Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Faktor-Faktor Yang  Berhubungan Dengan Kadar Cholinesterase Dalam Darah Petani Pengguna  Pestisida Di Kota Padang Panjang Tahun 2015
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar Cholinesterase Dalam Darah Petani Pengguna Pestisida Di Kota Padang Panjang Tahun 2015

Silvia, Nurdin, Ronny Afdinal · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pestisida merupakan salah satu bahan beracun yang berbahaya dan banyak digunakan di sektor pertanian untuk mengendalikan hama. Penggunaan pestisida yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampak negatif. Salah satu jenis pestisidanya adalah golongan organopospat yang dapat menimbulkan efek berupa penurunan kadar enzim cholinesterase dalam darah yang merupakan salah satu indikator dari keracunan pestisida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, metode pencampuran pestisida, metode penyemprotan, frekuensi penyemprotan dan penggunaan alat pelindung diri dengan kadar cholinesterase dalam darah petani pengguna pestisida di kota Padang Panjang. Penelitian dilakukan secara deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional yang dilakukan pada 77. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,001, odds ratio = 5,78), metode pencampuran (p = 0,023, odds ratio = 3,01), metode penyemprotan (p = 0,012, odds ratio = 3,38), frekuensi penyemprotan (p = 0,000, odds ratio = 6,20),dan penggunaan alat pelindung diri (p = 0,001, odds ratio = 4,83),dengan kadar cholinesterase dalam darah petani pengguna pesisida di Kota Padang Panjang petani yang kerap menggunakan pestisida di kota Padang Panjang Tahun 2015. Penelitian menyatakan bahwa: pengetahuan, metode pencampuraan, metode penyemprotan, frekuensi penyemprotan dan penggunaan alat pelindung diri menunjukan adanya hubungan yang bermakna dengan kadar cholinesterase dalam darah petani pengguna pestisida di Kota Padang Panjang. Untuk kedepannya diharapkan Kantor Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kota Padang Panjang agar lebih banyak lagi memberikan penyuluhan yang bersifat terus-menerus tentang pestisida untuk penyadaran dan peningkatan kepedulian petani akan bahaya pestisida, serta menjalin kerja dengan sektor terkait dan kepada Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan rutin dan pemberian makanan tambahan bagi petani yang mengalami gangguan keracunan pestisida. Abstract (EN): Pesticide are one of the hazardous and toxic meterial are widely used agriculture to control pest. Usage pesticide which do not be managed better will be generate negative impact. One is type of organophosphate pesticide that can cause effect such as decreased level of the enzyme cholinesterase, which is one indicator of pesticide poisoning. The purpose of this study to determine the relationship go round knowledge, mix pesticide method, spraying method, the frequency of spraying and wear of personal protective equipment with blood levels of cholinesterase at Padang Panjang city farmers. This research was conducted using a descriptive analytic cross sectional design conducted on 77 farmers who often use pesticides in the city of Padang Panjang. data collection through interviews using a questionnaire. analyzes were performed univariate and bivariate. The results showed that there is a significant correlation between knowledge (p = 0,001, odds ratio = 5,78, mix pesticice method (p = 0,023, odds ratio = 3,01), spraying method (p = 0,012, odds ratio = 3,38), frequency of spraying (p = 0,000, odds ratio = 6,20), and wear personal protective equipment (p = 0,001, odds ratio = 4,83)with the blood levels of cholinesterase in farmers' in te city of Padang Panjang in 2015. Conclusion of the study: knowledge, mix pesticide method, spraying method, the frequency of spraying and wearing of personal protective equipment significant correlation with blood levels of cholinesterase in farmers' pesticide users in Padang Panjang. For the future is expected to Food Security and the Executive Office of Counseling Padang Panjang so much more to provide education that is constantly on pesticides for farmers' awareness and increase awareness of the dangers of pesticides and has worked with the relevant sectors and to the District of Health conduct routine checks and supplementary feeding for farmers impaired pesticide poisoning.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis Pelaksanaan PIN Polio Diwilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung Tahun 2016
Analisis Pelaksanaan PIN Polio Diwilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung Tahun 2016

Nurhayati, Oktavianis, Hendrayanti · 2017 · Laporan tugas akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, D4 Kebidanan

