Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Anak Sekolah Dasar Negeri 2 Sijunjung Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Tahun 2016
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Anak Sekolah Dasar Negeri 2 Sijunjung Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Tahun 2016

Nurhayati, Fitria Fatma, Stefani Surya Pratama · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih buang air besar dengan tinja yang encer atau cair. Berdasarkan data WHO tahun 2010, jumlah diare diperkirakan 411 penderita per 1000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak sekolah dasar negeri 2 Sijunjung Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Tahun 2016. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan desain cross sectional, dilakukan penelitian terhadap kejadian diare dengan menggunakan kuesioner dengan subjek penelitian berjumlah 61 orang yang memenuhi criteria inklusi. Analisis ini menggunakan uji chi-square. Adapun yang menjadi variable independen adalah keadaan jamban, perilaku CTPS, pengetahuan PHBS, Sumber Air Bersih, dan variable dependen adalah kejadian diare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 61 responden diketahui keadaan jamban berjumlah 36 orang (59%), perilaku CTPS berjumlah 34 orang (55.7%), pengetahuan PHBS berjumlah 36 orang (59%), sedangkan Sumber Air Bersih berjumlah31 orang (50.8%) dan jumlah kejadian diare 19 orang (31.1%), Hasil uji statistik hubungan kejadian diare terhadap keadaan jamban p = 0.016 dengan OR = 5.867, terhadap perilaku CTPS p = 0.030 dengan OR= 4.539, terhadap pengetahuan PHBS p = 0.037dengan OR= 3.824 dan terhadap Sumber Air Bersih p= 0.007dengan OR= 6.094. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang makna keadaan jamban, perilaku CTPS, pengetahuan PHBS dan Sumber Air Bersih dengan kejadian diare. Disarankan kepada anak sekolah dasar bias menerapkan perilaku kesehatan seperti perilaku CTPS pada kehidupan sehari – hari sesuai dengan dengan baik dan benar. Abstract (EN): Diarrhea is the loss of fluid and electrolytes in excess which occurs due to the frequency of one or more bowel movements with watery stool or liquid. Based on data from the WHO in 2010, the number of diarrhea estimated 411 patients per 1000 population. This study aims to determine the factors associated with the incidence of diarrhea in children Elementary school 2 Sijunjung Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Tahun 2016. This research was conducted with the approach of cross sectionalstudy, conducted research on the incidence of diarrhea by using a questionnaire to the subject of study amounted to 61 people who met the inclusion criteria. This analysis using the chi-square test. As for the independent variable isLatrine circumstances, behavior of handwashing with soap, Knowledge Behavior Clean and Healthy, Clean Water Source and the dependent is diarrhea incidence. The results showed that among 61 respondents, it is a state of latrines is 36 people (59%), handwashing with soapis 34 (55.7%), Knowledge Behavior Clean and Healthyis 36 people (59%), Clean Water Source is 31 (50.8%) and diarrhea incidence is 19 people (31.1%), statistical test result of diarrhea relation to the state of the latrines p = 0.016 OR = 5,867, handwashing with soap = 0.030 with OR = 4,539, Knowledge Behavior Clean and Healthy p = 0.037 with OR = 3,824 and the Clean Water Source with p = 0.007 OR = 6,094. These results can be concluded that there is a relationship that is the meaning of the state of Latrine, handwashing with soap, Knowledge Behavior Clean and Healthy, Clean Water Source, with the incidence of diarrhea. Suggested to elementary school children can implement health behaviors such as behavioral Handwashing in daily life days according to properly and correctly.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor – Faktor yang berhubungan dengan perilaku bullying pada anak sekolah dasar di SD Negeri 15 Selayo Kabupaten Solok Tahun 2016
Faktor – Faktor yang berhubungan dengan perilaku bullying pada anak sekolah dasar di SD Negeri 15 Selayo Kabupaten Solok Tahun 2016

