Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Pengawas Minum Obat (PMO) TB paru diwilayah kerja Puskesmas Paninggahan tahun 2015
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Pengawas Minum Obat (PMO) TB paru diwilayah kerja Puskesmas Paninggahan tahun 2015

Rudjito, Rifki Kamal, Dewi Ratna · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Tingginya penderita TB di wilayah paniggahan, disebabkan beberapa factor, baik factor kondisi fisik rumah maupun perilaku. Penanganan kasus tuberkulsis di Puskesmas paninggahan stiap tahunnya lebih kurang 30 penderita. Penanggulangan penyakit TB di paninggahan harus didampingi oleh seorang pengawas minum obat (PMO) guna menunjang Keberhasilan pengobatan. Pengobatan Tuberkulosis memerlukan waktu yang cukup lama, dan pengobatan tidak boleh terputus. Ada beberapa factor yang mempengaruhi kinerja pengawas minum obat, seperti pengetahuan, motivasi dan sikap pengawas minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kinerja PMO. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Paninggahan pada tanggal 21-30 September 2015 yang dilakukan pada 81 orang PMO. Data yang dikumpulkan meliputi pengetahuan, motivasi, sikap PMO, serta kinerja PMO dengan metode wawancara melalui kuesioner. Data yang telah dikumpul diolah dengan menggunakan komputerisasi. Kemudian dilakukan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi-square pada tingkat kemaknaan 0,05. Dari hasil penelitian diketahui bahwa (PMO) dengan pengetahuan tinggi sebanyak 88,5% dengan kinerja yang baik, (PMO) yang mempunyai motifasi yang baik sebanyak 91,5% dengan kinerja yang baik, sedangkan (PMO) yang mempunyai sikap positif sebanyak 91,7% dengan kinerja yang baik. Dari analisa bivariat didapat nilai OR= 7,156 Untuk pengetahuan, nilai OR= 9,556 untuk mitovasi, dan nilai OR= 27,5 untuk sikap. Secara statistik dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan bermakna antara pengetahuan, motifasi, dan sikap dengan kinerja PMO. Faktor dominan adalah sikap dari PMO, saran dari peneliti adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi PMO, guna tercapainya angka kesembuhan yang optimal. Abstract (EN): The high Paniggahan TB patients in the region , caused by several factors, either physical condition of the home factor and behavior. Handling cases tuberculosis in publich health centers Paninggahan, every year more than 30 people. Prevention of tuberculosis disease in Paninggahan must be accompanied by drinking drugs supervisory (PMO) to support the success of the treatment. Tuberculosis treatment requires a long time, and the treatment should not be interrupted. There are several factors that influence the performance of drinking drugs supervisory, such as knowledge , motivation and attitude. This research aims to determine the factors associated with the performance of drinking drugs supervisory (PMO). This research uses descriptive analytical by cross sectional design. This research was conducted in Public Health centers Paninggahan on 21-30 September 2015 were conducted on 81 people of drinking drugs supervisory (PMO). Data collected includes the knowledge , motivation , attitude people of drinking drugs supervisory (PMO) , as well as the performance of people of drinking drugs supervisory with interview through a questionnaire. The data that has been collected is processed using computerized. Then performed univariate and bivariate analysis with chi-square test at the 0.05 significance level. The survey results revealed that drinking drugs supervisory with high knowledge as much as 88,5% with good performance, who have a good motivation as much as 91,5% with good performance, whereas who have a positive attitude as much as 91,7% with good performance. Value obtained from bivariate analysis OR= 7,156 for the knowledge, values for motivation OR= 9,556 and OR=27,5 value for attitude. Statistically it can be deduced that there is a relationship which strong and meaningful between knowledge , motivation , and attitude to performance people of drinking drugs supervisory. The dominant factor is the attitude of the drinking drugs supervisory, the advice of the researchers is to improve the knowledge and motivation, in order to achieve optimal cure rate.

Skripsi 2017
Detail
Cover Sikap Kerja dan Kondisi Lingkungan Kerja yang Berhubungan dengan Ergonomis Kerja pada Bagian Produksi di PT. Sumatera Tropical Spices Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2015
Sikap Kerja dan Kondisi Lingkungan Kerja yang Berhubungan dengan Ergonomis Kerja pada Bagian Produksi di PT. Sumatera Tropical Spices Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2015