Polio adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio, terutama menyerang pada anak-anak dan dapat menyebabkan kematian. Data evaluasi program yang diperoleh di Puskesmas Lubuk Basung, imunisasi rutin Polio 4 tahun 2015 target 90%, cakupan hanya 71,8%, sedangkan PIN Polio tahun 2016 cakupan 90,90% sementara target 95%. Tidak tercapainya target imunisasi rutin polio 4 dan PIN Polio tahun 2016 menjadi alasan fokus penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan PIN Polio yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Basung tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif untuk menganalisa pelaksanaan PIN Polio di wilayah Puskesmas Lubuk Basung, pada penelitian ini dilakukan analisa terhadap aspek input, process dan output. Penggalian informasi dilakukan melalui wawancara dengan jumlah informan sebanyak 10 orang, yang terdiri dari 1 dokter puskesmas, 1 penanggung jawab program imunisasi, 2 bidan, 2 perawat, 1 kader, 1 tokoh agama dan 2 ibu balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PIN Polio di wilayah kerja puskesmas Lubuk Basung berjalan kurang efektif, pada aspek input kuantitas SDM yaitu tenaga kader kurang, aspek dana mencukupi, aspek sarana prasarana kurang memadai, aspek kualitas proses pelaksanaan kegiatan belum berjalan semestinya dimana tidak dilaksanakannya sosialisasi kepada petugas, kader, masyarakat dan tidak terlaksananya kemitraan dengan tokoh agama. Kesimpulan dari penelitian ini, kurangnya tenaga kader, aspek dana mencukupi, aspek sarana prasarana yang kurang memadai serta tidak dilaksanakannya sosialisasi dan tidak terlaksananya kemitraan dengan tokoh agama, menyebabkan pelaksanaan PIN Polio ini kurang efektif, sehingga tidak tercapainya target PIN Polio di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Basung tahun 2016. Abstract (EN): Polio is an infectious disease caused by the polio virus, primarily affects children and can lead to death. Program evaluation data obtained in primary health care Lubuk Basung, routine immunization Polio 4 2015 target of 90% coverage is 71.8%, while the coverage PIN Polio 2016 90.90% while the 95% target. Not achieving the target of routine immunization and polio 4 polio PIN in 2016 into the reasons the focus of this study to find out how the implementation of the Polio PIN conducted in primary health care Lubuk Basung in 2016. This research is a qualitative descriptive to analyze the implementation of PIN Polio in primary health care Lubuk Basung, in this study to analyze the aspects of input, process and output. Extracting information through interviews with informants number of 10 persons, that consist of one doctor's clinic, one person in charge of the immunization program, two midwives, two nurses, one cadre, one leaders religious and two mothers. The results showed that the implementation of PIN Polio in the working area of primary health care Lubuk Basung running less effective, in the aspect of the input quantity of human resources, namely personnel cadre less, the aspect of the funds are insufficient, aspects of infrastructure is inadequate, the quality aspects of the process of implementation has not gone wrong in which the non-performance of socialization to officers, cadres, public and non-performance of the partnership with the clergy. The conclusion of this study, the lack of cadres, the aspect of the funds are insufficient, aspects of infrastructure are inadequate and non-performance of socialization and implementation of partnerships with religious leaders, led to the implementation PIN Polio is less effective, thus not achieving the target PIN Polio in primary health care Lubuk Basung in 2016.

Laporan tugas akhir 2017
Detail
Cover Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Masyarakat Membuang Tinja Sembarangan Kesungai Parik Rumpang Kota Padang PanjangTahun 2015
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Masyarakat Membuang Tinja Sembarangan Kesungai Parik Rumpang Kota Padang PanjangTahun 2015

Cici Apriza Yanti, Afriyani, Ermiza · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Perilaku buang air besar sembarangantermasuk salah satu contoh perilaku yang tidak sehat. buang air besar sembarangan adalah suatu tindakan membuang kotoran atau tinja di ladang, hutan, semak – semak, sungai, pantai atau area terbuka lainnya dan dibiarkan menyebar mengkontaminasi lingkungan, tanah, udara dan air.Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan perilaku membuang tinja kesungai di parik rumpang kota padang panjang tahun 2015. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif analitik, dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian yaitu214 dan sampel 68 Kepala Keluargayang telah dilakukan pada tanggal 26 sampai 30 September. Dari analisa univariat didapatkan 50% responden yang membuang tinja ke sungai, 61,8% berpendapatan rendah,52,9% responden yang tidak memiliki jamban yang memenuhi syarat dan53% peran petugas sanitasi yang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendapatan, peran petugas sanitasi dan kepemilikan jamban yang memenuhi syarat dengan nilai p 0,000 dan OR=100p=0,019 dan OR= 5,636; p = 0,000 dan OR= 14.000. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara pendapatan, peran petugas sanitasi dan kepemilikan jamban yang memenuhi syarat. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk dapat melakukan penelitian lebih lanjut lagi tentang perilaku membuang tinja kesungai dengan metode yang lebih baik lagi. Abstract (EN): Abstract not available

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Perilaku Remaja Dengan Pemanfaatan PIK-KRR Pada siswa/siswi SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi Tahun 2015
Hubungan Perilaku Remaja Dengan Pemanfaatan PIK-KRR Pada siswa/siswi SMA Negeri 4 Kota Bukittinggi Tahun 2015

