Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Jamban Keluarga Program Seribu Jamban Wilayah Kerja Puskesmas Baruah Gunuang Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Jamban Keluarga Program Seribu Jamban Wilayah Kerja Puskesmas Baruah Gunuang Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015

Fitrianola Rezkiki, Silvia, Elia Roza · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Puskesmas Baruah Gunuang merupakan salah satu puskesmas yang ada Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota. Puskesmas Baruah Gunuang mendapatkan program seribu jamban yang tersebar ditiga jorong yaitu Jorong Batu Balabuah I, Jorong Baruah Gunuang I dan Jorong Apar. Jumlah closet yang diterima Puskesmas Baruah Gunuang sebanyak 138 closet namun baru 79 (52,7%) yang dimanfaatkan masyarakat yang masih rendah dari target Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota sebanyak 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor yang berpengaruh pemanfaatan jamban keluarga program seribu jamban. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Survey Analitik dengan rancangan cross sectional study. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 31 Juli 2015 di Jorong Batu Balabuah I, Jorong Baruah Gunuang I dan Jorong Apar . Data dianalisis dalam bentuk analisis univariat, analisis Bivariat. Variabel independen adalah pengetahuan, sikap, ketersedian air bersih dan peran petugas kesehatan terhadap variabel dependen yaitu pemanfaatan jamban keluarga program seribu jamban. Populasi adalah seluruh rumah yang mendapatkan closet program seribu jamban dengan total sampling diperoleh sebanyak 138 sampel. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang rendah (50,7%), sikap yang negatif (65,9%), ketersedian air bersih yang tidak cukup (76,1%) dan peran petugas yang kurang (52,2%) sedangkan jamban keluarga yang baru dimanfaatkan (57,2%). Dari uji chi square diketahui faktor yang berhubungan terhadap pemanfaatan jamban keluarga program seribu jamban yaitu pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,00), ketersedian air bersih (p=0,005) dan peran petugas kesehatan (p=0,00). Kesimpulan dari penelitian ini Diharapkan kepada pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota agar bantuan yang diberikan jangan closet saja tetapi semua peralatan yang dibutuhkan dalam pembangunan jamban keluarga dan mutu closet juga ditingkatkan. Abstract (EN): Barauah Gunuang is one of the existing sub distrik Bukik Barisan of distrik Lima Puluh Kota. PHC Baruah Gunuang get the program thousand latrines are scattered in three ellipse that is Jorong Batu Balabuah I, Jorong Baruah Gunuang I dan Jorong Apar. Closet amount received as many as 138 health centers Baruah Gunuang closet but only 79 (52,7%)were utilized by people who are still lower than the target DHO Lima Puluh Kota as much as 100%. This study aims to determine the factors that the utilization of family latrines thousand latrines program. This research is a type of survey analitical cross sectional study. Research has been conducted on the 1st until July 31st, 2015 in Jorong Batu Balabuah I, Jorong Baruah Gunuang I and Jorong Apar. Data were analyzed in the form of univariate analysis, bivariate analysis. Independent variables are knowledge, attitude, availability of clean water and the role of health workers to the dependent variable, namely the use of toilet thousand latrines program. Population is the whole house which gets a thousand program closet latrine with a total sampling 138 samples obtained by sampling. The results obtained by the majority of respondents have a low knowledge (50,7%), a negative attitude (65,9%), the availability of clean water is not enough (76,1%) and the role of those with less (52,2%) whereas the new family latrines used (57,2%). Foem the chi square test know factors releted to the utilization of family latrine program thousand latrines are knowledge (p=0,00), attitude (p=0,00), the availability of clean water (p=0,005) and the role of health care workers (p=0,00). The conclusion from this study is expected that district health office Lima Puluh Kota that aid given should not closet alone but all the equipment needed in the construction of toilet and closet quality is also improved.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pengelolaan Sampah dengan Metode Reduce, Reuse, dan Recycle di Kelurahan Puhun Pintu Kabun Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi Tahun 2015
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pengelolaan Sampah dengan Metode Reduce, Reuse, dan Recycle di Kelurahan Puhun Pintu Kabun Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi Tahun 2015

Silvia, Efriza, Ceria Mitra Yani · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Hasil data statistik persampahan indonesia (2010). Untuk populasi sampah Indonesia sebanyak 232.656.251 orang, Timbulan sampah yang di hasilkan adalah 43.213.557 m3 pertahun. Untuk Propinsi Sumatra Barat dengan jumlah penduduk 5,389,418 jiwa menghasilkan timbulan sampah 4,437,911. sedangkan Kota Bukittinggi di Kelurahan Puhun Pintu Kabun jumlah timbulan sampah 49,30 ton/hari dengan jumlah penduduk 7.143 jiwa. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengelolaan sampah dengan metode Reduce, Reuse, dan Recycle Metode penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah responden di Kelurahan Puhun Pintu Kabun Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi, berjumlah 1.358 responden . Sampel penelitian ini berjumlah 97 orang, diambil secara proposional dengan analisa Univariat dan Bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 52,6 % responden melakukan pengelolaan sampah pada kategori tidak baik, 94,8 % pengetahuan tinggi, 67,0 % motivasi baik, 53,6 % menyatakan petugas memiliki peran baik, dan 68,0 % merupakan ibu yang bekerja. Hasil Bivariat diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengelolaan sampah adalah motivasi (p = 0,014 dan OR = 3,377), peran petugas (p = 0,017 dan OR = 2,952), dan pekerjaan (p = 0,020 dan OR = 0,317). Serta tidak ada hubungan pengetahuan dengan pengelolaan sampah (p = 0,906), Disimpulkan bahwa faktor–faktor yang berhubungan dengan pengelolaan sampah adalah motivasi, peran petugas dan pekerjaan. Oleh sebab itu, perlu adanya pelatihan-pelatihan inovatif dan kreatif bagi masyarakat untuk mendaur ulang sampah ataupun membuat 317 kompos. Abstract (EN): Results of statistical data garbage Indonesia (2010). For the population as much trash Indonesia 232 656 251 people, which generated Waste generation is 43,213,557 m3 per year. For West Sumatra Province with a population of 5,389,418 inhabitants produced waste 4,437,911. whereas Bukittinggi in Sub Puhun Door Kabun amount of waste 49.30 tonnes / day with a total population of 7143 inhabitants. The aim of research to determine the factors associated with waste management methods Reduce, Reuse, and Recycle. Descriptive analytic method with cross sectional design. Population is the respondent in the Village Puhun door Kabun Subdistrict Koto Mandiangin Selayan Bukittinggi, totaling 1,358 respondents. This research sample totaled 97 people, drawn proportionally with Univariate and Bivariate analysis using chisquare test. Results of univariate analysis known to 52.6% of respondents in the category of waste management is not good, 94.8% higher knowledge, motivation 67.0% good, 53.6% stated that the officer had a good role, and 68.0% are working mothers , Results Bivariate unknown factors associated with waste management is the motivation (p = 0.014 and OR = 3,377), the role of the officer (p = 0.017 and OR = 2,952), and employment (p = 0.020 and OR = 0,317). And there is no relation between knowledge with waste management (p = 0.906), It was concluded that the factors associated with waste management is the motivation, the role of workers and jobs. Therefore, it is necessary for the training of innovative and creative for people to recycle trash or make compost 317.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Mutu Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Pengguna Program Jaminan Kesehatan BPJS di Puskesmas Pakan Salasa Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan Tahun 2015
Hubungan Mutu Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Pengguna Program Jaminan Kesehatan BPJS di Puskesmas Pakan Salasa Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan Tahun 2015

Zainal Abidin, Cici Apriza Yanti, Yuafdal · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Puskesmas Pakan Salasa merupakan salah satu Puskesmas dengan jumlah kunjungan pasien BPJS paling sedikit jika dibandingkan dengan Puskesmas Lain yang ada di Kabupaten Solok Selatan, yaitu sebanyak 4.552 (29%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Mutu Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Pengguna Program Jaminan Kesehatan BPJS di Puskesmas Pakan Salasa Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan Tahun 2015. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah peserta BPJS di Wilayah Kerja Puskesmas Pakan Salasa tahun 2015 sebanyak 4552 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 60 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan pengolahan data penelitian dilakukan secara komputerisasi meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,3% responden menyatakan kualitas pelayanan dimensi mutu tangible baik, 73,3% menyatakan reliability baik, 63,3% menyatakan responsiveness baik, 73,3% menyatakan assurance baik, 63,3% responden menyatakan puas. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara mutu pelayanan dimensi tangible (p = 0,001, OR = 10,2), reliability (p = 0,000, OR = 16,852), responsiveness (p = 0,000, OR = 9,49) dan empathy (p = 0,000, OR = 39,667) dengan kepuasan pasien dan tidak ada hubungan antara assurance (p = 0,111) dengan kepuasan pasien. Dapat disimpulkan bahwa mutu pelayanan tangible, reliability, responsiveness, empathy berhubungan dengan kepuasan pasien. Diharapkan kepada pihak Puskesmas Pakan Salasa untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya kepada pasien BPJS, agar harapan pasien terhadap pelayanan yang memuaskan dapat terpenuhi serta dapat meningkatkan kunjungan pasien BPJS di Puskesmas Pakan Salasa. Abstract (EN): Pakan Salasa Community health center is one of the community health centers with the fewest visits in Solok Selatan regency, which are 4,552 (29%). This research was conducted to determine the relationship between service quality and patient satisfaction on BPJS health insurance program in Pakan Salasa community health center of sub-district Pauh Duo, Solok Selatan regency in 2015. Type of this research was descriptive analysis with cross sectional study approach. The population was BPJS members in Pakan Salasa health center community’s working area in 2015 which were 4,552 members. The sample was taken by using accidental samping technique; which were 60 respondents. The data was collected by using questionnaire and processed by using computerization with univariat and bivariat by chi square test. The result of this research showed that 73,3% of respondents stated that the quality of tangible service quality dimensions was good, 73,3% of respondents stated that reliability was good, 63,3% of respondents stated that responsiveness was good, 73,3% of respondents stated that the assurance was good, 63,3% of respondents were satisfied. The result of statistic analysis showed there was a relationship between service quality dimension tangible (p = 0,001, OR = 10,2), reliability (p = 0,000, OR = 16,852), responsiveness ( p = 0,000, OR = 9,49), empathy (p = 0,000, OR = 39,667) and patient satisfaction, and there was no relationship between assurance (p = 0,111) and patient satisfaction. It can be concluded that service quality dimensions of tangible, reliability, responsiveness and empathy were related to patient satisfaction. The employee of community health center is expected to improve their service quality to the society, especially to BPJS members, in order to fulfill the expectation of good service quality. This, it can increase BPJS members’ visit to Pakan Salasa community health center.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Imunisasi Tetanus Toksoid Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Mahat Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Imunisasi Tetanus Toksoid Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Mahat Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015