Harisnal, Fadillah Tri Sari Nasrul, Ika Lestya Putri · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Menurut perkiraan International Labour Organization (ILO), setiap tahun di seluruh dunia 2 juta orang meninggal karena masalah-masalah akibat kerja. Data yang diperoleh dari PT. Sumatera Tropical Spices, pada tahun 2014 terdapat 23 orang (19,6 %) tenaga kerja yang mengeluhkan nyeri punggung, 18 orang (15,4 %) gastritis, 11 orang (9,4 %) mengeluhkan nyeri pinggang, 8 orang (6,8 %) mengeluhkan nyeri tengkuk. Survey awal terhadap 5 orang tenaga kerja di PT. Sumatera Tropical Spices, peneliti menemukan 4 orang tenaga kerja yang mengeluhkan sakit pinggang dan kelelahan. Setelah melakukan observasi pada saat bekerja, diketahui bahwa 2 orang pekerja tersebut duduk dalam waktu lama (< 2 jam) tanpa berdiri, 1 orang bekerja tanpa ada istirahat dan 1 orang sering membungkuk dalam bekerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ergonomi. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan/tenaga kerja yang terdapat pada bagian produksi di PT. Sumatera Tropical Spices, berjumlah 43 orang dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan α 0,05. Hasil analisis univariat diketahui 59,1 % responden mengalami unergonomis kerja, 55,8 % sikap kerja kurang baik, dan 69,8 % lingkungan kerja kurang baik. Hasil analisa bivariat diketahui ada hubungan sikap kerja (p = 0,027 dan OR = 5,143) dan lingkungan kerja (p = 0,006 dan OR = 9,167) dengan ergonomis kerja. Disimpulkan bahwa ada hubungan sikap kerja dan lingkungan kerja dengan ergonomis kerja. Oleh sebab itu, diharapkan pada pihak perusahaan agar menyediakan menyediakan fasilitas kerja seperti meja dan bangku yang nyaman bagi pekerja sehingga bisa menimbulkan sikap kerja yang baik. Abstract (EN): According to estimates by the International Labour Organization (ILO), every year around the world 2 million people died because of the problems caused by work. Data obtained from PT. Sumatera Tropical Spices, in 2014 there were 23 (19.6%) workers who complained of back pain, 18 (15.4%) gastritis, 11 (9.4%) complained of back pain, 8 (6, 8%) complained of pain nape. Initial survey of the five workers at the PT. Sumatera Tropical Spices, researchers found four workers, who complained of back pain and fatigue. After making observations at work, it is known that the two workers are sitting in a long time (<2 hours) without standing, one person working without a break and one person often bent in the works. The aim of research to determine the factors associated with ergonomics. Type of analytical research with cross sectional approach. The population in this study were all employees / workers are on the production of PT. Sumatera Tropical Spices, totaling 43 people with total sampling technique sampling. Data were collected through interviews guided by the guide questionnaire, then processed in a computerized using chi-square statistical test with α of 0.05. Results of univariate analysis known unergonomis 59.1% of respondents experienced workplace, 55.8% less good working attitude, and 69.8% unfavorable working environment. Bivariate analysis results are known there is a relationship work attitude (p = 0.027 and OR = 5.143) and work environment (p = 0.006 and OR = 9.167) with ergonomic work. It was concluded that there is a relationship work attitude and work environment with ergonomic work. Therefore, it is expected the company to be able to do Roling employee so that they do not do the same work in a considerable period of time.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis Pengelolaan Pencemaran Badan Air Sungai Batang Lembang Di Kelurahan Tanah Garam Kota Solok Tahun 2015
Analisis Pengelolaan Pencemaran Badan Air Sungai Batang Lembang Di Kelurahan Tanah Garam Kota Solok Tahun 2015

