Analisa Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Unit Apron Movement Control (AMC) PT. Angkasa Pura II (Persero) Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) Ketaping, Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat Tahun 2016
- Penulis
- Sapriandi
- Pembimbing
- Rini Santy; Nurdin
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 10 April 2017
Abstrak
Berdasarkan data ILO setiap hari terjadi 6.000 kasus kecelakaan kerja, sementara di Indonesia setiap 100 ribu tenaga kerja terdapat 20 korban yang fatal akibat kecelakaan kerja. Dan rata-rata per tahun terdapat 99.000 kasus kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja di indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun membuat pemerintah mengeluarkan peraturan yang mengatur perusahaan yang ada di Indonesia. Peraturan Pemerintah No.50 Tahun 2012 tentang system manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). PT. Angkasa Pura II (Persero) Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) Padang, merupakan perusahaan yang menerapkan SMK3. Penelitian ini menitik beratkan pada penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di unit Apron Movement Control (AMC) Bandara Udara Internasional Minangkabau (BIM). Penelitian ini dilakukan di Bandara Internasional Minangkabau pada bulan Agustus dan September 2016 menggunakan desain kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui tiga cara, yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM), dapat dikategorikan baik dalam Penerapan K3. Hal ini dapat diketahui dari hasil SMK3 menunjukkan bahwa seluruh indikator yang ada berjalan cukup baik sehingga mendapatkan Piagam Penghargaan Letter of Appreciation Occupational Safety and Heath Management System Jakata, 31 Agustus 2015. Berdasarkan hasil Input, Proses, Output dan Feedbac dikategorikan baik dengan berjalan baiknya program K3 diharapkan dapat selalu dijaga dan ditingkatkan, adapun saran yang diberikan peneliti memanfaatkan fasilitas K3 yang disediakan perusahaan dan mentaati rambu-rambu K3 yang terpasang sehingga lebih efisien bagi karyawan dan perusahaan. Abstract (EN): Based on data from the ILO every day occurred 6,000 cases of occupational accidents, while in Indonesia every 100 thousand workers there were 20 fatal casualties due to accidents. And the average per year there were 99,000 cases of occupational accidents. Occupational accidents in Indonesia tends to increase from year to year makes the government the regulations governing the existing companies in Indonesia. Government Regulation 50 of 2012 on the safety management system and occupational health (SMK3). PT. Angkasa Pura II (Persero) Minangkabau International Airport (BIM) Padang, a company that uses SMK3. This study focuses on the application of health and safety at the unit Apron Movement Control (AMC) Minangkabau International Airport (BIM). This research was conducted at Minangkabau International Airport in August and September using a qualitative design. Techniques of data retrieval is done in three ways, namely observation, documentation and interview. Informants in this study amounted to 6 people by using triangulation techniques. The results showed that the Minangkabau International Airport (BIM) can be categorized either in Application K3. It can be seen from SMK3 results showed that all indicators that there is a pretty good walk to get a Letter of Appreciation Letter of Appreciation Occupational Safety and Heath Management System Jakata, August 31, 2015. The good walking K3 program is expected to be maintained and upgraded, as for the advice given K3 researchers use the facility provided by the business and obey signs K3 installed so it is more efficient for employees and companies.