce. Fatigue affects the health of workers and can reduce productivity. Based on the initial survey conducted on 9 nurses, 7 nurse fatigue. This study aims to determine the relationship between workload, work stress and shift work with job burnout in nurses in the room Interne Men, Interne Women and Surgery General Hospital (Hospital) Solok. This research method is descriptively analyticapproach Cross Sectional Study . Research conducted on 39 respondents who met the inclusion criteria. Measuring instrument used in this study was a questionnaire with data analysis usingtest. Chi Square As for the dependent variable is job burnout and the independent variables are workload, work stress and shift work. This research was conducted on September 2, 2016. The results were obtained through bivariate analysis usingtest, Chi Squarefound respondents who experienced low Fatigue Work as much as 21 respondents(53.8%).Normal work load as many as 25 respondents (64.1%) with a P value =0.145.Stres were as many as 22 respondents (56.4%) with a P value =1,148. Shift work according to as many as 21 respondents (53.8%) with a P value =0.000. For that is expected to nurses to use the free time to rest so that no one who experienced job burnout. In this study it can be concluded that there is a relationship work load and shift work and fatigue, and there is no relationship of job stress and fatigue in nurses in the room Interne Men , Interne Women and Surgery General Hospital (Hospital) Solok.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Peranap Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau Tahun 2016
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Peranap Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau Tahun 2016

Sukarsi Rusti, Silvia, Anugrah Rahmat · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit yang paling banyak mengakibatkan penderitaan dan kematian. Menurut WHO setiap tahunnya sebanyak 600 juta penderita baru malaria dilaporkan seluruh dunia. 10 dari 11 negara Asia Tenggara merupakan daerah endemis malaria. Di Provinsi Riau Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit menular yang banyak ditemukan. Berdasarkan data di puskesmas peranap tahun 2015 sebanyak 159 penderita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Pengetahuan, Sikap dan Lingkungan Dalam Rumah dengan Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Peranap Tahun 2016 Pada Penelitian ini bersifat Survey analitik menggunakan rancanggan crosssectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September di Wilayah Kerja Puskesmas Peranap Tahun 2016. Jumlah sampel 131 KK diambil secara systematic random sampling. Dengan kemaknaan 95% (α 0,05). Analisis data menggunakan uji chi square. Dari hasil analisis penelitian terhadap 131 KK terdapat 87 (66,4%) yang tidak mengalami kejadian malaria, Pengetahuan terdapat 77 (58,8%) yang pengetahuan rendah, Sikap yang negatif sebanyak 73 (55,7%) dan lingkungan dalam rumah yang memenuhi syarat sebanyak 71 (54,2%). Dari uji statistik pengetahuan dengan kejadian malaria didapatkan p value = 0.034 (v ≤ 0,05) dan Odds ratio = 2,489. Dari uji statistik sikap dengan kejadian malaria didapatkan p value = 0,000 (v ≤ 0,05) dan Odds ratio = 9.410. Dan dari uji statistik lingkungan dengan kejadian malaria didapatkan p value = 0,047 (v ≤ 0,05) dan Odds ratio = 2.252. Pada penelitian ini dapat di simpulan bahwa pengetahuan, sikap, serta lingkungan dalam rumah berhubungan dengan kejadian malaria dan diharapkan kepada puskesmas meningkatkan penyuluhan tentang penyakit malaria serta kepada masyarakat untuk menciptakan lingkungan dalam rumah yang baik serta mengurangi kebiasaan yang dapat menjadi penyebab penularan penyakit malaria, seperti tidak keluar rumah pada malam hari dan mengunakan kelambu waktu tidur. Abstract (EN): Malaria is one of the most disease caused suffering and death . According to WHO every year as many as 600 million new cases of malaria were reported from all over the world . Ten of the 11 countries of Southeast Asia a malaria endemic area . In Riau province Malaria is one of the infectious diseases that are found. The purpose of this study to determine the relationship between Knowledge , Attitude and Environment In the House with Genesis Malaria in Puskesmas Peranap 2016 On This research is an analytic survey using cross - sectional rancanggan . This study was conducted in August-September in Puskesmas Peranap Year 2016. The number of samples taken 131 households by systematic random sampling . With the significance of 95% ( α 0.05 ) . Data analysis using chi square test. From the analysis of a study of 131 families there were 87 ( 66.4 % ) who did not experience the incidence of malaria , Science are 77 ( 58.8 % ) were low knowledge , negative attitude as much as 73 ( 55.7 % ) and the environment in the home qualifies as many as 71 ( 54.2 % ) . From a statistical test of knowledge with malaria incidence was obtained p value = 0.034 ( v ≤ 0.05 ) and the odds ratio = 2.489 . From statistical test attitude with malaria incidence was obtained p value = 0.000 ( v ≤ 0.05 ) and the odds ratio = 9410 . And from a statistical test environment with malaria incidence was obtained p value = 0.047 ( v ≤ 0.05 ) and the odds ratio = 2,252 . In this research can be concluded that the knowledge , attitudes , and the environment in the home associated with the incidence of malaria and is expected to puskesmas improve education about malaria and to society to create an environment in a good home and reduce habits that may be causing the transmission of malaria , such as do not leave the house at night and using mosquito nets while sleeping .