Efriza, Fitria Fatma, Rince Sri Ananda · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pengendalian pencemaran air (DAS) diatur dalam PP No 82 tahun 2001. Keluarnya PP tersebut karena dirasakan kerusakan lingkungan yang makin menjadi. Pengelolaan pencemaran badan air sungai di fokuskan pada pengolahan limbah domestik dan limbah industri tahu agar menggunakan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) sebelum limbahnya di buang kesungai. Cakupan penggunaan IPAL industri tahu belum mencapai target yaitu 25%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan pencemaran badan air sungai Batang Lembang di kelurahan Tanah Garam Kota Solok tahun 2015. Desain penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan bulan September 2015 di kelurahan Tanah Garam kota Solok. Informan dipilih secara purposive sampling yang terdiri dari kasi pengelola Lingkungan Dinas Kesehatan, sanitarian Puskesmas Tanah Garam, Kasi pengendalian dan pengawasan Kantor Lingkungan Hidup (KLH), tokoh masyarakat, masyarakat dan pengelola industri tahu kelurahan tanah Garam. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (DKT). Untuk menganalisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian diketahui bahwa pengelolaan pencemaran air sungai Batang Lembang dari unsur pengetahuan, tindakan, kebijakan dan sosialisasi belum terlaksana dengan baik. Namun unsur perencanaan, pemantauan dan pengawasan yang dilakukan secara rutin oleh petugas sudah terlaksana dengan baik. Disimpulkan bahwa Kendala yang ditemukan dalam pengelolaan pencemaran badan air sungai yaitu masih kurangnya kesadaran masyarakat dan pengelola industri tahu untuk menjaga lingkungan agar tidak tercemar serta lemahnya kebijakan terkait pengelolaan lingkungan perairan (sungai). Oleh sebab itu diharapkan kepada petugas untuk tidak menyerah melakukan pengelolaan pencemaran sungai dan masyarakat diharapkan untuk mengikuti saran atau instruksi yang disampaikan petugas. Abstract (EN): The controlling of water pollution is regulated in government regulation number 82 in 2001. The law was released due to in creasing enviromental demage. The management of water pollution of wastewater treatment and tofu industry’s wastewater before discharging the waste into the river. The use of WWTP in tofu industry did not achieve the target yet, which was 25%. The purpose of this research was to conduct the analysis of water pollution management of Batang Lembang river in Tanah Garam village of Solok city in 2015. The research design was qualitative approach. This research was conducted in September 2015 in Tanah Garam village of Solok city. The informants were chosen by using purpose sampling, consistingof the enviroment management section chief of public health office, The sanitarian of Tanah Garam comunity health center, the section chief of controlling and monitoring the enviromental office of Solok city, the public figure, the society and the manager of tofu industry in Tanah Garam. The data was collected by deep interview and focus group discussion (FGD). The data was analyzed by using data collection, data reduction, data presentation and conclusion. The result of this study showed that the management of water pollution of Batang Lembang river based on knowladge, action, policy and sosialization were not applied. Yet, Planning, monitoring and supervising conducted regulary by the officer and the society were implemented well. It can be concluded that the obstacles found in managing the water pollution were lack of society awareness, the management of tofu industry did not know how to keep the enviroment safe from the wastewater, and lack of policy related to the management of aquatic enviroment. Hence, the officer are expected to work harder to manage the river pollution and the society is expected to folllow the advice or instruction delivered by the officer.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Sikap, Dukungan Suami Dan Keterpaparan Informasi Dengan Pemberian Susu Formula Oleh Ibu Bekerja Di Wilayah  Kerja  Puskesmas Ibuh Tahun 2015
Hubungan Sikap, Dukungan Suami Dan Keterpaparan Informasi Dengan Pemberian Susu Formula Oleh Ibu Bekerja Di Wilayah Kerja Puskesmas Ibuh Tahun 2015

Wenny Lazdia, Welly Femelia, Vini Sri Ningsih · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Susu Formula adalah susu yang telah dimodifikasi dan diformulasikan sedemikian rupa agar dapat memberikan keseimbangan zat gizi bagi bayi. UNICEF menyebutkan, bahwa bayi yang diberi susu formula berpeluang 25 kali meninggal dunia pada bulan pertama kelahirannya. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan sikap, dukungan suami, dan keterpaparan informasi dengan pemberian susu formula oleh ibu bekerja di wilayah kerja Puskesmas Ibuh tahun 2015. Penelitian menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional, telah dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2015. Dengan populasi 196 ibu bekerja yang memiliki bayi usia 0-24 bulan. Jumlah sampel penelitian ini adalah 130 orang dengan teknik Simple Random Sampling. Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square dan dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil analisis univariat diperoleh sebagian besar 79 (60,8%) ibu memberikan susu formula, 78 (60%) responden bersikap negatif, 74 (56,9%) responden dengan dukungan suami rendah dan 77 (59,2%) responden dengan keterpaparan informasi rendah. Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara sikap ibu,dukungan suami, dan keterpaparan informasi dengan Pvalue dan PR secara berturut-turut adalah p=0,000 dan PR=1.792 ; p=0,000 dan PR=2.694 ; p=0,000 dan PR=2.646. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara sikap, dukungan suami dan keterpaparan informasi dengan pemberian susu formula oleh Ibu bekerja. Disarankan agar suami dijadikan sasaran penyuluhan ASI. Bagi ibu, perlu untuk meningkatkan pengetahuan tentang ASI sehingga tidak mudah terpengaruh dengan promosi tentang susu formula. Abstract (EN): Formula Milk is modified milk and properly formulated in order to be able to give the balance of babies„ nutrient. UNICEF said, that babies who are given formula milk have opportunity to die 25 times more on the first month of bearing. The purpose of this research was to know whether there is the correlation between attitude, husband‟s support, and information exposure and giving formula milk by the working mothers in Puskesmas Ibuh‟s working area. The research used the analytic method with the cross sectional design and had been done in July – August 2015. The population was 196 working mothers who have 0-24 month babies. The numbers of samples were 130 people taken by using Simple Random Sampling technique. The data was proceded by computerizing it including univariat and bivariat with statistic Chi-Square test that has 95% degree of confidence. Univariat analysis result showed that most of mothers or 79 (60,8%) in Puskesmas Ibuh‟s working area gave formula milk to their children, 78 (60%) respondents thought it was a bad idea, 74 (56,9%) respondents were whose husbands have low support about giving it, and 77 (59,2%) respondents had low information exposure about it. Bivariat analysis result showed that there was the significant relation between mothers attitude, husbands support, and information exposure and p and PR sequentially are p =0,000 and PR =1.792;p = 0,000 and PR = 2.694;p =0,000 and PR =2.646 To summarize, there was the correlation between mothers attitude, husbands support, and information exposure and giving formula milk by working mothers in Puskesmas Ibuh‟s working area in 2015. Husband‟s role is important for giving breast milk. Then, it is suggested to mother to get more knowledge about breast milk in order to be not influenced easily by formula milk advertising.