Sukarsi Rusti, Harisnal, Susi Delfia · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Olweus (2004) bullying sebagai tindakan negatif dalam waktu yang cukup panjang dan berulang yang dilakukan oleh satu orang atau lebih terhadap orang lain.Hasil studi yang peneliti lakukan pada tanggal 20 juli 2016 di SD negeri 15 Selayo kabupaten solok, informasi dari guru setempat sering terjadi tindakan bullying yang dilakukan oleh sebagian siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku bullying pada anak sekolah dasar. Penelitian ini bersifat analitik menggunakan pendekatan cross sectional dimana pengumpulan variabel independent dan dependent dilakukan secara bersamaan. Jumlah populasi adalah 96 orang dan sampel didalam penelitian ini adalah total populasi. Jumlah sampel 96 responden yaitu semua siswa yang bersekolah di SD Negeri 15 Selayo Tahun 2016 dan duduk di kelas 4 - 6. Data yang terkumpul kemudian diolah secara univariat dan bivariat.Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan memakai uji Chi-Square. Hasil analisa univariat diketahui bahwa responden yang melakukan tindakan bullying adalah (68,8%), responden yang komunikasinya tidak baik (76%), responden yang lingkungan tempat tinggalnya tidak baik (51%),responden yang pengetahuanya rendah yaitu (75%). Hasil analisa bivariat menunjukkan ada hubungan antara komunikasi orang tua dan anak dengan perilaku (Pvalue= 0,006 dengan OR 4,282), lingkungan tempat tinggal dengan perilaku (Pvalue= 0,000 dengan OR 7,478)dan pengetahuan dengan perilaku (Pvalue= 0,011 dengan OR 3,824) Kesimpulan penelitian terdapat hubungan bermakna antara komunikasi orang tua dan anak,lingkungan tempat tinggal dan pengetahuan dengan perilaku bullying pada anak sekolah dasar di SD Negeri 15 Selayo Kabupaten Solok Tahun 2016. Saran yang dapat diberikan diharapkan di SD Negeri 15 Selayo diadakan Guru BK agar dapat memberikan pelajaran tentang bullying dan dapat mengurangi dan mencegah terjadinya tindakan bullying disekolah. Abstract (EN): Olweus (2004) defines bullying as a negative action in quite a long time and repeatedly performed by one or more of the others, where there is an imbalance of strength and the victim does not have the ability to protect themselves. Sullivan (2006) explains that Bullying included into aggressive behavior deliberate and conscious by a person or group of persons against any person or group of people with the intention of hurting another. This research is analytic using cross sectional approach where collection of independent variables and the dependent variable is done simultaneously. The sampling technique using total sampling. The number of samples obtained 96 respondents, all boys and girls who go to school in SD Negeri 15 SelayoSolok District 2016 and in grade 4 - 6. The collected data is then processed using univariate and bivariate. The collected data were analyzed using univariate and bivariate using Chi-square test. Results of univariate analysis note that respondents who commit acts of bullying is (68.8%), respondents who are not good communication (76%), respondents whose residence is not a good environment (51%), low at respondents (75%). Results of bivariate analysis showed no relationship between parent and child communication, living environment and knowledge (pvalue ≤ 0.05). Conclusion of the study is that there is a significant relationship between parent and child communication, living environment and knowledge with bullying behavior in elementary school children in SDN 15 SelayoSolok Regency Year 2016. Advice can be given expected in SD Negeri 15 Selayo held Master BK in order to provides lessons on bullying and to reduce and prevent bullying in schools.

Skripsi 2017
Detail
Cover Efektifitas Subsurface Flow Constructed Wetland Dengan Memanfaatkan Tumbuhan Equisetum Hymale Dalam Menurunkan Kadar Lemak Minyak Pada Limbah Cair Rumah Tangga Di Desa Rawang Kota Pariaman Tahun 2016
Efektifitas Subsurface Flow Constructed Wetland Dengan Memanfaatkan Tumbuhan Equisetum Hymale Dalam Menurunkan Kadar Lemak Minyak Pada Limbah Cair Rumah Tangga Di Desa Rawang Kota Pariaman Tahun 2016

