Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Pengaruh pemberian Micro Wave Diathermy dan terapi latihan Mc. Kenzie terhadap penurunan nyeri pada penderita Hernia Nukleus pulposus ( HNP ) Lumbal di RSUD kota Solok Tahun 2015
Pengaruh pemberian Micro Wave Diathermy dan terapi latihan Mc. Kenzie terhadap penurunan nyeri pada penderita Hernia Nukleus pulposus ( HNP ) Lumbal di RSUD kota Solok Tahun 2015

Adriani, Maizulvia Hermin · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Prevalensi Prevelensi Hernia Nukleus Pulposus (HNP) di Indonesia mencapai 7,6 – 37 % yang di jumpai pada usia 45 -60 tahun. Di Kota Solok, jumlah penderita Hernia NukleusPulposus ( HNP) Lumbal di tahun 2014 berjumlah 222 orang dan merupakan 10 penyakit yang tertinggi di kotaSolok. HNP dapat dicegah dengan dengan melakukan latihan fisik dan terapi. Mc. Kenzie adalah salah satu bentuk olahraga yang dimasukkan dalam modalitas fisioterapi dengan menggunakan gerak tubuh secara aktif maupunpasif untuk memelihara dan perbaikan kekuatan. Sedangkan Micro Wave Diathermy (MWD) adalah suatu pengobatan menggunakan stressor fisis berupa energi elektromagnetik yang dihasilkan oleh arus bolak balik frekuensi 2450 Mhz dengan panjang gelombang 12,25 cm. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Micro Wave Diathermy dan Latihan Mc. Kenzie dengan perubahan nyeri di RSUD kotaSolok. Penelitian ini bersifat Quasi eksperimen, dengan analisa data menggunakan Analisa Univariat dan Bivariat dengan uji statistict test dependen. Penelitian telah dilakukan pada 13 sampai 27 agustus 2015 dan populasi adalah seluruh penderita HNP lumbal di RSUD kota Solok berjumlah 222 orang dengan jumlah sampel sebanyak 13 orang. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Alat yang digunakan untuk mengukur nyeri VAS (Visual Analog Scale) serta menggunakan lembar observasi. Dari uji statistik didapatkan nilai signifikan MWD dan Mc.Kenzie dengan penurunan nyeri dengan p value = 0,00, dengan rata – rata nyeri sebelum intervensi 6,62 dan rata – rata nyeri setelah intervensi 2,62 dapat disimpulkan adanya pengaruh Micro Wave Diathermy dan latihan Mc.Kenzie dengan penurunan nyeri. Dengan adanya pengaruh Micro Wave Diathermy dan latihan Mc. Kenzie terhadap penurunan nyeri pada penderita Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Lumbal diharapkan kepada petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan penyuluhan secara berkala setiap kegiatan dalam menganjurkan pasien melakukan terapi sesuai dengan jadwalnya. Abstract (EN): Prevalensi Prevelensi Hernia Nukleus Pulposus (HNP) di Indonesia mencapai 7,6 – 37 % yang di jumpai pada usia 45 -60 tahun. Di Kota Solok, jumlah penderita Hernia NukleusPulposus ( HNP) Lumbal di tahun 2014 berjumlah 222 orang dan merupakan 10 penyakit yang tertinggi di kotaSolok. HNP dapat dicegah dengan dengan melakukan latihan fisik dan terapi. Mc. Kenzie adalah salah satu bentuk olahraga yang dimasukkan dalam modalitas fisioterapi dengan menggunakan gerak tubuh secara aktif maupunpasif untuk memelihara dan perbaikan kekuatan. Sedangkan Micro Wave Diathermy (MWD) adalah suatu pengobatan menggunakan stressor fisis berupa energi elektromagnetik yang dihasilkan oleh arus bolak balik frekuensi 2450 Mhz dengan panjang gelombang 12,25 cm. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Micro Wave Diathermy dan Latihan Mc. Kenzie dengan perubahan nyeri di RSUD kotaSolok. Penelitian ini bersifat Quasi eksperimen, dengan analisa data menggunakan Analisa Univariat dan Bivariat dengan uji statistict test dependen. Penelitian telah dilakukan pada 13 sampai 27 agustus 2015 dan populasi adalah seluruh penderita HNP lumbal di RSUD kota Solok berjumlah 222 orang dengan jumlah sampel sebanyak 13 orang. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Alat yang digunakan untuk mengukur nyeri VAS (Visual Analog Scale) serta menggunakan lembar observasi. Dari uji statistik didapatkan nilai signifikan MWD dan Mc.Kenzie dengan penurunan nyeri dengan p value = 0,00, dengan rata – rata nyeri sebelum intervensi 6,62 dan rata – rata nyeri setelah intervensi 2,62 dapat disimpulkan adanya pengaruh Micro Wave Diathermy dan latihan Mc.Kenzie dengan penurunan nyeri. Dengan adanya pengaruh Micro Wave Diathermy dan latihan Mc. Kenzie terhadap penurunan nyeri pada penderita Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Lumbal diharapkan kepada petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan penyuluhan secara berkala setiap kegiatan dalam menganjurkan pasien melakukan terapi sesuai dengan jadwalnya.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Mircro Wive Diathermy (MWD) dan Hold Relax Exercise terhadap Penurunan Nyeri pada Penderita Cervical Syndrome di RSUD Kota Solok Tahun 20015