Skripsi 2017
Detail
Cover Analisis Pelaksanaan Program Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2015
Analisis Pelaksanaan Program Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2015

Rini Santy, Vedjia Medhyna, Deswita · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Cakupan DDTK balita di wilayah kerja Puskesmas Ujung Gading selama 3 tahun terakhir belum menunjukkan keberhasilan. Untuk Program DDTK balita tahun 2014 yaitu sebesar 72%, tren pencapaian cakupan DDTK balita mengalami penurunan di beberapa tahun terakhir di Puskesmas Ujung Gading. Kondisi demikian memungkinkan dampak pada status pertumbuhan dan perkembangan balita yang belum terjangkau oleh pelayanan DDTK di wilayah tersebut tidak optimal. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya analisis pelaksanaan program kegiatan DDTK balita dengan cakupan DDTK balita di wilayah kerja Puskesmas Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Ujung Gading pada bulan Agustus 2015. Sumber data peroleh dari informan yang berjumlah 14 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, wawancara dan FGD (Focus Group Discussion). Teknik analisis data pada penelitian ini adalah teknis analisis isi (conten analisis). Hasil penelitian menunjukkan jumlah tenaga DDTK balita yang ada di puskesmas masih kurang yaitu hanya 3 orang dan kader belum mendapat pelatihan dari petugas puskesmas, dana bersumber dari BOK yang jumlahnya sangat terbatas, sarana/prasarana cukup lengkap dan masih layak digunakan, perencanaan DDTK balita masih dalam tahap pengembangan, uraian tugas yang disampaikan secara lisan dan sudah melakukan koordinasi dengan program lain. Untuk pengawasan program DDTK balita, evaluasi hanya dilaksanakan pada akhir tahun sehingga tujuan akhir program belum tercapai seperti yang diharapkan. Diharapkan kepada pihak puskesmas untuk lebih meningkatkan kualitas kinerja dan pembinaan terhadap petugas puskesmas dan memantau secara berkala (triwulan) cakupan DDTK balita yang dicapai puskesmas. Abstract (EN): Scope of DDTK children under five years old in the range of work health care center ujung gading have been for 3 last years now, is not show succes yet for program DDTK children under five years old in 2014 as big as 72 %, trend a chievement scope of children under five years old is descentin some last years. This condition enable impact on growth status children under five years old is not reach yet servicing DDTK in the range of work health care center. Kind this research is qualitatif research the research be hold in the range of work health care center ujung gading in August 2015. Source of data is gotten from informan there are 14 people. Collecting of data are done by observation, documentation, interview and FGD. Technic analysis data for this research is analysis technic. Result of research show sum the worker of DDTK children under five years old is minim, only three people and cadre are not get training get from health care center officer the found source from BOK, the amount very restriched infrastructure are complete enough, and still reasonable to be used, planing DDTK in the phase developing explanation as sigment the way of spoken already commit coordination with the other program not reached yet as been hope. To been expectation to health care center side for more increase of quality job and founding toward periodic (three month), scope of DDTK children under five years old that be reached by health care center.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban di Desa Lumindai Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto Tahun 2015
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban di Desa Lumindai Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto Tahun 2015

