Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri Oleh Tenaga Kerja  Pada Bagian Produksi Cassia Broken Dan Cassia Stick Di  PT. Sumatera Tropical Spices Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri Oleh Tenaga Kerja Pada Bagian Produksi Cassia Broken Dan Cassia Stick Di PT. Sumatera Tropical Spices Tahun 2016

Fitria Fatma, Suziyanti, Yuniliza · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Salah satu usaha yang dilakukan oleh perusahaan dalam pencegahan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yaitu dengan menyediakan APD bagi tenaga kerja. Walaupun APD telah disediakan secara lengkap ternyata masih terjadi kecelakaan kerja di Indonesia sebanyak 106.589 kasus dan di PT.STS tercatat 28 kasus. Hal ini disebabkan karena tenaga kerja sering lalai bahkan tidak mau menggunakan APD. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan APD. Jenis penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah semua tenaga kerja bagian produksi cassia broken dan cassia stick di PT.Sumatera Tropical Spices Padang Pariaman yang berjumlah 90 orang, dengan pengambilan sampel secara total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 84,4 % responden menggunakan APD tidak lengkap, 57,8 % memiliki pengetahuan tinggi, 52,2 % memiliki sikap baik, 53,3 % menyatakan kondisi APD baik, 92,2 % menyatakan tidak nyaman dalam penggunaan APD dan 63,3 % menyatakan pengawasan penggunaan APD baik. Hasil bivariat diketahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan APD adalah pengetahuan (p = 0,045 dan OR = 5,400), kondisi APD (p = 0,019 dan OR = 6,667) dan pengawasan (p = 0,028 dan OR = 9,455). Serta tidak ada hubungan sikap dan kenyamanan APD dengan penggunaan APD (p = 1,000). Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan penggunaan APD adalah pengetahuan, kondisi APD dan pengawasan. Diharapkan pada pihak perusahaan Agar sering mengadakan pengawasan terhadap tenaga kerja serta melakukan evaluasi terhadap penggunaan APD untuk mencegah terjadinya penyakit dan kecelakaan kerja. Abstract (EN): One effort behavior by the association in the prevention number of work accident and disease caused by work namely by providing instrument protective itself up to labor. Although instrument protective self has been provided a complete there are still the case of the accident work in indonesia as many as 106.589 cases and in PT.STS recorded 28 cases. This is because labor often negligent even do not make use of instrument protective self. The purpose of research to know the factors that deals with the use of instrument protective self. The kind of research analytic to a draft cross sectional. Population is all labor production line cassia broken and cassia stick in pt.sumatera the tropical spices the pariaman which consisted of 90, with the sample collection in total of sampling. Data collected through interviews with guidelines the questionnaire, then processed in computerized by using statistical tests chi-square . The results of the analysis univariat known 84,4 % of respondents used a protective a soul will not complete, 57,8 % have knowledge high, 52,2 % have good behavior, 53,3 % said the condition instrument protective self good , 92,2 % stated uncomfortable in the use of a protective themselves and 63.3 % stated supervision the use of a protective self good. The results of bivariat known factors that deals with the use of instrument protective the self is knowledge ( p = 0,045 and or = 5,400 ), the condition instrument protective self ( p = 0,019 and or = 6,667 and supervision ( p = 0,028 and or = 9,455 ). And there was no connection attitudes and comfort instrument protective self with the use of a protective self (p = 1,000) . Concluded that factors that deals with the use of instrument protective the self is knowledge , the condition instrument protective self and supervision. Is expected in the company that often hold a supervision of labor and do evaluation of the use of a protective themselves to prevent disease and accidents.

Skripsi 2017
Detail
Cover Efektivitas  Daun Jambu Biji Terhadap Penanggulangan Diare pada Balita di Posyandu Lapau Duo Dan Posyandu Kubang Kecamatan Danau Kembar Kabupaten Solok Tahun 2016
Efektivitas Daun Jambu Biji Terhadap Penanggulangan Diare pada Balita di Posyandu Lapau Duo Dan Posyandu Kubang Kecamatan Danau Kembar Kabupaten Solok Tahun 2016

