Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Kader Posyandu di Wilayah Puskesmas Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara Tahun 2015
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Kader Posyandu di Wilayah Puskesmas Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara Tahun 2015

Silvia, Wanefri, Inderewati · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Posyandu mempunyai peranan yang sangat besar dan strategis didalam masyarakat khususnya di bidang kesehatan. Masih tingginya masalah kesehatan yang terjadi didalam sebuah komunitas masyarakat tidak terlepas dari peranan yang dilakukan kader di sebuah Posyandu. Di Puskesmas Tiku terjadi penurunan jumlah kader yang aktif yaitu 7,5% dan banyak kader yang absen atau tidak datang pada hari buka Posyandu yaitu 41,7%. Peneliti ini bertujuan ingin mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tiku, tujuan khususnya untuk mengetahui hubungan motivasi, sikap, penghargaan dan dukungan tokoh masyarakat dengan kinerja kader Posyandu. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tiku Kabupaten Agam terhadap 61 responden. Data dikumpulkan dengan cara membagikan kuesioner dan meminta responden untuk mengisinya, kemudian data diolah dengan computer menggunakan program SPSS dan hasil penelitian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi (univariat) dan analisa hubungan (bivariat). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data bahwa responden dengan tingkat kinerja yang rendah (62,7%), motivasi yang rendah (57,4%), sikap yang negatif (54,1%), rendahnya penghargaan yang diterima (63,9), dan dukungan yang rendah (67,2%). Berdasarkan analisis bivariat ada hubungan yang bermakna antara motivasi, sikap, penghargaan dan dukungan tokoh masyarakat dengan kinerja kader Posyandu. Dapat disimpulkan bahwa semakin rendah motivasi, sikap kader Posyandu, penghargaan yang didapatkan, dan dukungan tokoh masyarakat yang rendah maka semakin rendah kinerja kader Posyandu. Untuk dapat meningkatkan kinerja kader disarankan perlu peningkatan pemahaman dan pengetahuan melalui pemberian informasi yang cukup dengan menyelenggarakan pelatihan kepada kader serta pemberian imbalan sebagai wujud motivator bagi kader. Abstract (EN): IHC has a very big role and strategic within the community, especially in the field of health. Still high health problems that occur within a community of people is inseparable from the role performed at a Posyandu cadres. In Puskesmas Tiku decline in the number of active cadres, namely 7.5% and many cadres were absent or did not come on the open IHC ie 41.7%. The aim of this researcher wants to know the factors related to the performance of cadres Posyandu in Puskesmas Tiku, the aim in particular to determine the relationship between motivation, attitude, respect and support of public figures with the performance of cadres Posyandu. This research is descriptive analytic cross sectional study was conducted in Puskesmas Tiku Agam against 61 respondents. Data was collected by distributing questionnaires and asked respondents to fill it, then the data is processed by computer using SPSS program and the results of the study are presented in the form of frequency distributions (univariate) and the analysis of relationships (bivariate). Based on the results, the data that respondents with a low level of performance (62.7%), low motivation (57.4%), a negative attitude (54.1%), low awards received (63.9), and support is low (67.2%). Based on bivariate analysis there was a significant correlation between motivation, attitude, respect and support of public figures with the performance of cadres Posyandu. It can be concluded that the lower motivation, attitude Posyandu, awards obtained, and the support of community leaders who are low, the lower the performance of cadres Posyandu. In order to improve the performance of cadres suggested need increased understanding and knowledge through the provision of sufficient information by providing training to the cadres and the reward as a form motivator for cadres.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keselamatan Pasien (Patient Safety) Diruang Rawat Inap Rumah Sakit Prof. DR. M. A Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2015
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keselamatan Pasien (Patient Safety) Diruang Rawat Inap Rumah Sakit Prof. DR. M. A Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2015