Nurhayati, Evi Hasnita, Hotnida · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja adalah suatu wadah kegiatan program KRR yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang kesehatan reproduksi serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui adakah hubungan prilaku remaja dengan pemamfaatan PIK-KRR padaSiswa/siswi SMA Negeri 4 Bukittinggi Tahun 2015. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif analitik, dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian yaitu seluruh siswa/siswi SMA 4 Kota Bukittinggi sebanyak 300 dan sampel sebanyak 75 dan telah dilakukan pada bulan oktober 2015. Dari analisa univariat didapatkan 73,3% responden yang tidak memanfaatkan PIK KRR, 57,3% responden yang berpengetahuan rendah, 64% responden yang bersikap negatif dan 56% responden yang bertindak negatif. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan dengan pemanfaatan PIK KRR dengan nilai p dan OR, p = 0,036 dan OR= 3.519 ; p = 0,019 dan OR= 4.000 ; p= 0,000 dan OR= 8.941. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tindakan dengan pemanfaatan PIK KRR di SMA N 4 Kota Bukittinggi tahun 2015.Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan dengan pemanfaatan PIK KRR pada siswa/siswi dengan metode dan alat ukur yang lebih baik lagi. Abstract (EN): Information and Counseling Center Adolescent Reproductive Health is a container -managed KRR program activities of , by and for youth to provide information and counseling on reproductive health as well as other supporting activities. The aim is to determine whether the relationship with the utilization of adolescent behavior PIK-KRR on student senior hight shcool Negeri 4 Bukittinggi in 2015. This was a descriptive analytic with cross sectional approach. The population inthe study wereall studentssenior hight school negeri 4 City Bukittinggi as much as 300 and sample as much as75 andhas beenconductedin October2015. Univariateanalysisobtained 73,3% of respondents did not use PIK KRR, 57.3% of respondents with low knowledge, 64% of respondents have a negative attitude dan56% of respondents were negative act. The results of the bivariate analysis shows that there is a relationship between knowledge, attitudes, and actions by exploiting PIK KRR with p and OR, p = 0.036 and OR = 3,519; p = 0.019 and OR = 4.000; p = 0,000 and OR = 8941. Concluded there is a relationshipbetweenknowledge, attitudeand action by utilization PIK KRR school N 4 of Bukittinggi years 2015. recommended for further research to be able to do more research on the relationship with the use of PIK KRR on student with methods and measurement tools better.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Defisiensi Besi (Fe) Pada Siswi Kelas I dan II SMAN 4 Payakumbuh tahun 2015
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Defisiensi Besi (Fe) Pada Siswi Kelas I dan II SMAN 4 Payakumbuh tahun 2015

Rini Santy, Fadly Ahmadi, Nina Fitri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Prevalensi anemia pada wanita usia subur (WUS) di negara-negara berkembang diperkirakan 45% dan 13% di negara maju. Di Indonesia prevalensi anemia pada remaja putri 13-18 tahun dan wanita usia subur 15-49 tahun masing-masing sebesar 22,7 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia defisiensi besi (fe) pada siswi kelas I dan II SMAN 4 payakumbuh. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. dilaksanaan pada bulan September 2015 pada 78 orang. Prosedur pengambilan sampel adalah simple random sampling (acak sederhana). Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner sedangkan kadar Haemoglobin diukur dengan metode sahli.. Analisa data dilakukan melalui analisis Univariat dan Bivariat yang pengolahan data dilakukan dengan komputerisasi yaitu uji chi-square. Berdasarkan analisis univariat didapatkan, 43 (55,1%) yang mempunyai pola makan kurang baik, 46 (59%) berpengetahuan tinggi terhadap anemia, 63 orang (34,6%) mempunyai pola menstruasi normal, dan 30 orang (38,5%) menderita anemia. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan, pengetahuan, dengan kejadian anemia, dengan nilai p dan OR berturut-turut p value = 0,020 dan OR = 3,536, p value = 0,003 dan OR = 4,650. Sedangkan pada pola menstruasi tidak terdapat hubungan yang bermakna (p value = 0,874 dan OR = 0,760) Disimpulkan bahwa ada hubungan antara pola makan dan pengetahuan dengan kejadian anemia defisiensi besi (fe) pada siswi kelas Idan II SMAN 4 payakumbuh. Untuk itu diharapkan agar ada dukungan prioritas kegiatan dari pemerintah kota Payakumbuh, ada jadwal kunjungan rutin dan penyuluhan kesehatan dari puskesmas ke sekolah serta meningkatkan kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah dan kerjasama antara sekolah dengan Puskesmas. Abstract (EN): The prevalence of anemia in women of childbearing age in developing countries an estimated 45 % and 13 % in developed countries . In Indonesia, the prevalence of anemia in adolescent girls 13-18 years and women of childbearing age 15-49 years respectively by 22.7 %. The objective of the research is to know The Factors Associated With Iron (Fe) Deficiency Anemia to Schoolgirl Class I and II SMAN 4 Payakumbuh The research design was cross sectional study, was carried on September 2015 to 78 girls. Procedure of obtaining samples are simple random sampling. Data collected by interviewing using questionnaire, while Haemoglobin level was measured by Sahli method pada bulan September 2015. The data analysis with Univariat and Bivariat were processed by chi-square analysis. Based on the univariat analysis was found 43 (55,1%) not good of diet, 46 (59%) good knowledge of anemia and 63 (80,8%) menstruation pattern is normal, and 30 orang (38,5%) suffers anemia, The result of Bivariat analysis showed that there was the significant correlation between diet, knowledge with incident of anemia, with P and OR values were p value = 0,020 dan OR = 3,536, p value = 0,003 dan OR = 4,650. And there was’nt the sicnificant orrelation between menstruation pattern, with (p value = 0,874 dan OR = 0,760) In conclusion, there was the correlation between diet and knowledge of anemia with Iron (Fe) Deficiency Anemia to Schoolgirl Class I and II SMAN 4 Payakumbuh. It is suggested to provide support of priority activity from city government of Payakumbuh, there is routine schedule and health counseling from Puskesmas to school and increase school health activity and cooperation between school and Puskesmas.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Status ISO dan Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pasien yang mendapatkan pelayanan Puskesmas di Kota Solok Tahun 2015
Hubungan Status ISO dan Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pasien yang mendapatkan pelayanan Puskesmas di Kota Solok Tahun 2015