Efriza, Nika Susilawati, Evi Hasnit · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pembuangan kotoran yang baik adalah harus dibuang ke dalam tempat penampungan kotoran yang disebut jamban. Di Desa Lumindai yaitu sebanyak 335 rumah (60,0 %) dari 558 jumlah rumah yang ada. Survey awal terhadap 7 orang kepala keluarga yang memiliki jamban, 71,4 % kurang mengetahui tentang ciri-ciri jamban sehat, 57,1 % menyatakan masih terdapat anggota keluarga yang jarang menggunakan jamban di rumah karena tidak terbiasa, dan 71,4 % menyatakan bahwa mereka tidak pernah mendapatkan penyuluhan dari petugas tentang pentingnya kepemilikan jamban sehat serta tidak memiliki biaya untuk pembuatan jamban. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban. Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh kepala keluarga (KK) yang terdapat di Desa Lumindai Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto, berjumlah 588 KK. Sampel sebanyak 86 KK yang diambil secara sistematik random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 58,1 % responden tidak memiliki jamban, 51,2 % pengetahuan rendah, 53,5 % kebiasaan baik, 81,4 % menyatakan peran petugas baik dan 67,4 % memiliki status ekonomi miskin. Hasil analisa bivariat diketahui faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban adalah pengetahuan (p = 0,000 dengan OR = 11,791), kebiasaan (p = 0,000 dengan OR = 14,467), dan status ekonomi (p = 0,000 dengan OR = 15,923), serta tidak ada hubungan kebiasaan penggunaan jamban dengan kepemilikan jamban (p = 0,276). Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban adalah pengetahuan, kebiasaan, dan status ekonomi. Diharapkan pada Dinas Kesehatan agar dapat mengadakan program Pamsimas yang difokuskan pada pembangunan jamban bagi masyarakat tidak mampu dan membangun jambanjamban umum di sekitar lingkungan masyarakat, untuk membiasakan mereka buang air besar di jamban. Abstract (EN): Should defecate in the proper place which is called latrine. The total number of homes 558 (five hundred fifty eight) in Lumindai village, there are only 3356 (three hundred thirty five) home which has latrines or around sixty percent (60 %). The first survey that has been done toward the seven head of households who has latrines, five of them didnot understand completely about the requirements of the healty latines. Four of the family members still do not want to use latrines because they do not get uset to, and five of them admit that they never get the counseling from offivers about the importance of having the healthy latrines and they also said that they do not have money to build them. The purpose of this research is to determine the factor associated with the ownership of latrines. The method of this research is analytical research method with cross sectional approach. The population of the research is all the head of households located in the Lumindai village of the district Barangin Sawahlunto with total number of head of households is 558 (five hundred eighty eight). A sample of 86 (eighty six) families were taken in a systematic random sampling. Data were collected trhough interviews guided by the guide questionaire, then processed in a computerized using chi-square statistic test. Results of univariate analysis known to 58.1% of respondents do not have latrines, low knowledge 51.2%, 53.5% good habits, 81.4% stated that the role of both workers and 67.4% have poor economic status. Results of bivariate analysis known factors related to the latrine ownership are knowledge (p = 0.000 and OR = 11.791), habits (p = 0.000 and OR = 14.467), and economic status (p = 0.000 and OR = 15.923), here is no correlation latrine usage habits with latrine ownership (p = 0.276). It was concluded that factors related to the latrine ownership of latrines are knowledge, habbits, and economic status. It is expected that the Health Department can hold a program which is focused on building latrines for the people who can not afford and build public latrines around the neighborhood community, to familiarize them to defecate in latrines.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Makanan Jajanan Oleh Murid Sekolah Dasar di Desa Kumbayau Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto
Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Makanan Jajanan Oleh Murid Sekolah Dasar di Desa Kumbayau Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto

Nurhayati, Nurdin, Phatryn Adesra · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga, rumah makan/restoran, dan hotel. Tingkat keamanan makanan jajanan anak sekolah yang masih rendah merupakan masalah serius karena terkait dengan pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Dengan rendahnya kualitas makanan jajanan anak sekolah dapat memperburuk status gizi anak sekolah akibat terganggunya asupan gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan makanan jajanan oleh murid sekolah dasar Desa Kumbayau Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto. Penelitian ini dilakukan pada bulan September tahun 2015 dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 77 orang dan cara pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Kebiasaan Sarapan Pagi (p=0,016 dan OR=3.875), Kebiasaan Membawa Bekal (p=0,019 dan OR=4.000), Media Massa (p=0,030 dan OR=3.214) dengan Pemilihan Makanan Jajanan. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan sarapan pagi, kebiasaan membawa bekal dan media massa dengan pemilihan makanan jajanan oleh murid sekolah dasar Desa Kumbayau Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Tahun 2015. Disarankan kepada pihak sekolah dan petugas kesehatan agar bekerja sama untuk mengajak murid agar selalu sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah sehingga dapat mengurangi kebiasaan jajan pada murid. Abstract (EN): Street food is the food and drinks are processed by craftsmen selling food on the premises and served as food for sale to the public in addition to those presented caterers, restaurants, and hotels. The security levels of street food by school children are still low is a serious problem because it is associated with the development of human resources in Indonesia. With the low quality of street food school children may worsen the nutritional status of school children due to the disruption of nutrient intake. The purpose of this study was to look at the factors associated with the selection of street food by the village primary school students Kumbayau District of Talawi Sawahlunto. This research was conducted on September 2015 with a using the crosssectional design. The sample in this study amounted to 77 people and method of sampling using purposive sampling method. The analysis in this study using univariate and bivariate analysis with chi-square test. The results showed that there is a significant correlation between breakfast habit (p = 0.016 and OR = 3.875), bring lunch habit (p = 0.019 and OR = 4.000), be affected the mass media (p = 0.030 and OR = 3.214) with selection of street food. It can be concluded that there is a significant relationship between breakfast habits, bring lunch habits and affected of mass media with the election of street food by the village primary school students Kumbayau District of Talawi Sawahlunto 2015. Recommended to the school and health officials to work together to encourage students to always bring lunch to school so as to reduce the habit of eating snacks to students.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Kusta Di Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2015
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Kusta Di Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2015

