Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Peran Tenaga Sanitasi dengan Kondisi Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) Rumah Tangga di Jorong Kubu Baru Panyinggahan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Tahun 2016
- Penulis
- Fakhrul Afdhal
- Pembimbing
- Rudjito; Cici Apriza Yanti
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 10 April 2017
Abstrak
Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) keluarga adalah perlengkapan pengelolaan air limbah bisa berupa pipa atau pun lainnya yang digunakan untuk menyalurkan air limbah ketempat pengelolaannya.Jorong Kubu Baru merupakan wilayah tertinggi dengan kepemilikan SPAL tidak memenuhi syarat di Kenagarian Maninjau yaitu sebesar 83,33%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan peran tenaga sanitasi dengan kondisi saluran pembuangan air limbah (SPAL) rumah tangga di Jorong Kubu Baru Panyinggahan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Tahun 2016. Jenis penelitian ini deskriptifanalitik denganpen dekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga di Jorong Kubu Baru Panyinggahan yang berjumlah 128 KK. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlahsebanyak 56 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data hasil penelitian meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa53,6% responden berpengetahuan rendah, 60,7% responden menunjukkan sikap negatif, dan 85,7% responden menyatakan peran petugas sanitasi kurang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan kondisi SPAL ( p = 0,000, OR = 14,625), ada hubungan sikap dengan kondisi SPAL (p = 0,00, OR = 12,444 dan ada hubungan peran tenaga sanitasi dengan kondisi SPAL ( p = 0,004, OR = 15,4). Dapatdisimpulkanbahwapengetahuan, sikap dan peran tenaga sanitasi berhubungan dengan kondisi SPAL rumah tangga. Untuk itu diharapkan kepada berbagai pihak, khususnya tenaga sanitasi untuk dapat meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat agar pengetahuan masyarakat tentang SPAL dapat ditingkatkan dan termotivasi untuk memiliki SPAL dengan kondisi yang memenuhi syarat. Abstract (EN): Sewers Waste (SPAL) family is a fixture wastewater management could be a pipeline or any other using to channel wastewater to the management. KubuBaruvillage is the highest area with SPAL ownership ineligible in KenagarianManinjau is equal to 83.33%. This study aims to determine the relationship of knowledge, attitude and role of sanitation workers with the condition of sewerage (SPAL) households in KubuBaruPanyinggahanvillage of Tanjung Raya 2016 district Agam. This study was descriptive analytic with cross sectional study. The population is all households in KubuBaruPanyinggahanvillage totaling 128 households. Sampling using random sampling with a total of 56 people.Collecting data using questionnaires and observation sheets. Analysis of the research data includes the analysis of univariate and bivariate analysis using chi square test. The results showed that 53.6% of respondents knowledgeable lower, 60.7% of respondents indicated a negative attitude, and 85.7% of respondents said the role of sanitation workers poorly. The results of the bivariate analysis showed that there is a relationship of knowledge with SPAL conditions (p = 0.000, OR = 14.625), no relation to the conditions SPAL attitude (p = 0.00, OR = 12.444, and no association with the role of sanitation workers SPAL conditions (p = 0.004 , OR = 15.4). It can be concluded that the knowledge, attitude and role of sanitation workers associated with the condition SPAL households. For that is expected to various parties, particularly the sanitary personnel in order to increase the dissemination and outreach to the community so that people's knowledge of SPAL can be enhanced and motivated to have SPAL with eligibility conditions.