Silvia, Efriza, Selvi Agustina · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pelayanan kesehatan bermutu adalah pelayanan yang memuaskan pelanggan dan sesuai standar. Diantara 4 Puskesmas di Kota Solok, hanya terdapat 2 Puskesmas yang sudah mendapatkan sertifikat ISO 9001. Survey awal terhadap 10 orang pasien diketahui pada Puskesmas tidak ISO mutu pelayanan yang diberikan tidak baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Status ISO, Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pasien. Desain penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah jumlah kunjungan pasien di puskesmas sebanyak 3,379 tahun 2015. Sampel diambil secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 57,5 % tidak puas dengan pelayanan kesehatan, 68,8 % berasal dari puskesmas dengan status ISO, 57,5 % menyatakan bukti fisik baik, 51,3 % kehandalan petugas baik, 57,5 % daya tanggap petugas baik, 65,0 jaminan baik, dan 61,3 % menyatakan empati petugas baik. Hasil analisa bivariat ada hubungan status ISO (p = 0,044 dan OR = 3,284), kehandalan (p = 0,022 dan OR = 3,253), daya tanggap (p = 0,000 dan OR = 7,259), jaminan (p = 0,037 dan OR = 3,240), dan empati dengan kepuasan pasien. Serta tidak ada hubungan bukti fisik dengan kepuasan pasien di Puskesmas Kota Solok tahun 2015 (p = 0,372). Disimpulkan bahwa ada hubungan statu ISO dan kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien.Diharapkan hasil penelitian dapat digunakan sebagai masukan dan acuan bagi Dinas Kesehatan khususnya dalam melakukan evaluasi kualitas pelayanan Puskesmas. Abstract (EN): The quality health care is the service which is satistying for customer and based on standart. Among 4 puskesmas in the city of Solok, there are only 2 puskesmas having received the certificate of ISO 9001. The preliminary survey fowards 10 patiens of the puskesmas with non ISO certificate is found out that the service. Quality is not good. The research purpose is to find out the relation of ISO status and service quality with patients satisfaction. The reseach design is analytical descriptive with cross sectional design. The population is the amount of patients visit to puskesmas as mary as 3,379 times in 2015. The sample is taken through purposive sampling, the data is collected by guided interview with guestiounaire help, afterwards it is cultivated with computer using chi-square statistic test. The result of univariat analysis shows that 57,5 % customers are not satistied with the health service, 68,8 % comes from puskesmas with ISO status, 57,5 % Declare good tangibility, 51,3 % good officer reliability, 57,7 % good afficer responsiveness, 65,0 % good assurance and 61,3 % state good afficer empathy. The result of bivariat analysis shows that there is relatioship among ISO status (p=0,044 and OR=3,284), reliability (p=0,022 and OR=3,253), responsiveness (p=0,000 and OR=7,259), assurance (p=0,037 and OR=3,240), ang empathy with patiens satisfaction. Mean while there is no relationship between physical proof with patiens satisfaction in puskesmas of Solok city in 2015 (p=0,372). The conclusion is that there is relationship between ISO status and service quality with the patiens satisfaction. Hopefully the research result can be applied as the suggestion and guidance for the health department especially in conducting evaluation of puskesmas service quality.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Bidan  Dalam Kunjungan Neonatus (KN) Di Kota Solok Tahun 2015
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Bidan Dalam Kunjungan Neonatus (KN) Di Kota Solok Tahun 2015