Rudjito, Zainal Abidin, Yossy Lidyani · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Penyakit kusta merupakan masalah kesehatan yang menimbulkan dampak dari segi medis, sosial, ekonomi dan psikologis.Menurut hasil Monitoring dan Evaluasi tahun di Kabupaten Padang Pariaman, kendala yangpaling utama adalah rendahnya dukungan dan pengetahuan terhadap penyakit kusta.Sedangkan dilihat dari kepatuhan berobat, dari 36 kasus kusta, terdapat 24 penderita (66,7%) belum menyelesaikan pengobatannya. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian di Kabupaten Padang Pariaman tentang pengaruh faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat penderita kusta tahun 2015. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada penderita kusta.Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross section dengan besar sampel sebanyak 68penderita.Penelitian dilakukan pada tanggal 4-16September 2015.dan menggunakan anlisis univariat dan bivariat dengan menggunakan komputerisasi. Hasil analisa univariat 72,% penderita mempunyai pengetahuan yang tinggi, 67,6% penderita mempunyai sikap yang positif 64,7%, mempunyai peranan keluarga 70,6% , petugas mempunyai peranan 82,4%, telah lama minum obat dan 67,6% penderita patuh minum obat. Hasil analisa bivariate dari 5 variabel independen yang diteliti, terdapat hubungan yang signifikan secara statistik pengetahuan p = 0,000, sikap p = 0,000, peran keluarga p = 0,031, peran petugas p = 0,021, lama minum obat p = 0,0002. Disarankan Kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Puskesmas di Kabupaten Padang Pariaman untuk terus memberikan penyuluhan dan menambah petugas kesehatan yang mampu menjangkau daerah yang sulit untuk dijangkau. Abstract (EN): Leprosy is a health problem that raises the impact in terms of medical, social, economic and psychological. According to the results of Monitoring and evaluation in 2013 in Padang Pariaman, the most important constraint is the lack of support and knowledge against leprosy. While the views of treatment compliance, from 36 cases of leprosy sufferers, there are 24 (66,7%) has not completed treatment. Based on the research done in Padang Pariaman about influence factors associated with adherence to medication lepers by 2015. The purpose of the study is to know the factors associated with adherence to medication in people with leprosy. This research is both analytic with cross section design with large samples as much as 68 sufferers. Research done on 4-16 September 2015.and using univariate analysis and bivariat using computerized. The results of the univariate analysis, 72% of sufferers have a high knowledge, 67,6% of sufferers have a positive attitude 64,7%, has the role of the family, the Clerk had a 70.6 per cent of the role of 82.4%, has long been taking the medication and 67,6% submissive sufferers taking medication. Bivariate analysis results of 5 independent variable that is examined, there is a statistically significant relationship of knowledge p = 0.000, attitude p = 0.000, role of family p = 0,031 officer role, p = 0,021 old medication, p = 0,0002. It is recommended to the Head of Health Department and Community Health Center in Padang Pariaman District to continue to provide extension and adds to health workers who are able to reach areas that are difficult to reach.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Pegawai DinasKesehatan Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2015
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Pegawai DinasKesehatan Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2015