Zainal Abidin, Maisyarah, Azwirman · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Salah satu program pembangunan yang bertujuan mensejahterakan masyarakat dilakukan oleh Pemerintah yaitu Milenium Development Goals (MDGs), dimana salah tujuannya untuk meningkatkan kesehatan ibu. Menurut survey awal yang dilakukan pada tanggal 10 Juni 2015 ditemukan ibu hamil yang tidak TT di Puskesmas Mahat sebesar 40 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan Imunisasi TT yang menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Mahat pada tanggal 14-18 September 2015 yang dilakukan pada 34 orang ibu hamil. Data yang dikumpulkan meliputi karekteristik ibu (umur, pendidikan) pengetahuan ibu, kinerja petugas imunisasi dan informasi terhadap kelengkapan Imunisasi TT yang dikumpulkan dengan metode wawancara melalui kuesioner. Data yang telah dikumpul diolah dengan menggunakan komputerisasi dilakukan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square pada tingkat kemaknaan 0,05. Dari penelitian ini ditemukan sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan yang kurang baik 61,8 %, kinerja petugas imunisasi baik 61,8%, ibu hamil yang tidak pernah mendapatkan informasi TT yaitu 52,9 %, dan ibu hamil yang tidak lengkap imunisasi TT yaitu sebesar 58,5 %. Dari uji statistik bivariat dengan chi square ditemukan hubungan yang bermakna antara pengetahuan responden, kinerja petugas imunisasi dan informasi terhadap kelengkapan imunisasi TT. Penelitian dapat disimpulkan bahwa berhubungan dengan kelengkapan imunisasi TT adalah pengetahuan responden, kinerja petugas imunisasi dan informasi. Untuk itu perlu perhatian lebih lanjut dari pengambil kebijakan tentang masalah imunisasi TT pada ibu hamil dengan memperkuat promosi kesehatan dan perlu penelitian lebih lanjut. Abstract (EN): One development program aimed at the welfare of the community by the Government, namely the Millennium Development Goals (MDGs), in which one goal to improve maternal health. According to the initial survey conducted on June 10 2015 was found pregnant women who do not TT in Public Health Center Mahat by 40%. This study aims to determine the factors associated with the completeness of the TT immunization using cross sectional design. This research was conducted in Public Health Center Mahat on 14-18 September 2015 were conducted on 34 pregnant women. Data collected include maternal characteristics (age, education) mother's knowledge, performance and information officer immunization against TT immunization completeness collected by the method of interview through a questionnaire. The data have been collected were processed using computerized analysis of univariate and bivariate with Chi-Square test at the 0.05 significance level. From this study found the majority of pregnant women have a poor knowledge of 61.8%, a good performance of 61.8% immunization workers, pregnant women who never get information TT namely 52.9%, and pregnant women who did not complete that TT immunization amounted to 58.5%. From the statistical test bivariate with chi square found a significant association between respondents' knowledge, personnel performance information on the completeness of immunization and TT. It can be concluded that relate to the completeness TT is the knowledge of the respondent, the performance of immunization and information officer. For that we need further attention from policy makers on the issue of TT immunization in pregnant women by strengthening health promotion and needs further research.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan  Dengan Perilaku Merokok Pada Mahasiswa Laki-Laki Di STIKes Fort De  Kock Bukittinggi Tahun 2015
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok Pada Mahasiswa Laki-Laki Di STIKes Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2015

Nurhayati, Cici Apriza Yanti, Fajri Hamidi · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Merokok adalah perilaku penggunaan tembakau yang menetap, biasanya lebih dari setengah bungkus rokok per hari. Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa terdapat 30,3% perokok aktif di Sumatera Barat. Semakin meningkatnya perilaku merokok di kalangan mahasiswa semakin mengkhawatirkan. Ada banyak faktor yang munculkan perilaku merokok diantaranya peran orangtua, teman sebaya dan kurangnya sosialisasi peraturan merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok Pada Mahasiswa Laki-Laki di STIKes Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2015 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 72 mahasiswa pada 3 program studi dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur kemudian dianalisis melalui uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% atau α=0,05. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan sebagian responden mempunyai peran orang tua yang kurang baik (63,9%), peran teman sebaya yang kurang baik (75%), ada sosialisasi KTR (52,8%), sebagian tenaga pendidik yang baik (61,1%) dan sebagian responden memiliki perilaku merokok sebanyak 47 responden (65,3%). Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara peran orangtua ( p = 0,021;OR = 3,71), peran teman sebaya ( p = 0,015; OR = 4,49), Sosialisasi KTR ( p = 0,033; OR = 3,47) dan peran tenaga pendidik (p=0,032;OR = 3,83) dengan perilaku merokok. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan peran orangtua, teman sebaya, sosialisasi KTR dan peran tenaga pendidik dengan perilaku merokok. Disarankan bagi mahasiswa untuk tidak membiasakan merokok didalam kampus dan berniat untuk menghentikan kebiasaan merokok. Abstract (EN): Smoking is a behavior of tobacco use that settled, usually more than half packs of cigarettes per day. Based on results of Riskesdas for 2013 shows that there were 30.3% of active smokers in West Sumatra. Increasing the smoking behaviors among students is increasingly problem. There are many factors that bring about the smoking behaviors such as parent role, peer group, lack of socialization of the smoking regulations. This research aims to know the factors related with the smoking behaviour of students in Fort De Kock Health Science of College Bukittinggi in 2015 This research is a descriptive analytic study with cross sectional design. A sample of these studies amounted to 72 students in 3 Study Science with the accidental sampling. Data were collected through a questionnaire structured then analyzed via chi square test with a 95% level of confidence or α = 0.05. Based on the results of the study showed most respondents had a lack role parents (63,9%), bad peer group (75 %), there is a socialization rule the campus (52,8%), good teacher role(61,1%) and most of the respondents have the smoking behavior as much as 47 respondents (65.3%). Results of statistical tests showed a significant relationship between parent role ( p = 0,021;OR = 3,71), peer group ( p = 0,015; OR = 4,49), socialization of school rules on campus ( p = 0,033; OR = 3,47) and teacher role with the behavior of smoking (p=0,032;OR = 3,83) Based on the results of the study it can be concluded that the existence of the relationship of parent role, peer group, campus regulations, teacher role of smoking behavior . Recommended for students not to get used to smoke inside the campus and intends to stop the smoking habit.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis Pelaksanaan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015
Analisis Pelaksanaan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015

Silvia, Nurhayati, Widya Sisca · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) strategi telah terbukti meningkatkan perawatan bagi anak-anak yang sakit di negara berkembang, namun masih cukup banyak ditemukan Puskesmas yang tidak mencapai target dalam pelaksanaan MTBS. Di Kabupaten Lima Puluh Kota masih terdapat 4 Puskesmas dengan cakupan MTBS dibawah 90 %. Dari hasil monitoring evaluasi petugas pengelola program kesehatan anak Dinas Kesehatan diketahui bahwa masih banyak petugas di puskesmas yang kurang mengerti dalam pengisian format MTBS yang sesuai dengan standar, ketersediaan panduan atau bagan serta format MTBS yang kurang, pencatatan dan pelaporan belum dilakukan secara optimal. Tujuan penelitian untuk menganalisis Pelaksanaan MTBS di Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015. Jenis penelitian kualitatif dengan metode evaluasi study. Informan penelitian diambil secara purposive sampling, yang terdiri dari Kasi Pemegang Program MTBS, Staf Pelaksana Program MTBS, Kepala Puskesmas, Petugas Pelaksana MTBS di Puskesmas yang cakupan MTBS-nya masih rendah (kurang dari 90 %). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara melalui wawancara mendalam dengan petugas yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan MTBS. Hasil penelitian ditemukan adanya masalah dalam ketersediaan sarana prasarana, dimana masih banyak bidan yang memiliki tempat pelayanan yang kurang memadai. Sedangkan metode pelaksanaan ditemukan masalah bahwa masih banyak bidan yang tidak melaksanakan MTBS sesuai dengan bagan pelaksanaan MTBS dan tidak mengisi blanko MTBS dengan lengkap. Aspek proses ditemukan pada pelaksanaan, dimana pelaksanaan MTBS tidak berjalan maksimal, karena tidak semua bidan melaksanakannya sesuai dengan protap yang ada. Aspek output pada tahun 2015 ini sudah mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, dimana target yang ingin dicapai adalah 100 % dan pencapaian minimal 80 %. Disimpulkan bahwa pelaksanaan MTBS di Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota belum optimal. Oleh sebab itu, perlu adanya sarana dan prasarana mendukung bagi pelaksanaan MTBS, dan evaluasi terhadap kualitas pelaksanaan MTBS, tidak hanya berpedoman pada laporan yang diberikan oleh bidan atau puskesmas. Abstract (EN): Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) strategy has been proven to improve care for sick children in developing countries, but is still pretty much found that health centers do not reach the target in the implementation of IMCI. In the District Lima Puluh Kota there are four health centers with IMCI coverage below 90%. From the results of monitoring and evaluation of child health program management officers Department of Health is known that there are many officers in the clinic who do not understand the charging IMCI format conforming to the standards, guidelines or chart as well as the availability of IMCI less format, recording and reporting is not optimal. The aim of research to analyze the implementation of IMCI in the the District Lima Puluh Kota in 2015. Qualitative research methods evaluation study. Informants were taken by purposive sampling, which consists of Holder IMCI program, Executive Staff IMCI program, PHC Chief, Executive Officer of IMCI IMCI health centers its coverage is still low (less than 90%). Data collected by using the interview guidelines through in-depth interviews with officers who are directly related to the implementation of IMCI. The research found problems in the availability of infrastructure, where there are still many midwives who have a less than adequate service. While the method of execution found the problem that many midwives do not carry out IMCI IMCI implementation in accordance with the charts and fill forms with complete IMCI. Aspects found in the implementation process, in which IMCI implementation was not running optimally, because not all midwives implement it according to the existing standard operating procedure. Aspects of output in 2015 has been increased compared to previous years, where the targets to be achieved is 100% and the achievement of at least 80%. It was concluded that the implementation of the IMCI the District Lima Puluh Kota yet optimal. Therefore, the need for facilities and infrastructure support for IMCI implementation, and evaluation of the quality of IMCI implementation, not only based on the report given by the midwife or a health center.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Filariasis di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2015
Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Filariasis di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2015

Sukarsi Rusti, Reki Afrino, Rahmadian · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan oleh berbagai spesies nyamuk dan bila tidak dilakukan pengobatan maka menimbulkan cacat menetap. Salah satu cara untuk mencegah filariasis adalah mengkonsumsi obat setiap tahun selama 5 tahun berturut turut. Puskesmas Sungai Limau merupakan salah satu puskesmas di Kabupaten Padang Pariaman yang masih melaksanakan pengobatan massal filariasis dengan cakupan pengobatan massal filariasis sebanyak 78%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat filariasis di wilayah kerja Puskesmas Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian bersifat survei analitik menggunakan desain cross sectional dengan variabel dependen kepatuhan dan variabel independen pengetahuan, persepsi, dukungan keluarga. Jumlah sampel sebanyak 120 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan multistage random sampling. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat mengunakan chi squere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 54,2% responden tidak patuh minum obat filariasis. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat filariasis (p=0.018 ; OR=2,590). Ada hubungan yang signifikan antara persepsi dengan kepatuhan minum obat filariasis (p=0,006 ; OR=3,032). Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat filariasis (p=0.032 ; OR=2.799). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara pengetahuan, persepsi dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat filariasis. Untuk itu disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan kampanye tentang filariasis dan pengobatan massal filariasis melalui penyampaian berita kasus filariasis dan pengobatan massal di media cetak (koran), maupun media lainnya, yang melibatkan tokoh masyarakat setempat untuk dapat ikut serta dalam kegiatan pengobatan masal filariasis. Abstract (EN): Filariasis is an infectious disease caused by filarial worms which transmitted by various species of mosquitoes and if it doesn’t get treatment can cause permanent disability. Another way to prevent filariasis is by taking medication each year during five years. Sungai Limau Health Center is one of health centers in Padang Pariaman district that still conducted filariasis mass drug administration, with coverage filarial mass drug administration is 78%. This study aims to determinant factors that associated with the compliance to take filarial medication at Sungai Limau Health Centers Working Area, Padang Pariaman. This is analytical survey research using cross sectional study design with dependent variable is compliance and independent variables are knowledge, perception, families support. The number of samples of 120 persons. Sampling technique using multistage random sampling. Data analysis was performed univariate and bivariate using chi squere. The results showed 54,2% respondents did not compliance taking medication filariasis. Statistical test result showed there is a significant relationship between knowledge (p=0.018 ; OR=2,590) with the compliance to take filarial medication. There is a significant correlation between perception (p=0,006 ; OR=3,032) with the compliance to take filarial medication. There is a significant relationship between families support (p=0.032 ; OR=2.799) with the compliance to take filarial medication. It can be concluded that there is a significant relationship between knowledge, perception, and families support with the compliance to take filarial medication. Therefore, is recommended to health workers to improve campaign on filariasis and filariasis mass drug administration through the news of filariasis cases on newspaper or others media, which involving local community leaders to participate in mass drugs administration activities.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Septik Tank pada Keluarga di Sepanjang Aliran Sungai Parik Rumpang Kota Padang Panjang Tahun 2015
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Septik Tank pada Keluarga di Sepanjang Aliran Sungai Parik Rumpang Kota Padang Panjang Tahun 2015

Nurhayati, Evi Hasnita, Meri Eka Putri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Penggunaan sungai sebagai saluran pembuangan kotoran merupakan cara yang tidak sehat, hal ini akan menimbulkan masalah bagi mereka yang berada di hilir sungai. Survey awal terhadap 10 orang kepala keluarga diperoleh informasi bahwa 6 orang (60 %) diantaranya memiliki septik tank dan limbah kotoran dibuang ke sungai, dengan alasan tidak mengetahui syarat jamban sehat, pembuangan kotoran ke sungai adalah hal yang biasa dan tidak berdampak buruk pada kesehatan, dan tidak memperoleh dukungan dari anggota keluarga untuk membuat septik tank. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan septik tank. Metode penelitian analitik dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah rumah yang berada di sepanjang aliran sungai Parik Rumpang, berjumlah 234 rumah. Sampel sebanyak 70 rumah yang diambil secara sistematik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara terpimpin dan observasi langsung, yang kemudian diolah dan dianalisa secara komputerisasi. Hasil analisis univariat diketahui 62,9 % responden tidak memiliki septik tank, 51,4 % memiliki pengetahuan rendah, 54,3 % sikap negatif, dan 52,9 % dukungan keluarga kurang baik. Hasil analisa bivariat diketahui ada hubungan pengetahuan (p = 0,016 dan OR = 3,938), sikap (p = 0,005 dan OR = 4,821) dan dukungan keluarga (p = 0,036 dan OR = 3,306) dengan kepemilikan septik tank. Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kepemilikan septik tank adalah pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga. Oleh sebab itu, diharapkan pada instansi terkait agar mengadakan kegiatan pemicuan/penyuluhan tentang dampak dari limbah rumah tangga yang dialirkan ke sungai dan memberikan sanksi bagi keluarga yang mengalirkan limbah kotorannya ke sungai. Abstract (EN): Excreta that do not qualify very influential in the spread of disease based on the environment. The use of the river as sewage is an unhealthy way, this would cause problems for those downstream. Initial survey of the 10 heads of families obtained information that 6 (60%) of them have septic tanks and sewage discharged into the river. The do not know the terms reasoned healthy latrines, 2 stated that the sewage into the river is not unusual and does not have a negative impact on health, and did not get support from family members to make a septic tank. The aim of research to determine the factors associated with the ownership of septic tanks. Analytical research method with cross sectional study design. The population in this study is a house located along the river skelter hiatus, totaling 234 homes. Samples taken as many as 70 homes in a systematic random sampling. Data collected by the technique of guided interview and direct observation, which is then processed and analyzed by computerized. Results of univariate analysis known to 62.9% of respondents do not have septic tanks, 51.4% had low knowledge, 54.3% negative attitude, and 52.9% less good family support. Bivariate analysis results are relationship between knowledge (p = 0.016 and OR = 3.938), attitude (p = 0.005 and OR = 4.821) and family support (p = 0.036 and OR = 3.306) with ownership of the septic tank. It was concluded that the factors associated with the ownership of septic tanks is the knowledge, attitude and family support. Therefore, it is expected the relevant agencies to conduct triggering activity / education on the impact of household waste that is discharged into the river and provide sanctions for families that drain the waste manure into the river.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Masyarakat Yang Memiliki Jamban Desa Mukai Pintu Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci Tahun 2015
Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Masyarakat Yang Memiliki Jamban Desa Mukai Pintu Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci Tahun 2015

Rudjito, Detty Afriyanti, Artila · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Desa mukai pintu merupakan salah satu desa yang masyarakatnya masih buang air besar sembarangan. Perilaku buang air besar sembarangan termasuk salah satu contoh perilaku yang tidak sehat yang berdampak terhadap kesehatan seperti penyakit diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kondisi jamban, informasi peran kader kesehatan dan ketersediaan air bersih dengan kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) masyarakat yang memiliki jamban Desa Mukai Pintu Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci. Penelitian ini mengggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian Crossectional studi. Pengambilan sampel dilakukan secara Total Sampling dengan jumlah sampel 85 responden. Data dikumpul dengan menyebarkan kuesioner, setelah terkumpul diolah menggunakan komputerisasi. Di desa mukai pintu terdapat masyarakat yang melakukan buang air besar sembarangan sebesar 77,6% dari 85 responden yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kondisi jamban dengan buang air besar sembarangan dengan nilai p.value=0,002 dan nilai OR = 6,2, ada hubungan peran kader kesehatan dengan buang air besar sembarangan dengan nilai p.value=0,024 dan nilai OR = 4,0 dan ada hubungan antara ketersediaan air bersih dengan buang air besar sembarangan dengan nilai p.value=0,037 dan nilai OR = 3,4. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara kondisi jamban dengan buang air besar sembarangan. Saran bagi Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat agar lebih memperhatikan kondisi jamban masyarakat, memberikan informasi yang khususnya mengenai syarat jamban sehat yang harus dimiliki masyarakat serta bahaya buang air besar sembarangan baik berupa penyuluhan maupun datang langsung ke rumah masyarakat. Abstract (EN): Mukai pintu village is one of the villages where people still indiscrimate devecation. Indiscriminate defecation behavior is one example of unhealthy behaviors that affect health such as diarrhea. The purpose of this study was to determine the relationship latrine conditions, information about the role of health workers and the availability of clean water with indiscriminate defecation people habits who have latrines In Mukai Pintu Village District of Siulak Mukai Kerinci Regency. This study use traditional methods of descriptive analytic with cross sectional design studies. Sampling was done by total sampling with a sample of 85 respondents. Data collected by distributing questionnaires, after collected was processed using computerized. In Mukai Pintu village there is people who do indiscriminate defecation for 77,6% of the 85 respondets surveyed. The results showed a significant relationship between latrine conditions with indiscriminate defecation p.value=0,002 and the value of OR=6,2, the role of health workers with indiscriminate defecation p.value=0,024 and the value OR=4,0 and there is a correlation between the availability of water clean with indiscriminate defecation p.value=0,037 and OR=3,4 value. It is concluded that there is a relationship between latrine conditions with indiscriminate defecation. Suggestions for the community health center and health authorities to be more attention about the condition of public toilets, provide information about healthy latrine condition that must be owned by the community and danger of indiscriminate defecation by counseling or come directly to the home communities.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor  Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepuasan Ibu Hamil Terhadap Antenatal Care (ANC) Di Puskesmas Pagaruyung Tahun 2015