Neila Sulung, Vina Novela, Yeni Afriyenti · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Rendahnya cakupan Kunjungan Neonatal di Kota Solok disebabkan karena masih banyaknya Bidan yang tidak melakukan Kunjungan Neonatus sesuai dengan standar yang ditetapkan.Penyebab lain juga karena kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh atasan, disamping itu juga sebagian Bidan mempunyai beban kerja diluar tugas pokok dan fungsinya sebagai Bidan. Dari hasil evaluasi program Kunjungan Neonatus di Kota Solok Tahun 2013 capaian Kunjungan Neonatus sebesar 71,04 % sedangkan Tahun 2014 capaian sebesar 75,3% dari target yang ditetapkan 90 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja Bidan dalam Kunjungan Neonatus di Kota Solok tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif analitik dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas se Kota Solok pada populasi 75 orang Bidan tamatan D III, dengan sampel total random sampling.Metode pengumpulan data dengan cara mengisi langsung lembar angket yang diberikan pada responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2015. Teknik pengolahan data dengan komputerisasi.Analisa data menggunakan Analisa Univariat dan Bivariat. Dari hasil penelitian menunjukan lebih dari sebagian (66,7%) responden mempunyai motivasi tinggi dalam melakukan Kunjungan Neonatus, lebih dari sebagian (72%) responden mempunyai supervisi baik dalam melakukan Kunjungan Neonatus, lebih dari sebagian (62,7%) responden mempunyai beban kerja baik sebagai Bidan dan lebih dari sebagian (68 %) responden mempunyai kinerja baik. Dari uji statistik diperoleh p value = 0,001 untuk hubungan motivasi dengan Kinerja Bidan dan p value = 0,0005 untuk hubungan supervisi dengan Kinerja Bidan dan p value = 0,0005 untuk hubungan beban kerja dengan Kinerja Bidan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara motivasi, supervisi dan beban kerja dengan Kinerja Bidan dalam Kunjungan Neonatus di Kota Solok Tahun 2015. Diharapkan Kepala Puskesmas dapat menentukan langkah-langkah perencanaan dan pelaksanaan Kunjungan Neonatal yang berkualitas dalam rangka peningkatan mutu kinerja bidan di Puskesmas. Abstract (EN): The low Neonatal Visiting in Solok City is caused by many midwives did not do the Neonatal Visiting based on the standardization.Another factor is caused the lack of supervising done by supervisor.More over,most of midwivers did many tasks outside as a midwife.From the results of the program evaluation of Neonatal Visiting in Solok In 2013,the achievement is 71.04%,in 2014 is 75.3% from 90%. The purpose of this research is to know what factors related to the midwives performance in Neonatal Visiting in Solok in 2015. The type of the research is descriptive analytic of cross sectional. The research was conducted in local government clinic in Solok.The populations was 75 D III midwives by using total random sampling.The data collection was by filling out the questionnaire sheet given to the respondent.The research was conducted in July 2015. The data processing used computerization.The data analyzing used univariate and bivariate Analysis. The results of the research showed more than 66.7% respondents have high motivation in neonatal visiting, 72% respondents have good supervision in neonatal visiting,62.7% respondents have good performance as a midwife and 68 % have good performance in doing job.Statistic showed test p value = 0.001 for job motivation and p value = 0.0005 for supervising relationship with midwifes and p value = 0.0005 for relieve from duty as a midwife. The conclusion of the research is, there is a significant correlation between motivation, supervision and relieve from duty with performance of Midwives in Neonatal visiting in Solok in 2015. It is expected to the Head of the health center can determine the steps of planning and implementation of the Neonatal Visiting quality in order to improve the quality of midwifes performance.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis Perbedaan Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang Berdasarkan Kondisi Fisik Higiene Sanitasi Depot Air Minum di Kota Padang Panjang Tahun 2015
Analisis Perbedaan Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang Berdasarkan Kondisi Fisik Higiene Sanitasi Depot Air Minum di Kota Padang Panjang Tahun 2015

Rudjito, Nurdin, Susilawitri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pemeriksaan Bakteriologis yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang Tahun 2014 pada sarana Depot Air Minum, dari 24 sample yang diperiksa, secara bakteriologi didapatkan 79,2% memenuhi persyaratan, dan 20,8% tidak memenuhi syarat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang Berdasarkan Kondisi Fisik Higiene Sanitasi Depot di Kota Padang Panjang Tahun 2015. Metode penelitian adalah quasi- eksperimen dengan static group Comparison. Jumlah sampel yang diambil adalah seluruh Depot Air Minum yang ada di kota Padang Panjang serta hasil uji Laboratorium untuk bakteri Coliform sebanyak 22 DAM. Penelitian dilakukan pada tanggal 25 Agustus sampai 10 September 2015. Analisa Data dengan analisis Univariat dan Bivariat menggunakan uji Mann-whitney Hasil penelitian menunjukkan rata- rata kualitas bakteriologis Depot Air Minum pada kondisi fisik yang memenuhi syarat adalah 3,143 koloni/100ml dengan SD 6,75. Kualitas bakteriologis Depot Air Minum pada kondisi fisik yang tidak memenuhi syarat adalah 17,250 koloni/100ml dengan SD 37,29. Perbedaan rata-rata kualitas bakteriologis air minum yang kondisi fisiknya memenuhi syarat adalah 10,75 dengan sum of rank 102.50, sedangakan kualitas bakteriologis air minum yang kondisi fisiknya tidak memenuhi syarat adalah 12,81 dengan sum of rank 102,50. Hasil uji statistik didapatkan nilai P= 0,360, ( p > 0,005). Disimpulkan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan kualitas bakteriologis air minum isi ulang antara kondisi fisik DAM yang memenuhi syarat dan yang tidak memenuhi syarat di Kota Padang Panjang Tahun 2015. Diharapkan pengelola Depot air Minum lebih memperhatikan hygiene sanitasi depot. Abstract (EN): The result of this research showed that the bacteria quality average of drinking water refill that fulfill the requirement in physic condition side was 3,143 coloni/100ml with 6,75 of SD. Bacteria quality of drinking water refill store that do not fulfill the requirement in physic condition side was 17,250 coloni/100ml with 37,26 of SD. The differentiation average of drinking water bacteria quality that fulfill the requirement in physic condition was 10,75 with the sum of rank 102,50 while the bacteria quality of drinking water do not fulfill the requirement in physic condition was 12,81 with the sum of rank 102, 50 Bacteria examination that did by health official of Padangpanjang city in year of 2014 of drinking water refreshment stands. From 24 samples that examined, it got the data that there were 19 samples (79,2%) that fulfilled health requirement. This case is something really worried, because there are more than 20,8 % of drinking water refill in Padang Panjang city do not fulfill the requirement of drinking water bacteria quality. The study aims to determine the difference Bakteriological quality of drinking water refill based on the phynitsical condition of hygiene sanitation. Method of this research was Quasi – Eksperiment with static group comparison. Total of sample that took in this research was all the drinking water refreshment stand in Padang Panjang city and added by the result of Laboratory test of coliform bacteria to 22 stands of drinking water refill. This research was done in august 25 until September 10, 2015. The statistic result showed that the value of P=0,360, (p>0,005). It can concluded that there was no differentiation between the bacteria quality of drinking water refill that fulfill the requirement and drinking water refill store of physic condition that do not fulfill the requirement in Padang Panjang city of 2015 year. It is expected that the drinking water refreshment stands more attention to hygiene sanitation.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor –Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD ) di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung Tahun 2015
Faktor –Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD ) di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung Tahun 2015