Adriani, Vina Novela, Miranti Arefa · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman yang meliputi aswsmen risiko, identifikasi, dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan,dan analisis kejadian, kemampuan belajar dari kejadian dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan lingkungan kerja kerja, kinerja petugas, tugas dengan keselamatan pasien di rumah sakit Prof. DR. M. A Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2015. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain penelitian Crossectional. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah 110 responden. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner, setelah terkumpul diolah dengan menggunakan komputerisasi. Dari hasil penelitian ditunjukan ada hubungan yang bermakna (p=0,026) dan (OR=2,647) antara lingkungan kerja dengan keselamatan pasien, ada hubungan bermakna (p=0,059) dan (OR=2,350) antara kinerja petugas dengan keselamatan pasien, dan ada hubungan bermakna (p=0,027) dan (OR=2,647) antara tugas dengan keselamatan pasien. Dari penelitian ini dapat disimpulkan adanya hubungan yang bermakna antara lingkungan kerja, kinerja petugas, tugas denga keselamatan pasien dirawat inap Prof. DR. M. A Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2015. Disarankan bagi rumah sakit agar dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terutama hal-hal yang berhubungan dengan keselamatan pasien di rumah sakit. Abstract (EN): Hospital patient safety is a system where a hospital makes patient care safer which involves aswsmen risk, identification, and matters relating to the management of the risk of the patient, reporting and analysis of cases, the ability of learning from a case and its follow up and also the implementation of solution to minimize the emergence of risk and prevent injuries which caused by errors due to carry out an action or do not take an action that should be taken. The purpose of this research is to see the correlation of work environtment, peformance of officer, duty with patient safety at Prof. DR. M. A Hanafiah SM Batusangkar Hospital at 2015. The method that is used is descriptive analytic with the design of Crossetional research. Sampling was done by distributing quetionnaires then processed computerized. The result of this research shows that there is meaningful relationship (p=0,026) and (OR = 2,64) between work environtment and patient safety (p= 0,059) and (OR = 2,350) between peformance of officer and patient, moreover there is (p= 0,027) and (OR = 2,647) between duty and patient safety. From this research can be concluded that there is a meaningful relationship among work environtment, officer peformance, duty with patient safety, who is hospitalized at Prof. DR. M. A Hanafiah SM Batusangkar Hospital at 2015. It is recommended to the hospital officer to increase the quality of health care especially with matters related to patient safety.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian DBD Di  Jorong Mahakarya Kecamatan Luhak Nan Duo Wilayah Kerja Puskesmas Jambak  Simpang Tiga Ophir Pasaman Barat
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian DBD Di Jorong Mahakarya Kecamatan Luhak Nan Duo Wilayah Kerja Puskesmas Jambak Simpang Tiga Ophir Pasaman Barat

Sukarsi Rusti, Silvia, Endang Puspita Sari · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue dengan manifestasiklinisdemam, nyeriotot, dan atau nyerisendi yang disertai penurunan sel darah putih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD di jorong mahakarya pasamanbarat. penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional studi dan telah dilaksanakan pada tanggal 05 oktober sampai tanggal10 oktober 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang ada di jorongmahakaryawilayahkerjapuskesmasjambaksimpangtigaophirpasamanbaratta hun 2015 yang berjumlah1508 KK. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 orang dengan teknik pengambilan sampel sample random sampling. pengolahan data dilakukan secara komputerisasi meliputi analisis univariat dan bivariat (Uji Chi-Square). Dari analisa univariat didapatkan 51% responden yang memiliki perilaku sehat, 72% masyarakat memiliki sanitasi lingkungan yang sehat, serta 54% responden tidak beresiko terkena DBD. Hasil analisa bivariat dari perilaku masyarakat p=0,000 dan OR=19,50, sanitasilingkungan p=0,009, OR= 3,545, serta penataan barang dalam rumah didapat p= 0,253, OR= 0,630 Dapat di ambil kesimpulan bahwa adanya hubungan antara perilaku masyarakat dan sanitasi lingkungan dengan kejadian DBD, tapi tidak terdapat hubungan yang berarti antara penataan barang dalamrumahdengankejadian DBD. Abstract (EN): Dengue Hemorahagic Fever (DHF) is an infectious disease Posted caused by dengue virus with manifested clinically fever, muscle pain, and or Painful Joints That Accompanied decrease in blood cells and white. The purpose of thie study was to determine the Faktors Related To The Occurrence Of Dengue Hemorrhagic Fever in MahakaryaVilage Koto BaruSubdistrict Region of PuskesmasJambakSimpangTigaOphirPasaman Barat 2015. This research is a Analytical survey witht cross sectional study design and was carried out at October, 5 thuntil 10 th2015. The population in the study is all of community in Mahakarya village region of PuskesmasJambakSimpangTigaOphirPasaman Barat 2015 as much as 1508 KK. The sample as much as 100 respondents with sample random sampling. Data processing is computerized with Univariat and Bivariat Analysis ( Chi-Square test ). From the univariat analysis there were 51% respondent have an healthy behaviors, 72% respondents have an healthy environmental sanitation, and 54% respondents not at risk DHF. Results of the bivariat from the community behaviors there were p= 0,000 OR= 19,50, environmental sanitation there were p= 0,009 OR= 3,545, and the arrangement of items in the house there were p= 0,253 OR= 0,630. It can be concluded that there is relatet between community behaviors and environmental sanitation with occurrence of DHF, but there concluded which mean between arrangement of items in the house with occurrence DHF.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Peran Petugas Dengan Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk Aedes Aegypti Di Kelurahan Campago Ipuh Wilayah  Kerja Puskesmas Mandiangin  Koto  Selayan Tahun 2015
Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Peran Petugas Dengan Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk Aedes Aegypti Di Kelurahan Campago Ipuh Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Koto Selayan Tahun 2015

