Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Skripsi 2017

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Defisiensi Besi (Fe) Pada Siswi Kelas I dan II SMAN 4 Payakumbuh tahun 2015

Penulis
Fadly Ahmadi
Pembimbing
Rini Santy; Nina Fitri
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2017
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Kesehatan Masyarakat
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
—
Dipublikasikan
13 April 2017

Abstrak

Prevalensi anemia pada wanita usia subur (WUS) di negara-negara berkembang diperkirakan 45% dan 13% di negara maju. Di Indonesia prevalensi anemia pada remaja putri 13-18 tahun dan wanita usia subur 15-49 tahun masing-masing sebesar 22,7 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia defisiensi besi (fe) pada siswi kelas I dan II SMAN 4 payakumbuh. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. dilaksanaan pada bulan September 2015 pada 78 orang. Prosedur pengambilan sampel adalah simple random sampling (acak sederhana). Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner sedangkan kadar Haemoglobin diukur dengan metode sahli.. Analisa data dilakukan melalui analisis Univariat dan Bivariat yang pengolahan data dilakukan dengan komputerisasi yaitu uji chi-square. Berdasarkan analisis univariat didapatkan, 43 (55,1%) yang mempunyai pola makan kurang baik, 46 (59%) berpengetahuan tinggi terhadap anemia, 63 orang (34,6%) mempunyai pola menstruasi normal, dan 30 orang (38,5%) menderita anemia. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan, pengetahuan, dengan kejadian anemia, dengan nilai p dan OR berturut-turut p value = 0,020 dan OR = 3,536, p value = 0,003 dan OR = 4,650. Sedangkan pada pola menstruasi tidak terdapat hubungan yang bermakna (p value = 0,874 dan OR = 0,760) Disimpulkan bahwa ada hubungan antara pola makan dan pengetahuan dengan kejadian anemia defisiensi besi (fe) pada siswi kelas Idan II SMAN 4 payakumbuh. Untuk itu diharapkan agar ada dukungan prioritas kegiatan dari pemerintah kota Payakumbuh, ada jadwal kunjungan rutin dan penyuluhan kesehatan dari puskesmas ke sekolah serta meningkatkan kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah dan kerjasama antara sekolah dengan Puskesmas. Abstract (EN): The prevalence of anemia in women of childbearing age in developing countries an estimated 45 % and 13 % in developed countries . In Indonesia, the prevalence of anemia in adolescent girls 13-18 years and women of childbearing age 15-49 years respectively by 22.7 %. The objective of the research is to know The Factors Associated With Iron (Fe) Deficiency Anemia to Schoolgirl Class I and II SMAN 4 Payakumbuh The research design was cross sectional study, was carried on September 2015 to 78 girls. Procedure of obtaining samples are simple random sampling. Data collected by interviewing using questionnaire, while Haemoglobin level was measured by Sahli method pada bulan September 2015. The data analysis with Univariat and Bivariat were processed by chi-square analysis. Based on the univariat analysis was found 43 (55,1%) not good of diet, 46 (59%) good knowledge of anemia and 63 (80,8%) menstruation pattern is normal, and 30 orang (38,5%) suffers anemia, The result of Bivariat analysis showed that there was the significant correlation between diet, knowledge with incident of anemia, with P and OR values were p value = 0,020 dan OR = 3,536, p value = 0,003 dan OR = 4,650. And there was’nt the sicnificant orrelation between menstruation pattern, with (p value = 0,874 dan OR = 0,760) In conclusion, there was the correlation between diet and knowledge of anemia with Iron (Fe) Deficiency Anemia to Schoolgirl Class I and II SMAN 4 Payakumbuh. It is suggested to provide support of priority activity from city government of Payakumbuh, there is routine schedule and health counseling from Puskesmas to school and increase school health activity and cooperation between school and Puskesmas.

Kata Kunci

Anemia siswi