Pengaruh Pemberian Mircro Wive Diathermy (MWD) dan Hold Relax Exercise terhadap Penurunan Nyeri pada Penderita Cervical Syndrome di RSUD Kota Solok Tahun 20015

Boby Saputra, Adillah · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Cervical Syndrome adalah sekumpulan gejala berupa nyeri tengkuk yang menjalar yang disebabkan oleh perubahan struktural kolumna vetebrata dan kekakutan serta peregangan otot yang berlebihan. Pada tahun 2014 di RSUD Kota Solok diketahui bahwa 25% kunjungan fisioterapi merupakan pasien dengan keluhan cervical syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Micro Wave Diathermy (MWD) dan Hold Relax Exercise terhadap penurunan nyeri pada penderita cervical syndrome di RSUD Kota Solok Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan pendekatan pre dan post test. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien penderita cervical syndrome di RSUD Kota Solok Tahun 2015 yang berjumlah 21 orang. Pengambilan sampel pada penelitian menggunakan teknik total proposive samling sehingga didapatkan sampel sebanyak 7 orang pasien. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi tingkat nyeri pasien yang diukur sebelum dan setelah pemberian terapi. Pengolahan data hasil penelitian dilakukan secara komputerisasi menggunakan analisis data non parametric dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skala nyeri tekan responden sebelum pemberian Micro Wave Diathermy dan Hold Relax Exercise adalah 5,57 menjadi 2,43 setelah intervensi dan rata-rata nyeri gerak sebelum intervensi 7,43 menjadi 3,43 setelah intervensi. Hasil analisis statistik menunjukkan ada penurunan tingkat nyeri yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p = 0,016 (nyeri tekan) dan p = 0,014 (nyeri gerak). Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas Micro Wave Diathermy dan Hold Relax Exercise efektif dalam menurunkan tingkat nyeri pada penderita Cervical Syndrome. Untuk itu, diharapkan kepada masyarakat berbagai pihak, khususnya tenaga penyedia pelayanan fisioterapi untuk dapat mengembangkan berbagai metode terapi yang efektif terhadap penurunan nyeri penderita cervical syndrome salah satunya adalah dengan modalitas Micro Wave Diathermy dan Hold Relax Exercise. Abstract (EN): Cervical syndrome is amount of the symtons as a painful at back neck which caused by the caunging of vertebrae structure columna and numb and also over stretched muscle. in 2014 in RSUD Solok known that 25% visitors of physiotherapy are cervical syndrome cases of clients. the research purpose to know the inflvence of giving microwave diathermy (MWD) and hold relax excercise throung decreasing of pain to cervical syndrome client in RSUD Solok in 2015. Kind of this research is quasi experiment by approaching pre and post. Population to this research is all patiences (clients) who have cervical syindrome’s problem in RSUD solok in 2015 is 21 clients. porposive of research uses total sampling technique so obtained that sampling 7 clients. Collecting datas of researcch by using level pain’s clients observation’s sheet which measured before and after giving therapy. Processing datas of research resulting as computerizing applies data analisis non parametric with wil coxon’s test. The result of research shown that the averages af compression pain scala of responding before giving microwave diathermy and hold relax exerase is 5,57 to 2,43 after veusion and averages of movement pain before interveasion 7,43 to 3.43 after intervesion. Statistic analysis result shows decreasing pain level which significant between before and after intervension p= 0,014 (movement pain) It could be conclu ded that giving therapy by modelity of microave diathermy and hold relax excercise is effective to decreasing level of pain to carvicalsyndrome’s client’s. For that, hoped to all people, especially for physiotherapists to improve varios methods of therapy which is effective to decreasing pain of carvical syndrom’s clients, either modality of microwave diathermy and hould relax exercise.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Gambaran Pola Makan, Aktifitas Fisik, dan Status Merokok Pada Penderita Stroke Iskemik Di Instalasi Rehabilitasi Medik RSSN Bukittinggi Tahun 2015
Gambaran Pola Makan, Aktifitas Fisik, dan Status Merokok Pada Penderita Stroke Iskemik Di Instalasi Rehabilitasi Medik RSSN Bukittinggi Tahun 2015

