Efektivitas Daun Jambu Biji Terhadap Penanggulangan Diare pada Balita di Posyandu Lapau Duo Dan Posyandu Kubang Kecamatan Danau Kembar Kabupaten Solok Tahun 2016
- Penulis
- Amzila Rahmawati
- Pembimbing
- Yelmi Reni Putri; Evi Hasnita
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 10 April 2017
Abstrak
Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting karena merupakan penyumbang utama ketiga angka kesakitan dan kematian anak di berbagai negara termasuk indonesia. Diperkirakan lebih dari 1,3 miliar serangan dan 3,2 juta kematian per tahun pada balita disebabkan oleh diare. Setiap anak mengalami episode serangan diare rata-rata 3,3 kali setiap tahun. Lebih kurang 80% kematian terjadi pada anak berusia kurang dari dua tahun Masyarakat biasanya menggunakan tanaman obat secara empiris sebagai obat antidiare, contohnya daun jambu biji. Daun jambu biji mengadung: minyak atsiri, asam ursolat,asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin dan vitamin. Tujuan penelitian ini adalah menilai efek antidiare dengan daun jambu biji pada balita di Posyandu Lapau Duo dan Posyandu Kubang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 dengan menggunakan Desain Quasy Eksperimental dengan rancangan non equivalent control group yang diambil secara total sampling. Diberikan pada balita (16 orang) di Posyandu Lapau Duo dan Posyandu Kubang dibagi 2 kelompok. Kelompok eksperimen (n=8) dan kelompok kontrol (n=8). Analisa dengan menggunakan uji dependent t-tes. Hasil penelitian, rata-rata pada kelompok eksperimen yang diberikan rebusan daun jambu biji adalah 4,75 menunjukan dan rata-rata kelompok kontrol yang tidak diberikan rebusan daun jambu biji adalah 9,38 dengan nilai p = 0,000 dimana masing-masing (2-tailed)< 0,01 ( Pvalue= 0,000). Kesimpulan, daun jambu biji berefek antidiare dengan menurunkan frekuensi diare. Terdapat perbedaan yang signifikan antara sesudah diberikan perlakuan pada kelompok eksperimen dan yang tidak diberi perlakuan pada kelompok kontrol tidak terjadi perbedaan yang signifikan dengan penurunan diare. Abstract (EN): Diarrheal disease remains one of the important public health problem because it is a major contributor third child morbidity and mortality in many countries, including Indonesia. It is estimated that more than 1.3 billion attacks and 3.2 million deaths per year in children under five are caused by diarrhea. Each child had an episode of diarrhea attacks on average 3.3 times per year. Approximately 80% of deaths occur in children aged less than two years of People usually use medicinal plants empirically as antidiarrheal medication, such as guava leaves. Guava leaves mengadung: essential oils, Ursolic acid, acid kratogolat, oleanolat acid, guajaverin acids and vitamins. The purpose of this study was to assess the effects of antidiarrheal with guava leaves in infants in the posyandu Lapau Duo and posyandu Kubang. This study was conducted in August 2016 by using quasy experimental design with non-equivalent control group were taken by total sampling. Given to toddlers (16) in the posyandu Lapau Duo and posyandu Kubang divided into 2 groups. The experimental group (n = 8) and control group (n = 8). Dependent test analysis using t-test. The results of the study, the average of the experimental group were given boiled guava leaves was 4.75 and the average shows a control group that was not given boiled guava leaves was 9.38 with p = 0.000 wherein each (two-tailed ) <0.01 (pvalue = 0.000). In conclusion, guava leaf antidiarrheal effect by lowering the frequency of diarrhea. There are significant differences between the treatment given after the experimental group and the untreated in the control group there was significant difference with a decrease in diarrhea.