Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok Tahun 2016
- Penulis
- Wahyu Desmalinda
- Pembimbing
- Silvia; Harisnal
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 08 April 2017
Abstrak
Menurut profil Kesehatan Kota Solok dalam 3 tahun terakhir terjadi peningkatan dari tahun 2013-2015, adalah penyakit menular DBD. Kasus DBD tahun 2015 antara empat puskesmas yang paling tinggi Puskesmas Tanjung Paku sebanyak 28 dan tahun 2016 dari bulan Januari-Mei sebanyak 20 kasus. Puskesmas Tanjung Paku Mempunyai empat kelurahan wilayah kerja, yang paling tinggi terjadi DBD adalah kelurahan Kampung Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok Tahun 2016. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 dengan menggunakan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah mayasrakat umum di Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok. Sampel dalam penelitian ini adalah systematic random sampling sebanyak 96 responden. Analisa secara univariat dan bivariat dengan uji chisquare dan derajat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 96 responden terdapat (56,2%) keterpaparan media promkes kurang efektif, (52,1%) dukungan tenaga kesehatan baik, (63,5%) perilaku masyarakat baik. Keterpaparan media promkes dengan p value 0,021 dan OR 0,316 . Dukungan tenaga kesehatan dengan p value 0,008 dan OR 0,282. Perilaku masyarakat dengan p value 0,024 dan OR 0,336. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara keterpaparan media promosi kesehatan, dukungan tenaga kesehatan, dan perilaku masyarakat dengan penanggulangan DBD. Disarankan kepada kepada puskesmas agar lebih meningkatkan lagi program penanggulangan DBD dengan semua komponen mayarakat untuk mengadakan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat guna menanggulangi kasus DBD dengan memberikan cara melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Abstract (EN): According to the health profile Solok in the last 3 yeas there was an increase from the year 2013-2015, is a contangious disease dengue. Dengue cases in 2015 among the four highest Puskesmas Tanjung Paku were 28 cases and in 2016 from to the months of January to May as many as 20 cases. PHC Tanjung Paku Carries four villages work area, the highest dengue are occur viilage Kampung Jawa. The purpose of this study was to determine the Factors Associated With Prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Kampung Jawa district of Tanjung Harapan Solok tahun City 2016. This study ws conducted in August 2016 by using a cross sectional study. The population in this study is a social general in Kampung Jawa district of Tanjung Harapan Solok. The sample in this study is a systematic random sampling were 96 respondents. Univariate and bivariate analysis with chi-square test and the degree of confidence of 95% (α=0,05). The results showed that out of 96 respondents there (56,2%) are less effective. Promkes media exposure, (52,1%) support of health workers, (63,5%) people‟s behavior either. Promkes media exposure with a p value of 0,021 and OR 0,316. Support health woker with p value of 0,008 and OR 0,282. People‟s behavior with a p value of 0,024 and OR 0,336. These results can be concluded that there is a significant association between media exposure of helath promotion, support health workers and social behavior by tackling dengue. Linta suggested to the health sector with social figures to conduct counseling and training to the community to prevention dengue cases by providing a way to eradicate mosquito breeding.