Billy Harnaldo Putra, Nurdin, Lolita Suchayana Andirasdini · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pencemaran lingkungan dari limbah cair domestik banyak mengandung bahan organik. Untuk meminimalisir pencemaran tersebut, pengolahan secara biologis dijadikan sebagai pilihan utama. Salah satunya menggunakan Sistem Lahan Basah (Constructed Wetland) dengan memanfaatkan tumbuhan Equisetum Hymale (bambu air). Tujuannya untuk mengetahui rata-rata kadar lemak minyak dalam badan air, mengetahui rata-rata kadar lemak minyak sebelum dan setelah diberi perlakuan pada Constructed Wetland (CWs), mengetahui perbedaan ratarata kadar lemak minyak pada bak kontrol dan CWs, serta mengetahui perbedaan rata-rata kadar lemak minyak melalui tumbuhan Equisetum Hymale 15 rumpun dan 30 rumpun. Penelitian ini jenis penelitian eksperimen sungguhan rancangan pretest posttest dengan kelompok control. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 29 Juli– 26 Agustus di Desa Rawang Kota Pariaman Tahun 2016. Objek penelitian ini yaitu limbah cair rumah tangga sebanyak 20 sampel. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar lemak minyak dalam badan air sebesar 838.41 mg/l. Rata-rata kadar lemak minyak sebelum diberi perlakuan pada CWs yaitu 193.70 mg/l. Rata-rata kadar lemak minyak setelah diberi perlakuan pada CWs yaitu 47.205 mg/l. Perbedaan rata-rata kadar lemak minyak pada bak Kontrol dan CWs sebesar 215.24 mg/l. Perbedaan rata-rata kadar lemak minyak melalui tumbuhan Equisetum hymale 15 rumpun dan 30 rumpun sebesar 146.50 mg/l. CWs dengan memanfaatkan tumbuhan bambu air mampu menurunkan kadar lemak minyak pada limbah cair rumah tangga. Hal ini disebabkan karena sistem pengolahan limbah cair secara biologis sesuai untuk limbah cair rumah tangga banyak mengandung bahan buangan organik, terutama lemak dan minyak. Diharapkan masyarakat dapat menggunakan metode ini sebagai alternatif penurunan kadar lemak minyak pada limbah cair rumah tangga. Abstract (EN): Environmental pollution from domestic waste contains a lot of organic material. To minimize pollution, biological treatment serve as the main option. One of them uses Wetlands System (Constructed Wetland) by utilizing the plant Equisetum Hymale (bamboo water). The goal is to determine the average fat content of oil in water bodies, determine the average fat content of the oil before and after being treated at the Constructed Wetland (CWS), know the difference in the average fat content of oil in the control boxes and the CWS, as well as knowing the difference Average -rata fat content of vegetable oils through groves of Equisetum Hymale 15 and 30 clumps. This study is a real experimental research with pretest posttest control. This research conducted July 29th–Agustus 26th on Rawang Village in Pariaman City 2016. The object of this study is domestic wastewater for 20 samples. The result showed the average fat content of oil in the water bodies of 838.41 mg/l. The average fat content of the oil before and were subjected to the CWs is 193.70 mg/l. The average fat content of the oil after being treated at the CWs is 47 205 mg/l. Differences in the average fat content of oil in the tub and CWs Control of 215.24 mg/l. Differences in the average fat content of vegetable oils through groves of Equisetum hymale 15 and 30 clumps of 146.50 mg/l. CWs by utilizing water bamboo plants can reduce fat levels of oil in domestic wastewater. This is because the liquid waste processing system is biologically appropriate for domestic wastewater contains a lot of organic waste material, especially fats and oils. Expected that people can use this method as an alternative to oil fat levels decrease in domestic wastewater.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor Resiko Gejala Keracunan Dalam  Penggunaan Pestisida Pada Petani Sayur Di Jorong Simpang Tigo Koto Baru  Kec X Koto Kab Tanah Datar Tahun 2016
Faktor Resiko Gejala Keracunan Dalam Penggunaan Pestisida Pada Petani Sayur Di Jorong Simpang Tigo Koto Baru Kec X Koto Kab Tanah Datar Tahun 2016

Harisnal, Rudjito, Rike · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Dalam upaya meningkatkan mutu dan produktifitas hasil pertanian, penggunaan pestisida untuk membasmi hama tanaman sering tak terhindarkan. Penyemprotan pestisida yang tidak memenuhi aturan mengakibatkan dampak bagi kesehatan petani itu sendiri yaitu timbulnya keracunan pada petani. Petani sayur di Jorong Simpang Tigo Kotobaru telah bekerja selama 5-10 tahun bahkan ada yang lebih dari 10 tahun. Semenjak bibit mulai ditanam hingga panen biasanya petani sayur tersebut melakukan penyemprotan 1-2 kali dalam sebulan dengan rata-rata lama waktu penyemprotan 7-9 jam/hari. Biasanya petani sayur tesebut melakukan penyemprotan mulai dari pagi hari sampai siang hari, dan kemudian dilanjutkan lagi sore harinya. Kegiatan penyemprotan dilakukan sepanjang tahun, sehingga tingkat paparan petani terhadap pestisida sangat tinggi, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko gejala keracunan dalam penggunaan pestisida pada petani sayur di Jorong Simpang Tigo Kotobaru Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 50 orang dan cara pengambilan sampel dengan menggunakan Metode Simple Random Sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Juli – September 2016. Pengukuran data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan dari 50 orang petani mengalami gejala keracunan sebanyak 31 (62%) orang. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan responden (p = 0,001), lama penyemprotan (jam/hari) (p = 0,020), dan penggunaan alat pelindung diri (p = 0,0005) dengan gejala keracunan pestisida. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan, lama penyemprotan dan penggunaan apd dengan munculnya gejala keracunan pestisida. Disarankan perlu adanya penyuluhan atau pelatihan pertanian yang lebih intensif dari penyuluh pertanian untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam penggunaan pestisida yang aman, tepat dan sesuai prosedur. Di samping itu perlu dilakukan pemeriksaan kholinesterase secara berkala pada petani oleh petugas kesehatan untuk mencegah efek keracunan pestisida. Abstract (EN): In an effort to improve the quality and productivity of crops, the use of pesticides to kill pests are often unavoidable. Spraying pesticides that do not meet the rules result in impacts to the health of the farmers themselves that the incidence of poisoning in farmers. Vegetable farmers in Simpang Tigo Jorong Kotobaru been working for 5-10 years and some have more than 10 years. Since the seed was planted to harvest the vegetable farmers usually spray 1-2 times in a month with an average length of spraying time 7-9 hours / day. The vegetable farmers usually spray from the early morning till noon, and then resumed again in the afternoon. Spraying activities throughout the year, so that the level of exposure of farmers to pesticides is very high, this study aims to determine risk factors for symptoms of poisoning in the use of pesticides on vegetable farmers in Simpang Tigo Jorong Kotobaru X Koto subdistrict Tanah Datar. This study uses a quantitative design with cross sectional approach. Samples in this study as many as 50 people and way of sampling using Simple Random Sampling Method. The study was conducted in July-September 2016. The measurement data using questionnaires and interviews. Analysis of the data in this study using frequency distribution and Chi -square tes. The results showed than 50 farmers experienced poisoning symptoms as much as 31 (62 %) of people. Statistical analysis showed a significant relationship between the respondents' knowledge (p = 0.001), duration of spraying (hours/day) (p = 0.020), and the use of personal protective equipment (p = 0.0005) with symptoms of pesticide poisoning. The conclusion of this study is the relationship between knowledge, long spraying and the use of apd with the emergence of symptoms of pesticide poisoning. Suggested the need for counseling or training more intensive farming of agricultural extension to increase awareness and compliance in the use of pesticides that are safe, proper and appropriate procedures. In addition, it is necessary to check periodically kholinesterase on farmers by health officials to prevent the effects of pesticide poisoning.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban Keluarga di Jorong Suayan Tinggi Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2016
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban Keluarga di Jorong Suayan Tinggi Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2016

