Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Hubungan Kenyamanan, Pengawasan Dan Motivasi Terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Pekerja Di PT. Lembah Karet Padang Tahun 2015.
Hubungan Kenyamanan, Pengawasan Dan Motivasi Terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Pekerja Di PT. Lembah Karet Padang Tahun 2015.

Cici Apriza Yanti, Misrawati Ishak, Mira Karmila · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Alat Pelindung Diri (APD) adalah alat yang memiliki kemampuan untuk melindungi seseorang dalam dalam pekerjaan yang fungsinya untuk mengatasi tubuh tenaga kerja dari bahaya ditempat kerja. Menurut data kasus PT. Lembah Karet Pada tahun 2010 sampai 2014 kecelakaan kerja yang terjadi dengan jumlah kasus tahun 2010 sebanyak 18 kasus, tahun 2011 sebanyak 18 kasus, tahun 2012 sebanyak 11 kasus, tahun 2013 sebanyak 10 kasus, tahun 2014 sebanyak 9 kasus dan terdapat 2 kasus kecelakaan kerja tahun 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan Kenyamanan, Pengawasan Dan Motivasi Terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Pekerja Di PT. Lembah Karet Padang Tahun 2015. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus tahun 2015 dengan menggunakan desain cross sectional dan populasi dalam penelitian ini adalah semua pekerja yang ada di PT. Lembah Karet Padang yaitu 308 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan metode simple random sampling. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square dan dengan derajat kepercayaan 95%(α=0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 85% yang tidak menggunakan APD, 50% responden yang tidak nyaman menggunakan APD,50% responden yang menyatakan tidak ada pengawasan, 44% reponden bermotivasi rendah. Terdapat hubungan signifikan antara Kenyamanan p=0,025 dan OR=4.947, Pengawasan p=0,005 dan OR=8.432 dengan penggunaan APD, sedangkan motivasi p=0.052 dan OR=4.132 tidak mempunyai hubungan dengan penggunaan APD. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kenyamanan dan pengawasan dengan penggunaan APD pada pekerja di PT. Lembah Karet Padang Tahun 2015, sedangkan motivasi tidak mempunyai hubungan bermakna dengan penggunaan APD pada pekerja. Disarankan kepada perusahaan agar menyediakan APD yang sesuai dengan potensi bahaya yang ada dan lebih meningkatkan pengawasan internal perusahaan untuk mengawasi dan mengingatkan pekerja untuk selalu menggunakan APD pada saat bekerja. Abstract (EN): Personal Protective Equipment ( PPE ) is a tool that has the ability to protect the person in the job function is to overcome the labor body of the dangers in the workplace. Based on the data of cases in Lembah Karet Ltd in 2010 until 2014, there are 18 cases of work accident happened in 2010, also 18 cases in 2011, 11 cases in 2012, 10 cases in 2013, 9 cases in 2014 and 2 cases in 2015. The aim of this research is to identify the relation of surveillance, comfort and motivation in using personal protection equipments for workers of Lembah Karet Ltd in Padang 2015. The research has been done in August 2015. The design used in this research is cross-sectional. The population of this research is all the workers of lembah karet Ltd 308 workers. The amount of simple for this research is 100 respondents. The sample are taken by using simple random sampling. The research uses univariate and bivariate analysis and Chi-Square statistic test with 95 degree of confidence level. The result of the research shows that 85 percents of 100 respondents did not use personal protection equipments, 50 percents of them are not comfortable to use them, 50 percents of respondents states that there are no surveillance, 44 percents respondents has low motivation. There is a significant relation between the comfort p=0.025 and OR=4.947, the surveillance p=0.005 and OR=8.432 with the using of personal protection equipments, for the motivation p=0.052 and OR=4.132 is not related with the using of personal protection equipments. It can be concluded that there is a meaningful relation between surveillance, comfort and motivation in using personal protectionequipments for workers of Lembah Karet Ltd in 2015, meanwhile motivation does not have meaningful relation with the use of personal protection equipments for workers. The company is suggested to control and remind the workers to use the personal protection equipments when they are working.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Penggunaan APD Pelaksanaan SOP dan Faktor Lingkungan Kerja Fisik dengan Terjadinya Kecelakaan Kerja Pada Pekerja di PT Lembah Karet Tahun 2015
Hubungan Penggunaan APD Pelaksanaan SOP dan Faktor Lingkungan Kerja Fisik dengan Terjadinya Kecelakaan Kerja Pada Pekerja di PT Lembah Karet Tahun 2015

Cici Apriza Yanti, Vina Novela, Nidia Pratika · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Menurut data kasus PT. Lembah Karet Pada tahun 2009 sampai 2014 kecelakaan kerja yang terjadi dengan jumlah kasus tahun 2009 sebanyak 17 kasus ,tahun 2010 sebanyak 18 kasus,tahun 2011 sebanyak 18 kasus, tahun 2012 sebanyak 11 kasus,tahun 2013 sebanyak 10 kasus, tahun 2014 sebanyak 9 kasus kecelakaan kerja dan terdapat 2 kasus kecelakaan kerja tahun 2015.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Penggunaan APD Pelaksanaan SOP dan Faktor Lingkungan Kerja Fisik dengan Terjadinya Kecelakaan Kerja pada Pekerja di PT. Lembah Karet Padang Tahun 2015. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2015 dengan menggunakan desain cross sectional dan populasi dalam penelitian ini adalah semua pekerja yang ada di PT. Lembah Karet Padang yaitu 308 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan metode simple random sampling. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square dan dengan derajat kepercayaan 95%(α= 0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 responden terdapat 54% yang pernah mengalami kecelakaan kerja, penggunaan APD yang tidak baik 60% pelaksanaan SOP di perusahaan ini secara umum sudah terlaksana yaitu 50% sudah melaksanakan SOP, faktor lingkungan kerja fisik untuk kebisingan yang berada diatas NAB (89%)faktor lingkungan kerja fisik untuk pencahayaan yang berada diatas NAB (49%) faktor lingkungan kerja fisik untuk suhu yang berada diatas NAB (46%). Penggunaan APD dengan p value 0.000 dan OR 0.121. Pelaksanaan SOP p value 1.000 dan OR 1.000 faktor lingkungan kerja fisik (kebisingan) p value 0.101 dan OR 0.227, faktor lingkungan kerja fisik ( pencahayaan) dengan p value 0.828 dan OR 1.091, faktor lingkungan kerja fisik ( suhu ) dengan p value 0.949 dan OR 1.026. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara penggunaan APD dengan terjadinya kecelakaan kerja pada pekerja di PT Lembah Karet Padang Tahun 2015. Disarankan kepada pengawas internal perusahaan untuk mengawasi dan mengingatkan pekeja untuk selalu menggunakan APD yang sesuai dan selalu bekerja dengan prosedur yang sesuai. Abstract (EN): According to the case data of Lembah Karet Ltd from 2009-2014, there were 17 cases of workplace accident in 2009, 18 cases in 2010, 18 cases in 2011, 11 cases in 2012, 10 cases in 2013, 9 cases in 2014 and 2 cases in 2015. The purpose of this research is to determine the relationship among the use of Personal Protective Equipment (PPE), the implementation of SOP, physical environment factors and workplace accident in Lembah Karet Ltd Padang in 2015. This Research was conducted in August 2015 by using cross sectional design. The population of the research was all workers of Lembah Karet Ltd Padang (308 workers). The sample was 100 respondents. The sample was taken by using simple random sampling method. Univariat and bivariat with chi-square statistic test and level confidence 95% (α=0.05) were used as the analysis in this research. The result showed that there was 54% of 100 respondents got injured, inappropriate use of PPE was 60%, 50% of workers had implemented the SOP, physical work environment factors for noise was above the NAB (89%), physical work environment factors for lighting was above the NAB (49%), physical work environment factors for temperature was above the NAB (46%). The use of PPE with p value 0.000 and OR 0.121. The implementation of SOP p value 1.000 and OR 1.000, physical work environment factors (noise) p value 0.101 and OR 0.227, physical work environment factors (lighting) with p value 0.828 and OR 1.091, physical work environment factors (temperature) with p value 0.949 and OR 1.026. The result can be concluded as there was a significant relationship between the use of PPE and workplace accident that occurred in Lembah Karet Ltd Padang in 2015. The company’s internal supervisor is suggested to watch over and remind the workers to always use the appropriate PPE and work based on the procedure.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Aplikasi Penggunaan Pestisida Dengan Gejala Fisik Keracunan Pestisida Pada Petani Di Kelurahan Ganting Kota Padang Panjang Tahun 2015
Hubungan Aplikasi Penggunaan Pestisida Dengan Gejala Fisik Keracunan Pestisida Pada Petani Di Kelurahan Ganting Kota Padang Panjang Tahun 2015

Cici Apriza Yanti, Maisyarah, Harizky Wisya · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pengaplikasian pestisida yaitu mulai dari pencampuran pestisida sampai pada pengelolaan wada pestisida. Laporan Puskesmas Pembantu tahun 2014 menyatakan bahwa 9 petani mengalami mata perih, 3 orang mengalami muntah dan diare, serta 2 orang sesak napas. Petani melakukan pengaplikasian pestisida kurang bijaksana, sehingga menimbulkan gejala fisik keracunan seperti merasa mual, sakit kepala, penglihatan kabur, dan mata perih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Aplikasi Penggunaan Pestisida dengan Gejala Fisik Keracunan Pestisida Pada Petani di Kelurahan Ganting Kota Padang Panjang Tahun 2015. Penelitian ini bersifat Analitik dengan rancangan Cross Sectional dengan jumlah sampel 75 Petani, dengan uji Univariat dan Bivariat dengan uji chisquare. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 September sampai dengan 6 Oktober 2015. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa petani yang pencampuran tidak sesuai SOP sebanyak 64 (85.3%), melakukan penyemprotan tidak sesuai SOP sebanyak 49 (65.3%), tempat penyimpanan pestisida yang beresiko sebanyak 39 (52.0%), mengelola wadah pestisida yang kurang baik sebanyak 43 (57.3%), mengalami gejala fisik keracunan pestisida sebanyak 42 (56.0%) dan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pencampuran pestisida dengan gejala fisik keracunan pestisida (p=0.001 dan or=17.826), ada hubungan yang bermakna antara penyemprotan pestisida dengan gejala fisik keracunan pestisida (p=0.000 dan or=12.950), ada hubungan yang bermakna antara penyimpanan pestisida dengan gejala fisik keracunan pestisida (p=0.016 dan or=3.150), ada hubungan yang bermakna antara mengelola wadah pestisida dengan gejala fisik keracunan pestisida (p=0.021 dan or=3.027). Penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pencampuran pestisida dengan gejala fisik keracunan pestisida, penyemprotan pestisida dengan gejala fisik keracunan pestisida, penyimpanan pestisida dengan gejala fisik keracunan pestisida dan mengelola wadah pestisida dengan gejala fisik keracunan pestisida. Untuk itu disarankan kepada petugas penyuluh, dan instansi terkait agar dapat memberikan informasi dan pengawasan terhadap petani yang mengaplikasi pestisida. Abstract (EN): Pesticide application that is begin of pesticide mixes until to pesticide container management. The public health center in 2014 report that 9 farmers got smart eyes, 3 people got vomit and diarrhea, and 2 people got short winded. The farmer do pesticide application wirelles, so that emergence poisoned physical symptoms such as: vomit, headache, hazy and smart eyes. The purpose of this research is ti know the relation between the use of pesticide application with physical sympthoms of pesticide poisoned to farmer in Ganting Political District Administered Padang Panjang City 2015. This research has analitic characteristic by design cross sectional with number of sample 75 farmers, by univariat and bivariat test with chi-square test. This research was done on 28th September until 6th Oktober 2015. Based on the result of research is gotten that the farmer who unsuitable mixed by SOP for 64 (85.3%), unsuitable sprayed by SOP for 49 (65.3%), the pesticide container that risk for 39 (52.0%), to manage pesticide container which isn’t good for 43 (57.3%), got physical symptoms of pesticide poisoned for 42 (56.0%), and so there is a significant relation between the pesticide mixed with pysical symptoms of pesticide poisoned (p=0.001 and or=17,826), there is a significant relation between the pesticide sprayed with pysical symptoms of pesticide poisoned (p=0.000 and or=12,950), there is significant relation between pesticide storage with physical symptoms of pesticide poisoned (p=0.016 and or=3.150), there is significant relation between pesticide container management with physical symptoms of pesticide poisoned (p=0.021 and or=3,027). This research concludes that there is a significant relation among pesticide mixed, pesticide sprayed, pesticide storage, and pesticide container management with physical symptoms of pesticide poisoned. For that suggested for the officer and others instance related in order to give information and supervise the farmer who applicate the pesticide.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Karies pada Siswa SD Kelas 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Guci Kecamatan 2x11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2015
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Karies pada Siswa SD Kelas 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Guci Kecamatan 2x11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2015

Cici Apriza Yanti, Nurmalisa, Delfatmawati · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Karies gigi merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi, yaitu email, dentin dan sementum, yang disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dalam suatu karbohidrat yang dapat diragikan. Berdasarkan hasil penjaringan kesehatan 70% peserta didik siswa SD kelas 2 di wilayah kerja Puskesmas Kampung Guci Kecamatan 2x11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman menderita karies gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada siswa SD kelas 2 di wilayah kerja Puskesmas Kampung Guci Tahun 2015. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September Tahun 2015 dengan menggunakan desain cross sectional dan populasi dalam penelitian ini berjumlah 188 orang kelas 2 SD di wilayah Kerja Puskesmas Kampung Guci. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 responden. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan metode proportional random sampling. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistic chissquare dan dengan derajat kepercayaan 95% (α =0,05) Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 66 responden terdapat 62,1% yang menderita karies gigi, cara menyikat yang kurang baik 76,5% dengan p value 0,0005 dan OR 21,125. Periode penggantian sikat gigi yang kurang baik 76,7% dengan p value 0,001 dan OR 6,188. Makanan berserat yang tidak cukup 87,5 dengan p value 0,001 dan OR 7,700. Peran orang tua yang kurang baik 78,8% dengan p value 0,005 dan OR 4,457. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara cara menyikat gigi, makanan berserat, periode penggantian sikat gigi dan peran orang tua dengan kejadian karies gigi pada siswa SD Kelas 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Guci Kecamatan 2x11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2015. Abstract (EN): Dental caries is a dental hard tissue (enamel, dentin, and cementum) disease which is caused by the activities of microorganisms in carbohydrates that can be fermented. Based on the investigation of health cases, 70% of 2nd years of students in Kampung Guci’s community health center’s working area of sub-district 2x11 Enam Lingkung of Padang Pariaman regency suffered from dental caries. The purpose of this research was to determine the factors related to dental caries cases in 2nd years elemantary school in Kampung Guci’s community health center’s working area. This research was conducted from August-September 2015 by using cross sectional design. The population in this research was 188 students of 2nd years in Guci village’s community health center’s working area. The sample was taken by using proportional random sampling method. Univariat and bivariat analysis with chisquare statistic test and with level confidence 95% (α=0.05) were used as the analysis method in this research. The result of this study showed that 62.1 % of 66 respondents suffered from dental caries, poor tooth brushing technique with p value 0.0005 and OR 21.125. Rare toothbrush replacement period 76.7% with p value 0.001 and OR 6.188. Lack of fibrous food 87.5% with p value 0.001 and OR 7.700. Lack of good role model of parents 78.8% with p value 0.005 and OR 4.457. The result can be concluded as there was a significant relationship among tooth brushing technique, fibrous food, toothbrush replacement period, parents’ role and dental caries cases in 2nd years of students in Kampung Guci’s community health center’s working area of sub-district 2x11 Enam Lingkung, Padang Pariaman regency in 2015.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Kondisi Perumahan Dan Kondisi Fisik Balitaterhadap Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Dareh Nagari IV Koto Pulau Punjung Kabupaten DharmasrayaTahun 2015
