Faktor –Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD ) di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung Tahun 2015
- Penulis
- Elva Dewi Anggraini
- Pembimbing
- Evi Hasnita; Cici Apriza Yanti
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 13 April 2017
Abstrak
Tingginya kasus DBD untuk masing-masing nagari di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung, padahal program pencegahan DBD telah dilaksanakan oleh petugas kesehatan yang ada. Sampai dikembangkan sebuah metode promosi kesehatan yang bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat secara aktif dalam pemberantasan penyakit DBD di sekitar tempat tinggalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor –faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD ) di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Basung Tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desaian cross sectional dimana Variabel Independen dan Dependen di ukur secara bersamaan. Populasi penelitian ini adalah masyarakat /kk yang berada di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Basung tahun 2014 yaitu sebanyak 6109 kk, sampel pada penelitian ini sebanyak 98 kk di ambil secara acak. Teknik pengambilan sampel adalah Simple Random Sampling dengan uji Chi –Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa 91,8% responden memiliki pengetahuan yang tinggi tentang kejadian DBD, 54,1% responden memiliki memiliki Prilaku 3M mengenai DBD, 75,5% terdapat jentik nyamuk, 50% responden memiliki sikap yang positif terhadap kejadian DBD. Tidak ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan dengan Kejadian DBD (OR=0,574). Ada hubungan yang signifikan antara Prilaku 3M (OR= 27,950) dan keberadaan jentik (OR= 0,144) dengan Kejadian DBD. Diharapkan bagi ibu rumah tangga agar harus aktif dalam mencari tahu bahaya dan cara pencegahan DBD dengan mengikuti penyuluhan dan jendela yang ada dirumah harus dibuka dan ditutup secara teratur serta menambah kawat berdiameter yang lebih kecil agar mencegah masuknya nyamuk ke dalam rumah. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjutnya dengan menggunakan penelitian jenis kualitatif, sehingga informasi tentang faktor-faktor yang terkait dengan pelaksanaan 3 M plus bisa dibahas secara mendalam seperti sarana dan keterpaparan media. Abstract (EN): High dengue cases for each village in Public Health Center Lubuk Basung, whereas dengue prevention program has been implemented by health workers there. Until developed a method of health promotion aimed at increasing community participation actively in combating dengue fever in the neighborhood. This study aims to determine the factors associated with the occurrence of dengue hemorrhagic fever (DHF) in Health Center Lubuk Basung 2015. This type of research is observational analytic cross sectional desaian where Independent and Dependent Variables measured simultaneously. The study population was community / kk located in Health Center Lubuk Basung 2014 as many as 6109 households, the sample in this study as many as 98 kk taken at random. The sampling technique is simple random sampling with Chi –Square. The result showed that 91.8% of respondents have high knowledge about the incidence of DHF, 54.1% of respondents have had a 3M behavior regarding dengue, 75.5% contained mosquito larvae, 50% of respondents have a positive attitude toward the incidence of dengue. There is no significant relationship between the knowledge of the incidence of dengue fever (OR = 0.574). There is a significant relationship between 3M behavior (OR = 27.950) and the existence of larva (OR = 0.144) with dengue incidence. Expected to housewives in order to be active in seeking out danger and how to prevent dengue fever following the extension and the existing windows to be opened and closed at home on a regular basis as well as adding a smaller diameter wire in order to prevent the entry of mosquitoes into the house. Need to do more research continued using qualitative research types, so information about the factors associated with the implementation of the 3 M plus can be discussed in depth as a means and media exposure.