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok Tahun 2016

Silvia, Harisnal, Wahyu Desmalinda · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Menurut profil Kesehatan Kota Solok dalam 3 tahun terakhir terjadi peningkatan dari tahun 2013-2015, adalah penyakit menular DBD. Kasus DBD tahun 2015 antara empat puskesmas yang paling tinggi Puskesmas Tanjung Paku sebanyak 28 dan tahun 2016 dari bulan Januari-Mei sebanyak 20 kasus. Puskesmas Tanjung Paku Mempunyai empat kelurahan wilayah kerja, yang paling tinggi terjadi DBD adalah kelurahan Kampung Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok Tahun 2016. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 dengan menggunakan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah mayasrakat umum di Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok. Sampel dalam penelitian ini adalah systematic random sampling sebanyak 96 responden. Analisa secara univariat dan bivariat dengan uji chisquare dan derajat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 96 responden terdapat (56,2%) keterpaparan media promkes kurang efektif, (52,1%) dukungan tenaga kesehatan baik, (63,5%) perilaku masyarakat baik. Keterpaparan media promkes dengan p value 0,021 dan OR 0,316 . Dukungan tenaga kesehatan dengan p value 0,008 dan OR 0,282. Perilaku masyarakat dengan p value 0,024 dan OR 0,336. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara keterpaparan media promosi kesehatan, dukungan tenaga kesehatan, dan perilaku masyarakat dengan penanggulangan DBD. Disarankan kepada kepada puskesmas agar lebih meningkatkan lagi program penanggulangan DBD dengan semua komponen mayarakat untuk mengadakan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat guna menanggulangi kasus DBD dengan memberikan cara melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Abstract (EN): According to the health profile Solok in the last 3 yeas there was an increase from the year 2013-2015, is a contangious disease dengue. Dengue cases in 2015 among the four highest Puskesmas Tanjung Paku were 28 cases and in 2016 from to the months of January to May as many as 20 cases. PHC Tanjung Paku Carries four villages work area, the highest dengue are occur viilage Kampung Jawa. The purpose of this study was to determine the Factors Associated With Prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Kampung Jawa district of Tanjung Harapan Solok tahun City 2016. This study ws conducted in August 2016 by using a cross sectional study. The population in this study is a social general in Kampung Jawa district of Tanjung Harapan Solok. The sample in this study is a systematic random sampling were 96 respondents. Univariate and bivariate analysis with chi-square test and the degree of confidence of 95% (α=0,05). The results showed that out of 96 respondents there (56,2%) are less effective. Promkes media exposure, (52,1%) support of health workers, (63,5%) people‟s behavior either. Promkes media exposure with a p value of 0,021 and OR 0,316. Support health woker with p value of 0,008 and OR 0,282. People‟s behavior with a p value of 0,024 and OR 0,336. These results can be concluded that there is a significant association between media exposure of helath promotion, support health workers and social behavior by tackling dengue. Linta suggested to the health sector with social figures to conduct counseling and training to the community to prevention dengue cases by providing a way to eradicate mosquito breeding.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih  dan Sehat pada Tatanan Rumah  Tangga di Jorong Rantau Panjang Kenagarian Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2016
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga di Jorong Rantau Panjang Kenagarian Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2016

Rini Santy, Fitria Fatma, Dasmania · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar mengetahui, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Survei awal yang dilakukan terhadap 20 ibu rumah tangga, memiliki pengetahuan, sikap, tindakan, dan peran petugas kesehatan yang rendah. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga. Metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu rumah tangga di Jorong Rantau Panjang, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat yang dilaksanakan bulan September 2016 yang berjumlah 79 responden, pengambilan sampel secara Total Sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 64,6% responden memiliki pengetahuan rendah, 51,9% memiliki sikap negatif, 63,3% memiliki tindakan kurang baik, 65,8% peran petugas kesehatan kurang baik dan 72,2 % PHBS rumah tangga kurang baik. Hasil analisa bivariat diketahui faktor yang berhubungan dengan PHBS pada tatanan rumah tangga adalah pengetahuan (p = 0,000 dan OR = 21,150), sikap (p = 0,001 dan OR = 5,829), tindakan (p = 0,000 dan OR = 9,026), peran petugas kesehatan (p = 0,000 dan OR= 11,152). Disimpulkan bahwa faktor yang paling berhubungan dengan PHBS adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan. Untuk itu diharapkan peran petugas kesehatan lebih meningkatkan perannya masing-masing untuk mengajak ibu rumah tangga untuk ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Abstract (EN): Behavior Clean and Healthy in the household is an attempt to empower members of the household in order to know, willing and able to practice healthy hygiene practices, and actively participate in the movement in public health. After an initial survey of the 20 housewives , have the knowledge, attitudes, actions, and the role of health workers is low. This study aimed to factors related to the behavior of clean and healthy in order household . Analytic survey research method with cross sectional approach .Population is a housewife in Jorong Rantau Panjang , Sub Domains Pasisie Sasak , West Pasaman September 2016 totaling 79 respondents, sampling Total Sampling. Data were collected through a questionnaire guided interviews with a guide, then processed in a computerized test chi -square statistic. Results of univariate analysis known to 64.6 % of respondents had low knowledge, 51.9 % have a negative attitude , 63.3 % had an unfavorable action, 65.8 % less good role health workers and 72.2 % of households are less well PHBS. Results of bivariate analysis known factors related to PHBS in order households are knowledge (p = 0.000 and OR = 21.150), attitude (p = 0.001 and OR = 5.829), action (p = 0.000 and OR = 9.026), the role of health workers (p = 0.000 and OR = 11.152). It was concluded that the factors most associated with PHBS are knowledge, attitudes, and actions. For the role of health workers is expected to further enhance their respective roles to encourage housewives to air- Behavior Clean and Healthy.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-faktor yang berhubungan dengan  penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas angkut di Dinas  Kebersihan dan Pertamanan Kota SolokTahun 2016
Faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas angkut di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota SolokTahun 2016

Harisnal, Fitria Fatma, Ramdani · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Petugas pengumpul sampah seringkali mengalami cedera akibat sampah yang ditanganinya pada saat melaksanakan tugasnya.Jenis kecelakaan yang terjadi pada petugas angkut dalam penelitian ini yaitu tertusuk benda tajam (10%), tangan tergores dan luka (30%), gatal-gatal (40%).Untuk itu upaya pencegah kecelakaan kerja dengan penggunaan alat pelindung diri.Namun dalam pelaksanaannya selalu menghadapi berbagai kendala.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas angkut di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Solok tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu sebanyak 85 orang dan sampelnya 85 orang dan cara pengambilan sampel dengan menggunakan Metode Total Random Sampling. Penelitian dilakukan pada bulan September 2016.Pengukuran data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara.Analisis data pada penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara perilaku (p = 0,003) nilai OR 4,198, pengawasan (p = 0,001) nilai OR 5,179denganpenggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan tidak adanya hubungan yang bermakna antara ketersediaan alat pelindung diri (p = 0,149) nilai OR 2,095 dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas angkut di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Solok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang sangat bermakna antara pengawasan dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).Disarankan perlu ditingkatkan lagi pengawasan penggunaan alat pelindung diri pada petugas angkut yang ada di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Solok agar petugas angkut dapat terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Abstract (EN): Garbage collectors often suffered injuries from garbage are handled when carrying out their duties. Types of accidents that occur in the transport officers in this study is punctured sharp objects (10%), hand scraped and injuries (30%), pruritus (40%). For that effort work accident prevention with the use of personal protective equipment.However, in practice always encounter various obstacles. This study aims to determine the factors associated with the use of Personal Protective Equipment (PPE) to workers haul in Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Solokyear 2016. This study uses quantitative methods to the type of descriptive analytic and cross sectional approach. The population in this study as many as 85 people and sample 85 and the sampling technique using a Total Random Sampling