Manajemen Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Tatanan Rumah Tangga di Kelurahan Kurao Pagang Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang Tahun 2016
- Penulis
- Ahmad Marzuki
- Pembimbing
- Harisnal; Nurdin
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 10 April 2017
Abstrak
PBHS merupakan salah satu program prioritas pemerintah melalui puskesmas dan menjadi sasaran luaran dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Cakupan rumah tangga sehat yang paling rendah di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo terdapat di Kelurahan Kurao Pagang yaitu sebesar 5% dari 3 kelurahan yang ada. Penyebab rendahnya pelaksanaan PHBS di tatanan rumah tangga dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor perilaku dan non perilaku fisik, sosial ekonomi dan sebagainya. Tujuan penelitian untuk mengetahui manajemen penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Informan dari penelitian ini terdiri dari Pengelola program PHBS Puskesmas, Pimpinan Puskesmas, Kader yang aktif menjalankan PHBS, Tokoh masyarakat, Tokoh agama, Tokoh pendidikan (guru) dan masyarakat, diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (indepth interview), telaah dokumentasi dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian diketahui adanya masalah pada komponen input yaitu tenaga promosi kesehatan yang ada di puskesmas belum pernah mendapatkan pelatihan, alokasi dana sangat kecil, dan sarana penunjang Promkes sebatas media cetak. Pada proses, perencanaan belum dilaksanakan secara terpadu, pengorganisasian dan pelaksanaan promkes belum terlaksana maksimal, dan pemantauan hanya berdasarkan hasil survei PHBS rumah tangga. Komponen output diketahui penerapan PHBS Tatanan Rumah Tangga masih rendah dibawah target. Disimpulkan manajemen penerapan PHBS tatanan rumah tangga tidak sesuai yang diharapkan. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kota Padang agar lebih mensosialisasikan PHBS Rumah tangga, perlu adanya peningkatan kualitas tenaga pelaksana, alokasi dana dan sarana prasarana, serta perlu adanya upaya peningkatan manajemen penerapan PHBS tatanan rumah tangga. Abstract (EN): PHBS is one of the priority programs of the government through public health centers and subject to the outcome in the implementation of health development. Healthy domestic coverage of the lowest in the Puskesmas Nanggalo contained in Sub Kurao Pagang of 5% from 3 subdistricts. The cause of the low implementation of PHBs in order households affected by several factors such as behavioral and non-physical behavior, socio-economic and so on. The aim of research to determine the application management of clean and healthy behaviors (PHBS) in the order of the household. This research is qualitative. Informants from this research program consists of business PHBS Puskesmas, Puskesmas Leaders, cadres who actively running PHBS, community leaders, religious figures, Figures education (teachers) and society, taken by purposive sampling. Data collected through in-depth interviews (depth interview), review of documentation and focus group discussion (FGD). The survey results revealed a problem with the component input that health promotion personnel in health centers had not received the training, the allocation of funds is very small, and the supporting facilities Promkes limited to print media. In the process, have not been integrated planning, organizing and implementing Promkes has not been done up, and monitoring PHBS only based on a survey of households. The output component known application of PHBS Order Households still low below target. Concluded order management application PHBS households are not as expected. Suggested to Padang City Health Department in order to further promote PHBS Housekeeping, need to improve the quality of executive power, the allocation of funds and infrastructure, as well as the need for improving the management of the implementation of the order PHBS households.