Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Kenagarian Sikabu-kabu Tanjung Haro Padang Panjang Kecamatan Luak Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016
- Penulis
- Fitria Ningsih
- Pembimbing
- Rini Santy; Fitria Fatma
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 07 April 2017
Abstrak
Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat, karena merupakan penyumbang utama ketiga angka kesakitan dan kematian anak di berbagai negara. Penderita diare paling banyak di wilayah kerja Puskesmas Mungo terdapat di Kenagarian Sikabu-kabu Tanjung Haro Padadang Panjang, yaitu sebanyak 81 orang pada tahun 2016. Survey awal terhadap 10 orang ibu balita, 4 orang tidak memperhatikan proses pemberian ASI, 7 orang tidak memiliki jamban, dan 8 orang masih menggunakan sumber air dari air sungai untuk keperluan seharihari. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September tahun 2016 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi adalah semua ibu yang mempunyai balita usia 0-24 bulan di Kenagarian Sikabukabu Tanjung Haro Padang Panjang. Dengan sampel 81 ibu yang memiliki balita, data dikumpulkan melalui wawancara dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan menggunakan uji statistic chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 76,5 % responden tidak diare, 50,6 % melakukan pemberian ASI yang baik, 69,1 % memiliki pembuangan tinja memenuhi syarat, dan 53,1 % sumber sarana air bersih yang tidak memenuhi syarat. Hasil bivariat adalah hubungan pemberian ASI (p value = 0,031 dan OR = 3,877), pembuangan tinja (p value = 0,008 dan OR = 4,714), dan sumber sarana air bersih (p value = 0,020 dan OR = 4,554) dengan kejadian diare pada balita. Dari ketiga hasil bivariat yang sangat erat hubungannya dengan kejadian diare adalah pembuangan tinja (p value =0,008) dan peluang untuk terjadinya diare yang paling beresiko adalah pembuangan tinja (OR = 4,714) berpeluang 5 kali lebih besar untuk terjadi diare. Diharapkan pada ibu yang mempunyai balita agar memperhatikan kesehatan pada anak dengan menjaga kebersihan lingkungan. Abstract (EN): Diarrheal disease remains one public health problem, because it is the third leading contributor to morbidity of children in various countries. Most patients with diarrhea in Puskesmas Mungo contained in Kenagarian Sikabu-kabu Tanjung Haro Padang Panjang, as many as 81 people in 2016. The initial survey of the 10 mothers, 4 people do not pay attention to the process of breastfeeding, 7 people do not have latrines and 8 people still use water from the river water for everyday purposes. The aim of research to determine the factors that affect diarrhea in infants. The study uses a quantitative approach to the cross-sectional design. The population is all mothers with children aged 0-24 months in Kenagarian Sikabukabu Tanjung Haro Padang Padang Panjang. Data were collected through interviews with the questionnaire guide, and than processed in a computerized using chi-square statistical test. Results of univariate analysis known to 76.5% of respondent did not diarrhea, 50.6% do good breastfedding, 69.1% had qualified excreta disposal, and relationship breastfedding (p value = 0,031 and OR = 3,877), disposa of feces (p value = 0,008 and OR = 4,714), and a source of clean water (p value = 0,020 OR = 4,554) and the incidence of diarrhea in infants. The results of the biavariat very closely related to the incident diarrhea is disposal of feces (p value = 0,008) and opportunities to diarrhea most is drainpipe (OR = 4,714) and opportunity 5 times larger to happen diarrhea. It is expected to the mother who have toddlers to pay attention to the health of the with maintaining the cleanlinesss of the environment and personal hygienes.