Detty Afriyanti, Umairoh Fadhillah · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Menurut WHO, insiden stroke perdarahan antara 15% -30% dan stroke iskemik antara 70%-85% Akan tetapi, untuk negara-negara berkembang atau asia kejadian stroke perdarahan sekitar 30% dan iskemik 70%. Tingginya angka kejadian stroke disebabkan karena gaya dan pola hidup masyarakat yang tidak sehat. Stroke disebabkan oleh dua hal utama, yaitu penyumbatan arteri yang mengalirkan darah ke otak (iskemik) atau karena adanya perdarahan di otak (hemoragik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola makan, aktifitas fisik, dan status merokok pada pasien Stroke Iskemik di Instalasi Rehabilitasi Medik RSSN Bukittinggi Tahun 2015. Penelitian ini bersifat Deskriptif. dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang terdiagnosis stroke iskemik yang berobat rawat jalan maupun rawat inap ke Instalasi Rehabilitasi Medik RSSN Bukittinggi. Teknik pengambilan sampel adalah Accidental Sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Univariat dengan menggunakan uji statistic Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan dimana terdapat 55% responden yang memiliki pola makan tidak baik, 57,5% responden yang melakukan aktifitas fisik ringan, dan 70% Responden yang merokok. Dari gambaran pola makan, aktifitas fisik dan status merokok pada penderita stroke iskemik diharapkan kepada responden agar dapat merubah pola makan yang tidak baik, meningkatkan aktifitas fisik, dan menghentikan kebiasaan merokok. Dan diharapkan kepada petugas kesehatan agar lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pola makan, aktifitas fisik dan status merokok terhadap resiko terjadinya stroke. Abstract (EN): According to WHO, stroke bleeding incident is 15%-30% and stroke iskemik is 70%-85% but in the development countries or Asian, the incident of stroke bleeding is about 30% and iskemik 70%. It was happened because of the bad life style. Stroke can be caused by two main things, they are the block of artery that brings blood to the brain (iskemik) or because of the bleeding in the brain (hemoragik). The aim of this research is to describe the eating habits, physical activity, and smoking status in Instalasi Rehabilitasi Medik RSSN Bukittinggi in 2015. This is descriptive research by using cross sectional approach. Population of this research is the entire patients that are diagnosed stroke iskemik in Instalasi Rehabilitasi Medik RSSN Bukittinggi. The samples was taken by using Accidental Sampling. The data was analyzed by using Univariat in statistical test Chi-Square. The result of this research shows that there are 55% respondents that had bad eating habits, 57,5% respondents had low physical activity, and 70% respondents that are smokers. From the description in iskemik stroke patients, it is hoped to the respondents to change their bad eating habits, increase the physical activity, and stop smoking. And also, it is hoped to the medics to increase the socialization about eating habits, physical activity, and smoking habtits toward the risk of stroke.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Senam Lansia Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia di Posyandu Lansia Pulau Belibis Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Paku Kota Solok Tahun 2015
Pengaruh Senam Lansia Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia di Posyandu Lansia Pulau Belibis Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Paku Kota Solok Tahun 2015

Lidya Mardison, Dadi Sri Wulandari · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Prevalensi Lanjut usia di dunia di perkirakan lebih dari 629 juta jiwa, di Indonesia julmah anjut usia meningkat dari 69,09 pada tahun 2007 menjadi 69,65 pada tahun 2012, di Sumatra Darat jumlah lansia sudah mencapai 72,20 bahkan di Kota Solok jumlah anjut usia sudah mencapai 51,12. Dengan meningkatnya jumah harapan hidup maka akan jumlah penderita penyakit degeratif juga akan meningkat, yang salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi dapat dicegah dengan dengan melakukan latihan fisik/ senam. Senam lansia adalah olah raga ringan yang mudah dilakukan dan tidak memberatkan, yang dapat diterapkan pada lansia. Aktivitas olahraga ini akan membantu tubuh lansia agar tetap bugar dan tetap segar, karena senam lansia mampu melatih tulang tetap kuat, mendorong jantung bekerja secara optimal dan membantu menghilangkan radikal bebas yang berkeliaran di dalam tubuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap perubahan tekanan darah pada lansia di Posyandu Lansia Pulau Belibis wilayah kerja Puskemas Tanjung Paku Kota Solok. Penelitian yang bersifat Quasi eksperimen, penelitian telah dilakukan pada tanggal 17 april sampai 3 Mei 2015 dan populasi adalah seluruh penderita hipertensi di Posyandu Kelurahan Tanjung Paku wilayah kerja Puskesmas Tanjung Paku yang berjumlah 53 orang dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah Sphygmomanometer dan stetoskop serta menggunakan lembar observasi. Dari uji statistik didapatkan nilai signifikan senam dengan penurunan tekanan darah sistol dan diastol dengan p value = 0,000 (p<0,05) , dapat disimpulkan adanya pengaruh senam dengan penurunan tekanan