Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Praktik Pengawas Menelan Obat (PMO) pada Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat tahun 2016
- Penulis
- Rahmadia Lestari
- Pembimbing
- Rudjito; Welly Femelia
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 07 April 2017
Abstrak
Puskesmas Ujung Gading mempunyai suatu Wilayah kerja terdiri dari beberapa desa yang didudukinya. Berdasarkan data yang diperoleh dari koordinator program TB Paru Puskesmas Ujung Gading bahwa ditemukan penderita dengan kasus penyakit TB Paru setiap tahun meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pengawas menelan obat (PMO) pada penderita tuberkulosis paru. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan desain “Cross Sectional”. Penelitian ini di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat pada bulan Mei – September 2016. Populasi penelitian adalah semua keluarga yang mempunyai pasien TB Paru yang berobat ke Puskesmas Ujung Gading Pasaman Barat berjumlah 106 orang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 106 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan 55,7% PMO memiliki motivasi yang rendah, 70,8% PMO memiliki pengetahuan yang rendah, 59,4% PMO memiliki sikap yang negatif, 58,5% PMO memiliki praktik yang kurang baik. Terdapat hubungan motivasi, pengetahuan PMO, sikap PMO dengan praktik pengawas menelan obat (PMO) dalam pengawasan penderita tuberkulosis paru. Adanya hubungan motivasi, pengetahuan dan sikap PMO dengan praktik PMO dalam pengawasan TB paru. Untuk itu disarankan bagi Puskesmas melalui pimpinan agar dapat meningkatkan penyuluhan tentang TB paru dengan pemberian informasi yang lebih intensif kepada PMO. Disarankan juga bagi petugas kesehatan untuk mengupayakan dan mensosialisasikan kegiatan pencegahan penyakit TBC paru dengan melakukan penyuluhan langsung perorangan, hal ini sangat penting artinya untuk menentukan keberhasilan pengobatan penderita dan lebih besar kemungkinan untuk berhasil dibandingkan dengan cara penyuluhan melalui media. Abstract (EN): PHC Ujung Gading has a working area consisting of several villages occupied. Based on data obtained from pulmonary TB program coordinator PHC Ujung Gading that found patients with pulmonary TB disease every year is increasing. This study aims to determine the factors associated with the practice of a treatment supporter (PMO) in patients with pulmonary tuberculosis. This research is descriptive analytic approach to design "Cross Sectional". This study in Puskesmas Ujung Gading West Pasaman in May to September 2016. The study population was all the families who have pulmonary tuberculosis patients treated at health centers Ujung Gading Pasaman Barat totaled 106 people. Samples in this study were 106 people. Sampling was done by stratified random sampling technique. The instrument used in this study a questionnaire, questionnaire, and observation or field observations. Processing and analysis of data is computerized using the chi-square test. The result showed 55.7% had low motivation PMO, PMO 70.8% had low knowledge, 59.4% had a negative attitude PMO, PMO 58.5% had poor practice. There is a relationship between motivation, knowledge PMO, PMO attitude to practice a treatment supporter (PMO) under the supervision of pulmonary tuberculosis patients. Suggested for health centers through leadership in order to improve education about pulmonary TB with more intensive provision of information to the PMO. It is also recommended for health care workers to seek and disseminate pulmonary tuberculosis disease prevention activities by direct individual counseling, it is very important to determine the successful treatment of patients and is more likely to succeed than by way of counseling through the media.