Welly Femelia, Wahyu Hermanto, Harisna · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pemberantasan sarang nyamuk aedes aegypti yang efektif dan efisien melalui kegiatan 3M plus, yaitu menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas serta menabur bubuk abate di tempat penampungan air atau menyingkirkan barang bekas yang memungkinkan dijadikan tempat perindukan dan perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes aegypti. Berdasarkan Data Dinas Kota Bukittinggi menunjukkan bahwa pada tahun 2014 di Kecamatan Mandiangin terjadi kasus penyakit DBD sebanyak 154 (IR = 68,5) kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Sikap Dan Peran Petugas Dengan Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk Aedes Aegypti Di Kelurahan Campago Ipuh Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Tahun 2015 Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional study dengan jumlah populasi 1.533 orang dan diddapatkan sampel sebanyak 93 responden. Penelitian ini dilakukan Di Keluharan Campago Ipuh Kecamatan Mandiangin Koto Selayan pada bulan Agustus 2015. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan rumus uji statistik Chi-square dan penentuan Odds Ratio (OR). Hasil analisa univariat didapat kegiatan PSN aedes Aegipty tidak baik (59,1%). pengetahuan rendah (52,7%), sikap negatif (54,8%) dan peran petugas baik (54,8%). Hasil bivariat didapatkan bahwa faktor-faktor yang bermakna yaitu: Pengetahuan (p value = 0,001 ; OR =4,45), Sikap (p value = 0,024 ; OR =2,9) dan peran petugas kesehatan (p value = 0,016 ; OR =3,17) Dari hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap dan peran petugas kesehatan berhubungan dengan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk aedes aegypti. Diharapkan peran masyarakat, dengan didukung oleh keterlibatan Dinas kesehatan, Puskesmas, tokoh masyarakat, dan lintas sektor sangat menunjang keberhasilan program pemberantasan sarang nyamuk aedes aegypti. Abstract (EN): Eradication of mosquito breeding aedes aegypti effective and efficient through 3M plus, which drain the tub, close the water tanks and burying the used goods and sowing abate powder in water reservoirs or get rid of junk that allows used as a breeding and breeding larvae of Aedes aegypti. Based Data Bukittinggi Office show that in 2014 in District Mandiangin occur as many as 154 cases of dengue fever (IR = 68.5) cases. This study aims to determine Knowledge Relations Officer With Attitude And The Role Activity Aedes aegypti mosquito nest eradication In Campago Ipuh Village Puskesmas Mandiangin Koto Selayan 2015. This type of research is a descriptive cross-sectional study with a population of 1,533 people and obtained a sample of 93 respondents. This research was conducted in village Puskesmas Campago Ipuh Mandiangin Koto Selayan in september 2015. The data obtained in this study were analyzed using statistical formulas Chi-square test and the determination of the Odds Ratio (OR). Univariate analysis results obtained PSN aedes aegypti is not good (59.1%). low knowledge (52.7%), negative attitude (54.8%) and the role of good officers (54.8%). Bivariate results showed that significant factors are: knowledge (p value = 0.001; OR = 4.45), attitude (p value = 0.024; OR = 2.9) and the role of health workers (p value = 0.016; OR = 3.17). From the results of research and discussion, it can be concluded that the knowledge, attitude and role of health workers related activities Aedes aegypti mosquito nest eradication. The expected role of the community, supported by the involvement of the Department of Health, health centers, community leaders, and cross-sector really support the program's success aedes aegypti mosquito eradication.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan sikap ibu, dukungan sumai peran petugas kesehatan dengan pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan di wilayah kerja puskesmas tanjung paku kota solok tahun 2015
Hubungan sikap ibu, dukungan sumai peran petugas kesehatan dengan pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan di wilayah kerja puskesmas tanjung paku kota solok tahun 2015