darah. Diharapkan petugas kesehatan lebih meningkatkan penyuluhan secara berkala setiap kegiatan dalam menganjurkan klien melakukan senam lansia 3 kali seminggu minimal 30 menit dan melakukan pengontrolan tekanan darah setiap bulannya ke posyandu ataupun Puskesmas. Abstract (EN): Elderly prevalence in the world in the estimate of more than 629 million people , in Indonesia julmah anjut age increased from 69.09 in 2007 to 69.65 in 2012 , the number of elderly in Sumatra Army has reached 72.20 even in Solok number anjut age has reached 51.12 . With increasing life expectancy , the sheer number would be the number of people with degenerative diseases will also increase , which one of them is hypertension. Hypertension can be prevented by doing physical exercise / gymnastics. Gymnastics is a sport lightweight elderly are easy to do and not burdensome, which can be applied to the elderly. This sports activity will help your body to stay fit and seniors remains fresh, because the elderly are able to train gymnastics bones strong, pushing the heart to work optimally and help eliminate free radicals that roam the body. Research purposes to determine the effect of gymnastics influence against elderly decrease blood pressure in elderly patients with hypertension in elderly posyandu Tanjung Paku work area health center Tanjung Paku Solok city. Quasi-experimental research that is, research has been carried out on Apri 17 to may 3 2015 and the entire population is hypertension patients in posyandu Tanjung Paku, amounting to 53 people with a total sample of 10 people. By using purposive sampling technique sampling. The tools used to measure blood pressure using a sphygmomanometer and stethoscope as well as the observation sheet. Of statistical gymnastics with values obtained significant decrease in systolic and diastolic blood pressure with p value = 0.000 (p<0,05), we can conclude the influence of exercise with reduced blood pressure. Health workers are expected to further improve education on a regular basis every activity in the elderly advise clients to do gymnastics 3 times a week for at least 30 minutes and controlling blood pressure every month to neighborhood health center or health center.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh  Baby Massage Terhadap Perkembangan Gross Motor Bayi 0-12 Bulan Di Jorong Ranah Sigading Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung Tahun 2015
Pengaruh Baby Massage Terhadap Perkembangan Gross Motor Bayi 0-12 Bulan Di Jorong Ranah Sigading Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung Tahun 2015

Wenny Lazdia, Eryk Sastrazaq · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Masih tingginya angka kematian bayi sangat disayangkan mengingat masa bayi merupakan masa keemasan dan masa kritis yang membutuhkan stimulasi dini untuk optimalisasi perkembangannya. Salah satu stimulasi yang dapat diberikan adalah pijat bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Baby Massage Terhadap Perkembangan Gross Motor Bayi 0-12 bulan di Jorong Ranah Sigading Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung Tahun 2015. Penelitian ini bersifat quasi-experiment dengan pendekatan purposive sampling with one group pretest-postest design dimana pengambilan sampel didasari pada suatu pertimbangan tertentu yang berdasarkan ciri atau sifat-sifat yang sudah diketahui sebelumnya oleh peneliti. Subjek penelitian berjumlah 10 orang, dengan pembagian 5 orang diberikan baby massage dan 5 orang lagi tidak diberikan baby massage kemudian dilihat perkembangan gross motor-nya dengan lembaran DDST II. Hasil penelitian Perkembangan gross motor Kelompok Kontrol Dan Intervensi didapatkan hasil yaitu saat pre-test nilai mean atau rata-ratanya sebesar 11,50 dengan nilai standar deviasinya 1,65 dan nilai p.value nya sebesar 0,008. Dan saat post-test nilai rata-ratanya adalah 12,50 dengan nilai standar deviasi sebesar 1,958 dan nilai p.value nya sebesar 0,496. Dan Hasil Uji Statistic Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan nilai p (Sig.) sebesar 0,026 < α (5%) dimana hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan Hasil penelitian ini menunjukkan secara statistic ada pengaruh yang signifikan dalam pemberian Baby Masssage terhadap Perkembangan Gross Motor Bayi Usia 0-12 Bulan di Jorong Ranah Sigading Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung Tahun 2015. Abstract (EN): Still high infants mortality rate is very unfortunate given the infancy was the golden period and a critical mass that requires early stimulation to optimize its development. One of stimulation that can be given is a baby massage. The purpose of this research was to determine the effect of baby massage toward gross motor development of infants 0-12 months in Jorong Ranah