Evi Hasnita, Cici Apriza Yanti, Elva Dewi Anggraini · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Tingginya kasus DBD untuk masing-masing nagari di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung, padahal program pencegahan DBD telah dilaksanakan oleh petugas kesehatan yang ada. Sampai dikembangkan sebuah metode promosi kesehatan yang bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat secara aktif dalam pemberantasan penyakit DBD di sekitar tempat tinggalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor –faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD ) di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung Tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desaian cross sectional dimana Variabel Independen dan Dependen di ukur secara bersamaan. Populasi penelitian ini adalah masyarakat /kk yang berada di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Basung tahun 2014 yaitu sebanyak 6109 kk, sampel pada penelitian ini sebanyak 98 kk di ambil secara acak. Teknik pengambilan sampel adalah Simple Random Sampling dengan uji Chi –Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa 91,8% responden memiliki pengetahuan yang tinggi tentang kejadian DBD, 54,1% responden memiliki memiliki Prilaku 3M mengenai DBD, 75,5% terdapat jentik nyamuk, 50% responden memiliki sikap yang positif terhadap kejadian DBD. Tidak ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan dengan Kejadian DBD (OR=0,574). Ada hubungan yang signifikan antara Prilaku 3M (OR= 27,950) dan keberadaan jentik (OR= 0,144) dengan Kejadian DBD. Diharapkan bagi ibu rumah tangga agar harus aktif dalam mencari tahu bahaya dan cara pencegahan DBD dengan mengikuti penyuluhan dan jendela yang ada dirumah harus dibuka dan ditutup secara teratur serta menambah kawat berdiameter yang lebih kecil agar mencegah masuknya nyamuk ke dalam rumah. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjutnya dengan menggunakan penelitian jenis kualitatif, sehingga informasi tentang faktor-faktor yang terkait dengan pelaksanaan 3 M plus bisa dibahas secara mendalam seperti sarana dan keterpaparan media. Abstract (EN): High dengue cases for each village in Public Health Center Lubuk Basung, whereas dengue prevention program has been implemented by health workers there. Until developed a method of health promotion aimed at increasing community participation actively in combating dengue fever in the neighborhood. This study aims to determine the factors associated with the occurrence of dengue hemorrhagic fever (DHF) in Health Center Lubuk Basung 2015. This type of research is observational analytic cross sectional desaian where Independent and Dependent Variables measured simultaneously. The study population was community / kk located in Health Center Lubuk Basung 2014 as many as 6109 households, the sample in this study as many as 98 kk taken at random. The sampling technique is simple random sampling with Chi –Square. The result showed that 91.8% of respondents have high knowledge about the incidence of DHF, 54.1% of respondents have had a 3M behavior regarding dengue, 75.5% contained mosquito larvae, 50% of respondents have a positive attitude toward the incidence of dengue. There is no significant relationship between the knowledge of the incidence of dengue fever (OR = 0.574). There is a significant relationship between 3M behavior (OR = 27.950) and the existence of larva (OR = 0.144) with dengue incidence. Expected to housewives in order to be active in seeking out danger and how to prevent dengue fever following the extension and the existing windows to be opened and closed at home on a regular basis as well as adding a smaller diameter wire in order to prevent the entry of mosquitoes into the house. Need to do more research continued using qualitative research types, so information about the factors associated with the implementation of the 3 M plus can be discussed in depth as a means and media exposure.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Bidan Dalam Pelayanan ANC Di Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Tahun 2015
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Bidan Dalam Pelayanan ANC Di Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Tahun 2015