Silvia, Nurdin, Rifal Seprianto · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Jamban merupakan sanitasi dasar penting yang harus dimiliki setiap masyarakat. Sebenarnya masyarakat sadar dan mengerti air pentingnya mempunyai jamban sendiri di rumah. Alasan utama yang selalu diungkapakan masyarakat mengapa sampai saat ini belum mempunyai jamban keluarga adalah tidak atau belum mempunyai uang. Survei awal yang dilakukan terhadap 17 kk di jorong suayan tinggi didapatkan 16 kk yang memiliki jamban keluarga tidak memenuhi syarat kesehatan.Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban keluarga di jorong suayan tinggi kecamatan akabiluru kabupaten lima puluh kota. Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 496 kk di jorong suayan tinggi, dengan jumlah sampel 100 Kepala Keluarga, pengambilan sampel secara Simple Random Sampling yang dilakukan pada tanggal 23 Agustus – 2 September 2016. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 62,0 % responden memiliki pengetahuan rendah, 53,0 % memiliki sikap negatif, 59,0 % memiliki tingkat ekonomi rendah, dan 76,0 % tidak memiliki jamban keluarga. Hasil analisa bivariat diketahui faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban keluarga adalah pengetahuan (p = 0,000 dan OR = 8,400), sikap (p = 0,002 dan OR = 4,862), dan tingkat ekonomi (p = 0,000 dan OR = 33,000). Disimpulkan dari hasil penelitian menyatakan bahwa faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban keluarga adalah pengetahuan, sikap dan tingkat ekonomi. Diharapkan tenaga puskesmas dan perangkat desa dapat mengubah motivasi masyarakat Suayan Tinggi yang sebelumnya tidak memiliki jamban keluarga agar dapat memiliki jamban keluarga dan melakukan tindakan secara baik dan sesuai standar kesehatan terhadap kepemilikan jamban keluarga. Abstract (EN): Basic sanitation latrine is important that everyone must have the public. Actually, people are aware and understand the importance of water in the home have their own latrines. The main reason why people are always disclosed to date have not had a family toilet is not or has not had the money. After an initial survey of the 17 kk in high suayan ellipse obtained 16 kk who have family toilets do not meet health requirements.factor associated with the ownership of family latrines in jorong suayan tinggi kecamatan akabilulu kabupatan lima puluh kota. Descriptive analytic method with cross sectional approach. The population in this study were 496 kk in high suayan ellipse, with a sample of 100 heads of household, sampling Simple Random Sampling is done on August 23September 2, 2016. Data were collected through a questionnaire guided interviews with a guide, then processed in a computerized test chi -square statistic. Results of univariate analysis known to 62.0 % of respondents had low knowledge, 53.0 % have a negative attitude, 59.0 % had a low economic level, and 76.0 % do not have family toilets. The results of the bivariate analysis of unknown factors associated with the ownership of the family toilet is knowledge (p = 0.000 and OR = 8,400), attitude (p = 0.002 and OR = 4.862), and economic level (p = 0.000 and OR = 33,000). It was concluded from the results of the study stated that factors relating to the ownership of the family latrine is the knowledge, attitude and level of economic. Expected workers and village health centers can change Suayan High motivation of people who previously did not have a family latrine in order to have the toilet and perform actions in good and appropriate health standards of the family latrine ownership.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Motivasi, Stress Kerja, dan Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Puskesmas Paraman Ampalu Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2016
Hubungan Motivasi, Stress Kerja, dan Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Puskesmas Paraman Ampalu Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2016

