Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban Keluarga di Jorong Suayan Tinggi Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2016
- Penulis
- Rifal Seprianto
- Pembimbing
- Silvia; Nurdin
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 10 April 2017
Abstrak
Jamban merupakan sanitasi dasar penting yang harus dimiliki setiap masyarakat. Sebenarnya masyarakat sadar dan mengerti air pentingnya mempunyai jamban sendiri di rumah. Alasan utama yang selalu diungkapakan masyarakat mengapa sampai saat ini belum mempunyai jamban keluarga adalah tidak atau belum mempunyai uang. Survei awal yang dilakukan terhadap 17 kk di jorong suayan tinggi didapatkan 16 kk yang memiliki jamban keluarga tidak memenuhi syarat kesehatan.Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban keluarga di jorong suayan tinggi kecamatan akabiluru kabupaten lima puluh kota. Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 496 kk di jorong suayan tinggi, dengan jumlah sampel 100 Kepala Keluarga, pengambilan sampel secara Simple Random Sampling yang dilakukan pada tanggal 23 Agustus – 2 September 2016. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 62,0 % responden memiliki pengetahuan rendah, 53,0 % memiliki sikap negatif, 59,0 % memiliki tingkat ekonomi rendah, dan 76,0 % tidak memiliki jamban keluarga. Hasil analisa bivariat diketahui faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban keluarga adalah pengetahuan (p = 0,000 dan OR = 8,400), sikap (p = 0,002 dan OR = 4,862), dan tingkat ekonomi (p = 0,000 dan OR = 33,000). Disimpulkan dari hasil penelitian menyatakan bahwa faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban keluarga adalah pengetahuan, sikap dan tingkat ekonomi. Diharapkan tenaga puskesmas dan perangkat desa dapat mengubah motivasi masyarakat Suayan Tinggi yang sebelumnya tidak memiliki jamban keluarga agar dapat memiliki jamban keluarga dan melakukan tindakan secara baik dan sesuai standar kesehatan terhadap kepemilikan jamban keluarga. Abstract (EN): Basic sanitation latrine is important that everyone must have the public. Actually, people are aware and understand the importance of water in the home have their own latrines. The main reason why people are always disclosed to date have not had a family toilet is not or has not had the money. After an initial survey of the 17 kk in high suayan ellipse obtained 16 kk who have family toilets do not meet health requirements.factor associated with the ownership of family latrines in jorong suayan tinggi kecamatan akabilulu kabupatan lima puluh kota. Descriptive analytic method with cross sectional approach. The population in this study were 496 kk in high suayan ellipse, with a sample of 100 heads of household, sampling Simple Random Sampling is done on August 23September 2, 2016. Data were collected through a questionnaire guided interviews with a guide, then processed in a computerized test chi -square statistic. Results of univariate analysis known to 62.0 % of respondents had low knowledge, 53.0 % have a negative attitude, 59.0 % had a low economic level, and 76.0 % do not have family toilets. The results of the bivariate analysis of unknown factors associated with the ownership of the family toilet is knowledge (p = 0.000 and OR = 8,400), attitude (p = 0.002 and OR = 4.862), and economic level (p = 0.000 and OR = 33,000). It was concluded from the results of the study stated that factors relating to the ownership of the family latrine is the knowledge, attitude and level of economic. Expected workers and village health centers can change Suayan High motivation of people who previously did not have a family latrine in order to have the toilet and perform actions in good and appropriate health standards of the family latrine ownership.