Evi Hasnita, Febriniwati Rifdi, Rozi Anggraini · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pelayanan antenatal memiliki dampak bagi kesehatan ibu dan janin yang mempunyai daya ungkit yang besar terhadap derajat kesehatan serta untuk memberikan pelayanan antenatal yang bermutu dan sesuai standar merupakan hal yang sangat penting, karena proses pelayanan akan mempengaruhi kualitas hasil pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan dalam pelayanan ANC di Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Tahun 2015. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan desain cross sectional study.Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 01 s/d 04 Oktober tahun 2015 pada bidan- bidan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Basung dan Puskesmas Manggopoh di Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam dengan populasi seluruh bidan yang berjumlah 50 orang yang dijadikan sampel untuk menggali berbagai informasi, terutama dalam hal masa kerja, pelatihan, motivasi, sarana, pemberian insentif dan kinerjanya dengan sampel seluruh bidan dengan jumlah 50 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan meminta responden untuk mengisi kuesioner yang diberikan, yang diolah dengan menggunakan komputerisasi dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan, 54,0% responden memiliki masa kerja yang lama (≥12 tahun), 50,0% responden pernah mengikuti pelatihan, 50,0% responden memiliki motivasi yang kurang baik, 52,0% ketersediaan sarana pelayanan ANC tidak lengkap, 50,0% pemberian insentif tidak sesuai standar, 52,0% responden memiliki kinerja yang baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara masa kerja (p=0,049 dan OR=3,750), pelatihan (p=0,011 dan OR=5,464), motivasi (p=0,000 dan OR=12,667), ketersediaan sarana (p=0,002 dan OR=6,750) dan pemberian insentif (p=0,001 dan OR=8,143) dengan kinerja bidan dalam pelayanan ANC di Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam. Bagi Puskesmas diharapkan memperhatikan faktor – faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan seperti masa kerja, pelatihan, sarana, motivasi, dan pemberian insentif. Dengan demikian bidan memiliki kinerja yang baik dalam pelaksanaan pelayanan Antenatal Care (ANC) pada ibu hamil. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat meneliti lebih lanjut tentang faktor lain yang mempengaruhi kinerja bidan dalam pelayanan antenatal care (ANC). Abstract (EN): Antenatal care have implications for the health of mother and fetus has a great leverage to the health status as well as to provide antenatal care , and appropriate quality standards are very important , because the service process will affect the quality of service. This study aims to determine the factors related to the performance of midwives in the ANC in the District Lubuk Basung cone Agam 2015. This type of research is descriptive analytic cross-sectional design of this study. The research has been done on 01 s/d 04 October 2015 on midwives in district Lubuk Basung cone Agam and health centers in the district Manggopoh Lubuk cone Agam the entire population numbering midwife 50 people which made sample for gather information , especially in terms of employment, training , motivation , tools , incentives and performance with samples from a midwife with 50 people. Collection amount of data using a questionnaire by asking respondents to fill out a questionnaire that was given , which is processed using computerized with univariate and bivariate analyzes. The result showed , 54.0 % of respondents have a long working life ( ≥12 years) , 50.0 % of respondents had attended training, 50.0 % of respondents have a poor motivation , 52.0 % availability of ANC incomplete , 50.0 % incentive not according to standards , 52.0 % of respondents have performed good. There significant relationship between work period ( p = 0.049 and OR = 3,750 ) , training ( p = 0.011 and OR = 5.464 ) , motivation ( p = 0.000 and OR = 12.667 ) , availability of means ( p = 0.002 and OR = 6,750 ) and incentives ( p = 0.001 and OR = 8.143 ) with the performance of midwife in the ANC in the District Lubuk Basung cone Agam. For health centers are expected to consider factors - factors related to the performance of the midwife as working time , training , tools , motivation , and the provision of such intensif. with midwife have a good performance in service delivery Antenatal Care ( ANC ) in pregnant women . For further research in order to investigate more about other factors that affect the performance of midwives in antenatal care ( ANC ).

Skripsi 2017
Detail
Cover Efektifitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Teknik Nominal Group Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Tentang Pencegahan Demam Berdarah Dengue Di Kelurahan Aur Kuning Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2015
Efektifitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Teknik Nominal Group Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Tentang Pencegahan Demam Berdarah Dengue Di Kelurahan Aur Kuning Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2015

Zainal Abidin, Maisyarah, Sari Lenggo Geni · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat dan penyakit endemik yang menimbulkan banyak kerugian dan mengancam jiwa. Walaupun jarang ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB), namun kerugian moral dan material yang disebabkan oleh DBD cukup besar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektifitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Teknik Nominal Group Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Tentang Pencegahan Demam Berdarah Dengue Di Kelurahan Aur Kuning Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2015. Penelitian ini dilakukan pada bulan September tahun 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest-postest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tinggal di Kelurahan Aur Kuning yaitu 1408 KK. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 16 responden menggunakan metode nonprobability sampling khususnya purposive sampling . Analisa dalam penelitian ini menggunakan ujiWilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 responden, responden yang berpengetahuan tinggi sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebanyak 6 orang (37,5%)danresponden yang berpengetahuanrendahsebanyak 10 orang (62,5%), sikap yang baik sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebanyak 6 orang (37,5%)dansikap yang kurangbaiksebanyak (62,5%).Ada pengaruh tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan p = 0,014 (tingkat pengetahuan) dan p = 0,005 (sikap) . Dari hasilpenelitiandapatdisimpulkanbahwa pendidikan kesehatan menggunakan teknik nominal group lebih memberikan pengaruh kepada sikap responden karena nilai peluang terjadinya kesalahan atau Pvalue sikap lebih kecil dari nilai Pvalue tingkat pengetahuan. Disarankan kepada tenagapromosikesehatanagar dapatmemberikanpenyuluhan, informasi, bimbingan, dandukungan yang lebihbaikkesemuamasyarakattentang DBD. Abstract (EN): Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a public health problem and endemic diseases which cause much harm and threatening. Athough rare defined as extraordinary incident, but substantial losses of the moral and material caused by DHF. This study aims to determine the effectiveness of health education using nominal group technique to increase community knowledge and attitudes about the preventation dengue hemorrhagic fever in AurKuning Village region of PuskesmasTigoBalehBukittinggi 2015. This research used one group pretest-posttest design in September 2015. The population was all of community that life in AurKuning Village as much as 1408 KK. The samples against 16 respondents using non probability sampling methods with purposive sampling. The analysis is used Wilcoxon Signed Ranks Test. The results showed from 16 respondents, there were 6 respondents (37,5%) had knowledgeable height and 10 respondents (62,5%) had knowledgeable low before being given health education, good attitude 6 respondents (37,5%) and unfavorable attitude 10 respondents (62,5%) before being given health education. There is influence of knowledge level and attitudes before and after health education with p = 0,014 (knowledge level) and p = 0,005 (attitude). The results of study concluded that health education using nominal group technique give more influence to attitudes of respondents because probability value of attitudes smaller than knowledge level. Rcommended to health promotion personnel in order to providecounseling, information, guidance, and better support to all communities about DHF.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis pelaksanaan program TB Paru dalam upaya penemuan penderita baru TB Paru BTA Positif di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Solok Tahun 2015
Analisis pelaksanaan program TB Paru dalam upaya penemuan penderita baru TB Paru BTA Positif di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Solok Tahun 2015

