Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Skripsi 2017

Analisis Sistem Pengelolaan Limbah Medis Padat Di Rumah Sakit Umum Daerah Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Tahun 2015

Penulis
Rika Yulianti
Pembimbing
Efriza; Nurdin
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2017
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Kesehatan Masyarakat
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
—
Dipublikasikan
11 April 2017

Abstrak

Rumah Sakit Umum Daerah Lubuk Sikaping adalah Rumah Sakit Negeri Kelas C. Berdasarkan data awal dari Dinas Kesehatan Lubuk Sikaping, RSUD Lubuk Sikaping menghasilkan sampah medis sebanyak 6,65 kg per hari sedangkan limbah cairnya sebanyak 97 liter per hari dan jika tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan penularan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan sistem pengelolaan limbah medis padat di RSUD Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Tahun 2015. Penelitian ini bersifat Kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dengan jumlah informan 7 orang yaitu Kepala Rumah Sakit, Sanitarian, Staff Medis dan Cleaning Service yang terlibat dalam pegelolaan limbah medis. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 14 sampai 15 September 2015. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pengelolaan limbah di RSUD Lubuk Sikaping dimulai dari pemantauan, pemilahan, pengumpulan, pemindahan dan pengangkutan, penyimpanan sementara, pemusnahan dan penanganan akhir limbah, pencatatan dan pelaporan serta penggunaan alat pelindung diri. Namun pada proses pemusnahan menggunakan incenerator belum sesuai dengan Permenkes RI No.1204 Tahun 2004, dimana suhu incenerator yang ada di rumah sakit hanya 800° C sehingga pembakaran tidak jadi abu dan sisa pembakaran langsung dibuang ke TPA. Penelitian ini disimpulkan bahwa pengelolaan limbah medis padat di RSUD Lubuk Sikaping belum sesuai dengan Permenkes RI No. 1204 Tahun 2004 yang menyebutkan suhu pada pembakaran incenerator harus minimal 1.000° C sehingga pembakaran sempurna. Untuk itu disarankan kepada pihak rumah sakit untuk segera memperbaiki incenerator sehingga suhunya meningkat dan pembakaran menjadi sempurna dan menjadi abu. Abstract (EN): The general hospital in regional Lubuk Sikaping is the state hospital class C. Based on the begin data from public health office Lubuk Sikaping, RSUD Lubuk Sikaping produce medical waste as much 6.65 kg per day while the liquid waste as much 97 liters per day and if it is not managed well, it will cause the transmission of the disease. This research aimed to analyze the implementation of the management system from medical waste in the hospital Lubuk Sikaping regency Pasaman 2015. This research is qualitative research by depth interview with total the informant 7 people that are Head of the Hospital, Sanitarian, Medical Staff and Cleaning Service which is involved in medical waste management. This research conducted at 14 until 15 September 2015. Based on the results of the research that medical management in the hospital Lubuk Sikaping started from monitoring, sorting, collection, transfer and transport of temporary storage, extermination and end waste handling, recording and reporting as well as the use of personal protective equipment. However, at extermination process using incenarator is not accordance with RI Permenkes No. 1204 of 2004, where the temperature incenerator that is in the hospital only 8000 C so that combustion ashes and combustion directly into TPA. Conclusions of this research that is solid medical waste management in the hospital Lubuk Sikaping is not yet matching with RI Permenkes No. 1204 of 2004 that said temperature at burning incenerator must minimal 1.0000 C so that complete combustion. Because of that writer suggested to hospital immediately repair incenerator so that the temperature rise and become perfect combustion and into ashes.

Kata Kunci

Pengelolaan Limbah Medis Rumah Sakit Incenerator