Method. The study was conducted in September 2016. The measurement data using questionnaires and interviews.Analysis of the data in this study using frequency distribution and Chi -square test. Statistical analysis showed a significant relationship between behavior (p = 0.003)OR value of4,198, monitoring (p = 0.001) OR value of 5,179with the use of Personal Protective Equipment (PPE)and no significant correlation between the availability of personal protective equipment (p = 0.149) OR value of2,095 with the use of Personal Protective Equipment (PPE) to workers haul in Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Solok. The conclusion of this study is highly significant relationship exists between the supervision of the use of Personal Protective Equipment (PPE). Suggested need to be improved monitoring of the use of personal protective equipment at the existing transport officer in Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Solokso that the officer can haul avoid accidents and occupational diseases.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Bedah RSUD Solok Tahun 2016
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Bedah RSUD Solok Tahun 2016

Zainal Abidin, Fitria Fatma, Debby Tristanti Auriza · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa hasil data mengenai ketidakpuasan pasien BPJS terhadap pelayanan yang diberikan rumah sakit. Dari hasil wawancara awal dengan 5 pasien rawat inap 3 diantaranya mengatakan tidak puas dengan pelayanan perawat yang kurang ramah dan 2 pasien tidak puas dengan fasilitas pelayanan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien BPJS rawat inap bedah RSUD Solok. Desain penelitian bersifat survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah semua pasien BPJS yang berobat di rawat inap bedah RSUD Solok. Penelitian dilakukan di rawat inap bedah RSUD Solok bulan Agustus 2016. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dan jumlah sampel 76 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Data kemudian diolah dengan SPSS. Analisis data yaitu univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan 59 (77,6%) responden mengatakan sumber daya manusia kurang baik, 40 (52,6%) responden mengatakan peralatan lengkap, 60 (78,9%) responden mengatakan komunikasi buruk. Dari hasil uji statistik didapatkan nilai signifikan antara sumber daya manusia dengan tingkat kepuasan pasien BPJS p=0,000, didapatkan nilai signifikan antara peralatan dengan tingkat kepuasan pasien BPJS p=0,121, didapatkan nilai signifikan antara komunikasi dengan tingkat kepuasan pasien BPJS p=0,000. Berdasarkan Hasil penelitian disimpulkan adanya hubungan antara sumber daya manusia, komunikasi dengan tingkat kepuasan pasien BPJS dan tidak adanya hubungan antara peralatan dengan tingkat kepuasan pasien BPJS. Saran peneliti kepada pihak rumah sakit agar lebih meningkatkan kinerja pelayanan sumber daya manusia, kelengkapan fasilitas peralatan dan kemampuan komunikasi yang baik. Abstract (EN): This research is motivated by some of the results of data regarding patient dissatisfaction BPJS to services provided by hospitals. From the results of the initial interviews with five inpatients three of them said not satisfied with the service that is less friendly nurse and two patients were not satisfied with the service facility. The aim of research to determine the factors associated with patient satisfaction BPJS inpatient general surgical hospitals Solok. The study design is analytic survey with cross sectional study. The population was all patients who seek treatment BPJS in inpatient general surgical hospitals Solok. Research conducted in inpatient general surgery Solok District Hospital in August 2016. The sampling techniques uses accidental sampling with a sample of 76 respondents. Data is collected using a questionnaire sheet. The data were processed with SPSS. Data analysis is univariate and bivariate. Obtained results showed 59 (77.6%) of respondents said lack of good human resources, 40 (52.6%) of respondents said that the complete equipment, 60 (78.9%) of respondents said poor communications. From the test results obtained statistically significant values among the human resources with the level of patient satisfaction BPJS p = 0.000, obtained significant value between the equipment and the level of patient satisfaction BPJS p = 0.121, obtained significant values between communication with patient satisfaction level BPJS p = 0.000. Based on the results of the study concluded the relationship between the human resources with the level of patient satisfaction BPJS, a lack of correlation between the equipment and the level of patient satisfaction BPJS and their communication links with the level of patient satisfaction BPJS. The researchers suggest that the hospital in order to further improve the service performance of human resources, equipment and facilities completeness good communication skills.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Kepatuhan, Kebiasaan dan Keterampilan Berkenderaan dengan Kecelakaan Lalu Lintas Pada Pengendara Sepeda Motor di Lubuk Sikaping Tahun 2016
