Faktor Resiko Gejala Keracunan Dalam Penggunaan Pestisida Pada Petani Sayur Di Jorong Simpang Tigo Koto Baru Kec X Koto Kab Tanah Datar Tahun 2016
- Penulis
- Rike
- Pembimbing
- Harisnal; Rudjito
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 10 April 2017
Abstrak
Dalam upaya meningkatkan mutu dan produktifitas hasil pertanian, penggunaan pestisida untuk membasmi hama tanaman sering tak terhindarkan. Penyemprotan pestisida yang tidak memenuhi aturan mengakibatkan dampak bagi kesehatan petani itu sendiri yaitu timbulnya keracunan pada petani. Petani sayur di Jorong Simpang Tigo Kotobaru telah bekerja selama 5-10 tahun bahkan ada yang lebih dari 10 tahun. Semenjak bibit mulai ditanam hingga panen biasanya petani sayur tersebut melakukan penyemprotan 1-2 kali dalam sebulan dengan rata-rata lama waktu penyemprotan 7-9 jam/hari. Biasanya petani sayur tesebut melakukan penyemprotan mulai dari pagi hari sampai siang hari, dan kemudian dilanjutkan lagi sore harinya. Kegiatan penyemprotan dilakukan sepanjang tahun, sehingga tingkat paparan petani terhadap pestisida sangat tinggi, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko gejala keracunan dalam penggunaan pestisida pada petani sayur di Jorong Simpang Tigo Kotobaru Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 50 orang dan cara pengambilan sampel dengan menggunakan Metode Simple Random Sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Juli – September 2016. Pengukuran data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan dari 50 orang petani mengalami gejala keracunan sebanyak 31 (62%) orang. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan responden (p = 0,001), lama penyemprotan (jam/hari) (p = 0,020), dan penggunaan alat pelindung diri (p = 0,0005) dengan gejala keracunan pestisida. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan, lama penyemprotan dan penggunaan apd dengan munculnya gejala keracunan pestisida. Disarankan perlu adanya penyuluhan atau pelatihan pertanian yang lebih intensif dari penyuluh pertanian untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam penggunaan pestisida yang aman, tepat dan sesuai prosedur. Di samping itu perlu dilakukan pemeriksaan kholinesterase secara berkala pada petani oleh petugas kesehatan untuk mencegah efek keracunan pestisida. Abstract (EN): In an effort to improve the quality and productivity of crops, the use of pesticides to kill pests are often unavoidable. Spraying pesticides that do not meet the rules result in impacts to the health of the farmers themselves that the incidence of poisoning in farmers. Vegetable farmers in Simpang Tigo Jorong Kotobaru been working for 5-10 years and some have more than 10 years. Since the seed was planted to harvest the vegetable farmers usually spray 1-2 times in a month with an average length of spraying time 7-9 hours / day. The vegetable farmers usually spray from the early morning till noon, and then resumed again in the afternoon. Spraying activities throughout the year, so that the level of exposure of farmers to pesticides is very high, this study aims to determine risk factors for symptoms of poisoning in the use of pesticides on vegetable farmers in Simpang Tigo Jorong Kotobaru X Koto subdistrict Tanah Datar. This study uses a quantitative design with cross sectional approach. Samples in this study as many as 50 people and way of sampling using Simple Random Sampling Method. The study was conducted in July-September 2016. The measurement data using questionnaires and interviews. Analysis of the data in this study using frequency distribution and Chi -square tes. The results showed than 50 farmers experienced poisoning symptoms as much as 31 (62 %) of people. Statistical analysis showed a significant relationship between the respondents' knowledge (p = 0.001), duration of spraying (hours/day) (p = 0.020), and the use of personal protective equipment (p = 0.0005) with symptoms of pesticide poisoning. The conclusion of this study is the relationship between knowledge, long spraying and the use of apd with the emergence of symptoms of pesticide poisoning. Suggested the need for counseling or training more intensive farming of agricultural extension to increase awareness and compliance in the use of pesticides that are safe, proper and appropriate procedures. In addition, it is necessary to check periodically kholinesterase on farmers by health officials to prevent the effects of pesticide poisoning.