Sukarsi Rusti, Zainal Abidin, Yuli Hartika · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Pegawaimerupakan asset perusahaan yang sangatberharga yang harusdikeloladenganbaikolehsuatuinstansi agar dapatmemberikankontribusi yang optimal.Salah satuhal yang harusmenjadiperhatianutamaperusahaanadalahperlunyapeningkatankinerjapegawaiag ar memberikandampakpositifdalampencapaiantujuaninstansi. Berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat diketahui bahwa pada beberapa pegawai tidak mampu untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. Hasil pencapaian target kerja Dinas Kesehatan Pasaman Barat masih banyak yang belum mencapai target yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kinerja pegawai. Jenispenelitianiniadalahdeskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat pada bulanSeptember 2015. Populasi penelitian iniadalah seluruh Pegawai NegeriSipil (PNS) di Dinas Kesehatan yaitu 78 orang, dengan pengambilan sampel adalah total sampling. Besar sampel adalah 78 orang. Data yang terkumpul kemudian diolah secara univariat dan bivariat. Hasilanalisa unviariat diketahui bahwa Sebanyak 38,5% respondenmemilikikinerjakurangbaik, 35,9% respondenmengalami stress kerjatinggi, 38,5% respondenmemilikilingkungankerja yang kurangbaik, 43,6% respondenmemilikimotivasikerja yang kurang. Hasil analisa bivariat diketahui bahwa terdapathubungan stress kerja, lingkungan kerja dan motivasi kerja dengankinerjapegawaiDinasKesehatanKabupatenPasaman Barat tahun 2015. Hasilpenelitianiniberimplementasiterhadap stress kerja yang perluditurunkansertamotivasikerja, danlingkungankerjapegawai yang perluditingkatkangunamencapai target kerja yang telahditetapkandanapabila target kerja yang ditetapkan telah tercapai makakinerjapegawaiakanbaik. Abstract (EN): Employees are highly valuable corporate asset that must be managed by an agency in order to provide an optimal contribution. One thing that should be a major concern of the company is the need to improve the performance of employees in order to have a positive impact in achieving agency goals. Based on the existing data in the Health Department of West Pasaman note that some employees are not able to achieve the performance targets have been set. Results achievement of employment targets Health Department West Pasaman still many who have not reached the targets set. This study aims to identify the factors related to employee performance. This type of research is deskriptif analytic with cross sectional approach. The study was conducted at the Department of Health West Pasaman in September 2015. The study this population is government employees in the Department of Health that 78 people, with sampling is total sampling. The sample size is 78 people. The collected data is then processed by univariate and bivariate. Results of analysis unviariat known that many as 38.5% of respondents have a poor performance, 35.9% of respondents experiencing high job stress, 38.5% of respondents have a poor working environment, 43.6% of respondents have less motivation. Results of bivariate analysis known that there is a relationship of work stress, work environment and work motivation and employee performance westPasaman District Health Office in 2015. Results of this research work implementation to stress that need to be lowered and the motivation to work, and the work environment of employees that need to be improved in order to achieve the employment targets that have been set and when the target has been achieved then works set employee performance will be good.

Skripsi 2017
Detail
Cover Hubungan Risiko Pencemaran Sarana Sumur Gali, Perilaku dan Kontruksi Sumur Gali di Desa Madobak Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2015
Hubungan Risiko Pencemaran Sarana Sumur Gali, Perilaku dan Kontruksi Sumur Gali di Desa Madobak Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2015

Neila Sulung, Nurdin, Erpendi · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Tahun 2014 di wilayah kerja Puskesmas Muara Siberut terjadi kasus diare sebanyak 696, penyakit diare urutan ke 4 dari 10 penyakit terbanyak di wilayah kerja Puskesmas tersebut, disebabkan sarana air bersih dan sanitasi tidak baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Risiko Pencemaran Sumur Gali, Perilaku, dan Kontruksi Sumur Gali Dengan Kejadian Diare di Desa Madobak Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2015 Desain penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah populasi 125 KK dan jumlah sampel 95 KK, dipilih menggunakan metode sampling acak sederhana. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara menggunakan kuisioner. Analisis data secara univariat dan bivariat memakai uji chi square. Hasil penelitian disimpulkan ada hubungan signifikan antara risiko pencemaran sumur gali dengan kejadian diare ditandai dengan p-value (0,000) dan OR = 11,278. Ada hubungan signifikan antara perilaku pengguna sumur gali dengan kejadian diare ditandai dengan p-value (0,036) dan OR = 2,722. Ada hubungan signifikan antara kontruksi sumur gali dengan kejadian diare, ditandai dengan p-value (0,003) dan OR = 5,250. Disarankan petugas sanitasi dan Promkes melakukan pencegahan penyakit diare dengan memperhatikan aspek risiko pencemaran, perilaku dan kontruksi sumur gali melalui penyuluhan dan melakukan tindak lanjut kegiatan pada masyarakat untuk memperbaiki jarak sumur gali dengan sumber pencemaran minimal 10 meter dan melakukan perbaikan kontruksi sumur gali yang memenuhi syarat kesehatan. Abstract (EN): On 2014, there were 696 diarrhea cases happened in working area of Muara Siberut health center. Diarrhea desease is the forth of the most 10 deseases found in that area. It was caused by the worst of pure water facility and sanitation. The purpose of this research was to know the relationship of the digging well pollution risk, behavior, digging well contruction with diarrhea case in Madobak village, South Siberut district, Mentawai island regency at 2015. The design of this research was analytic design with cross sectional approach, with total population were 125 family chiefs and samples were 95 family chiefs and they were chosen through simple random sampling method. The data was collected through observation and interview using questionnaire. The data was analyzed through univariat and bivariat using chi-square test. The result of this research was summarized that there was a significant relationship between the risk of digging well pollution and diarrhea which was signed with p-value (0,000) and OR = 11, 278. There was a significant relationship between the behaviour of digging well users and diarrhea, which was signed with p-value (0,036) and OR= 2,722. There was a significant relationship between digging well contruction with diarrhea case which was signed with pvalue (0,003) and ) OR = 5,250. It is suggested to sanitation and health promotion officer to do prevention of diarrhea desease by giving attention to the aspect of pollution risk, behavior and digging well construction through giving information and doing forward action in society to keep the distance of digging well minimum 10 meters from pollutant source and repairing the digging well construction which is suitable with health requirement.