Sigading Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung 2015. This research is a quasi-experiment with approach purposive sampling with one group pretest-posttest design where sampling is based on certain consideration based on the characteristics or properties that have been known the in advance by researchers. Subjects numbered 10 people, with 5 division given the baby massage and 5 others were not given the baby massage then seen the development of their gross motor with DDST II form. The result of research gross motor development control group intervention showed that when pre-test the mean or average of 11.50 with a standard deviation value of 1.65 and its p.value of 0.008. And when the post-test average value was 12.50 with a standard deviation of 1.950 and its p.value 0.496. And test results statistics wilcoxon signed rank test value p (sig.) of 0.026 < a (5%) where it is demonstrated that are Ha accepted and Ho rejected. Based on the results of this research showed there statistically significant effect on the provision of baby massage toward gross motor development of infants age 0-12 monts in Jorong Ranah Sigading Kecamantan Koto VII Kabupaten Sijunjung 2015.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Infra Red (IR) dan Quadriceps Setting Exercise Terhadap Pengurangan Nyeri pada Penderita Osteoarthritis Genu   di RSUD Batusangkar Tahun 2015
Pengaruh Pemberian Infra Red (IR) dan Quadriceps Setting Exercise Terhadap Pengurangan Nyeri pada Penderita Osteoarthritis Genu di RSUD Batusangkar Tahun 2015

Yelmi Reni Putri, Nori Anggraini · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Osteoarthritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratife yang ditandai oleh degenerasi kartilago artikularis, perubahan pada membrane sinofia, serta hipertrofi tulang yang menimbulkan rasa nyeri dan kaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Infra Red (IR) dan Quadriceps Setting Exercise Terhadap Penurunan Nyeri pada Kasus Ostearthritis Genu di RSUD Batusangkar Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain pre dan post test. Populasi pada penelitian adalah seluruh pasien Osteoarthritis di RSUD Batusangkar pada bulan Januari sampai Desember tahun 2015 yaitu sebanyak 100 pasien. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 10 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi intensitas nyeri akibat Osteoarthritis. Analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan analisis non parametric uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri intervensi 5,7 menurun menjadi 2,7 setelah intervensi dan. Hasil analisis statistik menunjukkan ada perbedaan intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p = 0,003 ( p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas Infra Red (IR) dan Quadriceps Setting Exercise efektif terhadap penurunan intensitas nyeri Osteoarthritis. Untuk itu diharapkan kepada pasien dengan keluhan Osteoarthritis untuk dapat selalu aktif dan disiplin mengikuti program terapi yang efektif dalam menurunkan intensitas nyeri, khususnya pelaksanaan terapi dengan modalitas Infra Red (IR) dan Quadriceps Setting Exercise. Abstract (EN): Osteoarthritis (OA) is a degenerative joint disease characterized by degeneration of cartilage rtikularis, changes in membrane sinifia, and hypertrophy of bone that cause pain and stiffness. This study aims to determine the influence of the use of infra-red (IR) and quadriceps setting exercise on reducing pain in osteoarthritis genu cases in hospitals Batusangkar 2015. This type of research is quadsi experiment with pre and post test. in the study were all patients in hospitals Batusanggkar Osteoarhtitis in January until December 2015 as many as 100 patients. Sampling using accidental sampling technique to obtain a sample of 10 people. Data collection research using observation sheet the intensity of pain due to osteoarthritis. The data were analyzed using a computerized analysis of the non-parametric Wilcoxon test. The results showed an average that intervention pain intensity decreased to 5.7 and 2.7 after the intervention. Statistical analysis showed no difference in pain intensity before and after intervention with p = 0.003 (p <0.05). It can be concluded that the administration modality therapy with infra red (IR) and quadriceps setting exercise effective against a decrease in pain intensity Osteoarhtis. For that is expected to patients with complaints Osteoarhitis to be always active and disciplined therapy program that is effective in reducing pain intensity, particularly the implementation modalities of therapy with infra-red (IR) and quadriceps setting exercise.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Faradik dan PNF (Propioceptive Neuro Fasilitation) Terhadap Peningkatan Fungsional Otot Wajah pada Penderita Bell’s Palsy di RSUD Prof. Dr. MA. Hanafiah. SM Batusangkar Tahun 2015