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepuasan Ibu Hamil Terhadap Antenatal Care (ANC) Di Puskesmas Pagaruyung Tahun 2015

Zuraida, Yuniliza, Rezi Ertada Putri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pelayanan Antenatal Care merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan terlatih untuk ibu selama masa kehamilannya, dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan Antenatal Care yang ditetapkan dalam Standar Pelayanan Kebidanan. Kepuasan ibu hamil sering dipandang sebagai suatu komponen yang penting dalam pelayanan kesehatan. Di Puskesmas Pagaruyung kualitas pelayanan dan sikap petugas merupakan salah satu faktor dominan yang mengakibatkan kurangnya keinginan ibu hamil dalam melakukan kunjungan Antenatal Care. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepuasan Ibu Hamil Terhadap Antenatal Care Di Puskesmas Pagaruyung Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Analitikdengan pendekatan CrossSectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Pagaruyung pada populasi 60 orang ibu hamil, dengan sampeltotal random sampling.Metode pengumpulan data dengan kuisioner. Teknik pengolahan data dengan komputerisasi. Analisa data menggunakan Analisa Univariat dan Bivariat Hasil penelitian didapat bahwa lebih dari separuh, yaitu 31 responden (52%) yang menyatakan kualitas pelayanan di Puskesmas Pagaruyung baik, lebih dari separuh, yaitu 34 responden (57%) yang menyatakan sikap petugas di Puskesmas Pagaruyung negative, lebih dari separuh, yaitu 34 responden (57%) yang menyatakan tidak puas dengan pelayanan Antenatal Care yang diterima.Dari uji statistik diperoleh p=0.011 untuk hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan ibu hamil dan p=0.024 untuk hubungan sikap petugas dengan kepuasan ibu hamil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara kualitas pelayanan dan sikap petugas dengan kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan Antenatal Care di Puskesmas Pagaruyung tahun 2015. Diharapkan instansi kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan sikap petugas dalam pemberian pelayanan kesehatan khususnya pelayanan Antenatal Care karena dapat mempengaruhi kepuasan ibu hamil atau pasien, agar tercipta hubungan yang kondusif. Abstract (EN): Antenatal Care is a health care by skilled health personnel for the mother during her pregnancy, performed in accordance with the service standards set out in the Antenatal Care Midwifery Service Standards. Satisfaction pregnant women are often seen as an important component of health care. Pagaruyung at the health center quality of service and attitude of workers is one of the dominant factors that lead to a lack of desire of pregnant women in antenatal visits memelakukan Care. The purpose of this study was to determine the Factors Related to Maternal Satisfaction Against Pagaruyung Antenatal Care At Health Center in 2015. This type of research is descriptive analytic cross sectional. This research was conducted at the health center Pagaruyung on a population of 60 pregnant women, with a total sample of random sampling. Documentwere collected by questionnaire. With computerized data processing techniques.Documentwere analyzed using univariate analysis and Bivariat The result is that more than half, namely 31 respondents (52%) stating the quality of services in health centers Pagaruyung well, more than half, namely 34 respondents (57%) were expressing negative Pagaruyung officer at the health center, more than half, ie 34 respondents (57%) who are not satisfied with the service received Antenatal Care. Obtained from statistical test p = 0.011 for the relationship of service quality with satisfaction of pregnant women and p = 0.024 relations officer with satisfaction the attitude of pregnant women. The conclusion from this study is no significant relationship between service quality and attitude of officers with the satisfaction of pregnant women to antenatal care at the health center Care Pagaruyung 2015. It is expected that health authorities can improve the quality of service and the attitude of workers in the provision of health services, especially services Antenatal Care as it may affect pregnant women or patient satisfaction, in order to create a conducive relationship.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Bauran Pemasaran Dengan Loyalitas Pasien Poli Umum di RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2015
Hubungan Bauran Pemasaran Dengan Loyalitas Pasien Poli Umum di RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2015