Zainal Abidin, Vina Novela, Miza Novamerta · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

TB Paru merupakan penyebab kematian ketiga terbesar setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernafasan, dan merupakan nomor satu terbesar dalam kelompok penyakit infeksi. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Solok jumlah kasus penderita Tuberkulosis Paru BTA positif pada tahun 2012 berjumlah 34 orang, tahun 2013 berjumlah 36 orang dan pada tahun 2014 berjumlah 46 orang dimana CDR pada tahun 2014 baru mencapai 48,4% masih jauh dari target yaitu 70 % (Dinkes Kota Solok, 2014). Pada tahun 2014 penemuan TB paru BTA positif di puskesmas Tanah Garam adalah 8 orang (26,7 %), puskesmas Tanjung Paku 18 orang (60 %) , puskesmas Nan Balimo 4 orang (30,8 %) dan puskesmas KTK 12 orang (54,5%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program TB Paru dalam upaya penemuan penderita baru TB Paru BTA Positif di Dinas Kesehatan Kota Solok Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, penelitian telah dilakukan pada bulan Agustus 2015 dan Subjek penelitian adalah 13 orang terdiri dari 1 orang wakil supervisor (Wasor) TB Paru, 4 orang Kepala Puskesmas, 4 orang petugas TB Paru Puskesmas dan masyarakat / suspec berjumlah 4 orang. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian diperoleh bahwa perencanaan program TB paru telah dilakukan sesuai rencana, pelaksanaan dan monitoring program TB paru oleh informan belum maksimal dan evaluasi program TB paru di wilayah kerja Puskesmas telah dilakukan sesuai ketentuan, akan tetapi pencapaian penemuan penderita TB paru BTA positif di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Solok belum mencapai target. Diharapkan Dinas Kesehatan dapat meningkatkan pembinaan petugas TB Paru.Untuk Petugas TB Paru agar menggerakkan lagi kader TB sehingga peran serta masyarakat lebih aktif. Untuk Kepala Puskesmas agar meningkatkan motivasi dengan memberikan penghargaan terhadap kinerja petugas TB Paru di puskesmas. Abstract (EN): Pulmonary Tuberculosis is one of the third biggest causes of death after cardiovascular diseases and respiratory diseases, and is the biggest in the group of infectious diseases. Based on the data obtained from Solok Public Health Department, the number of patients with positive ARB Pulmonary Tuberculosis in 2012 is 34 people, 36 people in 2013, and 46 people in 2014 in which the CDR in 2014 has only reached 48.4% which is still far from the 70% of the target (Solok Public Health Department, 2014). In 2014, the finding of Positive ARB Pulmonary Tuberculosis in Tanah Garam Public Health Center are 8 people (26.7%), 18 people (60%) in Tanjung Paku Public Health Center, 4 people (30.8%) in Nan Balimo Public Health Center, and 12 people (54.5%) in KTK Public Health Center. The objective of this thesis is to find out the new positive ARB pulmonary Tuberculosis patients in Public Health Departments in the City of Solok in 2015. The design of this research is qualitative. The research has been done in August 2015 and there were 13 respondents as the research subjects, including one pulmonary Tuberculosis deputy supervisor, four heads of Public Health Centers, four pulmonary Tuberculosis officers of Public Health Centers, and four communities/suspects. The data were collected through profound interview. From the research, it was found that the planning of pulmonary Tuberculosis program has been done as planned; the implementation of pulmonary Tuberculosis program by the informants was not, yet, maximal; the monitoring and evaluation of the Pulmonary Tuberculosis program in the Public Health Center working area has been done in accordance, however, the achievement of the finding of the Pulmonary Tuberculosis patients in the Public Health Center working area has not reached the target. The Public Health Department is expected to maintain/improve the training of pulmonary Tuberculosis officers. For the Pulmonary Tuberculosis officers, to move the cadres and community even more active. For the head of the Public Health Centers, to motivate by giving award to the achievements of Pulmonary Tuberculosis officers.

Skripsi 2017
Detail