Hubungan Kondisi Perumahan Dan Kondisi Fisik Balitaterhadap Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Dareh Nagari IV Koto Pulau Punjung Kabupaten DharmasrayaTahun 2015

Cici Apriza Yanti, Maisyarah, Cici Indah Sari · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Menurut Profil Puskesmas Sungai Dareh Tahun 2015.ISPA menempati urutan pertama dari 10 penyakit terbanyak. Dengan Jumlah kejadian ISPA pada tahun 2014 sebanyak 1.560 kasus (6,60%) di mana ISPA pada Balita sebanyak 177 kasus dari 23.622 jiwa penduduk. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas Sungai Dareh pada bulan September tahun 2015 dengan menggunakan desain cross sectional dan populasi dalam penelitian ini adalah 177 orang balita. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 64 responden. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan metode systematic random sampling. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariatdengan uji statistik chi-square dan dengan derajat kepercayaan 95%(α= 0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 64 responden terdapat 28(43.8 %) responden menderita ISPA, 10 (15.6%)memiliki ventilasi yang baik, 18 (28.1 %)yang memiliki Kepadatan Penghuni yang memenuhi syarat,31 (48.4 % ) yang memiliki balita umur < 2 tahun dan 33 (51.6 %) balita yang memiliki umur >2 tahun,57 (89.1 % )yang memiliki Status Gizi yang Normal,59 (92.2 %)yang memiliki Status Imunisasi yang Lengkap. Hubungan ventilasi dengan kejadian ISPA P value = 0.492,hubungan Kepadatan Penghuni dengan kejadian ISPA P value = 0.000 dan OR = 24.158, hubungan umur dengan kejadian ISPAP value = 0.003 dan OR = 5.682, hubungan Status Gizi dengan Kejadian ISPA P value = 0.391 ,hubungan Status Imunisasi dengan kejadian ISPA P value = 0.265 . Kesimpulan dari penelitian ini Tidak ada hubungan ventilasi dengan kejadian ISPA, Ada hubungan Kepadatan Penghuni dengan kejadian ISPA, Ada hubungan umur dengan kejadian ISPA, Tidak ada hubungan Status Gizi dengan Kejadian ISPA,Tidak ada hubungan Status Imunisasi dengan kejadian ISPA. DisarankanDiharapkan petugas kesehatan dapat memberikanPenyuluhan secara langsung yang mudah di pahami oleh Responden di berbagai tempat seperti di posyandu bayi dan balita dan Puskesmas mengenai penyebab ISPA dan cara penanggulanginya. Abstract (EN): Based on profil of local clinic at sungai dareh in 2015.Acute respiratory Infections occupies the first sequence of the greatest ten diseases.With total occurence of Acute respiratory Infections in 2014 as many as 1.560 cases ( 6,60 %) which consists of 177 cases in children under five of 23.622 inhabitans. This research was conducted in the working area of river health Sungai Dareh sepetember 2015 by using cross sectional design and the population of this research is 177 children under five. Sample of this research amount to 64 respondents. It is taken by using systematic random sampling method.The analysis of this research uses univariat and bivariat analysis with chi-square experiment and the degree of reliance is 95 % ( a=0.05). the result of this research indicates that from 64 respondents.There are 28 (43.8 %) respondents suffer Acute respiratory Infections, 10 ( 15.6%) have good ventilation , 18 (28.1%) who have population density which fulfill the condition, 31(48.4%) who have children five with age < 2 years old and 33 (51.6%) children under five with age >2 years old, 57 (89.1%) who have normal nutrient status , 59 ( 92.2%) who have complete immunization status.The correlation of veltilation with occurence of Acute respiratory Infections p value =0.492.The correlation of Occupant density with occurence of Acute respiratory Infections p value =0.000 dan OR = 24.158.The correlationof age with occurence of Acute respiratory Infections p value= 0.003dan OR = 5.682.The correlation of nutritional status with occurence of Acute respiratory Infectionsp value =0.391.The correlation ofimmunization statuswith occurenceof Acute respiratory Infectionsp value = 0.265. The conclusion of this research are there is no correlation between ventilation and occurence of Acute respiratory Infections,there is corelation betweenpopulation density with occurence of Acute respiratory Infections, there is correlation between age and occurence of ISPA, there is no correlation between nutrient status and occurence of Acute respiratory Infections, there is no correlation betweenimmunization status and occurence of Acute respiratory Infections.It is suggested that the healthy agents can give information which is easy to be understood by the respondents everywhere directly such as clinic for baby and children under five about the cause of Acute respiratory Infections and the way to overcome it.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria Di Wilayah Kerja Puskesmas Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2015
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria Di Wilayah Kerja Puskesmas Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2015