Welly Femelia, Dwi Rathya Atika, Delfamawati · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Susu formula adalah susu yang telah dimodifikasi sedemikian rupa agar dapat memberikan zat gizi bagi bayi. Banyaknya ibu yang memberi susu formula dan berpengaruh besar tingginya 23,5 kali yang diberi susu formula. Setiap tahun 1-1,5 juta bayi di dunia meninggal karena tidak diberi ASI kepada bayinya. Tujuan penelitian ini Mengetahui hubungan sikap ibu, dukungan suami, dan peran petugas kesehatan dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Paku Kota Solok tahun 2015. Penelitian menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional, telah dilaksanakan pada bulan semptember - oktober 2015. Dengan populasi semua ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan diwilayah kerja puskesmas tanjung paku solok yaitu 117 responden. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Pengolahan data dilakukan dengan komputerisasi meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji statistic Chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar 56 (47,1%) ibu yang memberikan susu formula kepada bayinya, 55 (47,0%) bersikap negativ dengan p=0,000 dan OR=0,125, 62 (53,0%) dukungan suami kurang dengan p=0,000 dan OR=0,163, dan 46 (40,6%) dengan peran petugas kesehatan tidak berperan dengan p=0,734 dan OR=1,217 Disimpulkan bahwa sikap ibu antara dukungan suami dan peran petugas kesehatan dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan. Diharapkan Kepala Puskesmas perlu memperhatikan kesehatan dan meningkatkan penyuluhan secara berkala setiap kegiatan Posyandu kepada ibu hamil dan ibu bayi tentang manfaat pemberian ASI Eksklusif. Abstract (EN): Formula milk is milk that has been modified in such a way to provide nutrients for the baby. The number of mothers who gave a major influence on the high of 23.5 times the formula-fed infants. Every year 1-1.5 million babies worldwide die because they do not breast-fed their babies. Knowing the purpose of this study the relationship mother's attitude, the support of her husband, and the role of health workers with formula feeding in infants aged 0-6 months in Puskesmas Tanjung Paku Solok Tahun 2015. This research was conducted in September 2015 by using analytic survey with cross sectional design and the population in this study were all mothers with babies 0-6 months working area health centers nail solok promontory that is 117 respondents. How to sampling by using total sampling. The analysis in this study using univariate and bivariate analysis with chi-square test and with a degree of confidence of 95% (α = 0.05). Results of univariate analysis showed that most of the 56 (47.1%) of mothers in the work area health centers nail headlands give formula, 55 (47.0%) negative attitude towards formula feeding, 62 (53.0%) with the support of her husband less good to formula feeding, and 46 (40.6%) with the role of health workers do not contribute about formula feeding. Results of bivariate analysis showed that there is a significant relationship between the attitude of the mother, the husband support the value of P and OR respectively are p = 0.000 and OR = 2,195 ; p = 0.000 and OR = 2,661, and the absence of a relationship only between the role of health workers with formula feeding with p = 0.734 and OR = 0,163. From the results of this study concluded that the mother's attitude is most associated with formula feeding. Expected Head of Puskesmas need to pay attention to health and improve education on a regular basis every Posyandu activities to pregnant women and mothers of infants on the benefits of exclusive breastfeeding and the expected officers KIA health centers to provide counseling to the midwife BPS in order to teach the mother to give only breast milk until the age of 6 months old baby.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Status Gizi, Psikis dan Masa Kerja dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Bagian Pengisian Bahan Bakar di SPBU Bukittinggi Tahun 2016
Hubungan Status Gizi, Psikis dan Masa Kerja dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Bagian Pengisian Bahan Bakar di SPBU Bukittinggi Tahun 2016

Sukarsi Rusti, Rudjito, Galuh Pratama · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Data dari World Health Organization (WHO), saat ini kecelakaan transportasi di dunia mencapai 1,5 juta korban meninggal dan 35 juta korban cacat akibat kecelakaan lalu lintas/tahun yang disebabkan oleh kelelahan kerja. Berdasarkan survei awal di SPBU Bukittinggi , dari 14 karyawan, 10 orang mengalami kelelahan kerja dan 4 lagi tidak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi dan hubungan status gizi, psikis dan masa kerja dengan kelelahan kerja di SPBU Bukittinggi Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan crosssectional. Untuk mengetahui hubungan status gizi, psikis dan masa kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan bagian pengisian bahan bakar di SPBU Bukittinggi Tahun 2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan cara total population. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan pembagian kuesioner kepada responden. Data diolah secara univariat dan bivariat dan dianalisis menggunakan metode statistik chi square. Dari hasil analisis terhadap 66 karyawan, 36 orang (54,5%) mengalami kelelahan kerja tinggi, 39 orang (59,1%) memiliki gizi kurang, 56 orang (84,2%) memiliki kondisi psikis tidak baik dan 41 orang (62,1%) menyatakan masa kerja lama. Dari uji statistik status gizi dengan kelelahan kerja didapatkan p value = 0.034 (v ≤ 0,05) dan Odds ratio = 3,400. Dari uji statistik psikis dengan kelelahan kerja didapatkan p value = 0,042 (v ≤ 0,05) dan Odds ratio = 6,182. Dan dari uji statistik masa kerja dengan kelelahan kerja didapatkan p value = 0,035 (v ≤ 0,05) dan Odds ratio = 3,429. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu 39 orang (59,1%) mengalami gizi kurang, 56 orang (84,8%) memiliki kondisi psikis tidak baik dan 41 orang (62,1%) menyatakan masa kerja lama. Diharapkan pihak SPBU memperhatikan kesehatan dan keselamatan pekerja, asupan gizi pekerja, kondisi lingkungan kerja yang kondusif dan nyaman dan kalau perlu menambah Sumber Daya Manusia. Abstract (EN): From the data World Health Organization (WHO), currently transport accidentin the world reached 1,5 million deaths and 35 million disability victims due to traffic accident/year caused by fatigue. Based on the preliminary survey at the pump Bukittinggi, of the 14 employees, 10 people experiencing job burnot and 4 are not. The purpose of this study to determine and correlation of nutritional status, psychological and tenure with job burnout in pump Bukittinggi year 2016. This study uses analytic method with cross-sectional approach. To determine the relationship of nutritional status, psyhcological and tenure with fatigue on the part of employees refueling in pump Bukittinggi year 2016. The sampling technique used by total population. The data obtained through observation, interviews and dirtribution of questionnaires to respondents. Data is processed using univariate and bivariate and analyzed using chi square statistic. From the analysis of the 66 employees, 36 people (54,5%) had high job burnout, 39 people (59,1%) have less nutrition, 56 people (84,2%) had a mental condition was not good and 41 people (62,1%) stated a long working life. From statistical test nutritional status and job burnout obtained p value = 0,034 and Odds Ratio = 3,400. From statistical test psychological and job burnout obtained p value = 0,042 and Odds Ratio = 6,182. From statistical test period of employment and job burnout obtained p value = 0,035 and Odds Ratio = 3,429. The conclusions of this analysis, 39 people (59.1%) experiencing malnutrition, 56 people (84.8%) have a mental condition was not good and 41peole (62.1%) stated a long working life. It is expected that gas pay attention to the health and safety of workers, nutritional intake worker, working conditions are conducive and comfortable and if you need to add Human Resources.