Pengaruh Pemberian Faradik dan PNF (Propioceptive Neuro Fasilitation) Terhadap Peningkatan Fungsional Otot Wajah pada Penderita Bell’s Palsy di RSUD Prof. Dr. MA. Hanafiah. SM Batusangkar Tahun 2015

Popi Dwi Andini, Reza Olyverdi · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Bell’s Palsy merupakan suatu sindrom kelamahan wajah dengan tipe lower motor neuron serta nyeri di daerah processus mastoideus yang menyebabkan kelumpuhan pada salah satu sisi wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian faradik dan PNF (Propioceptive Neuro Fasilitation) terhadap Peningkatan Fungsional Otot Wajah pada Penderita Bell’s Palsy di RSUD Prof. Dr. MA. Hanafiah. SM Batusangkar Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain pre dan post test. Populasi pada penelitian adalah seluruh pasien bell’s palsy di RSUD Prof. Dr. MA. Hanafiah Batusangkar yaitu sebanyak 120 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 8 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi fungsional otot wajah pasien bell’s palsy. Analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan analisis data non parametric uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata fungsional otot wajah sebelum intervensi 44,75% dan setelah intervensi 78,50%. Hasil analisis statistik non parametric menggunakan uji wilcoxon diketahui bahwa dengan pemberian 6 kali intervensi terdapat terdapat peningkatan rata-rata fungsional otot wajah sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p = 0,012. Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas faradic dan PNF efektif dalam meningkatkan fungsional otot wajah pada kasus bell’s palsy. Untuk itu diharapkan kepada pihak instansi pelayanan fisioterapis untuk selalu mengembangkan teknik-teknik terapi yang efektif terhadap peningkatan fungsional otot wajah pada pasien penderita bell’s palsy salah satunya dengan pemberian faradic dan PNF. Abstract (EN): Bell's Palsy is a low syndrome in the face with the type of lower motor neuron and pain in processus mastoideus that can cause malfunction in one side of the face. The aim of this research is to find the effect of giving faradik and PNF (Propioceptive Neuro Fasilitation) toward the increasing the function of the face muscle in Bell's palsy patients in RSUD prof. Dr. Ma. Hanafiah. SM Batusangkar in 2015 This is quasi experiment research by usingpre and post test. The population is all of the Bell's palsy patients in RSUDProf. Dr. Ma Hanafiah Batusangkar that are 120 patients. The sample was taken by using accidental technique so that there are 8 patients as samples. The data was collected by using observation sheet about the function of face muscle in bell' palsy patients. The data was analyze by using non parametric Wilcoxon test. The result of the test showed that the function of the face muscle before intervention is 44.75% and after intervention is 78.50%. The result of statistical analysis in non parametric wilcoxon showed that the giving of 6 times intervention can increase the function of face muscle before and after intervention where p=0,012. It can be concluded that the giving of faradic theraphy and PNF is effective to increase the function of the face muscle in bell's palsy case. So that it is hoped to the medics to develop the techniques of theraphy in increasing the function of face muscle in bell's palsy patients, one of the way is giving faradic and PNF.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Ultrasound (US) dan Quadriceps Setting Exercise Terhadap Penurunan Nyeri pada Kasus Osteoarthritis Genu Berjenis Kelamin Perempuan di RSUD Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2015
Pengaruh Pemberian Ultrasound (US) dan Quadriceps Setting Exercise Terhadap Penurunan Nyeri pada Kasus Osteoarthritis Genu Berjenis Kelamin Perempuan di RSUD Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2015

Willy Selviyanti, Novan Asnandra · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Osteoarthritis (OA) adalah penyakit sendi degenerative yang ditandai oleh degenerasi kartilago artikularis, perubahan pada membran sinofia, serta hipertrofi tulang yang menimbulkan rasa nyeri dan kaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Ultrasound (US) dan Quadriceps Setting Exercise Terhadap Penurunan Nyeri pada Kasus Osteoarthritis Genu Berjenis Kelamin Perempuan di RSUD Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain pre dan post test. Populasi pada penelitian adalah seluruh pasien Osteoarthritis di RSUD Adnaan WD Payakumbuh pada bulan Juli tahun 2015 yaitu sebanyak 8 orang pasien. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 8 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi intensitas nyeri akibat osteoarthritis. Analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan uji dependent t- test jika sebaran data normal dan analisis non parametric uji wilcoxon jika sebaran data tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri tekan sebelum intervensi 4,75 menurun menjadi 2,75 setelah intervensi dan rata-rata intensitas nyeri gerak sebelum intervensi 5,88 menjadi 4,13 setelah intervensi. Hasil analisis statistik menunjukkan ada perbedaan intensitas nyeri tekan (p = 0,008) dan nyeri gerak (p = 0,000) sebelum dan sesudah intervensi. Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas Ultrasound (US) dan Quadriceps Setting Exercise efektif terhadap penurunan intensitas nyeri Osteoarthritis. Untuk itu diharapkan kepada pasien dengan keluhan Osteoarthritis untuk dapat selalu aktif dan disiplin mengikuti program terapi yang efektif dalam menurunkan intensitas nyeri, khususnya pelaksanaan terapi dengan modalitas Ultrasound (US) dan Quadriceps Setting Exercise. Abstract (EN): Osteoarthritis (OA) is kind of degenerative pain in joints that is began with degeneration of cartilage articularis, the change of Sinofia membrane, and hipertrofi in the bone that can cause pain and stiff. This research is aimed to know the effects of giving Ultrasound (US) and Quadriceps Setting Exercise toward the decreasing of pain in Osteoarthritis Genu in female patients at RSUD Adnaan WD Payakumbuh in 2015. This is quasi experiment research, using pre and posttest design. Population of this research is all of the Osteoarthritis patients in RSUD Adnaan WD Payakumbuh on July 2015, there are 8 patients. The samples were taken by using total sampling method so there are 8 samples. The data was collected by using observation sheets about pain intensity that is caused by osteoarthritis. The data was computerized by using dependent t-test if the distribution of data was normal and non-parametric analysis test wilcoxon if the distribution of the data was abnormal. The result of this research shows that the average of tenderness pain before intervention is 4,75 is increasing becomes 2,75 after intervention and the average of motion pain before intervention is 5,88 becomes 4,13 after intervention. The result of statistical analysis shows there is differentiation of tenderness pain (p=0,008) and motion pain (p=0,000) before and after intervention. It can be concluded that the giving of therapy by using Ultrasound (US) and Quadriceps Setting Exerciseis effective toward the decreasing of Osteoarthritis pain. So that, it is hoped that the Osteoarthritis to follow the therapy effectively to decrease the pain, especially in using Ultrasound (US) and Quadriceps Setting Exercise.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian TBC BTA (+) di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat  Tahun 2015
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian TBC BTA (+) di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2015

Yelmi Reni Putri, Rudjito, Fitri Handayani · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Penyakit Tubercolusis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tubercolusis. Tuberculosis merupakan masalah kesehatan, baik dari sisi angka kematian (mortalitas), angka kejadian penyakit (morbiditas), maupun diagnosis danterapinya. Data Dinas Kesehatan Pasaman Barattahun 2014ditemukan 569 penderita TB dan penderita TB BTA (+) adalah 408 orang daripenderita yang ditemukan. Penemuan TB BTA (+) ini paling banyak ditemukan pada puskesmas Ujung Gading dengan jumlah kasus 75. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian TBC BTA (+). Jenispenelitianiniadalahdeskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh suspect BTA (+) dengan jumlah 3000 orang. Besar sampel ditentukan dengan rumus Slovin dengan jumlah 97 orang. Cara pengambilan sampel adalah simple random sampling. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskemas Ujung Gading pada September 2015. Data yang terkumpul kemudian diolah secara univariat dan bivariat. HasilSebanyak 51,5%responden memiliki perilaku kurang baik, 41,2 % responden memiliki luas ventilasi yang kurang baik, 45,4% respondenmemilikikepadatanhuniankurangbaik, 47,4% responden memiliki pendapatan rendah, dan 39,2% responden mengalami kejadian TBC BTA (+). Hasil analisa bivariat diketahui bahwa terrdapathubungan perilaku, luas ventilasi, kepadatan hunian dan pendapatandengankejadianTBC BTA (+) di wilayah kerja Puskesmas Ujung Gading Tahun 2015 Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara perilaku, luas ventilasi, kepadatan hunian dan pendapatan dengan kejadian TBC BTA+ di wilayah kerja Puskesmas Ujung Gading Tahun 2015. Diharapkan lebih meningkatkan penyuluhan tentang perumahan dan pemukiman yang