Hubungan Kepatuhan, Kebiasaan dan Keterampilan Berkenderaan dengan Kecelakaan Lalu Lintas Pada Pengendara Sepeda Motor di Lubuk Sikaping Tahun 2016

Harisnal, Cici Apriza Yanti, Rizki Alfurqan · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pada tahun 2014 tercatat 375 kasus kecelakaan lalulintas dan sebagian besar kecelakaan lalu lintas yang terjadi melibatkan kendaraan roda dua, angka ini menunjukkan rata-rata kecelakaan lalu lintas di Lubuk sikaping lebih dari 1 kasus/ hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan, kebiasaan dan keterampilan berkenderaan dengan kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor di lubuk sikaping tahun 2016 Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh pengendara sepeda motor yang ada di Lubuk Sikaping yaitu sebanyak 283 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sebanyak 74 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi kepatuhan berlalu lintas. Analisis data hasil penelitian meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,2% responden patuh dalam berkendara, 55,4% responden dengan kebiasaan berkendara dalam kategori baik, 64,9% responden memiliki keterampilan yang baik dalam berkendara dan 54,1% responden pernah mengalami kecelakaan lalu lintas. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan kepatuhan ( p = 0,014, OR = 4,22), kebiasaan (p = 0,002, OR = 5,417) dan keterampilan (p = 0,008, OR = 4,667). Dapat disimpulkan bahwa kepatuhan, kebiasaan dan keterampilan berkendaraan berhubungan dengan kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor. Untuk itu diharapkan kepada masyarakat dan petugas untuk selalu memperhatikan keselamatan berlalu lintas dengan mematuhi semua peraturan lalu lintas, menjaga tata tertib dan kebiasaan yang baik dalam berlalu lintas dan meningkatkan keterampilan dalam berkendaraan agar dapat terhindar dari kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor. Abstract (EN): In 2014 recorded 375 cases of traffic accidents and most of the traffic accidents that occurred involving two-wheeled vehicles, this figure represents the average of traffic accidents in Lubuk Sikaping of more than 1 case / day. This study aims to determine the relationship of obedience, habits and skills drive is by road traffic accidents motorcycle riders in Lubuk Sikaping 2016 This study was descriptive analytic with cross sectional study. The population is all motorcyclists in Lubuk Sikaping as many as 283 people. Sampling using accidental sampling with a total of 74 people. Collecting data using questionnaires and observation sheets traffic compliance. Analysis of the research data includes the analysis of univariate and bivariate analysis using chi square test. The results showed that 66.2% of respondents wayward driving, 55.4% of respondents with good driving habits in the category, 64.9% of respondents have good skills in driving and 54.1% of respondents had experienced a traffic accident. The results of the bivariate analysis showed that there is a relationship adherence (p = 0.014, OR = 4.22), habits (p = 0.002, OR = 5.417) and skills (p = 0.008, OR = 4.667). It can be concluded that compliance, driving habits and skills related to a traffic accident on motorcyclists. For that is expected to society and officials to always pay attention to traffic safety by complying with all traffic regulations, maintaining discipline and good habits in road traffic and improve driving skills in order to avoid the occurrence of traffic accidents on motorcyclists.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia Jorong Sialang Atas Di Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Tahun 2016
Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia Jorong Sialang Atas Di Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Tahun 2016

Zuraida, Fitria Fatma, Siseng Oviola Putri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