Yelmi Reni Putri, Evi Hasnita, Amzila Rahmawati · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting karena merupakan penyumbang utama ketiga angka kesakitan dan kematian anak di berbagai negara termasuk indonesia. Diperkirakan lebih dari 1,3 miliar serangan dan 3,2 juta kematian per tahun pada balita disebabkan oleh diare. Setiap anak mengalami episode serangan diare rata-rata 3,3 kali setiap tahun. Lebih kurang 80% kematian terjadi pada anak berusia kurang dari dua tahun Masyarakat biasanya menggunakan tanaman obat secara empiris sebagai obat antidiare, contohnya daun jambu biji. Daun jambu biji mengadung: minyak atsiri, asam ursolat,asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin dan vitamin. Tujuan penelitian ini adalah menilai efek antidiare dengan daun jambu biji pada balita di Posyandu Lapau Duo dan Posyandu Kubang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 dengan menggunakan Desain Quasy Eksperimental dengan rancangan non equivalent control group yang diambil secara total sampling. Diberikan pada balita (16 orang) di Posyandu Lapau Duo dan Posyandu Kubang dibagi 2 kelompok. Kelompok eksperimen (n=8) dan kelompok kontrol (n=8). Analisa dengan menggunakan uji dependent t-tes. Hasil penelitian, rata-rata pada kelompok eksperimen yang diberikan rebusan daun jambu biji adalah 4,75 menunjukan dan rata-rata kelompok kontrol yang tidak diberikan rebusan daun jambu biji adalah 9,38 dengan nilai p = 0,000 dimana masing-masing (2-tailed)< 0,01 ( Pvalue= 0,000). Kesimpulan, daun jambu biji berefek antidiare dengan menurunkan frekuensi diare. Terdapat perbedaan yang signifikan antara sesudah diberikan perlakuan pada kelompok eksperimen dan yang tidak diberi perlakuan pada kelompok kontrol tidak terjadi perbedaan yang signifikan dengan penurunan diare. Abstract (EN): Diarrheal disease remains one of the important public health problem because it is a major contributor third child morbidity and mortality in many countries, including Indonesia. It is estimated that more than 1.3 billion attacks and 3.2 million deaths per year in children under five are caused by diarrhea. Each child had an episode of diarrhea attacks on average 3.3 times per year. Approximately 80% of deaths occur in children aged less than two years of People usually use medicinal plants empirically as antidiarrheal medication, such as guava leaves. Guava leaves mengadung: essential oils, Ursolic acid, acid kratogolat, oleanolat acid, guajaverin acids and vitamins. The purpose of this study was to assess the effects of antidiarrheal with guava leaves in infants in the posyandu Lapau Duo and posyandu Kubang. This study was conducted in August 2016 by using quasy experimental design with non-equivalent control group were taken by total sampling. Given to toddlers (16) in the posyandu Lapau Duo and posyandu Kubang divided into 2 groups. The experimental group (n = 8) and control group (n = 8). Dependent test analysis using t-test. The results of the study, the average of the experimental group were given boiled guava leaves was 4.75 and the average shows a control group that was not given boiled guava leaves was 9.38 with p = 0.000 wherein each (two-tailed ) <0.01 (pvalue = 0.000). In conclusion, guava leaf antidiarrheal effect by lowering the frequency of diarrhea. There are significant differences between the treatment given after the experimental group and the untreated in the control group there was significant difference with a decrease in diarrhea.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor–Faktor Yang Berhubungan Dengan Gejala Gangguan Saluran Pernapasan Pada Tenaga Kerja di “Tanah Klai” Kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang Tahun 2016
Faktor–Faktor Yang Berhubungan Dengan Gejala Gangguan Saluran Pernapasan Pada Tenaga Kerja di “Tanah Klai” Kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang Tahun 2016

Yelmi Reni Putri, Nurdin, Irvan Chaniago · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Indonesia merupakan negara dengan kejadian pneumonia tertinggi ke-6 di dunia. Survei Sosial Ekonomi Nasional, penyakit saluran pernapasan menempati urutan kedua 12,7%. Adanya tenaga kerja galian yang bekerja meliputi proses pengerukan, pengangkutan, aktivitas menghasilkan debu, tenaga kerja mengalami gejala gangguan saluran pernapasan, dan apa faktor-faktor penyebab banyaknya tenaga kerja yang mengalami gejala gangguan saluran pernapasan. Tujuan dari penelitian ini mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan gejala gangguan saluran pernapasan pada tenaga kerja Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana variabel independent dan variabel dependent dilakukan secara bersamaan. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Sampel sama dengan populasi yakni semua responden di “Tanah Klai” sebanyak 65 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 27 Juli sampai 12 Agustus 2016 di “Tanah Klai” Kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang. Data kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan memakai uji Chi-Square. Hasil didapatkan bahwa 61% responden perokok, 29.2% responden bekerja >10 tahun, 58.5% responden yang tidak memakai masker, 20.0% responden yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, 53.8% responden yang mengalami gejala gangguan saluran pernapasan. Hasil Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan bermakna antara Status merokok dan Penggunaan Masker dengan Gejala Gangguan Saluran Pernapasan (Pvalue ≤ 0,05). Saran yaitu membuat larangan merokok seperti membuat slogan dan poster, memberikan penyuluhan tentang bahaya rokok, memberikan sangsi pada responden supaya memakai alat pelindung diri masker, memberikan penyuluhan terhadap responden tentang bahaya tidak memakai masker. Abstract (EN): Indonesia is the country with the highest incidence of pneumonia 6-th in the world. National Social Economic Survey, respiratory disease ranks second 12.7%. Their workforce excavation work includes the dredging, transportation, activities generate dust, workers have symptoms of respiratory tract disorders, and what factors cause the number of workers who have symptoms of respiratory disorders. The purpose of this study identify factors associated with symptoms of respiratory disorders in “Tanah Klai”. Descriptive analytic research using cross sektional approach where the independent variables and the dependent variable is done simultaneously. The sampling technique total sampling technique. Samples equal to the population of all respondents in the "Tanah Klai" as many as 65 people. The study was conducted in July 27 until August 12 2016 in the "Tanah Klai" Village Gunung Sarik Kuranji District of Padang. Data were analyzed by univariate and bivariate using Chi-square test. Results showed that 61% of respondents smokers, 29.2% of respondents work >10 years, 58.5% of respondents who did not wear a mask, 20.0% of respondents who had a history of respiratory disease, 53.8 % of respondents who have symptoms of respiratory disorders. Results of bivariate analysis showed statistically significant association between smoking status and use of masks with Respiratory Disorders Symptoms ( pvalue ≤ 0.05 ). Suggestions are made to ban smoking such as creating slogans and posters. Providing information about the dangers of smoking. Sanctions on the respondent in order to wear personal protective equipment such as masks. management provide an extension of the respondents about the dangers of not wearing a mask.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Tim  PONED di Puskesmas PONED Wilayah Kerja Kabupaten Agam  Tahun 2016
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Tim PONED di Puskesmas PONED Wilayah Kerja Kabupaten Agam Tahun 2016