Skripsi 2017
Detail
Cover Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar Debu Udara Ruang Perawatan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar Debu Udara Ruang Perawatan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar Debu Udara Ruang Perawatan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar Debu Udara Ruang Perawatan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015

Rudjito, Vina Novela, Rinto Efrizal · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Rumah Sakit adalah sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat atau dapat menjadi tempat penularan penyakit serta memungkinkan terjadinya gangguan kesehatan dan pencemaran lingkungan.Salah satu pencemaran lingkungan disebabkan oleh kadar debu udara yang memiliki resiko penularan berbagai penyakit. Kadar debu udara dipengaruhi oleh faktor iklim berupa suhu, kelembaban dan kecepatan angin. Berdasarkan survei awal yang dilakukan didapatkan kadar debu ruang perawatan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Penelitian ini bersifat deskriptive analitik dengan desain cross sectional yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar debu udara ruang perawatan di RSSN Bukittinggi. Populasinya sebanyak 60 ruang perawatan dan pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Pengumpulan data dilakukan secara primer dan sekunder. Data diolah dengan analisa univariat dan bivariat. Penelitian ini dilakukan pada bulan 17Juni-04 September 2015. Hasil analisa univariat ditemukan presentasi ruang perawatan yang tidak memenuhi syarat dari segi kadar debu udara, suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan angin masing-masing adalah 46,7%, 40,0 %, 10,0% dan 51,7%. Dari hasil analisa bivariat didapatkan bahwa suhu udara dan kecepatan angin ruang perawatan mempunyai hubungan yang signifikan dengan kadar debu ruang perawatan (p≤0,05), sedangkan kelembaban udara tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kadar debu ruang perawatan dengan kadar debu ruang perawatan (p>0,05).. Darihasilpenelitianditemukanbahwa separuh ruang perawatan yang kadar debu, suhu dan kecepatan angin yang tidak memenuhi syarat dan sebahagian kecil ruang perawatan yang kelembaban udaranya tidak memenuhi syarat. Untuk mengatasi hal tersebut sebaiknya rumah sakit segera untuk melakukan penghijauan, perbaikan jalan yang rusak dan membuat petunjuk cara penggunaan alat sirkulasi udara secara benar agar terwujudnya ruang perawatan yang memenuhi syarat sesuai dengan Kepmenkes RI No. 1204 Tahun 2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan Rumah Sakit. Abstract (EN): Hospitals are health care facilities, a gathering place for the sick and healthy people, or it can be a disease transmission as well as allow the occurrence of health problems and environmental pollution. One of the environmental pollution caused by airborne dust levels that have a risk of transmission of various diseases. Airborne dust levels are influenced by climatic factors such as temperature, humidity and wind speed. Based on the preliminary survey conducted found dust levels infirmary Hospital National Stroke Bukittinggi is not eligible become a good sanitary. This research is deskriptive analytic with cross sectional design is to determine the factors associated with high levels of airborne dust in the RSSN Bukittinggi. The population of 60 treatment rooms and sample collection is done by a sampling total. Data collection is done by primary and secondary. Computerized data is processed by univariate and bivariate analysis. This research was conducted in 17June-04 September 2015. Results of univariate analysis found that treatment room presentation isnot requirement of dust levels, the temperature, air humidity, and wind speed46.7%, 40.0%,10.0% and 51.7%. From the results of the bivariate analysis showed that the air temperature and wind speed treatment room has a significant relationship with the levels of dust treatment room (p≤0,05), while the air humidity does not have a relationship with the amount of dust that signifikan treatment rooms with high levels of dust treatment room (p> 0.05). Fromtheresults of thestudyfoundthathalf of themaintenancespacedustlevels, temperature and windspeed are noteligible and smallparttreatmentroom air humidityisnotrequirementterms. Toovercomethisproblemshouldthe hospital immediatelytoindentafforestation, improvement of existingroads in the hospital and makeinstructionsforthe use of air circulationequipmentcorrectly in ordertorealizethetreatmentroomthe air temperature, air humidity and windspeed are qualifiedaccordingtoKepmenkes RI No , 1204 of 2004 onenvironmentalhealthrequirements Hospital

Skripsi 2017
Detail