ABSTRAK Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan Pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi Lansia yang penyelenggaraannya melalui Program Puskesmas, dengan melibatkan peran serta para Lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam pemyelenggaraannya. Rata-rata kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia setiap bulannya di Jorong Sialang Atas adalah 48% dari populasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dukungan keluarga dan peran kader dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia. Peneltian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan cross sectional yang dilakukan yang dilakukan di Jorong Sialang Atas bulan Agustus 2016 dengan jumlah populasi 214 responden, dan jumlah sampel 68 responden yang diambil dengan cara simple random sampling kemudian dianalisa secara univariat dan secara bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diantara 68 responden diketahui yang tidak memanfaatkan Posyandu Lansia (69.1%), pengetahuan rendah (55.9%), sikap negatif (58.8%), yang mendapatkan dukungan keluarga yang kurang baik (60.3%) dan yang mendapatkan peran kader baik (60.3%). Hasil uji statistik menunjukkan hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan Posyandu Lansia nilai p = 0.025 OR 3.875, hubungan sikap dengan pemanfaatan Posyandu Lansia nilai p = 0.02 OR 6.38, hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan Posyandu Lansia nilai p = 0.026 OR 3.838, hubungan peran kader dengan pemanfaatan Posyandu Lansia nilai p = 0.009 OR 6.261. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dukungan keluarga serta peran kader berhubungan dengan pemanfaatan Posyandu Lansia. Diharapkan kepada Lansia untuk lebih sering konsultasi dan mengunjungi Posyandu Lansia setiap bulannya. Abstract (EN): Posyandu is a vehicle for ministry to the elderly , which is made from , by , and for the elderly that focuses on promotion and preventive services , without neglecting curative and rehabilitative efforts . The average visit to Posyandu Elderly Elderly every month in Jorong beehive Over 48% of the population. This study aims to determine the relationship of knowledge , attitude , family support and the role of the Utilization of Posyandu Elderly cadres . This study used descriptive analytic with cross sectional performed in Jorong beehive On August 2016, with a population of 214 respondents , and the number of samples of 68 respondents were taken by simple random sampling and then analyzed using univariate and bivariate using chi square test . The results of this study showed that among 68 respondents note that do not utilize Posyandu Elderly ( 69.1 % ) , low knowledge ( 55.9 % ) , negative attitude ( 58.8 % ) , which support families that are less well ( 60.3 % ) and had a role cadres good ( 60.3 % ) . Statistical analysis showed the relationship of knowledge to the utilization of Posyandu Elderly p value = 0.025 OR 3875 , relations attitude to the utilization of Posyandu Elderly p value = 0:02 OR 6:38 , relationships family support with the use of IHC Elderly p value = 0026 OR 3838 , relations role cader with the use of Posyandu Elderly p value = 0009 OR 6261 . In this study, we can conclude that the knowledge , attitudes , family support and the role of Posyandu cadres associated with the utilization of the Elderly. Expected to family and health cadres to be able to increase the motivation of elderly that they want to take advantage of elderly Posyandu every month

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Scabies Di Komplek Asrama SMK Pertanian Pembangunan Negeri Padang Mengatas Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Scabies Di Komplek Asrama SMK Pertanian Pembangunan Negeri Padang Mengatas Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016

Cici Apriza Yanti, Vina Novela, Rahayu Putri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Skabies merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infestasi parasit obligat pada manusia. Sarcoptes scabiei var hominis ke dalam stratum korneum dan granulosum pejamu. Penularan dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung. Diperkirakan lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia terkena skabies. Di daerah tropis seperti di Indonesia prevalensi skabies cenderung meningkat. Pada Penelitian ini digunakan adalah penelitian Survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, personal hygiene dan kepadatan hunian dengan kejadian skabies di Komplek Asrama SMK Pertanian Pembangunan Negeri Padang Mengatas. Teknik pengambilan sampel menggunakan cara total sampling. Jumlah sampel sama dengan jumlah populasi sebanyak 65 responden. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan pembagian kuesioner kepada responden. Data yang diperoleh diolah secara univariat dan bivariat dan dianalisis dengan menggunakan metode statistik chi square. Dari hasil analisis penelitian terhadap 65 siswa terdapat 55 (84,61%) yang memiliki pengetahuan baik, personal hygiene terdapat 36 (55,38%) yang tidak hygiene, kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat sebanyak 53 (81,53%) dan yang mengalami kejadian scabies sebanyak 50 (79,92%). Dari uji statistik pengetahuan dengan kejadian scabies didapatkan p value = 0,431 (v > 0,05) dan Odds ratio = 3,073. Dari uji statistik Personal Hygiene dengan kejadian scabies didapatkan p value = 0,004 (v ≤ 0,05) dan Odds ratio = 7,765. Dan dari uji statistik kepadatan hunian dengan kejadian scabies didapatkan p value = 0,000 (v ≤ 0,05) dan Odds ratio = 13,143. Saran