Evi Hasnita, Efriza, Bismihayati · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Indikator utama derajat kesehatan suatu negara adalah Angka Kematian Ibu (AKI). Angka Kematian Ibu menunjukkan kemampuan dan kualitas pelayanan kesehatan, kapasitas pelayanan kesehatan, dan pengetahuan masyarakat, kualitas kesehatan lingkungan, sosial budaya serta hambatan dalam memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan. Hadirnya Puskesmas PONED diharapkan mampu menekan jumlah angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Hasil survey yang dilakukan disalah satu Puskesmas PONED diperoleh data rendahnya persentase cakupan penanganan komplikasi kebidanan yaitu sebesar 56% dari 80% target yang telah ditetapkan, sementara untuk penanganan kasus neonatal dengan komplikasi hanya sebesar 13.5% dari 80% target yang telah ditetapkan. Hal ini membuktikan bahwa masih rendahnya kinerja tim PONED dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus kebidanan dan neonatal dengan komplikasi.Tujuan dari penelitian adalah Untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Tim PONED di Puskesmas PONED Wilayah Kerja Kabupaten Agam Tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional dilaksanakan di Puskesmas PONED Wilayah Kerja Kabupaten Agam terhadap 64 responden. Analisa data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi (univariat) dan analisa hubungan (bivariat). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data bahwa responden dengan tingkat kinerja yang kurang baik (54,7%), Motivasi yang rendah (64,1%), tingkat kepemimpinan yang kurang efektif (56,2%), dan kedisiplin yang kurang (53,1%). Berdasarkan analisis bivariat ada hubungan bermakna antara motivasi, kepemimpinan, dan disiplin kerja dengan kinerja tim PONED (p ≤ 0,05) Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan ada hubungan bermakna antara motivasi, kepemimpinan serta disiplin kerja dengan kinerja Tim PONED, untuk itu diharapkan kepada Dinas Kesehatan serta Kepala Puskesmas agar melakukan perbaikan manajemen dan pelayanan Di Puskesmas PONED serta kebijaksanaan program Puskesmas PONED, agar para tim PONED mampu memberikan pelayanan berdasarkan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal yang ada secara professional. Abstract (EN): The main indicator of Health degree of a country is the Mother death numbers (AKI), The mother death number shows the ability and the quality of the health services, people knowledge, quality of environment, culture social and the barriers in getting access to health services. The presence of Health Centre PONED is expected able lowering the mother death numbers and baby death numbers. The result of survey that being held in one of Health Centre PONED, retrieved the low percentage of complication midwifery handling is about 56 % only, compare with targeted 80%. Meanwhile for the neonatal handling with complication is only 13.5% from 80% that being targeted. This is proved that the performance of PONED team is still low in handling first aid in midwifery cases and neonatal with complication. The purpose of this research is to know the factors which related with PONED team performance at Health Centre PONED at Agam Regency work area 2016. This research is analytic destructive with plan cross sectional been held at Health Centre PONED at Agam Regency work area to the 64 respondents. The analysis of data is presented by frequency distribution (univariant) and relation analysis (bivariant). Base on the research result is retrieved data that respondent with less good performance (54.7 %), low motivation (64.1 %), less effective of leadership skill (56.2 %) and less of discipline (53.1 %). Base on bivariant analysis there is a meaningful relation between leadership motivation and work discipline with the performance of the team PONED (p ≤ 0,05). From the result of this research, can be concluded that there is a meaningful relation between motivation, leadership, and work discipline with the team performance of PONED. For that, to all Health Department and Health Centre head are expected to do improvement in managements and services at Health Centre PONED also the wisdom on Health Centre PONED programs, so that the PONED team able to give services base on emergency obstetric and neonatal in professional.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Pengetahuan, Massa Kerja, Sikap, Intensitas  Kebisingan Pada Pekerja Bagian Produksi PT. Jaya Sentrikon Indonesia  Kecamatan Batang Anai Tahun 2016
Hubungan Pengetahuan, Massa Kerja, Sikap, Intensitas Kebisingan Pada Pekerja Bagian Produksi PT. Jaya Sentrikon Indonesia Kecamatan Batang Anai Tahun 2016