Skripsi 2017
Detail
Cover Kualitas Minuman Jajanan Keliling Es Dawet di Kota Bukittinggi yang Ditinjau Dari Kandungan Escherichia Coli dan Hygiene Sanitasi Tahun 2016
Kualitas Minuman Jajanan Keliling Es Dawet di Kota Bukittinggi yang Ditinjau Dari Kandungan Escherichia Coli dan Hygiene Sanitasi Tahun 2016

Billy Harnaldo Putra, Harisnal, Elisa Wahyu Utami · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Minuman es dawet merupakan salah satu jenis minuman jajanan keliling yang saat ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat luas. Es dawet dijual berkeliling dengan menggunakan gerobak dorong yangmana hal ini dianggap rentan terhadap kontaminasi dari lingkungan sekitarnya. Proses pengolahan dan penyajian yang tidak saniter sangat berdampak membuat minuman tercemar bakteri Echerichia Coil (E. Coli). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hygiene sanitasi dan kandungan bakteri E. Coli pada minuman es dawet yang dijual oleh produsen di kota Bukittinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, sederhana, yaitu untuk mengetahui gambaran sanitasi pengolahan dan penyajian minuman jajanan keliling es dawet melalui observasi terhadap produsen minuman tersebut dan pengujian kandungan E. Coli melalui uji pendugaan menggunakan media Lactose Broth (LB) terhadap minuman es dawet sebelum penjualan (0 jam) dan selama penjualan (3 jam) yang dijual pada bulan agustus tahun 2016 di kota Bukittinggi. Hasil observasi hygiene sanitasi pada penelitian ini didapatkan bahwa pengolahan dan penyajian minuman es dawet yang dijual di kota Bukittinggi tidak sesuai dengan syarat kesehatan yang diatur dalam Kepmenkes RI No. 942/Menkes/SK/VII/2003 tentang pedoman persyaratan hygiene sanitasi makanan jajanan. Dari hasil uji pendugaan kandungan E.Coli didapatkan bahwa semua sampel positif mengandung bakteri E. Coli. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah bahwa minuman jajanan keliling di Bukittinggi khususnya es dawet rentan terhadap kontaminasi lingkungan (hygiene sanitasi buruk) dan terbukti positif E. Coli untuk semua sampel penelitian. Hal ini karena secara keseluruhan para produsen tidak menerapkan prinsip hygiene sanitasi yang benar. Disarankan kepada para produsen dalam melakukan proses pengolahan minuman es dawet lebih memperhatikan lagi sanitasinya. Abstract (EN): Dawet is one kind of drink consumed now by the public. It’s very easy to get it on side of street and an the carts. Ice dawet sold around by using a wheelbarrow to which it it is considered vulnerable to contamination from the surrounding environment . Processing and presentation were not sanitary greatly impact made Echerichia Coil drinks contaminated with bacteria ( E. Coli ) . This study aims to determine hygiene sanitation and content of E. Coli bacteria in dawet drinks sold by the manufacturer in Bukittinggi city. Methode descriptive used to perceive as describe,which is to know the description of sanitary processing and presentation of the drinks snacks around the ice dawet through observation of the beverage manufacturers and testing the content of E. Coli via guess using the test media Lactose Broth ( LB ) against the iced drinks dawet before sales ( 0 hours ) and for sale ( 3 hours ) were sold in August 2016 in Bukittinggi city. . The results of sanitary hygiene observation in this study found that processing and presentation dawet iced drinks sold in Bukittinggi town does not comply with health requirements set out in Kepmenkes No. 942 / Menkes / SK / VII / 2003 on guidelines for street food sanitation hygiene requirements . From the test results showed that E. coli content estimation of all of the samples tested positive for E. coli. The conclusion from this research is that the drinks itinerant hawker ice dawet Bukittinggi particularly susceptible to environmental contamination ( poor sanitation hygiene ) and tested positive for E. Coli for all the research sample . This is because on the whole the producers did not apply the correct principles of hygiene sanitation . Suggested to the producers in processing iced drinks dawet more attention to sanitation .

