Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Kader Posyandu di Wilayah Puskesmas Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara Tahun 2015
- Penulis
- Wanefri
- Pembimbing
- Silvia; Inderewati
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 11 April 2017
Abstrak
Posyandu mempunyai peranan yang sangat besar dan strategis didalam masyarakat khususnya di bidang kesehatan. Masih tingginya masalah kesehatan yang terjadi didalam sebuah komunitas masyarakat tidak terlepas dari peranan yang dilakukan kader di sebuah Posyandu. Di Puskesmas Tiku terjadi penurunan jumlah kader yang aktif yaitu 7,5% dan banyak kader yang absen atau tidak datang pada hari buka Posyandu yaitu 41,7%. Peneliti ini bertujuan ingin mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tiku, tujuan khususnya untuk mengetahui hubungan motivasi, sikap, penghargaan dan dukungan tokoh masyarakat dengan kinerja kader Posyandu. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tiku Kabupaten Agam terhadap 61 responden. Data dikumpulkan dengan cara membagikan kuesioner dan meminta responden untuk mengisinya, kemudian data diolah dengan computer menggunakan program SPSS dan hasil penelitian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi (univariat) dan analisa hubungan (bivariat). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data bahwa responden dengan tingkat kinerja yang rendah (62,7%), motivasi yang rendah (57,4%), sikap yang negatif (54,1%), rendahnya penghargaan yang diterima (63,9), dan dukungan yang rendah (67,2%). Berdasarkan analisis bivariat ada hubungan yang bermakna antara motivasi, sikap, penghargaan dan dukungan tokoh masyarakat dengan kinerja kader Posyandu. Dapat disimpulkan bahwa semakin rendah motivasi, sikap kader Posyandu, penghargaan yang didapatkan, dan dukungan tokoh masyarakat yang rendah maka semakin rendah kinerja kader Posyandu. Untuk dapat meningkatkan kinerja kader disarankan perlu peningkatan pemahaman dan pengetahuan melalui pemberian informasi yang cukup dengan menyelenggarakan pelatihan kepada kader serta pemberian imbalan sebagai wujud motivator bagi kader. Abstract (EN): IHC has a very big role and strategic within the community, especially in the field of health. Still high health problems that occur within a community of people is inseparable from the role performed at a Posyandu cadres. In Puskesmas Tiku decline in the number of active cadres, namely 7.5% and many cadres were absent or did not come on the open IHC ie 41.7%. The aim of this researcher wants to know the factors related to the performance of cadres Posyandu in Puskesmas Tiku, the aim in particular to determine the relationship between motivation, attitude, respect and support of public figures with the performance of cadres Posyandu. This research is descriptive analytic cross sectional study was conducted in Puskesmas Tiku Agam against 61 respondents. Data was collected by distributing questionnaires and asked respondents to fill it, then the data is processed by computer using SPSS program and the results of the study are presented in the form of frequency distributions (univariate) and the analysis of relationships (bivariate). Based on the results, the data that respondents with a low level of performance (62.7%), low motivation (57.4%), a negative attitude (54.1%), low awards received (63.9), and support is low (67.2%). Based on bivariate analysis there was a significant correlation between motivation, attitude, respect and support of public figures with the performance of cadres Posyandu. It can be concluded that the lower motivation, attitude Posyandu, awards obtained, and the support of community leaders who are low, the lower the performance of cadres Posyandu. In order to improve the performance of cadres suggested need increased understanding and knowledge through the provision of sufficient information by providing training to the cadres and the reward as a form motivator for cadres.