Evi Hasnita, Fitria Fatma, Wulan Septia Hanum · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Abstrak tidak tersedia dalam bahasa indonesia Abstract (EN): Hearing impairment is a diminished disease or loss of auditory function subjected to one or both ears. Hearing impairment is divided into two types, temporary and permanent. Based on the results of a national survey of the health of the senses of vision and hearing with samples of 19,375 in 7 provinces (West Sumatra, South Sumatra, Central Java, East Java, NTB, South Sulawesi, and North Sulawesi) in 2010, the prevalence of deafness is approximately 0.4% and hearing loss is about 16.8%. The purpose of this research is to know the relationship of knowledge, working period, attitude, intensity of the noise with the hearing impairment toward workers in the production part of PT Sentrikon Jaya Indonesia Batang Anai Regency Padang- Pariaman2016. The research is descriptive analytic research with cross sectional approach using collection of independent variables and dependent variable which were done simultaneously. The sampling technique used was total sampling with 35 people. Research was conducted mid month July 2016 at the production of PT Sentrikon JayaIndonesia. The data collected was then analyzed in univariate and bivariat using Chi-Square test. The results showed there is relationship between the working masses with hearing impairment (p= 0.002) the noise intensity (p= 0.002) and there is no relationship of knowledge with hearing impairment (p= 0.960) and there is no relationship with attitude with hearing impairment (p= 0,708). The working masses and the intensity of the noise relate to hearing impairment in the production section of PT Jaya Indonesia Sentrikon 2016. It is recommended to the company to give a reprimand or punishment to the workers who do not abide by the rules that have been applied by the company and expected the company to transfer workers to other parts to reduce hearing impainment. To all workers are expected to really understand and apply it in the workplace so as to avoid accidents and occupational diseases.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Mutu Pelayanan Nifas Dengan Tingkat Kepuasan Ibu Nifas Di Kanagarian Tanjung Barulak Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar Tahun 2016
Hubungan Mutu Pelayanan Nifas Dengan Tingkat Kepuasan Ibu Nifas Di Kanagarian Tanjung Barulak Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar Tahun 2016

Febriyeni, Rini Santy, Tharya Komala Devi · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pelayanan kesehatan bermutu merupakan pelayanan berorientasikan kepuasan pelanggan. Cakupan kunjungan nifas dilakukan selama tiga kali dalam jangka waktu 42 hari. Guna tercapainya cakupan kunjungan nifas lengkap, harus senantiasa membuat ibu nifas puas dengan pelayanan yang diberikan. Kunjungan nifas lengkap di Pustu dan Polindes Kanagarian Tanjung Barulak hanya 54,5% belum mencapai target yang diharapkan 95%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan nifas dengan tingkat kepuasan ibu nifas. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sektional dimana pengumpulan variabel independent dan variabel dependent dilakukan secara bersamaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan cara total sampling. Jumlah sampel sama dengan populasi yakni semua ibu nifas yang telah mendapatkan pelayanan nifas dengan jumlah sampel 51 orang. Penelitian dilakukan pada 12 Februari sampai 31 Maret 2016 di Kanagarian Tanjung Barulak Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan memakai uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara mutu pelayanan nifas dimensi bukti fisik (0,001<0,05), dimensi kehandalan (0,003<0,05), dimensi daya tanggap (0,000<0,05), dimensi jaminan (0,005<0,05), dimensi empati (0,003<0,05) dengan kepuasan ibu nifas. Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan bermakna antara mutu pelayanan nifas (bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati) dengan kepuasan ibu nifas di kanagarian Tanjung Barulak Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Emas tahun 2016. Saran yang dapat diberikan diharapkan Pustu dan Polindes di Kanagarian Tanjung Barulak lebih meningkatkan mutu pelayanan nifas serta melakukan survey kepuasan klien secara berkala dan berkesinambungan. Abstract (EN): Quality health care is a service oriented customer satisfaction. Coverage of postpartum visits conducted over three times within a period of 42 days. In order to achieve complete coverage postpartum visits, should make continuous puerperal women are satisfied with the services provided. Full postpartum visits in auxiliary community health centers and village maternity at Kanagarian Tanjung Barulak only 54.5% have not yet reached the expected target of 95% The aim of this study was to determine the relationship of service quality with satisfaction levels postpartum mothers. This is a descriptive study using cross sectional approach where the collection of independent variables and the dependent variable is done simultaneously. The sampling technique using total sampling. The number of samples is equal to the population of all postpartum mothers who have received postpartum care with a sample of 51 people. The study was conducted on February 12 until March 31, 2016 at Kanagarian Tanjung Barulak working area community health centers Tanjung Emas Tanah Datar. The collected data were analyzed using univariate and bivariate using Chi-square test. The results showed no relationship between service quality dimensions postpartum physical evidence (0.001 <0.05), the dimensions of reliability (0.003 <0.05), the dimension of responsiveness (0.000 <0.05), assurance dimensions (0.005 <0.05 ), the dimensions of empathy (0.003 <0.05) and satisfaction postpartum mothers. Conclusion of the study is that there is a significant relationship between postpartum service quality (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy) to the satisfaction of postpartum mothers at Kanagarian Tanjung Barulak working area community health centers Tanjung Emas 2016. Advice can be given expected auxiliary community health centers and village maternity at Kanagarian Tanjung Barulak further improve the quality of service postpartum and conduct client satisfaction surveys on a regular and continuous basis.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Petugas Kesehatan Di Puskesmas Padang Karambia Kecamatan Payakumbuh Selatan Kota Payakumbuh Tahun 2016
Hubungan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Petugas Kesehatan Di Puskesmas Padang Karambia Kecamatan Payakumbuh Selatan Kota Payakumbuh Tahun 2016

