Faktor–Faktor Yang Berhubungan Dengan Gejala Gangguan Saluran Pernapasan Pada Tenaga Kerja di “Tanah Klai” Kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang Tahun 2016
- Penulis
- Irvan Chaniago
- Pembimbing
- Yelmi Reni Putri; Nurdin
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 10 April 2017
Abstrak
Indonesia merupakan negara dengan kejadian pneumonia tertinggi ke-6 di dunia. Survei Sosial Ekonomi Nasional, penyakit saluran pernapasan menempati urutan kedua 12,7%. Adanya tenaga kerja galian yang bekerja meliputi proses pengerukan, pengangkutan, aktivitas menghasilkan debu, tenaga kerja mengalami gejala gangguan saluran pernapasan, dan apa faktor-faktor penyebab banyaknya tenaga kerja yang mengalami gejala gangguan saluran pernapasan. Tujuan dari penelitian ini mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan gejala gangguan saluran pernapasan pada tenaga kerja Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana variabel independent dan variabel dependent dilakukan secara bersamaan. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Sampel sama dengan populasi yakni semua responden di “Tanah Klai” sebanyak 65 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 27 Juli sampai 12 Agustus 2016 di “Tanah Klai” Kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang. Data kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan memakai uji Chi-Square. Hasil didapatkan bahwa 61% responden perokok, 29.2% responden bekerja >10 tahun, 58.5% responden yang tidak memakai masker, 20.0% responden yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, 53.8% responden yang mengalami gejala gangguan saluran pernapasan. Hasil Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan bermakna antara Status merokok dan Penggunaan Masker dengan Gejala Gangguan Saluran Pernapasan (Pvalue ≤ 0,05). Saran yaitu membuat larangan merokok seperti membuat slogan dan poster, memberikan penyuluhan tentang bahaya rokok, memberikan sangsi pada responden supaya memakai alat pelindung diri masker, memberikan penyuluhan terhadap responden tentang bahaya tidak memakai masker. Abstract (EN): Indonesia is the country with the highest incidence of pneumonia 6-th in the world. National Social Economic Survey, respiratory disease ranks second 12.7%. Their workforce excavation work includes the dredging, transportation, activities generate dust, workers have symptoms of respiratory tract disorders, and what factors cause the number of workers who have symptoms of respiratory disorders. The purpose of this study identify factors associated with symptoms of respiratory disorders in “Tanah Klai”. Descriptive analytic research using cross sektional approach where the independent variables and the dependent variable is done simultaneously. The sampling technique total sampling technique. Samples equal to the population of all respondents in the "Tanah Klai" as many as 65 people. The study was conducted in July 27 until August 12 2016 in the "Tanah Klai" Village Gunung Sarik Kuranji District of Padang. Data were analyzed by univariate and bivariate using Chi-square test. Results showed that 61% of respondents smokers, 29.2% of respondents work >10 years, 58.5% of respondents who did not wear a mask, 20.0% of respondents who had a history of respiratory disease, 53.8 % of respondents who have symptoms of respiratory disorders. Results of bivariate analysis showed statistically significant association between smoking status and use of masks with Respiratory Disorders Symptoms ( pvalue ≤ 0.05 ). Suggestions are made to ban smoking such as creating slogans and posters. Providing information about the dangers of smoking. Sanctions on the respondent in order to wear personal protective equipment such as masks. management provide an extension of the respondents about the dangers of not wearing a mask.