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan  Sanitasi Industri pada Usaha Kerupuk Sanjai di Wilayah Kecamatan Mandiangin  Koto Selayan Kota Bukittinggi Tahun 2016
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Sanitasi Industri pada Usaha Kerupuk Sanjai di Wilayah Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi Tahun 2016

Nita Tri Putri, Welly Femelia, M. Ragil Haris Munandar · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Sanitasi adalah salah satu usaha pencegahan yang menitikberatkan kegiatan dan tindakan yang perlu untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat menganggu atau merusak kesehatan. Berdasarkan data yang dirilis oleh sekretariat Sanitasi Total Berbasis Masyarakat hingga 2015 sebanyak 62 juta atau 53% penduduk perdesaan masih belum memiliki akses terhadap sanitasi yang layak. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan sanitasi industri pada usaha kerupuk sanjai. Jenis penelitian ini adalah kantitatif dengan menggunakan desain cross sectional yang dilakukan di wilayah Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi. Sampel penelitian sebanyak 35 responden, pengambilan sampel menggunakan total sampling dan pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan statistic chi-square test. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 51.4% responden memiliki industri dengan sanitasi yang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan sanitasi industri adalah personal higiene (p=0.010) dan lingkungan kerja (p=0.004). Dapat disimpulkan bahwa, terdapat hubungan yang bermakna antara personal higiene dan lingkungan kerja dengan sanitasi industri pada usaha kerupuk sanjai di Wilayah Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi. Diharapkan bagi pemilik dan pekerja industri sanjai mengevaluasi lagi pekerjaan yang telah dilakukan khususnya dibagian produksi mengenai higiene dan sanitasi, agar kebersihan diri dan tempat bekerja menjadi lebih bersih. Abstract (EN): Sanitation is one effort prevention who emphasises activities and action to be to free food and drink from all danger that can disrupt or destructive of health. Based on the data released by the secretariat sanitation total community based until 2015 about 62 million or 53 % the rural still do not have access to sanitation decent. The purpose of this research is to see factors that deals with sanitation industry at a venture crackers sanjai. The purpose of this research is to see factors that deals with sanitation industry at a venture crackers sanjai. Type of this research is quantitative by using design cross sectional done in the sub-district the Mandiangin Koto Selayan city of Bukittinggi. The study sample of respondents as many 35, the sample collection using total of sampling and data processing using analysis univariat and bivariat with statistic chi-square test . This research result indicates about 51.4 % respondents own industrial companies and sanitation good.The analysis bivariat shows that variable are associated with industry is sanitation personal higiene (p=0.010) and workplace (p= 0.004). Can be concluded that, there is that meaningful relationship between personal higiene and environmental sanitation work with industry on crackers sanjai businesses in the region of theMandiangin Koto Selayan sub-district city of Bukittinggi. Expected for owners and industrial workers again sanjai evaluate the work that has been done to your production particularly regarding higiene and sanitation, self to cleanliness and place of work become more clean.

Skripsi 2017
Detail
Cover Evaluasi Pelaksanaan Program Penanggulangan Penyakit Tidak Menular  Di Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Tahun 2016
Evaluasi Pelaksanaan Program Penanggulangan Penyakit Tidak Menular Di Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Tahun 2016