Harisnal, Ratna Dewi, Shindi Oktaria Adithza · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Setiap organisasi akan selalu memperhatikan kinerja para pegawainya. Hal ini diperlukan untuk mengukur sejauhmana para pegawainya mampu melakukan tugas dan tanggung jawabnya.Tujuanpenelitianiniadalah untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan kinerja petugas kesehatan di Puskesmas Padang Karambia Kecamatan Payakumbuh Selatan Kota Payakumbuh Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian Survey analitik dengan rancangan cross sectional study dan telah dilaksanakan pada bulan April 2016.Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan sebanyak 33 orang.pengolahan data dilakukan secara komputerisasi meliputi analisis univariat dan bivariat (Uji Chi-Square). Dari analisa univariat didapatkan 24,2% responden yang bermotivasi intrinsik negatif, 39,4% responden yang bermotivasi ekstrinsik negatif, dan 42,2% responden yang kinerja petugas kurang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi intrinsi, motivasi ekstrinsik dengan kinerja petugas kesehatan dengan nilai p dan OR adalah p=0,042 dan OR=6,375 ; p=0,031 dan OR=6,750. Di simpulkan bahwa ada hubungan antara motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik dengan kinerja petugas kesehatan di Puskesmas Padang Karambia Kecamatan Payakumbuh selatan Kota Payakumbuh Tahun 2016. Untuk itu diharapkan kepada seluruh tenaga kesehatan yang berada di Puskesmas Padang Karambia untuk lebih meningkatkan kinerja dengan maksimal sehingga dengan meningkatnya kinerja petugas akan dapat memberikan mutu pelayanan kepada masyarakat lebih baik lagi. Abstract (EN): Setiap organisasi akan selalu memperhatikan kinerja para pegawainya. Hal ini diperlukan untuk mengukur sejauhmana para pegawainya mampu melakukan tugas dan tanggung jawabnya.Tujuanpenelitianiniadalah untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan kinerja petugas kesehatan di Puskesmas Padang Karambia Kecamatan Payakumbuh Selatan Kota Payakumbuh Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian Survey analitik dengan rancangan cross sectional study dan telah dilaksanakan pada bulan April 2016.Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan sebanyak 33 orang.pengolahan data dilakukan secara komputerisasi meliputi analisis univariat dan bivariat (Uji Chi-Square). Dari analisa univariat didapatkan 24,2% responden yang bermotivasi intrinsik negatif, 39,4% responden yang bermotivasi ekstrinsik negatif, dan 42,2% responden yang kinerja petugas kurang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi intrinsi, motivasi ekstrinsik dengan kinerja petugas kesehatan dengan nilai p dan OR adalah p=0,042 dan OR=6,375 ; p=0,031 dan OR=6,750. Di simpulkan bahwa ada hubungan antara motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik dengan kinerja petugas kesehatan di Puskesmas Padang Karambia Kecamatan Payakumbuh selatan Kota Payakumbuh Tahun 2016. Untuk itu diharapkan kepada seluruh tenaga kesehatan yang berada di Puskesmas Padang Karambia untuk lebih meningkatkan kinerja dengan maksimal sehingga dengan meningkatnya kinerja petugas akan dapat memberikan mutu pelayanan kepada masyarakat lebih baik lagi.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Kerja Pegawai Puskesmas di Kecamatan Tanjung Raya Tahun 2016
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Kerja Pegawai Puskesmas di Kecamatan Tanjung Raya Tahun 2016

