Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Skripsi 2017

Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat Filariasis di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2015

Penulis
Rahmadian
Pembimbing
Sukarsi Rusti; Reki Afrino
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2017
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Kesehatan Masyarakat
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
—
Dipublikasikan
11 April 2017

Abstrak

Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan oleh berbagai spesies nyamuk dan bila tidak dilakukan pengobatan maka menimbulkan cacat menetap. Salah satu cara untuk mencegah filariasis adalah mengkonsumsi obat setiap tahun selama 5 tahun berturut turut. Puskesmas Sungai Limau merupakan salah satu puskesmas di Kabupaten Padang Pariaman yang masih melaksanakan pengobatan massal filariasis dengan cakupan pengobatan massal filariasis sebanyak 78%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat filariasis di wilayah kerja Puskesmas Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian bersifat survei analitik menggunakan desain cross sectional dengan variabel dependen kepatuhan dan variabel independen pengetahuan, persepsi, dukungan keluarga. Jumlah sampel sebanyak 120 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan multistage random sampling. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat mengunakan chi squere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 54,2% responden tidak patuh minum obat filariasis. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat filariasis (p=0.018 ; OR=2,590). Ada hubungan yang signifikan antara persepsi dengan kepatuhan minum obat filariasis (p=0,006 ; OR=3,032). Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat filariasis (p=0.032 ; OR=2.799). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara pengetahuan, persepsi dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat filariasis. Untuk itu disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan kampanye tentang filariasis dan pengobatan massal filariasis melalui penyampaian berita kasus filariasis dan pengobatan massal di media cetak (koran), maupun media lainnya, yang melibatkan tokoh masyarakat setempat untuk dapat ikut serta dalam kegiatan pengobatan masal filariasis. Abstract (EN): Filariasis is an infectious disease caused by filarial worms which transmitted by various species of mosquitoes and if it doesn’t get treatment can cause permanent disability. Another way to prevent filariasis is by taking medication each year during five years. Sungai Limau Health Center is one of health centers in Padang Pariaman district that still conducted filariasis mass drug administration, with coverage filarial mass drug administration is 78%. This study aims to determinant factors that associated with the compliance to take filarial medication at Sungai Limau Health Centers Working Area, Padang Pariaman. This is analytical survey research using cross sectional study design with dependent variable is compliance and independent variables are knowledge, perception, families support. The number of samples of 120 persons. Sampling technique using multistage random sampling. Data analysis was performed univariate and bivariate using chi squere. The results showed 54,2% respondents did not compliance taking medication filariasis. Statistical test result showed there is a significant relationship between knowledge (p=0.018 ; OR=2,590) with the compliance to take filarial medication. There is a significant correlation between perception (p=0,006 ; OR=3,032) with the compliance to take filarial medication. There is a significant relationship between families support (p=0.032 ; OR=2.799) with the compliance to take filarial medication. It can be concluded that there is a significant relationship between knowledge, perception, and families support with the compliance to take filarial medication. Therefore, is recommended to health workers to improve campaign on filariasis and filariasis mass drug administration through the news of filariasis cases on newspaper or others media, which involving local community leaders to participate in mass drugs administration activities.

Kata Kunci

Filariasis Pengetahuan Persepsi Dukungan Keluarga Kepatuhan Minum Obat Filariasis