Rudjito, Cory Febrina, Ayu Gustina · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang dari penderita kepada orang sehat melalui gigitan vektor yaitu nyamuk Anopheles. Angka kejadian Malaria di wilayah kerja Puskesmas Tarusan Tahun 2014 tercatat sebanyak 131 kasus yang tersebar di enam nagari. Dari data yang diperoleh diketahui adanya peningkatan kejadian malaria yang signifikan dari Tahun 20122014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2015. Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 100 sampel. Penelitian dilakukan pada wilayah kerja Puskesmas Tarusan pada tanggal 10 Agustus - 5 September 2015. Data penelitian in diperoleh dari data primer, berupa hasil wawancara dan observasi dan data sekunder berupa data penderita malaria Puskesmas Tarusan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan rumus uji statistik Chi-square dan penentuan Odds Ratio (OR). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa faktor-faktor yang bermakna yaitu: tempat perindukan nyamuk (p value=0,00, OR=5,85), penggunaan kelambu (p value=0,036, OR=3,02) dan peran petugas kesehatan (p value=0,005, OR=3,96). Dari hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Tarusan Tahun 2015, yaitu tempat perindukan nyamuk yang signifikan mempengaruhi kejadian malaria. Berdasarkan hasil penelitian saran yang diajukan kepada masyarakat yang berada diwilayah kerja Puskesmas Tarusan agar lebih memperhatikan kebersihan lingkungan. Abstract (EN): Malaria is one of the infectious disease from patients to healthy people through the bite of the Anopheles mosquito vectors ie. The incidence of Malaria in Puskesmas Tarusan in 2013 there were 131 cases in six villages. From the data obtained in mind the increasing incidence of malaria significantly from 20122014. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of malaria in Puskesmas Tarusan South Coastal District 2015. This type of research is analytic with cross sectional sample size in this study of 100 samples. The study was conducted in Puskesmas Tarusan on 10 August - 5 September 2015. Data obtained from studies in primary data, in the form of interviews and observations and secondary data Tarusan malaria health center. The data obtained in this study were analyzed using statistical formulas Chi-square test and the determination of the Odds Ratio (OR). The result showed that the significant factors, namely: breeding places (p value = 0.00, OR = 5.85), the use of mosquito nets (p value = 0.036, OR = 3.02) and the role of health workers (p value = 0.005, OR = 3.96). From the results of research and discussion, it can be concluded that the factors associated with the incidence of malaria in Puskesmas Tarusan 2015, namely breeding places of mosquitoes that significantly affect the incidence of malaria. Based on the results of the study proposed suggestions to the people who are working in the region for more attention to the health center Tarusan environmental hygiene.

Skripsi 2017
Detail
Cover Determinan Yang Berhubungan Dengan Perkembangan Anak Usia 1-3 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Garam Kota Solok Tahun 2015
Determinan Yang Berhubungan Dengan Perkembangan Anak Usia 1-3 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Garam Kota Solok Tahun 2015

Rini Santy, Novita Sari, Vedjia Medhyna · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks termasuk perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya. Berdasarkan hasil penjaringan kesehatan 60% anak mengalami gangguan perkembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan perkembangan anak usia 1-3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tanah Garam Kota Solok Tahun 2015. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September Tahun 2015 dengan menggunakan desain cross sectional study dan populasi dalam penelitian ini berjumlah 654 orang usia 1-3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tanah Garam. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 87 responden. Cara pengambilan sampel menggunakan metode accydental sampling. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistic chi-square dengan derajat kepercayaan 95% (α =0,05) Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 87 responden terdapat 71,3% yang mengalami perkembangan tidak sesuai. Pengetahuan yang rendah 72,4% dengan p value 0,000 dan OR 8,833. Pola asuh yang kurang baik 49,4% dengan p value 0,001 dan OR 6,333. Peran petugas kesehatan yang bersifat pasif 49,4% dengan p value 0,006 dan OR 4,687. Status gizi anak yang tidak normal 28,7% dengan p value 0,869 dan OR 0,803. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu, pola asuh ibu dan peran petugas kesehatan dengan perkembangan anak. Sedangkan untuk status gizi tidak ada hubungan yang bermakna dengan pekembangan anak usia 1-3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tanah Garam Kota Solok Tahun 2015. Diharapkan kepada pihak Puskesmas untuk meningkatkan sosialisasi rutin pada kegiatan Posyandu khususnya tentang perkembangan anak. Abstract (EN): The development is the increasing ability of the structure and function of the body is more complex, including the development of emotional, intellectual and behavior as a result of interaction with the environment. Based on the results of medical netting 60% of children experiencing developmental disorders. The aim of this study is to investigate the determinants associated with the development of children age 1-3 years in Solok 2015. This research was conducted in September 2015 by using a cross sectional study design and the population in this research were 654 children age 1-3 years in Tanah Garam public health centre working area. The samples in this study amounted to 87 respondents. The sampling was taken by using accydental sampling method. The analysis in this study was using univariate and bivariate analysis with chi-square statistic test with level confidence 95% (α=0.05). The result showed that of from 87 respondents, there are 71.3 % children experiencing inappropriate development. 