Rudjito, Helmitra Rahmiza, Santy Rini · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Penyelenggaraan pelayanan bermutu sangat berkaitan dengan Sumber Daya Manusia. Sumber daya Manusia yang memiliki motivasi tinggi sangat berpengaruh pada kinerja. Puskesmas mempunyai peran yang sangat strategis sebagai institusi pelaksanan teknis, sehingga dituntut memiliki kemampuan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui peningkatan kinerja sumber daya manusianya. Motivasi dapat meningkatkan kinerja. Berdasarkan Profil dan Laporan Hasil Penilaian Kinerja Puskesmas di Kecamatan Tanjung Raya masih banyak kegiatan program yang tidak tercapai. Sehingga dengan hasil penilaian kinerja pada Puskesmas Pasar Ahad masuk dalam kategori kurang dan Puskesmas Maninjau juga dalam kategori kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Motivasi Kerja Pegawai Puskesmas di Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Tahun 2016. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan cross sectional dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam terhadap 69 responden. Data dikumpulkan dengan cara membagikan kuesioner dan meminta responden untuk mengisinya, kemudian data diolah dengan menggunakan komputer dan hasil penelitian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi (univariat) dan analisa hubungan (bivariat). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data bahwa responden dengan motivasi kerja yang rendah (56,5%), insentif yang kecil (53,6%), penghargaan yang tidak diterima (62,3%), dan hubungan interpersonal yang kurang baik (49,3%). Berdasarkan analisis bivariat ada hubungan bermakna antara insentif (p= 0,001≤0,05, OR= 5,939), penghargaan (p= 0,002≤0,05, OR= 4,359), dan hubungan interpersonal (p= 0,002≤0,05, OR= 5,500), dengan motivasi kerja pegawai puskesmas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin rendah insentif, penghargaan, dan hubungan interpersonal maka semakin rendah pula motivasi kerja pegawai puskesmas. Adapun saran yang diajukan dalam perbaikan manajemen dan pelayanan puskesmas diharapkan kepala puskesmas bekerjasama agar memotivasi pegawai puskesmas dalam melaksanakan tugasnya terutama memperhatikan reward dan insentif agar dapat meningkatkan kinerja. Abstract (EN): Implementation of quality services is closely related to Human Resources . Human Resources with high motivation is very influential on the performance. Public Health has a strategic role as an institution of technical implementation , so it is required to have the ability to improve the quality of health services through improved performance of human resources. Motivation can improve performance. Based Profiling and Performance Assessment Report health centers in the district of Tanjung Raya is still a lot of activity programs that are not reached. So with the performance appraisal results in the category of less health center Pasar Ahad and health center Maninjau also in the poor category . The purpose of this study was to determine the Factors Associated with Employee Work Motivation health centers in the district of Tanjung Raya 2016. This research is analytic cross sectional as plan of the cross sectional on Tanjung Raya in Agam district to 69 respondents. The data is collected by giving team questionnaires and ask them to fill in. Them, the data is processed by using computerize and results of research is presented in the form of frequency distributions (univariate) and correlation analysis (bivariate). Based on this research is found the data as 56,5% (lower motivation) 53.6% (less insentive), 62.3% (no reward), 49,3% (unrelationship). From bivariate analyze, there are correlation between incentivresults (p= 0,001≤0,05, OR= 5,939), rewards (p= 0,009≤0,05, OR= 4,359), internal relationship (p= 0,002≤0,05, OR= 5,500) and motivation of the worker in public healthy. The conclusion of this study is the lower the incentives, rewards, and interpersonal relationships, the lower the motivation of employee health centers. The suggestions put forward in the improvement of the management and health center services is expected to puskesmas heads in collaboration with department heads in order to motivate the health center staff in performing their duties especially pay attention to granting rewards and incentives in order to improve performance.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Peran Tenaga Sanitasi dengan Kondisi Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) Rumah Tangga di Jorong Kubu Baru Panyinggahan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Tahun 2016
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Peran Tenaga Sanitasi dengan Kondisi Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) Rumah Tangga di Jorong Kubu Baru Panyinggahan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Tahun 2016

Rudjito, Cici Apriza Yanti, Fakhrul Afdhal · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) keluarga adalah perlengkapan pengelolaan air limbah bisa berupa pipa atau pun lainnya yang digunakan untuk menyalurkan air limbah ketempat pengelolaannya.Jorong Kubu Baru merupakan wilayah tertinggi dengan kepemilikan SPAL tidak memenuhi syarat di Kenagarian Maninjau yaitu sebesar 83,33%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan peran tenaga sanitasi dengan kondisi saluran pembuangan air limbah (SPAL) rumah tangga di Jorong Kubu Baru Panyinggahan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Tahun 2016. Jenis penelitian ini deskriptifanalitik denganpen dekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga di Jorong Kubu Baru Panyinggahan yang berjumlah 128 KK. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlahsebanyak 56 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data hasil penelitian meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa53,6% responden berpengetahuan rendah, 60,7% responden menunjukkan sikap negatif, dan 85,7% responden menyatakan peran petugas sanitasi kurang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan kondisi SPAL ( p = 0,000, OR = 14,625), ada hubungan sikap dengan kondisi SPAL (p = 0,00, OR = 12,444 dan ada hubungan peran tenaga sanitasi dengan kondisi SPAL ( p = 0,004, OR = 15,4). Dapatdisimpulkanbahwapengetahuan, sikap dan peran tenaga sanitasi berhubungan dengan kondisi SPAL rumah tangga. Untuk itu diharapkan kepada berbagai pihak, khususnya tenaga sanitasi untuk dapat meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat agar pengetahuan masyarakat tentang SPAL dapat ditingkatkan dan termotivasi untuk memiliki SPAL dengan kondisi yang memenuhi syarat. Abstract (EN): Sewers Waste (SPAL) family is a fixture wastewater management could be a pipeline or any other using to channel wastewater to the management. KubuBaruvillage is the highest area with SPAL ownership ineligible in KenagarianManinjau is equal to 83.33%. This study aims to determine the relationship of knowledge, attitude and role of sanitation workers with the condition of sewerage (SPAL) households in KubuBaruPanyinggahanvillage of Tanjung Raya 2016 district Agam. This study was descriptive analytic with cross sectional study. The population is all households in KubuBaruPanyinggahanvillage totaling 128 households. Sampling using random sampling with a total of 56 people.Collecting data using questionnaires and observation sheets. Analysis of the research data includes the analysis of univariate and bivariate analysis using chi square test. The results showed that 53.6% of respondents knowledgeable lower, 60.7% of respondents indicated a negative attitude, and 85.7% of respondents said the role of sanitation workers poorly. The results of the bivariate analysis showed that there is a relationship of knowledge with SPAL conditions (p = 0.000, OR = 14.625), no relation to the conditions SPAL attitude (p = 0.00, OR = 12.444, and no association with the role of sanitation workers SPAL conditions (p = 0.004 , OR = 15.4). It can be concluded that the knowledge, attitude and role of sanitation workers associated with the condition SPAL households. For that is expected to various parties, particularly the sanitary personnel in order to increase the dissemination and outreach to the community so that people's knowledge of SPAL can be enhanced and motivated to have SPAL with eligibility conditions.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Pencegahan Penularan HIV Oleh Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) Di Poli Serunai RSUD Dr.Achmad Mokhtar Bukittinggi Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Pencegahan Penularan HIV Oleh Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) Di Poli Serunai RSUD Dr.Achmad Mokhtar Bukittinggi Tahun 2016