yang dapat di berikan di harapkan siswa / siswi untuk dapat meningkatkan personal hygiene nya dan bagi SMK untuk bisa memperhatikan syarat – syarat yang baik untuk lingkungan asrama. Abstract (EN): Scabies is a contagious disease caused by the obligate parasite infestations in humans. Sarcoptes scabiei var hominis into the stratum corneum and granulosum host. Transmission can occur directly and indirectly. It is estimated that over 300 million people worldwide are affected by scabies. In tropical areas such as Indonesia prevalence of scabies tends to increase. In this research used analytic survey research by using cross-sectional approach. To determine the relationship of knowledge, personal hygiene and residential density with the incidence of scabies in Dormitory Complex Agricultural Development SMK Negeri Padang aspire. The sampling technique using total sampling. The number of samples is equal to a total population of 65 respondents. Data obtained through observation, interviews and the distribution of questionnaires to respondents. The data obtained were processed using univariate and bivariate and analyzed using chi square statistic. From the analysis of a study of 65 students there were 55 (84.61%) who have a good knowledge, personal hygiene there were 36 (55.38%) are not hygiene, residential density that does not qualify as many as 53 (81.53%) and the the incidence of scabies experienced by 50 (79.92%). From statistical test your knowledge with the incidence of scabies obtained p value = 0.431 (v > 0.05) and the odds ratio = 3.073. From statistical test with the incidence of scabies Personal Hygiene obtained p value = 0.004 (v ≤ 0,05) and Odds ratio = 7.765. And from a statistical test residential density with the incidence of scabies obtained p value = 0.000 (v ≤ 0,05) and Odds ratio = 13.143. Suggestions can be given in expected student / student to improve his personal hygiene and for SMK to be pay attention to the terms - terms that are good for the environmentdorm.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Low Back Pain (LBP) Pada Pekerja Tani Di Jorong Pauh Nagari Kamang Mudik Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Low Back Pain (LBP) Pada Pekerja Tani Di Jorong Pauh Nagari Kamang Mudik Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam Tahun 2016

Fitrianola Rezkiki, Fitria Fatma, Isramiati · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Low Back Pain (LBP) merupakan rasa nyeri yang dirasakan pada punggung bawah yang sumbernya tulang belakang daerah spinal, otot, saraf, atau struktur lainnya di daerah tersebut. National Savety Council melaporkan penyakit akibat kerja yang frekwensi kejadiannya paling tinggi adalah nyeri punggung bawah yaitu 22% dari 1.700.000 kasus.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian Low Back Pain (LBP) pada pekerja tani di Jorong Pauh Nagari Kamang Mudik Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam Tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini Pekerja Tani sebanyak 393 orang dan sampel 80 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 10-30 Juli 2016 di Jorong Pauh Nagari Kamang Mudik Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan memakai uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 86,2% pekerja melakukan kegiatan angkatangkut dengan teknik yang kurang benar, 63,8% mengangkat beban tidak sesuai standar, 52,5% bekerja dengan lama kerja beresiko, 16,2% pekerja dengan kondisi obesitas, dan 73,8% pekerja mengalami Low Back Pain (LBP). Berdasarkan analisis bivariat menunjukkan ada hubungan bermakna antara teknik angkatangkut, beban angkut, lama kerja dengan kejadian Low Back Pain (LBP) (pValue≤ 0,05), dan tidak adanya hubungan bermakna antara obesitas dengan kejadian Low Back Pain (LBP) (pValue1,000 > 0,05). Dari penelitian didapatkan bahwa ditempat penelitian terdapat kejadian LBP yang diantara penyebabnya teknik angkat-angkut, beban angkut, dan lama kerja. Diharapkan agar pekerja tani bisa mempraktekan teknik angkat-angkut yang benar, mengangkut beban yang sesuai standar, serta lama kerja yag sesuai. Abstract (EN): Low Back Pain ( LBP ) is pain felt in the lower back where the source is local spinal spine, muscles, nerves, or other structures around the area. National Savety Council reported occupational diseases is the highest frequency is lower back pain that is 22% of the 1.700.000 cases. The purpose of this study was to determine the Factors Associated With Genesis Low Back Pain ( LBP ) On Farmer Workers In Jorong Pauh Kamang Mudik Agam 2016. This research is descriptive analytic using cross sectional. The population in this study is the Farmer Workers as many as 393 peoples and a sample of 80 peoples. A sampling technique that uses proportional sampling. The study was conducted on 10-30 July 2016 in Jorong Pauh Kamang Mudik Agam. The