Nurdin, Mega Syafriyanti, Cory Febrina · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh mengalami penurunan kunjungan pasien lama di poli umum mulai tahun 2011 sampai tahun 2014. Penurunan jumlah pasien lama mengindikasikan adanya loyalitas pasien yang menurun, oleh karena itu bagian pemasaran rumah sakit perlu melihat taktik pemasaran atau bauran pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan bauran pemasaran dengan loyalitas pasien poli umum di RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh tahun 2015. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional study dengan besar sampel sebanyak 102 sampel. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dari bulan 27 Juli sampai 22 Agustus 2015. Data diolah dengan menggunakan program komputer yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan responden yang menyatakan promotion (promosi) kurang 53 (52%), people (orang) kurang baik 50 (49%), process (proses) tidak sesuai 38 (37,3%), physical evidence (bukti fisik) tidak sesuai 50 (49%) dan tidak loyal 50 (49%). Hasil analisis bivariat dengan chi square diketahui ada hubungan yang signifikan antara promotion (promosi) p value = 0,010, people (orang) p value = 0,006, process (proses) p value = 0,046, physical evidence (bukti fisik) p value = 0,018 dengan loyalitas. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa ada hubungan bauran pemasaran dengan loyalitas, maka disarankan kepada pihak RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh khususnya bagian pemasaran untuk meningkatkan bauran pemasaran people (orang), promotion (promosi), physical evidence (bukti fisik), process (proses), sehingga dapat meningkatkan loyalitas pasien. Abstract (EN): RSUD Dr. Adnaan Payakumbuh had declined the number of the old patients‟ visits at Poli Umum since 2011 to 2014. It indicated the decreasing old patients‟ loyalties, therefore the hospital marketing department should consider marketing tactics or diffusion. The research aimed to see how the marketing mix and the Poli Umum old patients‟ loyalties were connected at RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh in 2015. It was an analytical descriptive research using cross sectional study design with 102 samples. The samples were taken by using accidental sampling technique. The data were collected from July 27 to August 22 in 2015. They were processed by using computer program, that were analysis univariat and bivariat analysis with chi-square statistic. Univariat analysis result showed 53 respondents (52%) stated the promotion was not good enough, 50 of them (49%) stated the people were unkind, 38 of them (37%) stated the process was inappropriate, 50 of them (49%) stated physical evidence was inappropriate, and 50 of them (49%) were disloyal. Bivariat analysis with chi square showed there were significant relations between the promotion (p value = 0,010), the people (p value = 0,006), the process (p value = 0,046), the physical evidence (p value = 0,018) and the loyalty. Based on the result of the research was got that there was the correlation between the marketing mix and loyalties. Thus, it is suggested that RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh, especially the marketing department should improve the marketing mix which include people, promotion, physical evidence and process, in order to increase patients „loyalties.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Dukungan Keluarga, Peran Kader dan Pekerjaan Ibu Terhadap Kunjungan Posyandu Di Kenagarian Koto Tuo dan Sarilamak Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015
Hubungan Dukungan Keluarga, Peran Kader dan Pekerjaan Ibu Terhadap Kunjungan Posyandu Di Kenagarian Koto Tuo dan Sarilamak Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015

Rini Santy, Diwy Nurjasanti, Sari Ida Miharti · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan di selenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar/sosial dasar untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga, peran kader dan pekerjaan ibu terhadap kunjungan Posyandu di Kenagarian Koto Tuo dan Sarilamak Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei dengan menggunakan desain cross sectional dan populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak balita berjumlah 95 orang di Kenagarian Koto Tuo dan Sarilamak. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan metode simpel random sampling. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square dan dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian ibu balita tidak lagi berkunjung ke Posyandu yaitu 62.1%, memiliki dukungan keluarga tidak baik 55.8% dengan p value 0.003 dan OR 3.725, peran kader tidak baik 64.2% dengan p value 0.002 dan OR 4.018, ibu balita yang bekerja 72.6% dengan p value 0.000 dan OR 0.030. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga, peran serta kader dan pekerjaan ibu dengan kunjungan Posyandu. Disarankan kepada Dinas Kesehatan agar memberikan pelatihan kepada pihak Puskesmas tentang upaya peningktan dukungan keluarga, peran kader serta status pekerjaan yang berhubungan dengan kunjungan Posyandu. Abstract (EN): Community clinic is a form of the health efforts with society based (UKBM) managed by society in organizing the development of health to empower and give opportunities for the society in acquiring health services to hasten the decreases of mothers and baby mortality. The aim of this research is to find the relation of family supports, cadres roles and mothers’ occupation to community clinic visits at Koto Tuo and Sarilmak subdistrict in Lima Puluh Kota regency in 2015. This research is implemented in May with cross sectional design and the population in this research is women with kids under five years. The amount of the population is 95 people in Koto Tuo and Sarilmak subdistrict. The sample taken by using simple random sampling method. The analysis used of this research are univariate and bivariate analysis with Chi-Square statistic testing and the degree of credibility is 95%. The result of the research shows 62,1% of women in the population do not visit the community clinic again, 55,8% of the population do not get support from family, with p value 0,003 and OR 3,725, 64,2% of the population do not have cadre with great supports with p value 0,002 and OR 4,018 and mothers’ job 72.6% occupation with p value 0,000 and OR 0,030. It is concluded that there are meaningful relation between family supports, cadres roles and mothers’ occupation to community clinic visits. It is suggested to the health department to provide trainings to the local government clinic member about the effort to increase the family supports, cadres roles and mothers’ occupation related to community clinic visits.

Skripsi 2017
Detail