Sukarsi Rusti, Evi Hasnita, Martiatis · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

HIV menjadi penyebab utama menurunnya sistem imun, yang lambat laun mengarah pada stadium AIDS. AIDS merupakan masalah epidemik dunia yang memerlukan penanganan serius karena mengancam eksistensi manusia, sehingga perlu dilakukan tindakan pencegahan penularan HIV, khususnya ODHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan pencegahan penularan HIV oleh ODHA. Desain penelitian ini adalah Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah responden yang diperoleh adalah 82 orang dengan pengambilan sampel secara Accidental Sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan panduan kuesioner. Kemudian dianalisis menggunakan uji chi square, dengan α 0,5. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 67,1% ODHA kurang melakukan tindakan pencegahan penularan HIV. Hasil uji Chi Square menunjukkan faktor yang berhubungan dengan tindakan pencegahan penularan HIV oleh ODHA adalah Persepsi p value = 0,042 (pV<0,05) dan POR = 3,000. Dukungan Sosial p value = 0,000 (pV<0,05) dan POR = 9,044. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah Pengetahuan p value = 0,327 (pV>0,05) dan POR = 1,833. Diharapkan pihak rumah sakit, KPA maupun pemangku kebijakan agar lebih meningkatkan informasi mengenai pencegahan HIV dan AIDS. Dukungan keluarga, masyarakat. Peningkatan kinerja petugas, pendamping maupun pendidik sebaya dalam hal komunikasi, informasi dan edukasi tentang HIV dan AIDS agar dapat memberikan penyuluhan, pendekatan dan motivasi kepada ODHA yang efektif dan maksimal. Abstract (EN): HIV are the main cause of the decline in the immune system , who gradually lead to stadium AIDS. AIDS is a problem the epidemic the world that requires serious treatment because threatening human existence , so that needs to be done the act of prevent transmission of HIV , especially living .Research aims to understand factors that deals with the act of prevent transmission of HIV by living . Design this research is survey analytic with the approach Cross Sectional .The number of respondents obtained was 82 people with the sample collection in Accidental Sampling. Data collected through interviews with guidelines the questionnaire .Then analyzed use test Chi Square , with α 0.5 . This research result indicates that 67,1 % of respondents less took precautions the transmission of HIV .The results of the chi square show factors that deals with the act of prevent transmission of HIV by a people with HIV / AIDS was perception p value = 0,042 (pV<0,05) and the prevalence odds ratio = 3,000. Support of the social p value = 0,000 (pV<0,05) and the prevalence odds ratio 9,044. While factors that does not deal is knowledge p value = 0,327 (pV>0,05) and the prevalence odds ratio 1,833. It is hoped the Hospital , KPA and stakeholders to make it more increase information on the prevention of hiv and aids .Family encouragement , the community .The improving performance of the officers , a companion and peer educator in terms of communication , information and education about hiv and aids in order to provide counseling , approach and motivation to people with HIV that is effective and a maximum of .

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Kebisingan, Masa Kerja dan Waktu Kerja dengan Kelelahan Subjektif di Penggilingan Padi Nagari Cupak Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok Tahun 2016
Hubungan Kebisingan, Masa Kerja dan Waktu Kerja dengan Kelelahan Subjektif di Penggilingan Padi Nagari Cupak Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok Tahun 2016