72,4% of parent are having low knowledge with p value 0.000 and OR 8,8333. Poor parenting of 49,4% with p value 0.001 and OR 6.333. Passive role of the health workers 49,4% with p value 0.006 and OR 4.687. Abnormal children nutritional status 28,7% with p value 0.869 and OR 0.803. From the study result it can be concluded that there is a significant association among maternal knowledge, maternal parenting and the role of health workers with the children development. As for the nutritional status there is no significant relationship with the development of children age 1-3 years in Tanah Garam public health centre working area Solok year 2015. It is expected that the public health centre to boost a routine socialization through Posyandu activities especially on children development.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis Sistem Pengelolaan Limbah Medis Padat Di Rumah Sakit Umum Daerah Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Tahun 2015
Analisis Sistem Pengelolaan Limbah Medis Padat Di Rumah Sakit Umum Daerah Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Tahun 2015

Efriza, Nurdin, Rika Yulianti · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Rumah Sakit Umum Daerah Lubuk Sikaping adalah Rumah Sakit Negeri Kelas C. Berdasarkan data awal dari Dinas Kesehatan Lubuk Sikaping, RSUD Lubuk Sikaping menghasilkan sampah medis sebanyak 6,65 kg per hari sedangkan limbah cairnya sebanyak 97 liter per hari dan jika tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan penularan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan sistem pengelolaan limbah medis padat di RSUD Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Tahun 2015. Penelitian ini bersifat Kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dengan jumlah informan 7 orang yaitu Kepala Rumah Sakit, Sanitarian, Staff Medis dan Cleaning Service yang terlibat dalam pegelolaan limbah medis. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 14 sampai 15 September 2015. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pengelolaan limbah di RSUD Lubuk Sikaping dimulai dari pemantauan, pemilahan, pengumpulan, pemindahan dan pengangkutan, penyimpanan sementara, pemusnahan dan penanganan akhir limbah, pencatatan dan pelaporan serta penggunaan alat pelindung diri. Namun pada proses pemusnahan menggunakan incenerator belum sesuai dengan Permenkes RI No.1204 Tahun 2004, dimana suhu incenerator yang ada di rumah sakit hanya 800° C sehingga pembakaran tidak jadi abu dan sisa pembakaran langsung dibuang ke TPA. Penelitian ini disimpulkan bahwa pengelolaan limbah medis padat di RSUD Lubuk Sikaping belum sesuai dengan Permenkes RI No. 1204 Tahun 2004 yang menyebutkan suhu pada pembakaran incenerator harus minimal 1.000° C sehingga pembakaran sempurna. Untuk itu disarankan kepada pihak rumah sakit untuk segera memperbaiki incenerator sehingga suhunya meningkat dan pembakaran menjadi sempurna dan menjadi abu. Abstract (EN): The general hospital in regional Lubuk Sikaping is the state hospital class C. Based on the begin data from public health office Lubuk Sikaping, RSUD Lubuk Sikaping produce medical waste as much 6.65 kg per day while the liquid waste as much 97 liters per day and if it is not managed well, it will cause the transmission of the disease. This research aimed to analyze the implementation of the management system from medical waste in the hospital Lubuk Sikaping regency Pasaman 2015. This research is qualitative research by depth interview with total the informant 7 people that are Head of the Hospital, Sanitarian, Medical Staff and Cleaning Service which is involved in medical waste management. This research conducted at 14 until 15 September 2015. Based on the results of the research that medical management in the hospital Lubuk Sikaping started from monitoring, sorting, collection, transfer and transport of temporary storage, extermination and end waste handling, recording and reporting as well as the use of personal protective equipment. However, at extermination process using incenarator is not accordance with RI Permenkes No. 1204 of 2004, where the temperature incenerator that is in the hospital only 8000 C so that combustion ashes and combustion directly into TPA. Conclusions of this research that is solid medical waste management in the hospital Lubuk Sikaping is not yet matching with RI Permenkes No. 1204 of 2004 that said temperature at burning incenerator must minimal 1.0000 C so that complete combustion. Because of that writer suggested to hospital immediately repair incenerator so that the temperature rise and become perfect combustion and into ashes.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Beban Angkut, Posisi Angkut, Masa Kerja dan Umur dengan Keluhan  muskuloskeletal pada Pekerja Bongkar Muat di Pelabuhan  Muara Padang tahun 2015
Hubungan Beban Angkut, Posisi Angkut, Masa Kerja dan Umur dengan Keluhan muskuloskeletal pada Pekerja Bongkar Muat di Pelabuhan Muara Padang tahun 2015