sehat pada masyarakat secara merata terutama pada daerah yang endemis TBC. Abstract (EN): Disease Tuberculosis is an infectious disease directly caused by the bacterium Mycobacterium Tuberculosis. Tuberculosis is a health problem , both in terms of mortality (mortality ) , the incidence of disease ( morbidity ) , as well as diagnosis and treatment. Health Service data Pasaman Barattahun 569 TB patients in 2014 found and patieny TB BTA ( + ) is 408 of cases detected. The discovery of TB BTA ( + ) is most commonly found in Public Health Centers Ujung Gading the number of cases 75. This study aims to identify factors - factors related to the incidence of TB BTA ( + ). This research is a descriptive cross sectional analytic approach. The population is all suspect BTA ( + ) to the number 3000 . The sample size is determined by the formula Slovin the number of 97 people. The way the sampling is simple random sampling . The study was conducted in the working area Public Health Center Ujung Gading in September 2015. The collected data is then processed by univariate and bivariate . Results A total of 51,5 % repondan have low knowledge , 41.2% of respondents have a less good behavior ,47,4 % of respondents have a less well ventilated area , 45.4 % of respondents have a population density of less good , 47.4 % of respondents have low income , and 39.2 % of respondents experienced a TB incidence of smear ( + ). Results of bivariate analysis known that knowledge, behavior, ventilation , residential density and revenue has a relationship with the incidence of TB BTA (+) in Public Health Center Ujung Gading 2015. After doing research, it is expected Expected increase education about healthy housing and settlements in the community equally , especially in areas of endemic tuberculosis.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis Pelaksanaan Keselamatan  dan keselamatan Kerja (K3) Pada Perawat di Rumah Sakit  Dr. Achmad Mochtar (RSAM ) Bukittinggi Tahun 2015
Analisis Pelaksanaan Keselamatan dan keselamatan Kerja (K3) Pada Perawat di Rumah Sakit Dr. Achmad Mochtar (RSAM ) Bukittinggi Tahun 2015

Adriani, Nurdin, Suhatman · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan suatu upaya perlindungan kepada tenaga kerjadan orang lain yang memasukitempatkerjaterhadapbahayadariakibatkecelakaankerja. Pekerja RS mempunyai risiko lebih tinggi dibanding pekerja industri lain untuk terjadinya Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Akibat Kerja (KAK),penelitian inidilakukan untuk mengetahui pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada rumah sakit Dr. Achamad Mochtar Bukititnggi tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara secara mendalam, observasi dan penelusuran dokumen. Informan penelitian sebanyak 7 orang yang di pilih dengan teknik kesesuaian dan kecukupan . Hasil Penelitian menemukan adanya masalah dalam komponen input ( Tenaga di mana tenaga pengawas yang memiliki latar belakang pendidikan jurusan K3 belum ada, sedangkan Tim kerja untuk kesehatan dan keselamatan kerja sudah di bentuk. Untuk Pendanaan kesehatan dan keselamtan kerja sudah ada di anggarkan oleh menajemen rumah sakit dan sudah mencukupi, Begitu juga dengan sarana prasarana sudah di adakan oleh pihak rumah sakit dan juga sudah mencukupi. Hal yang perlu di perhatikan dalam analisis pelaksanaan menajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di rumah sakit Dr. Achmad Mochtar Abstract (EN): Occupational Health and Safety (K3) is a safeguard for workers and others who entered the workplace against the dangers of accidental workplace K3 included as one of the standard of service being assessed in hospital accreditation, in addition to other service standards. Hospital workers have a higher risk than other industrial workers to the Occupational Diseases and Accident Due to. This study is a qualitative research. The collection of data obtained through in-depth interviews, observation and document tracking. The informants were 7 people in the select with technical suitability and adequacy. research done to determine 2015. Results found any problem in input components (power where labor inspectors in occupational health and safety (K3) yet, while the working team for occupational health and safety are already in shape. For health and salvation Funding work already budgeted by the management of the hospital and to be sufficient, So also with the infrastructure already held by the hospital as well as sufficient. It needs to be noticed in the analysis of the implementation of the management of health and safety (K3) in hospitals Achmad Mochtar Bukititnggi the need for the addition of labor inspectors and executive power, melengakapi means of implementation, as well as pelatian against nurses.

Skripsi 2017
Detail