Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Skripsi 2017

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Masyarakat Yang Memiliki Jamban Desa Mukai Pintu Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci Tahun 2015

Penulis
Artila
Pembimbing
Rudjito; Detty Afriyanti
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2017
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Kesehatan Masyarakat
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
—
Dipublikasikan
11 April 2017

Abstrak

Desa mukai pintu merupakan salah satu desa yang masyarakatnya masih buang air besar sembarangan. Perilaku buang air besar sembarangan termasuk salah satu contoh perilaku yang tidak sehat yang berdampak terhadap kesehatan seperti penyakit diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kondisi jamban, informasi peran kader kesehatan dan ketersediaan air bersih dengan kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) masyarakat yang memiliki jamban Desa Mukai Pintu Kecamatan Siulak Mukai Kabupaten Kerinci. Penelitian ini mengggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian Crossectional studi. Pengambilan sampel dilakukan secara Total Sampling dengan jumlah sampel 85 responden. Data dikumpul dengan menyebarkan kuesioner, setelah terkumpul diolah menggunakan komputerisasi. Di desa mukai pintu terdapat masyarakat yang melakukan buang air besar sembarangan sebesar 77,6% dari 85 responden yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kondisi jamban dengan buang air besar sembarangan dengan nilai p.value=0,002 dan nilai OR = 6,2, ada hubungan peran kader kesehatan dengan buang air besar sembarangan dengan nilai p.value=0,024 dan nilai OR = 4,0 dan ada hubungan antara ketersediaan air bersih dengan buang air besar sembarangan dengan nilai p.value=0,037 dan nilai OR = 3,4. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara kondisi jamban dengan buang air besar sembarangan. Saran bagi Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat agar lebih memperhatikan kondisi jamban masyarakat, memberikan informasi yang khususnya mengenai syarat jamban sehat yang harus dimiliki masyarakat serta bahaya buang air besar sembarangan baik berupa penyuluhan maupun datang langsung ke rumah masyarakat. Abstract (EN): Mukai pintu village is one of the villages where people still indiscrimate devecation. Indiscriminate defecation behavior is one example of unhealthy behaviors that affect health such as diarrhea. The purpose of this study was to determine the relationship latrine conditions, information about the role of health workers and the availability of clean water with indiscriminate defecation people habits who have latrines In Mukai Pintu Village District of Siulak Mukai Kerinci Regency. This study use traditional methods of descriptive analytic with cross sectional design studies. Sampling was done by total sampling with a sample of 85 respondents. Data collected by distributing questionnaires, after collected was processed using computerized. In Mukai Pintu village there is people who do indiscriminate defecation for 77,6% of the 85 respondets surveyed. The results showed a significant relationship between latrine conditions with indiscriminate defecation p.value=0,002 and the value of OR=6,2, the role of health workers with indiscriminate defecation p.value=0,024 and the value OR=4,0 and there is a correlation between the availability of water clean with indiscriminate defecation p.value=0,037 and OR=3,4 value. It is concluded that there is a relationship between latrine conditions with indiscriminate defecation. Suggestions for the community health center and health authorities to be more attention about the condition of public toilets, provide information about healthy latrine condition that must be owned by the community and danger of indiscriminate defecation by counseling or come directly to the home communities.

Kata Kunci

Buang Air Besar Sembarangan Air Bersih