collected data were analyzed using univariate and bivariate using Chi-square test. The result showed that 86.2 % of workers perform activities of lifting - transport technique that is less true, 63.8 % lift weights not according to standards, 52.5 % worked longer work at risk, 16.2 % of workers with conditions of obesity, and 73.8 % of workers experience the events Low Back Pain (LBP). Based on bivariate analysis showed no significant correlation between the lift - transport engineering, payload, longer working with the incidence of Low Back Pain (LBP) (p value≤ 0.05 ), and no significant relationship between obesity and the incidence of Low Back Pain (LBP) ( p value 1,000 > 0.05 ). The researche found that there are events in the study were between the LBP cause. It is expected that farm workers can practice the correct technique freight lift, transporting loads according to the standard.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Praktik Pengawas Menelan Obat (PMO) pada Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja  Puskesmas Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat tahun 2016
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Praktik Pengawas Menelan Obat (PMO) pada Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat tahun 2016

Rudjito, Welly Femelia, Rahmadia Lestari · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Puskesmas Ujung Gading mempunyai suatu Wilayah kerja terdiri dari beberapa desa yang didudukinya. Berdasarkan data yang diperoleh dari koordinator program TB Paru Puskesmas Ujung Gading bahwa ditemukan penderita dengan kasus penyakit TB Paru setiap tahun meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pengawas menelan obat (PMO) pada penderita tuberkulosis paru. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan desain “Cross Sectional”. Penelitian ini di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat pada bulan Mei – September 2016. Populasi penelitian adalah semua keluarga yang mempunyai pasien TB Paru yang berobat ke Puskesmas Ujung Gading Pasaman Barat berjumlah 106 orang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 106 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan 55,7% PMO memiliki motivasi yang rendah, 70,8% PMO memiliki pengetahuan yang rendah, 59,4% PMO memiliki sikap yang negatif, 58,5% PMO memiliki praktik yang kurang baik. Terdapat hubungan motivasi, pengetahuan PMO, sikap PMO dengan praktik pengawas menelan obat (PMO) dalam pengawasan penderita tuberkulosis paru. Adanya hubungan motivasi, pengetahuan dan sikap PMO dengan praktik PMO dalam pengawasan TB paru. Untuk itu disarankan bagi Puskesmas melalui pimpinan agar dapat meningkatkan penyuluhan tentang TB paru dengan pemberian informasi yang lebih intensif kepada PMO. Disarankan juga bagi petugas kesehatan untuk mengupayakan dan mensosialisasikan kegiatan pencegahan penyakit TBC paru dengan melakukan penyuluhan langsung perorangan, hal ini sangat penting artinya untuk menentukan keberhasilan pengobatan penderita dan lebih besar kemungkinan untuk berhasil dibandingkan dengan cara penyuluhan melalui media. Abstract (EN): PHC Ujung Gading has a working area consisting of several villages occupied. Based on data obtained from pulmonary TB program coordinator PHC Ujung Gading that found patients with pulmonary TB disease every year is increasing. This study aims to determine the factors associated with the practice of a treatment supporter (PMO) in patients with pulmonary tuberculosis. This research is descriptive analytic approach to design "Cross Sectional". This study in Puskesmas Ujung Gading West Pasaman in May to September 2016. The study population was all the families who have pulmonary tuberculosis patients treated at health centers Ujung Gading Pasaman Barat totaled 106 people. Samples in this study were 106 people. Sampling was done by stratified random sampling technique. The instrument used in this study a questionnaire, questionnaire, and observation or field observations. Processing and analysis of data is computerized using the chi-square test. The result showed 55.7% had low motivation PMO, PMO 70.8% had low knowledge, 59.4% had a negative attitude PMO, PMO 58.5% had poor practice. There is a relationship between motivation, knowledge PMO, PMO attitude to practice a treatment supporter (PMO) under the supervision of pulmonary tuberculosis patients. Suggested for health centers through leadership in order to improve education about pulmonary TB with more intensive provision of information to the PMO. It is also recommended for health care workers to seek and disseminate pulmonary tuberculosis disease prevention activities by direct individual counseling, it is very important to determine the successful treatment of patients and is more likely to succeed than by way of counseling through the media.

Skripsi 2017
Detail