Rini Santy, Cici Apriza Yanti, Cut Pera Lahida · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Keberhasilan suatu institusi ditentukan oleh 2 faktor utama yaitu: sumber daya manusia/pegawai, sarana dan prasarana pendukung kerja. Pegawai merupakan asset perusahaan yang sangat berharga yang harus dikelola dengan baik oleh suatu instansi agar dapat memberikan kontribusi yang optimal. Berdasarkan data yang ada di Puskesmas Paraman Ampalu Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2016 masih ada beberapa program yang belum mencapai target yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi, stress kerja, dan kompensasi terhadap kinerja pegawai Puskesmas Paraman Ampalu Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2016. Penelitian ini bersifat survey analitik dengan rancangan cross sectional, dilaksanakan di Puskesmas Paraman Ampalu Kecamatan Gunung Tuleh kabupaten Pasaman Barat pada bulan Juni 2016 dengan jumlah responden 49 orang pegawai. Data dikumpulkan dengan cara membagikan kuesioner dan meminta responden untuk mengisinya, kemudian data diolah dengan menggunakan komputerisasi dan hasil penelitian disajikan dalam bentuk univariat dan bivariat. Hasil analisa univariat diketahui sebanyak 51% responden memiliki kinerja yang kurang baik, 51% responden memiliki motivasi negatif, 65,3% responden tidak stress dalam bekerja, dan 67,3% responden menyatakan kompensasi tidak sesuai. Berdasarkan analisa bivariat ada hubungan bermakna antara motivasi (pvalue=0,032≤0,05,OR=4,250), stress kerja (pvalue=0,014≤0,05), dan kompensasi (pvalue=0,004≤0,05, OR=8,667) dengan kinerja pegawai Puskesmas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin ditingkatkan motivasi dan kompensasi sertaditurunkan tingkat stress pada pegawai maka akan lebih baik kinerja pegawai Puskesmas Paraman Ampalu. Adapun saran yang diajukan dalam perbaikan manajemen Puskesmas diharapkan Kepala Puskesmas dan semua pegawai untuk saling memotivasi dalam melaksanakan tugas, serta Kepala Puskesmas diharapkan juga dapat memperhatikan kompensasi pegawai agar dapat meningkatkan kinerja pegawai. Abstract (EN): The success of an institution or organization is determined by two main factors, they are: human resources/employee, facilities and supporting infrastructure work. Employees are highly valuable corporate asset that must be managed by an agency in order to provide an optimal contributionagainst. Based on the existing data inthe Paraman Ampalu Public Health Center, Gunung Tuleh District, West Pasaman2016,there were still some programs which has not reached the target settled. This study aimed to determine the relationshipmotivation, work stress, and compensation to employee performance of Paraman Ampalu Public Helath Center, Gunung Tuleh District, West Pasaman 2016. This research is an analytic survey with cross sectional design. Conducted inParaman Ampalu Public Health Center, Gunung Tuleh District, West Pasaman in June 2016with the number of respondents 49 employees. The data was collected by giving team questionnaires and asking them to fill in. Then, the data was processed by using computerized and result of research is presented in the form of univariate and bivariate. Result of analysis univariate: 51% of respondents have a poor performance, 51% of respondentshadnegative motivation, 65,3% of respondents not stress at work, 67,3% of respondents stated that compensation is not appropriate. Based on bivariate analysis there was a significant relationships between motivation (pvalue=0,032≤0,05,OR=4,250), work stress (pvalue=0,014≤0,05), and compensation (pvalue=0,004≤0,05, OR=8,667) with the performance of an employee Public Health Center. The conclusion of this study is further enhanced motivation and compensation and further lowered stress level in employee the better the performance of an employee Paraman Ampalu Public Health Center.The suggestions put forward in the improvement of the health center managementbe expected to Head of Public Health Center and all employees to motivate each other to one anotherin performing the task, as well as the head of the health center is also expected to pay attention to employee compensationin order to improve employee performance.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor faktor yang berhubungan dengan konsumsi jajanan makanan pada siswa SDN 03 Pakan  Labuah Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh
Faktor faktor yang berhubungan dengan konsumsi jajanan makanan pada siswa SDN 03 Pakan Labuah Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh

Rini Santy, Silvia, Nova Scorveni · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Anak sekolah sebagai konsumen utama Pangan Jajanan Anak Sekolah adalah aset bangsa Indonesia yang akan menjadi penerus kita di masa mendatang. Edukasi keamanan pangan menjadi salah satu upaya sehingga masyarakat memahami dan menerapkan perilaku keamanan pangan secara konsisten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi jajanan makanan pada siswa SDN 03 Pakan Labuah Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh Tahun 2016. Pada Penelitian ini digunakan adalah penelitian Kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi jajanan makanan pada siswa SDN 03 Pakan Labuah Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh. Teknik pengambilan sampel menggunakan cara simple random sampling. Jumlah sampel sebanyak 63 responden dan jumlah populasi sebanyak 167 responden. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan pembagian kuesioner kepada responden. Data yang diperoleh diolah secara univariat dan bivariat dan dianalisis dengan menggunakan metode statistik chi square dengan program Komputerisasi. Dari hasil analisis penelitian menujukkan sebanyak (68.3%) siswa mengkonsumsi jajanan makanan baik, hasil analisis bivariat menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan konsumsi jajanan makanan adalah sikap (p=0.02), peran orang tua (p=0.048), dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan terhadap jajanan makanan (p=0.623) Pada penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa sikap siswa dan peran orang tua berhubungan secara signifikan dengan konsumsi jajanan makanan. dan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan konsumsi jajanan makanan. Diharapkan kepada sekolah untuk melakukan pengawasan secara berkala terhadap jajanan makanan dan tersedianya kantin sehat di sekolah. Abstract (EN): School children as the main consumers of food hawker school children is a national asset that Indonesia will become our successors in the future. food safety education became one of the efforts so that the public understand and implement food safety behavior consistently. the purpose of this study was to determine the factors associated with the consumption of snack at a public elementary school students pakan labuah 03 districts Aur birugo tigo Baleh 2016. This research used is quantitative study with cross-sectional approach. to determine the factors associated with the consumption of snacks in a public elementary school students pakan labuah 03 districts Aur birugo tigo Baleh. The sampling technique using simple random sampling. total sample of 67 respondents and a total population of 167 respondents. The data obtained through observation, interviews and the distribution of questionnaires to respondents. The data obtained were analyzed using univariate and bivariate and analyzed using chi square statistic with a computerized program. From the analysis showed that as many (68.3%) of students consume the snack is good, the results of bivariate analysis showed that the variables associated with the consumption of snack is an attitude (p= 0.02), the role of parents (p= 0.048), and there is no significant relationship between the knowledge of the snack (p= 0.632). In this study it was concluded that students' attitudes and the role of parents significantly related to the consumption of snack, and there is no relation between knowledge and consumption of snack. it is expected that the schools make regular monitoring of the availability of snacks and healthy canteen food in schools.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis Kualitas Udara Dalam Ruangan Rumah Sekitar Pabrik Batu-Bata Di Kelurahan Manggis Gantiang Kota Bukittinggi Tahun 2016
Analisis Kualitas Udara Dalam Ruangan Rumah Sekitar Pabrik Batu-Bata Di Kelurahan Manggis Gantiang Kota Bukittinggi Tahun 2016

Evi Hasnita, Vina Novela, Khairul Hamid · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Kemajuan di bidang industri akan memberikan dampak berupa pencemaran udara yang merupakan permasalahan lingkungan yang sedang berkembang saat ini. Beberapa pencemar udara seperti gas CO dan Partikulat yang sifatnya aerodinamis dapat dengan mudah menyebar ke lingkungan hingga tempat tinggal penduduk. Industri pembuatan batu-bata merupakan salah satu sektor industri yang banyak menghasilkan polusi udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya perbedaan nilai gas CO dan partikulat di pabrik batu-bata dengan nilai gas CO dan partikulat di area yang jauh dari pabrik batu-bata. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain tru experiment yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 di Kelurahan Manggis Gantiang Kota Bukittinggi. Subjek penelitian adalah kualitas udara dan juga penduduk yang tinggal di sekitar pabrik batu-bata. Pengukuran kadar CO dan Partikulat menggunakan alat Particle Counter CEM DT-9881, data dianalisis secara univariat dan bivariate menggunakan uji Independent Sample T- Test. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa ada perbedaan kadar CO (p=0,008), dan kadar partikulat (p=0,05) pada ruangan rumah sekitar pabrik batau bata dengan kadar CO dan partikulat pada ruangan rumah yang berjarak 3 km dari pabrik batu-bata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar CO dan partikulat dalam ruangan rumah sekitar pabrik batu-bata melebihi dari ambang batas yang dipersyaratkan, disarankan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik batu-bata sebaiknya ketika ada aktifitas pembakaran batu-bata jalur masuknya udara seperti ventilasi ditutup atau dipasang penyaring udara. Abstract (EN): Progress of industry will make an impact in the form of air pollution is a growing environmental problem today. Some air pollutants such as carbon dioxide and particulates that are aerodynamically can easily spread into the environment to family residences. Brick making industry is one industry that produce a lot of air pollution. This study aimed to analyze the differences in the value of carbon dioxide and particulates in the space around the house brick factory with a value of CO gas and particulates in the room a home away from the brick factory. This study was an experimental study with tru design experiment that was conducted in August 2016 in the village of Manggis Gantiang Bukittinggi. Subjects were air quality and also residents living nearby brick factory. Measurement of CO and particulates using a Particle Counter CEM DT-9881, the data were analyzed using univariate and bivariate tests Independent Sample TTest. The measurement results show that there are differences in the levels of CO (p = 0.008), and particulate levels (p = 0.05) in the room around the house brick factory with high levels of CO and particulates in the rooms of the house within 3 km from the brick factory. The conclusion of this study is the level of carbon monoxide and particulates in a room of the house around the plant brick exceed the threshold required, it is recommended to people who live around the factory brick preferably when there is activity burning brick lane entry of air as the vents closed or mounted air filter.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Keselamatan Pasien (Patient Safety)Di Ruang Rawat Inap RSUD Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Tahun 2016
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Keselamatan Pasien (Patient Safety)Di Ruang Rawat Inap RSUD Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Tahun 2016

