Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar Debu Udara Ruang Perawatan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar Debu Udara Ruang Perawatan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2015
- Penulis
- Rinto Efrizal
- Pembimbing
- Rudjito; Vina Novela
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 13 April 2017
Abstrak
Rumah Sakit adalah sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat atau dapat menjadi tempat penularan penyakit serta memungkinkan terjadinya gangguan kesehatan dan pencemaran lingkungan.Salah satu pencemaran lingkungan disebabkan oleh kadar debu udara yang memiliki resiko penularan berbagai penyakit. Kadar debu udara dipengaruhi oleh faktor iklim berupa suhu, kelembaban dan kecepatan angin. Berdasarkan survei awal yang dilakukan didapatkan kadar debu ruang perawatan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Penelitian ini bersifat deskriptive analitik dengan desain cross sectional yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar debu udara ruang perawatan di RSSN Bukittinggi. Populasinya sebanyak 60 ruang perawatan dan pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Pengumpulan data dilakukan secara primer dan sekunder. Data diolah dengan analisa univariat dan bivariat. Penelitian ini dilakukan pada bulan 17Juni-04 September 2015. Hasil analisa univariat ditemukan presentasi ruang perawatan yang tidak memenuhi syarat dari segi kadar debu udara, suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan angin masing-masing adalah 46,7%, 40,0 %, 10,0% dan 51,7%. Dari hasil analisa bivariat didapatkan bahwa suhu udara dan kecepatan angin ruang perawatan mempunyai hubungan yang signifikan dengan kadar debu ruang perawatan (p≤0,05), sedangkan kelembaban udara tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan kadar debu ruang perawatan dengan kadar debu ruang perawatan (p>0,05).. Darihasilpenelitianditemukanbahwa separuh ruang perawatan yang kadar debu, suhu dan kecepatan angin yang tidak memenuhi syarat dan sebahagian kecil ruang perawatan yang kelembaban udaranya tidak memenuhi syarat. Untuk mengatasi hal tersebut sebaiknya rumah sakit segera untuk melakukan penghijauan, perbaikan jalan yang rusak dan membuat petunjuk cara penggunaan alat sirkulasi udara secara benar agar terwujudnya ruang perawatan yang memenuhi syarat sesuai dengan Kepmenkes RI No. 1204 Tahun 2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan Rumah Sakit. Abstract (EN): Hospitals are health care facilities, a gathering place for the sick and healthy people, or it can be a disease transmission as well as allow the occurrence of health problems and environmental pollution. One of the environmental pollution caused by airborne dust levels that have a risk of transmission of various diseases. Airborne dust levels are influenced by climatic factors such as temperature, humidity and wind speed. Based on the preliminary survey conducted found dust levels infirmary Hospital National Stroke Bukittinggi is not eligible become a good sanitary. This research is deskriptive analytic with cross sectional design is to determine the factors associated with high levels of airborne dust in the RSSN Bukittinggi. The population of 60 treatment rooms and sample collection is done by a sampling total. Data collection is done by primary and secondary. Computerized data is processed by univariate and bivariate analysis. This research was conducted in 17June-04 September 2015. Results of univariate analysis found that treatment room presentation isnot requirement of dust levels, the temperature, air humidity, and wind speed46.7%, 40.0%,10.0% and 51.7%. From the results of the bivariate analysis showed that the air temperature and wind speed treatment room has a significant relationship with the levels of dust treatment room (p≤0,05), while the air humidity does not have a relationship with the amount of dust that signifikan treatment rooms with high levels of dust treatment room (p> 0.05). Fromtheresults of thestudyfoundthathalf of themaintenancespacedustlevels, temperature and windspeed are noteligible and smallparttreatmentroom air humidityisnotrequirementterms. Toovercomethisproblemshouldthe hospital immediatelytoindentafforestation, improvement of existingroads in the hospital and makeinstructionsforthe use of air circulationequipmentcorrectly in ordertorealizethetreatmentroomthe air temperature, air humidity and windspeed are qualifiedaccordingtoKepmenkes RI No , 1204 of 2004 onenvironmentalhealthrequirements Hospital