Rini Santy, Nurhayati, Maria Ulva · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Dampak dari Penyaki Tidak Menular dan resikonya selalu berpengaruh pada ketahanan hidup manusia dan penurunan produktifitas tenaga kerja juga menambah beban pelayanan kesehatan.Pengendalian Penyakit Tidak Menular bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular.Dengan pendekatan pencegahan faktor resiko Penyakit Tidak Menular dan pengendalian faktor resiko dapat menurunkan insiden, prevalensi, komplikasi, kecacatan dan kematian.Pelaksanaan Penyakit Tidak Menular di Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan bagi Dinas Kesehatan yang berperan dalam pengendalian faktor resiko terintegrasi Penyakit Tidak Menular. Tujuan dari penelitian ini mengetahui evaluasi Pelaksanaan Program Penyakit Tidak Menular di Kabuapten Agam tahun 2015. Desain penelitian ini secara kualitatif dengan cara melihat study kasus yang meliputi dari data input, proses, output. Penelitian ini dilakukan di Dinas Kesehatan Kabuapaten Agampada bulan Agustus 2016. Cara pengumpulan data diperoleh dengan wawancara mendalam pada 6 orang informan,. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanana Penyakit Tidak Menular di Kabupaten Agam belum sesuai dengan harapan ataupun ketentuan yang diberikan oleh pemerintah pusat.Dilihat dari segi Input (Dana, Tenaga, Sarana dan prasarana) yang ada di Dinas Kesehatan Kabuapaten Agam belum tersedia secara maksimal. Berdasarkan hasil penelitian disarankan Dinas Kesehatan Kabuapten Agam merencanakan atau membuat sebuah anggaran dan kebijakan yang secara khusus menangani masalah PTM ini, sehingga pelaksanaan program ini dapat berjalan secara maksimal guna terciptanya masyarakat indonesia yang sehat dan berkualitas. Abstract (EN): The impact of non-communicable illnesses disease not contagious and risks always affect human survival and a decrease in labor productivity also adds to the burden of health care. Disease not contagious control aims to reduce morbidity and mortality caused by disease not contagious. With the approach of the prevention and control of risk factors for non-communicable disease risk factors can reduce the incidence, prevalence, complications, disability and death. Implementation of disease not contagious in health centers as the spearhead of health services for the Department of Health that play a role in the control of risk factors integrated disease not contagious. The purpose of this study to know the evaluation of program implementation disease not contagious in District Agam 2015. The study design was qualitatively by looking at case studieswhich include data input, process, output. This research was conducted in health centers and the Department of Health District Agam in August 2016. Data collection was obtained with in-depth interview on the informant 6. Results showed that implementationdisease not contagiousin Agam has not been in line with expectations or conditions provided by the central government. In terms of input (Dana, Power, Facility) in District Agam has not been provided to the maximum, the program budget is still minimal, but there is no policy that is the area that supports implementation. Based on the research results suggested the Health ServiceDistrict Agam planning or making a budget and policies that specifically address the issue this PTM, so that the implementation of this program can be run optimally to create an Indonesian society that is healthy and quality.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok di Dalam Rumah Di Jorong Lasi Mudo Nagari Lasi Kecamatan Canduang Kabupaten Agam Tahun 2016
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok di Dalam Rumah Di Jorong Lasi Mudo Nagari Lasi Kecamatan Canduang Kabupaten Agam Tahun 2016

Yelmi Reni Putri, Muhammad Idris, Rujidto · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Perilaku merokok merupakan salah satu kebiasan yang sering dilakukan didalam sebuah keluarga, baik itu dilakukan oleh kepala keluarga atau anggota keluarga lainnya yang berdampak negatif bagi anggota keluarga khususnya balita. Rokok menyebabkan lebih dari 80% laki-laki dan hampir 50% perempuan meninggal karena kanker paru-paru. Di Jorong Lasi Mudo Nagari lasi rata-rata penduduknya berperilaku merokok yaitu sebanyak 74,6% yang berperilaku merokok, hal ini menunjukan bahwa perilaku merokok terbilang tinggi di Jorong Lasi Mudo. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan motivasi, faktor psikologis, dan peran petugas kesehatan terhadap perilaku merokok di dalam rumah di Jorong Lasi Mudo Nagari Lasi Kecamatan Canduang Kabupaten Agam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2016 dengan populasi sebanayak 686 KK di jorong Lasi Mudo Nagari Lasi dengan sampel 88 KK, penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study yang diambil dengan simple random sampling dengan menggunakan kuisioner. Hasil yang didapatkan adalah jumlah responden yang merokok dalam rumah 59,1%, mayoritas faktor psikologis responden untuk merokok masih negatif (64,8%), responden dengan motivasi rendah 53,4%, dan sejumlah 53,4%. Responden menjawab peran petugas yang berperan. Analisa bivariat ditemukan ada hubungan bermakna antara motivasi, faktor psikologis dan peran petugas kesehatan terhadap perilaku merokok didalam rumah (nilai p=0.003, OR=4.118; p = 0.008, OR = 3.725; p = 0.002, OR = 4.800). Kesimpulan, dari ketiga variable independent peranan petugas sangat erat hubungannya dengan perilaku merokok didalam rumah. Peneliti menyarankan agar tenaga kesehatan dapat menjadi model perilaku tentang merokok bagi masyarakat. Abstract (EN): Smoking is one habit that is often done within a family, whether it is done by the head of the family or other family the negative impact on family members, especially toddlers. Smoking causes more than 80% of men and nearly 50% of women died from lung cancer. in the village Lasi mudo have moved an average population behaves smoke as many as 74.6% were behaving smoke, this shows that smoking behavior is high in village Lasi Mudo. The purpose of this study was to determine the relationship between motivation, psychological factors, and the role of health workers to the smoking behavior in the house in Lasi Mudo District of Canduang Agam. This research was conducted in September 2016 with a population of 686 households in village Lasi Mudo with a sample of 88 families by using descriptive analytic design with cross sectional approach taken by simple random sampling using questionnaires. The results obtained are the number of respondents who smoke daam home 59.1%, the majority of respondents psychological factors for smoking is still negative (64.8%), respondents with low motivation 53.4%, and the amount of 53.4%. Respondents answered the officer's role of appointed. Bivariate analysis found no significant correlation between motivation, psychological factors and the role of health workers to the smoking behavior in the home (p = 0.003, OR = 4,118; p = 0.008, OR = 3,725; p = 0.002, OR = 4,800). In conclusion, the three independent variables officer role is closely related to smoking behavior in the house. Researchers suggest that health professionals can be a model of the behavior of smoking to society.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor – Faktor yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Bengkel Las di Kecamatan Pauh Kota Padang Tahun 2016
Faktor – Faktor yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Bengkel Las di Kecamatan Pauh Kota Padang Tahun 2016