Rudjito, Vina Novela, Zulham Efendi · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pada tahun 2014 didapatkandata kejadianpasien ”jatuh” disalahsaturumahsakit di Sumatera Barat diruangrawatinapbedahdengan 6 kasus pada bulanJanuarisampaiMaret 2014. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi dan hubungan lingkungan kerja, faktor tim dan komunikasi dengan keselamatan pasien di ruang rawat inap RSUD Lubuk Sikaping tahun 2016 Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian Cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling, dari 135 perawat sebanyak 60 orang dijadikan responden. Dari hasil penelitian terhadap 60 perawat, terdapat 32 perawat (53,3%) yang unsafety, 37 perawat (61,7%) yang lingkungan kerja kurang baik, 31 perawat (51,7%) kerja tim kurang baik dan 33 perawat (55,0%) komunikasi yang kurang baik. Dari uji statistik ditunjukan ada hubungan yang bermakna (p=0,023) dan (OR=3,462) antara lingkungan kerja dengan keselamatan pasien, ada hubungan bermakna (p=0,021) dan (OR=3,436) antara faktor timdengan keselamatan pasien, dan ada hubungan bemakna (p=0,022) dan (OR=3,400) antara komunikasi dengan keselamatan pasien. Dari penelitian ini dapat disimpulkan adanya hubungan yang bermakna antara lingkungan kerja dengan keselamatan pasien di ruang rawat inap RSUD Lubuk Sikaping tahun 2016. Karena lingkungan kerja lebih beresiko terjadinyakecelakaan pada pasien di ruang rawat inap RSUD Lubuk Sikaping. Disarankan bagi rumah sakit agar dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terutama hal-hal yang berhubungan dengan keselamatan pasien di rumah sakit. Abstract (EN): In 2014 the incidence of patient falls data “ibteined” at one Hospital in West Sumatra inpatient safety. is a system where a hospital makes patient care safer which involves asesmen risk, identification, and matters relating to the management of the risk of the patient, reporting and analysis of cases, the ability of learning from a case and its follow up and also the implementation of solutionto minimize the emergence of risk and prevent injuies which caused by errors due to carry out an action or do not take an action that should be taken. The method that is used is descriptive analytic with the design of crossetional research, sampling was done by random sampling with 60 respondents. The result of this research shows that there is meaningful relationship (p=0,023) and (OR=3,462) between work environtment and patient safety, (p=0,021) and (OR=3,436) between factor team and patient safety, more over there is (p=0,022) and (OR=3,400) betweencommunication andpatient safety. From this research can be concluded that there is a meaningful relationship among work environment with patient safety in the inpatient room at Lubuk Sikaping Regional Public Hospital at 2016. Because the work environment is more at risk of accidents in patientsat Lubuk Sikaping Regional Public Hospital at 2016. It is recommended to the hospital officer to increase the quality of health care especially with matters related to patient safety.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisa Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Unit Apron Movement Control (AMC) PT. Angkasa Pura II (Persero) Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) Ketaping, Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat Tahun 2016
Analisa Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Unit Apron Movement Control (AMC) PT. Angkasa Pura II (Persero) Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) Ketaping, Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat Tahun 2016

Rini Santy, Nurdin, Sapriandi · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Berdasarkan data ILO setiap hari terjadi 6.000 kasus kecelakaan kerja, sementara di Indonesia setiap 100 ribu tenaga kerja terdapat 20 korban yang fatal akibat kecelakaan kerja. Dan rata-rata per tahun terdapat 99.000 kasus kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja di indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun membuat pemerintah mengeluarkan peraturan yang mengatur perusahaan yang ada di Indonesia. Peraturan Pemerintah No.50 Tahun 2012 tentang system manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). PT. Angkasa Pura II (Persero) Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) Padang, merupakan perusahaan yang menerapkan SMK3. Penelitian ini menitik beratkan pada penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di unit Apron Movement Control (AMC) Bandara Udara Internasional Minangkabau (BIM). Penelitian ini dilakukan di Bandara Internasional Minangkabau pada bulan Agustus dan September 2016 menggunakan desain kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui tiga cara, yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM), dapat dikategorikan baik dalam Penerapan K3. Hal ini dapat diketahui dari hasil SMK3 menunjukkan bahwa seluruh indikator yang ada berjalan cukup baik sehingga mendapatkan Piagam Penghargaan Letter of Appreciation Occupational Safety and Heath Management System Jakata, 31 Agustus 2015. Berdasarkan hasil Input, Proses, Output dan Feedbac dikategorikan baik dengan berjalan baiknya program K3 diharapkan dapat selalu dijaga dan ditingkatkan, adapun saran yang diberikan peneliti memanfaatkan fasilitas K3 yang disediakan perusahaan dan mentaati rambu-rambu K3 yang terpasang sehingga lebih efisien bagi karyawan dan perusahaan. Abstract (EN): Based on data from the ILO every day occurred 6,000 cases of occupational accidents, while in Indonesia every 100 thousand workers there were 20 fatal casualties due to accidents. And the average per year there were 99,000 cases of occupational accidents. Occupational accidents in Indonesia tends to increase from year to year makes the government the regulations governing the existing companies in Indonesia. Government Regulation 50 of 2012 on the safety management system and occupational health (SMK3). PT. Angkasa Pura II (Persero) Minangkabau International Airport (BIM) Padang, a company that uses SMK3. This study focuses on the application of health and safety at the unit Apron Movement Control (AMC) Minangkabau International Airport (BIM). This research was conducted at Minangkabau International Airport in August and September using a qualitative design. Techniques of data retrieval is done in three ways, namely observation, documentation and interview. Informants in this study amounted to 6 people by using triangulation techniques. The results showed that the Minangkabau International Airport (BIM) can be categorized either in Application K3. It can be seen from SMK3 results showed that all indicators that there is a pretty good walk to get a Letter of Appreciation Letter of Appreciation Occupational Safety and Heath Management System Jakata, August 31, 2015. The good walking K3 program is expected to be maintained and upgraded, as for the advice given K3 researchers use the facility provided by the business and obey signs K3 installed so it is more efficient for employees and companies.