Nurdin, Cici Apriza Yanti, Ulfah Amiral Afifah · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Kelelahan subjektif merupakan suatu perasaan yang menyebar disertai adanya penurunan kesiagaan dan kelambanan pada setiap aktivitas akibat dari suatu pekerjaan. Kebisingan, masa kerja dan umur merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kelelahan subjektif yang mengakibatkan turunnya produktivitas. Pada Penelitian ini digunakan adalah penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Untuk mengetahui hubungan kebisingan, masa kerja dan waktu kerja dengan kelelahan subjektif di Penggilingan Padi Nagari Cupak Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok. Teknik pengambilan sampel menggunakan cara total sampling. Jumlah sampel sama dengan jumlah populasi sebanyak 74 responden. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan pembagian kuesioner kepada responden. Data yang diperoleh diolah secara univariat dan bivariat dan dianalisis dengan menggunakan metode statistik chi square dengan program Komputerisasi. Dari hasil analisis penelitian terhadap 74 pekerja terdapat 51 responden yang terpapar bising mengalami kelelahan subjektif tinggi 35 (68,6%) dan 16 (31,4%) mengalami kelelahan subjektif sedang, uji statistik didapatkan P Value = 0,002 (V>0,05) dengan OR= 6,198 . 61 responden yang mempunyai masa kerja lama mengalami kelelahan subjektif tinggi 38 (62,3%) dan 23 (37,7%) yang mengalami kelelahan subjektif sedang, uji statistik didapatkan P Value = 0,023 (V≤0,05) dengan OR= 5,507. 53 responden mempunyai waktu kerja tidak sesuai mengalami kelelahan subjektif tinggi 36 (67,9%) dan 17 (32,1%) yang mengalami kelelahan subjektif sedang P Value = 0,001 (V≤0,05) dengan OR= 6,776. Pada penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa kebisingan, masa kerja dan waktu kerja berhubungan secara signifikan dengan kelelahan subjektif. Dari ketiga variabel di dapatkan yang paling berhubungan dan nilai asosiasi tertinggi adalah waktu kerja Abstract (EN): Subjective fatigue is a feeling that spreads accompanied by a decrease in alertness and inaction on each activity as a result of a job. Noise, length of service and age are factors which can influence the subjective fatigue resulting decline in productivity. In this research used analytical study using cross-sectional approach. To determine the relationship of noise, length of employment and working time with subjective fatigue in Nagari Cupak Rice Milling District of Gunung Talang in Solok regency. The sampling technique using total sampling. The number of samples is equal to a total population of 74 respondents. Data obtained through observation, interviews and the distribution of questionnaires to respondents. Data obtained were processed using univariate and bivariate and analyzed using chi square statistic method with computerization program. From the analysis of a study of 74 workers there were 51 respondents who are exposed to high noise experienced subjective fatigue 35 (68,6%) and 16 (31,4%) experienced a subjective fatigue were, the statistical test obtained P Value = 0,002 (V > 0,05) with OR = 6,198. 61 respondents who had a long tenure subjective experience fatigue for 38 (62,3%) and 23 (37,7%) who experienced subjective fatigue were, the statistical test obtained P Value = 0,023 (V≤0,05) with OR = 5,507. 53 respondents have experienced working time does not match the high subjective fatigue 36 (67,9%) and 17 (32,1%) who experienced subjective fatigue was P Value = 0,001 (V≤0,05) with OR = 6,776. In this study it was concluded that noise, tenure and labor time associated significantly with subjective fatigue. Of the three variables in getting the most closely related and the value of the highest association is working time.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Persepsi, Dukungan Media, Perilaku Teman Sebaya dan Peran Keluarga dengan Praktik Safety Riding Kendaraan Roda Dua Pada Pelajar di Wilayah Kerja Polres Padang Panjang Tahun 2016
Hubungan Persepsi, Dukungan Media, Perilaku Teman Sebaya dan Peran Keluarga dengan Praktik Safety Riding Kendaraan Roda Dua Pada Pelajar di Wilayah Kerja Polres Padang Panjang Tahun 2016

Harisnal, Rezeki Mulia Falaah, Rusti Sukarsi · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Safety riding adalah mengendarai motor dengan aman, sesuai aturan dan tidak ugal-ugalan. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Polres Padang Panjang dikarenakan angka kecelakaan meningkat dari tahun 2014 ke tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi, dukungan media, perilaku teman sebaya dan peran keluarga dengan praktik safety riding kendaraan roda dua pada pelajar di wilayah kerja Polres Padang Panjang tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pelajar yang berusia ≥ 17 tahun keatas yang mengendarai sepeda motor. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan besar sampel 108 orang. Data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 108 orang pelajar yang mengendarai sepeda motor, terdapat 46 (42,6%) dengan praktik safety riding tidak aman sedangkan 62 (57,4%) dengan praktik safety riding aman. Dengan demikian, proporsi responden yang berperilaku aman lebih banyak daripada yang berperilaku tidak aman. Selain itu berdasarkan analisis Chi Square diperoleh hasil terdapat hubungan antara persepsi (p=0,000, OR=14), dukungan media (p=0,000, OR=13,9), perilaku teman sebaya (p=0,007, OR=3,1) dan peran keluarga (p=0,037, OR=2,4) dengan praktik safety riding. Diantara semua variabel yang diteliti, yang paling memiliki peluang risiko untuk safety riding adalah persepsi. Disarankan kepada pelajar untuk meningkatkan pemahaman sehingga akan merubah persepsi yang akhirnya berdampak pada perubahan perilaku. Abstract (EN): Safety riding is ride motorcycle safely, according to the rules, and not reckless. This research was conducted at Resort Police Padang Panjang because the number of accidents increased from 2014 to 2015. This research purposed to know related between perception, media support, peer behaviour and family role with safety riding practice of students at Resort Police Padang Panjang year 2016. Kind of this research was analytic survey with cross sectional study design. The population the research is entire motorcycle riding students up to ≥ 17 years old. Sample was taken by accidental sampling which was 108 people. Data analysis was performed with univariate and bivariate with Chi Square test. The results show that from 108 motorcycle riding students, there are 46 (42,6%) not safety riding practice, while the others do safety riding practice. Therefore, proportion of safety riding practice students is larger than not safety riding practice students. Furthermore, according to data analysed Chi Square analysis, there is relation between perception (p=0,000, OR=14), media support (p=0,000, OR=13,9), peer behavior (p=0,007, OR=3,1), and family role (p=0,036, OR=2,4) with safety riding practice. All the variables, most have oppurtunities for safety riding risk is perception. It is suggested to students to improve understanding, so that will change the perception that ultimately have an impact on behaviour change.

Skripsi 2017
Detail