Rini Santy, Fitria Fatma, Angga Restu Ananda · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Alat Pelindung Diri (APD) merupakan kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja dari potensi bahaya atau kecelakaan kerja. Besarnya manfaat penggunaan APD pada saat bekerja tidak menjamin semua pekerjaakan memakainya karenamasih banyak pekerja tidak menggunakan APD saat bekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada bengkel las di Kecamatan Pauh Kota Padang Tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif analitikdengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana pengumpulan variabel independen dan dependen dilakukan secara bersamaan.Teknik pengambilan sampel menggunakancara total sampling. Jumlah sampel sama dengan populasi yakni 43 orang. Penelitian dilakukan bulan juni 2016 pada bengkel las di Kecamatan Pauh Kota Padang.Data yang terkumpul dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji ChiSquare. Hasil penelitian didapatkan 58,1% pekerja tidak menggunakan APD, 51,2% pekerja memiliki pengetahuan tinggi, 53,5% pekerja menyatakan tidak tersedianya APD dan 51,2% pekerja menyatakan tidak adanya pengawasan terhadap penggunaan APD.Berdasarkan analisis bivariat terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan penggunaan APD (pvalue 0,001 ≤ 0,05), Ketersediaan APD dengan penggunaan APD (pvalue 0,001 ≤ 0,05), pengawasan dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) (pvalue 0,001 ≤ 0,05). Saran dalam penelitian ini terhadap bengkel las diharapkan lebih meningkatkan pengetahuan pekerja tentang APD, bahaya dan resiko pengelasan.Menyediakan APD lengkap bagi pekerja. Perlunya peningkatan pengawasan secara continue dan memberikan rewardmaupun punishment pada pekerja serta pemilik diharapkan lebih berkomitmen dalamhal keselamatan dan keselamatan kerjaditempatusahanya agar keselamatandankesehatanpekerjanyaterjamin. Abstract (EN): Personal Protective Equipment (PPE) is the completeness must be used when working in accordance hazards and risks of working to maintain the safety of workers of potential hazards or accidents.The magnitude of the benefits of the use of PPE at work does not guarantee all workers would wear because many workers do not use PPE when working.The purpose of this study was to determine the factors - factors related to the use of Personal Protective Equipment (PPE) in welding workshop in the district of padang pauh 2016. This research is descriptive analytic using cross sectional approach where the collection of independent and dependent variables done simultaneously. The sampling technique using total sampling.The number of samples is equal to the population that is 43 people. The study was conducted in June 2016 on a welding workshop in the district of Padang Pauh. The data were analyzed using univariate and bivariate with Chi-Square test. The result showed 58.1% of workers do not use PPE, 51.2% of workers have a high knowledge, 53.5% of workers stated unavailability of PPE and 51.2% of workers stated lack of oversight of the use of PPE.Based on bivariate analysis there is a significant relationship between knowledge and use of PPE (0,001 pvalue ≤ 0.05), availability of PPE with the use of PPE (0,001 pvalue ≤ 0.05), supervision with the use of Personal Protective Equipment (PPE) (0,001 pvalue ≤ 0.05 ). Suggestions in this study to the welding shop is expected to further increase the knowledge of workers about PPE, the hazards and risks of welding. Provides complete PPE for workers.Need for increased supervision continue and give a reward or punishment on the workers and the owners are expected to be more committed in terms of safety and safety at the place of business in order to secure the safety and health of its workers.

Skripsi 2017
Detail