Neila Sulung, Winda Mutia, Misrawati Ishak · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Tenaga kerja bongkar muat (TKBM) merupakan salah satu bagian dari masyarakat pekerja perlu mendapat perhatian karena proses kerja yang mereka lakukan banyak mengandung resiko terhadap kesehatan. Pekerja perlu mendapat perhatian karena proses kerja yang mereka lakukan banyak mengandung risiko terhadap kesehatan. Tenaga kerja bongkar muat adalah semua tenaga kerja yang terdaftar pada pelabuhan setempat yang melakukan pekerjaan bongkar muat di pelabuhan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Beban Angkut, Posisi Angkut, Masa Kerja dan Umur dengan Keluhan muskuloskeletal pada pekerja bongkar muat di Pelabuhan Muara Padang tahun 2015. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2015 dengan menggunakan Cross Sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja bongkar muat di Pelabuhan Muara Padang tahun 2015 sebanyak 60 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dimana seluruh populasi dijadikan sampel penelitian sebanyak 60 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder serta di analisis secara univariat dan bivariat dengan uji chisquare dan derajat kepercayaan 95% (α=0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 60 responden terdapat (51,7%) beban angkut berat, (46,7%) posisi angkut, (53,3%) masa kerja beresiko, (51,7%) umur tua, (53,3%) keluhan muskuloskeletal pekerja bongkar muat berat. Beban angkut dengan p value 0,001 dan OR 7.547. Posisi angkut p value 0,000 dan OR 9.370. Masa kerja p value 0,020 dan OR 3.390. Umur p value 0,010 dan OR 4.644 berhubungan dengankeluhan muskuloskeletal pada pekerja bongkar muat di Pelabuhan Muara Padang. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara beban angkut, posisi angkut, masa kerja dan umur dengan keluhan muskuloskeletal di Pelabuhan Muara Padang tahun 2015. Perlu kebijakan dari Koperbam dengan pemberian edukasi kepada pekerja bongkar muat di Pelabuhan Muara Padang agar terhindar dari resiko keluhan muskulskeletal. Abstract (EN): Loading workers are one part of the workers that need attention because they are doing a highly risky job towards their health. The loading workers are all the workers that have registered at the local port to do the job of loading and unloading at the port. The purpose of the study is to determine the relationship of loading weight, loading position, working period and age towards the musculoskeletal complaints on loading workers in the port of Muara Padang year 2015. This research was conducted in September 2015 by using Cross sectional study. The population of this study was the loading workers in the port of Muara Padang in 2015 as many as 60 people. The sample was total sampling where the entire population of the research taken as samples for 60 people. The data used are the primary and the secondary data as well as analyzed through univariate and bivariate with chi-square test and the level of confidence for 95% (α = 0.05). The results showed that from 60 respondents there are (51.7%) heavy loading weight, (46.7%) loading position, (53.3%) risky working period, (51,7%) old age, (53,3%) musculoskeletal complaints of loading workers. The loading weight is p value 0,001 and OR 7,547. The loading position is p value 0.000 and OR 9370. The working period is p value 0.020 and OR 3.390. The age is p value 0,010 and OR 4,644 is connected to the musculoskeletal complaints of the loading workers at the port of Muara Padang 2015. Thus, it can be concluded that there is a significant correlation among loading weight, loading position, working period and age towards the musculoskeletal complaints on loading workers in the port of Muara Padang year 2015. It is necessary for the Koperbam to provide education to the loading workers in the port of Muara Padang in order to avoid the risk of musculoskeletal complaints.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Keaktifan Ibu Hamil Mengikuti Kelas Ibu Hamil Di Puskesmas Parit Rantang Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh Tahun 2015
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Keaktifan Ibu Hamil Mengikuti Kelas Ibu Hamil Di Puskesmas Parit Rantang Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh Tahun 2015

Oktavianis, Maisyarah, Nuraini Putri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Senam hamil merupakan bentuk olahraga yang berguna untuk membantu wanita hamil untuk memperoleh tenaga yang baik sehingga memperlancar proses persalinan. World Health Organization (WHO) pada tahun 2003 memperkirakan, sekitar 15% dan seluruh wanita hamil akan mengalami kondisi yang berkembang menjadi komplikasi yang berkaitan dengan kehamilannya serta mengancam jiwanya. Berdasarkan survey awal yang dilakukan di Puskesmas Parit Rantang Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh Tahun 2015 dari 15 orang ibu hamil, tetapi yang aktif melakukan senam hamil hanya 10 orang.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keaktifan ibu hamil mengikuti senam hamil di Puskesmas Parit Rantang Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh Tahun 2015. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional study. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus – September 2015. Dengan jumlah sampel 50 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Analisis univariat menunjukkan 64% ibu hamil yang tidak aktif dalam mengikuti senam hamil, 48% yang berpengetahuan rendah, 44% yang bersikap negatif, dan 42% dukungan keluarga negatif. Sedangkan analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p=0,015 OR=5,833), sikap (p=0,042 OR=4,500), dan dukungan keluarga (p=0,015 OR=6,429) dengan keaktifan dalam mengikuti senam hamil. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga dengan keaktifan ibu hamil mengikuti senam hamil. Saran dari penelitian ini adalah pihak Puskesmas untuk dapat meningkatkan lagi partisipasi petugas dalam mengikuti senam hamil. Sehingga semua ibu hamil dapat mengikuti senam hamil dengan aktif. Abstract (EN): Pregnancy exercise is a form of exercise is useful to review helps pregnant women to obtain a Power Go od review that facilitate the delivery process. World Health Organization ( WHO ) in 2003 estimated that about 15 % and all pregnant women will experience conditions that develop into complications related to pregnancy. Based on the initial survey conducted in Clinic Parit Rantang District of West Payakumbuh 2015 of 15 pregnant women , but are actively doing . The purpose of this study was to determine the factors associated with the liveliness of pregnant women at health centers to follow pregnancy exercise Parit Rantang District of West Payakumbuh. This is a descriptive analytic research using cross sectional study design. This study was conducted in August-September 2015. With a sample size of 50 people with total sampling technique. By univariate and bivariate analysis using Chi Square. Univariate analysis showed 64 % of pregnant women who are not active in following pregnancy exercise , 48 % of knowledge is low, 44 % were to be negative , and 42 %. While the bivariate analysis showed no relationship between knowledge ( p = 0,015 OR = 5,833 ) , attitude ( p = 0,042 OR = 4,500 ) , and family support ( p = 0.015 OR = 6.429 ) with the liveliness in following pregnancy. Based on the results of this study concluded that there is a relationship between knowledge , attitudes , and family support with the liveliness of pregnant women follow pregnancy exercise. Suggestions from this study is the health center to be able to improve further the participation of workers in the following pregnancy exercise . So that all pregnant women can follow pregnancy exercise with.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Peternak Ayam Petelur dalam Penanganan Limbah Ternak di Nagari Andiang Kecamatan Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Peternak Ayam Petelur dalam Penanganan Limbah Ternak di Nagari Andiang Kecamatan Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015

Silvia, Evi Hasnita, Iing Darmila · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Peternak sering membuang limbah ke tempat lain seperti badan sungai tanpa pengolahan, sehingga terjadi pencemaran lingkungan karena air sungai menjadi kotor (keruh) dan berbau. Sebanyak 56,67% peternak membuang limbah ke badan sungai tanpa pengelolaan sehingga terjadi pencemaran lingkungan. Survey awal pada 10 orang peternak didapatkan 60 % belum mengetahui tentang penanganan limbah ternak dan mereka membuang limbah ternak langsung kealiran sungai, 20 % bersikap positif terhadap pemamfaatan dan penanganan limbah ternak dengan memanfaatkannya sebagai pupuk, dan 20 % belum lagi memahami atau belum mendapatkan penyuluhan dari tenaga kesehatan mengenai bagaimanan dan untuk apa limbah digunakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku peternak ayam petelur dalam penanganan limbah ternak. Jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peternak ayam yang berada di Kenagarian Andiang yaitu sebanyak 201 peternak. Sampel berjumlah 67 orang yang diambil secara proporsional sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 52,2 % responden memiliki pengetahuan tinggi, 50,7 % sikap positif, 68,7 % sarana prasarana penanganan limbah ternak ayam tidak lengkap, dan 59,7 % perilaku baik dalam penanganan limbah ternak ayam. Hasil analisa bivariat diketahui faktor yang berhubungan dengan perilaku peternak ayam adalah pengetahuan (p = 0,022 dan OR = 3,714), sikap (p = 0,036 dan OR = 3,333), dan sarana prasarana (p = 0,033 dan OR = 4,250). Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan perilaku penanganan limbah ternak ayam adalah pengetahuan, sikap dan sarana prasarana. Diharapkan pada institusi kesehatan agar dapat melakukan pemantauan terhadap pengelolaan limbah ternak dan memberikan penyuluhan pada para peternak untuk menangani limbah ternak secara tepat dan benar agar tidak merusak lingkungan. Abstract (EN): Breeders often dispose of waste to other places such as water bodies without treatment, in environmental pollution because the river becomes dirty ( cloudy ) and smell. A total of 56.67 % of farmers dispose of waste into water bodies without environmental pollution management. Initial survey in 10 farmers showed 60 % did not know about the handling of livestock waste and they dispose of animal waste directly kealiran river , 20 % more positive attitude towards the utilization and handling of animal waste to use as fertilizer , and 20 % not yet understand or have not received counseling of health care workers in bagaimanan and for what use waste. The aim of research to determine the factors associated with the behavior of farmers laying hens in the handling of livestock waste. Type of analytic survey research with cross sectional approach. The population in this study were all chicken farmers who are in Sub District Andiang as many as 201 farmers. Samples numbered 67 people taken by proportional sampling. Data were collected through interviews guided by the guide questionnaire, then processed in a computerized using chi-square test. Results of univariate analysis known to 52.2% of respondents have high knowledge, positive attitude 50.7%, 68.7% waste handling infrastructure poultry is not complete, and 59.7% of good conduct in the handling of poultry waste. Bivariate analysis results are known factors related to the behavior of poultry is knowledge (p = 0.022 and OR = 3.714), attitude (p = 0.036 and OR = 3.333), and infrastructure (p = 0.033 and OR = 4,250). It was concluded that the factors associated with poultry waste handling practices are knowledge, attitude and infrastructure. Therefore, it is expected in health institutions in order to conduct monitoring of livestock waste management and provide counseling to farmers to handle animal waste appropriately and correctly so as not to damage the environment.

Skripsi 2017
Detail