Skripsi 2017
Detail
Cover Manajemen Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Tatanan  Rumah Tangga di Kelurahan Kurao Pagang Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang Tahun 2016
Manajemen Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Tatanan Rumah Tangga di Kelurahan Kurao Pagang Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang Tahun 2016

Harisnal, Nurdin, Ahmad Marzuki · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

PBHS merupakan salah satu program prioritas pemerintah melalui puskesmas dan menjadi sasaran luaran dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Cakupan rumah tangga sehat yang paling rendah di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo terdapat di Kelurahan Kurao Pagang yaitu sebesar 5% dari 3 kelurahan yang ada. Penyebab rendahnya pelaksanaan PHBS di tatanan rumah tangga dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor perilaku dan non perilaku fisik, sosial ekonomi dan sebagainya. Tujuan penelitian untuk mengetahui manajemen penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Informan dari penelitian ini terdiri dari Pengelola program PHBS Puskesmas, Pimpinan Puskesmas, Kader yang aktif menjalankan PHBS, Tokoh masyarakat, Tokoh agama, Tokoh pendidikan (guru) dan masyarakat, diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (indepth interview), telaah dokumentasi dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian diketahui adanya masalah pada komponen input yaitu tenaga promosi kesehatan yang ada di puskesmas belum pernah mendapatkan pelatihan, alokasi dana sangat kecil, dan sarana penunjang Promkes sebatas media cetak. Pada proses, perencanaan belum dilaksanakan secara terpadu, pengorganisasian dan pelaksanaan promkes belum terlaksana maksimal, dan pemantauan hanya berdasarkan hasil survei PHBS rumah tangga. Komponen output diketahui penerapan PHBS Tatanan Rumah Tangga masih rendah dibawah target. Disimpulkan manajemen penerapan PHBS tatanan rumah tangga tidak sesuai yang diharapkan. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kota Padang agar lebih mensosialisasikan PHBS Rumah tangga, perlu adanya peningkatan kualitas tenaga pelaksana, alokasi dana dan sarana prasarana, serta perlu adanya upaya peningkatan manajemen penerapan PHBS tatanan rumah tangga. Abstract (EN): PHBS is one of the priority programs of the government through public health centers and subject to the outcome in the implementation of health development. Healthy domestic coverage of the lowest in the Puskesmas Nanggalo contained in Sub Kurao Pagang of 5% from 3 subdistricts. The cause of the low implementation of PHBs in order households affected by several factors such as behavioral and non-physical behavior, socio-economic and so on. The aim of research to determine the application management of clean and healthy behaviors (PHBS) in the order of the household. This research is qualitative. Informants from this research program consists of business PHBS Puskesmas, Puskesmas Leaders, cadres who actively running PHBS, community leaders, religious figures, Figures education (teachers) and society, taken by purposive sampling. Data collected through in-depth interviews (depth interview), review of documentation and focus group discussion (FGD). The survey results revealed a problem with the component input that health promotion personnel in health centers had not received the training, the allocation of funds is very small, and the supporting facilities Promkes limited to print media. In the process, have not been integrated planning, organizing and implementing Promkes has not been done up, and monitoring PHBS only based on a survey of households. The output component known application of PHBS Order Households still low below target. Concluded order management application PHBS households are not as expected. Suggested to Padang City Health Department in order to further promote PHBS Housekeeping, need to improve the quality of executive power, the allocation of funds and infrastructure, as well as the need for improving the management of the implementation of the order PHBS households.

Skripsi 2017
Detail