Rudjito, Rifki Kamal, Dewi Ratna · 2017 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat
Tingginya penderita TB di wilayah paniggahan, disebabkan beberapa factor, baik factor kondisi fisik rumah maupun perilaku. Penanganan kasus tuberkulsis di Puskesmas paninggahan stiap tahunnya lebih kurang 30 penderita. Penanggulangan penyakit TB di paninggahan harus didampingi oleh seorang pengawas minum obat (PMO) guna menunjang Keberhasilan pengobatan. Pengobatan Tuberkulosis memerlukan waktu yang cukup lama, dan pengobatan tidak boleh terputus. Ada beberapa factor yang mempengaruhi kinerja pengawas minum obat, seperti pengetahuan, motivasi dan sikap pengawas minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kinerja PMO. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Paninggahan pada tanggal 21-30 September 2015 yang dilakukan pada 81 orang PMO. Data yang dikumpulkan meliputi pengetahuan, motivasi, sikap PMO, serta kinerja PMO dengan metode wawancara melalui kuesioner. Data yang telah dikumpul diolah dengan menggunakan komputerisasi. Kemudian dilakukan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi-square pada tingkat kemaknaan 0,05. Dari hasil penelitian diketahui bahwa (PMO) dengan pengetahuan tinggi sebanyak 88,5% dengan kinerja yang baik, (PMO) yang mempunyai motifasi yang baik sebanyak 91,5% dengan kinerja yang baik, sedangkan (PMO) yang mempunyai sikap positif sebanyak 91,7% dengan kinerja yang baik. Dari analisa bivariat didapat nilai OR= 7,156 Untuk pengetahuan, nilai OR= 9,556 untuk mitovasi, dan nilai OR= 27,5 untuk sikap. Secara statistik dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan bermakna antara pengetahuan, motifasi, dan sikap dengan kinerja PMO. Faktor dominan adalah sikap dari PMO, saran dari peneliti adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi PMO, guna tercapainya angka kesembuhan yang optimal. Abstract (EN): The high Paniggahan TB patients in the region , caused by several factors, either physical condition of the home factor and behavior. Handling cases tuberculosis in publich health centers Paninggahan, every year more than 30 people. Prevention of tuberculosis disease in Paninggahan must be accompanied by drinking drugs supervisory (PMO) to support the success of the treatment. Tuberculosis treatment requires a long time, and the treatment should not be interrupted. There are several factors that influence the performance of drinking drugs supervisory, such as knowledge , motivation and attitude. This research aims to determine the factors associated with the performance of drinking drugs supervisory (PMO). This research uses descriptive analytical by cross sectional design. This research was conducted in Public Health centers Paninggahan on 21-30 September 2015 were conducted on 81 people of drinking drugs supervisory (PMO). Data collected includes the knowledge , motivation , attitude people of drinking drugs supervisory (PMO) , as well as the performance of people of drinking drugs supervisory with interview through a questionnaire. The data that has been collected is processed using computerized. Then performed univariate and bivariate analysis with chi-square test at the 0.05 significance level. The survey results revealed that drinking drugs supervisory with high knowledge as much as 88,5% with good performance, who have a good motivation as much as 91,5% with good performance, whereas who have a positive attitude as much as 91,7% with good performance. Value obtained from bivariate analysis OR= 7,156 for the knowledge, values for motivation OR= 9,556 and OR=27,5 value for attitude. Statistically it can be deduced that there is a relationship which strong and meaningful between knowledge , motivation , and attitude to performance people of drinking drugs supervisory. The dominant factor is the attitude of the drinking drugs supervisory, the advice of the researchers is to improve the knowledge and motivation, in order to achieve optimal cure rate.