Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Anak Sekolah Dasar Negeri 2 Sijunjung Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Tahun 2016
- Penulis
- Stefani Surya Pratama
- Pembimbing
- Nurhayati; Fitria Fatma
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 10 April 2017
Abstrak
Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih buang air besar dengan tinja yang encer atau cair. Berdasarkan data WHO tahun 2010, jumlah diare diperkirakan 411 penderita per 1000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak sekolah dasar negeri 2 Sijunjung Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Tahun 2016. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan desain cross sectional, dilakukan penelitian terhadap kejadian diare dengan menggunakan kuesioner dengan subjek penelitian berjumlah 61 orang yang memenuhi criteria inklusi. Analisis ini menggunakan uji chi-square. Adapun yang menjadi variable independen adalah keadaan jamban, perilaku CTPS, pengetahuan PHBS, Sumber Air Bersih, dan variable dependen adalah kejadian diare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 61 responden diketahui keadaan jamban berjumlah 36 orang (59%), perilaku CTPS berjumlah 34 orang (55.7%), pengetahuan PHBS berjumlah 36 orang (59%), sedangkan Sumber Air Bersih berjumlah31 orang (50.8%) dan jumlah kejadian diare 19 orang (31.1%), Hasil uji statistik hubungan kejadian diare terhadap keadaan jamban p = 0.016 dengan OR = 5.867, terhadap perilaku CTPS p = 0.030 dengan OR= 4.539, terhadap pengetahuan PHBS p = 0.037dengan OR= 3.824 dan terhadap Sumber Air Bersih p= 0.007dengan OR= 6.094. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang makna keadaan jamban, perilaku CTPS, pengetahuan PHBS dan Sumber Air Bersih dengan kejadian diare. Disarankan kepada anak sekolah dasar bias menerapkan perilaku kesehatan seperti perilaku CTPS pada kehidupan sehari – hari sesuai dengan dengan baik dan benar. Abstract (EN): Diarrhea is the loss of fluid and electrolytes in excess which occurs due to the frequency of one or more bowel movements with watery stool or liquid. Based on data from the WHO in 2010, the number of diarrhea estimated 411 patients per 1000 population. This study aims to determine the factors associated with the incidence of diarrhea in children Elementary school 2 Sijunjung Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung Tahun 2016. This research was conducted with the approach of cross sectionalstudy, conducted research on the incidence of diarrhea by using a questionnaire to the subject of study amounted to 61 people who met the inclusion criteria. This analysis using the chi-square test. As for the independent variable isLatrine circumstances, behavior of handwashing with soap, Knowledge Behavior Clean and Healthy, Clean Water Source and the dependent is diarrhea incidence. The results showed that among 61 respondents, it is a state of latrines is 36 people (59%), handwashing with soapis 34 (55.7%), Knowledge Behavior Clean and Healthyis 36 people (59%), Clean Water Source is 31 (50.8%) and diarrhea incidence is 19 people (31.1%), statistical test result of diarrhea relation to the state of the latrines p = 0.016 OR = 5,867, handwashing with soap = 0.030 with OR = 4,539, Knowledge Behavior Clean and Healthy p = 0.037 with OR = 3,824 and the Clean Water Source with p = 0.007 OR = 6,094. These results can be concluded that there is a relationship that is the meaning of the state of Latrine, handwashing with soap, Knowledge Behavior Clean and Healthy, Clean Water Source, with the incidence of diarrhea. Suggested to elementary school children can implement health behaviors such as behavioral Handwashing in daily life days according to properly and correctly.